Perkuat Kerja Sama, FKIP UMM Terima Benchmarking dan Teken MoU FKIP Univet

FKIP News—FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara lakukan benchmarking sekaligus teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis lalu (20/06/2024). MoU itu dalam rangka pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, pengembangan kelembagaan, dana penjaminan mutu internal. Melalui kerja sama ini, FKIP Univet dan FKIP UMM berkomitmen untuk bersinergi dalam melaksanakan pendidikan yang unggul. Sebelum teken MoU, Jajaran dekanat terlebih dahulu menjelaskan tentang FKIP UMM. Paparan diawali oleh Dekan FKIP UMM, Prof Dr Trisakti Handayani MM yang menjelaskan tentang profil dan keunggulan FKIP UMM. Trisakti menegaskan bahwa enam prodi di FKIP UMM telah terakreditasi unggul. Hal ini tidak lepas dari inovasi yang dikembangkan Prodi, seperti program ekuivalensi dan Center of Exellence. Prodi di lingkungan FKIP juga memiliki jurnal terakreditasi Sinta, termasuk Jurnal Inovasi Pembelajaran (JINop) FKIP yang telah terakreditasi Sinta 2. Integritas dan budaya kerja juga menjadi kunci keberhasilan. “Seluruh civitas akademika FKIP UMM menerapkan budaya organisasi yang sudah turun-temurun, yakni Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Kami sadar bahwa UMM telah memberi kami banyak hal dan ini menjadi semangat bagi kami untuk berbuat lebih banyak lagi untuk UMM, untuk Muhammadiyah,” tegasnya. Selanjutnya, Wakil Dekan II, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menambahkan, UMM besar dan dapat menghidupi diri tidak hanya dari mahasiswa, tetapi juga dari pengembangan income generate atau amal usaha. UMM telah memiliki 3 hotel rumah sakit, bengkel, tempat rekreasi, PLTMH, dan sebagainya. “Keberadaan amal usaha tidak hanya penting dalam hal income kampus, tetapi juga dalam rangka brand awareness. Bahwa, UMM ada di tengah-tengah masyarakat, berkontribusi untuk masyarakat. Ini penting untuk mengatasi tantangan PMB yang kita hadapi akhir-akhir ini,” pungkasnya. Pada bidang kemahasiswaan, Wadek III, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. menjelaskan bahwa FKIP UMM punya komitmen tinggi dalam membangun kerja sama lokal, nasional, maupun internasional. Untuk skala internasional, tercatat tak kurang dari 33 kerja sama telah dikantongi dan memfasilitasi berbagai kegiatan internasional. “Tahun ini pada bulan Seeptember, FKIP UMM akan mengirim mahasiswa ke Thailand Utara, Thailan Selatan, Bangkok, dan Sanggar Belajar di Malaysia untuk kegiatan KKN-DIK internasional. Beberapa mahasiswa saat ini juga tengah menjalani Magang Internasional di Vietnam,” terangnya. Berbagai prestasi mahasiswaa telah dicapai dan diapresiasi. Alur informasi disalurkan memanfaatkan ikatan alumni Saka Widya dengan maksimal, di samping memanfaatkan website dan media sosial. Ke malaysia ke bebedapa sanggar belajar. Setiap tahun. Menindaklanjuti paparan Dekana FKIP tentang Program CoE, untuk memperoleh Gambaran yang lebih mendalam, Arif Setiawan mempresentasikan dua CoE Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni CoE Editor dan Perbukuan serta CoE Diplomasi Bahasa. CoE adalah program yang dikembangkan berdasarkan kekhususan atau keunggulan Prodi. Melalui skema 20 SKS teori dan 17 SKS praktik di industry, diharapkan para mahasiswa dapat memiliki kompetensi dan pengalaman yang sejalan dengan kebutuhan industri. Laporan magang mahasiswa juga disusun dalam produk Scriptpreneur sebagai pengganti skripsi. Ini merupakan bagian dari program UMM Pasti: Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Bekerja, dan Mandiri. Mendengar paparan-paparan tersebut, peserta menyampaikan merasa diguyur inspirasi. Dalam sesi diskusi, para dosen Univet aktif bertanya terkait income generating, sistem penjaminan mutu, dan trik menjaga keberlanjutan program MBKM khususnya yang berhubungan dengan mitra industri. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU. Diskusi benchmarking dan penandatanganan MoU ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk memprioritaskan kerja sama publikasi dan MBKM. (*fd)
FKIP UMM Bagikan Best Practice Penguatan Literasi dalam Konferensi Nasional INOVASI

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut berpartisipasi dalam Konferensi Nasional INOVASI bertajuk “Kolaborasi LPTK, Pemerintah dan Sekolah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Semua Anak”, Rabu-Kamis (19-20 Juni 2024) di Hotel Lombok Raya, Mataram. Kegiatan ini (INOVASI Fase 3) merupakan program kelanjutan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia yang bertujuan untuk meningkatkan capaian hasil belajar siswa di jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Program ini akan berlangsung pada tahun 2024 hingga 2027 dan diimplementasikan di 6 (enam) provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTB), Nusa Tenggara Barat (NTT), Kalimantan Utara, dan Maluku. INOVASI Fase 3 dibangun berdasarkan pembelajaran dari INOVASI fase sebelumnya dan bukti-bukti terbaru dalam mendukung pembelajaran inklusif untuk semua, dengan memprioritaskan isu-isu kebijakan saat ini terkait kesetaraan gender, inklusi bagi siswa penyandang disabilitas, dan pemahaman dini peserta didik pada isu perubahan iklim dan lingkungan hidup sekitarnya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, Ph.D., yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun dan meningkatkan hasil belajar anak-anak di Indonesia. “Kita semua harus bersama-sama berkolaborasi membangun dan meningkatkan hasil belajar semua anak, baik laki-laki ataupun perempuan, baik yang kaya ataupun yang miskin, baik yang berkebutuhan khusus ataupun tidak,” ujar Heyward. Secara khusus, dalam kegiatan bergengsi ini, FKIP UMM yang diwakili oleh Wakil Dekan I, memaparkan tentang Penguatan Literasi di Perkuliahan PPL-PLP serta PPG. Menurut Sugiarti, proses integrasi literasi kurikulum di FKIP UMM menerapkan konsep sustainable improvement melalui lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Integrasi ini dilakukan dalam 6 mata kuliah di Prodi PGSD dan menghasilkan enam (6) modul adaptasi literasi dengan berperspektif GEDSI dan buku pendamping yang diterapkan dalam perkuliahan menggunakan Model Lesson Study. Hasilnya, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar dunia nyata sesui profil dan kompetensi tambahan sesuai CPL Prodi. Selain itu, mahasiswa terlatih untuk mengkomunikasikan jawaban dengan memahami persoalan terlebih dahulu (berpikir kritis). Sehingga, jawaban yang disampaikan dapat dikaji dan dipertanggungjawabkan dengan disertai alasan yang jelas. “Yang tidak kalah penting, kemampuan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengembangkan perangkat modul ajar juga meningkat. Dengan begitu, mahasiswa terjamin memiliki kompetensi dalam membangun literasi anak baik tingkat SD, SMP, maupun, SMA,” pungkasnya. Melihat banyaknya manfaat yang diperoleh, FKIP UMM melakukan pengimbahasan pada kegiatan PLP dan juga Prodi PPG. Pengimbahasan pada program PLP melibatkan sekolah mitra dan mahasiswa PGSD pada program asistensi mengajar. “Kemudian, pengimbasan literasi numerasi di Prodi PPG FKIP UMM dilakukan melalui workshop pengintegrasian literasi numerasi dalam pembelajaran PPG dan kebijakan penyusunan modul ajar kurikulum Merdeka dengan mengintegrasikan literasi numerasi,” tutupnya. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan FKIP UMM dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam tingkat literasi di Indonesia. (*fd)