Magang CoE Diplomasi Bahasa, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Ajarkan Bahasa Indonesia di Vietnam

FKIP News—Lima Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani kegiatan magang di Open University, Vietnam. Magang ini merupakan langkah konkret dalam realisasi kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dan menjadi bagian dari Center of Excellence (CoE) Diplomasi Bahasa yang merupakan program unggulan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Kelima mahasiswa tersebut yakni Bella Mustika, Melani Nadira, Irmada Ikhsania, Rossa Julfiyatun, dan Selya Oktananda Sundari. Diampingi oleh Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Dr. Arif Budi Wurianto, selaku Kepala UPT BIPA UMM, kelima mahasiswa Angkatan 2021 ini diterima di Open University Ho Chi Minh City oleh Dr. Le Thai Thuong Quan, yang menjabat sebagai Head of Department of Cooperation and Scientific Management dan Nguyen Thi Thu Hang, M.Pd, selaku pengajar bahasa Indonesia di Open University Ho Chi Minh City. Dr. Le Thai Thuong Quan menyambut baik kedatangan PBI UMM. Menurutnya, kegiatan magang ini merupakan langkah penting bagi Open University Ho Chi Minh City dalam membekali mahasiswa keterampilan Bahasa Indonesia. Ia pun menyatakan dukungan penuh pada program CoE Diplomasi Bahasa PBI UMM. “Kerja sama ini adalah tonggak penting bagi kedua institusi. Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, terutama dalam mendukung program unggulan Center of Excellence Diplomasi Bahasa,” ungkap Dr. Le Thai Thuong Quan. Sejalan dengan itu, dalam sambutan penyerahan mahasiswa, Arif Setiawan, M.Pd. mengatakan, kegiatan magang ini menandai kolaborasi pertama dalam bentuk konkret antara UMM dan Open University Ho Chi Minh City. Ia pun menyampaikan terima kasih atas sambutan baik dan dukungan yang diberikan. “Alhamdulillah, inisiasi kerja sama yang telah disepakati dan dituangkan dalam MoU akhirnya dapat terealisasi. Kami berterima kasih atas sambutan baik dari Open University Ho Chi Minh City dan kami berharap kegiatan ini akan terus berlanjut di masa depan,” ungkapnya. Selain itu, para mahasiswa juga mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Ho Chi Minh City, (14/06/2024). Rombongan disambut dengan hangat oleh Agustaviano Sofjan, Konsulat Jenderal Indonesia di Vietnam, serta Jovanka Tania, Kepala Bidang Konsultasi dan Imigrasi. Dalam diskusi itu, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih karena selalu diberi mahasiswa dari Vietnam. Hal itu berdampak signifikan terhadap hubungan kerja sama UMM dan Vietnam. Juga, terhadap visi internasionalisasi bahasa Indonesia. “UMM sangat berterima kasih karena setiap tahunnya diberikan mahasiswa asing yang berasal dari Vietnam, sehingga hubungan antara indonesia khususnya UMM dan Vietanam sangat hangat dan erat. Kegiatan magang mahasiswa ini menjadi salah satunya,” katanya. Agustaviano Sofjan pun menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan mahasiswa asing yang belajar di UMM. Pasalnya, para alumni UMM selalu membawa banyak hal dari UMM yang diterapkan di Vietnam dan berperan aktif dalam program BIPA di Vietnam. Selain itu, ia mengaku senang karena kegiatan magang BIPA ini sangat diperlukan untuk mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia. “Kegiatan magang seperti ini sangat diperlukan untuk mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia. Kami mendukung penuh kegiatan ini. Dan, kami mohon izin melibatkan adik-adik magang untuk mengajarkan bahasa, budaya, dan pengetahuan Indonesia di KJRI,” pungkas Agustaviano Sofjan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan dosen PBI UMM untuk mengunjungi University of Social Sciences and Humanities (USSH) dan menyiapkan implementasi kerja sama dalam waktu dekat. Diskusi dilakukan dengan hangat bersama Dr. Thuan Nguyen Thanh, M.A, Dekan Fakultas Oriental Studies, serta Ho Ngoc Hieu, M.Pd, dan Thon Trang selaku dosen bahasa Indonesia. Dalam pertemuan itu, USSH menyatakana siap untuk mengaplikasikan dan merealisasikan kerja sama yang telah dibangun dengan UMM. “USSH sangat siap menerima mahasiswa magang dari UMM untuk mengajarkan bahasa Indonesia yang kami sajikan setiap semester. Kami juga menunggu kedatangan dosen dari UMM untuk mengajar bahasa Indonesia di USSH,” ujar Dr. Thuan Nguyen Thanh. Melalui kegiatan magang ini, diharapkan para mahasiswa dapat membawa pengalaman berharga yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mereka di bidang pendidikan bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara UMM dengan berbagai institusi di Vietnam, memperluas jaringan kerja sama internasional, serta mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia di kancah internasional. Kegiatan magang ini menjadi bukti konkret dari komitmen PBI UMM dalam mengembangkan kerja sama internasional dan mendukung program internasionalisasi bahasa Indonesia. Diharapkan, ke depannya, PBI UMM dapat terus memperluas program magang internasional ini dengan melibatkan lebih banyak institusi pendidikan dan kebudayaan di berbagai negara. (*fd)

Raih Hibah Rekognisi Pembelajaran (RPL), FKIP UMM Siap Buka Jalur RPL untuk 6 Prodi

FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan prestasinya dengan meraih hibah Rekognisi Pembelajaran (RPL) tipe A dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Melalui surat Nomor : 3853/E2/DT.00.05/2024 Tanggal 29 Mei 2024, FKIP UMM ditetapkan sebagai salah satu dari 60 perguruan tinggi penerima hibah RPL dan secara resmi akan mengimplementasiskan Program RPL pada semester ganjil 2024/2025 untuk 6 Prodi, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dalam rangka implementasi hibah, koordinator program sekaligus Wakil Dekan 1 FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si., dan Fida Pangesti, S.Pd., M.A., mengikuti bimbingan teknis (bimtek) bagi perguruan tinggi penerima bantuan pemerintah (Banpem) RPL. Bimtek ini dilaksanakan di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada 11—12 Juni 2024 kemarin. Kehadiran kedua perwakilan FKIP UMM ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang implementasi RPL di lingkungan pendidikan tinggi. Dr. Sugiarti menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penerimaan hibah ini. “Kami sangat bersyukur menerima hibah RPL tipe A ini. Ini merupakan pengakuan atas kerja keras FKIP UMM dalam meningkatkan mutu pendidikan. Khususnya, dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar S-1,” ujarnya. Rekognisi Pembelajaran (RPL) merupakan salah satu program penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan adanya hibah RPL tipe A ini, FKIP UMM diharapkan dapat memberikan pengakuan terhadap pembelajaran yang telah ditempuh oleh mahasiswa melalui pengalaman akademik dan non-akademik. Ini termasuk pengakuan atas kursus, pelatihan, pekerjaan, atau kegiatan lain yang relevan dengan program studi mereka. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat mengajukan pengakuan atas pembelajaran formal maupun informal yang telah mereka peroleh sebelumnya untuk mendapatkan kredit akademik. Hal ini memungkinkan mereka untuk mempercepat penyelesaian studi serta menghemat waktu dan biaya studi. Sugiarti pun menambahkan, bimtek ini merupakan kesempatan berharga bagi FKIP UMM untuk belajar dari perguruan tinggi lain yang juga menerima hibah RPL. “Bimtek ini merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman lebih mendalam tentang implementasi RPL. Kami juga mendapat inspirasi bagaimana mengoptimalkan program RPL, baik dari masukan reviewer maupun dari praktik baik perguruan tinggi lain pada sesi FGD,” jelasnya. Selain manfaat bagi calon mahasiswa dan mahasiswa, penerimaan hibah ini juga membuka peluang bagi FKIP UMM untuk mengembangkan kurikulum yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Dengan demikian, lulusan dari FKIP UMM akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi akan memberikan bekal yang lebih baik bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Dengan semangat baru dan dukungan hibah ini, FKIP UMM optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi. (*fd)

Kuatkan Jiwa Bela Negara, Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Pendidikan Bela Negara di Lanal Malang

FKIP News – Sebanyak 515 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalani pelatihan bela negara di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dari Rabu (5/5) hingga Kamis (6/5), dengan tujuan untuk memperkuat karakter dan jiwa kebangsaan calon guru. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani MM, menekankan pentingnya bela negara sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, seorang guru sebagai komponen penting dalam pendidikan, perlu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai bela negara. “Mahasiswa PPG UMM adalah calon guru profesional yang akan melanjutkan pembangunan bangsa di masa depan,” ujarnya. Trisakti juga menyoroti tanggung jawab berat yang akan dihadapi oleh guru di masa depan, mengingat tantangan yang semakin kompleks bagi generasi muda. Menurutnya, bela negara bukan hanya tentang aspek militer, tetapi juga harus mencakup semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. “Melalui diklat bela negara ini, diharapkan karakter calon guru dapat terbentuk dengan baik, sehingga mampu menciptakan generasi emas bangsa melalui pendidikan,” katanya. Selama pelatihan, para mahasiswa tinggal di Lanal dan mengikuti berbagai peraturan serta kebiasaan yang ada di sana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa. Mereka mendapatkan sejumlah materi penguatan bela negara yang mencakup berbagai aspek penting. Komandan Lanal Malang, Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari SSos MTr Ap, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa PPG UMM selama pelatihan berlangsung. “Pengalaman ini hendaknya dijadikan sebagai pelengkap dan modal untuk mendidik generasi bangsa,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PPG UMM atas kepercayaannya kepada Lanal Malang untuk menyelenggarakan kegiatan bela negara ini. Menurutnya, selama dua hari tersebut, para peserta diklat mampu mengikuti seluruh materi yang diberikan dengan baik dan menunjukkan keterampilan bela negara yang memadai. “Keterampilan bela negara para mahasiswa PPG sudah tak diragukan lagi,” tambahnya. Dengan pelatihan bela negara ini, diharapkan para mahasiswa PPG UMM mampu menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat dan jiwa kebangsaan yang kokoh. Kegiatan ini tidak hanya membekali mereka dengan pengetahuan, tetapi juga semangat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting bagi para calon guru untuk mengemban tugas besar dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berjiwa nasionalis. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam menciptakan Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya saing di kancah global. (*)

Bahas Pengembangan BIPA Thailand Selatan, Konjen RI Songhkla Terima Kunjungan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM

FKIP News—Upaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk berkontribusi dalam visi internasionalisasi bahasa Indonesia terus dilakukan. Salah satunya dengan membuka dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri dalam pelaksanaan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Karena itu, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP UMM sekaligus Kepala UPT BIPA UMM Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. beserta jajaran yakni Fida Pangesti, S.Pd., M.A. dan Sri Ayu Ramadhani, M.Psi melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla, Thailand. Dalam kunjungan pada Jumat (31/05/2024) ini, rombongan UMM diterima secara langsung oleh Konsul RI, Suargana Pringganu, beserta dua staf Fungsi Sosial dan Budaya, Marsya Fadhia Akmal dan Gregorius Bangkit, yang memiliki latar ke-BIPA-an. Dalam pertemuan itu, tim UMM memaparkan sepak terjang BIPA UMM serta sejumlah program internasional unggulan. Pada berbagai program yang telah berjalan, mahasiswa BIPA banyak yang berasal dari Thailand, khususnya Thailand Selatan. Program itu di antaranya adalah Darmasiswa, Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Asia-Africa Student Scholarship (AASS), dan Beasiswa PP Muhammadiyah. “Universitas Muhammadiyah Malang sudah sejak lama menjalankan program BIPA dan sejauh ini salah satu negara penyumbang terbanyak mahasiswa BIPA kami adalah Thailand, khususnya Thailand Selatan,” ungkap Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. Hal itu, menurut Arif, merupakan modal yang kuat untuk menjalin kerja sama lebih jauh dengana berbagai instansi yang ada di Thailand Selatan. Oleh karena itu, kunjungan tim Prodi PBI FKIP UMM kali ini juga dalam rangka mengunjungi alumni yang saat ini bekerja sebagi penegajar BIPA di Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. “Salah satu alumni kami menjadi pengajar BIPA di Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. Dan kami secara proaktif kami berkunjung dan menjajaki kerja sama. Ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan visi internasionalisasi bahasa Indonesia,” tegasnya. Ke depan, tambah Fida Pangesti, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi medium bagi pengembangan kompetensi mahasiswa PBI FKIP UMM yang tergabung dalam Program Center of Exellence (CoE) Diplomasi Bahasa. CoE Diplomasi Bahasa dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan instruktur BIPA yang semakin meningkat. Melalui desain mata kuliah yang tidak hanya secara teoritis membekali pengetahuan pengajaran BIPA tetapi juga secara praktis membekali pengalaman mengajar BIPA di dalam maupun luar negeri, diharapkan akan lahir pengajar-pengajar BIPA profesional yang mempercepat pencapaian visi peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. “Salah satu realisasi kerja sama yang kami jajaki utamanya adalah kegiatan magang mahasiswa CoE Diplomasi Bahasa di Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School,” ungkap Fida. Selanjutnya, ia juga menjelaskan berbagai program internasional UMM yang dapat untuk diakses mahasiswa Thailand. Salah satunya adalah beasiswa UMM Summit. “Beasiswa kampus UMM ini memiliki dua skema yaitu fully funded scholarship dan partial scholarship. Calon mahasiswa dapat mendaaftar untuk program S1, S2, maupun S3,” katanya. Konsulat Jenderal RI, Suargana Pringganu, mengaku senang mendengar paparan tim UMM. Pasalnya, tidak semua program BIPA yang dijalankan di Thailand Selatan terekam di KJRI. “Ini justru menjadi informasi baru untuk kami. Sejujurnya, kami kesulitan mendata titik-titik BIPA di Thailand Selatan ini,” katanya. Menurutnya, minat orang Thailand belajar bahasa Indonesia ke Indonesia memang luar biasa. Lulusan luar negeri orang Thailand kebanyakan belajar ke Indonesia dan Mesir. Pembelajaran BIPA di Thailand Selatan juga berkembang pesat meski saat ini mengalami penurunan akibat dihentikannya program pengiriman guru BIPA ke luar negeri. “Minatnya tinggi, namun terkendala biaya. Sehingga, ketika pemerintah Indonesia tidak lagi mengirim guru BIPA, banyak titik-titik BIPA yang tidak lagi berjalan,” ungkapnya. Karena itu, ia mengaku sangat senang bahwa Prodi PBI FKIP UMM memiliki program CoE Diplomasi Bahasa dan akan mengirimkan mahasiswa magang BIPA di Thailand Selatan. Hal itu akan membuka titik BIPA baru. Ia juga berharap Dosen PBI dapat memberikan pelatihan pengajaran BIPA kepada orang Indonesia yang ada di Thailand. Karena, selama ini banyak ditemui pengajar BIPA di Thailand Selatan yang tidak berasal dari bidang bahasa Indonesia dan belum memiliki latar pengetahuan ke-BIPA-an yang mumpuni. “Prinsipnya kami menyambut baik gagasan dan rencana UMM dalam menjalin kerja sama dengan Thailand Selatan. Kami akan mempromosikan program-program UMM dan membantu hal-hal yang dibutuhkan untuk merealisasikan hal itu,” tutupnya. (*fd)

Dukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School, Thailand

FKIP News—Perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Thailand, khususnya Thailand Selatan, menjadi perhatian Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).  Hal itu mendorong tim dosen PBI FKIP UMM untuk melakukan kunjungan untuk melihat praktik pembelajaran BIPA di salah satu Sekolah terkemuka di Thailand Selatan, yakni Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. Dalam kunjungan pada Kamis (30/05/2024) itu, rombongan juga melakukan penjajakan kerja sama strategis pada bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Rombongan UMM disambut hangat oleh Direktur beserta jajaran dan perwakilan siswa SMP dan SMA Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. Istimewanya, acara dibuka dengan presentasi pengenalan sekolah oleh perwakilan siswa SMP dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dosen Prodi PBI sekaligus kepala UPT BIPA UMM, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si., saat memberikan sambutannya mengatakan sangat senang dan bangga melihat kemampuan bahasa Indonesia siswa. “Kami bersyukur akhirnya dapat berkunjung ke Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School ini. Terlebih, melihat bagaimana kemampuan berbahasa Indonesia siswa yang luar biasa. Kami merasa terharu dan bangga,” ungkapnya. Ia pun menjelaskan, UMM merupakan perguruan tinggi terkemuka yang memiliki komitmen dalam mengembangkan pembelajaran BIPA di dalam dan luar negeri. UPT BIPA telah melahirkan ratusan alumni yang tersebar di berbagai negara. Alumni tersebut sebagian besar bekerja dalam bidang bahasa Indonesia. Salah satunya, Suhainee Saah yang saat ini menjadi pengajar BIPA di Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. Kunjungan ini, tambahnya, juga merupakan wujud dari komitmen itu. Melalui Block Grant FKIP UMM, khususnya bidang penelitian, rombongan ingin melihat lebih dekat bagaimana peluang dan tantangan pembelajaran bahasa Indonesia di Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. “Harapannya, kami dapat membantu menjawab tantangan yang dihadapi melalui berbagai kolaborasi di masa depan,” ungkap dosen yang juga pernah menjabat sebagai kepala Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA Jawa Timur itu. Fida Pangesti, S.Pd., M.A. menambahkan, kerja sama ini dapat berupa kerja sama pengajaran, penelitian, maupun pengabdian. Hal ini sangat dimungkinkan. Terlebih, saat ini Prodi PBI memiliki program Center of Exellence (CoE) Diplomasi Bahasa. “CoE Diplomasi Bahasa merupakan program unggulan Prodi PBI FKIP UMM yang bertujuan untuk mencetak calon guru BIPA profesional. Selain mendapat teori pengajaran BIPA, mahasiswa dibekali pengalaman melalui program magang di dalam maupun luar negeri. Nantinya, kami berharap mahasiswa kami juga dapat melaksanakan program magang di sekolah ini,” katanya. Selain itu, Fida, sapaan akrabnya, juga menjelaskan berbagai peluang bagi lulusan Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School untuk dapat melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Malang. “Selain Program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) oleh Kemendikbudristek, ada pula beasiswa UMM Summit yang memberikan beasiswa penuh maupun beasiswa sebagian,” tambahnya. Menyimak informasi tersebut, Direktur Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School, Seri Ingkhong, terlihat antusias. Ia menjelaskan, Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School memiliki program bahasa asing tidak hanya untuk siswa SMA, tetapi juga siswa SMP. Dan sejauh ini, program bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa asing favorit siswa. Bahkan, mereka telah memenangkan berbagai kompetisi bahasa Indonesia tingkata nasional. “Siswa kami bisa memilih bahasa asing yanag mereka minati dan mempelajarinya dalam satu semester. Menariknya, banyak dari mereka yang mengambil program bahasa Indonesia,” pungkasnya. Oleh karena itu, menurutnya, kunjungan UMM dan penjelasan tentang program-program yang ditawarkan UMM dapat menjadi angin segar bagi Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. Ia pun berjanji akan melakukan kunjungan balikan ke UMM untuk membahas lebih jauh poin-poin kerja sama yang dapat dikolaborasikan. “Kolaborasi ini sangat penting bagi kita dalam rangka memajukan pendidikan, khususnya pengajaran bahasa Indonesia di sekolah kami. Oleh karena itu, kami tidak sabar untuk berkunjung ke UMM dan mendiskusikan lebih spesifik kerja sama ini,” tutupnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan observasi pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Hatyai Wittayalai Somboonkulkanya School. Para siswa tampak sangat bersemangat belajar materi tentang warna. Sebagai apresiasi, beberapa siswa yang aktif mendapatkan souvenir UMM. (*fd)

Lanjutkan Kerja Sama, FKIP UMM Teken Perpanjangan MoU dengan Attarkia Islamic Institut Narrathiwa dan Al Hidyah Hatyai Thailand

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali tanda tangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Attarkia Islamic Institut Narrathiwa dan Al Hidyah Hatyai Thailand, Rabu (4/6/2024). Attarkia adalah salah satu perguruan yang memiliki sekolah dari SD, SMP, SMA hingga Diploma-1 bidang vokasi. Berlokassi di provinsi Narrathiwat, Thailand, sekolah yang dipimpin oleh Phaisan Toryib ini telah menjalin kerjasama sejak tahun 2018 dengan FKIP UMM dengan program magang mahasiswa (internship), seminar internasional dan sit in untuk mengajar bahasa Indonesia bagi dosen FKIP. Sementara itu Al Hidayah adalah perguruan Islam yang didirikan oleh komunitass muslim di Hatyai, Thailand Selataan dan dipimpin oleh Adun Meatam. Kerjasama yang telah berlangsung cukup lama tersebut kini direvitalisasi dengan penandatanganan MoU baru sebagai landasan formal realisasi programnya (MoA). Prof. Dr. Trisakti Handayan, MM.,selaku Dekan FKIP menyatakan bahwa kerjasama dengan Attarkia ini sangat layak dilanjutkan karena benefit yang diperoleh bagi mahasiswa cukup bermakna. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan memperluas koneksi internasional yang berguna bagi pengembangan diri dalam mempersiapkan masa depannya. “Sambutan dari Attarkia yang terbuka dan hangat untuk mahasiswa maupun dosen FKIP UMM perlu dimanfaatkan sebagai peluang. Diharapkan mahasiswa dan dosen tertarik dan dapat menindaklanjuti MoU ini kedalam aktivitas nyata program kemitraan,” ungkapnya. Sementara itu pemilik dan manager Attarkia, Phaisan Toryib menyampaikan terimakasih atas perpanjangan MoU yang dilakukan. Attarkia sangat antusias untuk melanjutkan kerjasama yang telah terbangun dalam kerangka mempererat tali silaturahim dan persahabatan sesama muslim. “Salah satu benefit yang diperoleh dari kerjasama ini adalah dakwah Islam dan dalam kerangka mencari keutamaan, manfaat peradaban, pendidikan antar bangsa dan yang lebih penting lagi adalah ridha Tuhan,” kata Phaisan dalam sambutannya. Ia pun berharap bahwa kerjasama ini dapat mengurangi sekat yang membatasi hubungan antara keduabelah pihak. Oleh karenanya beliau menyampaikan undangan untuk sedapatnya direalisasi MoU tersebut melalui kunjungan balik dari FKIP ke Attarkia, Narrathiwat. Sejalan dengan itu, Adun Meatam sebagai pendiri perguruan tersebut menyambut baik MoU dan mendukung untuk berbagai kegiatan, seperti KKN dik, Seminar dan saling kunjung untuk belajar atau benchmarking. Menutup acara penandatanganan, Dr. Nurwidodo, M.Kes selaku koordinator internship dan KKNdik Internasional FKIP menyatakan bahwa jalinan kerjasama dengan Attarkia dan Alhidayah Thailand ini membuka peluang untuk promosi mahasiswa baru dari berbagai sekolah di Thailand. Diharapkan animo mahassiswa asal Thailand dapat meningkat kembali. Sebelum Covid-19, tercatat banyak mahasiswa asal Thailand yang kuliah di FKIP UMM, namun mengalami penurunan yang drastis setelah tergerus oleh covid19 tahun 2020-2022 yang lalu. Melalui MoU ini promosi dan rekruitmen mahasiswa internasional perlu diikutkan sehingga tatangan internasionalisasi program studi di lingkungan FKIP dapat terealisasi. (*nrwd)

Membanggakan! Mahasiswa PPKN FKIP UMM yang Sukses Menjadi Duta Pemuda Pendidikan Indonesia

FKIP News – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Amelia Salsabilla Anatasya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan angkatan 2022, berhasil meraih gelar Duta Pemuda Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UMM, terutama bagi FKIP dan prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Amelia Salsabilla Anatasya menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam bidang pendidikan. Melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, Amelia berhasil mengungguli ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Dengan gelar ini, Amelia diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para pemuda lainnya untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Amelia juga memiliki motivasi tersendiri dalam mengikuti ajang tersebut. “Saya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di lingkungan yang jarang disorot oleh masyarakat,” ungkapnya dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP UMM. Senada dengan itu, Kaprodi Pendidikan Kewarganegaraan, Drs. Mohammad Mansur Ibrahim, M.H., juga memberikan apresiasi tinggi kepada Amelia. “Amelia telah menunjukkan bahwa dengan semangat dan kerja keras, kita bisa meraih prestasi yang gemilang. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama UMM,” kata Drs. Mansur. Amelia sendiri merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. “ Saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung saya, terutama kepada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang telah memberikan arahan agar saya bisa mendapatkan kesempatan ini untuk lebih berperan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Hal ini juga sangat memotivasi saya untuk melanjutkan serta memajukan pendidikan di Indonesia ” ungkap Amelia dengan penuh haru. Sebelumnya, Amelia juga mengatakan bahwa ia juga pernah menjadi Runner Up Putri Nusantara Jawa Timur. “Tahun lalu tepatnya pada bulan juli saya meraih predikat sebagai Runner Up Putri Nusantara Jawa Timur. Kemudian, saya berfikir untuk bisa melanjutkan program kerja saya, dan alhamdulillah banyak yang mendukung saya untuk mengikuti ajang di tingkat nasional. Oleh karena itu, saya mengikuti ajang Duta Pemuda Pendidikan Indonesia,” tambah Amel, sapaan akrabnya. Dengan terpilihnya Amelia sebagai Duta Pemuda Pendidikan Indonesia, FKIP UMM semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Prestasi ini juga membuktikan bahwa UMM mampu bersaing di kancah nasional dan terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

Mahasiswa PGSD FKIP UMM Berhasil Terbitkan Dua Buku: “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”

FKIP News – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Cindana Dewi Kusuma berhasil menerbitkan dua buku yang berjudul “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”. Kedua buku ini merupakan hasil kerjasama dengan dua dosen pembimbing, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, S.Pd., dan Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd. “Sedalam Rasa Sejuta Makna” adalah kumpulan cerita kuliner yang berisi ragam makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, yang diperoleh dari pengalaman teman-teman Cindana dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Buku ini menghadirkan keunikan dan kekayaan budaya kuliner Nusantara. Contohnya, Mie Gomak dari Pulau Sumatera yang dikenal dengan cita rasa pedas dan gurihnya, serta Sayur Sir-Sir dari Papua yang terkenal dengan kelezatan dan keunikan bahan-bahannya. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi para pembaca untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia. Buku kedua, “The Journey Modul Nusantara”, merupakan modul pembelajaran yang berisi tempat-tempat wisata khas dari berbagai daerah di Indonesia, juga diperoleh dari pengalaman teman-teman PMM. Buku ini dirancang untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Nusantara dengan cara yang menarik dan edukatif. Beberapa destinasi yang diulas antara lain Pasar Terapung Lok Baitan di Kalimantan Selatan yang menawarkan pengalaman berbelanja di atas air, Wisata Seko di Sulawesi Selatan dengan keindahan alamnya yang memukau, serta Pulo Cinta di Gorontalo yang terkenal dengan keindahan danau serta resort apungnya. Modul ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembelajaran di sekolah. Mahasiswa asal Malang itu juga menyampaikan banyak terima kasih terhadap berbagai pihak yang telah membantunya dalam menyelesaiakan dua buku yang berjudul “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara” tersebut. “Buku ini tidak akan tercipta tanpa bantuan dari dosen PGSD yang hebat terutama Dr. Dyah worowirastri ekowati, S.Pd dan teman-teman PMM batch 2 di UMM. Dengan latar belakang dan daerah yang berbeda tentu saja menghasilkan keanekaragaman tentang makanan dan tempat wisata yang khas dari daerah setempat. Hal ini membuat kami memiliki ide untuk menulis buku yang membahas keduanya. Dengan demikian akan menambah wawasan nusantara” ujar Cindana dalam sebua wawancara bersama Humas FKIP UMM. Sementara itu, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati dan Beti Istanti Suwandayani turut membantu memberikan bimbingan intensif dalam proses penyusunan kedua buku ini. Beliau membantu Cindana dalam pengembangan konten, penyuntingan naskah, dan memberikan panduan yang diperlukan agar buku-buku ini dapat diterbitkan dengan baik. “Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras Cindana. Buku-buku ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” ujar Dr. Dyah Worowirastri Ekowati. Dengan terbitnya “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”, mahasiswa yang akrab disapa Cindana tersebut juga menyampaikan harapannya untuk bisa melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) di UMM. “Rencana saya setelah lulus adalah melanjutkan pendidikan saya dengan mengikuti PPG. Pendaftarannya sudah dibuka dan saya sedang belajar untuk mengikuti tes yang akan dijalankan. Semoga dapat berkuliah kembali di UMM lewat beasiswa PPG dari Kemendikbudristek. Sembari menunggu pengumuman PPG, saya mencari lowongan pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan saya, terutama dibidang pendidikan dengan menjadi guru atau tentor bimbingan belajar bagi anak SD” tutup Cindana.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMM Raih Juara 3 Lomba Essay Tingkat Nasional

FKIP News – Annisaa Khoirunnillah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2021, sukses meraih posisi ke-3 dalam lomba essay tingkat nasional. Karya yang ditulis oleh Annisaa tersebut mengusung tema “Inovasi Pendidikan Sebagai Fondasi Kemajuan: Tantangan dan Peluang Inovator Muda dalam Mengambil Peran Persaingan Global Menuju Indonesia Emas 2045”. Prestasi Annisaa dalam kompetisi ini menunjukkan dedikasi dan kreativitasnya dalam menjawab tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan. Dalam essay-nya, Annisaa membahas pentingnya inovasi pendidikan sebagai kunci utama untuk kemajuan bangsa, serta peran krusial yang harus diambil oleh generasi muda sebagai inovator dalam menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. “Kunci keberhasilan pendidikan adalah inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Generasi muda harus mampu berperan aktif sebagai agen perubahan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” ujar Annisaa dalam esainya. Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Annisaa. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Annisaa. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Matematika, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di tingkat nasional dengan karya-karya yang inovatif dan inspiratif,” ujar Bayu. Kepala Program Studi Pendidikan Matematika, Adi Slamet Kusumawardana, M.Si., juga memberikan penghargaan kepada Annisaa. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif dalam bidang pendidikan. “Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Pak Adi, sapaan akrabnya. Dengan prestasi ini, Annisaa Khoirunnillah membuktikan bahwa mahasiswa UMM memiliki kemampuan dan komitmen yang tinggi untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. “Alhamdulillah saya sangat senang bisa mengikuti perlombaan tingkat nasional yang dimana harus bersaing dengan PTN/PTS terbaik di Indonesia, saya punya banyak  teman baru yang dari berbagai universitas, saya belajar banyak hal mulai public speaking yang baik dan bagaimana orang-orang berpikir dengan ilmiah dan kritis,” ujar Annisaa dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP. Tidak hanya itu, Aanisaa juga mengungkapkan bahwa dirinya telah masuk dalam finalis lomba essay tingkat nasional yang digelar di Lombok. “Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan kabar baik bahwa saya masuk finalis pada perlombaan essay tingkat nasioanl di Lombok dan juga saya sedang  memasukkan  karya saya di perlombaan Essay Tingkat Nasional di Yogyakarta,”  tambahnya. Ajang lomba essay ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang berkompetisi untuk menyajikan gagasan-gagasan inovatif dalam bidang pendidikan. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas analisis, originalitas ide, dan relevansi tema yang diusung. “Ini adalah bukti bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan semangat inovatif, kita bisa mencapai prestasi yang membanggakan. Saya berharap bisa terus berkontribusi dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” tutup Annisaa. Dengan adanya prestasi ini, FKIP UMM semakin termotivasi untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswanya dalam meraih prestasi di berbagai bidang. Semoga kemenangan Annisaa Khoirunnillah dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berinovasi demi kemajuan pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMM Raih Gelar Best Presenter dalam Ajang Internasional

FKIP News – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Syafirda Azmi Aulia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, berhasil meraih gelar Best Presenter dalam ajang Internasional Seminar on Students Research Education, Science, and Technology. Kegiatan bergengsi ini diadakan untuk mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara guna mempresentasikan hasil penelitian mereka. Syafirda Azmi Aulia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempresentasikan penelitiannya yang inovatif di bidang pendidikan matematika. Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama UMM di kancah internasional, tetapi juga membuktikan kualitas pendidikan dan bimbingan yang diberikan oleh FKIP UMM khususnya Prodi Pendidikan Matematika. Adi Slamet Kusumawardana, S.Si., M.Si., Ketua Prodi Pendidikan Matematika, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Syafirda. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi Syafirda. Gelar Best Presenter dalam seminar internasional ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi mahasiswa kami, serta kualitas bimbingan yang diberikan oleh dosen di prodi Pendidikan Matematika,” ujarnya. Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Wakil Dekan III FKIP UMM, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Syafirda. “Prestasi yang diraih oleh Syafirda Azmi Aulia adalah kebanggaan bagi FKIP UMM. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Bayu. Dalam ajang tersebut, Syafirda mempresentasikan penelitiannya yang berfokus pada inovasi dalam metode pengajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini tidak hanya relevan dengan perkembangan ilmu pendidikan tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di berbagai tingkatan pendidikan. Selain merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaiannya, Syafirda juga turut membagikan kisah perjalanan hingga sampai di tahap menerima penghargaan best presenter. “ Salah satu momen paling berkesan adalah ketika saya berhasil meraih prestasi dalam lomba seminar internasional di bidang pendidikan. Perjalanan ini dimulai ketika saya mendapatkan informasi terkait lomba ini. Saya merasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk mempresentasikan hasil penelitian saya. Untuk persiapan, kegiatan ini terhitung sangat singkat, yakni kurang dari 1 bulan. Ditambah lagi dengan rasa tidak percaya diri untuk mengikuti lomba ini. Tetapi pada akhirnya bisa meyakinkan diri sendiri untuk bisa melakukan  hal tersebut,” ungkapnya dengan penuh haru dan rasa syukur. Ajang Internasional Seminar on Students Research Education, Science, and Technology ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, yang semuanya menampilkan penelitian terbaik mereka di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Kegiatan ini juga menjadi platform bagi para mahasiswa untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan memperluas jaringan akademik mereka. Dengan prestasi ini, FKIP UMM semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing global. Prestasi Syafirda Azmi Aulia juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di kancah internasional dan terus memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.