FKIP UMM News Komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak guru profesional kembali menuai hasil gemilang. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi meraih akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 781/SK/LAMDIK/Ak/P/VI/2025 yang berlaku sejak 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030.

Predikat ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam sistem akreditasi nasional dan menjadi tonggak penting bagi FKIP UMM dalam mewujudkan pendidikan guru yang relevan, adaptif, dan berstandar global.

Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul ini mencerminkan dedikasi dan kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang bermutu. “Peringkat tertinggi ini menunjukkan keunggulan program dalam mempersiapkan guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Trisakti menyoroti keunggulan FKIP UMM yang ditopang oleh sumber daya manusia berkualitas. Para dosen di lingkungan fakultas berasal dari lulusan S2 dan S3 universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri. “Mereka aktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, serta berkontribusi dalam pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” tambahnya.

Kurikulum yang dikembangkan pun adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja, dengan integrasi antara teori dan praktik. FKIP UMM secara konsisten menanamkan keterampilan abad ke-21 kepada mahasiswa, meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

Perjalanan panjang menuju akreditasi unggul dimulai sejak penyusunan borang pada November 2023. Unggah dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dilakukan pada 21 Januari 2025, dilanjutkan dengan asesmen lapang oleh asesor LAMDIK pada 28–29 April 2025.

Dalam proses asesmen, sembilan aspek utama menjadi indikator penilaian, yaitu: 1) Visi, misi, tujuan, dan strategi; 2) Tata pamong, tata kelola, dan kerja sama; 3) Mahasiswa; 4) Sumber daya manusia; 5) Keuangan, sarana, dan prasarana; 6) Pendidikan; 7) Penelitian; 8) Pengabdian kepada masyarakat; dan 9) Luaran dan capaian tridharma. Kesembilan aspek tersebut menunjukkan sinergi institusi dalam menjalankan fungsi pendidikan tinggi secara utuh dan berkelanjutan.

Ketua Program Studi PPG FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa rekognisi ini juga diperkuat oleh berbagai capaian unggulan. “Program Studi PPG FKIP UMM meraih predikat Melampaui Standar sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program PPG tahun 2024. Selain itu, kami juga dinobatkan sebagai penyelenggara Program PPG terbaik dengan tingkat kelulusan mahasiswa tertinggi secara nasional dari Kementerian Agama RI selama lima tahun berturut-turut,” ungkapnya.

Prof. Dr. TrisakTi Handayani, MM menerima Penghargaan dari Kementerian Agama RI

Dari sisi infrastruktur, Prodi PPG FKIP UMM memiliki kelas multimedia modern yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dan perangkat untuk podcast pendidikan. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pembelajaran inovatif dan membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang dibutuhkan guru masa kini.

“PPG FKIP UMM juga memiliki Pusat Sumber Belajar Berbasis Teknologi hasil hibah Revitalisasi LPTK tahun 2024. Fasilitas ini menjadi tulang punggung dalam proses pembelajaran yang mendukung otonomi belajar dan pendekatan student-centered learning,” tambah Dr. Iin.

Dengan seluruh pencapaian ini, Prof. Trisakti menegaskan komitmen FKIP UMM untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian pendidikan yang berkualitas, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Ia pun menyatakan kesiapan FKIP UMM untuk mengambil peran lebih strategis dalam pendidikan nasional. “Dengan capaian akreditasi yang membanggakan ini, FKIP UMM siap menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan guru berkualitas tinggi yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan,” pungkasnya. (*fd)