Monev Penjaminan Mutu PPG, Direktorat PPG Apresiasi Penyelenggaraan dan Fasilitas Multimedia Berbasis AR PPG FKIP UMM

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima apresiasi tinggi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penjaminan Mutu serta Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Selasa hingga Kamis (5-7/11/2024). Monev ini bertujuan memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PPG serta mendukung upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia. Pada hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FKIP, Prof. Dr. Trisakti Handayani, yang menyambut hangat tim pemonev dari Direktorat PPG, serta para peserta kegiatan, termasuk Wakil Dekan FKIP, Kaprodi PPG, Tim Task Force PPG, perwakilan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni. Prof. Trisakti menyampaikan selamat datang kepada tim pemonev dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mendorong kualitas PPG FKIP UMM. “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Vina dan Bu Riza. Selamat datang di FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam beberapa sesi ke depan, dosen, guru pamong, pengelola, mahasiswa, dan alumni kami akan bercerita bagaimana penyelenggaraan PPG di FKIP UMM. Kami bersyukur dan berterima kasih karena kesuksesan penyelenggaraan PPG di FKIP UMM tidak lepas dari dukungan dan partisipasi beliau-beliau ini,” pungkas dekan yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPG FKIP UMM itu. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menekankan pentingnya masukan dari Direktorat PPG untuk terus menyempurnakan implementasi program PPG agar memenuhi standar yang diharapkan oleh pemerintah serta kebutuhan lapangan. “Kegiatan Monev ini sangat berharga bagi FKIP UMM untuk menerima masukan konstruktif yang akan memperkaya penyelenggaraan program PPG kami,” ujar Prof. Abdulkadir. Vina Maysari, S.T., perwakilan dari Direktorat PPG, menyampaikan program PPG nasional telah berhasil mengakomodasi program PPG untuk 589 ribu guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan tunjangan untuk guru yang telah lulus PPG, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap animo masyarakat untuk memilih profesi sebagai guru. Dalam rangkaian monev, dilakukan wawancara dengan dosen, guru pamong, mahasiswa, dan alumni untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program PPG di FKIP UMM. Salah satu proyek yang menarik perhatian khusus adalah proyek kepemimpinan mahasiswa PPG yang bekerja sama dengan anak-anak di panti asuhan. Proyek ini mengajarkan anak-anak memanfaatkan pepaya menjadi produk bernilai seperti keripik pepaya, sampo dari biji pepaya, dan pelet ikan lele dari pepaya yang tidak layak konsumsi. Melalui proyek ini, mahasiswa PPG FKIP UMM tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian pada anak-anak panti. Proyek ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa PPG dalam membangun keterampilan dan karakter anak-anak yang berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan. Karya mahasiswa lainnya yaitu pembuatan diffuser dari minyak jelantah, yang dihasilkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan konsep keberlanjutan. Vina Maysari, S.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek-proyek mahasiswa PPG yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan ini. “Produk-produk ini sangat inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap proyek-proyek ini terus dikembangkan oleh mahasiswa meskipun masa studi mereka telah selesai, karena ini akan memberikan dampak positif jangka panjang,” ujar Vina Maysari. Setelah sesi wawancara, Vina Maysari bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke ruang kelas multimedia PPG di FKIP UMM. Kelas ini dilengkapi teknologi augmented reality (AR) yang memberikan pengalaman pembelajaran berbeda bagi mahasiswa. Teknologi AR memungkinkan mahasiswa melakukan eksplorasi virtual ke berbagai lokasi di dunia. Dalam demonstrasinya, Vina mencoba langsung perangkat Oculus yang dimanfaatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis AR. Beliau mengungkapkan kesan positifnya terhadap fasilitas yang ada di FKIP UMM. “Fasilitas di FKIP UMM sangat memadai, lengkap dengan teknologi canggih yang membuat pembelajaran lebih interaktif. Dengan AR, kita bisa ‘berkunjung’ ke berbagai tempat di dunia hanya dari ruang kelas. Ini tentu membuat mahasiswa lebih bersemangat dan tidak sempat merasa jenuh selama di kelas,” tutur Vina Maysari. Beliau menambahkan bahwa dukungan teknologi dan fasilitas di FKIP UMM mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang inovatif dan profesional. Hari kedua Monev dilanjutkan dengan kunjungan ke SMPN 1 Pagak, bagian dari pemantauan langsung implementasi program PPG di sekolah mitra FKIP UMM. Kunjungan ini bertujuan melihat penerapan pembelajaran oleh alaumni PPG di kelas. Di SMPN 1 Pagak, alumni PPG FKIP UMM berkesempatan mempraktikkan ilmu dan metode pembelajaran yang telah dipelajari di kampus dengan bimbingan dosen dan guru pamong. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, FKIP UMM menunjukkan kualitas dan keunggulan program PPG yang dikelola dengan baik serta didukung oleh fasilitas memadai. Vina Maysari menyampaikan harapannya agar FKIP UMM terus berinovasi dalam mendukung pengembangan profesionalisme calon guru, terutama melalui metode pembelajaran yang kreatif dan berteknologi. “Kita semua berharap bahwa lulusan PPG dari FKIP UMM dapat menjadi guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inspiratif dan mampu membimbing generasi mendatang dengan cara-cara yang inovatif,” pungkasnya. (*fd)

Dekan FKIP UMM Diundang Khusus ke Forum Internasional G20 Interfaith dan PaRD 2024, Brazil

Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM (tiga dari kiri) bersama Para Pembicara IF20 FKIP News — Forum Interfaith G20 (IF20) dan Kemitraan Internasional tentang Agama dan Pembangunan Berkelanjutan (PaRD) menggelar Forum Tahunan Interfaith G20 dan PaRD 2024 tentang Agama dan Pembangunan Berkelanjutan. Forum ini akan menjadi platform penting untuk membahas berbagai topik kunci terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta reformasi tata kelola global. Dalam konteks ini, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, diundangan khusus untuk berpartisipasi dalam forum internasional yang diadakan di Brasilia, Brasil, dari 19 hingga 22 Agustus 2024. Undangan ini merupakan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi signifikan yang telah diberikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani dalam bidang pendidikan dan pengembangan berkelanjutan. Sebagai bagian dari forum ini, Prof. Dr. Trisakti Handayani akan bergabung dengan berbagai pemangku kepentingan internasional, termasuk pemimpin agama, akademisi, dan profesional dari berbagai sektor. Diskusi akan fokus pada beberapa isu utama, seperti memerangi kelaparan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan, serta mendalami tiga dimensi pembangunan berkelanjutan—ekonomi, sosial, dan lingkungan. Forum ini juga mengambil inspirasi dari tema G20 Brasil: “Building a Just World and a Sustainable Planet” yang sejalan dengan prioritas KTT G20 ke-19 yang dijadwalkan pada bulan November 2024 di Rio de Janeiro. Salah satu aspek menarik dari forum ini adalah kesempatan bagi peserta untuk berkontribusi dalam merancang pernyataan dari pemimpin agama yang akan disampaikan pada acara Sosial G20 yang direncanakan. Ini merupakan kesempatan bagi Prof. Dr. Trisakti Handayani untuk berbagi pengalaman dan perspektif dari FKIP UMM dalam konteks global, serta untuk mempelajari praktik terbaik dari berbagai belahan dunia. Diwawancarai melalui pesan singkat, Prof. Dr. Trisakti Handayani menyampaikan rasa terhormat dan terima kasih atas undangan ini. “Saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam forum yang sangat penting ini. Forum ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan global yang berkelanjutan. Saya berharap dapat membagikan wawasan dari pengalaman FKIP UMM dan mempelajari praktik terbaik dari berbagai belahan dunia,” ungkapnya. Sebagai Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani akan membawa perspektif berharga dari institusi pendidikan tinggi di Indonesia, yang berkomitmen untuk memajukan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Keikutsertaan beliau dalam forum ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antara FKIP UMM dan komunitas internasional, tetapi juga mendukung upaya global untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Forum ini diharapkan akan menghasilkan dialog yang produktif dan solusi inovatif untuk tantangan global yang dihadapi saat ini. Kehadiran Prof. Dr. Trisakti Handayani di Brasilia diharapkan dapat memperkaya diskusi dan mendorong kolaborasi yang lebih luas antara sektor pendidikan, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan global dalam upaya bersama menuju masa depan yang lebih baik. (*fd)

FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi Kembali Raih Penghargaan Kinerja Anggaran Terbaik

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Program Studi Pendidikan Biologi berhasil meraih penghargaan pengelolaan terbaik tahun 2024. Penghargaan tersebut disampaikan dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-79 pada Sabtu (17/08/2024). Selain sertifikat penghargaan, mereka juga mendapatkan dana apresiasi. Dalam Surat Keputusan Rektor tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2024 UMM, Prodi Pendidikan Biologi meraih peringkat pertama sementara FKIP meraih peringkat ketiga. Penilaian melibatkan empat kriteria utama: struktur organisasi dan standar operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internal, serta temuan umum keuangan. Penilaian ini dilakukan melalui audit yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Internal (BPI) UMM. Ini merupakan kali ketiga bagi Prodi Pendidikan Biologi meraih peringkat pertama. Kaprodi Pendidikan Biologi menjelaskan bahwa kunci untuk mempertahankan capaian kinerja keuangan adalah linieritas dan akuntabilitas. Program studi telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan secara tertulis dan menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang harus dipatuhi dalam setiap pengeluaran. “Semua pengeluaran disesuaikan dengan SOP dan RAB. Jika ada perubahan, yang kadang diperlukan karena kondisi lapangan, kami selalu membuat adendum,” jelas Prof. Eko, sapaan akrabnya. Ia juga menambahkan bahwa bukti-bukti transaksi harus lengkap dan dikelola dengan baik oleh bendahara, Fendy Hardian Permana, M.Pd. Hasil audit keuangan menunjukkan bahwa Prodi Pendidikan Biologi menyertakan bukti transaksi secara lengkap dengan nomor urut yang sesuai dengan catatan rekapitulasi keuangan. Wakil Dekan II FKIP, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, menjelaskan pentingnya sistem pencatatan keuangan yang baik. Setiap penerimaan dana dari universitas dialokasikan sesuai jenis dana dan dicatat dalam aplikasi software pencatatan keuangan. “Salah satu hal yang diapresiasi adalah bahwa FKIP telah menerapkan sistem pencatatan secara terpisah sesuai jenis dana dengan menggunakan aplikasi software yang disediakan BPI,” kata Prof. Kadir. Prof. Kadir pun berharap pencapaian ini dapat memotivasi program studi lain di FKIP untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya. “Ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Prodi Pendidikan Biologi berhasil mempertahankan predikat ini tiga tahun berturut-turut. Semoga FKIP juga demikian dan capaian ini dapat menyemangati program studi lainnya,” tutupnya. (*fd)

Membanggakan, Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Raih Juara 1 Kelas Profesional Terbaik

FKIP News—Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih juara pertama dalam kategori Center of Excellence Kelas Professional Terbaik Tahun 2024. Pengumuman ini dilakukan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 yang berlangsung di helipad UMM pada tanggal 17 Agustus 2024. Penghargaan ini diumumkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Center of Excellence Nomor: E.2.a/47/COE-UMM/VI1/2024 tentang Penetapan Center of Excellence Kelas Professional Terbaik Tahun 2024. Surat keputusan ini mencerminkan pencapaian luar biasa yang diraih oleh CoE Entrepreneur Perbukuan dalam berbagai aspek penilaian. Penilaian untuk kategori ini mencakup berbagai indikator penting, antara lain jumlah peserta CoE, partisipasi peserta dari Kelompok Tenaga Kerja (KTW), serta jumlah Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang aktif. Selain itu, jumlah konten media sosial yang diposting, kepatuhan dalam pengumpulan laporan kemajuan, kelengkapan dokumen, dan hasil monitoring serta evaluasi laporan kemajuan tahun 2024 juga menjadi bagian dari penilaian. CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia memang telah memiliki basis  kerja sama yang kuata dan luas. Berbagai penerbit ternama seperti Intan Pariwara, Sanggar Aksara, Bentang Pustaka, New Book Store (NBS), Intrans Publishing, dan Mata Kata Inspirasi menjadi mitra dalam program ini. Melalui kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis melalui magang di penerbit-penerbit tersebut tetapi juga telah berhasil direkrut oleh beberapa perusahaan tersebut setelah menyelesaikan masa magang mereka. Kolaborasi ini telah memperkuat hubungan antara akademik dan industri, memberikan peluang berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka di dunia kerja nyata. Dalam penilaian ini, CoE Entrepreneur Perbukuan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil menunjukkan pencapaian yang mengesankan di semua indikator tersebut. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tim, yang dipimpin oleh Eggy Fajar Andalas sebagai koordinator program. Eggy Fajar Andalas mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan dari semua pihak yang terlibat. Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program,” ujarnya. Eggy menambahkan, pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan melakukan inovasi. “Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus bekerja dengan semangat yang sama dan berusaha lebih keras lagi. Target dalam waktu dekat adalah menambah jejaring kerja sama dengan Publisher mayor nasional, sehingga mahasiswa punya lebih banyak pengalaman,” ungkapnya. Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si., juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Penghargaan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim CoE Entrepreneur Perbukuan. Kami berharap pencapaian ini akan memotivasi Center of Excellence lainnya di FKIP UMM untuk terus meningkatkan kinerja mereka,” katanya. Pencapaian ini membawa dampak positif bagi pengembangan lebih lanjut program serta kegiatan-kegiatan lainnya yang akan datang. Dengan dukungan yang terus-menerus dan semangat untuk berinovasi, CoE Entrepreneur Perbukuan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang perbukuan serta pendidikan bahasa Indonesia. Keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan. (*fd)

Yudisium Periode IV FKIP UMM: Transformasi Guru dalam Membangun Bangsa

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara yudisium periode IV Tahun 2024, (Kamis, 15/08/2024). Bertempat di Rayz Hotel UMM, acara ini menyatukan 233 peserta berbagai program studi di FKIP UMM dalam sebuah perayaan akademis yang penuh makna. Lulusan tersebut meliputi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 35 mahasiswa, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebanyak 10 mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 45 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 69 mahasiswa, Prodi Pendidikan Matematika sebanyak 30 mahasiswa, dan Prodi Pendidikan Biologi sebanyak 45 mahasiswa. Dalam acara tersebut, Annisa Ahlak dari Prodi PGSD diumumkan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4.00. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen Annisa dalam menyelesaikan studinya dengan pencapaian akademik sempurna. Selain penghargaan untuk lulusan terbaik akademik, acara ini juga memberikan apresiasi kepada 47 lulusan terbaik nonakademik yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam berbagai bidang. Prestasi nonakademik ini meliputi publikasi ilmiah, penerbitan buku, perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, serta kejuaraan nasional dan internasional. Sebagai bagian dari acara, Radfan Faisal, S.Pd., seorang alumni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo, Jawa Timur, memberikan motivasi kepada para lulusan. Tema yudisium tahun ini adalah “Transformasi Diri dalam Membangun Bangsa,” yang menggambarkan fokus pada perubahan diri sebagai kunci untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menekankan bahwa abad ke-21 membawa tantangan yang memerlukan keterbukaan dan kualitas. “Kehidupan manusia saat ini mengalami perubahan fundamental, dan kita harus berorientasi pada kualitas dalam segala usaha dan hasil kerja. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas, yang hanya dapat dihasilkan oleh lembaga yang dikelola secara profesional,” ujar Prof. Trisakti. Beliau juga menyoroti pentingnya transformasi diri untuk mengatasi rasa takut, keraguan, dan pesimisme. Menurutnya, transformasi diri memungkinkan kita untuk keluar dari batasan-batasan yang telah kita ciptakan sendiri dan menemukan potensi tersembunyi yang dapat mengubah pola hidup kita. Paradigma baru sangat penting untuk menghadapi tantangan baru, seperti yang dinyatakan oleh Khun, seorang filsuf terkemuka di bidang pendidikan. Menghadapi tantangan dengan paradigma lama hanya akan mengarah pada kegagalan. Di samping itu, Prof. Trisakti juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi kehidupan global dan teknologi yang terus berkembang. “Mahasiswa yang hari ini di yudisium adalah generasi milenial yang dipersiapkan oleh FKIP UMM untuk memasuki kehidupan tanpa batas dan penuh ketidakpastian. Kalian dipersiapkan untuk menjadi calon guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan dengan optimis dan percaya diri,” kata Prof. Trisakti.   Transformasi diri yang berbasis pada nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan, yang ditanamkan oleh FKIP UMM, menjadi bekal yang sangat kuat untuk merubah dunia. Dengan semangat ini, para lulusan diharapkan dapat menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun bangsa. Acara yudisium ini menandai akhir dari masa studi para lulusan dan juga awal dari perjalanan mereka dalam menghadapi tantangan di dunia profesional dan global. (*fd)

Penutupan Magang di Open University, Vietnam: Konjen Ho Chi Minh City Apresiasi CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM

FKIP News — Acara penutupan program magang CoE Diplomasi Bahasa yang berlangsung pada 13 Agustus 2024 di Open University, Vietnam, menandai akhir dari pengalaman berharga lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara dihadiri oleh Konjen Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, serta berbagai pejabat dari Open University, termasuk Dr. Le Nguyen Quoc Khang, perwakilan rektor, Lam Thi Anh Quyen, Kepala Fakultas Sosiologi, Pekerjaan Sosial, dan Studi Asia Tenggara, serta dosen dan mahasiswa dari Jurusan Studi Asia Tenggara. Turut hadir pula perwakilan dari CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM, Fida Pangesti dan para mahasiswa magang CoE. Program magang ini memberikan kesempatan bagi lima mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM untuk magang selama dua bulan, di mana mereka terlibat aktif dalam mengajar Bahasa Indonesia (BIPA) di Open University. Magang ini tidak hanya menjadi pengalaman akademis yang signifikan bagi para mahasiswa, tetapi juga merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara FKIP UMM dan Open University, serta memperluas pemahaman antar budaya antara Indonesia dan Vietnam. Konjen Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, memberikan sambutan yang penuh apresiasi terhadap program magang ini. Dalam pernyataannya, beliau menyatakan, “Program magang CoE Diplomasi Bahasa ini merupakan contoh nyata dari kerjasama internasional yang sukses dan saling menguntungkan. Kami sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa FKIP UMM dan keberhasilan program ini dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Vietnam. Kami berharap ini menjadi langkah awal dari lebih banyak inisiatif kolaboratif di masa depan,” ungkapnya. Fida Pangesti, perwakilan dari CoE Diplomasi Bahasa PBI FKIP UMM, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Open University dan semua pihak yang telah terlibat dalam program ini. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berharga yang diberikan kepada mahasiswa kami. Program ini tidak hanya tentang magang, tetapi tentang bagaimana membangun hubungan yang kuat antara dua universitas, bahkan dua negara. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan menjaga keberlanjutan program agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar di masa depan,” ujar Fida Pangesti. Setelah acara resmi selesai, Pak Konjen mengundang para mahasiswa dan Fida Pangesti untuk minum kopi bersama. Dalam perbincangan santai tersebut, beliau ingin mendengar pengalamaan yang diperoleh para mahasiswa. Bella Mustika, salah satu mahasiswa yang mengikuti program magang, pun menyampaikan pengalamannya dengan penuh antusiasme. “Selama dua bulan magang di Open University, saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Tidak hanya dalam hal mengajar, tetapi juga dalam memahami budaya dan sistem pendidikan di Vietnam. Program ini benar-benar memperluas wawasan saya dan memberikan pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain. Karena itu, setelah lulus, saya ingin terus memperdalam BIPA dan berharap bisa kembali mengajar BIPA di luar negeri,” kata Bella. Mendengar cerita para mahasiswa, Pak Konjen pun memberikan wejangan untuk terus berusaha dan tidak menyerah. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan saya mendorong kalian semua untuk terus mengejar impian dan berusaha keras dalam setiap kesempatan yang ada. Terus pelajari hal baru, multidisipliner. Jangan biarkan rintangan menghalangi kalian,” pesan Pak Konjen kepada para mahasiswa. Program magang ini merupakan bagian dari inisiatif diplomasi bahasa yang lebih luas, yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama akademis dan budaya antara Indonesia dan negara-negara lain. Dengan dukungan dari Konjen Ho Chi Minh City dan pejabat Open University, diharapkan program ini akan terus berlanjut dan berkembang, memberikan kesempatan lebih banyak bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi dalam konteks internasional. (*fd)

FKIP UMM Raih Hibah Revitalisasi LPTK Tahun 2024

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperoleh hibah revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tahun 2024. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21 dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani MM, menjelaskan pendidikan abad 21 menuntut guru untuk memiliki kompetensi literasi digital serta kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, tata kelola LPTK harus diperkuat dan mengarah padaa pemenuhan kebutuhan tersebut. “Kualitas pendidikan di Indonesia harus terus ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan zaman. Dengan hibah revitalisasi ini, kami berharap dapat memperbaiki dan meningkatkan tata kelola serta layanan LPTK, serta memperkuat jejaring kerja sama yang ada. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa guru-guru kita siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21.” Revitalisasi LPTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui pengembangan panduan, instrumen, dan dokumen terkait layanan PPG. Selain itu, fokus juga diberikan pada peningkatan kualitas dan kapabilitas penyelenggaraan pembelajaran mikro reflektif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta peningkatan kualitas dan kapabilitas pusat sumber belajar yang terintegrasi dengan TIK. Upaya ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang ada, termasuk belum optimalnya pembelajaran mikro reflektif dalam bidang studi tertentu serta kualitas sumber belajar yang belum memenuhi standar TIK. Prof. Trisakti menambahkan, tantangan dalam pendidikan tidak hanya terletak pada kualitas pengajaran, tetapi juga pada ketersediaan dan pengelolaan sumber belajar yang baik. “Hal itu mendorong kami untuk berfokus pada pengembangan panduan dan instrumen yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam proses pendidikan pada implementasi hibah ini,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, FKIP UMM akan melaksanakan berbagai kegiatan sebagai bagian dari revitalisasi ini. Beberapa kegiatan yang direncanakan meliputi lokakarya peningkatan kapasitas layanan melalui kerjasama dengan LPTK mitra, pelatihan penguatan sumber daya manusia LPTK mitra, bimbingan teknis penyelenggaraan pembelajaran mikro reflektif pada lingkungan kelas nyata, serta workshop penguatan layanan penyelenggaraan pembelajaran mikro reflektif berbasis TIK. Selain itu, akan ada pelatihan SDM pengelola pembelajaran mikro reflektif, lokakarya penyusunan panduan pusat sumber belajar terintegrasi TIK, serta pengembangan produk inovasi dan teknologi digital sebagai pusat sumber belajar. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui dan meningkatkan kualitas serta kapabilitas layanan LPTK, memfasilitasi inovasi dalam pembelajaran, dan mendukung pengembangan teknologi pendidikan. “Kami berharap kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan dengan baik dalam jangka waktu enam bulan ke depan, dan indikator ketercapaian yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan optimal. Ini adalah upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan guru-guru yang siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan,” ujar Prof. Trisakti. FKIP UMM memang memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi tidak hanya dalam mencetak calon guru, tetapi mengembangkan kompetensi guru di Indonesia. Sejak tahun 2018, FKIP UMM telah ditunjuk sebagai penyelenggara PPG oleh Kemendikbudristek. PPG-FKIP UMM secara formal ditetapkan sebagai program studi berdasarkan SK Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 710/KPT/I/2018 untuk bidang studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama periode 2018-2024, program PPG ini telah meluluskan sebanyak 19.064 mahasiswa. Dengan adanya hibah revitalisasi ini, FKIP UMM berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan global, demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan efektif. (*fd)

FKIP UMM Raih Hibah sebagai Anggota Konsorsium Pendidikan Guru Indonesia-Australia (PGIA)

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih sebagai anggota Konsorsium Pendidikan Guru Indonesia-Australia (PGI-A). Keberhasilan UMM sebagai salah satu dari sepuluh universitas di Indonesia yang proposalnya dinilai memenuhi syarat, menjadi cerminan komitmen dan reputasi FKIP UMM sebagai LPTK terkemuka dalam mengembangkan mutu pendidikan guru baik di tingkat nasional maupun internasional. Konsorsium PGI-A adalah inisiatif strategis yang mengedepankan kolaborasi antara institusi pendidikan di Indonesia dan Australia. Pendanaan konsorsium ini bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dana mandiri PT Indonesia dan Australia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia, serta berbagai sumber daya potensial lainnya. Dalam konsorsium ini, FKIP UMM akan berkolaborasi dengan lima universitas terkemuka di Australia, yaitu Western Sydney University, University of Adelaide, Deakin University, Central Queensland University, dan University of Newcastle. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani MM, menyatakan rasa Syukur atas terpilihnya FKIP UMM sebagai anggota konsorsium. Menurutnya, ini adalah langkah penting dalam memberi kontribusi terhadap dunia pendidikan dalam skala yang lebih besar. “Kami merasa sangat terhormat dan bersyukur. Ini adalah langkah besar bagi kami untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru di Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini tidak hanya akan membantu dalam mengembangkan kapasitas kelembagaan LPTK sebagai penyelenggara PPG yang menghasilkan calon guru yang profesional, tetapi juga memperkuat jejaring antara kedua negara dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ungkapnya. Prof. Trisakti menambahkan bahwa ada lima kegiatan utama yang akan diimplementasikan dalam konsorsium ini seperti menginisiasi program beasiswa untuk gelar S2 dan S3 bagi guru, praktisi pendidikan, dan dosen pendidikan guru, terutama dalam bidang-bidang penting seperti literasi, numerasi, pendidikan anak berkebutuhan khusus, kepemimpinan sekolah, serta lintas disiplin. Ada pula program non-gelar yang diusulkan termasuk micro credential, visiting scholar, dan post-doc berorientasi praktik, serta program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) untuk mahasiswa S1. Selanjutnya, konsorsium ini akan melaksanakan pengembangan kurikulum dan pembukaan kampus pendidikan guru di Indonesia. Kampus ini akan berfungsi sebagai pusat pengembangan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, serta pusat penelitian pendidikan dan program pascasarjana pendidikan atau pendidikan profesi. “Kelima inisiatif program yang akan diimplementasikan dalam skema jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan bagi pendidik di kedua negara,” tambahnya. Secara teknis, pelaksanaan kegiatan dalam konsorsium ini akan terbagi dalam tiga tahap utama. Pertama, pertemuan G20S yang akan dilaksanakan untuk membentuk National Steering Committee (NSC) yang terdiri dari perwakilan kedua negara bersama dengan koordinator dari LPTK dan institusi pendidikan guru di Australia. Kedua, pembentukana sekretariat konsorsium yang akan mengelola administrasi dan koordinasi kegiatan. Ketiga, pertemuan berkala akan diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun untuk memantau dan mengevaluasi kemajuan program. Dengan bergabungnya FKIP UMM dalam Konsorsium Pendidikan Guru Indonesia-Australia (PGIA), diharapkan akan terjadi kemajuan yang signifikan dalam kualitas pendidikan guru di kedua negara. Inisiatif ini menegaskan adanya upaya bersama dalam memajukan pendidikan dan menciptakan peluang yang lebih baik bagi para pendidik serta calon guru. Kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat hubungan akademis internasional, tetapi juga membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di tingkat global. (*fd)

Pagelaran Seni “Baswara Gumita Nuswantara” Mahasiswa PGSD FKIP UMM: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya Melalui Panggung Drama

FKIP News—Guna mewadahi kreativitas para mahasiswa, laboratorium KeSD-an PGSD Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Pagelaran seni “Baswara Gumita Nuswantara”, Selasa (16/07/2024). Pagelaran ini diikuti oleh mahasiswa PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2021 dan 2022. Dalam sambutannya, Ketua Prodi PGSD Bustanol Arifin M.Pd mengatakan, pagelaran ini diharapkan dapat menjadi medium untuk menggugah kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan seni di kalangan generasi muda.  “Pagelaran ini mengangkat beragam cerita dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Harapannya, para mahasiswa menjadi lebih sadar akan pelestarian budaya tradisional,” ungkapnya. Ia pun mengapresiasi totalitas penampilan mahasiswa, mulai dari properti, kostum, hingga penampilan para peserta. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa PGSD adalah mahasiswa yang multitalenta. “Selain kompeten dalam bidang musik, tari, dan membatik, mereka juga terampil bermain drama. Talenta-talenta dan skill ini merupakan modal penting untuk menjadi guru SD profesional di masa depan,” ungkapnya. Terdapat tiga jenis pentas seni yang diselenggarakan, yaitu pentas seni drama Nusantara, pentas seni musik perkusi, dan terakhir pentas seni tari kreasi. Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2021 memberikan penampilan drama dari cerita rakyat Nusantara. Diantaranya adalah cerita rakyat dari Jawa Tengah yaitu “Joko Tarub dan 4 Bidadari”, cerita rakyat dari Riau yaitu cerita “Bawang Merah dan Bawang Putih”, kemudian ada pula cerita legendaris “Reog Ponorogo” yang merupakan cerita rakyat dari Ponorogo, Jawa Timur, serta banyak lagi cerita rakyat lainnya dari berbagai daerah Nusantara. Dari keseluruhan, ada total 8 penampilan drama yang dipertunjukkan oleh mahasiswa PGSD UMM angkatan 2021. Tidak tanggung-tanggung, ketika melakukan pentas, properti dan make up yang disajikan oleh mahasiswa begitu totalitas. Dimulai dari adanya gapura 3D yang terbuat dari kardus dan Styrofoam, tanaman dan pepohonan, hingga menggunakan barongan reog Ponorogo. Sebelumnya, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang sudah sering mengadakan kegiatan pagelaran sebagai luaran mata kuliah. Menurut Ibu Belinda Dewi Regina, M.Pd, dosen mata kuliah seni budaya, yang membedakan pagelaran ini dengan pagelaran sebelumnya terletak pada tema dan konsep yang dibawakan. “Tema yang dibawakan pada pagelaran Baswara Gumina Nuswantara ini bertemakan nusantara, yang artinya mahasiswa melakukan pentas dengan membawa cerita dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya. Ketua laboratorium ke-SD-an PGSD UMM, Ima Wahyu Putri Utami M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap akhir semester. Ia mengakau bangga atas keberlanjutan program ini. “Kami bangga kegiatan rutin ini masih terus berjalan dan kualitasnya semakin baik. Antusiasme juga tinggi yang dibuktikan dengan kehadiran para tamu undangan dan banyaknya sponsor yang berkontribusi seperti Saby Decoration, Nyalu Cafe, Perintis, Klinik Shoes, Pertashop Blitar dan Teater Jangkar. Semoga ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi untuk semua,” ungkapnya. (*pgsd/ed:fd)

Mahasiswa Prodi PGSD Tampil Memukau dalam Pagelaran Seni Musik Perkusi dan Tari Kreasi

FKIP News – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar pagelaran seni tahunan bertajuk “Baswara Gumita Nuswantara.” Acara ini berlangsung pada tanggal 16 Juli 2024, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 di kampus UMM dan menampilkan beragam seni musik perkusi serta tari kreasi yang memukau. Pagelaran seni ini dimainkan oleh mahasiswa PGSD UMM angkatan 2022. Mereka menampilkan jenis musik perkusi seperti drum dan gamelan yang dipadukan dengan gitar serta alat musik lainnya. Tak hanya itu, seni tari yang ditampilkan adalah jenis tari kreasi yang memadukan variasi gerak dan musik dari berbagai daerah di Nusantara. Belinda Dewi Regina, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Seni Budaya mengatakan, pagelaran seni tahunan ini bertujuan untuk menunjukkan hasil kreativitas mahasiswa dalam memodifikasi seni musik dan tari tradisional Indonesia. “Seni musik dan tari yang dimodifikasi secara mandiri oleh mahasiswa dengan menggabungkan ciri khas beberapa daerah Nusantara mampu menumbuhkan jiwa kreativitas serta menciptakan keindahan ekspresi seni tersendiri,” ungkapnya. Atas keberhasilan pertunjukan ini, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., selaku Kepala Laboratorium Ke-SD-an PGSD UMM, menyampaikan apresiasinya terhadap pagelaran ini. “Pagelaran seni ‘Baswara Gumita Nuswantara’ adalah bukti nyata dari kemampuan dan kreativitas mahasiswa PGSD UMM. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan bakat seni mereka, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang sangat dibutuhkan dalam profesi guru,” ujarnya. Ima menambahkan bahwa kemampuan untuk memodifikasi dan menciptakan sesuatu yang baru dari tradisi yang ada adalah salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh calon pendidik. Selain itu, Ima juga berharap bahwa pagelaran seni ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kreativitas mereka. “Saya berharap pagelaran ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas mereka dalam berbagai bidang. Kreativitas adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya. Pagelaran “Baswara Gumita Nuswantara” juga mendapat sambutan positif dari para penonton yang hadir. Mereka terkesan dengan kemampuan mahasiswa dalam memadukan berbagai elemen musik dan tari dari berbagai daerah, sehingga menciptakan pertunjukan yang unik dan menarik. Dengan suksesnya pagelaran seni “Baswara Gumita Nuswantara,” diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan setiap tahun, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka serta memperkaya khasanah seni dan budaya Indonesia. Pagelaran ini juga menunjukkan komitmen PGSD UMM dalam mendukung pengembangan potensi dan bakat mahasiswa, serta mempersiapkan mereka menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif. (*pgsd/ed:fd)