FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi Kembali Raih Penghargaan Kinerja Anggaran Terbaik

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Program Studi Pendidikan Biologi berhasil meraih penghargaan pengelolaan terbaik tahun 2024. Penghargaan tersebut disampaikan dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-79 pada Sabtu (17/08/2024). Selain sertifikat penghargaan, mereka juga mendapatkan dana apresiasi. Dalam Surat Keputusan Rektor tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2024 UMM, Prodi Pendidikan Biologi meraih peringkat pertama sementara FKIP meraih peringkat ketiga. Penilaian melibatkan empat kriteria utama: struktur organisasi dan standar operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internal, serta temuan umum keuangan. Penilaian ini dilakukan melalui audit yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Internal (BPI) UMM. Ini merupakan kali ketiga bagi Prodi Pendidikan Biologi meraih peringkat pertama. Kaprodi Pendidikan Biologi menjelaskan bahwa kunci untuk mempertahankan capaian kinerja keuangan adalah linieritas dan akuntabilitas. Program studi telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan secara tertulis dan menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang harus dipatuhi dalam setiap pengeluaran. “Semua pengeluaran disesuaikan dengan SOP dan RAB. Jika ada perubahan, yang kadang diperlukan karena kondisi lapangan, kami selalu membuat adendum,” jelas Prof. Eko, sapaan akrabnya. Ia juga menambahkan bahwa bukti-bukti transaksi harus lengkap dan dikelola dengan baik oleh bendahara, Fendy Hardian Permana, M.Pd. Hasil audit keuangan menunjukkan bahwa Prodi Pendidikan Biologi menyertakan bukti transaksi secara lengkap dengan nomor urut yang sesuai dengan catatan rekapitulasi keuangan. Wakil Dekan II FKIP, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, menjelaskan pentingnya sistem pencatatan keuangan yang baik. Setiap penerimaan dana dari universitas dialokasikan sesuai jenis dana dan dicatat dalam aplikasi software pencatatan keuangan. “Salah satu hal yang diapresiasi adalah bahwa FKIP telah menerapkan sistem pencatatan secara terpisah sesuai jenis dana dengan menggunakan aplikasi software yang disediakan BPI,” kata Prof. Kadir. Prof. Kadir pun berharap pencapaian ini dapat memotivasi program studi lain di FKIP untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya. “Ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Prodi Pendidikan Biologi berhasil mempertahankan predikat ini tiga tahun berturut-turut. Semoga FKIP juga demikian dan capaian ini dapat menyemangati program studi lainnya,” tutupnya. (*fd)
Membanggakan, Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Raih Juara 1 Kelas Profesional Terbaik

FKIP News—Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih juara pertama dalam kategori Center of Excellence Kelas Professional Terbaik Tahun 2024. Pengumuman ini dilakukan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 yang berlangsung di helipad UMM pada tanggal 17 Agustus 2024. Penghargaan ini diumumkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Center of Excellence Nomor: E.2.a/47/COE-UMM/VI1/2024 tentang Penetapan Center of Excellence Kelas Professional Terbaik Tahun 2024. Surat keputusan ini mencerminkan pencapaian luar biasa yang diraih oleh CoE Entrepreneur Perbukuan dalam berbagai aspek penilaian. Penilaian untuk kategori ini mencakup berbagai indikator penting, antara lain jumlah peserta CoE, partisipasi peserta dari Kelompok Tenaga Kerja (KTW), serta jumlah Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang aktif. Selain itu, jumlah konten media sosial yang diposting, kepatuhan dalam pengumpulan laporan kemajuan, kelengkapan dokumen, dan hasil monitoring serta evaluasi laporan kemajuan tahun 2024 juga menjadi bagian dari penilaian. CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia memang telah memiliki basis kerja sama yang kuata dan luas. Berbagai penerbit ternama seperti Intan Pariwara, Sanggar Aksara, Bentang Pustaka, New Book Store (NBS), Intrans Publishing, dan Mata Kata Inspirasi menjadi mitra dalam program ini. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis melalui magang di penerbit-penerbit tersebut tetapi juga telah berhasil direkrut oleh beberapa perusahaan tersebut setelah menyelesaikan masa magang mereka. Kolaborasi ini telah memperkuat hubungan antara akademik dan industri, memberikan peluang berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka di dunia kerja nyata. Dalam penilaian ini, CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil menunjukkan pencapaian yang mengesankan di semua indikator tersebut. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tim, yang dipimpin oleh Eggy Fajar Andalas sebagai koordinator program. Eggy Fajar Andalas mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan dari semua pihak yang terlibat. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program,” ujarnya. Eggy menambahkan, pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melakukan inovasi. “Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus bekerja dengan semangat yang sama dan berusaha lebih keras lagi. Target dalam waktu dekat adalah menambah jejaring kerja sama dengan Publisher mayor nasional, sehingga mahasiswa punya lebih banyak pengalaman,” ungkapnya. Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si., juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Penghargaan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim CoE Entrepreneur Perbukuan. Kami berharap pencapaian ini akan memotivasi Center of Excellence lainnya di FKIP UMM untuk terus meningkatkan kinerja mereka,” katanya. Pencapaian ini membawa dampak positif bagi pengembangan lebih lanjut program serta kegiatan-kegiatan lainnya yang akan datang. Dengan dukungan yang terus-menerus dan semangat untuk berinovasi, CoE Entrepreneur Perbukuan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang perbukuan serta pendidikan bahasa Indonesia. Keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan. (*fd)
Yudisium Periode IV FKIP UMM: Transformasi Guru dalam Membangun Bangsa

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara yudisium periode IV Tahun 2024, (Kamis, 15/08/2024). Bertempat di Rayz Hotel UMM, acara ini menyatukan 233 peserta berbagai program studi di FKIP UMM dalam sebuah perayaan akademis yang penuh makna. Lulusan tersebut meliputi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 35 mahasiswa, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebanyak 10 mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 45 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 69 mahasiswa, Prodi Pendidikan Matematika sebanyak 30 mahasiswa, dan Prodi Pendidikan Biologi sebanyak 45 mahasiswa. Dalam acara tersebut, Annisa Ahlak dari Prodi PGSD diumumkan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.00. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen Annisa dalam menyelesaikan studinya dengan pencapaian akademik sempurna. Selain penghargaan untuk lulusan terbaik akademik, acara ini juga memberikan apresiasi kepada 47 lulusan terbaik nonakademik yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam berbagai bidang. Prestasi nonakademik ini meliputi publikasi ilmiah, penerbitan buku, perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, serta kejuaraan nasional dan internasional. Sebagai bagian dari acara, Radfan Faisal, S.Pd., seorang alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo, Jawa Timur, memberikan motivasi kepada para lulusan. Tema yudisium tahun ini adalah “Transformasi Diri dalam Membangun Bangsa,” yang menggambarkan fokus pada perubahan diri sebagai kunci untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menekankan bahwa abad ke-21 membawa tantangan yang memerlukan keterbukaan dan kualitas. “Kehidupan manusia saat ini mengalami perubahan fundamental, dan kita harus berorientasi pada kualitas dalam segala usaha dan hasil kerja. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas, yang hanya dapat dihasilkan oleh lembaga yang dikelola secara profesional,” ujar Prof. Trisakti. Beliau juga menyoroti pentingnya transformasi diri untuk mengatasi rasa takut, keraguan, dan pesimisme. Menurutnya, transformasi diri memungkinkan kita untuk keluar dari batasan-batasan yang telah kita ciptakan sendiri dan menemukan potensi tersembunyi yang dapat mengubah pola hidup kita. Paradigma baru sangat penting untuk menghadapi tantangan baru, seperti yang dinyatakan oleh Khun, seorang filsuf terkemuka di bidang pendidikan. Menghadapi tantangan dengan paradigma lama hanya akan mengarah pada kegagalan. Di samping itu, Prof. Trisakti juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi kehidupan global dan teknologi yang terus berkembang. “Mahasiswa yang hari ini di yudisium adalah generasi milenial yang dipersiapkan oleh FKIP UMM untuk memasuki kehidupan tanpa batas dan penuh ketidakpastian. Kalian dipersiapkan untuk menjadi calon guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan dengan optimis dan percaya diri,” kata Prof. Trisakti. Transformasi diri yang berbasis pada nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan, yang ditanamkan oleh FKIP UMM, menjadi bekal yang sangat kuat untuk merubah dunia. Dengan semangat ini, para lulusan diharapkan dapat menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun bangsa. Acara yudisium ini menandai akhir dari masa studi para lulusan dan juga awal dari perjalanan mereka dalam menghadapi tantangan di dunia profesional dan global. (*fd)
Penutupan Magang di Open University, Vietnam: Konjen Ho Chi Minh City Apresiasi CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM

FKIP News — Acara penutupan program magang CoE Diplomasi Bahasa yang berlangsung pada 13 Agustus 2024 di Open University, Vietnam, menandai akhir dari pengalaman berharga lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara dihadiri oleh Konjen Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, serta berbagai pejabat dari Open University, termasuk Dr. Le Nguyen Quoc Khang, perwakilan rektor, Lam Thi Anh Quyen, Kepala Fakultas Sosiologi, Pekerjaan Sosial, dan Studi Asia Tenggara, serta dosen dan mahasiswa dari Jurusan Studi Asia Tenggara. Turut hadir pula perwakilan dari CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM, Fida Pangesti dan para mahasiswa magang CoE. Program magang ini memberikan kesempatan bagi lima mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM untuk magang selama dua bulan, di mana mereka terlibat aktif dalam mengajar Bahasa Indonesia (BIPA) di Open University. Magang ini tidak hanya menjadi pengalaman akademis yang signifikan bagi para mahasiswa, tetapi juga merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara FKIP UMM dan Open University, serta memperluas pemahaman antar budaya antara Indonesia dan Vietnam. Konjen Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, memberikan sambutan yang penuh apresiasi terhadap program magang ini. Dalam pernyataannya, beliau menyatakan, “Program magang CoE Diplomasi Bahasa ini merupakan contoh nyata dari kerjasama internasional yang sukses dan saling menguntungkan. Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa FKIP UMM dan keberhasilan program ini dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Vietnam. Kami berharap ini menjadi langkah awal dari lebih banyak inisiatif kolaboratif di masa depan,” ungkapnya. Fida Pangesti, perwakilan dari CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Open University dan semua pihak yang telah terlibat dalam program ini. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berharga yang diberikan kepada mahasiswa kami. Program ini tidak hanya tentang magang, tetapi tentang bagaimana membangun hubungan yang kuat antara dua universitas, bahkan dua negara. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan menjaga keberlanjutan program agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar di masa depan,” ujar Fida Pangesti. Setelah acara resmi selesai, Pak Konjen mengundang para mahasiswa dan Fida Pangesti untuk minum kopi bersama. Dalam perbincangan santai tersebut, beliau ingin mendengar pengalamaan yang diperoleh para mahasiswa. Bella Mustika, salah satu mahasiswa yang mengikuti program magang, pun menyampaikan pengalamannya dengan penuh antusiasme. “Selama dua bulan magang di Open University, saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Tidak hanya dalam hal mengajar, tetapi juga dalam memahami budaya dan sistem pendidikan di Vietnam. Program ini benar-benar memperluas wawasan saya dan memberikan pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain. Karena itu, setelah lulus, saya ingin terus memperdalam BIPA dan berharap bisa kembali mengajar BIPA di luar negeri,” kata Bella. Mendengar cerita para mahasiswa, Pak Konjen pun memberikan wejangan untuk terus berusaha dan tidak menyerah. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan saya mendorong kalian semua untuk terus mengejar impian dan berusaha keras dalam setiap kesempatan yang ada. Terus pelajari hal baru, multidisipliner. Jangan biarkan rintangan menghalangi kalian,” pesan Pak Konjen kepada para mahasiswa. Program magang ini merupakan bagian dari inisiatif diplomasi bahasa yang lebih luas, yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama akademis dan budaya antara Indonesia dan negara-negara lain. Dengan dukungan dari Konjen Ho Chi Minh City dan pejabat Open University, diharapkan program ini akan terus berlanjut dan berkembang, memberikan kesempatan lebih banyak bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi dalam konteks internasional. (*fd)