Yudisium Periode VI 2024 dan Periode I 2025 FKIP UMM: Mewujudkan Guru Edupreneur

FKIP News–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium untuk Periode VI Tahun 2024 dan Periode I Tahun 2025 dengan tema “Guru Edupreneur: Menciptakan Inovasi, Menginspirasi Generasi.” Acara ini dilaksanakan pada Kamis (20/02/2025) di Rayz Hotel UMM dan menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studi mereka dan siap mengabdikan diri di dunia pendidikan. Dalam kesempatan ini, FKIP UMM mengukuhkan 122 lulusan dari 6 Program Studi. Dua mahasiswa meraih predikat lulusan terbaik dalam yudisium kali ini. Meta Nordiana dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dinobatkan sebagai lulusan terbaik Periode VI 2024 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 dan masa studi 3 tahun 3 bulan. Sementara itu, Uhamad Shodiq Ash Sidqi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi lulusan terbaik Periode I 2025 dengan IPK sempurna, yaitu 4,00, serta masa studi 3 tahun 4 bulan. Selain keberhasilan akademik, FKIP UMM juga memberikan penghargaan kepada 32 mahasiswa yang meraih predikat mahasiswa terbaik non-akademik. Menariknya, 25 mahasiswa di antaranya meraih predikat tersebut berkat publikasi artikel di jurnal terindeks SINTA 2 dan SINTA 3 serta kontribusi dalam penulisan book chapter. Pencapaian ini menunjukkan komitmen FKIP UMM dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam dunia akademik dan penelitian. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya konsep guru edupreneur dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini. “Konsep guru edupreneur hadir sebagai jawaban atas kompleksitas tantangan pendidikan kontemporer. Seorang guru edupreneur adalah sosok yang tidak hanya menguasai kompetensi pedagogis, tetapi juga memiliki pola pikir wirausaha yang inovatif. Mereka adalah para pendidik yang mampu mengidentifikasi peluang, menciptakan solusi kreatif, dan mengembangkan model pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ujarnya. Lebih lanjut, Prof. Trisakti menekankan bahwa jiwa kewirausahaan dalam dunia pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek komersial, tetapi juga sebagai kemampuan menciptakan nilai tambah dalam setiap aspek pembelajaran. FKIP UMM telah membekali lulusannya dengan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi modal utama dalam pengembangan diri sebagai guru edupreneur. Dengan diselenggarakannya yudisium ini, FKIP UMM berharap para lulusan dapat terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan mengasah keterampilan mereka. “Proses pembelajaran tidak berhenti sampai di sini. Anda harus terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan,” tutup Prof. Trisakti. Keberhasilan yang diraih para lulusan ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang diberikan oleh FKIP UMM. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh, diharapkan mereka mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan bangsa. (*fd)