FKIP News–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Kali ini, Program Studi Pendidikan Matematika menggelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kompetensi Teknologi dengan Python, Rabu (6/08/2025), di Ruang 617 Gedung Kuliah Bersama (GKB) I.

Kegiatan tersebut diikuti para dosen dengan fokus utama memperdalam keterampilan analisis, pemrograman, serta kemampuan memecahkan masalah berbasis digital. Python dipilih sebagai materi inti pelatihan karena bahasa pemrograman ini dikenal fleksibel, populer, dan mudah diaplikasikan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga riset akademik.

Selama sesi, peserta dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dalam bidang pemrograman dan analisis data. Materi disusun bertahap, dimulai dari pengenalan sintaks dasar Python, pengolahan data sederhana, hingga penerapan program kecil yang bisa menunjang proses pembelajaran. Untuk mengasah keterampilan praktis, dosen juga diajak mengerjakan studi kasus nyata yang erat kaitannya dengan dunia pendidikan.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMM, Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd., menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan digital bagi tenaga pendidik. “Python bukan sekadar bahasa pemrograman, tapi juga sarana untuk berpikir sistematis dan analitis. Melalui pelatihan ini, kami ingin dosen terbiasa menggunakan teknologi untuk memperkaya strategi pembelajaran, menguatkan riset, dan membuka peluang inovasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Alfiani menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini berada dalam pusaran transformasi digital yang begitu cepat. Guru maupun dosen tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menjadikan proses belajar lebih kontekstual. “Tantangan generasi sekarang berbeda. Mahasiswa kita lahir dan tumbuh di era digital, sehingga pendidik juga harus selangkah lebih siap. Dengan kemampuan Python, dosen bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Selain untuk memperkaya metode pengajaran, Python juga membuka peluang riset interdisipliner. Melalui pemrograman, dosen dapat menganalisis data pendidikan, mengeksplorasi pola belajar siswa, hingga mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi. Potensi inilah yang ingin terus digali oleh UMM agar para dosennya tidak hanya adaptif, tetapi juga berperan sebagai pionir dalam inovasi pendidikan digital.

Pelatihan Python ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP UMM dalam membangun kultur akademik yang progresif. Dengan menguasai teknologi terkini, dosen diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global, kompetitif, serta memiliki kemampuan problem solving yang kuat. (*rn/fd)