FKIP News-Pusat Sumber Belajar (PSB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali rangkaian program literasi pembelajaran tahun 2025 dengan menyelenggarakan Webinar #1 bertema “Integrasi Pendekatan Deep Learning dalam Perencanaan Pembelajaran”, Sabtu (28/07/2025). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Terbukti, kuota maksimal sebanyak 300 peserta terpenuhi dengan cepat sehingga banyak peserta yang tidak dapat bergabung. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan webinar dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM. Dalam sambutannya, Prof. Trisakti menegaskan pentingnya pembelajaran yang bukan hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik. Ia menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam sangat relevan dengan arah pendidikan masa kini yang menekankan karakter, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara cerdas. Bu Dekan juga menyampaikan apresiasinya kepada Pusat Sumber Belajar FKIP UMM yang telah memfasilitasi ruang berbagi dan diskusi kritis bagi para pendidik. “Guru masa depan perlu memiliki bekal pedagogi yang adaptif dan visioner. Webinar seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membekali guru dan calon guru agar mampu menyusun dan melaksanakan pembelajaran yang berdampak, kontekstual, dan menyenangkan,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari dua pemateri utama, yaitu Prof. Dr. Sugiarti, M.Si selaku Wakil Dekan I FKIP UMM dan Dr. Erna Yayuk, M.Pd selaku Kepala Pusat Sumber Belajar FKIP UMM. Prof. Sugiarti membuka sesi pemaparan dengan menegaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan respons terhadap perubahan besar di dunia pendidikan baik secara global maupun nasional, seperti pengintegrasian teknologi, pengembangan kompetensi abad ke-21, perluasan akses pendidikan, dan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat yang berkelanjutan. “Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan proses belajar dengan menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Proses ini melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Sugiarti menjelaskan bahwa kerangka kerja pembelajaran mendalam mencakup empat komponen utama yang harus menjadi landasan dalam menyusun desain pembelajaran. Pertama adalah kerangka pembelajaran, yaitu panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar yang kondusif, serta pemanfaatan teknologi digital. Kedua adalah pengalaman belajar, yakni proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yang meliputi tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Komponen ketiga adalah prinsip pembelajaran, yaitu dasar karakteristik dari pembelajaran mendalam itu sendiri, yang harus berlandaskan kesadaran, makna, dan keceriaan. “Terakhir adalah dimensi profil lulusan, yaitu fokus capaian yang hendak diraih dalam pembelajaran, meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kewargaan global, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi,” katanya.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dr. Erna Yayuk, M.Pd yang menyampaikan materi tentang peran guru dalam pembelajaran mendalam dan implementasinya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Ia menyatakan bahwa dalam pembelajaran mendalam, guru tidak sekadar mengajar, melainkan menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar. Dalam hal ini, perencanaan pembelajaran menjadi aspek yang krusial. “Perencanaan pembelajaran harus didasarkan pada refleksi guru terhadap karakteristik peserta didik, materi ajar, serta sumber daya dan mitra pembelajaran yang tersedia. Pelaksanaannya pun harus menjunjung prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” jelasnya.

Dr. Erna juga memaparkan empat komponen utama dalam penyusunan RPP pembelajaran mendalam. Pertama, tahap identifikasi yang meliputi analisis kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan penentuan dimensi profil lulusan. Kedua, desain pembelajaran yang merancang capaian, topik kontekstual, integrasi lintas disiplin, tujuan, serta kerangka pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan teknologi digital. Ketiga, pengalaman belajar yang dirancang secara menyeluruh dari kegiatan awal, inti, hingga penutup, dengan prinsip menyenangkan dan reflektif. Keempat, asesmen yang dilakukan sejak awal, selama proses, hingga akhir pembelajaran secara holistik.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan pembelajaran mendalam di berbagai jenjang pendidikan. Webinar ini menjadi langkah awal dari rangkaian program Pusat Sumber Belajar FKIP UMM dalam memperkuat praktik pembelajaran bermutu, berkarakter, dan kontekstual yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. (*fd)