Momentum Hari Kebangkitan Nasional, FKIP UMM Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan dan Pameran Karya Inovasi

FKIP News–Memperingati hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024, Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan, Selasa (21/05). Mengangkat tema “Guru Profesional Yang Berwawasan Kebangsaan Sebagai Perwujudan Kebangkitan Pendidikan Nasional”, acara yang di Dome UMM itu diikuti oleh 526 mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan Gelombang 2 tahun 2023/2024. Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor I UMM, Prof. Ahsanul In’am, Ph.D menegaskan, salah satu indikator guru yang memiliki wawasan kebangsaan adalah mengamalkan Pancasila dalam menjalankan profesinya. Implementasi dari masing-masing sila Pancasila yaitu dengan membuat pendidikan sebagai medium meningkatkan ketaqwaan, kepedulian, persatuan, toleransi, dan keadilan. “Dari kelima sila Pancasila tadi, Saudara harus mengimplementasikan pendidikan di dalamnya, maka insyaAllah apa yang Saudara lakukan akan memberikan manfaat, baik hubungan dengan sesama manusia maupun kepada Allah, baik hubungan vertical maupun hubungan horizontal,” paparnya. Untuk membedah tema yang diangkat, hadir sebagai pemateri, Fery Maulana Putra M.Ed selaku Koordinator Pokja PPG Prajabatan, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A selaku ketua PP Muhammadiyah, dan Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM selaku Dekan sekaligus koordinator PPG Prajabatan. Mengawali paparan, Fery Maulana Putra membahas secara mendalam bagaimana PPG prajabatan menjadi solusi kebangsaan dalam tata kelola guru. Menurutnya, bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi belum terpenuhinya SDM guru profesional. Proporsinya pun belum merata. Karenanya, PPG Prajabatan diharapkan akan menjadi jalan bagi permasalahan tersebut. Di sisi lain, menurut Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, era society 5.0 sebagai era yang berpusat pada manusia dan berbasis pada teknologi juga menuntut peningkatan kualitas SDM. Di sinilah guru profesional harus memainkan peran dalam mewujudkan generasi berkarakter Pancasila. “Guru harus beradaptasi dengan era society 5.0 dengan mengetahui perkembangan generasi Dimana terjadi transformasi peradapan manusia. Maka, diperlukan kecakapan abad 21 seperti creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Sehingga, guru bisa menjadi pribadi yang kreatif, mampu mengajar, mendidik, menginspirasi, dan menjadi teladan dalam rangka memastikan para peserta didik memiliki karakter yang mencerminkan nilai Pancasila,” tuturnya. Selanjutnya, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A menegaskan bahwa di Indonesia kehidupan beragama dan bernegara sudah menyatau. Menjadi warga yang baik adalah menjadi orang yang religius. Tidak ada pertentangan yang menegasikannya. Dalam hal ini, peran dari guru sangatlah penting, khususnya dalam membantu para murid membangun karakter sebagai seorang yang relegius juga sebagai orang yang memiliki rasa nasionalisme. “Hal inilah yang menjadi penting untuk guru perhatikan agar karakter peserta didik yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana falsafah negara Indonesia,” ujar Syafiq. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 itu berlangsung meriah. Pasalnya, acara dihelat bersamaan dengan gelar karya inovatif dari 19 rombel mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan Gelombang 2 tahun 2023/2024. Karya yang dipamerkan merupakan produk dari mata kuliah proyek kepemimpinan pada semester 2 dan mata kuliah teori maupun praktik pada semester 1. Beragam karya yang itu misalnya, media pembelajaran, buku, lulur, produk batik ecoprint, karya daur ulang limbah, hingga olahan makanan beku. Untuk membedah tema yang diangkat, hadir sebagai pemateri, Fery Maulana Putra M.Ed selaku Koordinator Pokja PPG Prajabatan, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A selaku ketua PP Muhammadiyah, dan Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM selaku Dekan sekaligus koordinator PPG Prajabatan. Mengawali paparan, Fery Maulana Putra membahas secara mendalam bagaimana PPG prajabatan menjadi solusi kebangsaan dalam tata kelola guru. Menurutnya, bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi belum terpenuhinya SDM guru profesional. Proporsinya pun belum merata. Karenanya, PPG Prajabatan diharapkan akan menjadi jalan bagi permasalahan tersebut. Di sisi lain, menurut Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, era society 5.0 sebagai era yang berpusat pada manusia dan berbasis pada teknologi juga menuntut peningkatan kualitas SDM. Di sinilah guru profesional harus memainkan peran dalam mewujudkan generasi berkarakter Pancasila. “Guru harus beradaptasi dengan era society 5.0 dengan mengetahui perkembangan generasi Dimana terjadi transformasi peradapan manusia. Maka, diperlukan kecakapan abad 21 seperti creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Sehingga, guru bisa menjadi pribadi yang kreatif, mampu mengajar, mendidik, menginspirasi, dan menjadi teladan dalam rangka memastikan para peserta didik memiliki karakter yang mencerminkan nilai Pancasila,” tuturnya. Selanjutnya, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A menegaskan bahwa di Indonesia kehidupan beragama dan bernegara sudah menyatau. Menjadi warga yang baik adalah menjadi orang yang religius. Tidak ada pertentangan yang menegasikannya. Dalam hal ini, peran dari guru sangatlah penting, khususnya dalam membantu para murid membangun karakter sebagai seorang yang relegius juga sebagai orang yang memiliki rasa nasionalisme. “Hal inilah yang menjadi penting untuk guru perhatikan agar karakter peserta didik yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana falsafah negara Indonesia,” ujar Syafiq. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 itu berlangsung meriah. Pasalnya, acara dihelat bersamaan dengan gelar karya inovatif dari 19 rombel mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan Gelombang 2 tahun 2023/2024. Karya yang dipamerkan merupakan produk dari mata kuliah proyek kepemimpinan pada semester 2 dan mata kuliah teori maupun praktik pada semester 1. Beragam karya yang itu misalnya, media pembelajaran, buku, lulur, produk batik ecoprint, karya daur ulang limbah, hingga olahan makanan beku. Mata kuliah khusus projek kepemimpinan dalam pembelajarannya mewajibkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan projek bekerjasama/berkolaborasi untuk menyelesaikan problematika yang trjadi di sekolah atau masyarakat. Dengan demikian selama dalam proses belajar mahasiswa menghasilkan karya-karya kreatif-inovatifnya. Menurut Wakil Dekan 1 FKIP UMM, praktik baik atau best practices yang diwujudkan dalam bentuk gelar karya pembelajaran inovatif  ini  merupakan wadah untuk belajar bersama asah, asih, asuh untuk saling menguatkan dalam mewujudkan lingkungan yang berkemajuan dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyaraakat luas.  “Aksi nyata yang ditampilkan  pada gelar karya pembelajaran inovatif ini merupakan wujud riel bahwa keberadaan mahasiswa PPG FKIP UMM sanggup mengubah kehidupan menjadi bermakna untuk bangsa,” kata Dr. Sugiarti, M.Si.

PPL-2 PPG Prajab FKIP UMM, Membentuk Guru Profesional Berkualifikasi Reflektif Metakognisi

FKIP News—Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus Koordinator Pendidikan Profesi Guru (PPG), Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M, menyerahkan 300 mahasiswa PPG Prajabatan angkatan ke-2 tahun 2023 kepada kepala sekolah mitra, Senin (13/05/2024). Pelaksanaan PPL-2 ini melibatkan 26 sekolah mitra yang terdiri dari 12 Sekolah Dasar (SD), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 4 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam sambutannya Dekan FKIP menegaskan, PPL-2 ini merupakan kelanjutan  dari PPL-1 yang sudah melibatkan sekolah mitra dan berorientasi kepada pembelajaran mandiri. Sementara pada PPL-1 terdahulu mahasiswa mengalami proses praktek pembelajaran yang disebut sebagai pembelajaran terbimbing. “Sebagaimana petunjuk teknis yang dinotifikasikan oleh Perdirjen GTK nomor 2181 tahun 2023, proses pembelajaran yang diskenariokan kedalam PPL-1 dan PPL-2 memang memiliki gradasi (bertingkat) akan tetapi saling berkesinambungan,” terang Prof. Trisakti. Pada tingkatan awal, lanjut Prof. Trisakti, mahasiswa mengikuti tahapan orientasi, observasi, asistensi dan praktek pembelajaran terbimbing sebanyak 3 kali. Sementara itu, pada tingkatan berikutnya mahasiswa melakukan kegiatan orientasi, observasi, satu kali pembelajaran terbimbing dan empat kali praktek pembelajaran mandiri. Pada setiap praktek pembelajaran, mahasiswa diharuskan menyusun RPP tgerlebih dahulu. “Dalam hal ini, pada setiap pembelajaran, mahasiswa bersama dengan guru pamong dan teman sejawat juga harus menerapkan prinsip supervise klinis atau lesson study yang langkahnya terdiri dari perencanaan (plan), praktek pembelajaran (do) diikuti dengan observasi, refleksi (see) dan tindak lanjut (follow up),” imbuhnya. Sementara itu, Dr. Nurwidodo, M.Kes, selaku Ketua Devisi PPL PPG FKIP pada kesempatan tersebut mengingatkan kembali akan tujuan dari PPL-2 ini. Menurutnya, tujuan umum PPL-2 didedikasikan kepada pembentukan 4 kompetensi guru professional, yakni pedagogis, profesional, sosial dan personal. Sedangkan tujuan khusus nya adalah pencapaian target CPMK PPL-2 yang meliputi pembentukan guru yang reflektif, mandiri, belajar sepanjang hayat, dan leadership. “Makna yang terkandung dalam diksi reflektif adalah kemampuan berpikir metakognitif untuk menelaah proses pengambilan keputusan (decision of making things) dalam mewujudkan pembelajaran inonatif dan bermakna dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhinya,” ungkap Dr. Nurwidodo. Dengan demikian, PPL-2 ini secara rasional merupakan keberlanjutan dari pencapaian keterampilan dasar mengajar paripurna yang telah terbentuk pada fase sebelumnya. Kepala sekolah yang dilibatkan dalam PPL-2 ini memberikan respon positif dan bersiap mewujudkan skenario utama PPL-2, baik dalam hal pencapaian target akademis maupun tata kelola praktek pembelajarannya. Sri Susilowati, kepala sekolah dari SDN Sawojajar menyampaikan tanggapan bahwa sekolahnya siap merealisasikan PPL-2 ini dengan seluruh tahapan dan kualifikasi prosesnya. “Sekalipun secara teoritikal membutuhkan waktu lama, akan tetapi secara praktikal di kalender sekolah memiliki waktu yang terbatas. Oleh karena itu, pelaksanaan PPL-2 ini harus dikelola secara intensif,” kata Sri Susilowati. Tanggapan yang senada disampaikan oleh kepala sekolah lainnya. Secara umum, para kepala sekolah mitra sangat memahami bahwa jadwal dan lini masa PPL PPG yang dirancang oleh GTK harus didukung, sekalipun ada keterbatasan waktu yang menjadi kendala di setiap sekolah. Untuk mengatasi hal ini maka kelas paralel yang tersedia di sekolah akan dimanfaatkan perannya. Dukungan secara penuh diberikan demi berkontribusi mewujudkan guru professional yang reflektif-metakognitif melalui PPL-2 PPG Prajab di FKIP UMM. (*nrwd/ed:fd)

Yudisium FKIP Periode II 2024: Guru Adaptif Adalah Kunci Menjawab Tantangan Pendidikan

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang gelar Yudisium Periode II Tahun 2024, Jumat (10/05/2024). Acara yudisium digelar secara daring di Rayz Hotel UMM. Kali ini, tema yang diangkat yakni “Guru Adaptif sebagai Sumber Daya Unggul dalam menghadapi Tantangan Pendidikan” yang diikuti oleh 130 calon wisudawan/wisudawati ini berlangsung secara khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para peserta yudisium bisa menyelesaikan studi dengan baik. Ia yakin, para lulusan yang hari ini diyudisium merupakan sumber daya pendidikan yang siap menjawab tantangan pendidikan abad 21 dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. “Abad 21 menjadi abad tantangan bagi guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofesiannya, tidak lagi berkisar pada kemampuan akademik tetapi lebih pada pendidikan intelektual, emosional, moral, dan akhlak peserta didik. Untuk itulah diperlukan generasi Guru Baru Indonesia yang adaptif. FKIP UMM telah membekali Saudara dengan karakter tersebut,” ungkap Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. Guru adaptif, lanjut Trisakti, adalah guru yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan terbuka terhadap pandangan serta umpan balik dari peserta didik. Secara terperinci, guru yang adaptif memiliki ciri-ciri memiliki kesediaan untuk menerima umpan balik, kepekaan terhadap dinamika kelas, fleksibilitas dalam menerapkan perubahan, komunikasi terbuka dan jelas, serta pemantauan dan evaluasi yang berkala. Ia pun berpesan agar para lulusan memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat. Salah satunya dengan melanjutkan studi profesi melalui Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Melalui Program PPG prajabatan, mahasiswa akan mendalami kompetensinya dan mendapatkan sertifikat pendidik, sebagai syarat diakui sebagai guru profesional. “Ini merupakan kesempatan bagi adik-adik yang saat ini di Yudisium untuk ikut berperan serta dalam membangun pendidikan bangsa melalui PPG Pra Jabatan. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, raih cita-cita untuk menjadi guru profsional, yang dibuktikan dengan  didapatkannya sertifikat pendidik sebelum kalian mengabdikan diri di dunia pendidikan,” tegasnya. Dalam kesempatan kali ini, hadir pula Erwin Qodariyah, M.Pd. yang turut membedah materi tentang “Guru Penggerak, Guru Adaptif”. Menurut Erwin, guru adaptif adalah guru yang fleksibel, open-minded, kreatif, inovatif terhadap fenomena perubahan yang ada disekitar. Dalam hal ini, guru penggerak dengan 10 karakter yang dimilikinya, diharapkan menjadi agen perubahan untuk menciptakan mindset adaptif kepada komunitas pendidikan. Ia pun membagikan tips untuk menjadi guru adaptif dan kreatif, yakni mengenali murid dan kemampuannya, memiliki kepercayaan yang tinggi, mengajar dengan inovatif, belajar sepanjang hayat, menyeimbangkan teori dan praktik, serta mengerti dan memanfaatkan teknologi. “Kita perlu menanamkan dalam diri bahwa tugas kita bukan menjejalkan pelajaran, tetapi menghidupkan pengetahuan. Maka kita harus memperlakukan siswa sebagai partner, bukan objek. Kita harus menciptakan komunikasi yang terbuka, bersedia menerima umpan balik. Dengan begitu, kita akan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tandas guru penggerak Angkatan 7 Kabulaten Malang yang saat ini mengabdi di SMAN 1 Lawang itu. Yudisium kali ini mengukuhkan Titis Fatmasari Kharisma Kasih, mahasiswa Prodi PPKn, menjadi lulusan terbaik akademik fakultas dengan IPK sempurna 4.00. Titis pun mengenang bagaimana FKIP UMM telah menyatukan anak bangsa dari berbagai latar belakang untuk mewujudkan cita-citanya. “Teringat, pertama kali kami menginjakkan kaki di UMM dengan banyak rasa insecure tetapi juga banyak harapan. FKIP UMM menyatukan kami dengan teman-teman dari berbagai daerah yang tentunya berbeda-beda, mempertemukan kami dengan dosen yang hebat dan inspiratif, serta membawa kami pada wawasan dan pengalaman yang luar biasa. Maka, di sinilah kami saat ini. Menjadi lulusan yang insyaAllah menjadi kebanggan,” tutunya dalam orasi pesan-kesan. Ia pun mengucapkan terima kasih dan berharap semua lulusan merasa bangga atas capaian yang diraih, dan terus melanjutkan mimpi-mimpinya. Selain mengukuhkan lulusan terbaik akademik, FKIP UMM juga mengukuhkan lulusan terbaik nonakademik. Tercatat, 16 lulusan terbaik dari 6 Prodi telah dikukuhkan atas prestasi di bidang publikasi artikel ilmiah di jurnal terakreditasi, hak paten penulisana buku, kejuaraan lomba, dan KKN internasional.  (*/fd) FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang gelar Yudisium Periode II Tahun 2024, Jumat (10/05/2024). Acara yudisium digelar secara daring di Rayz Hotel UMM. Kali ini, tema yang diangkat yakni “Guru Adaptif sebagai Sumber Daya Unggul dalam menghadapi Tantangan Pendidikan” yang diikuti oleh 130 calon wisudawan/wisudawati ini berlangsung secara khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para peserta yudisium bisa menyelesaikan studi dengan baik. Ia yakin, para lulusan yang hari ini diyudisium merupakan sumber daya pendidikan yang siap menjawab tantangan pendidikan abad 21 dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. “Abad 21 menjadi abad tantangan bagi guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofesiannya, tidak lagi berkisar pada kemampuan akademik tetapi lebih pada pendidikan intelektual, emosional, moral, dan akhlak peserta didik. Untuk itulah diperlukan generasi Guru Baru Indonesia yang adaptif. FKIP UMM telah membekali Saudara dengan karakter tersebut,” ungkap Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. Guru adaptif, lanjut Trisakti, adalah guru yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan terbuka terhadap pandangan serta umpan balik dari peserta didik. Secara terperinci, guru yang adaptif memiliki ciri-ciri memiliki kesediaan untuk menerima umpan balik, kepekaan terhadap dinamika kelas, fleksibilitas dalam menerapkan perubahan, komunikasi terbuka dan jelas, serta pemantauan dan evaluasi yang berkala. Ia pun berpesan agar para lulusan memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat. Salah satunya dengan melanjutkan studi profesi melalui Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Melalui Program PPG prajabatan, mahasiswa akan mendalami kompetensinya dan mendapatkan sertifikat pendidik, sebagai syarat diakui sebagai guru profesional. “Ini merupakan kesempatan bagi adik-adik yang saat ini di Yudisium untuk ikut berperan serta dalam membangun pendidikan bangsa melalui PPG Pra Jabatan. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, raih cita-cita untuk menjadi guru profsional, yang dibuktikan dengan  didapatkannya sertifikat pendidik sebelum kalian mengabdikan diri di dunia pendidikan,” tegasnya. Dalam kesempatan kali ini, hadir pula Erwin Qodariyah, M.Pd. yang turut membedah materi tentang “Guru Penggerak, Guru Adaptif”. Menurut Erwin, guru adaptif adalah guru yang fleksibel, open-minded, kreatif, inovatif terhadap fenomena perubahan yang ada disekitar. Dalam hal ini, guru penggerak dengan 10 karakter yang dimilikinya, diharapkan menjadi agen perubahan untuk menciptakan mindset adaptif kepada komunitas pendidikan. Ia pun membagikan tips untuk menjadi guru adaptif dan kreatif, yakni mengenali murid dan kemampuannya, memiliki kepercayaan yang tinggi, mengajar dengan inovatif, belajar sepanjang hayat, menyeimbangkan teori dan praktik, serta mengerti dan memanfaatkan teknologi. “Kita perlu menanamkan dalam diri bahwa tugas kita bukan menjejalkan pelajaran, tetapi menghidupkan pengetahuan. Maka kita harus memperlakukan siswa sebagai partner, bukan objek. Kita harus

Sambut Hardiknas dan 8 Doktor Baru, FKIP UMM Gelar Konferensi Internasional Pengembangan Profesi Berkelanjutan untuk Capai SDGs

FKIP News— Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) gelar Konferensi Internasional bertajuk the 2nd International Conference on Education, Teacher Training, and Professional Development (ICE-TPD). Dalam seminar yang diadakan secara luring dan daring ini pada Kamis (2/05/2024) ini, ratusan peneliti, pendidik profesional, pembuat kebijakan pendidikan, praktisi pendidikan, dan mahasiswa berkumpul untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi dalam tema “Transforming Education through Continuous Professional Teacher Development to Attain SDG’s“. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, dalam sambutannya mengatakan, konferensi internasional ini secara khusus bertujuan untuk berbagi pengalaman tentang isu-isu pendidikan mutrakhir, khususnya tantangan, teori, dan praktik terbaik dalam meningkatkan kualitas guru. Hal ini merupakan wujud komitmen FKIP UMM untuk berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pendidikan dan mencetak guru profesional. “FKIP UMM telah berkomitmen untuk terus-menerus membina dan mengembangkan pengetahuan, serta menghasilkan guru profesional masa depan. Dan ICE-TPD ini adalah salah satu bentuk bagaimana FKIP UMM memfasilitasi gagasan seputar pendidikan dan peningkatan kualitas profesionalisme guru dalam konteks regional, nasional, dan internasional,” pungkasnya. Lebih lanjut, Prof. Ahsanul Inam, Ph.D, Wakil Rektor I UMM, dalam sambutan sekaligus pembukaan acara mengungkapkan, selain menjadi medium silaturahmi akademik, konferensi internasional ini juga merupakan bentuk apresiasi atas prestasi delapan dosen FKIP UMM yang telah berhasil meraih gelar doktor. Kedelapan dosen tersebut yaitu Dr. Nur Widodo, M.Kes (Prodi Pendidikan Biologi), Dr. Agung Deddiliawan Ismail, M. Pd (Prodi Pendidikan Matematika), Dr. Dyah Worowirasti Ekawati, M.Pd (Prodi PGSD), Dr. Husamah, M.Pd (Prodi Pendidikan Biologi), Dr. Erna Yayuk, M.Pd (Prodi PGSD), Dr. Rina Wahyu Setya Ningrum, M.A (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd (Prodi Pendidikan Matematika), dan Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd (Prodi PGSD). Prof. In’am pun berpesan agar para doktor melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan berbasis pada pendidikan di era digital. “Dalam pendidikan di era digital ini, ada tiga aspek yang harus diperhatikan yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, dan Big Data. Ketiganya hendaknya menjadi basis ketika kita mengembangkan pembelajaran dan riset sehingga akan menghasilkan karya yang baik. Karena itu, untuk delapan Doktor baru, saya sangat berharap dapat mengembangkan pembelajaran dan meningkatkan kualitas penelitian yang berbasis digital,” tandasnya. Untuk membedah tema yang diangkat, FKIP UMM menghadirkan dua pembicara utama yaitu Asoc. Prof. Dr. Saifon Songsiengchai dari Rajamangala of Technology Krungthep University, Thailand dan Audrey Nicole Loyer Carlson dari Graduate Teaching Assistant, Department of Teaching and Learning, Washington State University, Amerika Serikat. Tak hanya itu, delapan doktor baru FKIP juga turut hadir menjadi pembicara undangan. Mengawali paparannya yang berjudul “Literacy Development: Foundations and Beyond”, Audrey Nicole Loyer Carlson menegaskan bahwa literasi adalah keterampilan dasar yang sangat penting dalam pembelajaran sepanjang hayat dan merupakan hak dasar manusia. Ia pun menjelaskan bahwa literasi dapat digunakan untuk mendukung pemerolehan bahasa kedua untuk mencapai kompetensi biliterasi. “Biliterasi adalah keterampilan untuk membaca dan menulis dalam dua bahasa dengan lancar. Dua pendekatan yang dapat diterapkan dalam hal ini adalah Common Underlying Proficiency Model dan Translanguaging,” jelasnya. Untuk meningkatkan kompetensi literasi dan biliterasi, tambahnya, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung. Beberapa hal yang dapat diterapkan yaitu mengimplementasikan membaca nyaring setiap hari dengan mengintegrasikannya dengan pembelajaran, melakukan pemodelan membaca lancar, menciptakan lingkungan kaya teks di sekitar kelas, dan mendorong siswa menggunakan bahasa secara aktif dalam komunikasi. “Kita juga perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca senyap dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk memilih bahan bacaan mereka sendiri,” terangnya. Selanjutnya, Asoc. Prof. Dr. Saifon Songsiengchai memperkenalkan gagasan menarik tentang “SAIFON Guidelines” untuk pengembangan profesi guru prajabatan. Menurutnya, calon guru memerlukan pelatihan dengan metode yang memadai untuk mengembangkan kompetensi pedagoginya dalam rangka menjamin kualitas mereka. “Hal ini tidak hanya penting, tetapi juga mendesak untuk dilakukan karena berdampak pada hasil belajar siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ungkapnya. SAIFON Guideline mencakup enam tahapan dalam rangka meningkatkan keterampilan mengajar calon guru Bahasa Inggris, yaitu survei kebutuhan guru, mengasosiasikan rencana pembelajaran dengan hasil survei, menginstruksikan strategi pengajaran, memberikan umpan balik pada praktik pembelajaran, mengobservasi praktik pembelajaran, dan menyampaikan masalah beserta solusinya. Yang pertama dan utama dalam penerapan SAIFON Guidelines dalam rangka mencapai SDGs, tambah Saifon, adalah memperhatikan konten SDGs. “Calon guru perlu memahami apa saja konten SDGs dan alasan mengapa guru perlu meningkatkan kesadaran siswa terhadap SDGs. Dengan begitu, guru dapat menerapkan SDGs dalam pembelajaran melalui pembelajaran aktif,” tegasnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari delapan doktor baru FKIP UMM yang terbagi dalam dua sesi paralel. Masing-masing doktor mempresentasikan berbagai topik yang linier dengan bidang keahlian yang digeluti. Sebut saja, Dr. Nur Widodo, M.Kes  yang membahas tentang model EMCONTAN model untuk mengembangkan keterampilan literasi lingkungan, berpikir kreatif, dan kolaborasi; Dr. Agung Deddiliawan Ismail, M. Pd yang membahas tentang Computational Thinking, Dr. Dyah Worowirasti Ekawati, M.Pd yang membahas tentang kemampuan siswa SD dalam menyelesaikan masalah dua dimensi; Dr. Husamah, M.Pd yang membahas tentang sustainability competence, Dr. Erna Yayuk, M.Pd yang membahas tentang, Dr. Rina Wahyu Setya Ningrum, M.A yang membahas tentang translation, translanguaging, dan trans-semiotizing; Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd yang membahas tentang HOTs; dan Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd yang membahas tentang media pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Para peserta sangat antusias mengikuti gelaran ini, terlihat dari keaktivan para peserta dalam sesi tanya jawab. Pada akhirnya, konferensi ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para peserta, tetapi juga melahirkan berbagai kolaborasi yang kontributif terhadap transformasi pendidikan untuk pendidikan berkelanjutan. (*fd)

Dorong Lahirnya Generasi Baru Guru Indonesia, FKIP UMM Gelar Webinar Pembukaan PPG Prajabatan 2024

FKIP News—Pendaftaran PPG Prajabatan tahun 2024 telah resmi dibuka Ditjen GTK (Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan) 4 April 20024 lalu melalui Pengumuman Nomor: 1643/B/GT.00.05/2024. Merespon kebijakan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Webinar Pembukaan PPG Prajabatan 2024 yang dihadiri ratusan calon pendaftar, Sabtu (27/04/2024). Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan sekaligus Koordinator PPG FKIP UMM menegaskan, Program PPG Prajabatan ini merupakan langkah penting dalam mendorong lahirnya generasi baru guru-guru Indonesia yang profesional, kompeten, cinta terhadap profesi, dan berkomitmen menjadi teladan dan pembelajar sepanjang hayat. “Harapannya, dengan adanya PPG Prajabatan ini, profesionalitas dan martabat guru dapat meningkat. Sehingga, layanan pembelajaran akan berkualitas dan berpihak pada peserta didik,” ungkapnya. Lulusan Sarjana, Sarjana Terapan, maupun Diploma IV dari kependidikan maupun non kependidikan dapat mendaftar dalam program PPG Prajabatan ini. Terdapat 23 bidang studi umum dan 27 bidang studi kejuruan yang dibuka pada periode ini. Calon peserta dapat mengecek linieritas pada laman https://ppg.kemdikbud.go.id/linieritas/ppg-prajabatan Selama 2 semester perkuliahan, mahasiswa akan menempuh 32 SKS mata kuliah inti, 4 SKS mata kuliah selektif, dan 2 SKS mata kuliah elektif. Pada akhir program, setelah mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa PPG dan dinyatakan lulus, mahasiswa akan memperoleh Sertifikat Pendidik sebagai indikator guru profesional. Lebih lanjut, Trisakti menjelaskan bahwa ada tiga tahapan seleksi pendidikan PPG Prajabatan ini, yakni seleksi administrative, tes substantif, dan seleksi wawancara. Seleksi administratif dilakukan secara daring melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengembangan keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB). Tes substantif meliputi tes penguasaan bidang dan tes kemampuan dasar literasi dan numerasi yang dilaksanakan secara luring di Tempat Uji Kompetensi (TUK). “Terakhir, pada tahap wawancara yang dilaksanakan secara daring ini, para calon mahasiswa diharuskan menunjukkan kompetensi profesional dan personal,” tambahnya. Materi dilanjutkan dengan paparan tentang sistem perkuliahan yang disampaikan oleh Fahdian Rahmandani, M.Pd. dan sistem pendaftaran yang disampaikan oleh Moh. Zainuri Amin,S.Pd. Para pemateri pun mengimbau agar para calon peserta memperhatikan detail informasi terkait syarat, tata cara pendaftaran, dan timeline pendaftaran. Informasi lebih lanjut dapat disimak pada tautan berikut ini. Paparan PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/PaparanPrajabTahun2024 Konten Media Sosial PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/MedsosPrajab2024 Surat Edaran PPG Prajabatan Tahun 2024: https://bit.ly/SEPembukaanPendaftaran2024 Daftar Tanya Jawab (FAQ) PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/faq-ppg-prajabatan Laman PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/prajabatan Helpdesk PPG: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/hubungi-kami Mitigasi Kendala Teknis: https://bit.ly/MitigasiKendala2024 Desain Konvensional: https://bit.ly/DSKonvensional2024

Kunjungan Yala Rajabath University (YRU) Thailand ke FKIP UMM, Bahas Berbagai Kerjasama Tingkatkan IKU

FKIP News—Rombongan pejabat teras Yala Rajabaht University (YRU) yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, IRO, dan Senat yang berjumlah 11 orang berkunjung ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (19/04/2024). Kedatangan rombongan ini disambut dengan antusias oleh Wakil Rektor IV UMM, jajaran Dekanat FKIP UMM, serta kaprodi/sekprodi di FKIP UMM. Kunjungan tersebut telah menghasilkan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak yang dikukuhkan dengan penandatanganan MoU dan MoA. Hadir dan memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut bapak Salis Yuniardi, PhD. selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama. Menurut beliau, UMM sangat mendukung perintisan kerjasama internasional ini karena internasionalisasi merupakan bagian dari program utama bersama dengan digitalisasi kampus. Beliau menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan awalan yang akan ditindak lanjuti dengan aksi nyata pada kesempatan berikutnya. Kegiatan nyata (riel) yang bisa dilakukan dan harus menguntungkan kedua belah pihak, meliputi pertukaran mahasiswa, publikasi bersama, kuliah tamu dan lain sebagainya. “Kegiatan tersebut penting dalam rangka meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU), baik IKU 2 yakni mahasiswa yang berkegiatan di luar kampus maupun IKU 3, yakni dosen yang berkegiatan diluar kampus,” tegasnya. Beliau juga menegaskan bahwa kerjasama ini dapat diperluas kepada fakultas lain karena pihak YRU juga melibatkan Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Sosil Politik dalam kunjungan dan perintisan kerjasama ini. Mendengar sambutan ini, Prof. Dr. Sirichai, Rektor YRU bersepakat dan menyambut baik serta meminta kepada dekan yang terkait dari YRU untuk menindak lanjuti ide tersebut. Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., Dekan FKIP menyambut antusias kedatangan tamu yang diikuti dengan peandatanganan MoU ini. “Ini merupakan bagian dari upaya memperluas dan menguatkan atmosfir internasional yang telah dirintis selama ini oleh FKIP UMM,” terangnya. Berbagai PT dari Thailand memang menjadi pilihan kemitraan internasional sehubungan dengan inisiatif dan respon positif mereka untuk menjalin kerjasama.  Sampai saat ini FKIP telah menjalin dengan 5 PT berasal dari Thailand, diantaranya adalah Rajamangala University di Bangkok, Pathumtani University di Bangkok, Thaksin University di Songklha, Fatoni University di Pattani, Ram Kam Heng University di Bangkok dan Rajabahti University di Yala. Kerjasama yang telah dilakukan meliputi student mobility, kuliah tamu, publikasi bersama dan seminar internasional. Dr. Sugiarti MSi, mewakili dekanat FKIP, ikut menyambut gembira atas kunjungan Rektorat dan dekanat dari YRU ini. Beliau menyatakan bahwa FKIP UMM memiliki berbagai program yang sangat potensial untuuk dikerjasamakan baik dalam bidang pengajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat serta al Islam. “Modalitas program studi di FKIP UMM yang semuanya telah memiliki jurnal ber reputasi nasional dapat menjadi ujung tombak dalam kerjasama iini, kususnya dibidang emnar internasional dan publikasi,” ungkapnya. Prof. Dr. Muhammadtolan, Dekan FKIP YRU yang adalah seorang muslim, sangat antusias dengan kesepakatan kerjasama ini. Beliau menegaskan silaturahmi dan perintisan kerjasama ini adalah bagian penting dari dakwah Islam yang harus sama sama dikuatkan melalui peran perguran tinggi. Sepakat dengan rektor YRU yang telah membuka peluang untuk perluasan kerjasama dengan fakultas lain, maka FKIP YRU ingin mengawali dan menunjukkan praktek baik yang terbentuk sehingga bisa menjadi pioneer dalam implementasi MoU. Dr. Nurwidodo, M.Kes, selaku konektor kerjasama kedua institusi mengapresiasi kemitraan internasional ini. Menurutnya perintisan kerjasama dari YRU ini sekalipun terkesan mendadak, karena dinegosiasikan hanya dalam waktu yang singkat, namun hasilnya sangatlah optimal. Mengapa demikian, karena kedua institusi bersepakat dan telah melakukan penandatanganan MoU dan MoA.  Kedepan memang perlu diorientasikan kembali berbagai bidang kerjasama yang menguntungkan dengan berbagi pihak sehingga mobilitas dosen maupun mahasiswa secara internasional menjadi semakin semarak. Mobilitas dosen dan mahasiswa berlevel internasional yang terealisasi dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan capaian IKU 2 dan IKU 3 dan memberikan dampak pada reputasi, prestasi dan promosi bagi setiap program studi. (*nrw)  

Targetkan Rekognisi Internasional, FKIP UMM Gelar Diskusi dengan Dubes RI untuk Kolombia

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) laksanakan diskusi langkah strategis mencapai rekognisi Internasionalisasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Dr. H.C. Drs. Priyo Iswanto. Diskusi ini dilakukan di Ruang Sidang FKIP, pada Selasa (23/04/2024). Recognisi internasional merupakan bagian dari milestone FKIP UMM. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM mengatakan, meski telah memiliki berbagai kerja sama luar negeri dan menjalankan berbagai kegiatan FKIP UMM tetap memmiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong Prodi-prodi di lingkungan FKIP tetap harus terus bergerak maju. “Kita masih harus terus berusaha keras meningkatkan kerja sama internasional dalam rangka mencapai recognisi internasional ini,” katanya. Senada dengan itu, Dr. H.C. Drs. Priyo Iswanto dalam paparan diskusi menjelaskan, UMM punya potensi yang sangat besar. Beberapa di antaranya adalah berbagai capaian UMM seperti 25 leading universities in Indonesia,  ranks 4th (private) Webometrics, ranked 6th best private university in ASEAN, ranked 1st best Islamic University in the world by Unirank 2021, serta Program Center of Excellence (CoE) UMM. “UMM juga merupakan satu-saatunya kampus yang memiliki jaringan bisnis terluas. Ini diapresiasi direktur Bank Asia,” katanya. Lebih lanjut, Pak Priyo, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ada berbagai program kerja sama, baik inbound maupun outbound yang bisa dijalankan. Misalnya, professor mobility, student mobility, joint classes-credit trabsfer, riset dan publikasi bersaama, partisipasi pada konferensi internasional, dan hosting/co-hosting conference, workshop, atau kegiatan internasional lainnya. Untuk merealisasikan hal itu, FKIP UMM perlu membuat pemetaan dari wadah kerjasama yang ada. Secara internal di UMM, sudah ada lebih dari 600 kerjasama antaruniversitas, 239 kerjasama dengan DUDI, dan 182 kerjasama dengan instansi lain. Selain itu, ada pula asosiasi seperti Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL) yang menaungi 242 universitas dari 25 negara, Association of Universities in Asia and the Pasific (AUAP) yang menaungi 177 universitas dari 30 negara, dan Eurasian Universities Union (EURAS) yanag menaungi 137 universitas dari 47 negara. “FKIP dan Prodi dapat membuat pemetaan universitas dan negara yang memungkinkan untuk dilakaukan kerjasama, serta bentuk akativitas dalam kerja sama itu. Selanjutnya, kami nanti akan berusaha menjembatani untuk terbukanya pintu kerja sama tersebut,” tegasnya. Meski potensi dan peluang kerja sama itu tinggi, dalam hemat Priyo, ada berbagai tantangan yang dihadapi. Seperti, rendahnya partisipasi pada aktivitas kerjasama internasional dan minimnya kelas internasional. Di sisi lain, dari aspek SDM, terlihat bahwa sebagian besar dosen yang belum memiliki penguasaan bahasa asing berdampak pada rasa kurang percaya diri ketika dihadapkan dengan kegiatan internasional yang menuntut untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Priyo pun memberikan saran. “Saya pikir tantangan itu bisa diatasi. Syaratnya, kita harus proaktif, responsif dan melaksanakan hal-hal di luar kebiasaan,” katanya. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Para Kaprodi dan Kepala labolatorium Microteaching diberi kesempatan untuk melaporkan update kerja saama internasional, sekaligus menyampaikan ide kolaborasi internasional yang akan dijalankan. Demikian halnya, para doktor baru FKIP UMM menyumbangkan ide-ide baru terkait upaya rekognisi internasional ini. Sebagai tindak lanjut, Prodi akan menyusun rancangan perluasan Kerjasama internasional yang akan dijalankan. Termasuk strategi implementasinya. (*fd)

FKIP UMM Buka Pendaftaran PPG Prajabatan Tahun 2024, Ini Informasi Lengkapnya!

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2024. PPG Prajabatan merupakan program pendidikan profesi untuk mencetak generasi baru guru-guru profesional di Indonesia. Program ini diselenggarakan bagi lulusan sarjana atau sarjana terapan dari jurusan pendidikan atau nonpendidikan untuk mendapat sertifikat pendidik. Melalui program yang yang diselenggarakan Kemdikbud ini, peserta didik akan mempelajari lebih jauh tentang tata cara mengajar, termasuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Masa pendaftaran PPG Prajabatan 2024 berlangsung pada 4 April sampai 15 Mei mendatang. Adapun bidang studi yang dibuka untuk Prodi PPG FKIP UMM, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selengkapnya, berikut syarat dan cara mendaftar PPG Prajabatan 2024.     Persyaratan PPG Prajabatan 2024 1. Persyaratan Umum Warga Negara Indonesia (WNI) berusia maksimal 32 tahun saat mendaftar. Belum terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri. Indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 (tiga koma nol nol). Menandatangani pakta integritas. Mengikuti tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara. 2. Persyaratan Dokumen Surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Surat keterangan berkelakuan baik. Surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan pada saat lapor diri). Foto terbaru berpakaian formal dengan background warna biru. Ukuran file tidak lebih dari 1 MB. Cara Daftar PPG Prajabatan Pendaftaran PPG Prajabatan 2024 dilakukan secara online melalui situs resminya. Tata cara pendaftarannya sebagai berikut: Buka laman https://ppg.kemdikbud.go.id, lalu pilih menu “Daftar PPG Prajabatan”. Klik “Daftar sebagai Peserta” dan buat akun pendaftaran aplikasi SIMPKB menggunakan email aktif. Peserta akan menerima email berisi tautan konfirmasi pendaftaran. Klik tautan tersebut untuk melanjutkan proses pendaftaran. Lengkapi data diri berupa NIK, nama lengkap, jenis kelamin, dan tanggal lahir. Seluruh data akan diverifikasi secara otomatis oleh sistem. Akun PPG Prajabatan bisa dibuat jika data dinyatakan valid. Login ke aplikasi SIMPKB menggunakan username dan password yang telah dibuat di awal. Setelah itu, lengkapi data pokok meliputi biodata, bidang studi, preferensi provinsi lokasi pengabdian, serta data pendukung lain. Selanjutnya, peserta akan diminta untuk membuat esai dan mengunggah dokumen persyaratan. Apabila seluruh data telah diisi, sistem akan mengarahkan peserta ke laman pembayaran agar bisa mencetak kartu ujian substantif. Peserta yang lolos ujian substantif akan mengikuti tes wawancara untuk menentukan kelulusan sebagai mahasiwa PPG Prajabatan. Jadwal PPG Prajabatan 2024 Agar tidak ketinggalan informasi, penting bagi calon peserta untuk mengetahui jadwal seleksi PPG Prajabatan 2024 selengkapnya. Pendaftaran seleksi calon mahasiswa: 4 April-15 Mei 2024 Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi: 27 Mei 2024 Cetak kartu peserta: 27 Mei-7 Juni 2024 Pelaksanaan Tes Substantif: 3-7 Juni 2024 Pengumuman Kelulusan Tes Substantif: 20 Juni 2024 Pengumuman jadwal wawancara: 24 Juni 2024 Pelaksanaan Tes Wawancara: 1-31 Juli 2024 Pengumuman Kelulusan Seleksi: 14 Agustus 2024 Konfirmasi Kesediaan mengikuti PPG Prajabatan 2024: 15-18 Agustus 2024 Penetapan Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024: 23 Agustus 2024 Lapor diri Mahasiswa PPG Prajabatan di LPTK: 26-31 Agustus 2024 Orientasi Mahasiswa: 2-6 September 2024 Awal Perkuliahan PPG Prajabatan 2024: 9 September 2024   Bahan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut ini. Paparan PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/PaparanPrajabTahun2024 Konten Media Sosial PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/MedsosPrajab2024 Surat Edaran PPG Prajabatan Tahun 2024: https://bit.ly/SEPembukaanPendaftaran2024 Daftar Tanya Jawab (FAQ) PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/faq-ppg-prajabatan Laman PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/prajabatan Helpdesk PPG: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/hubungi-kami Mitigasi Kendala Teknis: https://bit.ly/MitigasiKendala2024 Desain Konvensional: https://bit.ly/DSKonvensional2024

FKIP UMM Jadi Tuan Rumah, Selenggarakan Sosialisasi dan Bimtek Hibah Revitalisasi LPTK Tahun 2024 bagi PTMA se-Indonesia

FKIP News—Sebanyak 67 peserta dari 27 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Program Hibah Revitalisasi LPTK Tahun 2024 di Rayz Hotel UMM, Rabu hingga Jumat (3—5/04/2024). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini terselenggara atas kerja sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadidyah Malang (UMM), Asosiasi LPTK PTMA, dan Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI. Program Revitalisasi LPTK merupakan program pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PPG melalui pembukaan Prodi baru dan Bidang Studi baru PPG bagi perguruan tinggi. Aspek yang menjadi sasaran di antaranya panduan, instrumen, atau dokumen lain penyelenggaraan PPG, penyelengaraan pembelajaran mikro reflektif berbasis TIK, pusat sumber belajar terintegrasi TIK, dan pembelajaran daring berbasis LMS. Ketua Asosiasi LPTK PTMA, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno mengatakan, kegiatan ini didesain secara khusus untuk menyiapkan mutu tata kelola LPTK PTMA. “Kita harus menyiapkan mutu tata kelola kita supaya mampu bersaing sebagai lembaga yang menghasilkan pendidik profesional di tengah era komunikasi global saat ini,” ungkap Ketua ALPTK PTMA yang sekaligus Anggota Majelis DIKTI Litbang PP Muhammadiyah dalam paparan sambutannya. Senada dengan itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa Hibah Revitalisasi LPTK ini sangat bermanfaat bagi LPTK PTMA. Beliau pun berharap, program ini tidak hanya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat fisik. “Harapannya kita tidak hanya berfokus pada infrastruktur atau fisik, tetapi pada hal-hal yang substantif, pada kualitas pelaksanaan PPG sehingga pendidik masa depan yang cakap akan lahir dari LPTK PTMA kita,” katanya. Oleh sebab itu, Dekan FKIP UMM, Trisakti Handayani, MM berharap, para peserta dapat menyusun proposal dengan baik, benar, dan bermutu supaya memenuhi dan dapat lolos diterima pendanaan dari Dit Kelembagaan DItjen Dikti. Dalam kegiatan ini, hadir sebagai pemateri Aulia Ni’matu Fajar selaku Ketua Tim Pokja Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Akademik. Aulia mengatakan, Program Hibah Penguatan LPTK 2024 ini sangat strategis dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan. “Khususnya yang berkaitan dengan bentuk peningkatan mutu pendidikan melalui fasilitasi Laboratorium Pembelajaran Mikro dan Pusat Sumber Belajar Terintegrasi TIK Prodi PPG dan Prodi2 Kependidikan pada LPTK,” ungkapnya. Hadir pula tim LPTK Direktorat kelembagaan, yakni Hari Wibawanto (Universitas Negeri Semarang), Elvira (Universitas Pamulang), Saliman (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Riyadi (Universitas Negeri Jakarta). Kelima narasumber menjelaskan secara rinci pelaksanaan program, pokok-pokok evaluasi proposal, hingga kegiatan dan TOR Program Pendanaan Revitalisasi LPTK Tahun 2024. “Bapak/Ibu harus mengecek terlebih dahulu akan mengajukan pada kluster I atau II, kemudian memenuhi segala persyaratannya. Setelah itu, Bapak/Ibu dapat menentukan bentuk kegiatan beserta komposisi pendanaannya. Semua harus sesuai dengan panduan,” tegas Saliman. Tak hanya itu, para peserta juga mendapatkan materi teknis pengadaan barang dan jasa beserta prosedur keuangan dari tim Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara, Setditjen Diktiristek. Acara hari pertama yang ditutup dengan diskusi ini dilanjutkan dengan sharing session dan penyusunan proposal hibah pada hari kedua. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si. Atas nama FKIP UMM, Sugiarti menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiasi ALPTK untuk memfasilitasi bagaimana LPTK PTMA dapat saling memotivasi, mendorong, dan maju bersama-sama. Ia pun berharap para peserta berkomitmen tinggi untuk menghasilkan proposal berkualitas. “Sebagai bentuk rasa terima kasih kita, maka sudah semestinya kita berkomitmen menghasilkan proposal berkualitas. Semua mengajukan proposal, semua didanai,” pungkasnya. (*fd)

Bersama Leimena Institute dan Templeton Religion Trust, FKIP UMM Beri Pelatihan Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) Pada 738 Pendidik

FKIP News—Sebanyak 738 guru, dai/daiyah, dan penyuluh agama Islam dari seluruh Indonesia mengikuti Program Internasional Bersertifikat “Pengenalan Literasi Keagamaan Lintas Budaya” yang digelar atas kerja sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Leimena Institute dan Templeton Religion Trust. Workshop digelar secara synchonus dan asynchronus selama 5 hari, 4—8 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan eksistensi dan kolaborasi damai antaragama di Indonesia dengan mengenalkan literasi keagamaan lintas budaya bagi guru dan penyuluh agama. Ada tiga kompetensi yang dikembangkan dalam kegiatan ini, yakni kompetensi pribadi, kompetensi komparatif, dan kompetensi kolaboratif. Kompetensi pribadi merujuk pada kemampuan memahami diri sendiri dan nilai-nilai yang memandu keterlibatan Anda dengan orang lain. Kompetensi komparatif merujuk pada kemampuan memahami orang lain sebagaimana dia memahami dirinya sendiri dan nilai-nilai yang memandu keterlibatan mereka dengan dirinya. Sementara kompetensi kolaboratif merujuk pada kemampuan dalam memahami konteksi potensi kolaborasi di antara aktor-aktor yang berbeda keyakinan. Dalam acara ini, hadir memberi sambutan Dekan FKIP UMM Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M dan Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si, serta Direktur Eksekutif Institute Leimena, Matius Ho. Hadir pula ahli-ahli sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si (Wakil Dekan II FKIP UMM), Dr. Nurbani Yusuf, M.Si (Staf Ahli Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan UMM), Dr. Alwi Shihab (Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam 2015-2019), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Pdt. Dr. Henriette T. Lebang (President World Council of Churches), Dr. Chris Seiple (Senior Research Fellow, University of Washington), Dr. Ari Gordon (Direktur Muslim-Jewish Relations, American Jewish Committee), Dr. David Rosen (Special Adviser to the Abrahamic Family House in Abu Dhabi, UAE), dana Dr. David Saperstein (Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional 2014-2017). Dalam konteks Indonesia, menurut Dr. Nurbani Yusuf, kekerasan dan konflik yang disebabkan oleh perbedaan masih kerab terjadi. Bahkan, data menunjukkan bahwa sebanyak 422 tindakan pelanggaran kebebasan beragama terjadi di Indonesia selama 2020. Menyikapi hal tersebut, peserta diajak untuk kembali pada ajaran Islam. “Kita harus menyadari bahwa Islam itu sumber damai dan nirkekerasan. Itu bisa kita lihat misalnya pada Q.Q. Al-Maidah ayat 32, Q.S. Al-Baqarah Ayat 256 dan Ayat 62, serta keteladanan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata dosen senior Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa penanganan konflik agama dapat diatasi melalui pendekatan bina-damai (peacebuilding), jaga-damai (peacekeeping), dan cipta-damai (peacemaking). Bina damai yaitu membangun rasa percaya untuk mengurangi mispersepsi dan stereotipe berkaitan dengan hal mendasar untuk memutus rantai penyebab konflik dan kekerasan. “Sementara itu, jaga-damai berkaitan dengan penggunaan instrument negara seperti militer dan cipta-damai berkaitan dengan aksi nyata dan komitmen menolak kekerasan langsung atau structural dalam format apa pun,” kata founder komunitas Padhang Makhsyar ini. Lebih lanjut, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si dalam paparannya mengatakan toleransi sosial keagamaan menjadi kunci dalam mengatasi konflik ini. Konsep harmoni sosial-keagamaan mencakup Kerjasama lintas agama, hidup berdampingan secara damai, dan kebebasan beragama. Implementasinya terwujud dalam pembelajaran multikultural yang mengajarkan keberagaman, memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap budaya dana agama, serta meningkatkan kepekaan terhadap perbedaan. “Yang tidak kalah penting, kurikulum harus mengintegrasikan keragaman budaya, agama, dan kehidupan sosial dalam pembelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler juga mengakaomodasi dialog antar agama dan pertukaran budaya,” pungkas Kadir. Oleh sebab itu, guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam mengenai toleransi sosial mengingat guru memiliki tanggung jawab yang besar besar dalam membentuk pemikiran dan sikap toleran pada generasi muda. “Guru harus mampu menyampaikan ajaran ini secara relevan dan dapat dipahami siswa melalui fasilitasi ruang diskusi terbuka dan penyediaan lingkungan belajar yang inklusif,” tegasnya.   Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dalam Sidang PBB ke-55 di Jenewa, Swiss Keberhasilan dan urgensi Workshop Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) ini telah disampaikan Deputi Perwakilan Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan organisasi lainnya, Duta Besar Achsanul Habib, dan Direktur Leimena Institute, Matius Ho, dalam acara tambahan (side event) di sela-sela Sidang Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB ke-55 di Jenewa, Swiss, Selasa (12/3). Mengutip dari AntaraNews.com, Dubes Achsanul Achsanul menjelaskan bahwa LKLB ini menjadi bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia. “Literasi keagamaan lintas budaya telah menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia yang dipromosikan lewat dialog antaragama yang telah terjalin secara bilateral dengan 34 negara mitra,” ungkapnya. Karenanya, pada bulan Agustus 2023, pemerintah Indonesia memprakarsai Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) untuk memprioritaskan komitmen global dalam mengimplementasikan Resolusi Dewan HAM PBB 16/18 tentang “Melawan Intoleransi, Stereotip, dan Stigmatisasi Negatif, serta Diskriminasi, Hasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Kekerasan terhadap Orang-orang Berdasarkan Agama atau Kepercayaan”. Selanjutnya, pada bulan November 2023, Kementerian Hukum dan HAM RI bersama Institut Leimena menggelar Konferensi Internasional tentang Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk mendorong masyarakat yang damai dan inklusif. Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, menyebut literasi keagamaan lintas budaya merupakan wujud inisiatif dan best practice pendekatan pendidikan dari Indonesia untuk mengatasi masalah intoleransi dan membangun relasi lebih baik antar penganut agama yang berbeda. “Dalam waktu kurang dari 2,5 tahun, Leimena Institute telah menggandeng 25 lembaga mitra untuk melatih lebih dari 7.000 pendidik di 34 provinsi di Indonesia tentang literasi keagamaan dan lintas budaya ini,” pungkasnya. (*fd)