FKIP News—Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang hadiri Konferensi ICEDUALL Seri 6 yang digelar di Kantor KDEI Taipei, Taiwan. Mengusung tema Reimagining Education in the Age of AI: Innovations, Impacts, and Implications, konferensi ini menyoroti pentingnya inovasi, dampak, dan relevansi kecerdasan buatan dalam sistem pendidikan yang holistik.

Acara ini dibuka oleh Deputy Representative Indonesian Economic and Trade Office to Taipei, Bapak Zulmartino, serta dihadiri oleh Director of Citizens’ Protection and Sociocultural Affairs, Bapak Novrizal. Sejumlah perwakilan dari berbagai institusi juga turut hadir, termasuk Rektor Universitas Muhammadiyah Sampit, Wakil Rektor Kerja Sama Universitas Muhammadiyah Malang, Dekan FKIP UMM, serta delegasi dari Unmuh OKU Timur, Unmuh Kupang, dan FKIP UMS Surakarta. Dalam sambutannya, Bapak Zulmartino menyampaikan apresiasi terhadap peran ALPTK PTMA dalam menyelenggarakan ICEDUALL sebagai upaya menjembatani hakikat pendidikan dengan kebutuhan riil di lapangan, khususnya bagi keluarga migran di berbagai negara seperti Taiwan, Hong Kong, Arab Saudi, dan Malaysia. “

Sebagai bagian dari rangkaian konferensi yang telah sukses diselenggarakan sebelumnya, ICEDUALL 6 melanjutkan tradisi dari ICEDUALL 1-5 yang telah digelar di berbagai lokasi, termasuk Kuala Lumpur, Penang, Hong Kong, dan Lombok. Selanjutnya, ICEDUALL 7 direncanakan akan berlangsung di Papua, sementara ICEDUALL 8 diproyeksikan digelar di Beijing atau Turki.

Tahun ini, lebih dari 96 pemakalah dari berbagai negara berpartisipasi dalam konferensi, dengan 31 peserta hadir secara langsung di Taipei, termasuk dari NTNU Taiwan, Kupang, Borneo, OKU Timur, Malang, Surakarta, dan Padang. Sementara itu, 66 peserta lainnya mengikuti konferensi secara daring dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Hasil penelitian yang dipresentasikan dalam ICEDUALL 6 akan diterbitkan dalam jurnal ilmiah bereputasi, serta prosiding yang terindeks Scopus dan WoS.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama yang membahas berbagai topik strategis terkait peran AI dalam pendidikan. Prof. Chun-Yen Chang dari National Taiwan Normal University menyampaikan materi tentang transformasi pendidikan melalui CCR dan AISI. Prof. Wu-Yuin Hwang, Ph.D. dari National Dong Hwa University, Taiwan, membahas inovasi pengajaran berbasis AI. Dr. Adi Nurcahyono dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Indonesia, mengulas studi kasus penerapan AI dalam berbagai konteks pendidikan. Dr. Kongkiti Phusavat dari Kasetsart University, Thailand, menyoroti motivasi belajar dalam pengembangan AI. Sementara itu, Dr. Kaarthiyainy Supramaniam dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia, membahas dampak AI terhadap kesetaraan akses pendidikan.

Ketua ALPTK PTMA, Prof. Harun Joko Prayitno, menekankan bahwa pendidikan berkualitas dan merata harus menjadi prioritas global agar dapat memanusiakan individu, mewujudkan perdamaian, serta memperkokoh peradaban dunia.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menyampaikan bahwa kehadiran AI dalam dunia pendidikan harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kecerdasan buatan bukan pengganti peran guru, melainkan alat yang dapat memperkaya pengalaman belajar, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan bagi berbagai kalangan,” ungkapnya. (*alptk/ed: fd)