Kuliah Tamu, Prodi Matematika Bahas Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka

Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang telah mengadakan acara Kuliah Tamu III. Acara yang bertemakan “Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka” ini diselenggarakan secara hybrid, mengundang peserta dari My Dormy Hostel UMM. Pemateri untuk acara kuliah tamu III kali ini adalah Ibu Farida Ulfa Nurhidayati, S.Si., M.Pd, yang merupakan guru matematika profesional dan Wakil Kepala Kurikulum di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Beliau sangat menguasai Implementasi Kurikulum Merdeka, yang saat ini diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka menjadi perhatian para pendidik dan mahasiswa dalam hal penyusunan perangkat pembelajaran matematika. Kehadiran Ibu Farida sebagai pemateri menjadi daya tarik bagi mahasiswa, karena materi yang disampaikan dapat menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalani kegiatan Praktik Lapangan Pendidikan (PLP) II dan tugas-tugas mata kuliah pendidikan di masa depan. Dengan topik “Bedah Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka”, mahasiswa berharap dapat mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru. Sebelum dimulainya acara, peserta offline yang hadir memberikan registrasi sedangkan peserta online mempersiapkan kondisi jaringan internet dan perangkat yang diperlukan. Setelah pembukaan acara dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, Ketua Pelaksana Kuliah Tamu III, Siti Khoiruli Ummah, M.Pd memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Peserta online melalui aplikasi Zoom dan offline diberikan Worksheet sebagai tugas untuk memeriksa pemahaman mereka terhadap materi. Worksheet tersebut berisi Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran umum dan khusus, Indikator Capaian Pembelajaran, Fase, Elemen, Materi Pokok, dan desain pembelajaran, yang akan menjadi fokus dalam sesi kuliah tamu. Selama acara, Ibu Farida memberikan penjelasan mengenai perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mulai dari istilah yang digunakan, peraturan pemerintah yang mendukungnya, jenis perangkat pembelajaran yang disarankan, hingga model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan. Para peserta juga mendapatkan salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kurikulum Merdeka, untuk membantu mereka dalam mengadopsi Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan. Mereka diminta untuk mengembangkan tujuan pembelajaran dan indikator capaian pembelajaran yang relevan sesuai dengan kurikulum baru tersebut. Acara Kuliah Tamu III ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, namun juga dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, HMPS Matriks, dalam mendukung kelancaran acara hingga pembuatan sertifikat bagi peserta. Dengan materi yang mendalam dan interaktif, acara Kuliah Tamu III ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para mahasiswa. Pembahasan mengenai perangkat pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka menjadi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan dalam dunia pendidikan. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, serta menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan zaman. Acara kuliah tamu ini mendapat sambutan yang positif dari para mahasiswa Prodi Matematika. Mereka menyatakan bahwa acara ini memberikan wawasan dan pemahaman yang baru mengenai perbedaan perangkat pembelajaran matematika antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Mereka juga mengapresiasi kehadiran para pembicara yang ahli di bidang pendidikan matematika. Dengan demikian, acara kuliah tamu III Prodi Matematika dengan tema “Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka” dapat dianggap sebagai sukses. Acara ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi mahasiswa mengenai perbedaan perangkat pembelajaran matematika antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Diharapkan acara seperti ini dapat terus diadakan di masa mendatang untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Prodi Matematika.
Prodi PPKN Gelar Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital

Pada hari Sabtu, 03 Februari 2024, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar acara Kuliah Tamu II dengan tema “Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital”. Kuliah Tamu II ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran di Program Studi PPKN. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru serta keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran PPKN yang inovatif dan berbasis digital. Dalam acara tersebut, narasumber utama yang diundang adalah Aris Riyadi, seorang pakar dalam bidang pengembangan media pembelajaran. Aris Riyadi membawakan materi tentang 6 Langkah Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif, yang menjadi pedoman bagi para peserta dalam mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan inovatif. Pertama, menganalisis Kebutuhan Media Pembelajaran pada Semester Berjalan Langkah pertama dalam pengembangan media pembelajaran adalah dengan menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan pada semester berjalan. Dengan menganalisis kebutuhan tersebut, maka media pembelajaran yang dibuat akan lebih relevan dan efektif dalam proses pembelajaran. Kedua, menentukan Salah Satu Media Pembelajaran yang Akan Dibuat Setelah menganalisis kebutuhan media pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis media pembelajaran yang akan dibuat. Media pembelajaran bisa berupa video pembelajaran, modul pembelajaran interaktif, atau aplikasi pembelajaran digital, tergantung pada kebutuhan dan karakteristik materi yang akan disampaikan. Ketiga, membuat Rancangan Media Pembelajaran Inovatif Setelah menentukan jenis media pembelajaran, langkah berikutnya adalah membuat rancangan media pembelajaran inovatif, yang mencakup bahan dan langkah pembuatan media tersebut. Rancangan media pembelajaran haruslah mengikuti prinsip-prinsip desain pembelajaran yang efektif dan menarik bagi peserta didik. Keempat, embuat Deskripsi Penerapan Media pada Proses Pembelajaran Setelah rancangan media pembelajaran selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat deskripsi penerapan media tersebut dalam proses pembelajaran. Deskripsi tersebut mencakup cara penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran yang menarik dan efektif bagi peserta didik. Kelima, membuat Bentuk Media Pembelajaran Setelah deskripsi penerapan media selesai dibuat, langkah berikutnya adalah membuat bentuk media pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Bentuk media pembelajaran haruslah menarik dan interaktif, sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dengan lebih baik. “Tahap terakhir adalah mendisplay Hasil Karya Media Pembelajaran Inovatif Langkah terakhir dalam pembuatan media pembelajaran inovatif adalah mendisplay hasil karya media tersebut kepada para peserta didik dan mendapatkan umpan balik dari mereka. Dengan mendisplay hasil karya media pembelajaran, maka kita dapat mengetahui sejauh mana media tersebut efektif dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkapnya. Dalam paparannya, Aris Riyadi juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pengembangan media pembelajaran. Menurutnya, dengan memanfaatkan teknologi digital, maka media pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif, menarik, dan dapat diakses secara fleksibel oleh peserta didik. Selain itu, teknologi digital juga dapat memperluas ruang lingkup pembelajaran, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri dan kolaboratif. Peserta workshop pun antusias menyambut materi yang disampaikan oleh Aris Riyadi. Para peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan media pembelajaran inovatif. Beberapa di antara peserta bahkan telah mulai mempraktekkan langkah-langkah tersebut dalam pengajaran mereka, dan mendapatkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya acara workshop dengan tema Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital, diharapkan dapat mendorong para dosen dan mahasiswa PPKN untuk terus mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan efektif. Dengan demikian, kualitas pembelajaran di program studi tersebut dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi peserta didik dan masyarakat pada umumnya.
PMM Mitra Dosen, Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Adakan Latih Guru KB Taman Harapan Sumbersekar

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan digital literasi untuk guru KB Taman Harapan, Sumbersekar. Kegiatan ini dilaksanakan di Saung Faraly, Junrejo, Kota Batu dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan digital para guru KB dalam menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan bagian dari program universitas yang bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris terlibat aktif bersama dengan dosen pembimbing lapang (DPL) Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd., MA., M. EdLead dan Mashyud, M.Pd. Untuk mengimplementasikan hasil penelitian universitas dalam bentuk pelatihan digital literasi. Program PMM kelompok 177 ini mengambil tema “Digital Literacy Program at KB Taman Harapan, Sumbersekar, Dau, Malang” dengan fokus pada penggunaan aplikasi Instagram, Canva, dan editing video. Analisis kebutuhan yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa guru KB membutuhkan peningkatan kemampuan digital untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik. Oleh karena itu, tim mahasiswa memutuskan untuk menjalankan program pelatihan ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris, Program Magang Mahasiswa (PMM) mitra dosen menjadi salah satu solusi yang tepat. PMM mitra dosen merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan dosen-dosen yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang baik di bidangnya. Dalam konteks pendidikan Bahasa Inggris, PMM mitra dosen memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan digital mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris. Dengan bantuan dosen mitra, mahasiswa dapat belajar secara lebih intensif dan efektif melalui penggunaan teknologi digital yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan oleh mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris dalam mengoptimalkan program PMM mitra dosen adalah dengan mengadakan pelatihan guru KB taman bermain harapan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru KB dalam mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak melalui metode yang menyenangkan dan interaktif. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru KB dapat lebih memahami konsep pengajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam hal penguasaan Bahasa Inggris. Guru KB Taman Harapan, Bu Rulik dan Bu Yeni, sangat menyambut baik kegiatan ini dan melihat bahwa program ini dapat membantu mereka dalam memperkenalkan sekolah secara lebih luas. Dengan adanya pelatihan ini, mereka berharap dapat memanfaatkan aplikasi Instagram untuk menyebarkan informasi pendaftaran siswa baru dan meningkatkan branding sekolah. Selain memberikan pelatihan, tim mahasiswa juga merancang modul dan membuat video profil untuk KB Taman Harapan sebagai bahan referensi bagi guru-guru di kemudian hari. Pelatihan digital literasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi guru KB Taman Harapan dalam menghadapi tantangan belajar jarak jauh yang semakin meningkat. Dengan kemampuan digital yang ditingkatkan, diharapkan guru-guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif untuk siswa-siswanya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru KB Taman Harapan dan memperkuat hubungan antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan masyarakat sekitarnya. Semoga program ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemampuan digital para pendidik di sekolah-sekolah di wilayah Sumbersekar dan sekitarnya.