Mahasiswa PGSD FKIP UMM Kembangkan ScrapSculpt, Metode Mnemonik untuk Bantu Masalah Distingsi Huruf Siswa ABK

Berita FKIP —Upaya inovatif dilakukan mahasiswa Prodi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM). Nadia Aurellia Rahmadani selaku ketua, bersama anggota Lusyana Agustin, Tarisa Cindy Fatmawati, dan Fenni Amelia Wijaya memperkenalkan metode ScrapSculpt berbasis mnemonik dengan bahan plastik daur ulang. Di bawah bimbingan Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., program yang dijalankan di SD Muhammadiyah 9 Malang ini memilih pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk mengatasi kesulitan dominan yang dialami anak berkebutuhan khusus (ABK), yakni distingsi huruf. Program ini lahir dari membiarkan kondisi media pembelajaran yang cenderung umum. Padahal kesulitan yang dihadapi anak ABK ini bersifat spesifik, yakni perbedaan persepsi huruf atau perbedaan huruf yang menghambat proses membaca sejak dini. Melalui ScrapSculpt , tim berupaya menghadirkan solusi berbasis kreativitas dan ketertarikan lingkungan. “Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memudahkan anak-anak dalam mengenal huruf. Dengan memanfaatkan plastik sebagai bahan media pembelajaran, kami juga berusaha menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini,” ujar Nadia Aurellia Rahmadani. Tim PKM-PM turun ke lapangan pada 8 Juli 2024. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama mitra, SD Muhammadiyah 9 Malang, untuk merumuskan implementasi strategi. Peserta kegiatan melibatkan 18 siswa ABK, empat guru pendamping khusus, dan tim mahasiswa PGSD UMM angkatan 2022. Fokus program diarahkan pada pemanfaatan media berbahan plastik yang diolah menjadi ScrapSculpt serta strategi mnemonik yang terlibat ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan. Pertama , bantuan konsep dasar huruf kepada siswa dengan media berbahan plastik. Kedua , pembelajaran kontekstual yang menekankan keterkaitan huruf dengan benda nyata di sekitar anak. Ketiga , variasi permainan edukatif berbasis mnemonik untuk memperkuat daya ingat. Tahap terakhir berupa refleksi bersama siswa dan guru untuk efektivitas kegiatan. Tak berhenti pada tahap pelaksanaan, tim PKM-PM telah merencanakan kegiatan lanjutan berupa pemantauan perkembangan ABK, refleksi bersama mitra sekolah, program evaluasi, hingga penyusunan buku pedoman yang dapat dijadikan acuan bagi guru pendamping khusus. Kehadiran mereka mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Arip Hidayat, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, ScrapSculpt dapat menjadi sarana pembelajaran alternatif yang mendukung kebutuhan khusus siswa, sejalan dengan komitmen sekolah dalam menyediakan pendidikan yang inklusif. “Program ini sangat bermanfaat, karena memberikan warna baru dalam proses pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berharap inovasi ini terus dikembangkan agar dampaknya berkelanjutan,” ujar Arip. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., selaku dosen pembimbing, menilai program ini tidak hanya relevan dengan kebutuhan sekolah, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata siswa terhadap pembangunan inklusif. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga menanamkan pengetahuan mereka untuk menjawab permasalahan di masyarakat. Program ini sejalan dengan semangat UMM dalam menyiapkan calon guru yang peduli, inovatif, dan solutif,” tuturnya. Lebih dari sekadar pembelajaran inovasi, kegiatan ini juga mendukung program pemerintah, khususnya tema ketujuh dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025, yaitu pemberdayaan kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Dengan memanfaatkan metode berbasis budaya responsif dan ramah lingkungan, tim PKM-PM UMM membuktikan bahwa pendidikan inklusif dapat berjalan secara kreatif sekaligus berkontribusi terhadap isu-isu kemiskinan. (*fd)

FKIP-UMM Perluas Jejaring Internasional, Bahas Kerja Sama dengan KBRI Thailand dan Sekolah Thailand

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin serius memperkuat langkahnya di kancah global. Pada Minggu (24/8), rombongan UMM yang dipimpin Wakil Rektor IV, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., bersama jajaran pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Fuad Adriansyah, di kediaman resminya. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan membahas sejumlah agenda strategis yang menyangkut peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, program magang internasional, hingga peluang penempatan lulusan UMM sebagai tenaga profesional di Thailand. Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IV UMM menegaskan bahwa universitas terus membuka diri untuk menjalin kolaborasi global. “Kami ingin UMM hadir bukan hanya sebagai kampus unggul di dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mampu berkontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia di Asia Tenggara,” ungkap Salis Yuniardi. Salah satu pokok bahasan yang mendapat perhatian khusus adalah rencana kolaborasi antara UMM dengan Sekolah Attarkiah serta sejumlah sekolah mitra di Thailand. Para pimpinan sekolah di Negeri Gajah Putih menyatakan ketertarikan untuk menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia, khususnya dalam bidang pengembangan mutu pendidikan, pertukaran tenaga pendidik dan mahasiswa, serta penyusunan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam moderat. FKIP UMM siap menindaklanjuti hal tersebut dengan mengadakan program pelatihan guru, menghadirkan kuliah tamu, serta mengirim mahasiswa untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra. “Melalui program ini, mahasiswa kami bisa merasakan langsung atmosfer pendidikan internasional sekaligus memperkaya wawasan lintas budaya,” tambah Salis. Selain itu, peluang magang mahasiswa UMM di KBRI Thailand juga menjadi pembahasan penting. Program tersebut diharapkan membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung mengenai diplomasi, hubungan internasional, hingga kegiatan promosi budaya Indonesia di luar negeri. Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai aktivitas kedutaan, mulai dari pelayanan diplomatik, partisipasi dalam Edufair, hingga mendukung program bilateral Indonesia–Thailand. Pihak KBRI menyambut baik rencana itu. “KBRI siap mendukung langkah UMM dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing internasional,” ujar Duta Besar Fuad Adriansyah. Topik lain yang ikut mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah fenomena penuaan penduduk atau ageing population yang tengah dialami Thailand. Kondisi ini memunculkan kebutuhan besar akan tenaga profesional di bidang kesehatan, terutama perawat. UMM menilai hal tersebut sebagai peluang penting bagi lulusan keperawatan maupun tenaga medis lain yang dihasilkan kampus. Apalagi, lulusan keperawatan UMM selama ini sudah banyak tersebar dan bekerja di berbagai negara, mulai dari Jepang, Kuwait, Arab Saudi, hingga Jerman. “Kondisi ageing di Thailand membuka ruang karier global yang luas. Kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten dalam bahasa dan budaya kerja internasional,” jelas pimpinan UMM dalam diskusi Pertemuan UMM dengan KBRI Thailand dipandang sebagai momentum penting dalam langkah internasionalisasi universitas. Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini mencakup penandatanganan nota kesepahaman dengan sekolah-sekolah di Thailand, program pertukaran mahasiswa dan dosen, penempatan mahasiswa magang di KBRI, serta penyaluran lulusan keperawatan UMM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Thailand. Pihak KBRI menilai langkah proaktif UMM selaras dengan misi diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat global. Dengan agenda-agenda tersebut, UMM berharap kerja sama ini tidak hanya berdampak positif bagi mahasiswa dan lulusannya, tetapi juga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan regional maupun internasional. Universitas Muhammadiyah Malang melalui FKIP pun menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional, memperkuat diplomasi pendidikan, dan mencetak generasi unggul yang siap bersaing di panggung dunia. sumber : https://jatimaktual.com/blog/2025/08/25/fkip-umm-perluas-jejaring-internasional-bahas-kerja-sama-dengan-kbri-thailand-dan-sekolah-thailand/

FKIP-UMM Jalin Kerja Sama dengan KBRI dan Sekolah di Thailand

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas jejaring internasional. Kali ini, rombongan yang dipimpin Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD, bersama pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand, pada Ahad (24/8/2025). Kunjungan resmi itu diterima langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Fuad Adriansyah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari kerja sama di bidang pendidikan, program magang internasional, hingga peluang penempatan lulusan UMM sebagai tenaga profesional di Thailand. Salah satu pokok pembahasan adalah rencana kolaborasi dengan Sekolah Attarkiah dan beberapa sekolah lain di Thailand. Lembaga-lembaga pendidikan itu tertarik menjalin kemitraan dengan UMM, khususnya terkait pengembangan mutu pendidikan, pertukaran tenaga pendidik dan mahasiswa, serta penyusunan kurikulum berbasis nilai Islam moderat. “Melalui FKIP, UMM berencana mengadakan program pelatihan guru, penyelenggaraan kuliah tamu, hingga pengiriman mahasiswa dari program studi di FKIP untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra tersebut. Kami ingin berkontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Asia Tenggara sekaligus memberi kesempatan mahasiswa kami untuk meraih pengalaman internasional,” ujar Salis. Pembahasan Kerja sama di bidang pendidikan, program magang internasional, hingga peluang penempatan lulusan UMM sebagai tenaga profesional di Thailand. (Faqih/PWMU.CO) Selain itu, UMM dan KBRI juga membicarakan peluang mahasiswa UMM untuk magang di KBRI Thailand. Program tersebut diharapkan memberi bekal pengalaman langsung di bidang hubungan internasional, diplomasi, dan kerja sama bilateral. Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai aktivitas kedutaan, seperti pelayanan diplomatik, promosi budaya Indonesia (Edufair), hingga mendukung program-program kerja sama antarnegara. Topik lain yang turut menjadi sorotan adalah fenomena ageing population yang tengah dihadapi Thailand. Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia menimbulkan kebutuhan tinggi akan tenaga profesional di bidang kesehatan, terutama perawat. UMM melihat kondisi ini sebagai peluang bagi lulusan keperawatan dan tenaga medis lainnya. Selama ini, alumni keperawatan UMM telah banyak bekerja di luar negeri, seperti di Jepang, Kuwait, Arab Saudi, hingga Jerman. “Bersama KBRI dan mitra terkait di Thailand, UMM berkomitmen menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik maupun profesional, termasuk penguasaan bahasa dan pemahaman budaya kerja internasional,” tambah Salis. Pertemuan dengan KBRI Thailand ini menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi UMM. Selain memperkuat jejaring pendidikan dengan sekolah dan institusi di Thailand, langkah tersebut juga menjadi bagian dari diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat global. Rencana tindak lanjut kerja sama akan diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), program pertukaran mahasiswa dan dosen, penempatan mahasiswa magang di KBRI Thailand, serta peluang penyaluran lulusan keperawatan UMM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Thailand. (*)     sumber : https://pwmu.co/fkip-umm-jalin-kerja-sama-dengan-kbri-dan-sekolah-di-thailand/ 

FKIP-UMM Lakukan Kunjungan ke Chulalongkorn University Thailand untuk Tingkatkan Kerjasama Internasional

Kamis, 21 Agustus 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan resmi ke Chulalongkorn University, Thailand. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD dan Dekan FKIP Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM beserta jajaran nya. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjajaki peluang dan penguatan hubungan internasional di bidang pendidikan. Tujuan utama kunjungan tersebut meliputi beberapa aspek penting, antara lain:   Menjajaki potensi kerja sama bersama dalam bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mengembangkan program internasional, seperti pertukaran mahasiswa dengan durasi satu tahun, serta menyediakan program summer course di Chulalongkorn University yang dapat diakui dalam sistem transfer kredit. Menindaklanjuti kerja sama yang dapat dijalankan oleh FKIP UMM, khususnya dalam program profesi guru dan program bahasa untuk penutur asing, termasuk Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Membahas persyaratan kebahasaan, khususnya penggunaan sertifikat bahasa Inggris seperti IELTS dan TOEFL, sebagai standar penerimaan bagi mahasiswa internasional jenjang S2 dan S3 di UMM Dalam kunjungan tersebut yang turut serta dalam acara tersebut Wakil Rektor IV, Dekan FKIP, Wakil Dekan I, 2,3 Kaprodi, Sekprodi, Ka. Laboratorium, Dosen Pengajar dan Staf. Dengan langkah ini, FKIP UMM berkomitmen memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi dosen dan mahasiswa melalui kolaborasi yang berkelanjutan. (red/her) (foto https://jatimaktual.com;https://mediapribumi.id)

Kunjungan FKIP-UMM di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP-UMM) melaksanakan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand pada tanggal 24 Agustus 2025. bersama dengan Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD, Dekan FKIP Prof. Dr. Trisakti Handayani M.M, serta para pimpinan Fakultas, disambut hangat oleh Wakil Duta Besar RI di Thailand, Bapak Fuad Adriansyah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda strategis yang bertujuan mempererat kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kolaborasi program magang internasional dan peluang penempatan lulusan UMM sebagai tenaga profesional di Thailand. Langkah ini diharapkan dapat membuka jembatan bagi lulusan UMM untuk berkontribusi dalam dunia profesional di luar negeri. Selain itu, UMM dan KBRI juga sepakat untuk memperkuat kemitraan global sebagai mitra strategis dalam mengembangkan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Rencana kolaborasi dengan Sekolah Attarkiah serta sejumlah sekolah mitra di Thailand juga menjadi bagian penting, termasuk penyusunan kurikulum yang berbasis pada nilai-nilai Islam moderat yang relevan dengan konteks kedua negara. Agenda lainnya meliputi penyelenggaraan kuliah tamu dan pengiriman mahasiswa UMM untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra di Thailand. Selain itu, terdapat pula kesempatan magang mahasiswa di lingkungan KBRI Thailand, yang akan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Kebutuhan tenaga profesional, khususnya di bidang kesehatan seperti perawat, juga menjadi perhatian utama. UMM berkomitmen untuk menyalurkan lulusan keperawatan yang qualified agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Thailand. Program pertukaran mahasiswa dan dosen serta penempatan mahasiswa magang di KBRI turut menjadi bagian penting dari rencana kerja sama ini. Kunjungan resmi ini menandai langkah nyata UMM dalam memperluas jaringan internasional dan memperkuat kontribusi pendidikan serta sumber daya manusia di tingkat regional, sekaligus membuka peluang baru bagi civitas akademika UMM untuk berkiprah di kancah global. (red/af)