Diklat KMD-KML, FKIP UMM Perkuat Karakter Mahasiswa PPG Lewat Kepramukaan

FKIP UMM News–Dalam upaya mencetak calon guru yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Diklat Kepramukaan Mahir Dasar (KMD) dan Mahir Lanjutan (KML) bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini dilangsungkan selama enam hari, pada 23 hingga 28 Mei 2025, dengan model pelatihan gabungan: tiga hari pembelajaran daring dan tiga hari praktik lapangan yang terpusat di Bumi Perkemahan Sengkaling UMM. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara FKIP UMM dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Indrakila, Kwartir Cabang Kabupaten Malang. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kepramukaan merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter calon guru. “Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pemimpin, tetapi juga menjadi pembimbing dan teladan bagi siswa serta masyarakat,” ungkapnya. Sebanyak 214 mahasiswa mengikuti pelatihan ini dengan tujuan tidak semata memperoleh sertifikasi, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan. Diklat ini menjadi bagian dari strategi besar PPG FKIP UMM dalam mencetak guru profesional yang berkarakter Islami dan mampu bersaing di tingkat global. Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam rangkaian kegiatan Diklat KMD dan KML ini adalah pelaksanaan Pesta Siaga pada hari kedua. Dengan mengangkat tema “Siaga Ceria, Berkarakter, dan Bersahabat dengan Alam,” kegiatan ini menggambarkan dunia anak usia siaga (7–10 tahun) yang penuh keceriaan namun tetap sarat muatan pendidikan karakter. Pesta Siaga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dan edukatif yang dikemas secara kreatif. Salah satunya adalah Pameran Bazar Siaga yang menampilkan beragam hasil karya peserta, permainan edukatif, serta produk kolaboratif lokal. Kemudian, Karnaval Budaya yang menonjolkan pakaian adat, pertunjukan mini drama, dan yel-yel bertema nasionalisme dan cinta lingkungan. Selain itu, ada pula Pentas Seni dan Permainan Tradisional yang memperkenalkan tarian daerah, lagu kebangsaan, serta berbagai permainan rakyat sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas dan keterampilan sosial mahasiswa, tetapi juga melatih tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kepercayaan diri. Menariknya, kegiatan Pesta Siaga turut disaksikan oleh tamu dari Bidang Pengabdian dan Kerja Sama Internasional UMM. Kehadiran mereka menjadi motivasi tersendiri bagi peserta, sekaligus memberikan apresiasi atas keberhasilan pengemasan nilai-nilai budaya lokal dalam format Pramuka. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana semangat lokal dapat disandingkan dengan semangat global secara harmonis. Malam kedua diklat ditutup dengan kegiatan api unggun, yang menjadi simbol kehangatan, persaudaraan, dan jiwa kepanduan. Ketua panitia, Dr. Arina Restian, M.Pd., menyampaikan bahwa diklat ini tidak hanya menitikberatkan pada pelatihan teknis kepramukaan, tetapi juga pada pembelajaran nilai-nilai kehidupan seperti gotong royong, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap alam dan bangsa. Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada 28 Mei 2025 oleh Dr. Erna Yayuk, M.Pd., dalam upacara penutupan yang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia, sembari menyampaikan harapannya, “Saya yakin, semangat kepramukaan ini akan menjadi kekuatan moral dan karakter saat Anda berdiri di depan kelas sebagai guru profesional.” (*fhd/ed:fd)