Inovatif! Mahasiswa FKIP UMM Rancang Aplikasi Penguatan Karakter Berbasis Keluarga

Minggu, 13 September 2020 10:20 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Foto: Asmaul Farida Azizi bersama Aplikasi Child In Angka kekerasan anak di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Grafik  keterlibatan anak dalam ranah hukum pun masih tinggi. Itu artinya, ada hak anak yang belum terpenuhi sehingga timbul penyimpangan pada anak dan/atau penyimpangan oleh anak. Permasalahan ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengoptimalkan peran keluarga dalam hal penguatan karakter anak. “Keluarga merupakan institusi sosial dengan sifat universal multifungsional, yaitu fungsi pengawasan, sosial, pendidikan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi. Fungsi tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkat kualitas karakter anak,” ungkap  Asmaul Farida Azizi, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang. Berangkat dari kegelisahan itu, Asmaul Farida Azizi bersama Alfi Khoiru An Nisa dan M. Bagas Prayoga, di bawah bimbingan Fida Pangesti, S.Pd., M.A., menggagas aplikasi penanaman karakter anak berbasis keluarga bernama Child In. Aplikasi Child In  berfokus pada tiga dari lima klaster yang ditentukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yaitu lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus. Aplikasi Child In ini memiliki enam fitur, yakni konsultasi, pengaduan, karakter literasi, info parenting, jadwal anak, serta wisata dan event budaya. Fitur konsultasi menyediakan layanan konsultasi untuk orang tua, fitur pengaduan menyediakan layanan pengaduan terhadap pelanggaran hak anak di sekitar pengguna aplikasi, fitur karakter literasi menyediakan bahan bacaan karakter yang disesuaikan dengan usia anak, fitur parenting menyediakan informasi-informasi pola asuh anak,  fitur jadwal anak menyediakan ruang bagi orang tua untuk membuat jadwal aktivitas anak, sedangkan fitur wisata dan event budaya menyediakan informasi objek wisata budaya dan kegiatan budaya di sekitar pengguna aplikasi. Menariknya, fitur-fitur yang ada langsung terhubung dengan pihak-pihak terkait sehingga layanan dan informasi yang diberikan benar-benar tepat. “Fitur konsultasi tersambung dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Jadi, para orang tua akan mendapatkan masukan-masukan atau bimbingan yang tepat tentang pola asuh anak. Fitur pengaduan terhubung dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehingga semua pengaduan pelanggaran hak anak akan teratasi dengan cepat dan tepat. Kemudian, fitur wisata budaya terhubung dengan dinas pariwisata,” sambung mahasiswa berprestasi yang tengah menempuh perkuliahan semester tujuh ini. Karya kreatif ini adalah salah satu karya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) jenis Karsa Cipta yang didanai oleh Dikti pada tahun 2020 ini. Melalui karya kreatif ini, diharapkan para orang tua mendapatkan medium yang andal dalam mengasuh putera-puterinya untuk menjadi generasi Indonesia yang berkarakter unggul. (*fid)

Gandeng Lafinus UGM, Prodi PPKn Gelar Pelatihan Inonvasi Pembelajaran Pancasila

Minggu, 09 Agustus 2020 11:14 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang bekerjasama dengan Lafinus Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menggelar webinar bertajuk “Pelatihan Inovasi Pembelajaran Pancasila Yang Menyenangkan Dan Bermakna”, Kamis (6/08/2020), via zoom meeting. Acara yang berlangsung pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.00 dan diikuti 100 peserta yang merupakan guru mata pelajaran PPKn tingkjat SMP dan SMA dibuka secara langsung oleh dekan FKIP UMM, Dr. Poncijari Wahyono, M.Kes. Dimoderator oleh Moh. Wahyu Kurniawan, S.Pd., M.Pd, acara terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama merupakan sesi materi oleh Prof. Dr. Kaelan, M.S dan Dr. Trisakti Handayani, M.M. Prof. Dr. Kaelan, M.S secara khusus mengkaji tentang substansi atau keilmuan Pancasila. Disebutkan dalam paparannya, Pancasila merupakan dasar negara atau philosofische grondslag yang bersumber dari nilai, adat istiadat, kebudayaan, dan agama. Selain sebagai dasar negara atau philosofische grondslag, Pancasila juga mempunyai kedudukan dan fungsi sebagai pandangan hidup bangsa atau way of life. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hokum. Oleh karenanya, merupakan hal yang fatal jika Pancasila dimasukkan dalam undang-undang. “Pancasila sebagai ideologi negara letaknya pada puncak tertinggi. Jadi tidak boleh jika dimasukkan dalam Undang-Undang,” terang Kaelan. Berbeda dengan Prof. Kaelan, Dr. Trisakti Handayani, M.M mengupas praktik pembelajaran Pancasila. Melalui makalah berjudul “Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berorientasi Abad 21”, Trisakti membagikan strategi pengembangan pembelajaran Pancasila pada abad 21. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah merubah paradigma tentang pembelajaran Pancasila yang membosankan menjadi pembelajaran Pancasila yang menyengkan. Cara yang harus dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru mulai dari kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Selain itu, dalam pembelajaran guru juga harus menerapkan pendekatan TPACK, pembelajaran berbasis HOTS, dan menggunakan media-media pembelajaran yang berorientasi pada abad 21. “Guru saat ini juga harus menerapkan pendekatan TPACK, pembelajaran berbasis HOTS, dan menggunakan media-media pembelajaran yang berorientasi pada abad 21. Dengan begitu, guru Pendidikan Pancasila akan bisa memberikan pembelajran yang menyenangkan dan bermakna ke dalam kelas. Jadilah guru yang memesona, guru yang dirindukan!” ujar dosen senior Prodi Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UMM itu bersemangat. Pada sesi kedua, Dr. Heri Santoso, M.Hum dan Surono, M.A mengisi webinar memberikan pelatihan pembelajaran Pancasila. Kedua pemateri memberikan tips dan trik bagaimana agar pembelajaran Pancasila tidak terkesan “garing”. Para peserta pun mengikuti kegiatan hingga akhir dengan antusias. (*fid/ros/rif)

72 Dosen FKIP dan 54 Guru Pamong Ikuti Penyegaran PPG Dalam Jabatan 2020

Senin, 20 Juli 2020 23:30 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru FKIP UMM gelar seremonial pembukaan Penyegaran Bagi Calon Dosen dan Guru Pamong Angkatan 1 PPG dalam Jabatan Tahun 2020, Senin (20/07/20). Acara digelar melalui video conference dan disiarkan secara langsung di youtube channel FKIP UMM OFFICIAL. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Ketua Prodi PPG, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tahap persiapan dalam melaksanakan PPG Dalam Jabatan Angkatan I Tahun 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Agenda inidilaksanakan berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Inonesia Nomor: 2166/B2/GT/2020 sebagai bentuk persiapan pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang bertujuan untuk pembekalan dalam melaksanakan PPG Dalam Jabatan Angkatan I yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020,” ungkap Trisakti. Lebih lanjut, Trisakti mengungkapkan, ada 72 dosen dan 54 guru pamong dari sekolah mitra FKIP pada bidang studi Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan PGSD yang menjadi peserta di kegiatan ini. Para peserta akan mengikuti program intensif selama 5 hari, 20—24 Juli 2020, secara daring. “Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari pada Seninsampai denganJumat, 20 sampai dengan 24 Juli 2020, secara daring melalui aplikasi video conference dan LMS,”tambah Trisakti. Dalam menjalani 5 hari dengan materi yang padat itu, dekan FKIP, Dr.Poncojari Wahyono, M.Kes. berpesan agar para peserta mengikuti kegiatan dengan serius tetapi santai sehingga semua peserta lulus dan secara resmi dinyatakan menjadi dosen dan guru pamong PPG. (*Sin)

Pakar Pendidikan Kewarganegaraan: Nurul Zuriah “PKn Berkemajuan Membentuk Indonesia Paripurna”

Selasa, 30 Juni 2020 20:00 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan   Kita Satu Kita Pancasila, Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UMM telah menjadi investasi yang sangat tepat bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. ”PPKn itu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidkkan dasar hingga Sekolah Menengah Atas, bahkan di Perguruan Tinggi mata kuliah ini masih diajarkan. Pentingnya Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di masa pandemi seperti ini akan membentuk smart and good citizen dengan membentuk sikap peduli sosial”, ujar Ibu Dr. Nurul Zuriah, M.Si dalam acara #PDKTFKIP Episode 3, (Senin, 29/06/2020). Program unggulan yang disandang oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yakni twinning program. Bagi mahasiswa yang ingin memperoleh dua gelar sekaligus yaitu S.Pd dan S.H dapat mengikuti program tersebut. Sedangkan Jargon PKn berkemajuan dikembangkan dari tag line UMM yaitu Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa. Konsep berkemajuan sebenarnya berasal dari muktamar ke 46 di Yogyakarta yaitu Gerakan Islam Berkemajuan. Jadi PKn berkemajuan adalah pengajaran PKn yang diinternalisasikan dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan atau AIK. Di akhir acara Nurul mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berkemajuan untuk bergabung di Prodi PPKn guna mengkaji secara bersama-sama tentang PKn berkemajuan menjadi sebuah paradigma baru untuk Indonesia yang berkemajuan. Indonesia yang berkemajuan adalah Indonesia yang paripurna. “Salam sehat dan bermartabat, PPKn UMM siap berjihat demi kemajuan umat. Mari bergabung bersama-sama!” tutupnya. (*Sin)

Tutup Ramadhan, Prodi Pendidikan Matematika Maraton 5 Webinar

Sabtu, 23 Mei 2020 13:04 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan serangkaian webinar, Selasa (19/05/20) hingga Jumat (22/05/20). Acara ini digelar dalam rangka merespon kondisi pembelajaran Matematika di masa pandemi dan sekaligus menutup ramadhan 1441 H. Meski dilakukan dalam 4 hari nonstop, para peserta tetap bersemangat. Terbukti, tak kurang dari 130 peserta terlibat secara aktif dalam setiap sesinya. “Sosiograph: Jalur Persahabatan dalam Kelas Matematika” menjadi pilihan tema pada hari pertama, Selasa (19/05/20). Di hadapan 220 peserta, Dr. Sri Adi Widodo, M.Pd. memaparkan ihwal Sosiograph dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran Matematika. “Sosiograph awalnya merupakan research untuk melihat jejaring di dunia IT, yaitu jaringan persahabatan pada dunia virtual. Ini kemudian saya terapkan dalam konteks pembelajaran Matematika. Dengan melihat jalur persahabatan pada kelas Matematika, sosiograph ini dapat digunakan oleh guru sebagai referensi dalam menentukan pembagian kelompok siswa/mahasiswa dan memilih metode pembelajaran yang tepat,” terang dosen Pendidikan Matematika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta itu. Mengangkat tema “Islamisasi Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika Daring yang Menarik”, Webinar hari kedua, Rabu (20/05/20), menghadirkan Muhammad Ammar Naufal, S.Pd, M.Ed. Dalam paparan awalnya, Ammar menegaskan, Matematika dan Islam adalah dua hal yang terikat satu sama lain. Hal itu kemudian dibuktikan dengan contoh-contoh yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadist. “Sebagai contoh hadis Bukhari dan Muslim, Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan. Barang siapa meminta kepada-Ku niscaya akan aku penuhi, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku niscaya aku ampuni’. Bagi seseorang yang tidak memahami matematika yaitu pecahan, dia tidak akan tahu kapankah sepertiga malam itu. Begitulah salah satu contoh bahwa matematika dan Islam itu berkaitan”, jelas kandidat PhD jurusan School of Education University Teknologi Malaysia itu bersemangat. Tak kalah menarik, webinar hari ketiga, Kamis (21/05/20), bertajuk “Kuliah Daring: Antara Tantangan dan Harapan”. Tema ini dibedah oleh Rahmatya Nurmeidina, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Sejalan dengan tema yang diangkat, Rahmatya mengurai pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 saat ini, mulai dari hasil penelitian tentang pembelajaran daring, tantangan pembelajaran daring, serta tips-tips pembelajaran daring yang kreatif dan menyenangkan. Para peserta pun menunjukkan antusiasme yang tinggi. Pasalnya, materi yang disajikan sesuai dengan pengalaman para peserta. “Ibu Tya mewakili perasaan kami sebagai mahasiswa bahwa pembelajaran daring ini menjadi tantangan tersendiri dan berharap dosen menggunakan video tentang materi pada pembelajaran sehingga membuat kami paham” tutur salah satu audience mahasiswa. Hari terakhir webinar, Jumat (22/05/20), seakan menjadi benang merah dari rangkaian Webinar ini. Pasalnya, tema yang diangkat dan pemateri yang dihadirkan tak main-main. Sesi pagi bertema “Meraih Fadhilah Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan” oleh Fajar Islami Human, S.Ag., dari majelis keilmuan PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Pakistan. Dalam kesempatan itu, Fajar menjelaskan amalan-amalan yang harus diperbanyak pada jelang tutup ramadhan kepada 150 peserta yang hadir secara virtual melalui Google Meet. Menurut Fajar, yang harus diperbanyak adalah istigfar dan taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Dan, yang paling utama adalah istiwamah dalam menjalankan amalan ramadhan pasca ramadhan. “Yang paling penting dari semua hal itu justru ketika ramadhan berlalu. Apakah kita bisa mempertahankan hal-hal baik selama ramadhan ini atau tidak? Tentu, harapannya kita bisa istiqamah”, tandasnya. Sementara itu, sesi sore mengangkat tema “Islam dan Matematika” oleh Fathu Rabbani, Lc., Sekretaris Majlis Tarjih Tajdid PCIM Mesir. Tema ini semakin menguatkan apa yang disampaikan Muhammad Ammar Naufal, S.Pd, M.Ed pada hari kedua Webinar. Fathu memberi beragam contoh teori Matematika yang termuat dalam ayat-ayat Al-Quran. Contoh-contoh tersebut beserta penjabarannya semakin menguatkan pemahaman peserta. Tak hanya pemahaman, rasa cinta pada Matematika pun semakin menguat. “Momen ramadhan ini kami pikir menjadi momen yang baik untuk memberi highlight bahwa Matematika dan Islam tidak bersifat dikotomis. Keduanya saling berkaitan dan kemudian dari Matematika inilah keimanan dan ketaqwaan kita semakin kokoh. Di samping itu, situasi pandemic covid-19 yang memberi tantangan luar biasa, baik bagi guru maupun siswa dalam konteks pembelajaran  Matematika ini juga harus direspon. Itulah alasan mengapa Islam dan Pembelajaran Matematika  menjadi dua ruh utama dalam Webinar ini. Dan kami bersyukur apa yang kami selenggarakan ini mendapat respon positif dari para peserta. Melalui diskusi-diskusi ini, saya berharap ada berbagai hal baik yang bisa mereka ambil,” pungkas Siti Khoiruli Ummah, M.Pd, ketua pelaksana webinar, di sela acara. (*FP)

Mengapresiasi Sang Pejuang Pandemi Lewat Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Puisi

Selasa, 21 April 2020 00:13 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tak dapat dipungkiri, sosok perempuan menjadi salah satu penggawa di masa pandemi Covid-19 ini. Bagaimana tidak, para tenagamedis, mulai dari dokter, perawat, hingga paramedis yang tak kenal waktu memberi pelayanan sepenuh hati untuk para pasien covid-19 didominasi oleh perempuan. Hantaman ekonomi yang berujung “perumahan” karyawan di sana-sini menuntut perempuan memutar otak lebih keras untuk mengelola keuangan keluarga agar dapur tetap mengepul. Belum lagi, kebijakan belajar dari rumah secara tidak langsung menyulap peran perempuan dari ibu rumah tangga menjadi sosok guru yang harus bisa mengajari anaknya apa saja sejalan dengan kurikulum yang belum tentu sudah dikuasainya. Mau tidak mau!  Maka, tak berlebihan kiranya, jika mereka dicap sebagai sosok Kartini masa kini di tengah pandemi Covid-19 dewasa ini. Menyorot fenomena itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan Lomba Cipta Cerpen bertajuk “Perempuan-perempuan tangguh di Tengah Pandemi Covid-19” dalam rangka memperingati hari Kartini 2020. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut ini. Lomba Penulisan Cerpen Nasional Memperingati Hari Kartini   Tak hanya itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang juga mengadakan Lomba Cipta Puisi #dirumahsaja dalam rangka hari puisi dan sekaligus mengambil bagian upaya sosialisasi social distancing untuk memutus rantai penularan covid-19. Adapun tema yang diangkat yaitu “Pertemuan dan Belenggu Pandemi (Physical Distancing selama Covid-19” dan “Surat untuk Pejuang Pandemi”. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut ini. Lomba Penulisan Puisi #dirumahsaja dalam Rangka Menyambut Hari Puisi Menariknya, hadiah yang ditawarkan tak hanya sebatas uang dan e-sertifikat. Sebanyak 50 karya terbaik dari masing- masing lomba akan dibukukan dalam sebuah antologi dan juara 1, juara 2, dan juara 3 akan mendapatkan tiket diterima di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tanpa tes. Hal ini sebagai wujud nyata apresiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang terhadap prestasi siswa terlebih prestasi itu sejalan dengan ghirah Program Studi. (*FP)

Mata Kuliah Kewirausahaan dan Botani Sukses Antarkan Andia Jadi Pengusaha Anggrek Beromzet Puluhan Juta

Rabu, 25 Maret 2020 13:03 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Di era modern ini, orang-orang berlomba mencari peluang untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan mengandalkan kreativitas yang dimilikinya. Beberapa orang memilih berbisnis di bidang kuliner, pakaian, tas, kosmetik, tidak terkecuali tanaman hias. Seperti yang dilakukan oleh alumni Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, Nandia Anindhita. Sukses berwirausaha anggrek sejak berstatus mahasiswa pada 2016, Nandia  kini telah berhasil meraup omset Rp 25 juta setiap bulannya. Menurut penuturannya, ide usaha yang beralamat di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ini diperoleh dari berbagai kegiatan perkuliahan dan praktikum di kampusnya, khususnya mata kuliah Kewirausahaan serta Botani. “Jujur dulu saya tidak tahu banyak tentang bunga anggrek, bahkan bisa dibilang saya tidak suka bunga Anggrek. Saya juga enggak ada basic bercocok tanam sama sekali. Lalu tiba-tiba saat menempuh mata kuliah Kewirausahaan dan Botani saya diharuskan magang di nursery anggrek di Batu. Nah, semua berawal dari sana,” terangnya (24/03). Ya, saat magang di nursery anggrek, Nandia iseng mencoba peruntungan menjadi reseller Anggrek. Tak dinyana, hasil yang diperoleh cukup besar. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengajak kakaknya untuk ikut bersamanya berbisnis tanaman anggrek. Berbekal kedisiplinan dan ketekunan, dalam waktu singkat ia akhirnya berhasil mengumpulkan pundi-pundi dan membangun usahanya sendiri. Atas semua itu, Andia sangat bersyukur. Ia menyadari bahwa apa yang diperolehnya kini adalah buah dari pendidikan yang dienyamnya semasa S1. “Alhamdulillah, kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM membuat saya tidak hanya siap menjadi guru, tetapi juga siap berwirausaha. Terlebih menjelang lulus ada sertifikasi Kewirausahaan Industri dan berbagai pilihan lainnya,” ujar alumni yang sudah memiliki ratusan koleksi anggrek ini ketika diwawancara pada Selasa (24/03). Kompetensi kewirausahaan memang merupakan salah satu di antara lima keunggulan yang ditawarkan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM. Keempat keunggulan lainnya yakni kompetensi lesson study, kompetensi pengelolaan limbah cair, penelitian dan pengabdian di bidnag Biologi dan Pendidikan Biologi, serta internasionalisasi melalui kesempatan belajar di institusi pendidikan luar negeri. Untuk mencapai kompetensi tersebut, khususnya kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori tetapi juga praktik lapang. “Mata kuliah kewirausahaan memang membekali mahasiswa dengan kompetensi bagaimana memulai usaha, bagaimana memenangkan persaingan, bagaimana mengambil peluang, dan bagaimna bisa bertahan dalam tekanan.  Mahasiswa diajarkan teori sekaligus praktik langsung, baik mandiri maupun di lembaga-lembaga yang sudah bekerja sama dengan UMM,” ujar Dr. Iin Hindun, M.Kes., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi (24/03). Lebih lanjut, Dr. Iin Hindun merasa bangga atas pencapaian yang diperoleh Nandia Anindhita. Ia berharap Andia bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi gengerasi penerusnya di Prodi Pendidikan Biologi. “Menurut saya Andia ini sangat luar biasa. Tidak hanya sekadar belajar, ia mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dari magang kuliah. Ia sudah bekerja sebelum lulus, sesuatu yang tidak mudah untuk dijalani. Namun, dengan kegigihannya, dia bisa. Dia juga sekaligus menciptakan lapangan kerja. Saya berharap adik-adik tingkatnya bisa menjadikan Andia sebagai inspirasi sehingga ada lebih banyak lagi pengusaha yang lahir dari kurikulum yang kami desain,” tutupnya. (*FP/Ik)

WISUDA UMM: 80% WISUDAWAN MATEMATIKA LULUS 3,5 TAHUN DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE MELALUI KISS

Sabtu, 29 Februari 2020 11:34 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG, Lulus dengan masa tempuh perkuliahan 7 semester tampaknya merupakan impian hampir semua mahasiswa. Meski tidak mudah, impian itu bukan hal yang mustahil. Hal ini yang dibuktikan 80% wisudawan Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang. Lewat Program KISS, singkatan dari Karya Ilmiah Setara Skripsi, wisudawan-wisudawati ini tidak hanya lulus 7 semester tetapi juga meraih predikat cumlaude pada gelar kelulusan wisuda periode I Tahun 2020 UMM, Sabtu (29/2). KISS merupakan karya ilmiah mahasiswa yang ekivalen atau yang disetarakan dengan skripsi. “Program KISS ini merupakan sebuah upaya untuk mengapresiasi kemampuan dan karya mahasiswa kita. Ini juga bentuk ikhtiar kita untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa kita lulus lebih cepat,” ungkap Dr. Moh. Mahfud Efendi, M.M. Ada tiga pilihan karya ilmiah yang dikategorikan sebagai karya ilmiah setara skripsi. Pertama yaitu artikel yang memperoleh LoA (Letter of Acceptance) pada jurnal nasional  terakreditasi SINTA 1, 2, atau 3 yang berafiliasi pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang. Selanjutnya, karya ilmiah berupa artikel yang memperoleh LoA (Letter of Acceptance) pada jurnal internasional terindeks (Copernicus, Scopus atau ISI Thomson) yang berafiliasi pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang. Artikel tersebut atas nama mahasiswa yang bersangkutan dan di bawah bimbingan dosen. Menariknya, kategori yang terakhir adalah artikel yang tidak berbasis jurnal.   “Jadi mahasiswa yang memperoleh juara 1, 2, atau 3 di tingkat nasional atau internasional di bidang Pendidikan Matematika, misalnya PKM, LKTI, olimpiade, atau yang sejenisnya yang mengharumkan nama Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM juga termasuk dalam KISS ini. Tentu itu harus dibuktikan dengan sertifikat, piagam, atau sejenisnya. Nah, khusus yang ini, karena sudah memenangkan lomba, artikelnya tidak wajib dipublikasikan,” tambahnya. Mahasiswa menyambut gembira program KISS ini. Pasalnya, program KISS ini menjadi batu loncatan agar bisa lulus tanpa membuat skripsi. Oleh sebab itu, sebagian besar mahasiswa berbondong-bondong memanfaatkan program ini. Beberapa di antaranya adalah Tri Rahayu, Tikeu Yuaruan Nesitaf Sari, Dita Oktavihari, Ayu Maulinda W, Anggi Aprilia P, Rizky Yahya, Ayu Raihanah, dan Anggiana Puri Alianti. Rizky Yahya bahkan berhasil memperoleh IPK tertinggi, yaitu 3,94. Saat ditemui di kampus Rizky, sapaan akrabnya, mengungkapkan, “KISS merupakan program yang baru diterapkan tahun lalu, jadi masih sedikit yang ikut. Butuh niat dan ketekunan serta konsisten jika mengikutinya karena ada batas waktu untuk mengirimkan jurnal yang sudah ditulis pada jurnal nasional yang dituju. Maksimal semester 5 artikel sudah harus jadi dan dikirimkan ke jurnal,” Jum’at (28/02/2020). Selain itu, Rizky berpesan agar teman-teman yang ingin ikut KISS harus totalitas. “Kalau ragu sekalian mundur saja. Harus yakin 100%. Hasil urusan belakang yang penting sudah berusaha maksimal. Buatlah tulisan yang berkualitas karena jurnal yang kita tulis juga membawa nama baik UMM, terutama jurusan kita. Tidak perlu takut menjadi beda dari yang lain,” pungkasnya. (fp)

JADI DELEGASI UMM DI PIMNAS XXXI, DUA MAHASISWA FKIP UMM LULUS TANPA SKRIPSI

Sabtu, 29 Februari 2020 11:18 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG, Dini Anggita Sumantri dan Wulan Ria Anggarini mengukir sejarah baru di Prodi Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang. Pasalnya kedua mahasisiwi tersebut merupakan gelombang pertama yang lulus tanpa bersusah payah mengerjakan skripsi. Dini dan Wulan, sapaan akrab mereka, sempat menjadi sorotan pemberitaan pada 2018 berkat karya bertajuk “Aplikasi 1001 Majas” yang telah hadir di playstore dengan berbekal Surat pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia Nomor 000110913. Aplikasi berbasis android lahir atas kesadaran akan lekatnya gawai dalam kehidupan sehari-hari siswa dan belum optimalnya keterampilan siswa dalam menulis karya sastra. Tambahan pula, dewasa ini etika berbahasa dan penguasaan akan Bahasa baku juga mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Aplikasi 1001 Majas berisi penjelasan tentang jenis-jenis majas dan ragam Bahasa Indonesia. Menariknya, penjelasan ini dilengkapi dengan komik dan permainan. Berkat inovasi dalam PKM Karsa Cipta ini, Dini dan Wulan bersama satu mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM, Shodiq Imam Purnomo, menjadi satu-satunya tim PKM UMM yang berhasil melenggang ke PIMNAS XXXI yang dihelat di Universitas Negeri Yogyakarta. “Bukan hal yang mudah bagi kedua mahasiswa ini untuk bisa menghasilkan produk karsa cipta yang inovatif seperti ini. Mereka sudah mengharumkan nama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sehingga harus diberi apresiasi. Bentuk apresiasinya yaitu menyetarakannya dengan skripsi melalui program ekuivalensi,” terang Dr. Sugiarti, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (28/2/2020). Program Ekuivalensi Skripsi adalah program yang ditawarkan program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa sebagai pengganti skripsi. Setidaknya ada lima pilihan karya yang dapat dipilih mahasiswa sebagai pengganti skripsi yakni artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi Sinta atau jurnal internasional, artikel atau opini di media massa cetak nasional, karya sastra produktif (novel atau kumpulan cerpen), naskah drama beserta pementasannya, dan PKM yang lolos PIMNAS. Alhasil, Dini dan Wulan tidak hanya lulus tanpa skripsi tetapi juga akan menjadi bagian dari wisudawan dengan predikat cumlaude dengan masa studi 3,5 tahun pada gelar kelulusan periode I tahun 2020 Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu, 29 Februari 2020. Bahkan, Dini berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat Program Studi dengan IPK 3,74 yang diperolehnya. “Proses tidak akan menghianati hasil. Lakukan yang terbaik untuk membahagiakan orang tua,”  kata Dini. Pasalnya mahasiswa yang berasal dari Kalimantan ini yang ditemui di Kampus, Jum’at (28/02/2020) memang tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang sudah diberikan padanya. Hal senada disampaikan Wulan pada kesempatan yang sama. Bagi Wulan, kata-kata orang tua adalah pelecut bagi dirinya agar tetap semangat dalam mengejar cita-cita. “Jangan pernah berhenti berkreasi! Di mana ada kemaun, di situ pasti ada jalan. Jangan berhati berharap karena harapan itulah yang nantinya akan membantu bangkit. Selalu ingat apa yang dikatakan orang tua!” pungkas Wulan. (*FP)

Mahasiswi FKIP Berprestasi : Raih Juara 2 Duta Anti Narkoba Se Kota Malang

Rabu, 24 April 2019 13:42 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan            Seleksi Pemilihan Duta Anti Narkoba kota Malang 2019 diikuti 110 peserta dari berbagai Universitas dan sekolah se Malang Raya. Acara yang berlangsung sejak16 Maret 2019 itu diawali dengan Technical meetingdi Jl.Pandan Nomor 11 Klojen, KotaMalang untuk persiapan mengikuti tes tulis dan wawancara pada esok harinya.             Mafadhotul Zuliatin mengungkapkan, terdapat serangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh peserta. Pertama, tes tulis yang digelar pada17 Maret 2019.Soal yang diujikan seputar Narkoba dan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta program yang yang dijalankan yaitu P4GN.Peserta yang lolos tes tersebut lanjut ke tes wawancara. Meskipun sempat merasa pesimis di tahap tes tulis dan wawancara karena lawan yang dihapai sudah kompeten dalam bidang tersebut, mahasiswa FKIP UMM itu tetap berusaha untuk tampil maksimal. “Tanpa di duga saya lolos dalam 30 besar dengan 20 besar putri dan 20 besar puta,” ujarnya.            Lanjutnya, tahapan selanjutnya yaitu seleksi program kerja,dimana seleksi itumerupakan penyaringanuntuk masuk menjadi finalis Duta Anti Narkoba 2019. Seleksi dilakukan pada 18 Maret 2019 di kantor BNN Malang. Program kerja yang diusung Zuliatin berbasis aplikasi dengan sosialisasi dan konseling sebagai penunjangnya.Sasaran yang diambilnya yaitupelajar,mahasiswa,dan umum untuk ikut serta berkontribusi menjalankan program P4GN.            Selain dilakukan seleksi program kerja,terdapatdeep intervew. Setelah itu di hari yang sama, terdapat pengumuman finalis di malamharinya.Peserta yang lolos pada tahapan itusudah tergolong dalam paguyuban Duta Anti Narkoba Kota Malang 2019. Kemudian dilakukan pembekalan untuk persiapan grand final. Pembekalan pertama mendatangkan pemateri dari BNN. Materi yang diberikan seputarBNN dan materipublic speaking disampaikan olehVista Education Malang.             Karantina kedua dilakukan di Vista Eduction Malangdengan materi kepribadian, masalah narkoba, sikap,dan bagaimana cara menjadi public speakeryang baik, sertabeauty class. Selanjutnya seluruh finalis membuat video mengenai narkoba untuk mengisi waktu luang sebelum grand final. Terdapat pula latihan koreo untuk persiapan penampilan grand finaldi House of Fatima Child Center.              Kemudian esok harinya,dilakukan tes urin di BNN dan berlanjut grand final di Universitas kanjuruhan Malangpada malam harinya. Pengumuman lima besar dilakukan dengan sistem terbuka. Caranya dengan memberikan pertanyaan ke peserta untuk menentukan pemenangnya. Bermodal niat dan tekat untuk memperbaiki moral bangsa dengan nilai-nilai pancasila untuk membangun Indonesiabebas dari narkoba, Zuliatin terpilih sebagai juara 2. “Saya sama sekali tidak menyangka menjadi 3 besar, karena masuk dalam paguyuban sudah luar biasa senangnya,” ujarnya.