Pembukaan Pesmaba FKIP UMM 2024: Mempersiapkan Pendidik Masa Depan Berdaya Saing dan Peduli Lingkungan

Mahasiswa Baru FKIP UMM bersama Pimpinan Prodi dan Fakultas FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2024 yang berlangsung di Asrama UMM, Selasa (10/09/2024). Acara ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta nilai-nilai yang akan membentuk mereka menjadi calon pendidik masa depan yang unggul dan berdaya saing global. Pesmaba FKIP UMM dihadiri oleh pimpinan fakultas serta pejabat dari seluruh program studi di bawah naungan FKIP. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Trisakti menekankan pentingnya mahasiswa FKIP untuk tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. “Teknologi, menjadi alat yang sangat penting dalam pendidikan masa depan, namun harus digunakan secara bijaksana agar tetap mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Dalam pidatonya, Dekan FKIP juga menegaskan bahwa masa depan dunia pendidikan tidak hanya tentang bagaimana seorang pendidik mengajar, tetapi juga bagaimana mereka mampu menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar-mengajar dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan. Dekan mengajak mahasiswa baru untuk mulai memikirkan bagaimana mereka dapat berkontribusi secara positif dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap berinovasi di bidang pendidikan. Setelah sambutan dari Dekan, ketua panitia Pesmaba secara simbolis menyerahkan atribut Pesmaba kepada Dekan FKIP, yang menandakan resmi dimulainya rangkaian kegiatan Pesmaba FKIP 2024. Agenda selanjutnya adalah pengenalan para pejabat struktural di FKIP, mulai dari Dekanat hingga Ketua Program Studi (Kaprodi). Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat lebih mengenal para pemimpin yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan di FKIP UMM. Pada sesi ini juga dijelaskan secara detail visi dan misi FKIP UMM, yaitu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai pendidik yang berintegritas. Para mahasiswa diajak untuk aktif terlibat dalam kegiatan akademik dan non-akademik yang ditawarkan oleh FKIP, dengan tujuan membentuk pribadi yang holistik, kreatif, dan inovatif. Materi kedua yang disampaikan dalam Pesmaba FKIP hari pertama ini adalah penjelasan tentang peraturan akademik dan sistem pelayanan akademik di FKIP yang disampaikan oleh Wakil Dekan I, Dr. Sugiarti, M.Pd. Mahasiswa diberi pemahaman tentang pentingnya mengikuti aturan akademik untuk mencapai prestasi maksimal selama menjalani pendidikan di FKIP UMM. Dalam sesi ini juga dijelaskan berbagai program unggulan FKIP yang terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UMM PASTI, termasuk layanan penting seperti pengisian KRS (Kartu Rencana Studi), KSM (Kartu Studi Mahasiswa), dan KHS (Kartu Hasil Studi), serta peran Dosen Pembimbing Akademik (PA) dalam membantu mahasiswa merencanakan jalur studinya. FKIP UMM juga memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki fakultas ini. Salah satu yang menjadi kebanggaan adalah keberadaan Center of Excellence (CoE) Manajemen Sekolah Unggul dan Home Schooling, yang bekerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI). “Kerja sama ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa FKIP menjadi pendidik yang tidak hanya ahli di bidang pendidikan formal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan alternatif yang semakin berkembang di era digital,” ungkap Sugiarti Selain itu, FKIP UMM juga memiliki Pusat Studi Pengembangan dan Kebijakan Pendidikan (PSPKP), yang berfungsi sebagai wadah pengkajian berbagai problematika kebijakan pendidikan. Melalui PSPKP, mahasiswa dan dosen dapat terlibat dalam riset dan kajian yang berfokus pada isu-isu kebijakan pendidikan yang relevan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. FKIP UMM juga terus memperkuat kelembagaannya dengan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan untuk mendukung pencapaian visi dan misi fakultas, yaitu menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, FKIP UMM juga menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti P2KK (Program Pengembangan Kepribadian dan Karakter), Kepramukaan, Bela Negara, dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan soft skills yang akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja, sekaligus membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa kebangsaan. Dengan rangkaian kegiatan ini, Pesmaba FKIP UMM 2024 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga langkah awal dalam membentuk generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan teknologi yang bijak dan kepedulian terhadap lingkungan. (*fd)

Monev Penjaminan Mutu PPG, Direktorat PPG Apresiasi Penyelenggaraan dan Fasilitas Multimedia Berbasis AR PPG FKIP UMM

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima apresiasi tinggi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjaminan Mutu serta Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa hingga Kamis (5-7/11/2024). Monev ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PPG serta mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia. Pada hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, yang menyambut hangat tim pemonev dari Direktorat PPG, serta para peserta kegiatan, termasuk Wakil Dekan FKIP, Kaprodi PPG, Tim Task Force PPG, perwakilan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni. Prof. Trisakti menyampaikan selamat datang kepada tim pemonev dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mendorong kualitas PPG FKIP UMM. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Vina dan Bu Riza. Selamat datang di FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam beberapa sesi ke depan, dosen, guru pamong, pengelola, mahasiswa, dan alumni kami akan bercerita bagaimana penyelenggaraan PPG di FKIP UMM. Kami bersyukur dan berterima kasih karena kesuksesan penyelenggaraan PPG di FKIP UMM tidak lepas dari dukungan dan partisipasi beliau-beliau ini,” pungkas dekan yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPG FKIP UMM itu. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menekankan pentingnya masukan dari Direktorat PPG untuk terus menyempurnakan implementasi program PPG agar memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah serta kebutuhan lapangan. “Kegiatan Monev ini sangat berharga bagi FKIP UMM untuk menerima masukan konstruktif yang akan memperkaya penyelenggaraan program PPG kami,” ujar Prof. Abdulkadir. Vina Maysari, S.T., perwakilan dari Direktorat PPG, menyampaikan program PPG nasional telah berhasil mengakomodasi program PPG untuk 589 ribu guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan tunjangan untuk guru yang telah lulus PPG, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap animo masyarakat untuk memilih profesi sebagai guru. Dalam rangkaian monev, dilakukan wawancara dengan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program PPG di FKIP UMM. Salah satu proyek yang menarik perhatian khusus adalah proyek kepemimpinan mahasiswa PPG yang bekerja sama dengan anak-anak di panti asuhan. Proyek ini mengajarkan anak-anak memanfaatkan pepaya menjadi produk bernilai seperti keripik pepaya, sampo dari biji pepaya, dan pelet ikan lele dari pepaya yang tidak layak konsumsi. Melalui proyek ini, mahasiswa PPG FKIP UMM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian pada anak-anak panti. Proyek ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa PPG dalam membangun keterampilan dan karakter anak-anak yang berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan. Karya mahasiswa lainnya yaitu pembuatan diffuser dari minyak jelantah, yang dihasilkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan konsep keberlanjutan. Vina Maysari, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek-proyek mahasiswa PPG yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan ini. “Produk-produk ini sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap proyek-proyek ini terus dikembangkan oleh mahasiswa meskipun masa studi mereka telah selesai, karena ini akan memberikan dampak positif jangka panjang,” ujar Vina Maysari. Setelah sesi wawancara, Vina Maysari bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang kelas multimedia PPG di FKIP UMM. Kelas ini dilengkapi teknologi augmented reality (AR) yang memberikan pengalaman pembelajaran berbeda bagi mahasiswa. Teknologi AR memungkinkan mahasiswa melakukan eksplorasi virtual ke berbagai lokasi di dunia. Dalam demonstrasinya, Vina mencoba langsung perangkat Oculus yang dimanfaatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis AR. Beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap fasilitas yang ada di FKIP UMM. “Fasilitas di FKIP UMM sangat memadai, lengkap dengan teknologi canggih yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Dengan AR, kita bisa ‘berkunjung’ ke berbagai tempat di dunia hanya dari ruang kelas. Ini tentu membuat mahasiswa lebih bersemangat dan tidak sempat merasa jenuh selama di kelas,” tutur Vina Maysari. Beliau menambahkan bahwa dukungan teknologi dan fasilitas di FKIP UMM mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang inovatif dan profesional. Hari kedua Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke SMPN 1 Pagak, bagian dari pemantauan langsung implementasi program PPG di sekolah mitra FKIP UMM. Kunjungan ini bertujuan melihat penerapan pembelajaran oleh alaumni PPG di kelas. Di SMPN 1 Pagak, alumni PPG FKIP UMM berkesempatan mempraktikkan ilmu dan metode pembelajaran yang telah dipelajari di kampus dengan bimbingan dosen dan guru pamong. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FKIP UMM menunjukkan kualitas dan keunggulan program PPG yang dikelola dengan baik serta didukung oleh fasilitas memadai. Vina Maysari menyampaikan harapannya agar FKIP UMM terus berinovasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme calon guru, terutama melalui metode pembelajaran yang kreatif dan berteknologi. “Kita semua berharap bahwa lulusan PPG dari FKIP UMM dapat menjadi guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif dan mampu membimbing generasi mendatang dengan cara-cara yang inovatif,” pungkasnya. (*fd)