FKIP News–Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen meningkatkan kualitas dosen agar mampu menjawab dinamika pendidikan di era global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Upgrading Skills for a Global Future yang digelar di Ruang 617 Gedung Kuliah Bersama (GKB) I UMM, Sabtu (2/08/2025).

Kegiatan ini menghadirkan seluruh dosen Pendidikan Matematika yang diajak memperkuat keterampilan abad 21, mulai dari komunikasi efektif, kolaborasi lintas disiplin, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan agar tenaga pendidik tidak hanya andal dalam menyampaikan materi, tetapi juga mampu membangun interaksi yang inspiratif dan menjangkau kebutuhan peserta didik di tengah arus globalisasi.

Melalui berbagai sesi pelatihan, para dosen diberi ruang untuk mengasah cara menyampaikan ide dengan lebih jelas, membangun jejaring kolaborasi yang melintasi batas geografis, serta menumbuhkan kepekaan terhadap perubahan dunia pendidikan. Pendekatan semacam ini dianggap penting agar kelas tidak sekadar menjadi ruang transfer ilmu, melainkan juga arena pengembangan karakter, kreativitas, dan daya saing.

Aspek lain yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan teknologi pembelajaran. Para dosen diperkenalkan dengan ragam media digital yang mampu menghadirkan pembelajaran interaktif sekaligus mengakomodasi gaya belajar siswa yang beragam. Tidak lagi terpaku pada metode konvensional, tenaga pendidik dituntut berani mengeksplorasi perangkat digital, mulai dari aplikasi presentasi, platform pembelajaran daring, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan. Dengan begitu, materi ajar dapat dikemas lebih kreatif dan mudah diterima oleh peserta didik.

Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UMM, Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan kapasitas dosen secara berkelanjutan merupakan kunci untuk menjaga kualitas lulusan. “Kami ingin membekali dosen dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dosen tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus inovator di kelas,” tegasnya.

Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, tuntutan keterampilan abad 21, hingga perubahan karakteristik generasi pelajar. “Jika dosen tidak beradaptasi, maka pembelajaran akan tertinggal. Karena itu, kami ingin setiap dosen memiliki semangat lifelong learning, selalu memperbarui diri, dan terus siap dengan berbagai inovasi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dr. Alfiani juga menekankan bahwa investasi pada kualitas dosen akan berimbas langsung pada mahasiswa. Dengan tenaga pendidik yang profesional, adaptif, dan berwawasan global, lulusan Pendidikan Matematika UMM diyakini mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional. “Target kami jelas, menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif dan integritas moral yang kuat,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika UMM optimistis dapat mencetak generasi pendidik masa depan yang siap menjadi agen perubahan. (*rn/fd)