
FKIP News – Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi kreativitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dalam menyelenggarakan pagelaran seni bertajuk “Gelar Karya Laksana Adiluhung Manunggal Ing Wirasa lan Wirama”, Rabu (14/01/2025). Acara yang mengusung tema “Nguri-nguri Budaya Jawa” ini melibatkan 158 mahasiswa PGSD yang tergabung dalam delapan kelompok penampil.
Sebagai luaran mata kuliah, mahasiswa sukses menghasilkan berbagai pertunjukan seni mengintegrasikan berbagai elemen seni tradisional seperti karawitan, tari, dan tembang Jawa. Lebih dari itu, para mahasiswa juga menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk ditanamkan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PGSD FKIP UMM untuk mencetak pendidik yang tidak hanya berkompeten secara akademik tetapi juga memiliki kemampuan melestarikan budaya.
Ketua Program Studi PGSD, Bustanol Arifin, S.Pd., mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menghidupkan kembali seni budaya Jawa. “Sebagai calon pendidik, kalian memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya. Melalui kegiatan ini, kalian menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.
Dr. Arina Restian, M.Pd., selaku dosen pengampu, juga memberikan pandangannya tentang pentingnya seni budaya dalam pendidikan. “Pagelaran ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan kreativitas dengan nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan semacam ini tidak hanya mendukung pelestarian seni, tetapi juga menjadi modal bagi mahasiswa untuk menjadi guru yang mampu menginspirasi siswanya mencintai budaya Indonesia,” tuturnya.
Dalam pagelaran ini, setiap kelompok menampilkan karya seni yang memadukan musik gamelan, gerakan tari, dan lantunan tembang. Dengan mengedepankan harmoni antara wirasa (rasa) dan wirama (irama), mahasiswa berhasil menciptakan suasana pertunjukan yang penuh makna. Kreativitas mereka tidak hanya terlihat dari penampilan, tetapi juga dalam pengelolaan cerita dan aransemen musik yang kaya akan nilai estetika.

Kegiatan ini ditutup dengan penganugerahan kepada kelompok dan individu yang menunjukkan performa terbaik dalam sebelas kategori, di antaranya Juara 1, Juara 2, Juara 3, Bonang Terbaik, Balungan Terbaik, Tembangan Terbaik, Gendang Terbaik, Aransemen Musik Terbaik, Alur Cerita Terbaik, dan Artistik Terbaik. Tahun ini, Kelas C mendominasi penghargaan dengan memenangkan empat kategori sekaligus, menunjukkan dedikasi dan kerja keras mereka dalam mempersiapkan penampilan.
Pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, termasuk dalam dunia pendidikan. Mahasiswa PGSD FKIP UMM telah memberikan contoh nyata bagaimana seni budaya dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan, mencetak generasi yang kritis sekaligus mencintai warisan leluhur. (*fd)