Dekan FKIP UMM (5 dari kanan) beserta jajaran bertandang ke Macao Polytechnic University dalam rangka memperluas kerja sama internasional

FKIP UMM News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tenaga kependidikan unggulan di Indonesia. Setelah berhasil mengantarkan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) meraih akreditasi nasional peringkat Unggul, FKIP UMM mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih predikat Fully Accredited dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Dengan demikian, 100% Prodi FKIP UMM terakreditasi Unggul dan dua Prodi terakreditasi intrnasional.

Pencapaian ini menegaskan keseriusan FKIP UMM dalam menjawab tantangan global melalui peningkatan mutu pendidikan guru yang tak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga kompetitif di kancah internasional. Capaian tersebut diraih berkat kerja kolektif yang konsisten dan visi kepemimpinan yang kuat.

“Akreditasi internasional dari FIBAA menunjukkan bahwa program studi kami telah memenuhi standar kualitas global, baik dari sisi kurikulum, sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, maupun kesiapan lulusan untuk bersaing di level dunia,” terang Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, Dekan FKIP UMM.

Kualitas SDM, Fasilitas, Kurikulum, Jejaring, dan Prestasi Jadi Pondasi

Dalam penjelasannya, Prof. Trisakti menyoroti sejumlah faktor kunci di balik capaian tersebut, salah satunya kualitas sumber daya manusia. FKIP UMM saat ini didukung oleh 138 dosen, mayoritas bergelar S2 dan S3 dari universitas bereputasi nasional dan internasional, dengan 13 di antaranya bergelar profesor. Para dosen tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga terlibat dalam penelitian, publikasi di jurnal bereputasi, serta pengabdian masyarakat.

Fasilitas pembelajaran FKIP UMM juga menjadi penunjang utama. “Mahasiswa difasilitasi dengan laboratorium bahasa berteknologi tinggi, perpustakaan digital, ruang kuliah multimedia, hingga fasilitas praktik mengajar yang representative yang mendukung proses pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan berbasis teknologi,” ungkapnya.

Di sisi lain, kurikulum FKIP UMM dikembangkan berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Kurikulu ini berfokus pada pengintegrasian teori dan praktik, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Kurikulum ini juga mengakomodasi perkembangan teknologi pendidikan dan pembelajaran berbasis digital.

Kemitraan strategis yang dijalin FKIP UMM dengan berbagai institusi pendidikan, baik nasional maupun internasional, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Kami terus memperluass jejaring dalam rangka implementasi program pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan kegiatan akademik bersama. Misalnya, kami secara konsisten melaksanakan KKN Pendidikan Internasional di Thailand dan Malaysia,” ungkapnya.

Berkat aspek-aspek di atas, para mahasiswa FKIP UMM pun berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Di antaranya, meraih juara dalam lomba karya tulis ilmiah, debat bahasa Inggris, olimpiade pendidikan, dan berbagai kompetisi akademik lainnya.

Rencana Strategis Pengembangan FKIP UMM

Mahasiswa mengikuti pembelajaran menggunakan AR/VR di Kelas Multimedia FKIP UMM

Ke depan, FKIP UMM telah menyiapkan rencana strategis yang komprehensif guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Prof. Trisakti Handayani menjelaskan bahwa strategi pengembangan FKIP akan diarahkan pada tiga fokus utama: peningkatan kualitas SDM, pengembangan program studi baru, serta terknologi pendidikan dantransformasi digital pendidikan.

“Peningkatan kualitas SDM, terutama dosen, menjadi prioritas. Kami akan terus mendorong studi lanjut, pelatihan berskala internasional, dan keterlibatan dalam kolaborasi riset global,” ungkapnya.

FKIP UMM juga berencana membuka program studi baru yang responsif terhadap dinamika dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Saat ini, FKIP UMM telah mengajukan pembukaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Selain itu, investasi dalam teknologi pendidikan menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan FKIP UMM beberapa tahun ke depan. Implementasi learning management system (LMS) yang terintegrasi, pengembangan konten pembelajaran digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar-mengajar akan diintensifkan. Hal ini bertujuan mempersiapkan calon guru yang siap beradaptasi dengan lanskap pendidikan masa depan.

Dengan berbagai capaian dan strategi yang telah dirancang, FKIP UMM berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak pendidikan guru yang transformatif dan berkelanjutan. “Kami tidak berhenti pada akreditasi, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk berinovasi lebih jauh. Komitmen kami tetap sama, yaitu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman,” pungkas Prof. Trisakti. (*fd)