
FKIP UMM News – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahun 2025. Menyambut kepercayaan tersebut, Program Studi PPG FKIP UMM menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025, yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni 2024 di Rayz UMM.
Rapat ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas panitia pengelola, perwakilan dari BPP, BAKKU, dan PMB, serta dosen dan guru mitra. Kegiatan dibuka oleh Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., yang menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan PPG agar mencapai mutu terbaik.
“Kami berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan PPG yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menjawab tantangan kualitas pendidikan nasional. Rapat ini menjadi pondasi penting bagi perencanaan matang ke depan,” ujar Prof. Trisakti dalam sambutannya.
Pada tahun 2025, FKIP UMM tercatat akan menangani 7.242 peserta PPG Guru Tertentu, terdiri dari 4.222 peserta dari Kemendikdasmen dan 3.020 peserta dari Kementerian Agama (Kemenag). “Jumlah ini menjadikan FKIP UMM sebagai salah satu LPTK dengan cakupan peserta terbesar di Indonesia, sekaligus mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kualitas pengelolaan PPG di UMM,” kata Dekan FKIP UMM bangga.
Rapat juga membahas arah kebijakan PPG Guru Tertentu 2025 yang difokuskan pada peningkatan kualitas guru melalui sertifikasi. Sasaran program adalah guru yang aktif mengajar di satuan pendidikan formal, telah terdaftar dalam sistem Dapodik, namun belum memiliki sertifikat pendidik.
Program ini dirancang sebagai upaya strategis nasional untuk memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Tujuannya adalah menciptakan guru yang profesional, adaptif, dan memiliki kapasitas pedagogik sesuai kebutuhan zaman.
Salah satu kebijakan utama yang akan diterapkan adalah partisipasi melalui skema SEMESTA PPG 2025, yang menekankan pelibatan aktif guru dalam proses sertifikasi. “Strategi ini mencakup model pembelajaran daring, penyusunan tugas aksi nyata, dan pemberian dukungan finansial bagi guru sasaran agar mereka dapat menyelesaikan sertifikasi dengan baik dan tepat waktu,” ungkapnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan menyusun program kerja masing-masing divisi pengelola PPG. Dalam FGD tersebut, Wakil Dekan I, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., memaparkan pengembangan program kerja bidang akademik, penelitian, dan pengabdian. Di bidang SDM dan Humas, Wakil Dekan II, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menyampaikan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi dosen dan peningkatan visibilitas publikasi program PPG.

Sementara itu, Wakil Dekan III, Bayu Hendro Wicaksono, M.Ed., Ph.D., memfokuskan program kerja pada aspek kemahasiswaan dan penguatan jejaring kemitraan dengan sekolah serta institusi pendidikan lainnya. Pada saat yang sama, Kaprodi PPG FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes., menekankan urgensi penguatan program induksi dan microteaching yang kontekstual dan inovatif, selaras dengan kebutuhan lapangan.
Selanjutnya, hari kedua diisi dengan presentasi hasil penyusunan program kerja dari setiap divisi. Sedangkan hari ketiga difokuskan pada refleksi bersama serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) guna mengoptimalkan penyelenggaraan PPG tahun 2025. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk memperkuat tata kelola program, meningkatkan kualitas lulusan, dan memperluas dampak transformasi pendidikan dari FKIP UMM ke dunia sekolah. Dengan pengalaman dan komitmen kuat yang dimiliki, FKIP UMM siap menjawab amanah negara untuk mencetak guru-guru profesional yang berdaya saing global. (*fd)