
FKIP News – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah deretan Guru Besarnya melalui pengukuhan Prof. Dr. Elly Purwanti, MP., dari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dalam pidato ilmiah yang disampaikan pada Sabtu, 10 Mei 2025, Prof. Elly menyoroti pentingnya konservasi dan pemanfaatan sumber pangan fungsional berbasis kacang koro sebagai upaya strategis dalam mendayagunakan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.
Mengusung tema “Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Pangan Fungsional Berbasis Kacang Koro dalam Upaya Mendayagunakan Keanekaragaman Hayati yang Berkelanjutan”, Prof. Elly menjelaskan bahwa kacang koro merupakan tanaman lokal yang kaya gizi, tahan terhadap kondisi ekstrem, dan berpotensi sebagai alternatif kedelai. Dalam konteks Indonesia yang masih sangat tergantung pada impor kedelai, pengembangan kacang koro dinilai mampu memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Kacang koro memiliki kandungan protein sebesar 20–30% dari berat kering dan mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan polifenol yang bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Prof. Elly. Ia juga menekankan bahwa tanaman ini termasuk dalam kelompok neglected crops yang masih kurang mendapat perhatian, padahal budidayanya relatif mudah dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Tidak hanya sebagai topik akademik, Prof. Elly juga telah mengimplementasikan hasil penelitiannya melalui pengabdian masyarakat. Program “MOKORBEF” di Sumenep Madura menjadi contoh hilirisasi produk pangan fungsional berbasis kacang koro yang telah menghasilkan produk seperti tepung dan susu nabati, sekaligus mendukung pelaku UMKM dan ekonomi hijau.
Dalam pidatonya, Prof. Elly juga memaparkan berbagai hasil riset yang dilakukan, termasuk potensi kacang koro dalam pengelolaan diabetes mellitus melalui simulasi komputasi, serta karakterisasi senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan penguat sistem imun. Penelitian-penelitian ini mendukung kacang koro sebagai pangan fungsional yang dapat berperan dalam penguatan sistem kekebalan, terutama di masa pandemi.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Prof. Elly dalam pengembangan riset yang berdampak luas. “UMM bangga memiliki Guru Besar seperti Prof. Elly yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga membawa ilmu ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penutup, Prof. Elly menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya peran ilmuwan dalam menjaga keberlanjutan alam. “Keanekaragaman hayati adalah anugerah yang harus kita kelola secara bijak. Mari kita jadikan inovasi pangan lokal sebagai kekuatan untuk ketahanan dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.
Pengukuhan ini menjadi momen penting, menegaskan komitmen UMM dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata, serta membangun kemandirian bangsa melalui inovasi berbasis kekayaan hayati lokal. (*fd)
