Kuatkan Kompetensi Penelitian Terintreagasi Teknologi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu

Pimpinan STKIP Sumenep bersama Pimpinan FKIP UMM dan Prodi PPG FKIP UMM FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Sumenep, (Rabu, 18/12/2024), di Aula GKB 4 Lantai 9 UMM. Kunjungan ini diikuti oleh 256 mahasiswa Prodi PGSD dan 10 dosen STKIP PGRI Sumenep dan dikemas dalam acara Seminar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan tema “Urgensi PPG Calon Guru Prajabatan dalam Mengembangkan Karir Sebagai Tenaga Pendidik.” Tujuannya, para mahasiswa STKIP PGRI Sumenep semakin memahami pentingnya mengikuti program PPG sebagai langkah awal dalam mengembangkan karir sebagai tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing tinggi. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan I FKIP UMM, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., yang mengucapkan selamat datang kepada peserta dari STKIP PGRI Sumenep. Dalam sambutannya, Prof. Sugiarti menyampaikan bahwa peran guru sangat penting dalam pembangunan pendidikan bangsa, terutama di abad 21. “Guru dituntut untuk memiliki kualitas yang kreatif, inovatif, adaptif, dan profesional agar dapat menghadapi tantangan zaman. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi salah satu jalur utama untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya. Ia menambahkan, FKIP UMM, sebagai lembaga pendidikan yang unggul, telah memiliki pengalaman panjang dan menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang mendukung tercapainya tujuan untuk menciptakan guru profesional yang dapat mengembangkan potensi peserta didik. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua II STKIP PGRI Sumenep, Dr. Jamilah, M.Ag. Ia mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang hangat dan berharap para mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dan menginspirasi mereka untuk melanjutkan studi ke program PPG. “Kami memiliki alumni yang menempuh PPG di PPG FKIP UMM. Beberapa dosen kami juga alaumni UMM. Kami tahu betul bahwa FKIP UMM memiliki reputasi baik sebagai lembaga yang menghasilkan guru-guru berkualitas. Sehingga, kami membawa mahasiswa kami ke sini untuk belajar dan mendapatkan informasi secara langsung,” pungkasnya. Acara seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Iin Hindun, M.Kes., yang membahas mengenai “Urgensi PPG Calon Guru Prajabatan.” Dr. Iin menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia, diperkirakan pada tahun 2023 hingga 2030, kebutuhan guru akan mencapai 902.710 orang. Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan menghasilkan lulusan PPG Prajabatan. Lulusan PPG Prajabatan diharapkan dapat mengisi kekosongan kelas akibat pensiunnya guru-guru ASN (Aparatur Sipil Negara). Mereka juga akan mendapatkan afirmasi 100% untuk memenuhi kriteria menjadi Guru ASN. Sementara itu, guru yang sudah menjadi ASN juga diharuskan mengikuti program PPG agar dapat memenuhi kriteria sebagai guru profesional. “Visi dari program PPG Calon Guru adalah menciptakan keseimbangan antara kebutuhan jumlah guru dan pemenuhan kualitas guru sehingga layanan pendidikan dapat berjalan dengan baik. Hal ini penting demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang diharapkan dapat melahirkan peserta didik yang berkarakter, kompeten, dan berwawasan kebangsaan,” jelasnya. Ia pun memberikan penjelasan mendalam terkait mekanisme pendaftaran, kurikulum, struktur perkuliahan, mekanisme pelaksanaan perkuliahan PPG, hingga sistem evaluasi PPG. Setelah itu, Moch. Zainuri Amin, S.Pd., menambahkan paparan tentang sistem pelaksanaan PPG di FKIP UMM. Ia menjelaskan bahwa FKIP UMM telah mendapat predikat melampaui standar mutu pelaksanaan PPG yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu, FKIP UMM juga menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Umum Mitra Penyelenggara PPG Madrasah dengan kategori LPTK dengan capaian tertinggi kelulusan guru madrasah mapel umum pada tahun 2018-2022. “FKIP UMM selalu menjaga kualitas pendidikan dengan mengembangkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta menyediakan fasilitas pembelajaran yang lengkap, seperti kelas multimedia dan pusat sumber belajar. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Diklat Bela Negara, Kaderisasi Mahasiswa Dosen (KMD), dan berbagai kegiatan pendukung lainnya,” tegasnya. Selain seminar, dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FKIP UMM dan STKIP PGRI Sumenep mengenai pelaksanaan program PPG di masa mendatang. Dengan adanya MoU ini, diharapkan dapat mempererat kerja sama antara kedua lembaga dalam mencetak calon guru yang berkualitas dan siap mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia. (*fd)

Terima Kunjungan SMA Firdaus Negara Bali, FKIP UMM Jelaskan Prospek Keguruan di Masa Depan

SMA Firdaus Negara Bali Bersana Tim PMB UMM dan Tim FKIP UMM FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan siswa Firdaus Negara Bali, Selasa (17/12/2024). Rombongan yang terdiri dari 30 siswa didampingi 5 guru pendamping ini diterima dan mengikuti rangkaian acara di Aula GKB 4 Lantai 4 UMM. Sebelumnya, didampingi tim Humas UMM, para siswa diajak berkeliling kampus. Perwakilan SMA Firdaus Negara, Ahmad Rifki Ali, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada siswa-siswa kelas XII yang akan segera melanjutkan ke Pendidikan Tinggi. Selain itu, mereka akan terbuka wawasannya tentang berbagai kesempatan yang bisa mereka peroleh melalui pemilihan jurusan dan kampus yang tepat. “Kampus UMM sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Terkhusus, kami juga ingin anak-anak kami lebih terbuka wawasannya tentang profesi guru, terutama bagaimana prospeknya ke depan. Harapannya, mereka mendapat motivasi dan inspirasi,” tuturnya. Sementara Sekretaris UPT Penerimaan Mahasiswa Baru UMM, Achmad Muzakki, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya UMM sebagai tempat kunjungan. Ia pun menjelaskan profil dan berbagai program unggulan UMM yang didukung oleh jejaring dan unit bisnis yang kuat. UMM memiliki lebih dari 2.600 mitra dan 28unit bisnis yang menjadi medium bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan skill-nya. UMM juga memiliki berbagai program internasional. “Banyak kesempatan yang nanti bisa dimanfaatkan, salah satunya melalui beasiswa Erasmus+ Programme, yaitu program beasiswa pertukaran mahasiswa ke Eropa,” katanya. Acara dilanjutkan dengan sesi paparan Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM yang disampaikan oleh humas UMM, Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Mengawali paparan, Fida, begitu sapaan akrabnya, menegaskan tempat alasan utama untuk memilih profesi guru. “Di tengah perkembangan teknologi yang sedemikian hebat, yang membuat banyak profesi tergantikan oleh AI atau robot, guru adalah salah satu profesi yang tidak akan pernah tergantikan. Mengapa? Karena guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya teaching tetapi juga touching,” tuturnya tegas. Alasan lainnya, tambah Fida, adalah karena waktu pengembalian biaya pendidikan untuk jurusan keguruan adalah yang paling cepat di antara jurusan lainnya. Data Kemendikbudristek tahun 2022 juga menunjukkan bahwa Indonesia kekurangan 970.140 guru, yang artinya peluang kerjanya tinggi. Hal ini didukung pula dengan adanya program beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memfasilitasi pengembangan profesionalisme guru. FKIP UMM sendiri memiliki 7 program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bilogi, Pendidikan Matematika, PPKn, dan PGSD untuk jenjang S1, dan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk jenjang profesi. Semuanya telah terakreditasi Unggul. “Yang tidak kalah penting adalah bahwa semua Prodi telah memiliki Center of Excellence (CoE), program unggulan Prodi dalam upaya memastikan lulusan kami kompetensinya linier dengan kebutuhan industri. Ini adalah realisasi Program UMM Pasti UMM: Pasti lulus tepat waktu, pasti kerja, dan mandiri,” tambahnya. CoE ini yaitu Kelas Profesional Anggrek pada Prodi Pendidikan Biologi, Kelas Media dan Animasi Digital pada Prodi Pendidikan Matematika, English for Hospitality pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Editor dan Perbukuan pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Konsultan Pendidikan pada Prodi PGSD, dan Pemandu Wisata Digital pada Prodi PPKn. Di samping itu, semua Prodi di FKIP UMM juga memiliki program ekuvalensi skripsi. Mahasiswa memiliki pilihan untuk mengambil jalur skripsi atau jalur ekuivalensi. Misalnya, pada Prodi Matematika, program ekuivalensi dapat berupa publikasi jurnal, kejuaraan kompetisi nasional, dan PKM. “Ini adalah inovasi yang terus kami kembangkan untuk memastikan mahasiswa kami bisa lulus tepat waktu,” kata dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia itu. Dalam menyimak paparan ini, semua siswa terlihat antusias. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Salah satunya, pertanyaan dari Adinda tentang program magang CoE. Harapannya, ini menjadi langkah awal terjalinnya silaturahmi dan pintu awal bergabungnya para siswa menjadi bagian dari civitas akademika FKIP UMM. (*fd)

Kuatkan Kompetensi Penelitian Terintreagasi Teknologi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Kuliah Tamu

Dr. Cahyo Hasanudin, M.Pd. Memberikan Paparan Materi FKIP News—Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengadakan kuliah tamu dengan tema “Peluang Penelitian dalam Integrasi Teknologi: Identifikasi Area-area Penelitian yang Berfokus pada Aplikasi Teknologi Baru dalam Pendidikan”. Acara yang digelar pada Kamis (5/12/2024) di Aula BAU Lantai 2 UMM ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam penelitian berbasis teknologi modern, khususnya yang relevan dengan dunia pendidikan. Mengawali acara, hadirin disuguhkan penampilan LSO Sangkar Aksara yang membawakan dua musikalisasi puisi yang sangat mendalam, yakni Sajak Putih karya Chairil Anwar dan Kita karya Corrie Layun Rampan. Tim yang terdiri dari Rizqon, Dimas, Laras, Iin, Hana, dan Yuda ini menggabungkan puisi dengan lantunan musik yang harmonis, menciptakan suasana yang syahdu dan penuh makna. Acara dilanjutkan dengan sesi pematerian. Hadir sebagai pemateri, Dr. Cahyo Hasanudin, M.Pd., dosen  IKIP PGRI Bojonegoro  yang berpengalaman dalam penelitian eksternal dan pembimbingan UKM Riset dan Penalaran. Dalam pemaparannya, Dr. Cahyo mengupas berbagai aspek penting terkait peluang penelitian dalam integrasi teknologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality (AR), hingga pemanfaatan big data untuk analisis pendidikan. Beliau juga membahas strategi bagaimana peneliti muda, khususnya mahasiswa, dapat menggali ide-ide inovatif dan memanfaatkan tren teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam dunia pendidikan. “Teknologi adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Mahasiswa harus berani mencoba, bereksperimen, dan mengembangkan solusi melalui penelitian,” ujar Dr. Cahyo dalam sesi kuliah tamu tersebut. Selain diskusi teori, Dr. Cahyo juga membagikan pengalaman pribadinya dalam dunia penelitian, termasuk tips agar proposal penelitian dapat lolos pendanaan kompetitif seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Kunci utama adalah memahami kebutuhan masyarakat, menyesuaikan ide penelitian dengan tren teknologi terkini, dan menuliskannya dengan sistematis,” tambahnya. Dr. Cahyo juga memberikan sebuah quote yang menggugah smangat para peserta, “Jika hari ini engkau menulis, besok menulis, lusa menulis, tulat menulis, tubin menulis, maka tulisan itu tak akan pernah berarti, selama engkau tidak pernah mempublikasi”. Quote ini menekankan pentingnya mempublikasikan hasil penelitian agar dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kuliah tamu ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta. Salah satu mahasiswa yang hadir menyampaikan bahwa acara ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pendidikan bahasa Indonesia. “Sangat bermanfaat, terutama untuk mempersiapkan penelitian kami di masa depan,” ujar salah satu peserta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong mahasiswa agar menjadi generasi peneliti yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan global. Harapannya, kuliah tamu seperti ini dapat menjadi agenda rutin untuk menginspirasi lebih banyak mahasiswa. (*bi/ed:fd)

PPG FKIP UMM Gelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024

Para peserta berfoto bersama selepas acara FKIP News – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 di Mercure Hotel Malang, (Rabu, 18/12/2024). Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 ini diikuti oleh 217 peserta, yang terdiri dari berbagai bidang studi, antara lain Bahasa Indonesia (25 orang), Agribisnis Perikanan (34 orang), PGSD (131 orang), dan PPkn (27 orang). Tujuan dari pelaksanaan Diklat ini adalah untuk membekali para calon guru dengan wawasan kebhinekaan global serta mengembangkan pemahaman tentang pentingnya keragaman budaya, agama, dan latar belakang dalam pendidikan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para guru agar mampu menghadapi tantangan global dan menjadi penggerak dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, damai, dan produktif di era digital. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., membuka acara dengan pengarahan yang mengangkat tema “Guru Profesional yang Berwawasan Kebhinekaan Global.” Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru untuk mencapai visi Pendidikan Indonesia 2035, yakni membangun rakyat Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila. “Guru harus bisa menggerakkan bangsa. Kualitas pendidikan suatu bangsa bergantung pada kualitas guru, dan kualitas guru ditentukan oleh keinginan guru sendiri dalam meningkatkan kualitasnya,” ujar Prof. Trisakti. Ia juga menyatakan pentingnya pergeseran paradigma pendidikan, dari guru sebagai “learning material provider” menjadi “inspiring teacher” bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik dan memotivasi peserta didik untuk merdeka belajar. Oleh sebab itu, lanjutnya, guru harus memiliki kecakapan abad 21, yaitu kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM (kanan) memaparkan materi didampingi Wakil Dekan II Paparan materi juga diberikan oleh Ibnu Hajar, M.Pd., dalam sesi “Guru Profesional Bingkai Pluralisme.” Kebhinekaan global adalah konsep yang menekankan pentingnya menghormati dan merayakan keragaman budaya, agama, ras, dan latar belakang lainnya di era digital. Ia menyampaikan bahwa kebhinekaan global semakin penting di era digital yang semakin terhubung. “Kebhinekaan global membuka pintu untuk kolaborasi global, pertumbuhan pribadi, serta terciptanya perdamaian dan keharmonisan,” ujarnya alumni Prodi PPKn yang saat ini menjadi pengawas madrasah Kankemenag Sumenep sekaligus sastrawan dana budayawan Madura itu. Acara ini dilanjutkan dengan sharing session yang menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd. tentang Kebhinekaan Global, Dr. Arina Restian, M.Pd. mengenai Kebhinekaan Indonesia, Belinda Dewi Regina, M.Pd. tentang Keberagaman di Sekolah, Drs. Rohmada Widodo, M.Si. tentang Sekolah yang Damai, dan Fahdian Rahmandani, M.Pd. tentang Berdamai dengan Diri. Selain itu, diumumkan pula pemenang lomba esai dengan tema “Goresan Mahasiswa Calon Guru: Menjadi Guru Profesional yang Berbudi Pekerti dan Berwawasan Kebhinekaan Global.” Pemenang lomba ini adalah Mohamad Irgan Fatoni, Ainun Chifa, Aurila Patri Mahaeni, Rafelino Sutan Aghe, dan Nahdatul Kurnia. Pemenang lainnya adalah peserta teraktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Google Certified Educator yang berlangsung pada 14—15 Desember 2024 secara online, dan ujian luring di Kampus pada 16—17 Desember 2024. Pemenangnya adalah Amruliana Baliani Putri, Afiatul Nikmah, Ratrianing Tiyas Handayani, dan Mirza Madani. Salah seorang peserta, Mohamad Irgan Fatoni, memberikan testimoni mengenai pelaksanaan kegiatan ini. “Diklat ini memberikan wawasan baru tentang kebhinekaan dan bagaimana kita sebagai calon guru harus menjadi pribadi yang menginspirasi serta memahami pentingnya keberagaman di dalam pendidikan,” ujarnya. Dengan kegiatan ini, diharapkan para calon guru dapat semakin siap menjadi pendidik yang profesional, berwawasan kebhinekaan global, dan dapat mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman. (*fd)

Selamat dan Sukses! PPG FKIP UMM Raih Penghargaan Predikat Melampaui Standar Mutu Penyelenggaraan PPG

Monev Penjaminan Mutu PPG, Direktorat PPG Apresiasi Penyelenggaraan dan Fasilitas Multimedia Berbasis AR PPG FKIP UMM

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima apresiasi tinggi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjaminan Mutu serta Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa hingga Kamis (5-7/11/2024). Monev ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PPG serta mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia. Pada hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, yang menyambut hangat tim pemonev dari Direktorat PPG, serta para peserta kegiatan, termasuk Wakil Dekan FKIP, Kaprodi PPG, Tim Task Force PPG, perwakilan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni. Prof. Trisakti menyampaikan selamat datang kepada tim pemonev dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mendorong kualitas PPG FKIP UMM. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Vina dan Bu Riza. Selamat datang di FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam beberapa sesi ke depan, dosen, guru pamong, pengelola, mahasiswa, dan alumni kami akan bercerita bagaimana penyelenggaraan PPG di FKIP UMM. Kami bersyukur dan berterima kasih karena kesuksesan penyelenggaraan PPG di FKIP UMM tidak lepas dari dukungan dan partisipasi beliau-beliau ini,” pungkas dekan yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPG FKIP UMM itu. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menekankan pentingnya masukan dari Direktorat PPG untuk terus menyempurnakan implementasi program PPG agar memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah serta kebutuhan lapangan. “Kegiatan Monev ini sangat berharga bagi FKIP UMM untuk menerima masukan konstruktif yang akan memperkaya penyelenggaraan program PPG kami,” ujar Prof. Abdulkadir. Vina Maysari, S.T., perwakilan dari Direktorat PPG, menyampaikan program PPG nasional telah berhasil mengakomodasi program PPG untuk 589 ribu guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan tunjangan untuk guru yang telah lulus PPG, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap animo masyarakat untuk memilih profesi sebagai guru. Dalam rangkaian monev, dilakukan wawancara dengan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program PPG di FKIP UMM. Salah satu proyek yang menarik perhatian khusus adalah proyek kepemimpinan mahasiswa PPG yang bekerja sama dengan anak-anak di panti asuhan. Proyek ini mengajarkan anak-anak memanfaatkan pepaya menjadi produk bernilai seperti keripik pepaya, sampo dari biji pepaya, dan pelet ikan lele dari pepaya yang tidak layak konsumsi. Melalui proyek ini, mahasiswa PPG FKIP UMM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian pada anak-anak panti. Proyek ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa PPG dalam membangun keterampilan dan karakter anak-anak yang berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan. Karya mahasiswa lainnya yaitu pembuatan diffuser dari minyak jelantah, yang dihasilkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan konsep keberlanjutan. Vina Maysari, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek-proyek mahasiswa PPG yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan ini. “Produk-produk ini sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap proyek-proyek ini terus dikembangkan oleh mahasiswa meskipun masa studi mereka telah selesai, karena ini akan memberikan dampak positif jangka panjang,” ujar Vina Maysari. Setelah sesi wawancara, Vina Maysari bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang kelas multimedia PPG di FKIP UMM. Kelas ini dilengkapi teknologi augmented reality (AR) yang memberikan pengalaman pembelajaran berbeda bagi mahasiswa. Teknologi AR memungkinkan mahasiswa melakukan eksplorasi virtual ke berbagai lokasi di dunia. Dalam demonstrasinya, Vina mencoba langsung perangkat Oculus yang dimanfaatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis AR. Beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap fasilitas yang ada di FKIP UMM. “Fasilitas di FKIP UMM sangat memadai, lengkap dengan teknologi canggih yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Dengan AR, kita bisa ‘berkunjung’ ke berbagai tempat di dunia hanya dari ruang kelas. Ini tentu membuat mahasiswa lebih bersemangat dan tidak sempat merasa jenuh selama di kelas,” tutur Vina Maysari. Beliau menambahkan bahwa dukungan teknologi dan fasilitas di FKIP UMM mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang inovatif dan profesional. Hari kedua Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke SMPN 1 Pagak, bagian dari pemantauan langsung implementasi program PPG di sekolah mitra FKIP UMM. Kunjungan ini bertujuan melihat penerapan pembelajaran oleh alaumni PPG di kelas. Di SMPN 1 Pagak, alumni PPG FKIP UMM berkesempatan mempraktikkan ilmu dan metode pembelajaran yang telah dipelajari di kampus dengan bimbingan dosen dan guru pamong. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FKIP UMM menunjukkan kualitas dan keunggulan program PPG yang dikelola dengan baik serta didukung oleh fasilitas memadai. Vina Maysari menyampaikan harapannya agar FKIP UMM terus berinovasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme calon guru, terutama melalui metode pembelajaran yang kreatif dan berteknologi. “Kita semua berharap bahwa lulusan PPG dari FKIP UMM dapat menjadi guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif dan mampu membimbing generasi mendatang dengan cara-cara yang inovatif,” pungkasnya. (*fd)

Gandeng Forum Guru Muhammadiyah dan PDM Malang, Tim PkM FKIP UMM Latih Guru Terapkan Kurikulum Merdeka Berbasis Project Based Learning

Tim PPM FKIP UMM FKIP News—Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) bekerja sama dengan Forum Guru Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang mengadakan kegiatan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Project Base Learning (PBL), Kamis (3/10/2024). Acara yang digelar di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang ini mendapat sambutan luar biasa dari 50 peserta yang merupakan perwakilan dari lebih dari 20 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Malang.   Dalam sambutannya, Drs. Gigit Mujianto, M.Si selaku Ketua Tim PPM FKIP UMM menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan inovasi pembelajaran para guru, yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas mutu pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan inovasi pembelajaran yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas mutu pendidikan di lingkungan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah,” ujar Gigit Mujianto. Menurutnya, penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Project Base Learning menjadi salah satu langkah strategis untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, di mana mereka tidak hanya harus menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teori kepada para peserta, tetapi juga kemampuan praktis dalam merancang dan mengimplementasikan bahan ajar berbasis proyek. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya bahan ajar, modul ajar, dan video pembelajaran yang relevan dan inovatif, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di kelas. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus Tinus, M.Pd, sebagai Ketua Dikdasmen Kabupaten Malang juga menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka harus diterapkan dengan pemahaman yang komprehensif. “Hal ini penting agar pembelajaran yang berbasis proyek tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu melatih keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa,” ungkap Agus Tinus. Dr. Agus Tinus, M.Pd, Ketua Dikdasmen, menyampaikan sambutan Sebagai bentuk apresiasi kepada para guru yang berhasil menciptakan produk pembelajaran terbaik, Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang memberikan penghargaan kepada mereka yang menghasilkan bahan ajar, modul ajar, dan video pembelajaran terbaik selama pelatihan ini. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif selama sesi pelatihan berlangsung. Dengan keikutsertaan 50 guru dari lebih dari 20 sekolah Muhammadiyah, acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang, khususnya di bawah naungan Muhammadiyah. Pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Project Base Learning ini bukan hanya sebuah kegiatan sekali jalan, tetapi diharapkan mampu menumbuhkan budaya pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21 di kalangan para pendidik Muhammadiyah. (*)

Pesmaba Hari Ketiga FKIP UMM: Dorong Civitas Akademika Sensitif Isu Melawan Kekerasan Seksual

Mahasiswa Baru mengikuti Pesmaba Fakultas FKIP News—Mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengikuti kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) yang memasuki hari ketiga. Acara yang berlangsung pada 12 September 2024 dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB ini diisi dengan berbagai materi penting yang berfokus pada pengembangan karakter, pencegahan kekerasan seksual, pola pikir kritis, kewirausahaan, serta pengenalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Potential Mapping oleh UPT Bimbingan Konseling Sesi pertama dibuka oleh Hudaniah, S.Psi., M.Si., dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan Konseling UMM, yang membawakan materi bertajuk “Potential Mapping”. Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mahasiswa dapat mengenali potensi diri mereka sejak dini. Hudaniah menekankan pentingnya setiap individu untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri agar dapat mengarahkan minat dan bakat selama masa studi. “Dengan memahami potensi diri, mahasiswa dapat menentukan arah karier yang sesuai dengan kepribadian dan kompetensi mereka,” ungkapnya. Mahasiswa pun mendapat arahan tentang langkah-langkah praktis untuk memetakan potensi diri melalui program bimbingan kampus. Literasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual oleh Satgas PPKS UMM Sesi kedua diisi oleh Dr. Thatit Manon Andhini, M.Pd., dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UMM. Materi ini sangat penting, mengingat maraknya kekerasan seksual di berbagai institusi, termasuk di lingkungan pendidikan. Dalam paparannya, Dr. Thatit menjelaskan secara komprehensif definisi kekerasan seksual dan berbagai bentuknya, mulai dari pelecehan, kekerasan verbal, hingga kekerasan berbasis gender online. Ia juga memaparkan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan laporan kekerasan seksual di UMM, di mana mahasiswa yang menjadi korban diharapkan berani melapor dan mengumpulkan bukti pendukung. “Kerahasiaan korban akan kami jamin sepenuhnya,” tegasnya. Dr. Thatit mendorong setiap korban untuk melapor, karena ini merupakan langkah awal bagi Satgas PPKS untuk bertindak. Mahasiswa baru menyimak dengan penuh perhatian dan banyak yang terlibat dalam diskusi, menanyakan prosedur pelaporan serta langkah-langkah perlindungan yang dapat diambil jika mereka atau teman-temannya menghadapi situasi semacam ini. Program Kreativitas Mahasiswa oleh Tim Satgas FKIP Selain itu, Pesmaba hari ketiga juga diisi dengan materi tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Dr. Husama, M.Pd., sebagai perwakilan Tim Satgas FKIP. PKM merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam berbagai bidang. Dr. Husama menjelaskan berbagai jenis PKM yang dapat diikuti mahasiswa, mulai dari PKM-Penelitian, PKM-Kewirausahaan, hingga PKM-Pengabdian kepada Masyarakat. “PKM adalah wadah yang tepat untuk melatih kreativitas, inovasi, serta kemampuan bekerja dalam tim. Mahasiswa UMM selalu didorong untuk mengikuti program ini karena bisa menjadi ajang unjuk prestasi di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di kampus untuk mendukung kreativitas mereka. Mengembangkan Pola Pikir Kritis dan Jiwa Kewirausahaan Sesi berikutnya diisi oleh Ode Rizqi Prabtama, S.Pd., M.Hum., seorang alumni FKIP yang kini sukses berkarier di bidang kewirausahaan dan pengembangan pendidikan. Materinya berjudul “Mengembangkan Pola Pikir Rasional Ilmiah dan Daya Kritis, serta Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa.” Ode Rizqi menjelaskan pentingnya *critical thinking* atau berpikir kritis sebagai salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. “Berpikir kritis akan membantu kalian dalam menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang lebih baik, baik di akademik maupun dalam dunia kerja,” ujarnya. Ia juga memberikan panduan tentang bagaimana mahasiswa bisa mengasah kemampuan berpikir kritis mereka dan menerapkannya dalam berwirausaha. Menurutnya, kewirausahaan tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga kemampuan berpikir kritis untuk melihat peluang dan tantangan. Materi ini sangat relevan bagi mahasiswa baru yang sedang merintis karier akademik dan ingin memanfaatkan peluang di masa depan. Seperti hari-hari sebelumnya, mahasiswa baru FKIP UMM menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti rangkaian acara Pesmaba. Setiap sesi diwarnai dengan diskusi interaktif. Dengan berakhirnya hari ketiga Pesmaba, diharapkan para maba FKIP UMM semakin siap menghadapi masa studi mereka dengan sikap yang kritis, kreatif, dan berani, terutama dalam menghadapi isu-isu penting seperti kekerasan seksual dan pengembangan potensi kewirausahaan. (*fd)

Pesmaba FKIP UMM Hari 2: Generasi Unggul Berkompetensi Literasi Digital

FKIP News—Pada Rabu, 11 September 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Berlangsung dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, seluruh mahasiswa baru (maba) FKIP mengikuti sesi demi sesi dengan penuh antusias Sistem Administrasi Keuangan dan Fasilitas Penunjang Materi pertama yang disampaikan oleh Wakil Dekan II FKIP, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menjelaskan secara detail tentang sistem administrasi keuangan dan berbagai fasilitas penunjang yang tersedia di UMM. Prof. Abdulkadir menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan fasilitas modern berbasis *resource sharing* yang dapat mendukung pencapaian prestasi akademik maupun nonakademik mahasiswa. “UMM memiliki sarana dan prasarana yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan potensinya, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dengan SDM yang berkualitas, baik dari kalangan dosen maupun tenaga pendidikan, kami berusaha menyediakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai prestasi terbaik,” ungkap Prof. Abdulkadir. Selain itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai sistem pendukung yang ada di FKIP, termasuk di dalamnya fasilitas laboratorium, perpustakaan, hingga sarana olahraga dan seni. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai berbagai layanan kampus yang dapat diakses oleh mahasiswa dalam menunjang proses belajar mereka. Sistem Pembinaan dan Organisasi Kemahasiswaan Materi kedua dibawakan oleh Wakil Dekan III, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., yang memaparkan mengenai sistem pembinaan kemahasiswaan, organisasi kemahasiswaan, dan peraturan disiplin mahasiswa di UMM. Dalam sesi ini, Bayu Hendro menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengikuti dan terlibat aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi bukan hanya menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, tetapi juga memperluas jaringan sosial dan meningkatkan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja. “Kami di UMM menganut prinsip ‘Tiada hari tanpa prestasi, tiada prestasi yang tak dihargai’. Setiap usaha dan dedikasi mahasiswa dalam mencapai prestasi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, akan mendapatkan penghargaan yang layak. Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam berbagai bidang lainnya,” ujar Bayu. Bayu juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu dalam mengikuti program-program internasionalisasi yang disediakan oleh UMM, seperti pertukaran pelajar, double degree, dan berbagai program lainnya yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global. Literasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0 Materi berikutnya yang sangat dinanti-nanti disampaikan oleh Ahmad Fauzi, S.Pd., M.Pd., yang membahas mengenai pentingnya literasi digital dalam era Revolusi Industri 4.0. Dalam paparannya, Fauzi menjelaskan bahwa literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi lebih jauh lagi, kemampuan mencari, mengevaluasi, menggunakan, menyebarkan, dan menciptakan informasi dengan bijak melalui berbagai platform digital. “Di era yang serba digital ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Literasi digital tidak hanya membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, tetapi juga menjadi alat untuk mencerdaskan sesama dan menciptakan perubahan positif di masyarakat,” tegas Fauzi. Fauzi juga menyampaikan beberapa indikator penting dalam literasi digital, seperti kemampuan kritis dalam mengevaluasi informasi, pemahaman tentang hak cipta digital, serta etika dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, literasi digital yang baik akan mencegah penyebaran informasi yang salah atau hoaks, sekaligus mendorong terciptanya generasi yang lebih kritis dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Di akhir acara, mahasiswa baru juga diberikan penjelasan tambahan mengenai sistem laboratorium, perpustakaan, peran dan fungsi organisasi kemahasiswaan, serta pengenalan terhadap Ortom (Organisasi Otonom) di bawah naungan Muhammadiyah. Pesmaba kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga dapat memotivasi para maba untuk terus berprestasi dan memanfaatkan segala fasilitas serta pembinaan yang telah disediakan oleh FKIP UMM. Dengan materi yang komprehensif, Pesmaba FKIP UMM berhasil memberikan bekal awal yang penting bagi mahasiswa baru, baik dalam aspek akademik, kemahasiswaan, maupun penguasaan teknologi digital yang relevan di era modern. (*fd)

Pembukaan Pesmaba FKIP UMM 2024: Mempersiapkan Pendidik Masa Depan Berdaya Saing dan Peduli Lingkungan

Mahasiswa Baru FKIP UMM bersama Pimpinan Prodi dan Fakultas FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2024 yang berlangsung di Asrama UMM, Selasa (10/09/2024). Acara ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik serta nilai-nilai yang akan membentuk mereka menjadi calon pendidik masa depan yang unggul dan berdaya saing global. Pesmaba FKIP UMM dihadiri oleh pimpinan fakultas serta pejabat dari seluruh program studi di bawah naungan FKIP. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Trisakti menekankan pentingnya mahasiswa FKIP untuk tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. “Teknologi, menjadi alat yang sangat penting dalam pendidikan masa depan, namun harus digunakan secara bijaksana agar tetap mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Dalam pidatonya, Dekan FKIP juga menegaskan bahwa masa depan dunia pendidikan tidak hanya tentang bagaimana seorang pendidik mengajar, tetapi juga bagaimana mereka mampu menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar-mengajar dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan. Dekan mengajak mahasiswa baru untuk mulai memikirkan bagaimana mereka dapat berkontribusi secara positif dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap berinovasi di bidang pendidikan. Setelah sambutan dari Dekan, ketua panitia Pesmaba secara simbolis menyerahkan atribut Pesmaba kepada Dekan FKIP, yang menandakan resmi dimulainya rangkaian kegiatan Pesmaba FKIP 2024. Agenda selanjutnya adalah pengenalan para pejabat struktural di FKIP, mulai dari Dekanat hingga Ketua Program Studi (Kaprodi). Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat lebih mengenal para pemimpin yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan di FKIP UMM. Pada sesi ini juga dijelaskan secara detail visi dan misi FKIP UMM, yaitu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai pendidik yang berintegritas. Para mahasiswa diajak untuk aktif terlibat dalam kegiatan akademik dan non-akademik yang ditawarkan oleh FKIP, dengan tujuan membentuk pribadi yang holistik, kreatif, dan inovatif. Materi kedua yang disampaikan dalam Pesmaba FKIP hari pertama ini adalah penjelasan tentang peraturan akademik dan sistem pelayanan akademik di FKIP yang disampaikan oleh Wakil Dekan I, Dr. Sugiarti, M.Pd. Mahasiswa diberi pemahaman tentang pentingnya mengikuti aturan akademik untuk mencapai prestasi maksimal selama menjalani pendidikan di FKIP UMM. Dalam sesi ini juga dijelaskan berbagai program unggulan FKIP yang terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UMM PASTI, termasuk layanan penting seperti pengisian KRS (Kartu Rencana Studi), KSM (Kartu Studi Mahasiswa), dan KHS (Kartu Hasil Studi), serta peran Dosen Pembimbing Akademik (PA) dalam membantu mahasiswa merencanakan jalur studinya. FKIP UMM juga memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki fakultas ini. Salah satu yang menjadi kebanggaan adalah keberadaan Center of Excellence (CoE) Manajemen Sekolah Unggul dan Home Schooling, yang bekerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI). “Kerja sama ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa FKIP menjadi pendidik yang tidak hanya ahli di bidang pendidikan formal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan alternatif yang semakin berkembang di era digital,” ungkap Sugiarti Selain itu, FKIP UMM juga memiliki Pusat Studi Pengembangan dan Kebijakan Pendidikan (PSPKP), yang berfungsi sebagai wadah pengkajian berbagai problematika kebijakan pendidikan. Melalui PSPKP, mahasiswa dan dosen dapat terlibat dalam riset dan kajian yang berfokus pada isu-isu kebijakan pendidikan yang relevan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. FKIP UMM juga terus memperkuat kelembagaannya dengan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan untuk mendukung pencapaian visi dan misi fakultas, yaitu menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, FKIP UMM juga menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti P2KK (Program Pengembangan Kepribadian dan Karakter), Kepramukaan, Bela Negara, dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan soft skills yang akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja, sekaligus membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa kebangsaan. Dengan rangkaian kegiatan ini, Pesmaba FKIP UMM 2024 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga langkah awal dalam membentuk generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan teknologi yang bijak dan kepedulian terhadap lingkungan. (*fd)