Kuatkan Kompetensi Penelitian Terintreagasi Teknologi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu

Pimpinan STKIP Sumenep bersama Pimpinan FKIP UMM dan Prodi PPG FKIP UMM FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Sumenep, (Rabu, 18/12/2024), di Aula GKB 4 Lantai 9 UMM. Kunjungan ini diikuti oleh 256 mahasiswa Prodi PGSD dan 10 dosen STKIP PGRI Sumenep dan dikemas dalam acara Seminar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan tema “Urgensi PPG Calon Guru Prajabatan dalam Mengembangkan Karir Sebagai Tenaga Pendidik.” Tujuannya, para mahasiswa STKIP PGRI Sumenep semakin memahami pentingnya mengikuti program PPG sebagai langkah awal dalam mengembangkan karir sebagai tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing tinggi. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan I FKIP UMM, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., yang mengucapkan selamat datang kepada peserta dari STKIP PGRI Sumenep. Dalam sambutannya, Prof. Sugiarti menyampaikan bahwa peran guru sangat penting dalam pembangunan pendidikan bangsa, terutama di abad 21. “Guru dituntut untuk memiliki kualitas yang kreatif, inovatif, adaptif, dan profesional agar dapat menghadapi tantangan zaman. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi salah satu jalur utama untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya. Ia menambahkan, FKIP UMM, sebagai lembaga pendidikan yang unggul, telah memiliki pengalaman panjang dan menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang mendukung tercapainya tujuan untuk menciptakan guru profesional yang dapat mengembangkan potensi peserta didik. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua II STKIP PGRI Sumenep, Dr. Jamilah, M.Ag. Ia mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang hangat dan berharap para mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dan menginspirasi mereka untuk melanjutkan studi ke program PPG. “Kami memiliki alumni yang menempuh PPG di PPG FKIP UMM. Beberapa dosen kami juga alaumni UMM. Kami tahu betul bahwa FKIP UMM memiliki reputasi baik sebagai lembaga yang menghasilkan guru-guru berkualitas. Sehingga, kami membawa mahasiswa kami ke sini untuk belajar dan mendapatkan informasi secara langsung,” pungkasnya. Acara seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Iin Hindun, M.Kes., yang membahas mengenai “Urgensi PPG Calon Guru Prajabatan.” Dr. Iin menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia, diperkirakan pada tahun 2023 hingga 2030, kebutuhan guru akan mencapai 902.710 orang. Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan menghasilkan lulusan PPG Prajabatan. Lulusan PPG Prajabatan diharapkan dapat mengisi kekosongan kelas akibat pensiunnya guru-guru ASN (Aparatur Sipil Negara). Mereka juga akan mendapatkan afirmasi 100% untuk memenuhi kriteria menjadi Guru ASN. Sementara itu, guru yang sudah menjadi ASN juga diharuskan mengikuti program PPG agar dapat memenuhi kriteria sebagai guru profesional. “Visi dari program PPG Calon Guru adalah menciptakan keseimbangan antara kebutuhan jumlah guru dan pemenuhan kualitas guru sehingga layanan pendidikan dapat berjalan dengan baik. Hal ini penting demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang diharapkan dapat melahirkan peserta didik yang berkarakter, kompeten, dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya. Ia pun memberikan penjelasan mendalam terkait mekanisme pendaftaran, kurikulum, struktur perkuliahan, mekanisme pelaksanaan perkuliahan PPG, hingga sistem evaluasi PPG. Setelah itu, Moch. Zainuri Amin, S.Pd., menambahkan paparan tentang sistem pelaksanaan PPG di FKIP UMM. Ia menjelaskan bahwa FKIP UMM telah mendapat predikat melampaui standar mutu pelaksanaan PPG yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu, FKIP UMM juga menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Umum Mitra Penyelenggara PPG Madrasah dengan kategori LPTK dengan capaian tertinggi kelulusan guru madrasah mapel umum pada tahun 2018-2022. “FKIP UMM selalu menjaga kualitas pendidikan dengan mengembangkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta menyediakan fasilitas pembelajaran yang lengkap, seperti kelas multimedia dan pusat sumber belajar. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Diklat Bela Negara, Kaderisasi Mahasiswa Dosen (KMD), dan berbagai kegiatan pendukung lainnya,” tegasnya. Selain seminar, dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FKIP UMM dan STKIP PGRI Sumenep mengenai pelaksanaan program PPG di masa mendatang. Dengan adanya MoU ini, diharapkan dapat mempererat kerja sama antara kedua lembaga dalam mencetak calon guru yang berkualitas dan siap mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia. (*fd)
Terima Kunjungan SMA Firdaus Negara Bali, FKIP UMM Jelaskan Prospek Keguruan di Masa Depan

SMA Firdaus Negara Bali Bersana Tim PMB UMM dan Tim FKIP UMM FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan siswa Firdaus Negara Bali, Selasa (17/12/2024). Rombongan yang terdiri dari 30 siswa didampingi 5 guru pendamping ini diterima dan mengikuti rangkaian acara di Aula GKB 4 Lantai 4 UMM. Sebelumnya, didampingi tim Humas UMM, para siswa diajak berkeliling kampus. Perwakilan SMA Firdaus Negara, Ahmad Rifki Ali, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada siswa-siswa kelas XII yang akan segera melanjutkan ke Pendidikan Tinggi. Selain itu, mereka akan terbuka wawasannya tentang berbagai kesempatan yang bisa mereka peroleh melalui pemilihan jurusan dan kampus yang tepat. “Kampus UMM sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Terkhusus, kami juga ingin anak-anak kami lebih terbuka wawasannya tentang profesi guru, terutama bagaimana prospeknya ke depan. Harapannya, mereka mendapat motivasi dan inspirasi,” tuturnya. Sementara Sekretaris UPT Penerimaan Mahasiswa Baru UMM, Achmad Muzakki, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya UMM sebagai tempat kunjungan. Ia pun menjelaskan profil dan berbagai program unggulan UMM yang didukung oleh jejaring dan unit bisnis yang kuat. UMM memiliki lebih dari 2.600 mitra dan 28unit bisnis yang menjadi medium bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan skill-nya. UMM juga memiliki berbagai program internasional. “Banyak kesempatan yang nanti bisa dimanfaatkan, salah satunya melalui beasiswa Erasmus+ Programme, yaitu program beasiswa pertukaran mahasiswa ke Eropa,” katanya. Acara dilanjutkan dengan sesi paparan Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM yang disampaikan oleh humas UMM, Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Mengawali paparan, Fida, begitu sapaan akrabnya, menegaskan tempat alasan utama untuk memilih profesi guru. “Di tengah perkembangan teknologi yang sedemikian hebat, yang membuat banyak profesi tergantikan oleh AI atau robot, guru adalah salah satu profesi yang tidak akan pernah tergantikan. Mengapa? Karena guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya teaching tetapi juga touching,” tuturnya tegas. Alasan lainnya, tambah Fida, adalah karena waktu pengembalian biaya pendidikan untuk jurusan keguruan adalah yang paling cepat di antara jurusan lainnya. Data Kemendikbudristek tahun 2022 juga menunjukkan bahwa Indonesia kekurangan 970.140 guru, yang artinya peluang kerjanya tinggi. Hal ini didukung pula dengan adanya program beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memfasilitasi pengembangan profesionalisme guru. FKIP UMM sendiri memiliki 7 program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bilogi, Pendidikan Matematika, PPKn, dan PGSD untuk jenjang S1, dan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk jenjang profesi. Semuanya telah terakreditasi Unggul. “Yang tidak kalah penting adalah bahwa semua Prodi telah memiliki Center of Excellence (CoE), program unggulan Prodi dalam upaya memastikan lulusan kami kompetensinya linier dengan kebutuhan industri. Ini adalah realisasi Program UMM Pasti UMM: Pasti lulus tepat waktu, pasti kerja, dan mandiri,” tambahnya. CoE ini yaitu Kelas Profesional Anggrek pada Prodi Pendidikan Biologi, Kelas Media dan Animasi Digital pada Prodi Pendidikan Matematika, English for Hospitality pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Editor dan Perbukuan pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Konsultan Pendidikan pada Prodi PGSD, dan Pemandu Wisata Digital pada Prodi PPKn. Di samping itu, semua Prodi di FKIP UMM juga memiliki program ekuvalensi skripsi. Mahasiswa memiliki pilihan untuk mengambil jalur skripsi atau jalur ekuivalensi. Misalnya, pada Prodi Matematika, program ekuivalensi dapat berupa publikasi jurnal, kejuaraan kompetisi nasional, dan PKM. “Ini adalah inovasi yang terus kami kembangkan untuk memastikan mahasiswa kami bisa lulus tepat waktu,” kata dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia itu. Dalam menyimak paparan ini, semua siswa terlihat antusias. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Salah satunya, pertanyaan dari Adinda tentang program magang CoE. Harapannya, ini menjadi langkah awal terjalinnya silaturahmi dan pintu awal bergabungnya para siswa menjadi bagian dari civitas akademika FKIP UMM. (*fd)
PPG FKIP UMM Gelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024

Para peserta berfoto bersama selepas acara FKIP News – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 di Mercure Hotel Malang, (Rabu, 18/12/2024). Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 ini diikuti oleh 217 peserta, yang terdiri dari berbagai bidang studi, antara lain Bahasa Indonesia (25 orang), Agribisnis Perikanan (34 orang), PGSD (131 orang), dan PPkn (27 orang). Tujuan dari pelaksanaan Diklat ini adalah untuk membekali para calon guru dengan wawasan kebhinekaan global serta mengembangkan pemahaman tentang pentingnya keragaman budaya, agama, dan latar belakang dalam pendidikan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru agar mampu menghadapi tantangan global dan menjadi penggerak dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, damai, dan produktif di era digital. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., membuka acara dengan pengarahan yang mengangkat tema “Guru Profesional yang Berwawasan Kebhinekaan Global.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru untuk mencapai visi Pendidikan Indonesia 2035, yakni membangun rakyat Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila. “Guru harus bisa menggerakkan bangsa. Kualitas pendidikan suatu bangsa bergantung pada kualitas guru, dan kualitas guru ditentukan oleh keinginan guru sendiri dalam meningkatkan kualitasnya,” ujar Prof. Trisakti. Ia juga menyatakan pentingnya pergeseran paradigma pendidikan, dari guru sebagai “learning material provider” menjadi “inspiring teacher” bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik dan memotivasi peserta didik untuk merdeka belajar. Oleh sebab itu, lanjutnya, guru harus memiliki kecakapan abad 21, yaitu kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM (kanan) memaparkan materi didampingi Wakil Dekan II Paparan materi juga diberikan oleh Ibnu Hajar, M.Pd., dalam sesi “Guru Profesional Bingkai Pluralisme.” Kebhinekaan global adalah konsep yang menekankan pentingnya menghormati dan merayakan keragaman budaya, agama, ras, dan latar belakang lainnya di era digital. Ia menyampaikan bahwa kebhinekaan global semakin penting di era digital yang semakin terhubung. “Kebhinekaan global membuka pintu untuk kolaborasi global, pertumbuhan pribadi, serta terciptanya perdamaian dan keharmonisan,” ujarnya alumni Prodi PPKn yang saat ini menjadi pengawas madrasah Kankemenag Sumenep sekaligus sastrawan dana budayawan Madura itu. Acara ini dilanjutkan dengan sharing session yang menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd. tentang Kebhinekaan Global, Dr. Arina Restian, M.Pd. mengenai Kebhinekaan Indonesia, Belinda Dewi Regina, M.Pd. tentang Keberagaman di Sekolah, Drs. Rohmada Widodo, M.Si. tentang Sekolah yang Damai, dan Fahdian Rahmandani, M.Pd. tentang Berdamai dengan Diri. Selain itu, diumumkan pula pemenang lomba esai dengan tema “Goresan Mahasiswa Calon Guru: Menjadi Guru Profesional yang Berbudi Pekerti dan Berwawasan Kebhinekaan Global.” Pemenang lomba ini adalah Mohamad Irgan Fatoni, Ainun Chifa, Aurila Patri Mahaeni, Rafelino Sutan Aghe, dan Nahdatul Kurnia. Pemenang lainnya adalah peserta teraktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Google Certified Educator yang berlangsung pada 14—15 Desember 2024 secara online, dan ujian luring di Kampus pada 16—17 Desember 2024. Pemenangnya adalah Amruliana Baliani Putri, Afiatul Nikmah, Ratrianing Tiyas Handayani, dan Mirza Madani. Salah seorang peserta, Mohamad Irgan Fatoni, memberikan testimoni mengenai pelaksanaan kegiatan ini. “Diklat ini memberikan wawasan baru tentang kebhinekaan dan bagaimana kita sebagai calon guru harus menjadi pribadi yang menginspirasi serta memahami pentingnya keberagaman di dalam pendidikan,” ujarnya. Dengan kegiatan ini, diharapkan para calon guru dapat semakin siap menjadi pendidik yang profesional, berwawasan kebhinekaan global, dan dapat mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman. (*fd)
Monev Penjaminan Mutu PPG, Direktorat PPG Apresiasi Penyelenggaraan dan Fasilitas Multimedia Berbasis AR PPG FKIP UMM

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima apresiasi tinggi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjaminan Mutu serta Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa hingga Kamis (5-7/11/2024). Monev ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PPG serta mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia. Pada hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, yang menyambut hangat tim pemonev dari Direktorat PPG, serta para peserta kegiatan, termasuk Wakil Dekan FKIP, Kaprodi PPG, Tim Task Force PPG, perwakilan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni. Prof. Trisakti menyampaikan selamat datang kepada tim pemonev dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mendorong kualitas PPG FKIP UMM. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Vina dan Bu Riza. Selamat datang di FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam beberapa sesi ke depan, dosen, guru pamong, pengelola, mahasiswa, dan alumni kami akan bercerita bagaimana penyelenggaraan PPG di FKIP UMM. Kami bersyukur dan berterima kasih karena kesuksesan penyelenggaraan PPG di FKIP UMM tidak lepas dari dukungan dan partisipasi beliau-beliau ini,” pungkas dekan yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPG FKIP UMM itu. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menekankan pentingnya masukan dari Direktorat PPG untuk terus menyempurnakan implementasi program PPG agar memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah serta kebutuhan lapangan. “Kegiatan Monev ini sangat berharga bagi FKIP UMM untuk menerima masukan konstruktif yang akan memperkaya penyelenggaraan program PPG kami,” ujar Prof. Abdulkadir. Vina Maysari, S.T., perwakilan dari Direktorat PPG, menyampaikan program PPG nasional telah berhasil mengakomodasi program PPG untuk 589 ribu guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan tunjangan untuk guru yang telah lulus PPG, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap animo masyarakat untuk memilih profesi sebagai guru. Dalam rangkaian monev, dilakukan wawancara dengan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program PPG di FKIP UMM. Salah satu proyek yang menarik perhatian khusus adalah proyek kepemimpinan mahasiswa PPG yang bekerja sama dengan anak-anak di panti asuhan. Proyek ini mengajarkan anak-anak memanfaatkan pepaya menjadi produk bernilai seperti keripik pepaya, sampo dari biji pepaya, dan pelet ikan lele dari pepaya yang tidak layak konsumsi. Melalui proyek ini, mahasiswa PPG FKIP UMM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian pada anak-anak panti. Proyek ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa PPG dalam membangun keterampilan dan karakter anak-anak yang berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan. Karya mahasiswa lainnya yaitu pembuatan diffuser dari minyak jelantah, yang dihasilkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan konsep keberlanjutan. Vina Maysari, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek-proyek mahasiswa PPG yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan ini. “Produk-produk ini sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap proyek-proyek ini terus dikembangkan oleh mahasiswa meskipun masa studi mereka telah selesai, karena ini akan memberikan dampak positif jangka panjang,” ujar Vina Maysari. Setelah sesi wawancara, Vina Maysari bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang kelas multimedia PPG di FKIP UMM. Kelas ini dilengkapi teknologi augmented reality (AR) yang memberikan pengalaman pembelajaran berbeda bagi mahasiswa. Teknologi AR memungkinkan mahasiswa melakukan eksplorasi virtual ke berbagai lokasi di dunia. Dalam demonstrasinya, Vina mencoba langsung perangkat Oculus yang dimanfaatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis AR. Beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap fasilitas yang ada di FKIP UMM. “Fasilitas di FKIP UMM sangat memadai, lengkap dengan teknologi canggih yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Dengan AR, kita bisa ‘berkunjung’ ke berbagai tempat di dunia hanya dari ruang kelas. Ini tentu membuat mahasiswa lebih bersemangat dan tidak sempat merasa jenuh selama di kelas,” tutur Vina Maysari. Beliau menambahkan bahwa dukungan teknologi dan fasilitas di FKIP UMM mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang inovatif dan profesional. Hari kedua Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke SMPN 1 Pagak, bagian dari pemantauan langsung implementasi program PPG di sekolah mitra FKIP UMM. Kunjungan ini bertujuan melihat penerapan pembelajaran oleh alaumni PPG di kelas. Di SMPN 1 Pagak, alumni PPG FKIP UMM berkesempatan mempraktikkan ilmu dan metode pembelajaran yang telah dipelajari di kampus dengan bimbingan dosen dan guru pamong. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FKIP UMM menunjukkan kualitas dan keunggulan program PPG yang dikelola dengan baik serta didukung oleh fasilitas memadai. Vina Maysari menyampaikan harapannya agar FKIP UMM terus berinovasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme calon guru, terutama melalui metode pembelajaran yang kreatif dan berteknologi. “Kita semua berharap bahwa lulusan PPG dari FKIP UMM dapat menjadi guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif dan mampu membimbing generasi mendatang dengan cara-cara yang inovatif,” pungkasnya. (*fd)
Gandeng Forum Guru Muhammadiyah dan PDM Malang, Tim PkM FKIP UMM Latih Guru Terapkan Kurikulum Merdeka Berbasis Project Based Learning

Tim PPM FKIP UMM FKIP News—Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang mengadakan kegiatan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Project Base Learning (PBL), Kamis (3/10/2024). Acara yang digelar di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang ini mendapat sambutan luar biasa dari 50 peserta yang merupakan perwakilan dari lebih dari 20 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, Drs. Gigit Mujianto, M.Si selaku Ketua Tim PPM FKIP UMM menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan inovasi pembelajaran para guru, yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas mutu pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan inovasi pembelajaran yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas mutu pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah,” ujar Gigit Mujianto. Menurutnya, penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Project Base Learning menjadi salah satu langkah strategis untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, di mana mereka tidak hanya harus menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teori kepada para peserta, tetapi juga kemampuan praktis dalam merancang dan mengimplementasikan bahan ajar berbasis proyek. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya bahan ajar, modul ajar, dan video pembelajaran yang relevan dan inovatif, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di kelas. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus Tinus, M.Pd, sebagai Ketua Dikdasmen Kabupaten Malang juga menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka harus diterapkan dengan pemahaman yang komprehensif. “Hal ini penting agar pembelajaran yang berbasis proyek tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu melatih keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa,” ungkap Agus Tinus. Dr. Agus Tinus, M.Pd, Ketua Dikdasmen, menyampaikan sambutan Sebagai bentuk apresiasi kepada para guru yang berhasil menciptakan produk pembelajaran terbaik, Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang memberikan penghargaan kepada mereka yang menghasilkan bahan ajar, modul ajar, dan video pembelajaran terbaik selama pelatihan ini. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif selama sesi pelatihan berlangsung. Dengan keikutsertaan 50 guru dari lebih dari 20 sekolah Muhammadiyah, acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang, khususnya di bawah naungan Muhammadiyah. Pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Project Base Learning ini bukan hanya sebuah kegiatan sekali jalan, tetapi diharapkan mampu menumbuhkan budaya pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 di kalangan para pendidik Muhammadiyah. (*)
Monev Penjaminan Mutu PPG, Direktorat PPG Apresiasi Penyelenggaraan dan Fasilitas Multimedia Berbasis AR PPG FKIP UMM

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima apresiasi tinggi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjaminan Mutu serta Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa hingga Kamis (5-7/11/2024). Monev ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PPG serta mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia. Pada hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, yang menyambut hangat tim pemonev dari Direktorat PPG, serta para peserta kegiatan, termasuk Wakil Dekan FKIP, Kaprodi PPG, Tim Task Force PPG, perwakilan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni. Prof. Trisakti menyampaikan selamat datang kepada tim pemonev dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mendorong kualitas PPG FKIP UMM. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Vina dan Bu Riza. Selamat datang di FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam beberapa sesi ke depan, dosen, guru pamong, pengelola, mahasiswa, dan alumni kami akan bercerita bagaimana penyelenggaraan PPG di FKIP UMM. Kami bersyukur dan berterima kasih karena kesuksesan penyelenggaraan PPG di FKIP UMM tidak lepas dari dukungan dan partisipasi beliau-beliau ini,” pungkas dekan yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPG FKIP UMM itu. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menekankan pentingnya masukan dari Direktorat PPG untuk terus menyempurnakan implementasi program PPG agar memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah serta kebutuhan lapangan. “Kegiatan Monev ini sangat berharga bagi FKIP UMM untuk menerima masukan konstruktif yang akan memperkaya penyelenggaraan program PPG kami,” ujar Prof. Abdulkadir. Vina Maysari, S.T., perwakilan dari Direktorat PPG, menyampaikan program PPG nasional telah berhasil mengakomodasi program PPG untuk 589 ribu guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan tunjangan untuk guru yang telah lulus PPG, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap animo masyarakat untuk memilih profesi sebagai guru. Dalam rangkaian monev, dilakukan wawancara dengan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program PPG di FKIP UMM. Salah satu proyek yang menarik perhatian khusus adalah proyek kepemimpinan mahasiswa PPG yang bekerja sama dengan anak-anak di panti asuhan. Proyek ini mengajarkan anak-anak memanfaatkan pepaya menjadi produk bernilai seperti keripik pepaya, sampo dari biji pepaya, dan pelet ikan lele dari pepaya yang tidak layak konsumsi. Melalui proyek ini, mahasiswa PPG FKIP UMM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian pada anak-anak panti. Proyek ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa PPG dalam membangun keterampilan dan karakter anak-anak yang berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan. Karya mahasiswa lainnya yaitu pembuatan diffuser dari minyak jelantah, yang dihasilkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan konsep keberlanjutan. Vina Maysari, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek-proyek mahasiswa PPG yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan ini. “Produk-produk ini sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap proyek-proyek ini terus dikembangkan oleh mahasiswa meskipun masa studi mereka telah selesai, karena ini akan memberikan dampak positif jangka panjang,” ujar Vina Maysari. Setelah sesi wawancara, Vina Maysari bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang kelas multimedia PPG di FKIP UMM. Kelas ini dilengkapi teknologi augmented reality (AR) yang memberikan pengalaman pembelajaran berbeda bagi mahasiswa. Teknologi AR memungkinkan mahasiswa melakukan eksplorasi virtual ke berbagai lokasi di dunia. Dalam demonstrasinya, Vina mencoba langsung perangkat Oculus yang dimanfaatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis AR. Beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap fasilitas yang ada di FKIP UMM. “Fasilitas di FKIP UMM sangat memadai, lengkap dengan teknologi canggih yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Dengan AR, kita bisa ‘berkunjung’ ke berbagai tempat di dunia hanya dari ruang kelas. Ini tentu membuat mahasiswa lebih bersemangat dan tidak sempat merasa jenuh selama di kelas,” tutur Vina Maysari. Beliau menambahkan bahwa dukungan teknologi dan fasilitas di FKIP UMM mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang inovatif dan profesional. Hari kedua Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke SMPN 1 Pagak, bagian dari pemantauan langsung implementasi program PPG di sekolah mitra FKIP UMM. Kunjungan ini bertujuan melihat penerapan pembelajaran oleh alaumni PPG di kelas. Di SMPN 1 Pagak, alumni PPG FKIP UMM berkesempatan mempraktikkan ilmu dan metode pembelajaran yang telah dipelajari di kampus dengan bimbingan dosen dan guru pamong. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FKIP UMM menunjukkan kualitas dan keunggulan program PPG yang dikelola dengan baik serta didukung oleh fasilitas memadai. Vina Maysari menyampaikan harapannya agar FKIP UMM terus berinovasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme calon guru, terutama melalui metode pembelajaran yang kreatif dan berteknologi. “Kita semua berharap bahwa lulusan PPG dari FKIP UMM dapat menjadi guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif dan mampu membimbing generasi mendatang dengan cara-cara yang inovatif,” pungkasnya. (*fd)