Tingkatkan Pengembangan Kepribadian, PPG FKIP UMM Bagikan Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar rapat evaluasi pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang 1 semester 2 tahun 2022 Digelar Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Jumat (10/11/2023). Menariknya, acara tidak hanya difokuskan pada evaluasi dan refleksi, tetapi juga pematerian tentang pengembangan kepribadian. Kali ini, hadir sebagai pemateri Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., dosen Program Studi Psikologi UMM menyampaikan tema “Pengembangan Kepribadian: Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik”. Meski sesi sharing session ini dilakukan setelah acara makan malam, Pak Yudi, sapaan akrabnya mampu membawa suasana acara sangat hidup dan melibatkan peserta secara aktif. Diawali dengan meminta para peserta untuk menulis nama lengkapnya dengan tangan kanan dan dilanjutkan dengan menggunakan tangan kiri. “Siapa yang tulisan tangan kirinya lebih bagus dari tangan kanan, bapak ibu?” Pertanyaan ini dilontarkan Yudi untuk mengawali materinya yang disambut kompak jawaban “tidak ada…” dari seluruh para peserta. Selanjutnya beliau menjelaskan karena hal ini terjadi karena tidak ada pembiasaan yang dilakukan oleh para peserta dalam menulis dengan tangan kiri. Hal ini mengingatkan seluruh peserta yang merupakan pendidik baik di tingkat Pendidikan dasar, menengah dan tinggi untuk selalu membiasakan hal baik kepada peserta didik agar membawa kebiasaan yang baik pula. Dalam kegiatan ini, Pak Yudi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM ini meyakinkan para peserta terkait 4 strategi dalam mewujudkan konsep diri pendidik. “Ada 4 hal yang hendaknya dipahami oleh para pendidik dalam mempersiapkan para peserta didik yakni dengan memahami pentingnya pengembangan kepribadian pendidik, mengetahui wawasan tentang konsep diri dan kepribadian pendidik, mengetahui strategi konkret untuk meningkatkan konsep diri, menginspirasi pendidik untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan” ujarnya yang diikuti dengan respon antusias para peserta. Dalam penjelasannya, bahwa sebagai orang yang bertanggungjawab dalam dunia Pendidikan, peserta didik harus selalu melakukan pendampingan kepada peserta didik untuk mengoptimalkan potensinya. Potensi ini tidak hanya ditentukan oleh satu aspek saja, namun merupakan akumulasi kolektif dari berbagai aspek yang saling terkait yakni Aspek kecerdasan/ kemampuan kognitif, Aspek perkembangan emosi dan Aspek perkembangan social. Pak Yudi mengingatkan para pendidik untuk selalu menjadi pribadi yang matang. “Kepribadian para peserta didik yang matang mampu membekali peserta didik untuk dapat menjadi generasi yang adaptable yakni mampu bersikap dan mengekspresikan emosi sesuai dengan situasi dan interaksi sosial di lingkungan sekitarnya”, ujarnya sebelum mengakhiri materinya. (*ANH)
998 Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Diklat bela Negara di Lanal Malang

Malang—Dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang gelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bagi 998 mahasiswa PPG Prajabatan. Jumlah tersebut terdiri dari 385 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2022, 304 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang II tahun 2022, dan 309 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2023. Selama dua hari mulai Kamis (9/11) hingga Jumat (10/11), mereka diberi berbagai materi mengenai Wawasan Kebangsaan hingga ideologi Pancasila. Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menyebutkan mahasiswa PPG berada di sana untuk belajar langsung dari para patriot pembela negara. Tugas bela negara tidak hanya bagi patriot yang bertugas di garda depan, namun setiap warga negara Indonesia. “Tak terkecuali, mahasiswa PPG FKIP UMM. Mahasiswa PPG FKIP UMM memiliki andil dalam menjaga kedaulatan negara. Teruatama mahasiswa PPG yang kelak memiliki tugas mencerdaskan para generasi penerus bangsa,” ungkapnya. ”Dalam konteks pendidikan, bela negara dapat diimplementasikan melalui upaya-upaya konkret,” imbuhnya. Ia menyebutkan yang pertama dapat menjadi agen perubahan di dalam kelas, sehingga para guru tidak hanya mengajar. Tetapi juga mampu memberi insprasi bagi peserta didik, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta tanah air. Yang kedua dengan melahirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya terfokus pada penguasaan materi ajar tetapi juga pada pengembangan karakter dan kewarganegaraan yang baik. Yang ketiga dengan cara menjadi contoh dalam mempraktikkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang keempat, sebagai calon guru profesional kita harus bersikap objektif, adil dan tidak terlibat pada praktik-praktik yang merusak tatanan bangsa,” terang Kadir Terutama pada era global saat ini yang mana menambah tantangan bela negara menjadi semakin kompleks. ”Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk mengukir kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya. Pendidikan, kata Kadir, harus dijadikan senjata ampuh untuk memperkuat fondasi negara dan menjaga kedaulatan bangsa. Sementara itu, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari SPd MTr Hanla MM CRHMP yang memimpin langsung upacara penutupan menyebut diklat bela negara ini sangat penting untuk diberikan kepana para calon guru. ”Karena adanya bela negara, kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa PPG ini untuk bisa sadar akan kecintaan, kebanggaan kepada bangsa terutama masalah adat istiadat hingga geografis di negara kita,” ungkapan Sehingga ke depan mereka akan memberikan input kepada para calon penerus bangsa yakni peserta didik agar tidak hilang rasa bela negaranya. ”Yang kami tekankan ialah wawasan bela negara dan juga kedisiplinan,” katanya.