Mengapresiasi Sang Pejuang Pandemi Lewat Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Puisi

Selasa, 21 April 2020 00:13 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tak dapat dipungkiri, sosok perempuan menjadi salah satu penggawa di masa pandemi Covid-19 ini. Bagaimana tidak, para tenagamedis, mulai dari dokter, perawat, hingga paramedis yang tak kenal waktu memberi pelayanan sepenuh hati untuk para pasien covid-19 didominasi oleh perempuan. Hantaman ekonomi yang berujung “perumahan” karyawan di sana-sini menuntut perempuan memutar otak lebih keras untuk mengelola keuangan keluarga agar dapur tetap mengepul. Belum lagi, kebijakan belajar dari rumah secara tidak langsung menyulap peran perempuan dari ibu rumah tangga menjadi sosok guru yang harus bisa mengajari anaknya apa saja sejalan dengan kurikulum yang belum tentu sudah dikuasainya. Mau tidak mau! Maka, tak berlebihan kiranya, jika mereka dicap sebagai sosok Kartini masa kini di tengah pandemi Covid-19 dewasa ini. Menyorot fenomena itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan Lomba Cipta Cerpen bertajuk “Perempuan-perempuan tangguh di Tengah Pandemi Covid-19” dalam rangka memperingati hari Kartini 2020. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut ini. Lomba Penulisan Cerpen Nasional Memperingati Hari Kartini Tak hanya itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang juga mengadakan Lomba Cipta Puisi #dirumahsaja dalam rangka hari puisi dan sekaligus mengambil bagian upaya sosialisasi social distancing untuk memutus rantai penularan covid-19. Adapun tema yang diangkat yaitu “Pertemuan dan Belenggu Pandemi (Physical Distancing selama Covid-19” dan “Surat untuk Pejuang Pandemi”. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut ini. Lomba Penulisan Puisi #dirumahsaja dalam Rangka Menyambut Hari Puisi Menariknya, hadiah yang ditawarkan tak hanya sebatas uang dan e-sertifikat. Sebanyak 50 karya terbaik dari masing- masing lomba akan dibukukan dalam sebuah antologi dan juara 1, juara 2, dan juara 3 akan mendapatkan tiket diterima di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tanpa tes. Hal ini sebagai wujud nyata apresiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang terhadap prestasi siswa terlebih prestasi itu sejalan dengan ghirah Program Studi. (*FP)
Mata Kuliah Kewirausahaan dan Botani Sukses Antarkan Andia Jadi Pengusaha Anggrek Beromzet Puluhan Juta

Rabu, 25 Maret 2020 13:03 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Di era modern ini, orang-orang berlomba mencari peluang untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan mengandalkan kreativitas yang dimilikinya. Beberapa orang memilih berbisnis di bidang kuliner, pakaian, tas, kosmetik, tidak terkecuali tanaman hias. Seperti yang dilakukan oleh alumni Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, Nandia Anindhita. Sukses berwirausaha anggrek sejak berstatus mahasiswa pada 2016, Nandia kini telah berhasil meraup omset Rp 25 juta setiap bulannya. Menurut penuturannya, ide usaha yang beralamat di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ini diperoleh dari berbagai kegiatan perkuliahan dan praktikum di kampusnya, khususnya mata kuliah Kewirausahaan serta Botani. “Jujur dulu saya tidak tahu banyak tentang bunga anggrek, bahkan bisa dibilang saya tidak suka bunga Anggrek. Saya juga enggak ada basic bercocok tanam sama sekali. Lalu tiba-tiba saat menempuh mata kuliah Kewirausahaan dan Botani saya diharuskan magang di nursery anggrek di Batu. Nah, semua berawal dari sana,” terangnya (24/03). Ya, saat magang di nursery anggrek, Nandia iseng mencoba peruntungan menjadi reseller Anggrek. Tak dinyana, hasil yang diperoleh cukup besar. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengajak kakaknya untuk ikut bersamanya berbisnis tanaman anggrek. Berbekal kedisiplinan dan ketekunan, dalam waktu singkat ia akhirnya berhasil mengumpulkan pundi-pundi dan membangun usahanya sendiri. Atas semua itu, Andia sangat bersyukur. Ia menyadari bahwa apa yang diperolehnya kini adalah buah dari pendidikan yang dienyamnya semasa S1. “Alhamdulillah, kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM membuat saya tidak hanya siap menjadi guru, tetapi juga siap berwirausaha. Terlebih menjelang lulus ada sertifikasi Kewirausahaan Industri dan berbagai pilihan lainnya,” ujar alumni yang sudah memiliki ratusan koleksi anggrek ini ketika diwawancara pada Selasa (24/03). Kompetensi kewirausahaan memang merupakan salah satu di antara lima keunggulan yang ditawarkan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Keempat keunggulan lainnya yakni kompetensi lesson study, kompetensi pengelolaan limbah cair, penelitian dan pengabdian di bidnag Biologi dan Pendidikan Biologi, serta internasionalisasi melalui kesempatan belajar di institusi pendidikan luar negeri. Untuk mencapai kompetensi tersebut, khususnya kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori tetapi juga praktik lapang. “Mata kuliah kewirausahaan memang membekali mahasiswa dengan kompetensi bagaimana memulai usaha, bagaimana memenangkan persaingan, bagaimana mengambil peluang, dan bagaimna bisa bertahan dalam tekanan. Mahasiswa diajarkan teori sekaligus praktik langsung, baik mandiri maupun di lembaga-lembaga yang sudah bekerja sama dengan UMM,” ujar Dr. Iin Hindun, M.Kes., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi (24/03). Lebih lanjut, Dr. Iin Hindun merasa bangga atas pencapaian yang diperoleh Nandia Anindhita. Ia berharap Andia bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi gengerasi penerusnya di Prodi Pendidikan Biologi. “Menurut saya Andia ini sangat luar biasa. Tidak hanya sekadar belajar, ia mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dari magang kuliah. Ia sudah bekerja sebelum lulus, sesuatu yang tidak mudah untuk dijalani. Namun, dengan kegigihannya, dia bisa. Dia juga sekaligus menciptakan lapangan kerja. Saya berharap adik-adik tingkatnya bisa menjadikan Andia sebagai inspirasi sehingga ada lebih banyak lagi pengusaha yang lahir dari kurikulum yang kami desain,” tutupnya. (*FP/Ik)
WISUDA UMM: 80% WISUDAWAN MATEMATIKA LULUS 3,5 TAHUN DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE MELALUI KISS

Sabtu, 29 Februari 2020 11:34 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG, Lulus dengan masa tempuh perkuliahan 7 semester tampaknya merupakan impian hampir semua mahasiswa. Meski tidak mudah, impian itu bukan hal yang mustahil. Hal ini yang dibuktikan 80% wisudawan Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang. Lewat Program KISS, singkatan dari Karya Ilmiah Setara Skripsi, wisudawan-wisudawati ini tidak hanya lulus 7 semester tetapi juga meraih predikat cumlaude pada gelar kelulusan wisuda periode I Tahun 2020 UMM, Sabtu (29/2). KISS merupakan karya ilmiah mahasiswa yang ekivalen atau yang disetarakan dengan skripsi. “Program KISS ini merupakan sebuah upaya untuk mengapresiasi kemampuan dan karya mahasiswa kita. Ini juga bentuk ikhtiar kita untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa kita lulus lebih cepat,” ungkap Dr. Moh. Mahfud Efendi, M.M. Ada tiga pilihan karya ilmiah yang dikategorikan sebagai karya ilmiah setara skripsi. Pertama yaitu artikel yang memperoleh LoA (Letter of Acceptance) pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 1, 2, atau 3 yang berafiliasi pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang. Selanjutnya, karya ilmiah berupa artikel yang memperoleh LoA (Letter of Acceptance) pada jurnal internasional terindeks (Copernicus, Scopus atau ISI Thomson) yang berafiliasi pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang. Artikel tersebut atas nama mahasiswa yang bersangkutan dan di bawah bimbingan dosen. Menariknya, kategori yang terakhir adalah artikel yang tidak berbasis jurnal. “Jadi mahasiswa yang memperoleh juara 1, 2, atau 3 di tingkat nasional atau internasional di bidang Pendidikan Matematika, misalnya PKM, LKTI, olimpiade, atau yang sejenisnya yang mengharumkan nama Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM juga termasuk dalam KISS ini. Tentu itu harus dibuktikan dengan sertifikat, piagam, atau sejenisnya. Nah, khusus yang ini, karena sudah memenangkan lomba, artikelnya tidak wajib dipublikasikan,” tambahnya. Mahasiswa menyambut gembira program KISS ini. Pasalnya, program KISS ini menjadi batu loncatan agar bisa lulus tanpa membuat skripsi. Oleh sebab itu, sebagian besar mahasiswa berbondong-bondong memanfaatkan program ini. Beberapa di antaranya adalah Tri Rahayu, Tikeu Yuaruan Nesitaf Sari, Dita Oktavihari, Ayu Maulinda W, Anggi Aprilia P, Rizky Yahya, Ayu Raihanah, dan Anggiana Puri Alianti. Rizky Yahya bahkan berhasil memperoleh IPK tertinggi, yaitu 3,94. Saat ditemui di kampus Rizky, sapaan akrabnya, mengungkapkan, “KISS merupakan program yang baru diterapkan tahun lalu, jadi masih sedikit yang ikut. Butuh niat dan ketekunan serta konsisten jika mengikutinya karena ada batas waktu untuk mengirimkan jurnal yang sudah ditulis pada jurnal nasional yang dituju. Maksimal semester 5 artikel sudah harus jadi dan dikirimkan ke jurnal,” Jum’at (28/02/2020). Selain itu, Rizky berpesan agar teman-teman yang ingin ikut KISS harus totalitas. “Kalau ragu sekalian mundur saja. Harus yakin 100%. Hasil urusan belakang yang penting sudah berusaha maksimal. Buatlah tulisan yang berkualitas karena jurnal yang kita tulis juga membawa nama baik UMM, terutama jurusan kita. Tidak perlu takut menjadi beda dari yang lain,” pungkasnya. (fp)
JADI DELEGASI UMM DI PIMNAS XXXI, DUA MAHASISWA FKIP UMM LULUS TANPA SKRIPSI

Sabtu, 29 Februari 2020 11:18 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG, Dini Anggita Sumantri dan Wulan Ria Anggarini mengukir sejarah baru di Prodi Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang. Pasalnya kedua mahasisiwi tersebut merupakan gelombang pertama yang lulus tanpa bersusah payah mengerjakan skripsi. Dini dan Wulan, sapaan akrab mereka, sempat menjadi sorotan pemberitaan pada 2018 berkat karya bertajuk “Aplikasi 1001 Majas” yang telah hadir di playstore dengan berbekal Surat pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia Nomor 000110913. Aplikasi berbasis android lahir atas kesadaran akan lekatnya gawai dalam kehidupan sehari-hari siswa dan belum optimalnya keterampilan siswa dalam menulis karya sastra. Tambahan pula, dewasa ini etika berbahasa dan penguasaan akan Bahasa baku juga mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Aplikasi 1001 Majas berisi penjelasan tentang jenis-jenis majas dan ragam Bahasa Indonesia. Menariknya, penjelasan ini dilengkapi dengan komik dan permainan. Berkat inovasi dalam PKM Karsa Cipta ini, Dini dan Wulan bersama satu mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM, Shodiq Imam Purnomo, menjadi satu-satunya tim PKM UMM yang berhasil melenggang ke PIMNAS XXXI yang dihelat di Universitas Negeri Yogyakarta. “Bukan hal yang mudah bagi kedua mahasiswa ini untuk bisa menghasilkan produk karsa cipta yang inovatif seperti ini. Mereka sudah mengharumkan nama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sehingga harus diberi apresiasi. Bentuk apresiasinya yaitu menyetarakannya dengan skripsi melalui program ekuivalensi,” terang Dr. Sugiarti, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (28/2/2020). Program Ekuivalensi Skripsi adalah program yang ditawarkan program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa sebagai pengganti skripsi. Setidaknya ada lima pilihan karya yang dapat dipilih mahasiswa sebagai pengganti skripsi yakni artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi Sinta atau jurnal internasional, artikel atau opini di media massa cetak nasional, karya sastra produktif (novel atau kumpulan cerpen), naskah drama beserta pementasannya, dan PKM yang lolos PIMNAS. Alhasil, Dini dan Wulan tidak hanya lulus tanpa skripsi tetapi juga akan menjadi bagian dari wisudawan dengan predikat cumlaude dengan masa studi 3,5 tahun pada gelar kelulusan periode I tahun 2020 Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu, 29 Februari 2020. Bahkan, Dini berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat Program Studi dengan IPK 3,74 yang diperolehnya. “Proses tidak akan menghianati hasil. Lakukan yang terbaik untuk membahagiakan orang tua,” kata Dini. Pasalnya mahasiswa yang berasal dari Kalimantan ini yang ditemui di Kampus, Jum’at (28/02/2020) memang tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang sudah diberikan padanya. Hal senada disampaikan Wulan pada kesempatan yang sama. Bagi Wulan, kata-kata orang tua adalah pelecut bagi dirinya agar tetap semangat dalam mengejar cita-cita. “Jangan pernah berhenti berkreasi! Di mana ada kemaun, di situ pasti ada jalan. Jangan berhati berharap karena harapan itulah yang nantinya akan membantu bangkit. Selalu ingat apa yang dikatakan orang tua!” pungkas Wulan. (*FP)
Mahasiswi FKIP Berprestasi : Raih Juara 2 Duta Anti Narkoba Se Kota Malang

Rabu, 24 April 2019 13:42 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seleksi Pemilihan Duta Anti Narkoba kota Malang 2019 diikuti 110 peserta dari berbagai Universitas dan sekolah se Malang Raya. Acara yang berlangsung sejak16 Maret 2019 itu diawali dengan Technical meetingdi Jl.Pandan Nomor 11 Klojen, KotaMalang untuk persiapan mengikuti tes tulis dan wawancara pada esok harinya. Mafadhotul Zuliatin mengungkapkan, terdapat serangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh peserta. Pertama, tes tulis yang digelar pada17 Maret 2019.Soal yang diujikan seputar Narkoba dan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta program yang yang dijalankan yaitu P4GN.Peserta yang lolos tes tersebut lanjut ke tes wawancara. Meskipun sempat merasa pesimis di tahap tes tulis dan wawancara karena lawan yang dihapai sudah kompeten dalam bidang tersebut, mahasiswa FKIP UMM itu tetap berusaha untuk tampil maksimal. “Tanpa di duga saya lolos dalam 30 besar dengan 20 besar putri dan 20 besar puta,” ujarnya. Lanjutnya, tahapan selanjutnya yaitu seleksi program kerja,dimana seleksi itumerupakan penyaringanuntuk masuk menjadi finalis Duta Anti Narkoba 2019. Seleksi dilakukan pada 18 Maret 2019 di kantor BNN Malang. Program kerja yang diusung Zuliatin berbasis aplikasi dengan sosialisasi dan konseling sebagai penunjangnya.Sasaran yang diambilnya yaitupelajar,mahasiswa,dan umum untuk ikut serta berkontribusi menjalankan program P4GN. Selain dilakukan seleksi program kerja,terdapatdeep intervew. Setelah itu di hari yang sama, terdapat pengumuman finalis di malamharinya.Peserta yang lolos pada tahapan itusudah tergolong dalam paguyuban Duta Anti Narkoba Kota Malang 2019. Kemudian dilakukan pembekalan untuk persiapan grand final. Pembekalan pertama mendatangkan pemateri dari BNN. Materi yang diberikan seputarBNN dan materipublic speaking disampaikan olehVista Education Malang. Karantina kedua dilakukan di Vista Eduction Malangdengan materi kepribadian, masalah narkoba, sikap,dan bagaimana cara menjadi public speakeryang baik, sertabeauty class. Selanjutnya seluruh finalis membuat video mengenai narkoba untuk mengisi waktu luang sebelum grand final. Terdapat pula latihan koreo untuk persiapan penampilan grand finaldi House of Fatima Child Center. Kemudian esok harinya,dilakukan tes urin di BNN dan berlanjut grand final di Universitas kanjuruhan Malangpada malam harinya. Pengumuman lima besar dilakukan dengan sistem terbuka. Caranya dengan memberikan pertanyaan ke peserta untuk menentukan pemenangnya. Bermodal niat dan tekat untuk memperbaiki moral bangsa dengan nilai-nilai pancasila untuk membangun Indonesiabebas dari narkoba, Zuliatin terpilih sebagai juara 2. “Saya sama sekali tidak menyangka menjadi 3 besar, karena masuk dalam paguyuban sudah luar biasa senangnya,” ujarnya.
Empat Tim PKM Prodi Matematika FKIP Lolos Pendanaan Ristekdikti

Jum’at, 12 April 2019 16:06 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Berangkat dari keinginan kampus dalam meningkatkan kualitas mahasiswanya melalui penulisan, UMM menggalakkan mahasiswanya untuk aktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti). Terbukti dengan keberhasilan tim dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berhasil mengantongi pendanaan PKM dari Ristekdikti tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak empat tim yang beranggotakan mahasiswa angkatan 2017 hingga 2015 itu berhasil meraih pendanaan dalam bidang PKM Karsa Cipta (PKM-KC) sebanyak satutim dan Pengabdian Masyarakat (PKM-M) sebanyak tigatim. Tim pertama yang diketuai oleh Riska Nur Rohma mahasiswi semester delapan program studi Pendidikan Matematika ini mengusung judul “Mantri Caino : Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Metode Computer Assisted Instruction Berbasis Etnomatematika” berkat keuletan para anggota dan bimbingan dari Agung Deddiliawan Ismail ide ini bisa menjadi salah satu dari beberapa PKM-KC yang lolos pendanaan dari Ristekdikti. Berbeda dengan tim pertama, Ayu Maulinda Widiawati mahasiswi semester enam dari program studi Pendidikan Matematika memilih kategori PKM-M sebagai ide utama. Dengan bimbingan dari Siti Khoirulli Ummah selaku dosen pembimbing, tim kedua berhasil lolos pendanaan dengan mengusung judul “Pelatihan 4P dan Digital Marketing Strategy Melalui Produksi Anti-Aging Drink Bagi Pengangguran”. Masih dengan dosen pembimbing dan kategori PKM yang sama Siti Khoirulli Ummah berhasil membawa tim yang diketuai oleh Nisaul Azizah mahasiswi semester enam dari program studi Pendidikan Matematika mengusung judul “Pelatihan Digital Marketing Strategy of Blue Poisson Extraction Sebagai Pemberdayaan Istri Nelayan” sebagai tim ketiga dari prodi Pendidikan Matematika yang lolos pendanaan. Varla Pua Ibrahim sebagai ketua tim keempat sekaligus tim terakhir dari prodi Pendidikan Matematika yang lolos pendanaan mengusung judul “Peningkatan Air Bersih di Kecamatan Mamboro dengan Mesin Filterisasi Air Sederhana” berkat keuletan para anggota dan bimbingan dari Anis Farida Jamil, ide ini lolos sebagai salah satu dari beberapa PKM-M yang lolos pendanaan dari Ristekdikti.