Membanggakan! PPG FKIP UMM Raih Penghargaan Predikat Melampaui Standar Mutu Penyelenggaraan PPG

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi prestisius dengan meraih predikat “Melampaui Standar” sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024 berdasarkan hasil penjaminan mutu dosen dan tenaga kependidikan dan pemantauan dan Evaluasi penyelenggaraan PPG Tahun 2024. Penghargaan ini hanya diraih oleh 8 dari 130 LPTK penyelenggara PPG. Penghargaan ini diberikan oleh diberikan oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek pada kegiatan Simposium hasil Penjaminan Mutu PPG 2024, di Denpasar, Bali, (17/12/2024). Penghargaan ini menjadi wujud nyata dari kualitas dan dedikasi FKIP UMM dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mencetak guru profesional yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di era modern. Pasalnya, pada penghargaan ini, GTK Kemendikdasmen melakukan penilaian terdapat 4 komponen evaluasi penyelenggaraan PPG di LPTK, yaitu: Komponen Profil LPTK; Komponen Proses; Komponen Dosen dan Tenaga Kependidikan; dan Komponen Dampak PPG terhadap Profil Lulusan. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., menegaskan bahwa koordinasi antara dosen, guru pamong, tenaga kependidikan, dan admin IT menjadi kunci utama keberhasilan ini. “Kami memastikan seluruh elemen bekerja secara sinergis untuk mendukung proses pembelajaran. Kolaborasi yang erat antara dosen yang memberikan materi, guru pamong yang mendampingi praktik lapangan, dan admin IT yang memastikan teknologi berjalan lancar adalah pondasi kami. Pembelajaran PPG FKIP UMM bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses terpadu yang didukung teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal,” jelasnya. Ia juga menjelaskan bahwa proses pembelajaran PPG di UMM didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi, menciptakan pengalaman belajar yang integratif dan efisien. FKIP UMM berkomitmen melampaui standar kurikulum nasional PPG dengan menambahkan mata kuliah inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi. Salah satu contohnya adalah “Manajemen Media Pembelajaran Berbasis TIK,” yang membekali mahasiswa dengan keterampilan menciptakan media berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga eksplorasi Metaverse. “Untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi ini, FKIP UMM telah membangun ruang multimedia modern yang dilengkapi dengan Smart TV, perangkat podcast, dan fasilitas lainnya, memungkinkan mahasiswa berkreasi secara maksimal,” ungkapnya. Selain teknologi, FKIP UMM juga mempersiapkan mahasiswanya dengan wawasan global melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional. Pada Februari 2025, lima mahasiswa terpilih akan dikirim ke Thailand untuk mengajar di sekolah internasional, memberikan mereka pengalaman langsung menghadapi tantangan pendidikan global. Prof. Trisakti menutup dengan menegaskan pentingnya kesiapan guru Indonesia dalam menghadapi era globalisasi. Ia mengajak lulusan FKIP UMM untuk menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi dunia pendidikan Indonesia di tingkat internasional. “Kita harus memastikan bahwa guru-guru lulusan FKIP UMM siap menghadapi perubahan global. Jangan sampai kita tergeser oleh tenaga pengajar asing. Dengan teknologi dan wawasan internasional yang kita miliki, mari bersama menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” katanya. (*)
Kuatkan Kompetensi Penelitian Terintreagasi Teknologi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu

Dr. Cahyo Hasanudin, M.Pd. Memberikan Paparan Materi FKIP News—Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengadakan kuliah tamu dengan tema “Peluang Penelitian dalam Integrasi Teknologi: Identifikasi Area-area Penelitian yang Berfokus pada Aplikasi Teknologi Baru dalam Pendidikan”. Acara yang digelar pada Kamis (5/12/2024) di Aula BAU Lantai 2 UMM ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam penelitian berbasis teknologi modern, khususnya yang relevan dengan dunia pendidikan. Mengawali acara, hadirin disuguhkan penampilan LSO Sangkar Aksara yang membawakan dua musikalisasi puisi yang sangat mendalam, yakni Sajak Putih karya Chairil Anwar dan Kita karya Corrie Layun Rampan. Tim yang terdiri dari Rizqon, Dimas, Laras, Iin, Hana, dan Yuda ini menggabungkan puisi dengan lantunan musik yang harmonis, menciptakan suasana yang syahdu dan penuh makna. Acara dilanjutkan dengan sesi pematerian. Hadir sebagai pemateri, Dr. Cahyo Hasanudin, M.Pd., dosen IKIP PGRI Bojonegoro yang berpengalaman dalam penelitian eksternal dan pembimbingan UKM Riset dan Penalaran. Dalam pemaparannya, Dr. Cahyo mengupas berbagai aspek penting terkait peluang penelitian dalam integrasi teknologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality (AR), hingga pemanfaatan big data untuk analisis pendidikan. Beliau juga membahas strategi bagaimana peneliti muda, khususnya mahasiswa, dapat menggali ide-ide inovatif dan memanfaatkan tren teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam dunia pendidikan. “Teknologi adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Mahasiswa harus berani mencoba, bereksperimen, dan mengembangkan solusi melalui penelitian,” ujar Dr. Cahyo dalam sesi kuliah tamu tersebut. Selain diskusi teori, Dr. Cahyo juga membagikan pengalaman pribadinya dalam dunia penelitian, termasuk tips agar proposal penelitian dapat lolos pendanaan kompetitif seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Kunci utama adalah memahami kebutuhan masyarakat, menyesuaikan ide penelitian dengan tren teknologi terkini, dan menuliskannya dengan sistematis,” tambahnya. Dr. Cahyo juga memberikan sebuah quote yang menggugah smangat para peserta, “Jika hari ini engkau menulis, besok menulis, lusa menulis, tulat menulis, tubin menulis, maka tulisan itu tak akan pernah berarti, selama engkau tidak pernah mempublikasi”. Quote ini menekankan pentingnya mempublikasikan hasil penelitian agar dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kuliah tamu ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta. Salah satu mahasiswa yang hadir menyampaikan bahwa acara ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pendidikan bahasa Indonesia. “Sangat bermanfaat, terutama untuk mempersiapkan penelitian kami di masa depan,” ujar salah satu peserta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong mahasiswa agar menjadi generasi peneliti yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan global. Harapannya, kuliah tamu seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk menginspirasi lebih banyak mahasiswa. (*bi/ed:fd)

Selamat dan Sukses! PPG FKIP UMM Raih Penghargaan Predikat Melampaui Standar Mutu Penyelenggaraan PPG
Pesmaba Hari Ketiga FKIP UMM: Dorong Civitas Akademika Sensitif Isu Melawan Kekerasan Seksual

Mahasiswa Baru mengikuti Pesmaba Fakultas FKIP News—Mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengikuti kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) yang memasuki hari ketiga. Acara yang berlangsung pada 12 September 2024 dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB ini diisi dengan berbagai materi penting yang berfokus pada pengembangan karakter, pencegahan kekerasan seksual, pola pikir kritis, kewirausahaan, serta pengenalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Potential Mapping oleh UPT Bimbingan Konseling Sesi pertama dibuka oleh Hudaniah, S.Psi., M.Si., dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan Konseling UMM, yang membawakan materi bertajuk “Potential Mapping”. Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mahasiswa dapat mengenali potensi diri mereka sejak dini. Hudaniah menekankan pentingnya setiap individu untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri agar dapat mengarahkan minat dan bakat selama masa studi. “Dengan memahami potensi diri, mahasiswa dapat menentukan arah karier yang sesuai dengan kepribadian dan kompetensi mereka,” ungkapnya. Mahasiswa pun mendapat arahan tentang langkah-langkah praktis untuk memetakan potensi diri melalui program bimbingan kampus. Literasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual oleh Satgas PPKS UMM Sesi kedua diisi oleh Dr. Thatit Manon Andhini, M.Pd., dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UMM. Materi ini sangat penting, mengingat maraknya kekerasan seksual di berbagai institusi, termasuk di lingkungan pendidikan. Dalam paparannya, Dr. Thatit menjelaskan secara komprehensif definisi kekerasan seksual dan berbagai bentuknya, mulai dari pelecehan, kekerasan verbal, hingga kekerasan berbasis gender online. Ia juga memaparkan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan laporan kekerasan seksual di UMM, di mana mahasiswa yang menjadi korban diharapkan berani melapor dan mengumpulkan bukti pendukung. “Kerahasiaan korban akan kami jamin sepenuhnya,” tegasnya. Dr. Thatit mendorong setiap korban untuk melapor, karena ini merupakan langkah awal bagi Satgas PPKS untuk bertindak. Mahasiswa baru menyimak dengan penuh perhatian dan banyak yang terlibat dalam diskusi, menanyakan prosedur pelaporan serta langkah-langkah perlindungan yang dapat diambil jika mereka atau teman-temannya menghadapi situasi semacam ini. Program Kreativitas Mahasiswa oleh Tim Satgas FKIP Selain itu, Pesmaba hari ketiga juga diisi dengan materi tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Dr. Husama, M.Pd., sebagai perwakilan Tim Satgas FKIP. PKM merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam berbagai bidang. Dr. Husama menjelaskan berbagai jenis PKM yang dapat diikuti mahasiswa, mulai dari PKM-Penelitian, PKM-Kewirausahaan, hingga PKM-Pengabdian kepada Masyarakat. “PKM adalah wadah yang tepat untuk melatih kreativitas, inovasi, serta kemampuan bekerja dalam tim. Mahasiswa UMM selalu didorong untuk mengikuti program ini karena bisa menjadi ajang unjuk prestasi di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus untuk mendukung kreativitas mereka. Mengembangkan Pola Pikir Kritis dan Jiwa Kewirausahaan Sesi berikutnya diisi oleh Ode Rizqi Prabtama, S.Pd., M.Hum., seorang alumni FKIP yang kini sukses berkarier di bidang kewirausahaan dan pengembangan pendidikan. Materinya berjudul “Mengembangkan Pola Pikir Rasional Ilmiah dan Daya Kritis, serta Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa.” Ode Rizqi menjelaskan pentingnya *critical thinking* atau berpikir kritis sebagai salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. “Berpikir kritis akan membantu kalian dalam menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang lebih baik, baik di akademik maupun dalam dunia kerja,” ujarnya. Ia juga memberikan panduan tentang bagaimana mahasiswa bisa mengasah kemampuan berpikir kritis mereka dan menerapkannya dalam berwirausaha. Menurutnya, kewirausahaan tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga kemampuan berpikir kritis untuk melihat peluang dan tantangan. Materi ini sangat relevan bagi mahasiswa baru yang sedang merintis karier akademik dan ingin memanfaatkan peluang di masa depan. Seperti hari-hari sebelumnya, mahasiswa baru FKIP UMM menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti rangkaian acara Pesmaba. Setiap sesi diwarnai dengan diskusi interaktif. Dengan berakhirnya hari ketiga Pesmaba, diharapkan para maba FKIP UMM semakin siap menghadapi masa studi mereka dengan sikap yang kritis, kreatif, dan berani, terutama dalam menghadapi isu-isu penting seperti kekerasan seksual dan pengembangan potensi kewirausahaan. (*fd)
Pesmaba FKIP UMM Hari 2: Generasi Unggul Berkompetensi Literasi Digital

FKIP News—Pada Rabu, 11 September 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Berlangsung dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, seluruh mahasiswa baru (maba) FKIP mengikuti sesi demi sesi dengan penuh antusias Sistem Administrasi Keuangan dan Fasilitas Penunjang Materi pertama yang disampaikan oleh Wakil Dekan II FKIP, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menjelaskan secara detail tentang sistem administrasi keuangan dan berbagai fasilitas penunjang yang tersedia di UMM. Prof. Abdulkadir menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan fasilitas modern berbasis *resource sharing* yang dapat mendukung pencapaian prestasi akademik maupun nonakademik mahasiswa. “UMM memiliki sarana dan prasarana yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan potensinya, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dengan SDM yang berkualitas, baik dari kalangan dosen maupun tenaga pendidikan, kami berusaha menyediakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai prestasi terbaik,” ungkap Prof. Abdulkadir. Selain itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai sistem pendukung yang ada di FKIP, termasuk di dalamnya fasilitas laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga dan seni. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai berbagai layanan kampus yang dapat diakses oleh mahasiswa dalam menunjang proses belajar mereka. Sistem Pembinaan dan Organisasi Kemahasiswaan Materi kedua dibawakan oleh Wakil Dekan III, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., yang memaparkan mengenai sistem pembinaan kemahasiswaan, organisasi kemahasiswaan, dan peraturan disiplin mahasiswa di UMM. Dalam sesi ini, Bayu Hendro menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengikuti dan terlibat aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi bukan hanya menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, tetapi juga memperluas jaringan sosial dan meningkatkan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja. “Kami di UMM menganut prinsip ‘Tiada hari tanpa prestasi, tiada prestasi yang tak dihargai’. Setiap usaha dan dedikasi mahasiswa dalam mencapai prestasi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, akan mendapatkan penghargaan yang layak. Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam berbagai bidang lainnya,” ujar Bayu. Bayu juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu dalam mengikuti program-program internasionalisasi yang disediakan oleh UMM, seperti pertukaran pelajar, double degree, dan berbagai program lainnya yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global. Literasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0 Materi berikutnya yang sangat dinanti-nanti disampaikan oleh Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd., yang membahas mengenai pentingnya literasi digital dalam era Revolusi Industri 4.0. Dalam paparannya, Fauzi menjelaskan bahwa literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi lebih jauh lagi, kemampuan mencari, mengevaluasi, menggunakan, menyebarkan, dan menciptakan informasi dengan bijak melalui berbagai platform digital. “Di era yang serba digital ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Literasi digital tidak hanya membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, tetapi juga menjadi alat untuk mencerdaskan sesama dan menciptakan perubahan positif di masyarakat,” tegas Fauzi. Fauzi juga menyampaikan beberapa indikator penting dalam literasi digital, seperti kemampuan kritis dalam mengevaluasi informasi, pemahaman tentang hak cipta digital, serta etika dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, literasi digital yang baik akan mencegah penyebaran informasi yang salah atau hoaks, sekaligus mendorong terciptanya generasi yang lebih kritis dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Di akhir acara, mahasiswa baru juga diberikan penjelasan tambahan mengenai sistem laboratorium, perpustakaan, peran dan fungsi organisasi kemahasiswaan, serta pengenalan terhadap Ortom (Organisasi Otonom) di bawah naungan Muhammadiyah. Pesmaba kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga dapat memotivasi para maba untuk terus berprestasi dan memanfaatkan segala fasilitas serta pembinaan yang telah disediakan oleh FKIP UMM. Dengan materi yang komprehensif, Pesmaba FKIP UMM berhasil memberikan bekal awal yang penting bagi mahasiswa baru, baik dalam aspek akademik, kemahasiswaan, maupun penguasaan teknologi digital yang relevan di era modern. (*fd)
Pembukaan Pesmaba FKIP UMM 2024: Mempersiapkan Pendidik Masa Depan Berdaya Saing dan Peduli Lingkungan

Mahasiswa Baru FKIP UMM bersama Pimpinan Prodi dan Fakultas FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2024 yang berlangsung di Asrama UMM, Selasa (10/09/2024). Acara ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta nilai-nilai yang akan membentuk mereka menjadi calon pendidik masa depan yang unggul dan berdaya saing global. Pesmaba FKIP UMM dihadiri oleh pimpinan fakultas serta pejabat dari seluruh program studi di bawah naungan FKIP. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Trisakti menekankan pentingnya mahasiswa FKIP untuk tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. “Teknologi, menjadi alat yang sangat penting dalam pendidikan masa depan, namun harus digunakan secara bijaksana agar tetap mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Dalam pidatonya, Dekan FKIP juga menegaskan bahwa masa depan dunia pendidikan tidak hanya tentang bagaimana seorang pendidik mengajar, tetapi juga bagaimana mereka mampu menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar-mengajar dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan. Dekan mengajak mahasiswa baru untuk mulai memikirkan bagaimana mereka dapat berkontribusi secara positif dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap berinovasi di bidang pendidikan. Setelah sambutan dari Dekan, ketua panitia Pesmaba secara simbolis menyerahkan atribut Pesmaba kepada Dekan FKIP, yang menandakan resmi dimulainya rangkaian kegiatan Pesmaba FKIP 2024. Agenda selanjutnya adalah pengenalan para pejabat struktural di FKIP, mulai dari Dekanat hingga Ketua Program Studi (Kaprodi). Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat lebih mengenal para pemimpin yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan di FKIP UMM. Pada sesi ini juga dijelaskan secara detail visi dan misi FKIP UMM, yaitu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai pendidik yang berintegritas. Para mahasiswa diajak untuk aktif terlibat dalam kegiatan akademik dan non-akademik yang ditawarkan oleh FKIP, dengan tujuan membentuk pribadi yang holistik, kreatif, dan inovatif. Materi kedua yang disampaikan dalam Pesmaba FKIP hari pertama ini adalah penjelasan tentang peraturan akademik dan sistem pelayanan akademik di FKIP yang disampaikan oleh Wakil Dekan I, Dr. Sugiarti, M.Pd. Mahasiswa diberi pemahaman tentang pentingnya mengikuti aturan akademik untuk mencapai prestasi maksimal selama menjalani pendidikan di FKIP UMM. Dalam sesi ini juga dijelaskan berbagai program unggulan FKIP yang terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UMM PASTI, termasuk layanan penting seperti pengisian KRS (Kartu Rencana Studi), KSM (Kartu Studi Mahasiswa), dan KHS (Kartu Hasil Studi), serta peran Dosen Pembimbing Akademik (PA) dalam membantu mahasiswa merencanakan jalur studinya. FKIP UMM juga memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki fakultas ini. Salah satu yang menjadi kebanggaan adalah keberadaan Center of Excellence (CoE) Manajemen Sekolah Unggul dan Home Schooling, yang bekerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI). “Kerja sama ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa FKIP menjadi pendidik yang tidak hanya ahli di bidang pendidikan formal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan alternatif yang semakin berkembang di era digital,” ungkap Sugiarti Selain itu, FKIP UMM juga memiliki Pusat Studi Pengembangan dan Kebijakan Pendidikan (PSPKP), yang berfungsi sebagai wadah pengkajian berbagai problematika kebijakan pendidikan. Melalui PSPKP, mahasiswa dan dosen dapat terlibat dalam riset dan kajian yang berfokus pada isu-isu kebijakan pendidikan yang relevan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. FKIP UMM juga terus memperkuat kelembagaannya dengan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan untuk mendukung pencapaian visi dan misi fakultas, yaitu menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, FKIP UMM juga menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti P2KK (Program Pengembangan Kepribadian dan Karakter), Kepramukaan, Bela Negara, dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan soft skills yang akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja, sekaligus membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa kebangsaan. Dengan rangkaian kegiatan ini, Pesmaba FKIP UMM 2024 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga langkah awal dalam membentuk generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan teknologi yang bijak dan kepedulian terhadap lingkungan. (*fd)
Dekan FKIP UMM Diundang Khusus ke Forum Internasional G20 Interfaith dan PaRD 2024, Brazil

Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM (tiga dari kiri) bersama Para Pembicara IF20 FKIP News — Forum Interfaith G20 (IF20) dan Kemitraan Internasional tentang Agama dan Pembangunan Berkelanjutan (PaRD) menggelar Forum Tahunan Interfaith G20 dan PaRD 2024 tentang Agama dan Pembangunan Berkelanjutan. Forum ini akan menjadi platform penting untuk membahas berbagai topik kunci terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta reformasi tata kelola global. Dalam konteks ini, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, diundangan khusus untuk berpartisipasi dalam forum internasional yang diadakan di Brasilia, Brasil, dari 19 hingga 22 Agustus 2024. Undangan ini merupakan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi signifikan yang telah diberikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani dalam bidang pendidikan dan pengembangan berkelanjutan. Sebagai bagian dari forum ini, Prof. Dr. Trisakti Handayani akan bergabung dengan berbagai pemangku kepentingan internasional, termasuk pemimpin agama, akademisi, dan profesional dari berbagai sektor. Diskusi akan fokus pada beberapa isu utama, seperti memerangi kelaparan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan, serta mendalami tiga dimensi pembangunan berkelanjutan—ekonomi, sosial, dan lingkungan. Forum ini juga mengambil inspirasi dari tema G20 Brasil: “Building a Just World and a Sustainable Planet” yang sejalan dengan prioritas KTT G20 ke-19 yang dijadwalkan pada bulan November 2024 di Rio de Janeiro. Salah satu aspek menarik dari forum ini adalah kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi dalam merancang pernyataan dari pemimpin agama yang akan disampaikan pada acara Sosial G20 yang direncanakan. Ini merupakan kesempatan bagi Prof. Dr. Trisakti Handayani untuk berbagi pengalaman dan perspektif dari FKIP UMM dalam konteks global, serta untuk mempelajari praktik terbaik dari berbagai belahan dunia. Diwawancarai melalui pesan singkat, Prof. Dr. Trisakti Handayani menyampaikan rasa terhormat dan terima kasih atas undangan ini. “Saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam forum yang sangat penting ini. Forum ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan global yang berkelanjutan. Saya berharap dapat membagikan wawasan dari pengalaman FKIP UMM dan mempelajari praktik terbaik dari berbagai belahan dunia,” ungkapnya. Sebagai Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani akan membawa perspektif berharga dari institusi pendidikan tinggi di Indonesia, yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Keikutsertaan beliau dalam forum ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antara FKIP UMM dan komunitas internasional, tetapi juga mendukung upaya global untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Forum ini diharapkan akan menghasilkan dialog yang produktif dan solusi inovatif untuk tantangan global yang dihadapi saat ini. Kehadiran Prof. Dr. Trisakti Handayani di Brasilia diharapkan dapat memperkaya diskusi dan mendorong kolaborasi yang lebih luas antara sektor pendidikan, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan global dalam upaya bersama menuju masa depan yang lebih baik. (*fd)
FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi Kembali Raih Penghargaan Kinerja Anggaran Terbaik

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Program Studi Pendidikan Biologi berhasil meraih penghargaan pengelolaan terbaik tahun 2024. Penghargaan tersebut disampaikan dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-79 pada Sabtu (17/08/2024). Selain sertifikat penghargaan, mereka juga mendapatkan dana apresiasi. Dalam Surat Keputusan Rektor tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2024 UMM, Prodi Pendidikan Biologi meraih peringkat pertama sementara FKIP meraih peringkat ketiga. Penilaian melibatkan empat kriteria utama: struktur organisasi dan standar operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internal, serta temuan umum keuangan. Penilaian ini dilakukan melalui audit yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Internal (BPI) UMM. Ini merupakan kali ketiga bagi Prodi Pendidikan Biologi meraih peringkat pertama. Kaprodi Pendidikan Biologi menjelaskan bahwa kunci untuk mempertahankan capaian kinerja keuangan adalah linieritas dan akuntabilitas. Program studi telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan secara tertulis dan menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang harus dipatuhi dalam setiap pengeluaran. “Semua pengeluaran disesuaikan dengan SOP dan RAB. Jika ada perubahan, yang kadang diperlukan karena kondisi lapangan, kami selalu membuat adendum,” jelas Prof. Eko, sapaan akrabnya. Ia juga menambahkan bahwa bukti-bukti transaksi harus lengkap dan dikelola dengan baik oleh bendahara, Fendy Hardian Permana, M.Pd. Hasil audit keuangan menunjukkan bahwa Prodi Pendidikan Biologi menyertakan bukti transaksi secara lengkap dengan nomor urut yang sesuai dengan catatan rekapitulasi keuangan. Wakil Dekan II FKIP, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, menjelaskan pentingnya sistem pencatatan keuangan yang baik. Setiap penerimaan dana dari universitas dialokasikan sesuai jenis dana dan dicatat dalam aplikasi software pencatatan keuangan. “Salah satu hal yang diapresiasi adalah bahwa FKIP telah menerapkan sistem pencatatan secara terpisah sesuai jenis dana dengan menggunakan aplikasi software yang disediakan BPI,” kata Prof. Kadir. Prof. Kadir pun berharap pencapaian ini dapat memotivasi program studi lain di FKIP untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya. “Ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Prodi Pendidikan Biologi berhasil mempertahankan predikat ini tiga tahun berturut-turut. Semoga FKIP juga demikian dan capaian ini dapat menyemangati program studi lainnya,” tutupnya. (*fd)
Membanggakan, Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Raih Juara 1 Kelas Profesional Terbaik

FKIP News—Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih juara pertama dalam kategori Center of Excellence Kelas Professional Terbaik Tahun 2024. Pengumuman ini dilakukan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 yang berlangsung di helipad UMM pada tanggal 17 Agustus 2024. Penghargaan ini diumumkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Center of Excellence Nomor: E.2.a/47/COE-UMM/VI1/2024 tentang Penetapan Center of Excellence Kelas Professional Terbaik Tahun 2024. Surat keputusan ini mencerminkan pencapaian luar biasa yang diraih oleh CoE Entrepreneur Perbukuan dalam berbagai aspek penilaian. Penilaian untuk kategori ini mencakup berbagai indikator penting, antara lain jumlah peserta CoE, partisipasi peserta dari Kelompok Tenaga Kerja (KTW), serta jumlah Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang aktif. Selain itu, jumlah konten media sosial yang diposting, kepatuhan dalam pengumpulan laporan kemajuan, kelengkapan dokumen, dan hasil monitoring serta evaluasi laporan kemajuan tahun 2024 juga menjadi bagian dari penilaian. CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia memang telah memiliki basis kerja sama yang kuata dan luas. Berbagai penerbit ternama seperti Intan Pariwara, Sanggar Aksara, Bentang Pustaka, New Book Store (NBS), Intrans Publishing, dan Mata Kata Inspirasi menjadi mitra dalam program ini. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis melalui magang di penerbit-penerbit tersebut tetapi juga telah berhasil direkrut oleh beberapa perusahaan tersebut setelah menyelesaikan masa magang mereka. Kolaborasi ini telah memperkuat hubungan antara akademik dan industri, memberikan peluang berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka di dunia kerja nyata. Dalam penilaian ini, CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil menunjukkan pencapaian yang mengesankan di semua indikator tersebut. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tim, yang dipimpin oleh Eggy Fajar Andalas sebagai koordinator program. Eggy Fajar Andalas mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan dari semua pihak yang terlibat. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program,” ujarnya. Eggy menambahkan, pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melakukan inovasi. “Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus bekerja dengan semangat yang sama dan berusaha lebih keras lagi. Target dalam waktu dekat adalah menambah jejaring kerja sama dengan Publisher mayor nasional, sehingga mahasiswa punya lebih banyak pengalaman,” ungkapnya. Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si., juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Penghargaan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim CoE Entrepreneur Perbukuan. Kami berharap pencapaian ini akan memotivasi Center of Excellence lainnya di FKIP UMM untuk terus meningkatkan kinerja mereka,” katanya. Pencapaian ini membawa dampak positif bagi pengembangan lebih lanjut program serta kegiatan-kegiatan lainnya yang akan datang. Dengan dukungan yang terus-menerus dan semangat untuk berinovasi, CoE Entrepreneur Perbukuan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang perbukuan serta pendidikan bahasa Indonesia. Keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan. (*fd)
Yudisium Periode IV FKIP UMM: Transformasi Guru dalam Membangun Bangsa

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara yudisium periode IV Tahun 2024, (Kamis, 15/08/2024). Bertempat di Rayz Hotel UMM, acara ini menyatukan 233 peserta berbagai program studi di FKIP UMM dalam sebuah perayaan akademis yang penuh makna. Lulusan tersebut meliputi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 35 mahasiswa, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebanyak 10 mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 45 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 69 mahasiswa, Prodi Pendidikan Matematika sebanyak 30 mahasiswa, dan Prodi Pendidikan Biologi sebanyak 45 mahasiswa. Dalam acara tersebut, Annisa Ahlak dari Prodi PGSD diumumkan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.00. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen Annisa dalam menyelesaikan studinya dengan pencapaian akademik sempurna. Selain penghargaan untuk lulusan terbaik akademik, acara ini juga memberikan apresiasi kepada 47 lulusan terbaik nonakademik yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam berbagai bidang. Prestasi nonakademik ini meliputi publikasi ilmiah, penerbitan buku, perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, serta kejuaraan nasional dan internasional. Sebagai bagian dari acara, Radfan Faisal, S.Pd., seorang alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo, Jawa Timur, memberikan motivasi kepada para lulusan. Tema yudisium tahun ini adalah “Transformasi Diri dalam Membangun Bangsa,” yang menggambarkan fokus pada perubahan diri sebagai kunci untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menekankan bahwa abad ke-21 membawa tantangan yang memerlukan keterbukaan dan kualitas. “Kehidupan manusia saat ini mengalami perubahan fundamental, dan kita harus berorientasi pada kualitas dalam segala usaha dan hasil kerja. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas, yang hanya dapat dihasilkan oleh lembaga yang dikelola secara profesional,” ujar Prof. Trisakti. Beliau juga menyoroti pentingnya transformasi diri untuk mengatasi rasa takut, keraguan, dan pesimisme. Menurutnya, transformasi diri memungkinkan kita untuk keluar dari batasan-batasan yang telah kita ciptakan sendiri dan menemukan potensi tersembunyi yang dapat mengubah pola hidup kita. Paradigma baru sangat penting untuk menghadapi tantangan baru, seperti yang dinyatakan oleh Khun, seorang filsuf terkemuka di bidang pendidikan. Menghadapi tantangan dengan paradigma lama hanya akan mengarah pada kegagalan. Di samping itu, Prof. Trisakti juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi kehidupan global dan teknologi yang terus berkembang. “Mahasiswa yang hari ini di yudisium adalah generasi milenial yang dipersiapkan oleh FKIP UMM untuk memasuki kehidupan tanpa batas dan penuh ketidakpastian. Kalian dipersiapkan untuk menjadi calon guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan dengan optimis dan percaya diri,” kata Prof. Trisakti. Transformasi diri yang berbasis pada nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan, yang ditanamkan oleh FKIP UMM, menjadi bekal yang sangat kuat untuk merubah dunia. Dengan semangat ini, para lulusan diharapkan dapat menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun bangsa. Acara yudisium ini menandai akhir dari masa studi para lulusan dan juga awal dari perjalanan mereka dalam menghadapi tantangan di dunia profesional dan global. (*fd)