Penutupan Magang di Open University, Vietnam: Konjen Ho Chi Minh City Apresiasi CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM

FKIP News — Acara penutupan program magang CoE Diplomasi Bahasa yang berlangsung pada 13 Agustus 2024 di Open University, Vietnam, menandai akhir dari pengalaman berharga lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara dihadiri oleh Konjen Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, serta berbagai pejabat dari Open University, termasuk Dr. Le Nguyen Quoc Khang, perwakilan rektor, Lam Thi Anh Quyen, Kepala Fakultas Sosiologi, Pekerjaan Sosial, dan Studi Asia Tenggara, serta dosen dan mahasiswa dari Jurusan Studi Asia Tenggara. Turut hadir pula perwakilan dari CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM, Fida Pangesti dan para mahasiswa magang CoE. Program magang ini memberikan kesempatan bagi lima mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM untuk magang selama dua bulan, di mana mereka terlibat aktif dalam mengajar Bahasa Indonesia (BIPA) di Open University. Magang ini tidak hanya menjadi pengalaman akademis yang signifikan bagi para mahasiswa, tetapi juga merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara FKIP UMM dan Open University, serta memperluas pemahaman antar budaya antara Indonesia dan Vietnam. Konjen Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, memberikan sambutan yang penuh apresiasi terhadap program magang ini. Dalam pernyataannya, beliau menyatakan, “Program magang CoE Diplomasi Bahasa ini merupakan contoh nyata dari kerjasama internasional yang sukses dan saling menguntungkan. Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa FKIP UMM dan keberhasilan program ini dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Vietnam. Kami berharap ini menjadi langkah awal dari lebih banyak inisiatif kolaboratif di masa depan,” ungkapnya. Fida Pangesti, perwakilan dari CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Open University dan semua pihak yang telah terlibat dalam program ini. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berharga yang diberikan kepada mahasiswa kami. Program ini tidak hanya tentang magang, tetapi tentang bagaimana membangun hubungan yang kuat antara dua universitas, bahkan dua negara. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan menjaga keberlanjutan program agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar di masa depan,” ujar Fida Pangesti. Setelah acara resmi selesai, Pak Konjen mengundang para mahasiswa dan Fida Pangesti untuk minum kopi bersama. Dalam perbincangan santai tersebut, beliau ingin mendengar pengalamaan yang diperoleh para mahasiswa. Bella Mustika, salah satu mahasiswa yang mengikuti program magang, pun menyampaikan pengalamannya dengan penuh antusiasme. “Selama dua bulan magang di Open University, saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Tidak hanya dalam hal mengajar, tetapi juga dalam memahami budaya dan sistem pendidikan di Vietnam. Program ini benar-benar memperluas wawasan saya dan memberikan pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain. Karena itu, setelah lulus, saya ingin terus memperdalam BIPA dan berharap bisa kembali mengajar BIPA di luar negeri,” kata Bella. Mendengar cerita para mahasiswa, Pak Konjen pun memberikan wejangan untuk terus berusaha dan tidak menyerah. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan saya mendorong kalian semua untuk terus mengejar impian dan berusaha keras dalam setiap kesempatan yang ada. Terus pelajari hal baru, multidisipliner. Jangan biarkan rintangan menghalangi kalian,” pesan Pak Konjen kepada para mahasiswa. Program magang ini merupakan bagian dari inisiatif diplomasi bahasa yang lebih luas, yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama akademis dan budaya antara Indonesia dan negara-negara lain. Dengan dukungan dari Konjen Ho Chi Minh City dan pejabat Open University, diharapkan program ini akan terus berlanjut dan berkembang, memberikan kesempatan lebih banyak bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi dalam konteks internasional. (*fd)
FKIP UMM Raih Hibah Revitalisasi LPTK Tahun 2024

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperoleh hibah revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tahun 2024. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21 dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani MM, menjelaskan pendidikan abad 21 menuntut guru untuk memiliki kompetensi literasi digital serta kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, tata kelola LPTK harus diperkuat dan mengarah padaa pemenuhan kebutuhan tersebut. “Kualitas pendidikan di Indonesia harus terus ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan zaman. Dengan hibah revitalisasi ini, kami berharap dapat memperbaiki dan meningkatkan tata kelola serta layanan LPTK, serta memperkuat jejaring kerja sama yang ada. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa guru-guru kita siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21.” Revitalisasi LPTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pengembangan panduan, instrumen, dan dokumen terkait layanan PPG. Selain itu, fokus juga diberikan pada peningkatan kualitas dan kapabilitas penyelenggaraan pembelajaran mikro reflektif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta peningkatan kualitas dan kapabilitas pusat sumber belajar yang terintegrasi dengan TIK. Upaya ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang ada, termasuk belum optimalnya pembelajaran mikro reflektif dalam bidang studi tertentu serta kualitas sumber belajar yang belum memenuhi standar TIK. Prof. Trisakti menambahkan, tantangan dalam pendidikan tidak hanya terletak pada kualitas pengajaran, tetapi juga pada ketersediaan dan pengelolaan sumber belajar yang baik. “Hal itu mendorong kami untuk berfokus pada pengembangan panduan dan instrumen yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam proses pendidikan pada implementasi hibah ini,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, FKIP UMM akan melaksanakan berbagai kegiatan sebagai bagian dari revitalisasi ini. Beberapa kegiatan yang direncanakan meliputi lokakarya peningkatan kapasitas layanan melalui kerjasama dengan LPTK mitra, pelatihan penguatan sumber daya manusia LPTK mitra, bimbingan teknis penyelenggaraan pembelajaran mikro reflektif pada lingkungan kelas nyata, serta workshop penguatan layanan penyelenggaraan pembelajaran mikro reflektif berbasis TIK. Selain itu, akan ada pelatihan SDM pengelola pembelajaran mikro reflektif, lokakarya penyusunan panduan pusat sumber belajar terintegrasi TIK, serta pengembangan produk inovasi dan teknologi digital sebagai pusat sumber belajar. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui dan meningkatkan kualitas serta kapabilitas layanan LPTK, memfasilitasi inovasi dalam pembelajaran, dan mendukung pengembangan teknologi pendidikan. “Kami berharap kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan dengan baik dalam jangka waktu enam bulan ke depan, dan indikator ketercapaian yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan optimal. Ini adalah upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan guru-guru yang siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,” ujar Prof. Trisakti. FKIP UMM memang memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi tidak hanya dalam mencetak calon guru, tetapi mengembangkan kompetensi guru di Indonesia. Sejak tahun 2018, FKIP UMM telah ditunjuk sebagai penyelenggara PPG oleh Kemendikbudristek. PPG-FKIP UMM secara formal ditetapkan sebagai program studi berdasarkan SK Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 710/KPT/I/2018 untuk bidang studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama periode 2018-2024, program PPG ini telah meluluskan sebanyak 19.064 mahasiswa. Dengan adanya hibah revitalisasi ini, FKIP UMM berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan global, demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan efektif. (*fd)
FKIP UMM Raih Hibah sebagai Anggota Konsorsium Pendidikan Guru Indonesia-Australia (PGIA)

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih sebagai anggota Konsorsium Pendidikan Guru Indonesia-Australia (PGI-A). Keberhasilan UMM sebagai salah satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang proposalnya dinilai memenuhi syarat, menjadi cerminan komitmen dan reputasi FKIP UMM sebagai LPTK terkemuka dalam mengembangkan mutu pendidikan guru baik di tingkat nasional maupun internasional. Konsorsium PGI-A adalah inisiatif strategis yang mengedepankan kolaborasi antara institusi pendidikan di Indonesia dan Australia. Pendanaan konsorsium ini bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dana mandiri PT Indonesia dan Australia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia, serta berbagai sumber daya potensial lainnya. Dalam konsorsium ini, FKIP UMM akan berkolaborasi dengan lima universitas terkemuka di Australia, yaitu Western Sydney University, University of Adelaide, Deakin University, Central Queensland University, dan University of Newcastle. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani MM, menyatakan rasa Syukur atas terpilihnya FKIP UMM sebagai anggota konsorsium. Menurutnya, ini adalah langkah penting dalam memberi kontribusi terhadap dunia pendidikan dalam skala yang lebih besar. “Kami merasa sangat terhormat dan bersyukur. Ini adalah langkah besar bagi kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru di Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini tidak hanya akan membantu dalam mengembangkan kapasitas kelembagaan LPTK sebagai penyelenggara PPG yang menghasilkan calon guru yang profesional, tetapi juga memperkuat jejaring antara kedua negara dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ungkapnya. Prof. Trisakti menambahkan bahwa ada lima kegiatan utama yang akan diimplementasikan dalam konsorsium ini seperti menginisiasi program beasiswa untuk gelar S2 dan S3 bagi guru, praktisi pendidikan, dan dosen pendidikan guru, terutama dalam bidang-bidang penting seperti literasi, numerasi, pendidikan anak berkebutuhan khusus, kepemimpinan sekolah, serta lintas disiplin. Ada pula program non-gelar yang diusulkan termasuk micro credential, visiting scholar, dan post-doc berorientasi praktik, serta program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) untuk mahasiswa S1. Selanjutnya, konsorsium ini akan melaksanakan pengembangan kurikulum dan pembukaan kampus pendidikan guru di Indonesia. Kampus ini akan berfungsi sebagai pusat pengembangan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, serta pusat penelitian pendidikan dan program pascasarjana pendidikan atau pendidikan profesi. “Kelima inisiatif program yang akan diimplementasikan dalam skema jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan bagi pendidik di kedua negara,” tambahnya. Secara teknis, pelaksanaan kegiatan dalam konsorsium ini akan terbagi dalam tiga tahap utama. Pertama, pertemuan G20S yang akan dilaksanakan untuk membentuk National Steering Committee (NSC) yang terdiri dari perwakilan kedua negara bersama dengan koordinator dari LPTK dan institusi pendidikan guru di Australia. Kedua, pembentukana sekretariat konsorsium yang akan mengelola administrasi dan koordinasi kegiatan. Ketiga, pertemuan berkala akan diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun untuk memantau dan mengevaluasi kemajuan program. Dengan bergabungnya FKIP UMM dalam Konsorsium Pendidikan Guru Indonesia-Australia (PGIA), diharapkan akan terjadi kemajuan yang signifikan dalam kualitas pendidikan guru di kedua negara. Inisiatif ini menegaskan adanya upaya bersama dalam memajukan pendidikan dan menciptakan peluang yang lebih baik bagi para pendidik serta calon guru. Kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat hubungan akademis internasional, tetapi juga membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di tingkat global. (*fd)
Pagelaran Seni “Baswara Gumita Nuswantara” Mahasiswa PGSD FKIP UMM: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya Melalui Panggung Drama

FKIP News—Guna mewadahi kreativitas para mahasiswa, laboratorium KeSD-an PGSD Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Pagelaran seni “Baswara Gumita Nuswantara”, Selasa (16/07/2024). Pagelaran ini diikuti oleh mahasiswa PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2021 dan 2022. Dalam sambutannya, Ketua Prodi PGSD Bustanol Arifin M.Pd mengatakan, pagelaran ini diharapkan dapat menjadi medium untuk menggugah kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan seni di kalangan generasi muda. “Pagelaran ini mengangkat beragam cerita dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Harapannya, para mahasiswa menjadi lebih sadar akan pelestarian budaya tradisional,” ungkapnya. Ia pun mengapresiasi totalitas penampilan mahasiswa, mulai dari properti, kostum, hingga penampilan para peserta. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa PGSD adalah mahasiswa yang multitalenta. “Selain kompeten dalam bidang musik, tari, dan membatik, mereka juga terampil bermain drama. Talenta-talenta dan skill ini merupakan modal penting untuk menjadi guru SD profesional di masa depan,” ungkapnya. Terdapat tiga jenis pentas seni yang diselenggarakan, yaitu pentas seni drama Nusantara, pentas seni musik perkusi, dan terakhir pentas seni tari kreasi. Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2021 memberikan penampilan drama dari cerita rakyat Nusantara. Diantaranya adalah cerita rakyat dari Jawa Tengah yaitu “Joko Tarub dan 4 Bidadari”, cerita rakyat dari Riau yaitu cerita “Bawang Merah dan Bawang Putih”, kemudian ada pula cerita legendaris “Reog Ponorogo” yang merupakan cerita rakyat dari Ponorogo, Jawa Timur, serta banyak lagi cerita rakyat lainnya dari berbagai daerah Nusantara. Dari keseluruhan, ada total 8 penampilan drama yang dipertunjukkan oleh mahasiswa PGSD UMM angkatan 2021. Tidak tanggung-tanggung, ketika melakukan pentas, properti dan make up yang disajikan oleh mahasiswa begitu totalitas. Dimulai dari adanya gapura 3D yang terbuat dari kardus dan Styrofoam, tanaman dan pepohonan, hingga menggunakan barongan reog Ponorogo. Sebelumnya, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang sudah sering mengadakan kegiatan pagelaran sebagai luaran mata kuliah. Menurut Ibu Belinda Dewi Regina, M.Pd, dosen mata kuliah seni budaya, yang membedakan pagelaran ini dengan pagelaran sebelumnya terletak pada tema dan konsep yang dibawakan. “Tema yang dibawakan pada pagelaran Baswara Gumina Nuswantara ini bertemakan nusantara, yang artinya mahasiswa melakukan pentas dengan membawa cerita dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya. Ketua laboratorium ke-SD-an PGSD UMM, Ima Wahyu Putri Utami M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap akhir semester. Ia mengakau bangga atas keberlanjutan program ini. “Kami bangga kegiatan rutin ini masih terus berjalan dan kualitasnya semakin baik. Antusiasme juga tinggi yang dibuktikan dengan kehadiran para tamu undangan dan banyaknya sponsor yang berkontribusi seperti Saby Decoration, Nyalu Cafe, Perintis, Klinik Shoes, Pertashop Blitar dan Teater Jangkar. Semoga ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi untuk semua,” ungkapnya. (*pgsd/ed:fd)
Mahasiswa Prodi PGSD Tampil Memukau dalam Pagelaran Seni Musik Perkusi dan Tari Kreasi

FKIP News – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar pagelaran seni tahunan bertajuk “Baswara Gumita Nuswantara.” Acara ini berlangsung pada tanggal 16 Juli 2024, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 di kampus UMM dan menampilkan beragam seni musik perkusi serta tari kreasi yang memukau. Pagelaran seni ini dimainkan oleh mahasiswa PGSD UMM angkatan 2022. Mereka menampilkan jenis musik perkusi seperti drum dan gamelan yang dipadukan dengan gitar serta alat musik lainnya. Tak hanya itu, seni tari yang ditampilkan adalah jenis tari kreasi yang memadukan variasi gerak dan musik dari berbagai daerah di Nusantara. Belinda Dewi Regina, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Seni Budaya mengatakan, pagelaran seni tahunan ini bertujuan untuk menunjukkan hasil kreativitas mahasiswa dalam memodifikasi seni musik dan tari tradisional Indonesia. “Seni musik dan tari yang dimodifikasi secara mandiri oleh mahasiswa dengan menggabungkan ciri khas beberapa daerah Nusantara mampu menumbuhkan jiwa kreativitas serta menciptakan keindahan ekspresi seni tersendiri,” ungkapnya. Atas keberhasilan pertunjukan ini, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., selaku Kepala Laboratorium Ke-SD-an PGSD UMM, menyampaikan apresiasinya terhadap pagelaran ini. “Pagelaran seni ‘Baswara Gumita Nuswantara’ adalah bukti nyata dari kemampuan dan kreativitas mahasiswa PGSD UMM. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan bakat seni mereka, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang sangat dibutuhkan dalam profesi guru,” ujarnya. Ima menambahkan bahwa kemampuan untuk memodifikasi dan menciptakan sesuatu yang baru dari tradisi yang ada adalah salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh calon pendidik. Selain itu, Ima juga berharap bahwa pagelaran seni ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kreativitas mereka. “Saya berharap pagelaran ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas mereka dalam berbagai bidang. Kreativitas adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya. Pagelaran “Baswara Gumita Nuswantara” juga mendapat sambutan positif dari para penonton yang hadir. Mereka terkesan dengan kemampuan mahasiswa dalam memadukan berbagai elemen musik dan tari dari berbagai daerah, sehingga menciptakan pertunjukan yang unik dan menarik. Dengan suksesnya pagelaran seni “Baswara Gumita Nuswantara,” diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan setiap tahun, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka serta memperkaya khasanah seni dan budaya Indonesia. Pagelaran ini juga menunjukkan komitmen PGSD UMM dalam mendukung pengembangan potensi dan bakat mahasiswa, serta mempersiapkan mereka menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif. (*pgsd/ed:fd)
Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Prodi PPG Gelar Coaching dan Mentoring Skills PPL PPG Prajabatan 2023 dan 2024

FKIP News – Pengembangan kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan kunci penting dalam mencetak guru-guru yang profesional, siap menghadapi tantangan dinamis dalam dunia pendidikan, dan mampu menerapkan metode pengajaran inovatif serta teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kompetensi ini juga penting dalam rangka memastikan bahwa mereka tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan dan etika profesi yang tinggi, sehingga mampu membentuk generasi penerus yang berdaya saing global. Hal itu mendorong Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan kegiatan Coaching dan Mentoring Skills Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2023 dan 2024. Acara ini berlangsung selama satu hari di Theather DOME UMM pada Rabu, 17 Juli 2024, dengan diikuti oleh 515 mahasiswa dari 19 rombel PPG Prajabatan tahun akademik 2023 dan 2024. Kegiatan dibuka dengan Laporan Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes yang menekankan pentingnya program coaching dan mentoring dalam membekali mahasiswa PPG dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam praktik mengajar. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para calon guru agar siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan,” ungkapnya. Selanjutnya, para peserta mengikuti sharing session yang diawali oleh Dr. Basuki Agus Priyana Putra, M.Pd., yang membawakan tema “Membangun dan Mengembangkan Jejaring Pembelajaran: Best Practice Pelaksanaan PPL di Sekolah”. Dalam sesi ini, Dr. Basuki menjelaskan bahwa jejaring pembelajaran mencakup tiga aspek utama teoritis, regulatif, dan implementatif. “Jejaring pembelajaran tidak hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga tentang menciptakan sinergi antara berbagai komponen pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Malang itu. Dr. Basuki juga menggarisbawahi pentingnya strategi mengembangkan jejaring pembelajaran dengan memperhatikan titik pijak awal, menetapkan tujuan, orientasi komponen (diri, orang lain, dan lembaga/lingkungan), media jejaring pembelajaran, dan capaian hasil. Pendekatan ini, menurutnya, akan membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan produktif di lingkungan pendidikan. Selain sesi dari Dr. Basuki, acara ini juga menghadirkan berbagai materi dari pemateri internal UMM. Dr. Nurwidodo, M.Kes, membahas penyusunan modul ajar, sementara Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, memberikan materi tentang Etika Profesi Keguruan. Fahdian Rahmandani, M.Pd., menyampaikan implementasi kurikulum nasional dalam program PPG, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto meneguhkan karakter ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan strategi penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), diikuti oleh Dr. IIn Hindun, M.Kes, yang menjelaskan pelaksanaan PTK. Materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., yang membahas Guru Baru Indonesia yang Berdaya Saing Global. Dalam paparannya, Prof. Trisakti menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman yang cepat di bidang teknologi, sosial, dan lingkungan. “Mahasiswa PPG Prajabatan sebagai calon guru profesional harus memiliki keterampilan unggul agar dapat berdaya saing global. Kompetensi yang harus dikuasai antara lain adalah teknologi dan bahasa asing,” kata Prof. Trisakti. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, seperti Internet of Things, AR/VR, dan AI, serta fokus pada pencapaian kompetensi siswa di era Society 5.0. “Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain dalam mengatasi kompleksitas permasalahan dunia. Kita adalah warga negara global, global citizenship, yang harus siap berkontribusi,” tambah Prof. Trisakti. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Salah satunya, Kristiana, mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD beragama nonmuslim yang sangat terkesan dengan pelaksanaan PPG di UMM. “Meskipun saya minoritas, saya tidak merasa berbeda. Saya justru dirangkul seperti keluarga. UMM tidak hanya memberikan fasilitas dan kualitas pembelajaran PPG yang luar biasa, tetapi memberikan wajah toleransi yang sesungguhnya,” ungkapanya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa PPG Prajabatan UMM dapat menjadi guru yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. (*fd)
Reviewer RPL Nasional Apresiasi Kesiapan FKIP UMM Implementasikan Program RPL

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Workshop Pedoman RPL dan Assessment RPL sebagai bagian dari subkegiatan dalam implementasi hibah RPL yang diterima FKIP UMM. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang FKIP 614, pada Selasa (16/07/2024), dihadiri oleh dekanat FKIP, kaprodi dan sekprodi di lingkungan FKIP, PiC RPL di Biro Pendidikan dan Pengajaran, dan Tim Task Force Hibah RPL FKIP UMM. Semua peserta terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung sepanjang acara, menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dalam mensukseskan program RPL. Workshop ini menghadirkan pemateri utama, Prof. Dr. Wagiran, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus reviewer program RPL Nasional. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan 1 FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si., yang menggarisbawahi pentingnya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. “RPL merupakan upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi dan mendapat gelar S1. Itu adalah hak masyarakat dan sekaligus amanah Undang-Undang, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami bersyukur mendapatkan hibah RPL dan memohon arahan dari Prof. Wagiran agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Dr. Sugiarti dalam sambutannya. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan dari Tim Panduan RPL dan Panduan Akademik yang menjelaskan mekanisme dan prosedur yang harus diikuti dalam program RPL. Selanjutnya, Tim Assessment RPL memberikan paparan mengenai metode dan alat yang digunakan dalam proses penilaian RPL, memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Prof. Dr. Wagiran, dalam penyampaian hasil review, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja tim RPL FKIP UMM. “Dokumen dan sistem yang disiapkan oleh tim RPL FKIP UMM sudah sangat baik dan siap untuk diimplementasikan. Saya optimis RPL di UMM dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Prof. Wagiran. Selain itu, Prof. Wagiran juga menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam program RPL. “Kolaborasi yang baik antara unit di universitas, fakultas, dan prodi sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam proses RPL berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang diharapkan,” tambahnya. Kegiatan workshop ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut berdasarkan masukan dan saran yang diberikan oleh Prof. Wagiran. Diharapkan, implementasi program RPL di FKIP UMM dapat berjalan dengan efektif dan efisien, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas. Workshop ini bukan hanya menjadi ajang untuk memperdalam pemahaman tentang RPL, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kerjasama antara berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan merata. (*fd)
Tingkatkan Kompetensi Pembina Pramuka Dasar, 133 Mahasiswa Prodi PGSD Ikuti Kegiatan KMD
FKIP News—Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi 133 mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari, mulai dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2024, ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai Pembina Pramuka Dasar, yang mendukung mereka sebagai calon guru SD. Ketua pelaksana kegiatan ini, Dr. Ichsan Anshory, Amd, M.Pd, yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Kepramukaan, menyampaikan, KMD sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan dasar. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam kepramukaan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan oleh seorang guru,” ujar Dr. Ichsan. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap ruang yang berlangsung selama dua hari dan tahap lapang yang berlangsung selama tiga hari. Pada tahap ruang, peserta mendapatkan materi teoretis tentang kepramukaan dan teknik dasar pembinaan pramuka. Sedangkan pada tahap lapang, peserta diajak untuk langsung terjun ke lapangan dan mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan, seperti teknik mendirikan tenda, tali-temali, hingga simulasi kegiatan pramuka di alam terbuka. Bustanol Arifin, M.Pd, selaku Kaprodi PGSD, mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif dari mahasiswa. “Kegiatan KMD ini adalah langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi guru yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam membina karakter siswa melalui kegiatan kepramukaan. Ini sejalan dengan visi kita untuk mencetak guru SD yang berkualitas dan kompeten di berbagai aspek,” ungkap Bustanol. Muhammad Hanif Mufid Al Zuhdi, salah satu mahasiswa peserta KMD, mengungkapkan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan ini. “KMD ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain menambah pengetahuan tentang kepramukaan, saya juga belajar banyak tentang kerjasama, kepemimpinan, dan bagaimana mengelola kegiatan di alam terbuka. Ini adalah bekal yang sangat penting bagi kami sebagai calon guru,” kata Hanif, sapaan akrabnya. Selama lima hari pelaksanaan, berbagai kegiatan dilalui dengan penuh semangat oleh para peserta. Mulai dari kegiatan di kelas, diskusi kelompok, hingga praktik langsung di lapangan yang melibatkan berbagai aktivitas kepramukaan. Semua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan mendalam tentang kepramukaan dasar. Di akhir kegiatan, para peserta mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan KMD dan siap untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam kegiatan kepramukaan di sekolah masing-masing. Diharapkan, dengan kompetensi yang telah diperoleh, para mahasiswa PGSD FKIP UMM dapat menjadi Pembina Pramuka yang andal dan berkontribusi dalam membentuk karakter siswa di sekolah dasar. Dengan demikian, kegiatan KMD ini diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi para mahasiswa, tetapi juga bagi dunia pendidikan dasar secara keseluruhan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga semakin banyak calon guru yang kompeten dan siap mengabdikan diri di bidang pendidikan,” tutup Dr. Ichsan Anshory. (*fd)
Nor Hazlina Fazlyn, Lulusan Terbaik FKIP yang AKtif Publikasi Artikel Hingga Buku

FKIP News – Nor Hazlina Fazlyn, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menerbitkan buku bertajuk “Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar”. Prestasi ini tak lepas dari dedikasi serta semangatnya dalam menyelesaikan pendidikan sarjana dengan predikat terbaik. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, mengungkapkan rasa bangganya. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Nor Hazlina Fazlyn. Hazlina bukan hanya menunjukkan keunggulan dalam aspek akademik dengan IPK mencapai 3,99, tetapi juga berprestasi dalam kegiatan non-akademik seperti pertukaran mahasiswa Merdeka ke UHAMKA Jakarta, serta berhasil mempublikasikan jurnal edukatif dan buku inovatif tentang pendidikan abad 21 di SD,” ungkapnya. Bersamaan dengan itu, Kaprodi PGSD FKIP UMM, Bustanol Arifin, M.Pd., menambahkan, “Proses pencapaian ini tidaklah mudah. Nor Hazlina Fazlyn telah menunjukkan ketekunan dan semangat yang luar biasa selama perkuliahan. Dia berhasil menyeimbangkan antara akademik dan kehidupan pribadi, serta mengambil peran aktif dalam kegiatan organisasi dan komunitas kampus.” Mahasiswa asli Malang tersebut juga mengungkapkan rasa syukurnya dan sedikit memberikan motivasi. “Saya percaya bahwa untuk meraih masa depan yang cerah, kita harus memiliki tujuan yang jelas dan terus termotivasi. Sumber daya yang ada harus dimanfaatkan dengan baik, dan kehidupan harus seimbang,” ungkapnya. Selain itu, Hazlina sapaan akrabnya juga menceritakan proses penulisan buku yang berjudul “Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar”. “Dalam pengerjaan buku tersebut tentu prosesnya tidak singkat, harus melalui tahapan-tahapan samapai akhirnya bisa terbit. Buku yang saya tulis ini tidak hanya mencakup konsep dasar mengenai pendidikan abad 21, tetapi juga mengulas implementasi praktisnya di tingkat SD. Saya berharap buku ini dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP UMM. Tidak hanya itu, target ke depan ia berencana untuk melanjutkan studi S2 dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah. Semangat dan dedikasinya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk menggapai cita-cita yang tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat. Nor Hazlina Fazlyn juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada keluarga, dosen pembimbing, dan teman-teman yang telah memberikan dukungan serta motivasi dalam perjalanannya mencapai gelar sarjana pendidikan. “Terima kasih atas kasih sayang dan doa terus-menerus dari orangtua saya. Kepada semua dosen PGSD, terima kasih telah memberi ilmu pengetahuan dan dukungan penuh. Dan tak lupa kepada teman-teman, terima kasih atas semua persahabatan dan dukungan yang diberikan,” ucapnya. (*aff/ed:fd)
Produktif! Delapan Doktor Baru FKIP UMM Luncurkan Book Chapter Literasi dan Pembangunan Berkelanjutan

FKIP NEWS – Literasi memainkan peran krusial dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks dan perkembangan kebudayaan yang pesat. Hal ini menjadi dasar dari lahirnya book chapter yang ditulis oleh delapan orang doktor baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM). Mengangkat judul “Literasi: Urgensi dan Peran dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan,” buku ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya literasi dalam konteks modern dan perannya dalam pembangunan berkelanjutan. Dr. Husama, M.Pd., salah satu penulis sekaligus editor, menjelaskan bahwa literasi kini telah berevolusi dari sekadar kemampuan membaca dan menulis kini telah bertransformasi menjadi kemahiran dalam bidang tertentu seperti teknologi, seni, atau beragam disiplin ilmu lainnya. Literasi ini memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. “UNESCO telah menegaskan bahwa literasi memberdayakan dan membebaskan masyarakat. Jadi, selain sebagai bagian dari hak atas pendidikan, literasi juga meningkatkan taraf kehidupan dengan memperluas kemampuan yang pada gilirannya mengurangi kemiskinan, meningkatkan partisipasi dalam mengakses pekerjaan, dan kehidupan yang layak,” jelasnya. Di sisi lain, Dr. Nurwidodo, M.Kes menambahkan, dalam konteks pendidikan tinggi, dosen memiliki tanggung jawab yang besar dalam mempromosikan literasi. “Literasi harus menjadi gerakan, dan tugas ini menjadi kewajiban semua elemen bangsa, terutama sektor pendidikan,” kata Dr. Nurwidodo. “Dosen sebagai motor utama di perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggagas ide dalam disiplin ilmu mereka, memperluas akses, memastikan kohesivitas, dan mendorong kolaborasi untuk mengkampanyekan literasi,” imbuhnya. Secara umum, book chapter ini terdiri dari 8 bab yang merepresentasikan pemikiran 8 doktor baru yang dikukuhkan Mei lalu. Dr. Husama, M.Pd. dalam bab pertama menekankan pentingnya literasi dalam pendidikan untuk mencetak masyarakat literate. Dr. Agung Deddiliawan Ismail di bab kedua membahas inisiatif global meningkatkan literasi, serta tantangan yang dihadapi berbagai negara. Dr. Nurwidodo, M.Pd. di bab ketiga mengulas PISA, kondisi Indonesia, dan kebijakan literasi nasional dan internasional. Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd. di bab keempat membahas strategi peningkatan pembelajaran literasi, sedangkan Dr. Erna Yayuk, M.Pd. di bab kelima fokus pada dampak teknologi digital terhadap literasi. Beti Istanti Suwandayani di bab keenam menyoroti inovasi pendidikan dan literasi untuk masa depan inklusif. Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed di bab ketujuh mengaitkan pembelajaran Bahasa Inggris di TK dengan SDGs. Adapun Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd. di bab kedelapan memprediksi tantangan literasi di masa depan dengan fokus pada teknologi dan informasi melalui Systematic Literature Review (SLR) dan VOSviewer. Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan FKIP UMM, dalam sambutannya menyatakan bahwa peluncuran book chapter yang lahir dari pemikiran para doktor baru FKIP UMM mencerminkan kuatnya komitmen FKIP UMM dalam mendukung literasi. Para penulis, yang merupakan doktor baru di FKIP UMM, telah menyusun tulisan-tulisan yang berdasarkan pengalaman dan interest mereka selama ini. Mereka menghadirkan perspektif yang beragam, sehingga lebih holistik dan menarik untuk direnungi. Ia pun berharap, buku ini dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut bersama-sama mengembangkan literasi. “Saya berharap, melalui book chapter ini, para pembaca dapat terinspirasi dan termotivasi untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan literasi di lingkungan masing-masing. Selain itu, saya juga berharap karya ini dapat memperkaya khasanah literasi dan memberikan sumbangsih yang berharga bagi dunia pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ungkapnya. (*fd/hsm)