7 Prodi Terakreditasi Unggul dan 2 Prodi Terakreditasi Internasional FIBAA, Prof. Trisakti Handayani Beberkan Strategi Pengembangan FKIP UMM ke Depan

FKIP UMM News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tenaga kependidikan unggulan di Indonesia. Setelah berhasil mengantarkan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) meraih akreditasi nasional peringkat Unggul, FKIP UMM mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih predikat Fully Accredited dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Dengan demikian, 100% Prodi FKIP UMM terakreditasi Unggul dan dua Prodi terakreditasi intrnasional. Pencapaian ini menegaskan keseriusan FKIP UMM dalam menjawab tantangan global melalui peningkatan mutu pendidikan guru yang tak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga kompetitif di kancah internasional. Capaian tersebut diraih berkat kerja kolektif yang konsisten dan visi kepemimpinan yang kuat. “Akreditasi internasional dari FIBAA menunjukkan bahwa program studi kami telah memenuhi standar kualitas global, baik dari sisi kurikulum, sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, maupun kesiapan lulusan untuk bersaing di level dunia,” terang Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, Dekan FKIP UMM. Kualitas SDM, Fasilitas, Kurikulum, Jejaring, dan Prestasi Jadi Pondasi Dalam penjelasannya, Prof. Trisakti menyoroti sejumlah faktor kunci di balik capaian tersebut, salah satunya kualitas sumber daya manusia. FKIP UMM saat ini didukung oleh 138 dosen, mayoritas bergelar S2 dan S3 dari universitas bereputasi nasional dan internasional, dengan 13 di antaranya bergelar profesor. Para dosen tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga terlibat dalam penelitian, publikasi di jurnal bereputasi, serta pengabdian masyarakat. Fasilitas pembelajaran FKIP UMM juga menjadi penunjang utama. “Mahasiswa difasilitasi dengan laboratorium bahasa berteknologi tinggi, perpustakaan digital, ruang kuliah multimedia, hingga fasilitas praktik mengajar yang representative yang mendukung proses pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan berbasis teknologi,” ungkapnya. Di sisi lain, kurikulum FKIP UMM dikembangkan berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Kurikulu ini berfokus pada pengintegrasian teori dan praktik, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Kurikulum ini juga mengakomodasi perkembangan teknologi pendidikan dan pembelajaran berbasis digital. Kemitraan strategis yang dijalin FKIP UMM dengan berbagai institusi pendidikan, baik nasional maupun internasional, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Kami terus memperluass jejaring dalam rangka implementasi program pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan kegiatan akademik bersama. Misalnya, kami secara konsisten melaksanakan KKN Pendidikan Internasional di Thailand dan Malaysia,” ungkapnya. Berkat aspek-aspek di atas, para mahasiswa FKIP UMM pun berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Di antaranya, meraih juara dalam lomba karya tulis ilmiah, debat bahasa Inggris, olimpiade pendidikan, dan berbagai kompetisi akademik lainnya. Rencana Strategis Pengembangan FKIP UMM Ke depan, FKIP UMM telah menyiapkan rencana strategis yang komprehensif guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Prof. Trisakti Handayani menjelaskan bahwa strategi pengembangan FKIP akan diarahkan pada tiga fokus utama: peningkatan kualitas SDM, pengembangan program studi baru, serta terknologi pendidikan dantransformasi digital pendidikan. “Peningkatan kualitas SDM, terutama dosen, menjadi prioritas. Kami akan terus mendorong studi lanjut, pelatihan berskala internasional, dan keterlibatan dalam kolaborasi riset global,” ungkapnya. FKIP UMM juga berencana membuka program studi baru yang responsif terhadap dinamika dunia kerja dan kebutuhan masyarakat. Saat ini, FKIP UMM telah mengajukan pembukaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Selain itu, investasi dalam teknologi pendidikan menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan FKIP UMM beberapa tahun ke depan. Implementasi learning management system (LMS) yang terintegrasi, pengembangan konten pembelajaran digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar-mengajar akan diintensifkan. Hal ini bertujuan mempersiapkan calon guru yang siap beradaptasi dengan lanskap pendidikan masa depan. Dengan berbagai capaian dan strategi yang telah dirancang, FKIP UMM berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak pendidikan guru yang transformatif dan berkelanjutan. “Kami tidak berhenti pada akreditasi, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk berinovasi lebih jauh. Komitmen kami tetap sama, yaitu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman,” pungkas Prof. Trisakti. (*fd)

Prodi PPG FKIP UMM Raih Akreditasi Unggul, Siap Jadi Rujukan Pendidikan Guru Masa Depan

FKIP UMM News – Komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak guru profesional kembali menuai hasil gemilang. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) resmi meraih akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 781/SK/LAMDIK/Ak/P/VI/2025 yang berlaku sejak 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Predikat ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam sistem akreditasi nasional dan menjadi tonggak penting bagi FKIP UMM dalam mewujudkan pendidikan guru yang relevan, adaptif, dan berstandar global. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul ini mencerminkan dedikasi dan kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang bermutu. “Peringkat tertinggi ini menunjukkan keunggulan program dalam mempersiapkan guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ujarnya. Lebih lanjut, Prof. Trisakti menyoroti keunggulan FKIP UMM yang ditopang oleh sumber daya manusia berkualitas. Para dosen di lingkungan fakultas berasal dari lulusan S2 dan S3 universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri. “Mereka aktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, serta berkontribusi dalam pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” tambahnya. Kurikulum yang dikembangkan pun adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja, dengan integrasi antara teori dan praktik. FKIP UMM secara konsisten menanamkan keterampilan abad ke-21 kepada mahasiswa, meliputi critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Perjalanan panjang menuju akreditasi unggul dimulai sejak penyusunan borang pada November 2023. Unggah dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dilakukan pada 21 Januari 2025, dilanjutkan dengan asesmen lapang oleh asesor LAMDIK pada 28–29 April 2025. Dalam proses asesmen, sembilan aspek utama menjadi indikator penilaian, yaitu: 1) Visi, misi, tujuan, dan strategi; 2) Tata pamong, tata kelola, dan kerja sama; 3) Mahasiswa; 4) Sumber daya manusia; 5) Keuangan, sarana, dan prasarana; 6) Pendidikan; 7) Penelitian; 8) Pengabdian kepada masyarakat; dan 9) Luaran dan capaian tridharma. Kesembilan aspek tersebut menunjukkan sinergi institusi dalam menjalankan fungsi pendidikan tinggi secara utuh dan berkelanjutan. Ketua Program Studi PPG FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa rekognisi ini juga diperkuat oleh berbagai capaian unggulan. “Program Studi PPG FKIP UMM meraih predikat Melampaui Standar sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program PPG tahun 2024. Selain itu, kami juga dinobatkan sebagai penyelenggara Program PPG terbaik dengan tingkat kelulusan mahasiswa tertinggi secara nasional dari Kementerian Agama RI selama lima tahun berturut-turut,” ungkapnya. Dari sisi infrastruktur, Prodi PPG FKIP UMM memiliki kelas multimedia modern yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dan perangkat untuk podcast pendidikan. Teknologi ini dirancang untuk mendukung pembelajaran inovatif dan membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang dibutuhkan guru masa kini. “PPG FKIP UMM juga memiliki Pusat Sumber Belajar Berbasis Teknologi hasil hibah Revitalisasi LPTK tahun 2024. Fasilitas ini menjadi tulang punggung dalam proses pembelajaran yang mendukung otonomi belajar dan pendekatan student-centered learning,” tambah Dr. Iin. Dengan seluruh pencapaian ini, Prof. Trisakti menegaskan komitmen FKIP UMM untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian pendidikan yang berkualitas, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Ia pun menyatakan kesiapan FKIP UMM untuk mengambil peran lebih strategis dalam pendidikan nasional. “Dengan capaian akreditasi yang membanggakan ini, FKIP UMM siap menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan guru berkualitas tinggi yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan,” pungkasnya. (*fd)

Kukuhkan Diri di Kancah Global, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Raih Akreditasi Internasional FIBAA

FKIP UMM News – Prestasi gemilang kembali diraih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua program studi unggulan, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris, secara resmi meraih akreditasi internasional Fully Accredited dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Status ini berlaku selama lima tahun, mulai 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras tim akademik yang menyusun dokumen Self Evaluation Report (SER) secara intensif selama satu tahun, sejak Agustus 2023 hingga Juni 2024, dan diunggah pada 13 Juni 2024. Juga, performansi pimpinan universitas, fakultas, unit-unit terkait, dan tim task force dalam visitasi FIBAA dilaksanakan selama tiga hari pada 21–23 Januari 2025. Sebagai informasi, FIBAA adalah lembaga akreditasi internasional independen yang berbasis di Bonn, Jerman. Lembaga ini telah diakui secara global karena menerapkan standar yang ketat dalam mengevaluasi mutu institusi pendidikan tinggi, terutama dalam aspek Outcome-Based Education (OBE), kesiapan global lulusan, dan sistem jaminan mutu berkelanjutan. Akreditasi internasional ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi lulusan. Dengan status ini, ijazah lulusan kedua prodi mendapat rekognisi lebih luas di tingkat internasional, memperbesar peluang mereka untuk melanjutkan studi atau berkarier di luar negeri. Selain itu, program ini juga akan lebih terbuka terhadap penerimaan mahasiswa internasional, pertukaran pelajar, dan kolaborasi riset lintas negara. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada kedua Prodi. Ia pun mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kedua program studi telah memenuhi standar internasional yang komprehensif dan ketat. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa program studi telah memenuhi seluruh kriteria kualitas yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi internasional yang bergengsi tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan, “Akreditasi ini bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan validasi atas kualitas program studi dalam menghasilkan calon guru dan pendidik bahasa yang memiliki penguasaan materi dan kompetensi pedagogik yang sesuai dengan standar global.” Prof. Trisakti juga menegaskan bahwa kekuatan FKIP UMM terletak pada kualitas SDM, fasilitas, kurikulum, kemitraan strategis, dan prestasi mahasiswa. FKIP UMM memiliki 138 dosen lulusan universitas ternama dalam dan luar negeri, termasuk 13 profesor. Fasilitas pembelajaran dilengkapi dengan laboratorium bahasa berteknologi tinggi, perpustakaan digital dengan koleksi referensi internasional, ruang kuliah multimedia, serta sarana praktik mengajar yang representatif. Kurikulum kedua prodi dirancang untuk mengintegrasikan teknologi pendidikan mutakhir serta pendekatan pembelajaran berbasis digital. Selain itu, kemitraan strategis dengan berbagai institusi pendidikan nasional dan internasional memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga seminar dan konferensi bersama. Prestasi mahasiswa FKIP UMM di berbagai kompetisi nasional dan internasional seperti lomba karya tulis ilmiah, debat bahasa Inggris, olimpiade pendidikan, dan berbagai kompetisi akademik lainnya juga menunjukkan kualitas lulusan yang dihasilkan. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arif Setiawan, M.Pd., menegaskan bahwa Prodi PBI FKIP UMM memiliki kekhasan dalam mengangkat dimensi kebahasaan dan pedagogik secara seimbang. “Keunggulan Prodi kami terletak pada pembelajaran berbasis riset, penguatan literasi, serta keterampilan abad ke-21. Kami juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui program Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Entrepreneur Perbukuan,” terangnya. Arif menambahkan bahwa secara khusus Pembelajaran BIPA diperkuata dengan adanya kolaborasi dengan UPT BIPA UMM, yang telah dipercaya pemerintah mengelola berbagai program berskala nasional dan internasional seperti Darmasiswa, KNB Scholarship, BIPA untuk diplomat muda, dan TIAS. Kolaborasi ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengajaran BIPA, sehingga menunjang profil lulusan yang bertaraf internasional. Ia pun menegaskan bahwa rencana pengembangan Prodi akan diarahkan pada pelaksanaan tri dharma bernuansa internasional. “Ke depan, tridarma Prodi, baik pengajarana, penelitian, maupun pengabdiaan akan semakin diarahkan pada nuansa global bersama dengan mitra-mitra internasional kami,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Drs. Jarum, M.Pd., menyampaikan bahwa akreditasi FIBAA ini sangat penting untuk memastikan bahwa Prodi terus beradaptasi dengan standar pendidikan internasional. Tidak hanya itu, ini juga bukti bahwa Prodi senantiasa melakukan quality assurance terhadap kurikulum dan menyiapkan lulusan untuk berbagai profil global, mulai dari calon guru Bahasa Inggris, asisten peneliti, hingga edupreneur di bidang pendidikan. “Kurikulum kami tidak hanya berfokus pada penguasaan kompetensi dasar, tetapi juga memberikan pilihan elektif seperti English for Tourism dan Gamification in ELT, yang dikembangkan dalam skema Center of Excellence,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa dengan akreditasi FIBAA, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris kini siap menerima lebih banyak mahasiswa internasional, memperluas skema student mobility, dan membangun lebih banyak jejaring kolaboratif global. “Kurikulum kami adalah kurikulum intrnasionala yang sepenuhnya berbasis OBE. Kami ingin menciptakan lulusan yang siap bekerja, meneliti, dan berwirausaha di ranah pendidikan, baik secara lokal maupun internasional,” tegasnya. Dengan akreditasi FIBAA, FKIP UMM sekali lagi membuktikan keseriusannya dalam mengantarkan pendidikan guru Indonesia menuju level dunia. Prestasi ini bukanlah capaian akhir, tetapi pijakan awal untuk langkah-langkah strategis selanjutnya dalam menjawab tantangan pendidikan global. (*fd)