Dosen FKIP UMM Edukasi Guru Menghadirkan Pembelajaran Menyenangkan Lewat Gamifikasi

FKIP UMM News—Dalam pembelajaran, tak jarang ditemui murid-murid yang tidak meletakkan perhatian sepenuhnya pada pembelajaran. Mereka terlihat tidak bersemangat dan minim kontribusi. Hal ini tentu bisa menajdi trigger stress bagi guru. Lalu, apa solusi untuk permasalahan ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Rose Fitria Lutfiana mengedukasi guru-guru SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang melalui penggunaan gamifikasi. Pembelajaran gamifikasi merupakan salah satu metode yang mengintegrasikan teknik game dalam proses pembelajaran. Lalu, apa saja game yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran? “Pembelajaran gamifikasi yang diterapkan dalam pembelajaran bisa berupa canvas, edmodo, articulate storyline 3, quizizz, kahoot!, wordwall, quizlet, educandy dan lainnya,” ungkap dosen Prodi Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan tersebut. Namun, secara khusus, Rose dan tim yang terdiri dari M.Syahri, M.Mansur, dan jamaludin memfokuskan diri pada penggunaan Wordwall, Kahoot, dan Quizziz. Wordwall merupakan aplikasi berbasis website yang digunakan untuk membuat media pembelajaran seperti kuis, memasangkan pasangan, acak kata, dan anagram. Kelebihan dari game wordwall yaitu memiliki berbagai fitur dan sangat fleksibel, dapat menarik perhatian siswa karena bersifat permainan, dapat digunakan dalam semua mata pelajaran, membuat siswa berkreativitas, membangun karakter bekerja sama dengan teman, dan pelaksanaan yang sederhana. Sementara itu, Kahoot merupakan aplikasi online berbasiskan web dan digital yang dapat mendukung pembelajaran. Kahoot ini dapat digunakan sebagai ice breaking untuk menyemangati peserta didik dalam belajar. Ice breaking yang diberikan dapat berupa kuis, teka-teki, dan tebak gambar. Adapun aplikasi Quizizz merupakan tools interaktif yang juga berbasiskan website untuk merancang tes, kuis, serta uji diagnostik yang ditampilkan dengan animasi yang menarik. Quizizz dapat memberikan data tentang kinerja siswa, melacak jumlah siswa yang menjawab benar, soal yang paling banyak salah, dan semua data hasil kerja siswa ditampilkan dengan akurat dan cepat. Rose pun menjelaskan bahwa dalam mengembangkan model pembelajaran gamifikasi terdapat beberapa langkah. “Langkah tersebut diantaranya adalah memahami konteks dan penggunaannya, menetapkan tujuan pembelajaran, menyusun pemetaan pengalaman yang akan didapatkan pengguna/siswa, menganalisis sumber daya, dan mengaplikasikan elemen gamifikasi,” ungkapnya. Melalui edukasi yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan ini, guru-guru SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang telah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan gamifikasi. Hal ini terlihat dari hasil pretes dan posttes dan desain gamifikasi yang dihasilkan. Rose dan tim mengaku senang atas hasil yang dicapai. Pasalnya, penguasaan guru terhadap gamifikasi ini menjadi sangat penting apabila dikaitkan dengan kompetensi pedagogi guru dalam pembelajaran abad 21. “Pembelajaran abad 21 tidak hanya menuntut adanya critical thinking, creative thinking, collaboration, dan communication, tetapi juga integrasi teknologi dalam pembelajaran. Dengan gamifikasi ini, secara langsung maupun tidak langsung kompetensi pedagogi guru, khususnya dalam technological pedagogical content knowledge (TPACK) guru meningkata,” tutup Rose. (*fd)

Marak Kasus Hukum, MHPS Bahtera Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Diskusi Forum Linguistik Forensik

FKIP News—Seiring perkembangan zaman, ranah penggunaan bahasa semakin luas dan fenomena kebahasaan semakin beragam. Hal ini berimplikasi pada perkembangan kajian linguistik. Salah satunya kajian linguistik forensik. Istilah ini digunakan pertama kali oleh seorang Profesor linguistic Bernama Jan Svartvik dalam laporannya yang berjudul “The Evans Statement: A Case for Forensic Linguistics” pada tahun 1968. Secara sederhana, linguistik forensik dapat diartikan sebagai penerapan prinsip-prinsip dan metode kajian linguistik dalam masalah hukum dan penegakan hukum. Hal ini mendorong mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat forum kajian mahasiswa di bawah Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera bertajuk “Forum Kajian Linguistik Forensik”. Ketua HMPS Bahtera, Nila Anis Fatul Rodiah, mengatakan forum ini hadir pada diskusi proker bersama pembina HMPS, Faizin, M.Pd. “Kebetulan kami angkatan 2023 pada semester 3  juga sudah mendapatkan mata kuliah tersebut dan kami merasa kajian ini sangat menarik dan sangat bermanfaat,” kata Nila, sapaan akrabnya. Menurut Nila, mahasiswa Bahasa Indonesia perlu mempelajari linguistik forensik karena alasan multidisipliner, aplikasi praktis, dan kontribusi sosial yang diberikan. Linguistik forensik menawarkan perspektif unik yang menggabungkan ilmu bahasa dengan ilmu hukum, memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks hukum. Keahlian ini juga memiliki aplikasi praktis dalam penyelidikan kejahatan, memberi mahasiswa kemampuan untuk menganalisis bukti linguistik. “Selain itu, dengan belajar linguistik forensik, mahasiswa dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keadilan sosial, membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan kasus hukum melalui analisis bahasa,” ujarnya. Meskipun demikian, forum ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa Prodi pendidikan Bahasa Indonesia, tetapi juga mahasiswa umum UMM. Diskusi perdana Forum Linguistik Forensik ini dihelat Sabtu lalu (16/03) di ruang BIPA, basement GKB IV. Ditemui selepas acara, bersama salah satu dosen lingustik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Dalam diskusi ini, Fida mengangkat tema “Berkenalan dengan Linguistik Forensik” melalui bedah kasus penistaan agama Ahok tahun 2019 silam. Kasus yang bermula dari pidato Ahok di Pulau Seribu itu memang menjadi kasus yang sangat besar dan menimbulkan dampak gelombang demontrasi besar-besaran di Monas yang dikenal dengan Gerakan 212. Dari kegiatan mencermati bersama video pidato Ahok, pengakuan Ahok, dan hasil analisis ahli forensik, Prof. Rahayu Surtiati, para peserta diberi gambaran bahwa bahasa juga merupakan serpih bukti perkara dalam persidangan. Ia pun memberikan contoh lain dalam kasus pembunuhan Beryl Susan Evans dan Geraldine oleh Timothy John Evans (suami Beryl) pada tahun 1949 yang terkuak dari hasil analisis bahasa pada keterangan yang diberikan Evans. “Bahasa sama halnya seperti senjata, bekas jari tangan, sepatu dan lain-lain dalam sebuah kejahatan. Ia adalah bukti. Jadi, bukti-bukti yang tertinggal setelah suatu tindak kejahatan terjadi tidak hanya berupa bukti fisik, tetapi juga dapat berupa bukti bahasa,” ungkap Fida. Kajian linguistik forensik berkaitan dengan semua bidang linguistik, baik itu mikrolinguistik seperti fonologi, morfologi, semantic, sintaksis, dan wacana maupun makrolinguistik seperti sosiolinguistik, prakmatik, psikolinguistik, leksikografi, dan dialektologi. Bidang kajiannya pun sangat luas. “Hal-hal yang dikaji dapat berupa bahasa dari dokumen legal, bahasa dari polisi dan penegak hukum, interview dengan saksi yang rentan dalam sistem hukum, interaksi dalam ruang sidang,  bukti-bukti linguistik dan kesaksian ahli dalam persidangan, kepengarangan dan plagiarism, bahkan fonetik forensik dan identifikasi penutur,” tambahnya. Bidang kajian yang luas ini selanjutnya akan menjadi topik pada diskusi-diskusi selanjutnya. Rencananya, diskusi akan digelar satu bulan sekali dengan mengkaji kasus nyata dari berita yang telah/sedang terjadi. (*fd)

Di SMA Muhammadiyah 1 Malang, Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Kenalkan Sastra Profetik Hingga Hasilkan Antologi Cerpen

FKIP News—Perkembangan dunia sastra yang begitu pesat seiring dengan perkembangan teknologi belum diimbangi dengan lahirnya karya sastra yang bermuatan positif dan relevan dengan dunia pendidikan. Padahal, muatan yang ditawarkan di dalam karya sastra bisa berpengaruh pada pemikiran dan sikap pembacanya karena fungsi sastra tidak hanya menghibur (dulce) tetapi juga mendidik (utile). Kondisi inilah yang melatari dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diketuai Dr. Hari Sunaryo, M.Si dan beranggotakan Candra Rama Wijaya Putra, S.S. S.Pd., M.A. dan Purwati Anggraini, M.Pd. mengenalkan sastra profetik kepada siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang. Satra profetik adalah karya sastra yang tujuannya ingin menjadikan manusia itu menjadi manusia yang sebenarnya dan menjadikan manusia itu dekat dengan Tuhannya. Dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan ini, secara khusus sastra profetik difokuskan pada sastra profetik berbasis nilai agama. Nilai-nilai agama ini adalah nilai agama yang pernah siswa dapatkan di bangku sekolah. “Dengan begitu, siswa lebih mudah menggali ide dari kehidupan sehari-hari atau yang ada di sekitar mereka, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal,” pungkas Hari. Pertemuan pertama difokuskan pada penjelasan tentang sastra profetik dan industri sastra dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan peristiwa kehidupan menjadi ide scerita. Pertemuan kedua difokuskan pada penyusunan kerangka cerita pendek berdasarkan kisah kehidupan sehari-hari siswa. Pertemuan ketiga difokuskan pada pengembangana kerangka cerita menjadi cerita pendek utuh. Adapun pertemuan keempat merupakan kegiatan finalisasi cerita pendek dengan penguatan amanat, penentuan judul, dan editing naskah. Lebih lanjut, Hari mengatakan, pada setiap pertemuan dan tahapan, tim menggunakan metode kooperatif-kritis. Mengapa? Karena dengan adanya kegiatan berpikir kritis, siswa secara tidak langsung dapat meningkatkan keaktifan dirinya sebagai peserta didik. “Caranya yaitu setiap siswa saling berposisi sebagai penulis sekaligus pembaca dan kemudian memberikan catatan masukan untuk setiap karya yang telah ditulis oleh teman sejawat,” katanya. Hasilnya, 36 cerpen karya siswa kelas X dan XI tergabung dalam buku antologi cerpen yang saat ini sedang dalam proses cetak. “Cerpen-cerpen karya siswa ini memiliki muatan nilai agama. Siswa mengalami internalisasi nilai agama melalui pelajaran agama Islam di sekolah. Hasil internalisasi tersebut kemudian menjadi bahan eksternalisasi siswa, pikiran dan perasaan dalam bentuk karya kreatif sastra,” terang Candra saat ditemui. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Iswati, S.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah. Kami bersyukur dapat berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa yang dibekali pengetahuan tentang konten materi, skill berpikir kritis, dan pengalaman menghasilkan karya antologi cerpen, tetapi juga bagi guru-guru kami. Saya yakin guru-guru juga mendapatkan inspirasi tentang bagaimana mengajar sastra yang produktif dan menyenangkan,” pungkasnya. (*fd)

Benarkah Tulisan ChatGPT Mengalahkan Kualitas Tulisan Manusia? Ini Kata Ahli Bahasa FKIP UMM

  FKIP News—Sejak dirilis pada 30 November 2022, Chat.GPT menjadi salah satu aplikasi paling digemari, baik di dunia akademik maupun nonakademik. Pasalnya, aplikasi Artificial Intelligence (AI) ini dapat menghasilkan tulisan sesuai dengan entri yang diberikan pengguna, bahkan memberikan informasi kepada pengguna dengan bahasa yang sangat natural seperti sedang berkomunikasi dengan seseorang. Lalu, muncul pertanyaan dan sekaligus kekhawatiran, apakah tulisan yang dihasilkan ChatGPT dan manusia tidak dapat dibedakan, bahkan kualitas tulisan yang dihasilkan ChatGPT lebih baik daripada yang dihasilkan manusia. Menanggapi isu ini, dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Adityo, M.A. mengatakan meski kualitas tulisan ChatGPT dapat menyamai kualitas tulisan manusia, tetap terdapat perbedaan pada aspek tertentu. Persamaan tulisan yang dihasilkan ChatGPT dan manusia terletak pada kejarangan dan keragaman leksikal. Kejarangan leksikal, yang menunjukkan penggunaan kata-kata yang tidak umum dipakai, sering kali dikaitkan dengan kefasihan manusia. Namun, ChatGPT menunjukkan keterampilan yang sama dalam menggunakan kosakata langka ke dalam teks yang dihasilkan. “Demikian juga, baik tulisan ChatGPT maupun tulisan manusia menunjukkan keragaman leksikal. Artinya kosakatanya luas dan distribusinya beragam,” ungkapnya. Di sisi lain, baik ChatGPT maupun manusia memiliki perbedaan kualitas dan kualifikasi dalam menghasilkan tulisan. Tulisan manusia kaya dengan nuansa budaya dan pengalaman pribadi. “Selain itu, tulisan manusia memiliki kejelasan kontekstual, termasuk menggunakan humor dan empati. Tulisan manusia juga sarat akan nuansa budaya, emosi, dan sentuhan personal yang tidak bisa dicapai oleh ChatGPT,” tambahnya. Sebaliknya, tulisan yang dihasilkana ChatGPT memiliki kelangkaan kosakata yang jauh lebih tinggi ketika dibandingkan dengan tulisan manusia. Hal ini dikarenakan ChatGPT dibekali kemampuan untuk memanfaatkan dataset yang luas dan algoritma yang rumit. “Secara kuantitatif, ChatGPT punya lexical rarity lebih tinggi dan konten yang lebih mendalam karena mereka punya database superbesar di internet, sedangkan manusia hanya punya perbendaharaan kata dan informasi sebesar otak dan wawasan mereka saja. Dalam aspek ini, bisa dikatakan ChatGPT lebih unggul daripada manusia,” tambahnya. Di akhir, Adit menegaskan bahwa pada dasarnya kualitas tulisan AI atau manusia sangat bergantung pada kemampuan memenuhi tujuan tulisan dan keragaman pembaca. “ChatGPT unggul dalam tugas-tugas yang menuntut efisiensi, pembuatan konten yang cepat, dan integrasi informasi faktual yang luas. Sebaliknya, manusia dengan kecerdasan emosional dan kedalaman budaya, unggul dalam ranah literatur, narasi, dan konten yang membutuhkan sentuhan personal,” tutupnya. (*fd)

Ingin Jadi Podcaster? Ini Tips Titis Putri Pamungkas, Mahasiswa PPG Prajabatan Sekaligus Podcaster Manusia Bercerita dan Sahabat PPG

FKIP News—Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM gelombang 1 2023, Titis Putri Pamungkas, tidak hanya berfokus pada pendidikan di bangku kuliah saja, tetapi juga menyalurkan bakatnya untuk terjun ke dunia podcasting untuk menginspirasi dan memberikan informasi mengenai dunia pendidikan. Lewat dua podcast yang diproduksinya, Titis telah menginspirasi ribuan orang, bahkan diundang secara khusus oleh Kemendikbud dalam perayaan hari guru nasional di Jakarta. Dalam wawancara yang telah dilakukan, Titis berbagi cerita dan beberapa tips dan trik untuk membuat podcast yang menarik dan informatif. Titis terjun ke dunia podcast sejak akhir tahun 2019 lewat “Manusia Bercerita”, sebuah podcast yang menjadi tempat Titis menuangkan berbagai cerita dan keresahan hidup. Podcast ini tayang di Spotify dan telah diputar 29.000 pemutaran. November 2023, berkat saran admin PPG Kemendikbud, Titis melahirkan Podcast “Sahabat PPG” yang memberikan informasi seputar PPG. “Bermula dari konten yang dibuat di akun pribadi, hingga salah satu admin PPG Kemendikbud mengajak bekerjasama membuat konten seputar PPG Prajabatan. Dan karena tahu podcast saya sebelumnya mayoritas temanya masih seputar cerita para remaja, jadi saya disarankan untuk membuat podcast khusus seputar PPG yang saya beri nama Sahabat PPG,” ungkap Titis. Podcast Sahabat PPG tidak hanya membawa Titis belajar dan berproses. Lebih dari itu, Titis mendapatkan kesempatan dan pengalaman berharga diundang oleh Kemendikbud  ke Jakarta untuk menghadiri acara Hari Guru Nasional pada 24-26 November 2023 silam. Acara ini dihadiri Presiden Jokowi, Nadiem selaku Menteri Pendidikan, Nunuk Suryani selaku Dirjen Pendidikan, menteri Kabinet Indonesia Maju, PJ Gubernur DKI Jakarta, beberapa artis ibu kota, dan dihadiri 7500 guru dari seluruh Indonesia. “Undangan yang saya dapatkan sebagai Mahasiswa Konten Kreator PPG Prajabatan. Dari situ, saya mengenal mahasiswa konten kreator PPG Prajabatan dari Sabang-Merauke yang sangat menginspirasi,” katanya. Adanya komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berkolaborasi membagikan konten praktik baik, memberikan informasi seputar PPG Prajabatan, mempromosikan program #YukjadiGuru!, dan mengajak calon-calon guru hebat untuk berproses menjadi guru profesional melalui PPG Prajabatan. Selama di Jakarta, Titis dan para konten creator PPG Prajabatan saling berkolaborasi membuat konten edukatif. Tidak hanya itu, hingga saat ini mereka masih menjalin komunikasi dan saling berbagi ide. Ditanya tentang tips membuat Podcast, Titis menjelaskan bahwa dalam pembuatan konsep podcast yang menarik diawali dengan menentukan terlebih dahulu nama podcast yang akan dibuat. “Nama podcast tersebut sebaiknya mencerminkan branding yang ingin disampaikan. Sebagai contoh, jika podcast tersebut akan berfokus pada PPG, nama podcast seperti “Sahabat PPG” sudah cukup mewakili topik yang akan dibahas. Setelah itu, tentukan juga tema yang akan diangkat dalam setiap episode, yang bisa beragam dari perjuangan menjadi PPG, motivasi untuk mengikuti PPG, hingga pengalaman selama mengikuti PPG. Dengan menentukan nama, tema, dan sasaran pendengar podcast, maka podcast tersebut akan lebih terarah dan menarik,” ujar Titis. Menurut Titis pentingnya menyiapkan naskah podcast sebelum melakukan rekaman yaitu agar proses rekaman berjalan dengan lancar dan terarah. Titis mengatakan bahwa “Naskah podcast bisa berisi salam pembuka, isi, dan penutup yang menjadi ciri khas dari podcast tersebut. Alat podcast sendiri tidak perlu yang mahal-mahal, mulailah dengan yang sederhana seperti merekam menggunakan HP,” ujarnya. Titis sendiri awalnya menggunakan rekaman dari HP sebelum akhirnya beralih menggunakan microphone wireless. Penting untuk memulai dari yang sederhana dan terus berkembang seiring waktu. Titis juga memberikan tips bahwa keberhasilan podcast tidak bisa dilihat dari waktu tertentu, tetapi memerlukan proses yang panjang. Penting untuk mengenalkan podcast kepada orang-orang agar lebih banyak yang mendengarkan. Salah satu cara yang dilakukan Titis adalah dengan menyebarkan cuplikan podcast di media sosial seperti Tiktok. Namun, sebagai seorang podcaster guru, Titis mengalami beberapa kendala seperti sulitnya membagi waktu antara kuliah dan PPL serta memilih topik yang menarik untuk setiap episode. Untuk mengatasi kendala tersebut, Titis membuat jadwal tayang dan menyusun naskah podcast yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Terakhir, Titis memberikan tips untuk membuat konten bertemakan pendidikan, yaitu dengan berbagi praktik baik selama menjadi seorang guru. “Konten-konten seperti ice breaking, cara mengajar yang interaktif, pengalaman menjadi guru, dan kisah-kisah harian merupakan beberapa ide yang bisa diangkat dalam konten pendidikan” tambahnya. Dengan berbagi praktik baik, Titis berharap konten yang dihasilkan dapat memberikan inspirasi dan manfaat kepada banyak orang. Dengan semangat dan dedikasinya dalam dunia podcasting dan pendidikan, Titis Putri Pamungkas menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa PPG prajabatan dan pembelajar pendidikan lainnya. Semoga podcast dan karya-karyanya dapat terus menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*sny/ed:fd)

Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Latih Guru SMAN Panjura Keterampilan Menulis dan Publikasi

FKIP News– Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi visi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan catur dharma perguruan tinggi, utamanya darma pengabdian kepada masyarakat. FKIP UMM terus mendorong pada dosen untuk terjun ke sekolah-sekolah dan memberikan pendampingan peningkatan kualitas pembelajaran. Kali ini, tim dosen  dosen Pendidikan Bahasa Indonesia yang turut andil dalam mendampingi guru SMA Negeri Panjura Malang meningkatkan kompetensi menulis dan publikasi. Kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan 12 ini berlangsung selama tujuh bulan, September 2023 hingga Januari 2024. Hadir sebagai pemateri, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Drs. Sudjalil, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dan Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Ketua Pelaksana, Sudjalil, menyatakan pelatihan merupakan upaya mengembangkan iklim literasi bagi guru, utamanya literasi menulis. Pelatihan difokuskan penulisan best practice dan penulisan kreatif. Pasalnya, tulisan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan profesionalisme guru, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran. “Guru dituntut memiliki kompetensi menulis. Karya tulis guru berkontribusi dalam kenaikan pangkat guru. Misalnya saja, best practice memiliki angka kredit 2 poin. Tapi, yang lebih penting lagi adalah dari menulis ini guru akan terbiasa melakukan refleksi pembelajaran dan menjadi inspirasi bagai guru-guru lain melalui publikasi praktik baik pembelajarannya,” tandas Sudjalil. Melihat urgensi dan relevansi tersebut, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka terlibat aktif dalam diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan brainstorming penggalian ide tulisan. Mereka diajak untuk berpikir kritis dan reflektif dalam menentukan apa yang akan dituangkan dalam tulisannya. Dalam sesi tersebut, Dr. Daroe Iswatiningsih menegaskan bahwa pada dasarnya para peserta sudah memiliki bahan yang melimpah dalam menulis. Para peserta dapat memanfaatkan berbagai pengalaman pembelajaran yang dimiliki. “Para peserta memiliki pengetahuan di bidang mapel yang ditekuni. Pengalaman dan keterampilan mengajar dengan berbagai metode, media, evaluasi dan hasil. Pengalaman berupa perasaan dan emosi saat mengajar & berinteraksi dengan siswa. Itu adalah hal-hal luar biasa yang bisa dituangkan dalam tulisan,” ujar Daroe. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara sinkronus dan asinkronus. Pada kegiatan sinkronus, tim pengabdian Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM berkunjung ke SMAN Panjura Malang untuk memberikan pelatihan menulis. Selanjutnya, pada kegiatan asinkronus, tim pengabdian melakukan pendampingan berupa review hasil tulisan guru. Pada akhirnya, tulisan yang telah dihasilkan ini dipublikasikan, baik di majalah sekolah, koran, maupun jurnal sesuai dengan jenis tulisan. Di lain pihak, kepala SMAN Panjura Malang menyatakan, pendampingan pengembangan keterampilan menulis bagi guru ini bisa menjadi jembatan bagi implementasi Gerakan Literasi Sekolah, utamanya pada fase pembelajaran. Guru mendapatkan pemodelan bagaimana melatih siswa dalam keterampilan menulis. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi medium bagi branding institusi. Karenanya, ia sangat bersyukur dapat berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. “Dengan adanya pendampingan ini, SDM kami semakin berkembang dan tercipta budaya menulis di SMAN Panjura ini. Ke depan, saya berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin membuat beberapa buku best practice pengembangan karakter religious yang menjadi salah satu keunggulan kami,” pungkas Dra. Sri Wahyuningsih Swadayanti. (*fd)

Pengabdian Masyarakat Internasional, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Fasilitasi Perluasan Akses Pendidikan di Sanggar Belajar Muallim Malaysia

FKIP News—Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan laksanakan kegiatan pengabdian masyarakat internasional di Perak, Malaysia. Kegiatan berupa pemberian sumbangan buku berkualitas dan media pembelajaran sebagai langkah nyata untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak dan remaja, khususnya anak-anak pekerja migran. Tujuannya yakni untuk mendorong perkembangan intelektual anak-anak pekerja migran. Puji Soemarsono, M.Pd mengatakan, anak-anak pekerja migran sering menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendidikan. Keterbatasan sumber daya dan lingkungan yang dinamis membuat proses pembelajaran menjadi lebih sulit bagi mereka. “Itu yang menjadi alasan mendasar tim kami melakukan pengabdian di Sanggar Belajar Muallim melalui program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Blokgrant FKIP UMM ini,” kata dosen Program Studi Bahasa Inggris FKIP UMM yang sedang menempuh studi S3 di Universitas Pendidikan Sultana Idris, Malaysia itu. Lebih lanjut, Laela Hikmah Nurbatra, M.A., M.EdLead, selaku ketua program pengabdian internasional menerangkan, kegiatan pengabdian melibatkan berbagai pihak mulai dari warga masyarakat hingga taman bacaan masyarakat yang peduli terhadap isu pendidikan anak-anak pekerja migran. Proses pengumpulan buku melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. “Salah satu pihak yang membantu adalah Taaman Baca Masyarakat Wacan di Landungsari Malang. Pengelola TBM Wacan, Ibu Leila Paramitha, mengaku tergerak untuk membantu karena prihatin dengan kondisi anak-anak pekerja migran yang memiliki akses terbatas untuk pendidikan,” ungkap Laela. Buku yang terkumpul meliputi berbagai genre dan tingkat kesulitan, sehingga setiap anak dapat mengakses bahan bacaan sesuai minat dan tingkat pembelajaran mereka. Buku pelajaran, cerita anak-anak, dan materi motivasi menjadi bagian dari sumbangan tersebut. Tidak hanya itu, tim pengabdi juga menyumbangkan berbagai media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran. Beberapa media belajar tersebut seperti globe, peta, poster, dan flashcard juga diberikan kepada anak-anak pekerja migran tersebut. Acara serah terima buku dan media pembelajaran diadakan dengan hangat di hadapan para anak dan pengajar di Sanggar Belajar Muallim Malaysia. Perwakilan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, turut hadir untuk memberikan dukungan moral dan mengapresiasi upaya masyarakat dalam memperjuangkan hak pendidikan anak-anak pekerja migran. Kepala Sanggar Belajar Muallim Malaysia, Ibu Jolly, mengaku sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana. Melalui kegiatan ini, Jolly yakin potensi besar anak-anak pekerja migran dapat dikembangkan semaksimal mungkin. “Dengan memberikan akses kepada mereka untuk memperoleh pengetahuan melalui buku-buku berkualitas, minat belajar mereka akan terstimulasi, dan pintu peluang yang lebih luas akan terbuka bagi mereka di masa depan,” pungkas Jolly. (*eld/ed:fd)

FKIP UMM Gelar Seminar Hasil Block Grand Penelitian dan Pengabdian

FKIP News-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang gelar Seminar Hasil Block Grant Tahun 2023, Kamis hingga Sabtu (29 Februari 2024—2 Maret 2024). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen FKIP UMM dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan keilmuan dan masyarakat. Ditemui pasca kegiatan seminar, koordinator Block Grant FKIP UMM, Siti Khoirulli Ummah, M.Pd., mengatakan secara keseluruhan, kegiatan berlangsung sangat lancar. Seluruh dosen di lingkungan FKIP, termasuk yang sedang studi, mengajukan proposal penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat secara berkelompok. Total, sebanyak 49 penelitian dan 43 kegiatan pengabdian kepada masyarakat berhasil dilaksanakan dan dipresentasikan dalam kegiatan ini. Program Blockgrant 2023 diawali dari penyusunan proposal melalui simppm.umm.ac.id kemudian dipresentasikan melalui kegiatan seminar proposal yang didampingi oleh reviewer. Satu tim didampingi oleh 2 reviewer dengan sesi presentasi dan tanya-jawab. Setelah proposal disetujui, pencairan dana tahap 1 diinformasikan untuk kemudian diambil secara tunai di admin fakultas. “Setelah berjalan 6-7 bulan, dilaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan pelaksanaan program secara daring dengan didampingi 2 reviewer. Tahap akhir yaitu seminar hasil yang dilaksanakan secara luring,” kata dosen Prodi Pendidikan Matematika tersebut. Lebih lanjut, Ully, sapaan akrabnya menuturkan, hal yang diapresiasi dari kegiatan block grant 2023 yaitu adanya 100% keterlibatan dosen di lingkungan FKIP dengan persentase capaian luaran submit dan publish artikel pada jurnal lebih dari 80%. “Yang menarik lagi, terdapat konsep Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), pengabdian di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan internasional yang diwajibkan di setiap program studi,” ungkapnya. Setelah kegiatan seminar ini, reviewer akan dipilih penelitian dan pengabdian terbaik. Penentuan pemenang didasarkan pada kualitas dan banyaknya luaran yang dihasilkan oleh setiap program dan setiap tim. Luaran dapat meliputi modul, publikasi media massa, HKI, artikel pada jurnal, dan keterlibatan PMM pada program pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2024 ini, tambah Ully, blockgrant FKIP UMM akan diarahkan pada peningkatan persentase prospek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk skema PMB, AUM dan internasional. “Selain itu, luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ditingkatkan dari kategori submit menjadi publish,” tutupnya.(*fd)

Lailatul Ulfa, Lulusan Terbaik FKIP UMM: Persisten adalah Kunci!

FKIP News – Lulusan terbaik FKIP UMM pada wisuda ke-112 tahun 2024 adalah Lailatul Ulfa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2020. Dia berhasil meraih gelar lulusan terbaik dengan capaian akademik yang gemilang selama menempuh pendidikan di universitas  Muhammadiyah Malang. Lailatul Ulfa mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas pencapaian ini. Menurutnya, perjalanan pendidikan selama empat tahun di UMM merupakan proses yang tidak mudah, tetapi dengan tekad dan ketekunan yang tinggi, semua bisa dilalui dengan baik. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan tentu saja, ini semua tidak terlepas dari dukungan keras dan doa dari orang tua, teman-teman, dan dosen-dosen yang membimbing selama ini,” ujar Lailatul Ulfa. Dalam pernyataannya, Lailatul Ulfa juga mengungkapkan bahwa salah satu motivasinya untuk menjadi lulusan terbaik adalah untuk bisa membanggakan orang tua. Menurutnya, orang tua adalah sosok yang selalu memberikan dukungan dan motivasi dalam setiap langkah yang diambilnya. Oleh karena itu, dia berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan dan membuktikan bahwa segala pengorbanan orang tua tidak sia-sia. Selain itu, Lailatul Ulfa juga memiliki cita-cita untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pendidikan guru. Setelah lulus dari S1, dia berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar bisa mendapatkan gelar profesional sebagai guru SD. “Saya ingin menjadi guru yang bisa memberikan pengaruh positif bagi generasi muda, karena saya percaya bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak,” tambahnya. Lulusan terbaik FKIP UMM, Lailatul Ulfa, menegaskan bahwa kesuksesan yang diraihnya tidak lepas dari kerja keras, disiplin, dan kegigihan dalam mengejar cita-cita. Setiap langkah dan usaha yang dilakukan selama ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. “Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan, dan saya akan terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan. Jadi intinya, harus persisten!” tutup Lailatul Ulfa. Setelah resmi menjadi lulusan terbaik FKIP UMM, Lailatul Ulfa pun siap dan optimis untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, dia yakin dapat memberikan kontribusi yang positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar. Semangat serta dedikasinya dalam menjalani hidup dan mengabdi bagi bangsa dan negara menjadi modal berharga dalam memulai karir profesionalnya. Sebagai lulusan terbaik, Lailatul Ulfa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan. Dengan semangatnya yang tinggi dan komitmen yang kuat, dia siap untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Dituntut untuk selalu mengembangkan diri dan berinovasi, Lailatul Ulfa akan terus meningkatkan kompetensi dan kualitas dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi mendatang. Dengan begitu, Lailatul Ulfa menjadi contoh nyata bagi para mahasiswa bahwa dengan tekad dan determinasi yang kuat, segala impian dan cita-cita bisa terwujud. Keberhasilannya sebagai lulusan terbaik juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif dalam dunia pendidikan. Semoga pencapaian gemilang ini menjadi langkah awal untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. (*sny)

Perkuat Global Engagement, FKIP UMM Bertandang ke KJRI Hongkong dan Macau Polytechnic University

FKIP News—Delegasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalankan misi strategis dalam serangkaian kunjungan ke Hongkong dan Macau, 22—25 Februari 2024. Mengawali kunjungan di Negeri Mutiara dari Timur, tim yang terdiri dari Wakil Rektor IV UMM, Dekanat FKIP UMM, dan Struktural Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP UMM mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk membuka perluang kerjasama luar negeri dengan perguruan tinggi di Hongkong dalam rangka mencapai milestone rekognisi internasional FKIP UMM. Rombongan diterima oleh Consul KJRI, Yul Edison. Dalam sambutannya, Yul Edison mengatakan menyambut baik kedatangan FKIP UMM untuk mengembangkan kolaborasi kegiatan akademik di Hongkong. “KJRI dengan senang hati akan mensupport penuh kegiatan yang akan dilakukan di Hongkong. Kami siap membantu dan memfasilitasi universitas untuk ‘go international’ karena itu adalah salah satu tugas penting kami,” ungkapnya. Selain kunjungan ke KJRI, rombongan juga menghadiri International Conference on Education for All yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (LPTK PTMA) bekerjasama dengan Hongkong University. Dalam agenda bergengsi ini, Dekan FKIP UMM menjadi salah satu speaker. Kunjungan selanjutnya ditujukan ke Macau Polytechnic University. Macau Polytechnic University adalah universitas negeri terkemuka yang didirikan sejak 1981. Universitas ini mengembangkan pendidikan dan penelitian yang komprehensif lintas disiplin berskala global melalui Kerjasama dengan berbagai negara seeprti China, Portugal, Itali, Perancis, Thailand, Brazil, Inggris, dan Amerika. Di Wui Chi Building, Wakil Rektor, Dr. Vivian Lei, beserta jajaran yang terdiri dari Acting Dean of Faculty of Languages and Translation, Dean of Faculty of Business, Director of MPU-Bell Centre of English, Acting Head of Academic Affairs Department, dan Administrative Officer Public Relations Office menyambut tim FKIP UMM dengan hangat. Agenda diawali dengan paparan Wakil Rektor IV UMM yang menjelaskan tentang sepak terjang UMM, khususnya FKIP UMM sebagai slah satu fakultas tertua di UMM, dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi baik dalam skala nasional maupun internasional. Sejalan dengan itu, Dr. Vivian Lei merasa senang menerima kunjungan FKIP UMM karena ini merupakan momentum untuk memperluas kontribusi. “Dalam era globalisasi saat ini, kolaborasi sangat penting dilakukan untuk memperluas ruang kontribusi perguruan tinggi. Kita sudah harus berpikir apa yang bis akita lakukan untuk dunia, bukan lagi untuk bangsa. Dan ini adalah memontum yang sangat baik untuk hal itu,” katanya. Kedua belah pihak kemudian mendiskusikan berbagai potensi kegiatan akademik dan program pertukaran mahasiswa yang dapat dikolaborasikan. “Dari diskusi itu, kita telah bersepakat untuk bekerjasama pada beberapa hal seperti student mobility, lecture exchange, visiting Professor, dan international collaborative publication,” terang Prof.Dr. Abdulkadir Rahardjanto, Wakil Dekan II FKIP UMM. Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dan dosen FKIP UMM memiliki pengalaman dan kualifikasi internasional. Selain itu, kegiatan kolaborasi publikasi juga internasional diharapkan akan berdampak signifikan terhadap kualitas publikasi dan kuantitas sitasi, sehingga FKIP UMM lebih direkognisi oleh komunitas ilmiah dunia. (*fd)