Mahasiswa PBI FKIP UMM Angkatan 2022 Sukses Pentaskan Musikalisasi Puisi dan Monolog

FKIP News – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari angkatan 2022 berhasil menggelar pentas seni musikalisasi puisi dan monolog sebagai hasil dari mata kuliah Membaca Sastra yang diampu oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si. Dr. Hari Sunaryo, M.Si., juga turut berperan sebagai pengarah produksi dalam acara yang berlangsung di Lt. 1 GKB 1 UMM pada tanggal 7 dan 8 Juli 2024. Pentas seni ini terbagi menjadi dua tim yang masing-masing memiliki fokus dan tema yang berbeda. Tim pertama, yang diberi nama “Renjana”, membawakan musikalisasi puisi dengan tema “Untaian Cinta”. Sedangkan tim kedua, bernama “Sangharsa”, menghadirkan monolog berjudul “Marsinah” karya Ratna Sarumpaet. “Saya sangat bangga dengan dedikasi dan hasil kreatifitas yang ditunjukkan oleh mahasiswa-mahasiswa kami dalam pentas ini,” ungkap Bapak Hari, sapaan akrabnya. “Mereka tidak hanya berhasil mengekspresikan makna dalam puisi dan monolog dengan sangat baik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan yang mendalam kepada penonton,” sambungnya. Sutradara dari tim Renjana adalah Dimas Abby S., yang telah berhasil membimbing dan mengarahkan para mahasiswa dalam menciptakan atmosfer yang tepat sesuai dengan tema yang diangkat. Sementara itu, tim Sangharsa berhasil menghadirkan interpretasi yang kuat dalam monolog “Marsinah”, yang merupakan kisah inspiratif tentang perjuangan seorang pekerja perempuan di masa lalu. Pentas ini mendapat sambutan yang hangat dari para penonton yang hadir, terdiri dari rekan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Mereka memberikan apresiasi yang tinggi atas keberanian dan kualitas artistik yang ditunjukkan oleh para mahasiswa PBI FKIP UMM. Wakil Dekan 1 FKIP UMM, Dr. Sugiarti, MSi. yang turut hadir menyaksikana pun memberikan pujian terhadap prestasi ini. “Pentas seni seperti ini bukan hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai wujud nyata dari pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni pertunjukan,” ujarnya. Pentas musikalisasi puisi dan monolog ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa dan masyarakat umum untuk semakin mengapresiasi seni dan kebudayaan, serta untuk terus mengembangkan potensi kreatif mereka. (*fd)
Yudisium FKIP UMM, Hadirkan Alumni Inspiratif Founder CEMPAKA Foundation

FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara yudisium yang dilaksanakan di Rayz Hotel UMM, (Selasa, 9/7/2024). Sebanyak 80 peserta yudisium dari berbagai program studi di FKIP UMM resmi dinyatakan lulus dalam acara yang berlangsung meriah dan penuh haru ini. Para peserta yudisium terdiri dari 5 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, 26 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 12 mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, 4 mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, 6 mahasiswa Prodi PPKn, dan 27 mahasiswa Prodi PGSD. Mereka telah melalui berbagai tahapan pendidikan dan berhasil menyelesaikan studi dengan baik, siap untuk mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Kali ini, tema yang diusung sangat menginspirasi, yakni “Menjadi Alumni Unggul: Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Transformasi Teknologi Digital dalam Realisasi Pendidikan Guru Baru di Indonesia”. Sesuai dengan tema tersebut, Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan FKIP, menyampaikan bahwa tema yudisium ini menjadi kesempatan untuk terus memotivasi diri agar berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dan negara. Beliau menekankan bahwa para lulusan adalah generasi Z yang dipersiapkan oleh FKIP UMM untuk memasuki dunia global yang dipengaruhi oleh teknologi, siap menjawab berbagai tantangan yang ada. Trisakti juga menyarankan agar para alumni FKIP UMM menjadi teladan bagi generasi muda lainnya, memegang teguh etika dan berkepribadian Indonesia. Ia mendorong para lulusan untuk menatap masa depan dengan optimisme yang tinggi dan mengejar impian besar mereka, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. “Pegang erat dan junjunglah nilai-nilai yang telah diperoleh dari kampus ini, di mana pun dan kapan pun kalian berada,” ujarnya disambut tepuk tangan dari calon wisudawan dan wisudawati. Terakhir, Trisakti mengajak semua lulusan FKIP untuk bangga menjadi guru dan memanfaatkan kesempatan berharga untuk mendapatkan beasiswa LPDP dalam Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Angkatan 2 Tahun 2024. Hal ini dikarenakan pemerintah telah mengalokasikan 59.000 kursi beasiswa untuk para lulusan baru yang berkomitmen menjalani karier sebagai guru. Selanjutnya, hadir sebagai pemateri yang membedah tema, Sarifudin Lathif, lulusan Prodi Pendidikan Biologi yang kini dikenal sebagai founder CEMPAKA Foundation. Dalam paparannya yang bertajuk “Pendidikan adalah Ruang Interaksi dan Inspirasi,” Sarifudin menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan interaksi dan inspirasi bagi lingkungan sekitar. Ia juga menggarisbawahi konsep sosiopreneur lingkungan, yang bertujuan untuk memadukan pendidikan dengan aktivitas kewirausahaan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. “Pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berinteraksi dengan lingkungan dan memberikan inspirasi positif bagi masyarakat,” ujar Sarifudin. Di CEMPAKA Foundation, Sarifudin menjadikan pendidikan, lingkungan, dan sosiala ekonmi sebagai pilar framework kerangka kerjanya. Secara kongkret kerangka kerja tersebut meliputi eduwisaata, pendidikana lingkungan hidup, pendampingan komunitasa, asesmen komunitas, flora dan fauna, hidrologi, carbon stock, agroforesty, ekowisata, management usaha, dampak ekonomi, dana dinamika sosial. Atas konsistensi dan kontribusinya, alumni Angkatan 2007 ini telah meraih berbagai penghargaan seperti Radar Bromo Award, Kalpataru, Hutan Cempaka Sociopreneur, dan Bumi Baik. Ia pun berpesan agar para alumni menjadi agen perubahan di masyarakat. “Sebagai lulusan FKIP, kalian memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.” Pada akhirnya, acara yudisium FKIP UMM ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan kelulusan, tetapi juga sebagai ajang refleksi dan motivasi bagi para lulusan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik di bidang pendidikan. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, diharapkan para lulusan FKIP UMM dapat menjadi pendidik yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global. (*fd)
Membanggakan! Tim Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Kembali Juarai Lomba Essay Nasional

FKIP News – Kelompok mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Gebyar Nasional Essay Siswa dan Mahasiswa (GENESIS) yang diselenggarakan pada 6-7 Juli 2024 lalu di Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kelompok yang diketuai oleh Annisaa Khorunnillah, angkatan 2021, ini terdiri dari empat anggota lainnya, yaitu Aida Aulia Sekti Asih, Dwi Erlinawati, Makrifatul Khoiriyah, dan Rahma Futri Inadi, dari angkatan 2022. Pada lomba tersebut, Annisaa dan kawan-kawan mengusung tema yang berjudul “Luma: Media Pembelajaran Ludo Matematika pada Siswa SMP dalam Pemahaman Konsep Bangun Datar”. Media pembelajaran berupa Ludo yang disajikan dengan pemahaman konsep Bangun Datar yang memiliki tujuan dari gagasan LUMA adalah mempermudah siswa dalam memahami konsep bangun datar. Hal ini dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Manfaat dari media pembelajaran LUMA adalah membantu siswa belajar sambil bermain yang akan menumbuhkan sikap kerjasama dan mengatasi permasalahan bahkan rasa ingin tahu yang tinggi. Game ini dapat dimainkan mulai dari 2-4 orang dan terdapat kartu yang memiliki 3 simbol berbeda dan bermain secara bergantian. Motivasi mereka dalam mengikuti lomba ini sangat kuat, karena mereka percaya bahwa setiap langkah yang diambil mendekati kemenangan, bukan hanya untuk meraih piala, tetapi juga untuk mengumpulkan pengalaman berharga dan pembelajaran yang tak ternilai. Annisaa Khorunnillah juga mengungkapkan rasa syukurnya dengan prestasi yang telah diraih. “Alhamdulillah, ini merupakan pengalaman terbaik yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Saya juga pernah mengikuti lomba essay tingkat nasional di Bali, bersama dengan rekan baik saya Risyda Fauziatul Afidah, perjuangan saya tidak berhenti di situ. Saya terus mengejar target untuk berprestasi di tingkat nasional,” ungkap Annisaa. Jurusan Pendidikan Matematika turut mendukung perjalanan mereka dalam persiapan hingga hasil akhir lomba. “Peran jurusan sangat membantu dalam persiapan dan pembimbingan kami untuk mencapai prestasi ini,” kata Annisaa. Dengan lolos sebagai finalis dan berhasil meraih dua judul sekaligus, kelompok ini berharap prestasi mereka dapat menjadi motivasi bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka juga berharap dapat terus berkontribusi dan menginspirasi orang lain dengan pencapaian mereka. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Adi Slamet Kusumawardana, M.Si., mengucapkan selamat atas prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswanya. “Kami bangga atas prestasi yang diraih oleh Annisaa Khorunnillah dan anggota kelompoknya. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan keunggulan dalam menghadapi tantangan lomba tingkat nasional,” jelasnya. Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, mengapresiasi pencapaian kelompok mahasiswa berprestasi ini. “Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Pendidikan Matematika ini sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa dan memiliki motivasi untuk terus mengembangkan potensi dalam bidang Pendidikan Matematika,” ungkapnya. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM memiliki potensi dan komitmen yang kuat dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan akademik mereka. Diharapkan ke depannya, prestasi ini akan memberikan dorongan bagi mereka untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam bidang pendidikan matematika.
Membanggakan! Mahasiswa FKIP Sumbang Gold Medal ASEAN University Games 2024, Antarkan Indonesia Jadi Juara Umum

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadidyah Malang (UMM) kembali membuktikan komitmen mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dalam ajang Asean University Games (AUG) yang diselenggarakan pada Selasa (25/6) hingga Minggu (6/7), tim Pencak Silat Kategori Seni Regu Female yang digawangi 3 mahasiswi Prodi PGSD, yakni Qonit Fildza Maizura, Wita Carissa Amelia dan Shelsa Odilia Rachman sukses membawa pulang medali emas. Dalam wawancara secara daring, Qonit Fildza Maizura mengaku senang dan bangga atas prestasi yang mereka peroleh. “Kami tentu merasa sangat-sangat senang dan bangga karena bisa menyumbang gold medal untuk Indonesia,” kata mahasiswi dari Sidoarjo itu. Padahal, katanya, awalnya ia tidak menyangka dapat mewaakili kampus untuk bertanding di Asean University Games. Meskipun pernah bertanding di kancah internasional, tetapi ia belum pernah membawa nama Indonesia dan menjadi atlet nasional. Hal itulah yang memotivasinya untuk memberikan yang terbaik. “Saya sudah sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini, sehingga saya hanya memikirkan cara untuk bisa bermain dengan maksimal agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal juga,” ungkap Aiko, sapaan akrabnya. Kemenangan ini tak lepas dari tantangan. Menariknya, menurut Aiko, tantangan itu bukan dari ketangguhan lawan, tetapi justru dari spirit dan mentalitas tim. “Meski secara pribadi yang paling berkesan adalah saat melawan Singapura, tetapi setelah dipikir-pikir tantangan terbesarnya justru bagaimana kami terus menguatkan niat dan kepercayaan diri agar bisa bermain dengan maksimal supaya bisa mengharumkan nama merah putih,” tegasnya Sejak tahun 2018, Aiko sudah banyak menorehkan prestasi. tercatat, ada 20 kejuaraan baik regional, nasional, hingga internasional yang diperolehnya. Untuk tingkat internasional, salah satunya adalah Juara 1 10th Taming Sari UKM & International Silat Championship 2020. Ditanya perihal kunci kemenangan, Aiko menjelaskan bahwa salah satunya adalah manajemen waktu. Pasalnya, selain menjadi atlet, mereka juga berstatus mahasiswa yang punya tanggung jawab akademik. Selain itu, Wita Carissa Amelia menambahkana, kekompakan tim juga menjadi kunci. Beruntung, mereka sudah mengenal dan dalam tim yang sama sejak SMA. “Kami berasal dari SMA yang sama. Shelsa teman satu Angkatan sedangkan Aiko adalah adik kelas. Saat memulai karier di atlet pencak silat, kami kelas 3 sementara Aiko kelas 2,” jelasnya. Shelsa Odilia Rachman juga menambahkan support sistem sangat penting dalam setiap kesuksesan. Keluarga, organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan dosen serta universitas. “Alhamdulillah, dosen memberikan dukungan penuh dan mengapreasi prestasi nonakademik kami. Universitas juga memfasilitasi kami dalam berlatih,” ungkapanya. Merespon capaian ini, Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D mengungkapkan rasa syukurnya. Ia pun berharap capaian ini dapat menjadi energi positif yang memotivasi mahasiswa lain untuk berprestasasi. “Sangat bersyukur. Ini tidak hanya mengharumkan nama fakultas atau universitas, tetapi nama bangsa. Mengantarkan Indonesia menjadi juara umum. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan diri, berkompetisi, dan berprestasi,” tegasnya. (*fd)
Luaran Perkuliahan: Mahasiswa PBI FKIP UMM Gelar Pertunjukan Teater Hingga Diskusi Komunitas Teater Kampus Malang

FKIP NEWS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari angkatan 2021 telah sukses menggelar pertunjukan teater sebagai bagian dari luaran mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Mereka menampilkan karya Eugene O’Neill yang diadaptasi oleh W.S Rendra dengan judul “Tanda Silang” di Aula Masjid A.R. Fachruddin UMM pada tanggal 30 Juni 2024 lalu. Teater ini diberi nama “Teater Jangkar” dan merupakan hasil dari kolaborasi yang intens antara mahasiswa baik sebagai pemain maupun tim pengarah yang dipimpin oleh Miftahul Huda sebagai sutradara, serta M. Khalip Pranata sebagai Pimpinan Produksi. Pengampu dan Pengarah Produksi dari mata kuliah KSP ini adalah Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., yang memberikan arahan serta bimbingan intensif kepada para mahasiswa selama proses persiapan hingga pementasan. Pentas yang sukses terlaksana tersebut diaktori oleh Rachmad Hidayat sebagai Darpo, Elvina Anjarini sebagai Dokter, Ananda Fatma sebagai Nani, dan Oky Kusuma sebagai Ayah. Sementara itu, tim dibalik layar yang terdiri dari Tim Musik yang dikoordinatori oleh M.Naufal, Tim Penata Cahaya oleh Nuril Bahari, Tim Tata Rias oleh Arinda Dwi, Tim Tata Panggung oleh Haqi Amru, dan Tim Tata Busana oleh Bella Mustika. Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, Dr. Sugiarti, M.Si, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian mahasiswa ini. “Pertunjukan yang luar biasa. Dari sini kitab isa melihat bahwa dengan skema perkuliahan berbasis luaran, kitab isa melihat ada bakat-bakat luar biasa para mahasiswa kita. Semoga mereka terus konsisten mengembangkan diri sampai menjadi aktor hebat di masa depan” ujarnya. Pertunjukan teater ini mendapat sambutan hangat dari para penonton yang hadir, terdiri dari dosen, rekan mahasiswa, serta masyarakat umum yang tertarik dengan karya seni teater. Tak terkecuali, komunitas teater kampus di Malang seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. Dalam diskusi sarasehan selepas pertunjukan, mereka mengapresiasi dedikasi tim dalam mengekspresikan gagasan dan emosi melalui lakon yang dipilih dengan seksama. Apalagi setelah mendengar paparan proses kreatif yang disampaikan pimpinan produksi dan sutradara. Salah satu perwakilan dari teater UB secara khusus mengonfirmasi tingkat kepuasan pimpro dan sutradara terhadap pertunjukan dan hal yang ingin disempurnakan. “Secara pribadi, saya memberikan rate 9,5 dari 10 untuk pertunjukan malam ini. Sisanya, saya masih merasa perlu waktu lebih lama untuk mematangkan aktor-aktor saya jika kami diberi kesempatan untuk tampil kembali,” ungkap Huda selaku sutradara. Pementasan “Teater Jangkar” juga menjadi salah satu bukti nyata dari komitmen FKIP UMM dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkualitas akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan seni dan budaya di masyarakat. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi penerus untuk terus mengembangkan bakat dan minat di bidang seni pertunjukan. (*aff/ed: fd)
Moh. Isnaini, Dosen PBI FKIP UMM yang Sukses Raih Gelar Doktor Usai Kaji Lanskap Linguistik Malang Raya

FKIP News—Moh. Isnaini, Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sukses meraih gelar Doktor pada Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sidang Promosi Doktor dihelat pada Rabu, 19 Juni 2024, di Auditorium Lantai 4 Gedung T14. Krisna, sapaan akrabnya, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Lanskap Linguistik di Malang Raya Kajian Sosiopragmasemantika”. Ketertarikannya dalam mengkaji topik ini bermula dari observasinya bahwa budaya berbahasa di Malang Raya memiliki karakteristik daibandingkan daerah lain. Karakteristik ini tampak dari aspek penyajian informasi di ruang public yang tidak hanya menunjukkan bilingualisme, tetapi juga multilingualisme. “Fenomena ini menarik karena di baliknya terepresentasi karakteristik sosiokultural dan sosio-simbolis penggunaan bahasa di ruang publik,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, fokus penelitian Krisna yaitu menemukan bentuk, makna sign, dan fungsi lanskap linguistik di Malang Raya. Untuk membedah fokus penelitian tersebut, Krisna mengumpulkan data berupa reklame, kafe, papan pengumuman, baliho, petunjuk arah, spanduk, usaha jasa, warung, toko, rumah makan, dan nama jalan di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu bentuk lanskap linguistik di Malang Raya menunjukkan adanya informasi monolingual, bilingual, dan multilingual. “Bentuk monolingual terlihat pada penggunaan bahasa Jawa pada nama warung, toko, reklame dan lainnya. Bentuk bilingual umumnya berupa campuran bahasa Indonesia dan Jawa dan digunakan pada rumah makan, kafe, dan jalan. Sementara multilingual bisa ditemui pada spanduk, baliho, dan pengumuman. Dari ketiga jenis ini, bilingual digunakan secara dominan,” terang dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Humas UMM itu. Selanjutnya, makna sign dalam lanskap linguistic Malang Raya didominasi dengan onomastika atau penamaan. Makna sign terdiri atas makna konseptual, sosial, reflektif, kolokatif, afektif, tematik, dan konotatif yang tampak pada tempat bersejarah, tempat istimewam unsur geografis, dan nama apahlawan. “Namun, makna sign yang paling banyak muncul adalah pada tempat bersejarah. Hal ini tak lepas daari upaya pemerintah Malang Raya dalam melestarikan tempat-tempat bernuansa heritage,” pungkasnya. Adapun fungi lanskap linguistic meliputi fungsi informatis dan simboli, fungsi informatif dan direktif, dan fungsi simbolik-etis. Dari ketiganya, yang paling dominan muncul adalah fungsi informatif-direktif, khususnya pada papan reklame dan spanduk di Malang Raya. Istimewanya, secara teoretis, hasil penelitiannya ini telah menghasilkan disiplin baru dalam penelitian lanskap linguistik, yaitu sosiopragmasemantika yang merupakan integrasi dari sosiolinguistik, pragmatik, dan semantik. Ia pun brharap agar peneli-peneliti selanjutnya terus mengembangkan kajian ini agar dapat mempertajam kajian sosiopragmasemantika menjadi disiplin ilmu baru dalam penelitian bahasa dan sastra. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, ia juga merekomendasikan pemerintah untuk memberikan panduan pemberian informasi di ruang publik. “Pemerintah sebaiknya dapat memberikan rambu-rambu aturan dalam penyusunan dan penulisana informasi di ruang public, sehingga tetap mengacu pada Undang-Undang tentang penggunaan bahasa di ruang public,” pungkasnya. (*fd)
Perkuat Kerja Sama, FKIP UMM Terima Benchmarking dan Teken MoU FKIP Univet

FKIP News—FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara lakukan benchmarking sekaligus teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis lalu (20/06/2024). MoU itu dalam rangka pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, pengembangan kelembagaan, dana penjaminan mutu internal. Melalui kerja sama ini, FKIP Univet dan FKIP UMM berkomitmen untuk bersinergi dalam melaksanakan pendidikan yang unggul. Sebelum teken MoU, Jajaran dekanat terlebih dahulu menjelaskan tentang FKIP UMM. Paparan diawali oleh Dekan FKIP UMM, Prof Dr Trisakti Handayani MM yang menjelaskan tentang profil dan keunggulan FKIP UMM. Trisakti menegaskan bahwa enam prodi di FKIP UMM telah terakreditasi unggul. Hal ini tidak lepas dari inovasi yang dikembangkan Prodi, seperti program ekuivalensi dan Center of Exellence. Prodi di lingkungan FKIP juga memiliki jurnal terakreditasi Sinta, termasuk Jurnal Inovasi Pembelajaran (JINop) FKIP yang telah terakreditasi Sinta 2. Integritas dan budaya kerja juga menjadi kunci keberhasilan. “Seluruh civitas akademika FKIP UMM menerapkan budaya organisasi yang sudah turun-temurun, yakni Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Kami sadar bahwa UMM telah memberi kami banyak hal dan ini menjadi semangat bagi kami untuk berbuat lebih banyak lagi untuk UMM, untuk Muhammadiyah,” tegasnya. Selanjutnya, Wakil Dekan II, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menambahkan, UMM besar dan dapat menghidupi diri tidak hanya dari mahasiswa, tetapi juga dari pengembangan income generate atau amal usaha. UMM telah memiliki 3 hotel rumah sakit, bengkel, tempat rekreasi, PLTMH, dan sebagainya. “Keberadaan amal usaha tidak hanya penting dalam hal income kampus, tetapi juga dalam rangka brand awareness. Bahwa, UMM ada di tengah-tengah masyarakat, berkontribusi untuk masyarakat. Ini penting untuk mengatasi tantangan PMB yang kita hadapi akhir-akhir ini,” pungkasnya. Pada bidang kemahasiswaan, Wadek III, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. menjelaskan bahwa FKIP UMM punya komitmen tinggi dalam membangun kerja sama lokal, nasional, maupun internasional. Untuk skala internasional, tercatat tak kurang dari 33 kerja sama telah dikantongi dan memfasilitasi berbagai kegiatan internasional. “Tahun ini pada bulan Seeptember, FKIP UMM akan mengirim mahasiswa ke Thailand Utara, Thailan Selatan, Bangkok, dan Sanggar Belajar di Malaysia untuk kegiatan KKN-DIK internasional. Beberapa mahasiswa saat ini juga tengah menjalani Magang Internasional di Vietnam,” terangnya. Berbagai prestasi mahasiswaa telah dicapai dan diapresiasi. Alur informasi disalurkan memanfaatkan ikatan alumni Saka Widya dengan maksimal, di samping memanfaatkan website dan media sosial. Ke malaysia ke bebedapa sanggar belajar. Setiap tahun. Menindaklanjuti paparan Dekana FKIP tentang Program CoE, untuk memperoleh Gambaran yang lebih mendalam, Arif Setiawan mempresentasikan dua CoE Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni CoE Editor dan Perbukuan serta CoE Diplomasi Bahasa. CoE adalah program yang dikembangkan berdasarkan kekhususan atau keunggulan Prodi. Melalui skema 20 SKS teori dan 17 SKS praktik di industry, diharapkan para mahasiswa dapat memiliki kompetensi dan pengalaman yang sejalan dengan kebutuhan industri. Laporan magang mahasiswa juga disusun dalam produk Scriptpreneur sebagai pengganti skripsi. Ini merupakan bagian dari program UMM Pasti: Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Bekerja, dan Mandiri. Mendengar paparan-paparan tersebut, peserta menyampaikan merasa diguyur inspirasi. Dalam sesi diskusi, para dosen Univet aktif bertanya terkait income generating, sistem penjaminan mutu, dan trik menjaga keberlanjutan program MBKM khususnya yang berhubungan dengan mitra industri. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU. Diskusi benchmarking dan penandatanganan MoU ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk memprioritaskan kerja sama publikasi dan MBKM. (*fd)
FKIP UMM Bagikan Best Practice Penguatan Literasi dalam Konferensi Nasional INOVASI

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut berpartisipasi dalam Konferensi Nasional INOVASI bertajuk “Kolaborasi LPTK, Pemerintah dan Sekolah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Semua Anak”, Rabu-Kamis (19-20 Juni 2024) di Hotel Lombok Raya, Mataram. Kegiatan ini (INOVASI Fase 3) merupakan program kelanjutan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia yang bertujuan untuk meningkatkan capaian hasil belajar siswa di jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Program ini akan berlangsung pada tahun 2024 hingga 2027 dan diimplementasikan di 6 (enam) provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTB), Nusa Tenggara Barat (NTT), Kalimantan Utara, dan Maluku. INOVASI Fase 3 dibangun berdasarkan pembelajaran dari INOVASI fase sebelumnya dan bukti-bukti terbaru dalam mendukung pembelajaran inklusif untuk semua, dengan memprioritaskan isu-isu kebijakan saat ini terkait kesetaraan gender, inklusi bagi siswa penyandang disabilitas, dan pemahaman dini peserta didik pada isu perubahan iklim dan lingkungan hidup sekitarnya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, Ph.D., yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun dan meningkatkan hasil belajar anak-anak di Indonesia. “Kita semua harus bersama-sama berkolaborasi membangun dan meningkatkan hasil belajar semua anak, baik laki-laki ataupun perempuan, baik yang kaya ataupun yang miskin, baik yang berkebutuhan khusus ataupun tidak,” ujar Heyward. Secara khusus, dalam kegiatan bergengsi ini, FKIP UMM yang diwakili oleh Wakil Dekan I, memaparkan tentang Penguatan Literasi di Perkuliahan PPL-PLP serta PPG. Menurut Sugiarti, proses integrasi literasi kurikulum di FKIP UMM menerapkan konsep sustainable improvement melalui lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Integrasi ini dilakukan dalam 6 mata kuliah di Prodi PGSD dan menghasilkan enam (6) modul adaptasi literasi dengan berperspektif GEDSI dan buku pendamping yang diterapkan dalam perkuliahan menggunakan Model Lesson Study. Hasilnya, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar dunia nyata sesui profil dan kompetensi tambahan sesuai CPL Prodi. Selain itu, mahasiswa terlatih untuk mengkomunikasikan jawaban dengan memahami persoalan terlebih dahulu (berpikir kritis). Sehingga, jawaban yang disampaikan dapat dikaji dan dipertanggungjawabkan dengan disertai alasan yang jelas. “Yang tidak kalah penting, kemampuan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengembangkan perangkat modul ajar juga meningkat. Dengan begitu, mahasiswa terjamin memiliki kompetensi dalam membangun literasi anak baik tingkat SD, SMP, maupun, SMA,” pungkasnya. Melihat banyaknya manfaat yang diperoleh, FKIP UMM melakukan pengimbahasan pada kegiatan PLP dan juga Prodi PPG. Pengimbahasan pada program PLP melibatkan sekolah mitra dan mahasiswa PGSD pada program asistensi mengajar. “Kemudian, pengimbasan literasi numerasi di Prodi PPG FKIP UMM dilakukan melalui workshop pengintegrasian literasi numerasi dalam pembelajaran PPG dan kebijakan penyusunan modul ajar kurikulum Merdeka dengan mengintegrasikan literasi numerasi,” tutupnya. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan FKIP UMM dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam tingkat literasi di Indonesia. (*fd)
Lahirkan Model Pembelajaran BIPA, Faizin, Dosen PBI FKIP UMM Raih Gelar Doktor Bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra

FKIP News – Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Faizin, M.Pd. meraih gelar doktor pada Program Doktor Pendidikan Bahasa dan Sastra, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) usai mempertahankan disertasinya di Auditorium Lantai 4 Gedung T14, pada Rabu, 19 Juni 2024. Dr. Faizin, M.Pd. melakukan penelitian disertasi dengan judul Model Konfigurasi Sistemis Berbasis Digital pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi, Wakil Rektor II Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., Wakil Rektor III Dr. Nur Subeki, ST., MT., Dekan FKIP UMM Prof Dr Trisakti Handayani MM beserta jajaran, para Kabiro, Kaprodi di lingkungan FKIP UMM, serta para tamu undangan. Menurut Faizin, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran konfigurasi sitemis berbasis digital pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang valid, praltis, dan efektif. Selain itu, pengembangan model ini juga disertai dengan pengemebangan produk seperti buku ajar BIPA Mentari Indonesia, lembar kerja mahasiswa, buku pedoman dosen, buku pedoman penilaian, RPS dan Silabus. Pengembangan model ini penting dilakukan karena akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa BIPA di berbagai jenjang. “Pengembangan model ini juga akan membuka ruang terhadap munculnya model pembelajaran BIPA yang memiliki adaptasi terhadap perkembangan teknologi,” tuturnya. Model pembelajaran yang dikembangkan ini, tambah Faizin, mengintegrasikan teori pembelajaran sibernetik dengan teori pemerolehan bahasa Four Strands Paul Nation. Selain itu, ia juga terinspirasi dari konsep Digital dalam Holistika Pendidikan Malik Fadjar, yang menekankan adaptasi teknologi digital dalam pembelajaran. Model yang terwujud dalam sintaks AMERTA yakni aktivitas tilikan, memaknai, eksplorasi input, rekonstruksi luaran, tindakan sintesis, dan aktivitas pengasahan ini memiliki beberapa keunggulan. Model dikembangkan dengan mempertimbangkan faktor karakteristik pemelajar dari berbagai negara serta Tingkat penguasaan bahasa Indonesia, sehingga efektif dalam meningkatkan empat aspek keterampilan berbahasa. “Model ini juga mengacu pada teori Sibernetik, cara berpikir sistemis, dan aktivitas dikategorikan dalam empat untaian Paul Nation, sehingga menghasilkan kegiatan pembelajaran yang terarah, fokus pada penguasaan dan peningkatan keterampilan berbahasa, serta dilaksanakan bertahap,” imbuhnya. Meskipun dikembangkan pada konteks pembelajaran BIPA, menurut Faizin, model ini juga dapat diterapkan dalam proses pemerolehan bahasa asing seperti bahasa Inggris di lingkungan sekolah jenhang SMP dan SMA. Tentu, dengan penyesuaian karakteristik siswa dan materi bahasa. Atas temuan dalam disertasi ini, Faizin merekomendasikan agar model pembelajaran ini dapat dijasikan pertimbangan bagi pemerintaha dalam meningkatkan dukungan terhadap program BIPA, sehingga tujuan internasionalisasi bahasa Indonesia dapat segera terwujud. “Lebih spesifik, dukungan pemerintah tersebut dapat berupa fasilitasi kebutuhan pengembangan program BIPA dan dukungan anggaran untuk menambah fasilitas pembelajaran,” tutupnya. Para dewan penguji pun memberikan apreasiasi yang tinggi atas penelitian Faizin. Secara khusus, Dekan FBS, Syaiful An’am PhD berpesan kepada Rektor UMM untuk memfasilitasi diseminasi karya Faizin. “Produk yang luar biasa ini sudah selayaknya diberi ruang di website UMM untuk dapat dikembangkan dan disebarluaskan kepada khalayak, sehingga kebermanfaatannya akan semakin tinggi,” tegasnya. (*fd)
Teater HARMONIA SASKARA, Suguhkan Empat Drama Dongeng Fantasi

FKIP News – Mahasiswa Prodi PGSD FKIP UMM yang tergabung dalam Teater HARMONIA SASKARA menggelar pertunjukana drama bertema Dongeng Fantasi. Acara yang menampilkan 4 cerita terkenal, yakni “Snow White”, “Hanzel and Gretel”, “Cinderella”, serta “Penggembala Domba dan Serigala” pada Rabu (12/06/2024) lalu ini berlangsung dengan sukses dan meriah. Ketua Teater HARMONIA SASKARA, Exzal Antolin Febriansyah, menjelaskan bahwa tujuan utama pagelaran ini adalah untuk menghidupkan kembali kisah-kisah dongeng yang sarat akan pesan moral dan hiburan. “Kami ingin membawa penonton ke dunia magis yang penuh dengan pelajaran hidup, serta menunjukkan bahwa dongeng-dongeng Fantasi ini masih relevan dengan kehidupan kita saat ini,” ujarnya. Drama “Snow White” di Universitas Muhamadiyah Malang disutradarai oleh Nabilah Aulia. Drama ini dipilih karena pesan moral dan nilai-nilai universalnya yang relevan dengan kehidupan saat ini, seperti kebaikan hati dan keberanian menghadapi kejahatan. Drama ini juga menampilkan elemen visual menarik seperti cermin ajaib dan tujuh kurcaci, dengan menonjolkan adaptasi segar dan sentuhan lokal. Desainer panggung, Rahayu Salamah Ningrum, yang menjanjikan visual spektakuler. Berkat kerja kerasnya, Tim “Snow White” meraih nominasi penghargaan lighting dan sound terbaik. Selanjutnya, drama “Hanzel and Gretel” yang dianggap relevan dan menarik untuk diangkat kembali ke panggung. Pasalnya, kisah “Hanzel and Gretel” yang berasal dari cerita rakyat Jerman memiliki pesan moral yang kuat dan relevan dengan berbagai situasi kehidupan masa kini. Cerita ini menggambarkan perjuangan dua anak yang berusaha untuk bertahan hidup di tengah kondisi sulit, mengajarkan nilai-nilai keberanian, kerja sama, dan pentingnya keluarga. Selain itu, tim kreatif di balik produksi ini melihat kesempatan untuk menampilkan inovasi dan kreativitas dalam pementasan. Sutradara Hartati Arining dan Penulis Naskah Aisyah Fatikah Basyah, menjelaskan bahwa adaptasi ini akan menghadirkan elemen-elemen modern tanpa menghilangkan esensi asli dari cerita tersebut. “Kami ingin membawa Hanzel dan Gretel ke dunia yang lebih dekat dengan penonton masa kini, dengan sentuhan teknologi dan setting yang lebih kontemporer,” ujarnya. Sutradara Hartati Arining meraih nominasi penghargaan Sutradara terbaik. Desainer panggung, Nola Feriska, yang menjanjikan visual spektakuler. Tim tata rias dan kostum, Intan Nur Rahmawati yang menjadikan penampilan para pemeran lebih menarik saat dilihat oleh banyak penonton serta meningkatkan apresiasi terhadap seni teater. Pagelaran ini diharapkan tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan inspirasi dan pesan moral yang mendalam. Tim “Hanzel and Gretel” meraih nominasi penghargaan tata rias dan kostum terbaik. Sealin itu, mereka juga memenangkan poster dan teaser terfavorit. Banyaknya penghargaan yang telah diraih oleh “Hanzel and Gretel”, membuat mereka berhasil meraih juara umum pada acara pagelaran drama ini. Pagelaran drama “Cinderella” yang dipentaskan oleh Teater Harmonia Saskara di Universitas Muhammadiyah Malang menjadi sorotan dengan tujuan menghidupkan kembali pesan moral dan keajaiban dari teater drama musikal tersebut. Sutradara drama, Memes Olga, menjelaskan bahwa pemilihan “Cinderella” bukan tanpa alasan, karena cerita ini memiliki nilai-nilai universal yang relevan dengan kehidupan modern serta elemen visual yang menarik. Dengan kostum mewah, setting panggung yang spektakuler, dan dukungan teknologi pencahayaan modern, drama ini diharapkan memberikan pengalaman teater yang tak terlupakan bagi penonton. Selain menjadi hiburan, drama “Cinderella” juga diharapkan mampu memberikan inspirasi dan pesan moral yang mendalam kepada penonton. Melibatkan mahasiswa/i prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2023, pagelaran ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni teater di tanah air. Dengan segala persiapan dan konsep yang matang, pertunjukan ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh kalangan mahasiswa/i PGSD Angkatan 2023, bahkan para dosen FKIP pun diundang untuk merasakan keajaiban dari cerita legendaris ini di atas panggung. Tim cinderella meraih penghargaan Naskah dan aktris terbaik. Pagelaran Drama ‘’Cinderellah” Terakhir yakni cerita klasik berjudul “Penggembala Domba dan Serigala” yang berasal dari cerita rakyat Malaysia memiliki pesan moral yang kuat dengan berbagai situasi kehidupan masa kini. Cerita ini menggambarkan tentang seorang penggembala yang ditugaskan menjaga para domba, cerita ini mengajarkan kita arti nilai-nilai kejujuran. Selain itu, Sutradara, Wakiatul Ulfa menjelaskan bahwa adaptasi ini akan menghadirkan elemen-elemen modern tanpa menghilangkan esensi asli dari cerita tersebut. “Kami ingin membawa Penggembala Domba dan Serigala ke dunia yang lebih dekat dengan penonton masa kini, dengan sentuhan teknologi dan setting yang lebih kontemporer,” pungkasnya. (*)