FKIP News-Rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlanjut pada Kamis (11/09/2025). Memasuki hari ketiga, agenda berfokus pada penguatan potensi diri mahasiswa baru serta pembekalan literasi terkait isu-isu penting, mulai dari pencegahan kekerasan seksual hingga kesadaran digital.

Sejak pagi, mahasiswa baru berkumpul di Rusunawa 1 (Putri) untuk persiapan penampilan yang menjadi bagian dari kegiatan. Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak ketika mahasiswa mempersiapkan diri untuk unjuk kreativitas.

Agenda dilanjutkan dengan sesi Potential Mapping yang disampaikan oleh dosen Bimbingan Konseling FKIP, Ibnu Sutoko, S.Psi., M.Psi. Dalam materinya, Ibnu menegaskan bahwa mengenali potensi diri sejak dini merupakan langkah penting agar mahasiswa dapat mengoptimalkan perjalanan akademiknya. Menurutnya, bimbingan konseling tidak boleh dipersempit hanya sebagai wadah penyelesaian masalah. “Bimbingan konseling bukan hanya tempat menyelesaikan masalah, tetapi juga ruang untuk berkembang. Datanglah kapan pun kamu merasa perlu,” ujarnya.

Sesi kedua menghadirkan Dra. Thathit Manon Andini, M.Hum., yang membawakan materi Literasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Ia menyoroti pentingnya kesadaran kolektif mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berdaya. “Pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tugas lembaga, tetapi juga tanggung jawab seluruh civitas akademika,” tegasnya. Paparan ini mendapat perhatian serius dari para mahasiswa baru yang diajak untuk berpartisipasi aktif menjaga nilai-nilai etika dan menghormati sesama.

Tidak kalah penting, Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd., turut memberikan materi mengenai literasi digital dan berpikir kritis. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menyeleksi informasi di tengah derasnya arus digital. “Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga kritis dalam menanggapi persoalan. Literasi digital menjadi bekal penting agar kita tidak mudah terjebak pada disinformasi,” paparnya.

Usai pemaparan materi, mahasiswa baru diajak berdiskusi dalam kelompok. Mereka mempresentasikan pemahaman yang diperoleh, mulai dari strategi mengenali potensi diri hingga cara bersikap kritis terhadap isu sosial. Interaksi ini memperlihatkan antusiasme peserta sekaligus melatih keberanian menyampaikan pendapat di depan publik.

Menjelang sore, rangkaian kegiatan berlanjut dengan gladi bersih penyambutan safari rektorat. Mahasiswa baru menampilkan hasil latihan yang dipersiapkan sejak awal sebagai bentuk apresiasi atas rangkaian kegiatan Pesmaba. Penampilan tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus ajang memperlihatkan bakat yang dimiliki mahasiswa baru FKIP.

Hari keempat Pesmaba ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan II FKIP UMM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa orientasi mahasiswa bukan hanya pengenalan kampus, tetapi juga pembekalan penting yang relevan dengan kehidupan akademik maupun masyarakat luas. “Pesmaba FKIP tahun ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kesadaran sosial, dan keberanian mengembangkan potensi diri. Kami ingin Anda sekalian, para mahasiswa baru FKIP UMM, benar-benar siap menghadapi tantangan akademik sekaligus berperan aktif di masyarakat,” ucapnya.

Melalui agenda hari ketiga ini, Pesmaba 2025 FKIP UMM tidak hanya menghadirkan wawasan tentang organisasi dan akademik, tetapi juga menekankan kesadaran diri, literasi digital, dan pencegahan kekerasan seksual. Semua itu menjadi fondasi penting dalam membentuk mahasiswa baru yang unggul, berintegritas, serta peka terhadap isu-isu krusial yang dihadapi dunia pendidikan maupun masyarakat. (*yg/ed:fd)