Pesmaba Hari Kedua: Mahasiswa Baru FKIP UMM Kenal Lebih Dekat Organisasi, Fasilitas, Hingga Program Internasional

FKIP News–Rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memasuki hari kedua, Rabu (10/09/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Rusunawa 1 (Putri) ini berfokus pada pengenalan organisasi, materi akademik, hingga agenda pengembangan diri mahasiswa. Sejak pagi, ratusan mahasiswa baru mengikuti pengarahan dari panitia sebelum memasuki sesi pertama. Mereka diperkenalkan dengan organisasi intra kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Semi Otonom (LSO), dan Senat Mahasiswa. Tidak hanya berupa presentasi, panitia juga menayangkan video profil laboratorium dan perpustakaan FKIP sebagai pintu masuk awal untuk mengenal fasilitas yang akan mendukung perkuliahan. Wakil Dekan II FKIP UMM, dalam paparannya, menekankan pentingnya pemahaman administrasi keuangan serta pemanfaatan fasilitas. Ia menjelaskan bahwa FKIP memiliki sejumlah sarana penunjang yang lengkap, mulai dari kelas multimedia, laboratorium microteaching, labolatorium bahasa, perpustakaan modern, hingga pusat sumber belajar digital. “Kami ingin mahasiswa memahami sejak awal bahwa pengelolaan administrasi dan penggunaan fasilitas kampus merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran studi mereka. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan akademik dan profesional,” ujarnya. Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Dekan III FKIP UMM yang membawakan materi mengenai pembinaan kemahasiswaan, pengelolaan organisasi mahasiswa, aturan disiplin, serta peluang internasionalisasi. Ia memaparkan bahwa FKIP telah menjalin berbagai kerja sama dengan universitas luar negeri melalui program pertukaran pelajar hingga KKN dan PPL di sekolah internasional seperti di Malaysia, Thailand, dan Vietnam. “Mahasiswa baru perlu dibekali dengan wawasan organisasi dan disiplin agar tumbuh menjadi pribadi yang aktif, tertib, dan memiliki cakrawala global. Program internasional FKIP adalah salah satu jalan untuk menyiapkan mahasiswa berkompetisi di kancah global,” tuturnya. Tak berhenti di situ, mahasiswa juga diperkenalkan dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan bahwa PKM bukan hanya program kompetisi, melainkan wadah pembelajaran. Kreativitas, inovasi, berpikir kritis, serta kemampuan bekerja sama dalam tim menjadi keterampilan yang dilatih lewat program tersebut. “Kami berharap mahasiswa baru berani berinovasi dan menjadikan PKM sebagai salah satu jalan prestasi,” ungkapnya. Selain sesi materi, agenda hari ketiga juga diisi dengan pengerjaan tugas mandiri oleh peserta. Mahasiswa diminta mengerjakan penugasan reflektif mengenai nilai kebersamaan, kepemimpinan, dan peran organisasi dalam menunjang perkuliahan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran sejak awal bahwa dunia kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga ruang berorganisasi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan organisasi eksternal seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tak ketinggalan, sejumlah organisasi kampus tingkat universitas seperti BEMU, SEMU, dan HIPMI turut melakukan safari organisasi. Kehadiran mereka menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengenalan ruang pengembangan diri lintas fakultas yang dapat diikuti mahasiswa baru. Kegiatan hari kedua ditutup dengan agenda Back to Department, yaitu pengenalan program studi masing-masing. Pada sesi ini, mahasiswa baru diarahkan untuk lebih mengenal kurikulum, dosen, serta laboratorium prodi yang nantinya menjadi rumah akademik mereka selama menempuh studi. (*yg/ed:fd)