Kuliah Tamu PGSD UMM: Penerapan Hypnoteaching untuk Menciptakan Pembelajaran Bermakna bagi Calon Guru

FKIP News–Perkembangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut guru untuk memiliki pendekatan inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Salah satu metode yang kini semakin populer dalam dunia pendidikan adalah hypnoteaching, yang dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Dalam rangka memperkenalkan metode ini kepada calon guru, Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kuliah tamu dengan tema “Hypnoteaching untuk Calon Guru PGSD: Kunci Sukses dalam Menciptakan Pembelajaran Bermakna.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Badan Administrasi Umum (BAU) dan dihadiri oleh mahasiswa PGSD UMM. Hadir pula sebagai pembicara, Umar Hadi, M.Pd., CEO dan owner PT. Internasional Better Learning Upgrader, yang juga merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Malang, Program Studi Pendidikan Biologi. Kegiatan dibuka oleh Bapak Bustanol Arifin, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PGSD. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menghadirkan kuliah tamu seperti ini untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa PGSD dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan. Dalam sesi pertama, Bapak Umar Hadi menyampaikan betapa pentingnya hypnoteaching bagi seorang guru. Salah satu bukti bahwa metode ini efektif adalah semakin banyaknya mahasiswa yang menggunakan materi hypnoteaching dalam skripsi mereka. Untuk memberikan gambaran tentang teknik ini, beliau mengajak peserta untuk berpartisipasi dalam latihan konsentrasi menggunakan tepukan, yang bertujuan untuk melatih fokus dan konsentrasi. Selanjutnya, Bapak Umar Hadi memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai hypnoteaching, yang merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan prinsip-prinsip hipnosis. Hipnosis sendiri merupakan suatu kondisi kesadaran yang berubah, di mana seseorang mengalami peningkatan fokus dan sugestibilitas. Dalam konteks pendidikan, hipnosis dapat digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, tanpa kehilangan kesadaran. Bapak Umar menjelaskan bahwa hipnosis yang dimaksud bukanlah hal yang berkaitan dengan hal-hal mistis atau klenik, melainkan merupakan proses ilmiah yang terjadi pada kondisi kesadaran tertentu, seperti Alpha dan Theta. Bapak Umar Hadi juga membagikan tujuh tips rahasia dalam melakukan hypnoteaching, di antaranya adalah First Impression, Building Rapport, Attention Focusing Statement, Positive Statement, Jangkar Emosi, Time Allocation, dan Self Image Reprogramming. Keseluruhan tips ini bertujuan untuk memprogram pikiran siswa agar lebih fokus, positif, dan termotivasi dalam belajar. Metode yang interaktif dan menyenangkan ini membuat kuliah tamu terasa inspiratif, dengan para peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Kegiatan kuliah tamu ini ditutup dengan foto bersama antara pemateri, dosen, dan seluruh mahasiswa PGSD UMM, yang menandakan berakhirnya acara dengan penuh kebersamaan dan keakraban. (*AEZ/fd)
Malam Akrab HMPS Civicus: Mempererat Kebersamaan dan Meningkatkan Sinergi Antaranggota

FKIP News–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Civicus Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Kegruruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menggelar acara Malam Akrab yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Bukit Tlekung, Kota Batu, dan dihadiri oleh seluruh anggota HMPS Civicus dari berbagai angkatan. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mempererat hubungan antaranggota serta meningkatkan kekompakan dalam organisasi. Acara dimulai dengan sesi perkenalan antaranggota yang mencakup berbagi pengalaman dan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Ketua HMPS Civicus, Mey Miftahul, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk keberlangsungan organisasi. “Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan kekompakan di antara anggota HMPS Civicus dari berbagai angkatan,” ujarnya. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan anggota dapat saling mengenal lebih dekat, membangun komunikasi yang lebih baik, dan menciptakan rasa kebersamaan yang kuat. Sambutan penuh makna juga disampaikan oleh Drs. Mansur Ibrahim, selaku Kepala Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan semacam ini dalam membangun solidaritas di dalam organisasi. “Saya sangat mengapresiasi inisiatif HMPS Civicus yang telah melaksanakan acara Malam Akrab ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat ikatan kekeluargaan antaranggota. Sebagai sebuah program studi, kita tidak hanya diharapkan untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki rasa kebersamaan yang kuat. Saya berharap acara ini dapat memperkuat sinergi antaranggota HMPS Civicus untuk menciptakan lingkungan yang lebih solid dan mendukung dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan kedepannya,” jelas Drs. Mansur Ibrahim. Selain sesi perkenalan, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik yang mampu menambah keakraban di antara anggota. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembagian kenang-kenangan, yang diberikan sebagai simbol apresiasi kepada anggota. Pembagian kenang-kenangan ini menjadi momen yang penuh makna, karena menunjukkan perhatian dan rasa terima kasih terhadap partisipasi setiap anggota dalam organisasi. Selain itu, acara ini juga diisi dengan diskusi mengenai pengembangan HMPS Civicus. Dalam sesi diskusi tersebut, para peserta membahas program kerja yang telah dilakukan serta merancang inovasi-inovasi yang akan dilakukan ke depan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas organisasi. Tak ketinggalan, kegiatan permainan dan hiburan juga diadakan untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Permainan yang dilakukan berhasil mencairkan suasana dan membuat para peserta merasa lebih akrab satu sama lain. Acara yang berlangsung dalam suasana yang penuh keakraban ini mendapatkan respon positif dari para peserta. Banyak anggota yang merasa lebih dekat dengan sesama anggota, terutama dengan mereka yang berasal dari angkatan yang berbeda. Dengan berakhirnya acara Malam Akrab ini, HMPS Civicus berharap dapat terus membangun semangat kekeluargaan di antara anggota dan meningkatkan sinergi dalam menjalankan berbagai program serta kegiatan organisasi. Semangat yang terjalin melalui acara seperti ini diharapkan dapat memperkuat fondasi HMPS Civicus dalam menciptakan lingkungan organisasi yang solid dan bersinergi.
Mini Expo Produk Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMM: Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

FKIP News–Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan mini expo produk sebagai bagian dari penyelesaian tugas akhir mata kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung di ruang 5.16 GKB 1 dan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa semester 5. Mini expo ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memamerkan produk-produk inovatif yang merupakan hasil dari ide bisnis yang mereka kembangkan selama mengikuti mata kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pengganti ujian akhir semester (UAS) pada kelas kewirausahaan, dengan tujuan untuk mengasah kreativitas dan semangat berbisnis para mahasiswa. Mata kuliah Kewirausahaan merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Tujuan utama dari mata kuliah ini adalah untuk menumbuhkan pola pikir kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Dalam perkuliahan ini, mahasiswa mempelajari tidak hanya teori dasar kewirausahaan, seperti perencanaan bisnis, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan, tetapi juga diberi kesempatan untuk berlatih menemukan peluang, menciptakan ide inovatif, dan mewujudkan ide-ide tersebut dalam bentuk bisnis yang berkelanjutan. Dengan memadukan teori dan praktik, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha yang dapat diterapkan dalam dunia nyata. Dalam kegiatan mini expo ini, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberi kebebasan untuk memilih serta menentukan produk yang akan dipamerkan. Produk yang dipamerkan bervariasi, mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. Mahasiswa pun ditantang untuk mempromosikan produk mereka dengan cara yang mirip dengan seorang penjual yang tengah menawarkan barang kepada konsumen. Antusiasme para mahasiswa sangat terlihat selama acara berlangsung, dengan beberapa dari mereka yang menunjukkan semangat tinggi dalam mempresentasikan produk yang mereka buat. Salah seorang mahasiswa, Dimas Prasetyo, mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini memberi saya pengalaman berharga. Saya belajar bagaimana cara memasarkan produk langsung ke konsumen, dan mendapatkan masukan yang sangat berguna untuk perkembangan bisnis saya,” ujarnya. Bapak Masyhud, sebagai pengampu mata kuliah Kewirausahaan, juga mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini. “Mini expo ini bukan hanya sebagai sarana evaluasi untuk mata kuliah Kewirausahaan, tetapi juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mereka dalam dunia bisnis nyata. Semoga kegiatan seperti ini dapat menginspirasi mereka untuk terus berkembang dan bahkan melahirkan pengusaha muda yang kompeten di masa depan,” jelas beliau. Dengan semangat yang tinggi dan dukungan penuh dari dosen, kegiatan ini berhasil menjadi ajang yang mempertemukan mahasiswa dengan peluang nyata di dunia bisnis. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam berwirausaha, serta menjadi pengusaha muda yang berdaya saing di masa depan. (*sy/fd)
Membanggakan! Azahra Mauly Aprillia Sukses Mendapatkan Beasiswa Internasional English Access Scholarship 2024-2026

FKIP News-Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, prestasi itu diraih oleh Azahra Mauly Aprillia. Mahasiswi angkatan 2024 ini berhasil mendapatkan beasiswa internasional, yakni English Access Scholarship Program 2024-2026, yang memberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan bahasa Inggris, wawasan tentang budaya Amerika, serta kepemimpinan. Beasiswa ini didanai oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui Regional English Language Office (RELO) dan dikelola oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF). Azahra mengaku mendapat informasi mengenai beasiswa ini dari dosennya di prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia tertarik untuk mendaftar karena melihat berbagai manfaat yang ditawarkan, terutama kesempatan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris di tingkat internasional. “Saya tertarik dengan beasiswa ini karena termasuk beasiswa internasional yang akan membuka peluang baru, dan saya ingin mengasah keterampilan bahasa Inggris saya melalui program ini,” ujarnya. Untuk mengikuti beasiswa ini, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti status sebagai mahasiswa semester 1 di program studi Bahasa Inggris atau Sastra Inggris, berusia antara 15 hingga 20 tahun, serta memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau terdaftar dalam program Bidikmisi. Pendaftar juga diwajibkan mengikuti program ini selama dua tahun penuh. Seleksi meliputi pendataan dan kelengkapan persyaratan administrasi, tes kemampuan listening, dan wawancara mengenai rencana peserta jika lolos beasiswa. Menurut Drs. Jarum, M.Ed, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, pencapaian Azahra ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UMM tidak hanya berkompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meraih prestasi internasional. “Beasiswa seperti ini memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk memperkaya pengetahuan mereka, khususnya dalam hal penguasaan bahasa dan pemahaman budaya internasional,” ujar Drs. Jarum. Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, menambahkan bahwa beasiswa ini merupakan salah satu langkah untuk mempersiapkan mahasiswa FKIP menjadi individu yang siap berkompetisi di tingkat global. “Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih Azahra. Keberhasilan ini juga mencerminkan kualitas pendidikan yang ada di FKIP UMM, yang terus berupaya mendukung mahasiswa untuk berkembang dan meraih peluang terbaik,” ungkap Bayu Hendro Wicaksono. Azahra berharap melalui beasiswa ini, ia dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya lebih dalam, serta memperluas wawasan tentang budaya internasional yang akan berguna untuk karier akademiknya. “Meskipun saya merasa belum sempurna dalam berbahasa Inggris, melalui program ini saya harap bisa terus belajar dan berkembang,” tambahnya. Dengan kesempatan ini, Azahra optimis bisa meraih pencapaian lebih besar di masa depan, sekaligus memperkenalkan nama UMM di kancah internasional. (*sn/fd)
Professor Back to School: Prof. Eko Susetyarini Inspirasi Siswa SMA Negeri Kedungwaru

FKIP News–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya mendekatkan dunia akademik dengan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Salah satunya adalah program Professor Back to School, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para profesor untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, termasuk mengunjungi sekolah-sekolah. Salah satu profesor yang aktif dalam program ini adalah Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., seorang ahli biologi reproduksi sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Beliau mengunjungi SMA Negeri Kedungwaru Tulungagung, yang dikenal dengan nama SMARIDUTA. Kunjungan ini memiliki makna emosional yang mendalam, karena SMA tersebut adalah almamater Prof. Eko, yang sebelumnya dikenal dengan nama SMAN Tulungagung pada tahun 1984. Kehadiran Prof. Eko disambut dengan euforia tinggi oleh para guru dan siswa yang hadir. Dalam sesi yang penuh inspirasi tersebut, Prof. Eko berbagi kisah hidupnya dan perjalanan akademiknya hingga meraih gelar profesor. “Ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya tidak pernah membayangkan bisa menjadi profesor. Namun, saya percaya bahwa usaha dan semangat yang konsisten akan selalu membuahkan hasil yang baik,” ungkapnya di depan ratusan siswa. Prof. Eko juga menekankan pentingnya melawan rasa malas dan tidak mudah menyerah sebagai kunci untuk mencapai tujuan besar. Ia mengingatkan para siswa untuk selalu bersemangat dan terus berusaha menjadikan diri mereka bermakna, baik dalam pencapaian pribadi maupun kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan agama. Melalui kisah hidupnya, ia ingin menunjukkan bahwa kesuksesan bukanlah hal yang mudah dicapai. Ia menceritakan tantangan yang dihadapinya saat mengejar pendidikan tinggi di bidang biologi reproduksi, yang menuntut komitmen besar. “Saya pernah merasa lelah dan ingin menyerah, namun saya selalu mengingat tujuan saya. Tanpa arah yang jelas, kita akan mudah kehilangan fokus,” katanya. Selain itu, Prof. Eko juga membagikan tips praktis, seperti pentingnya mencatat tujuan hidup dan memantau pencapaiannya. Ia menyarankan siswa untuk menuliskan apa yang ingin dicapai dalam waktu tertentu, mulai dari minggu, bulan, hingga tahun. Prof. Eko menekankan bahwa pencatatan tujuan bukan hanya soal menulis, tetapi juga tentang evaluasi diri. “Jika kalian gagal mencapai tujuan, jangan menyerah. Lihat kembali apa yang salah, perbaiki, dan coba lagi. Dengan cara ini, kalian akan terus berkembang,” ujarnya. Kehadiran Prof. Eko di SMA Negeri Kedungwaru memberikan kesan mendalam, terutama bagi para guru yang mengenalnya sejak beliau masih menjadi siswa di sekolah tersebut. Kepala SMA Negeri Kedungwaru, Mohammad Imron Rosyadi, S.Pd, menyatakan kebanggaannya, “Saya bangga melihat Prof. Eko kembali ke sekolah ini. Beliau adalah bukti bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan jika kita bersungguh-sungguh.” Para siswa juga merasa terinspirasi oleh pesan yang disampaikan oleh Prof. Eko. Salah satunya, Alya, seorang siswi, mengungkapkan, “Saya jadi termotivasi untuk menuliskan tujuan hidup saya. Kata-kata Prof. Eko tentang melawan rasa malas benar-benar membuka pikiran saya.” Program Professor Back to School ini merupakan salah satu bentuk komitmen UMM dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan masyarakat luas. Melalui kunjungan seperti yang dilakukan oleh Prof. Eko, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga termotivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi. “Kami ingin anak-anak muda ini melihat bahwa keberhasilan itu bisa diraih siapa saja, asalkan mereka mau bekerja keras dan berkomitmen,” tambah Prof. Abdulkadir Rahardjanto, Wakil Dekan II FKIP UMM. (*hsm/fd)
Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM Tawarkan Solusi Penguatan SDGs di Sekolah Muhammadiyah Kota Batu

FKIP News—Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tim dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada dua poin SDGs di sekolah Muhammadiyah Kota Batu. Program ini menargetkan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Iin Hinndun, M.Kes., Dra Sri Wahyuni, M.Kes., Dra Siti Zaenab, M.Kes., dan Dr. Nurwidodo, M.Kes., mengidentifikasi sejumlah permasalahan dalam implementasi SDGs di sekolah. Dengan dukungan pendanaan internal universitas dan block grant fakultas, tim menyusun program pendampingan untuk mengatasi permasalahan tersebut, khususnya di aspek pendidikan dan lingkungan. Terkait SDGs poin 4, tim dosen UMM berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dengan menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PJBL). Kedua model ini dinilai sejalan dengan kurikulum nasional, termasuk Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka 2020, dan Deep Learning Curriculum 2025. “Sayangnya, di lapangan masih banyak guru yang belum memahami cara mengimplementasikan PBL dan PJBL dengan benar. Akibatnya, tujuan pemberdayaan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) dan keterampilan abad ke-21 belum tercapai,” kata Dr. Iin Hinndun pada Rabu (15/1/2025). Ia menilai, melalui pelatihan dan pendampingan intensif, para guru mulai memahami cara menerapkan metode ini dengan efektif. Kepala Sekolah SMA Islam, Ikhwan, menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami meningkatkan keterampilan dalam mengajar, dan hasilnya mulai terlihat pada siswa,” tuturnya. Untuk SDGs poin 13, tim dosen UMM memperkenalkan model pembelajaran EMKONTAN (Ecomapping dan Konservasi Berkelanjutan). Model ini mendorong siswa untuk memahami masalah lingkungan melalui langkah-langkah seperti investigasi, analisis akar masalah, hingga aksi solusi. “Melalui model EMKONTAN, literasi lingkungan siswa meningkat. Mereka tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga terlibat dalam solusi nyata seperti menyusun karya ilmiah dan melaksanakan aksi konservasi,” jelas Dra Sri Wahyuni. Program ini juga mendukung sekolah dalam memperkuat predikatnya sebagai sekolah Adiwiyata. Sementara itu, Windra Rizkiana, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8, menyatakan, “Pendampingan ini membawa angin segar bagi sekolah kami. Dengan modalitas seperti EMKONTAN, kami optimistis bisa mencapai predikat Adiwiyata Nasional,” paparnya. Program ini menjadi bukti komitmen UMM dalam mendukung pencapaian SDGs 2020-2030. “Kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan menengah sangat strategis untuk memastikan generasi muda siap menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Nurwidodo. Dengan hasil yang menggembirakan, program ini diharapkan dapat direplikasi ke sekolah lain. “Menciptakan sinergi antara pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sebagai langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan,” tukasnya. (*hsm/fd)
Dorong Peningkatan Literasi Digital, Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Latih Siswa SMAN 1 Pagak Menulis Cerpen Berbantuan AI

FKIP News—Sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan literasi digital generasi muda, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan pelatihan menulis kreatif berbantuan AI untuk siswa SMAN 1 Pagak. Kegiatan bertajuk “Chat GPT Writing Buddy: Pemanfaatan AI dalam Penulisan Cerpen” ini berlangsung pada Jumat, 17 Januari 2025, di Auditorium SMAN 1 Pagak dan diikuti oleh 30 siswa terpilih. Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ayub Wahyudianto, S.Pd., yang mengapresiasi program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM atas inisiatifnya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis siswa, tetapi juga mengenalkan teknologi terkini yang dapat mendukung kreativitas mereka. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi siswa,” ujar Ayub. Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi utama yang diisi oleh dosen ahli di bidangnya. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Hari Windu Asrini, M.Si., yang membawakan materi tentang proses kreatif dalam menggali ide cerita. Ia menjelaskan bahwa sumber inspirasi dapat ditemukan dari pengalaman pribadi, observasi, hingga imajinasi. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, Dr. Hari mengajak siswa berdiskusi dan berlatih menuliskan ide cerita. “Ide adalah dasar dari setiap cerita. Semakin banyak kita melatih kemampuan observasi dan imajinasi, semakin kaya cerita yang bisa kita hasilkan,” ungkapnya. Sesi kedua disampaikan oleh Fida Pangesti, S.Pd., M.A., yang membahas tentang literasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menulis. Ia mengenalkan ChatGPT sebagai writing buddy yang dapat membantu siswa mengembangkan karakter, alur cerita, hingga memberikan ide pengembangan tulisan. Selain itu, Fida juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan teknologi. “Teknologi seperti AI adalah alat bantu, tetapi kreativitas tetap harus berasal dari diri sendiri. Jangan sampai kita kehilangan keaslian dalam berkarya,” tegasnya. Siswa sangat antusias mengikuti pelatihan ini, terutama ketika mereka mempraktikkan langsung cara memanfaatkan AI untuk menulis cerita pendek. Mereka diajak menyusun kerangka cerita, memilih tema, hingga membangun konflik dengan alur yang menarik. Dalam sesi praktik ini, para dosen memberikan umpan balik langsung untuk menyempurnakan hasil tulisan siswa. Salah satu peserta, Zidan, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti pelatihan. “Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Ternyata menulis itu menyenangkan, apalagi dengan bantuan teknologi seperti AI. Saya jadi lebih percaya diri untuk menulis cerpen sendiri,” katanya dengan antusias. Kegiatan ini juga memiliki luaran yang spesifik, yaitu antologi cerpen karya siswa yang akan diterbitkan dengan ISBN. Penerbitan ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya dan menjadikan menulis sebagai bagian dari kehidupan mereka. “Antologi ini adalah bukti bahwa siswa SMAN 1 Pagak tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghasilkan karya berkualitas yang layak dibaca oleh masyarakat luas,” ujar Fida. Pelatihan menulis kreatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga mengenalkan mereka pada teknologi modern secara bijak. Dengan adanya kolaborasi antara FKIP UMM dan SMAN 1 Pagak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk menciptakan generasi muda yang kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital. (*fd)
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Sukses Luncurkan Koran Hingga Jual 1000 Eksemplar

FKIP News—Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Fakultas Keguruan dana Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatat prestasi gemilang. Lewat Mata Kuliah Jurnalistik, mahasiswa PBI FKIP UMM sukses menghasilkan dua koran yang di-launching dalam acara Launching dan Penganugerahan Koran Jurnalistik bertajuk Warta Citra Pena di Aula BAU UMM, Senin (13/01/2024). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Prodi PBI UMM, Laboratorium Penerbitan, dan Malang Posco Media. Dua koran ini diproduksi oleh dua Angkatan berbeda. Mahasiswa Angkatan 2021 (semester 7) menghadirkan koran SpektaPos, sementara mahasiswa Angkatan 2022 (semester 5), meluncurkan koran Newlang. Dalam sambutannya, Abdul Halim, selaku dosen pengampu, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa atas dedikasi dan usaha mereka. “Kalian membuktikan hidup tidak perlu drama, karena mampu menghasilkan koran 12 halaman yang sangat profesional. Ini adalah sebuah prestasi besar dan kenangan yang tak terlupakan, karena kalian telah menciptakan karya,” ungkapnya. Ia juga menyoroti kemampuan mahasiswa dalam mengatasi berbagai tantangan selama proses pembuatan koran. “Kalian luar biasa bisa menyelesaikan semua tantangan dengan segala keterbatasan. Tidak hanya itu, kalian bahkan mampu meraup iklan bernilai jutaan rupiah dan menjual 1.000 eksemplar koran hingga habis,” ujarnya dengan penuh kebanggaan. Ketua Prodi PBI UMM, Arif Setiawan, M.Pd., juga memberikan apresiasi dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa program ini merupakan inovasi luar biasa dari Malang Posco Media yang telah berlangsung selama hampir 14 tahun. Menurutnya, proses pembuatan koran ini memberikan banyak pembelajaran berharga kepada mahasiswa. “Mahasiswa belajar tentang manajemen, kerja tim, peliputan, penulisan, penyuntingan, hingga penjualan koran dan pencarian iklan, yang semuanya adalah pengalaman berharga yang tidak didapatkan di dalam kelas,” paparnya. Ia juga memuji hasil karya mahasiswa yang dinilai luar biasa. “SpektaPos dan Newlang adalah bukti nyata dari usaha keras dan dedikasi yang sangat luar biasa. Proses di balik pembuatan ini tidaklah sederhana, dan hasilnya menunjukkan kualitas kerja yang sangat membanggakan,” tegas Arif. Penganugerahan ini semakin meriah dengan diumumkannya 30 nominasi, dengan masing-masing 15 untuk setiap angkatan. Beberapa kategori yang diperebutkan antara lain Manajer Berbakat, Wartawan Berbakat, Fotografer Berbakat, Marketing Iklan Berbakat, Marketing Koran Berbakat, Berita Terbaik, Foto Terbaik, Judul Berita Terbaik, hingga Rubrik Terfavorit. Vivin Dwi Oktavia, salah satu mahasiswa Angkatan 2021, menyampaikan kesan dan harapannya terkait acara ini. “Kami sangat bangga dan bersyukur atas kesempatan belajar yang luar biasa ini. Prosesnya memang penuh tantangan, mulai dari peliputan hingga menyusun koran, tetapi hasilnya sungguh memuaskan. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan jurnalistik kami, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama dan manajemen waktu,” ujarnya. Vivin pun berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk angkatan-angkatan berikutnya. “Saya berharap tradisi ini tetap dijaga agar adik-adik kami juga bisa merasakan pengalaman yang sama. Selain itu, kami juga ingin agar karya jurnalistik mahasiswa UMM bisa semakin dikenal dan diapresiasi lebih luas,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PBI UMM telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi yang baik, mereka mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional dan bermutu tinggi. (*hd/fd)
Semangat Lestarikan Budaya Jawa, Mahasiswa PGSD FKIP UMM Persembahkan Pagelaran Seni

FKIP News – Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi kreativitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dalam menyelenggarakan pagelaran seni bertajuk “Gelar Karya Laksana Adiluhung Manunggal Ing Wirasa lan Wirama”, Rabu (14/01/2025). Acara yang mengusung tema “Nguri-nguri Budaya Jawa” ini melibatkan 158 mahasiswa PGSD yang tergabung dalam delapan kelompok penampil. Sebagai luaran mata kuliah, mahasiswa sukses menghasilkan berbagai pertunjukan seni mengintegrasikan berbagai elemen seni tradisional seperti karawitan, tari, dan tembang Jawa. Lebih dari itu, para mahasiswa juga menggali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk ditanamkan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya Program Studi PGSD FKIP UMM untuk mencetak pendidik yang tidak hanya berkompeten secara akademik tetapi juga memiliki kemampuan melestarikan budaya. Ketua Program Studi PGSD, Bustanol Arifin, S.Pd., mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menghidupkan kembali seni budaya Jawa. “Sebagai calon pendidik, kalian memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya. Melalui kegiatan ini, kalian menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna,” ujarnya. Dr. Arina Restian, M.Pd., selaku dosen pengampu, juga memberikan pandangannya tentang pentingnya seni budaya dalam pendidikan. “Pagelaran ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan kreativitas dengan nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan semacam ini tidak hanya mendukung pelestarian seni, tetapi juga menjadi modal bagi mahasiswa untuk menjadi guru yang mampu menginspirasi siswanya mencintai budaya Indonesia,” tuturnya. Dalam pagelaran ini, setiap kelompok menampilkan karya seni yang memadukan musik gamelan, gerakan tari, dan lantunan tembang. Dengan mengedepankan harmoni antara wirasa (rasa) dan wirama (irama), mahasiswa berhasil menciptakan suasana pertunjukan yang penuh makna. Kreativitas mereka tidak hanya terlihat dari penampilan, tetapi juga dalam pengelolaan cerita dan aransemen musik yang kaya akan nilai estetika. Kegiatan ini ditutup dengan penganugerahan kepada kelompok dan individu yang menunjukkan performa terbaik dalam sebelas kategori, di antaranya Juara 1, Juara 2, Juara 3, Bonang Terbaik, Balungan Terbaik, Tembangan Terbaik, Gendang Terbaik, Aransemen Musik Terbaik, Alur Cerita Terbaik, dan Artistik Terbaik. Tahun ini, Kelas C mendominasi penghargaan dengan memenangkan empat kategori sekaligus, menunjukkan dedikasi dan kerja keras mereka dalam mempersiapkan penampilan. Pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni budaya, tetapi juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, termasuk dalam dunia pendidikan. Mahasiswa PGSD FKIP UMM telah memberikan contoh nyata bagaimana seni budaya dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan, mencetak generasi yang kritis sekaligus mencintai warisan leluhur. (*fd)