Membanggakan! Mahasiswa PPKN FKIP UMM yang Sukses Menjadi Duta Pemuda Pendidikan Indonesia

FKIP News – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Amelia Salsabilla Anatasya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan angkatan 2022, berhasil meraih gelar Duta Pemuda Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UMM, terutama bagi FKIP dan prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Amelia Salsabilla Anatasya menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam bidang pendidikan. Melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, Amelia berhasil mengungguli ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Dengan gelar ini, Amelia diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para pemuda lainnya untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Amelia juga memiliki motivasi tersendiri dalam mengikuti ajang tersebut. “Saya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di lingkungan yang jarang disorot oleh masyarakat,” ungkapnya dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP UMM. Senada dengan itu, Kaprodi Pendidikan Kewarganegaraan, Drs. Mohammad Mansur Ibrahim, M.H., juga memberikan apresiasi tinggi kepada Amelia. “Amelia telah menunjukkan bahwa dengan semangat dan kerja keras, kita bisa meraih prestasi yang gemilang. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama UMM,” kata Drs. Mansur. Amelia sendiri merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. “ Saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung saya, terutama kepada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang telah memberikan arahan agar saya bisa mendapatkan kesempatan ini untuk lebih berperan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Hal ini juga sangat memotivasi saya untuk melanjutkan serta memajukan pendidikan di Indonesia ” ungkap Amelia dengan penuh haru. Sebelumnya, Amelia juga mengatakan bahwa ia juga pernah menjadi Runner Up Putri Nusantara Jawa Timur. “Tahun lalu tepatnya pada bulan juli saya meraih predikat sebagai Runner Up Putri Nusantara Jawa Timur. Kemudian, saya berfikir untuk bisa melanjutkan program kerja saya, dan alhamdulillah banyak yang mendukung saya untuk mengikuti ajang di tingkat nasional. Oleh karena itu, saya mengikuti ajang Duta Pemuda Pendidikan Indonesia,” tambah Amel, sapaan akrabnya. Dengan terpilihnya Amelia sebagai Duta Pemuda Pendidikan Indonesia, FKIP UMM semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Prestasi ini juga membuktikan bahwa UMM mampu bersaing di kancah nasional dan terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

Mahasiswa PGSD FKIP UMM Berhasil Terbitkan Dua Buku: “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”

FKIP News – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Cindana Dewi Kusuma berhasil menerbitkan dua buku yang berjudul “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”. Kedua buku ini merupakan hasil kerjasama dengan dua dosen pembimbing, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, S.Pd., dan Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd. “Sedalam Rasa Sejuta Makna” adalah kumpulan cerita kuliner yang berisi ragam makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, yang diperoleh dari pengalaman teman-teman Cindana dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Buku ini menghadirkan keunikan dan kekayaan budaya kuliner Nusantara. Contohnya, Mie Gomak dari Pulau Sumatera yang dikenal dengan cita rasa pedas dan gurihnya, serta Sayur Sir-Sir dari Papua yang terkenal dengan kelezatan dan keunikan bahan-bahannya. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi para pembaca untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia. Buku kedua, “The Journey Modul Nusantara”, merupakan modul pembelajaran yang berisi tempat-tempat wisata khas dari berbagai daerah di Indonesia, juga diperoleh dari pengalaman teman-teman PMM. Buku ini dirancang untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Nusantara dengan cara yang menarik dan edukatif. Beberapa destinasi yang diulas antara lain Pasar Terapung Lok Baitan di Kalimantan Selatan yang menawarkan pengalaman berbelanja di atas air, Wisata Seko di Sulawesi Selatan dengan keindahan alamnya yang memukau, serta Pulo Cinta di Gorontalo yang terkenal dengan keindahan danau serta resort apungnya. Modul ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembelajaran di sekolah. Mahasiswa asal Malang itu juga menyampaikan banyak terima kasih terhadap berbagai pihak yang telah membantunya dalam menyelesaiakan dua buku yang berjudul “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara” tersebut. “Buku ini tidak akan tercipta tanpa bantuan dari dosen PGSD yang hebat terutama Dr. Dyah worowirastri ekowati, S.Pd dan teman-teman PMM batch 2 di UMM. Dengan latar belakang dan daerah yang berbeda tentu saja menghasilkan keanekaragaman tentang makanan dan tempat wisata yang khas dari daerah setempat. Hal ini membuat kami memiliki ide untuk menulis buku yang membahas keduanya. Dengan demikian akan menambah wawasan nusantara” ujar Cindana dalam sebua wawancara bersama Humas FKIP UMM. Sementara itu, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati dan Beti Istanti Suwandayani turut membantu memberikan bimbingan intensif dalam proses penyusunan kedua buku ini. Beliau membantu Cindana dalam pengembangan konten, penyuntingan naskah, dan memberikan panduan yang diperlukan agar buku-buku ini dapat diterbitkan dengan baik. “Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras Cindana. Buku-buku ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” ujar Dr. Dyah Worowirastri Ekowati. Dengan terbitnya “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”, mahasiswa yang akrab disapa Cindana tersebut juga menyampaikan harapannya untuk bisa melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) di UMM. “Rencana saya setelah lulus adalah melanjutkan pendidikan saya dengan mengikuti PPG. Pendaftarannya sudah dibuka dan saya sedang belajar untuk mengikuti tes yang akan dijalankan. Semoga dapat berkuliah kembali di UMM lewat beasiswa PPG dari Kemendikbudristek. Sembari menunggu pengumuman PPG, saya mencari lowongan pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan saya, terutama dibidang pendidikan dengan menjadi guru atau tentor bimbingan belajar bagi anak SD” tutup Cindana.