Yudisium Periode III Tahun 2025 FKIP UMM: Cetak Generasi Insan Unggul untuk Negeri

Berita FKIP —Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode III Tahun 2025, Sabtu (16/08/2025). Digelar di Rayz Hotel UMM, acara ini menampilkan jajaran Dekanat FKIP UMM, para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan FKIP, serta panitia yudisium. Suasana khidmat membuat prosesi yang diikuti 254 siswa calon wisudawan/wisudawati. Jumlah ini terdiri atas lulusan dari berbagai program studi, yakni Pendidikan Matematika sebanyak 16 orang, Pendidikan Biologi 29 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 34 orang, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 11 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 38 orang, serta jumlah terbesar dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yakni 127 orang. Mengangkat tema “Generasi Insan Unggul: Menginspirasi, Berdampak, dan Mengabdi pada Negeri” , Yudisium kali ini menegaskan peran penting lulusan FKIP UMM dalam menghadapi dinamika pendidikan di era modern. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti Handayani, MM, menyampaikan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, namun sebuah visi besar yang harus diinternalisasi dan diwujudkan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, dunia pendidikan abad ke-21 tidak lagi mengalami proses transfer pengetahuan. Tantangan global yang kian kompleks, mulai dari fenomena globalisasi, revolusi industri 4.0, hingga hadirnya kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin telah mengubah wajah dunia secara fundamental. Perubahan ini juga diikuti dengan dinamika pasar kerja yang sangat cepat serta tuntutan akan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi efektif, dan literasi teknologi. “Lulusan FKIP UMM harus menjadi insan yang siap menghadapi perubahan besar ini. Kalian tidak boleh berhenti belajar. Self-upgrading dan professional development harus menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian. Jika tidak, kalian akan tertinggal dari arus perkembangan yang sangat cepat. Guru masa depan bukan hanya mengajar ( mengajar ), tetapi juga pendidik holistik yang berperan mendidik, memimpin, membantu, sekaligus menjadi inspirasi bagi setiap siswanya,” Prof. Trisakti. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di FKIP UMM, mulai dari pengetahuan, keterampilan, hingga kepribadian Islami Muhammadiyah, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas, keikhlasan, dan semangat perbaikan berkelanjutan menjadi kunci utama agar lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. “Bangsa Indonesia menghadirkan inovasi inovatif dan dedikasi kalian. Jadilah generasi pendidik yang tidak sekadar hadir di kelas, tetapi mampu menggerakkan perubahan di masyarakat. Dengan semangat Islam berkemajuan, kalian dituntut menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak kemajuan pendidikan nasional,” tambahnya. Acara yudisium juga menghadirkan narasumber inspiratif, Cindy Indra Amirul Fiqri, M.Pd., Kepala Madrasah Aliyah Irtiqo’ IMS Kota Malang. Dalam paparannya, Cindy menekankan bahwa guru masa kini harus diselaraskan dengan kompetensi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Guru tidak hanya dituntut menguasai bidang pedagogi, tetapi juga keterampilan abad ke-21 dan berbagai literasi, mulai dari literasi digital, data, hingga literasi budaya. “Banyak peluang terbuka bagi guru, terutama yang memiliki kompetensi teknologi, riset, serta pembelajaran berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI). Guru masa kini harus mampu mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam kelas, agar peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi adaptif dan kreatif,” ujarnya. Dalam kesempatan istimewa ini, Heru Wardana Yoga, mahasiswa Program Studi PGSD, berhasil mencatatkan diri sebagai lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,99. Hebatnya, Heru berhasil menuntaskan masa studi hanya dalam waktu 3 tahun 8 bulan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kerja keras, disiplin, serta dedikasi tinggi yang patut menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Terlaksananya Yudisium Periode III FKIP UMM kembali menegaskan dirinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga pendidik, tetapi juga calon pemimpin perubahan di dunia pendidikan. Generasi unggul yang lahir dari FKIP UMM diharapkan mampu menginspirasi, memberi dampak positif, serta mengabdi sepenuh hati demi kemajuan bangsa. (*fd)