Yudisium Periode I Tahun 2024, Kontribusi Pendidikan Masa Depan yang Menginspirasi Negeri
FKIP News—Sebanyak 93 Mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyelesaikan studi mereka dan telah mengikuti yudisium periode I Tahun 2024, Jumat (16/02/2024). Acara yudisium ini menjadi momentum bagi para Mahasiswa untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Para peserta yudisium terdiri dari 22 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 22 Mahasiswa Program Studi Matematika (MTK), 12 Mahasiswa Program Studi Biologi, 11 Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia, dan 26 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Selain para lulusan, acara yudisium juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Prodi, dosen FKIP UMM, dan tamu undangan lainnya. Dilaksanakan di hotel Rayz (UMM), Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berlangsung secara lancar dan hikmat. Kali ini, tema yang diusung sangat inspiratif, yaitu “Kontribusi Pendidikan Masa Depan yang Menginspirasi Negeri”. Sejalan dengan tema, Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa tema yudisium kali ini sangat menantang bagi para lulusan dalam berkontribusi untuk mewujudkan pendidikan masa depan siap melangkah lebih jauh, menginpirasi negeri. Ia menambahkan, bonus demografi tahun dan Indonesia emas 2045 menuntut banyak hal kepada diri para lulusan untuk menyiapkan diri dalam berkompetisi dengan berbagai keterampilan yang harus dikuasai. “Kenyataan ini harus dihadapi dengan penuh rasa percaya diri, dedikasi , kerja keras dan kerja cerdas yang mampu menyatukan 3 kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual , kecerdasan emosinal dan kecerdasan spiritual,” pungkasnya. Trisakti pun berpesan, agar alumni FKIP UMM dapat menjadi teladan dan model bagi generasi muda lainnya. Alumni FKIP UMM adalah generasi yang tegas namun menjunjung tinggi etika dan berkepribadian Indonesia. Teguhkan diri kalian, tatap masa depan dengan penuh optimis, dan raihlah mimpi besar kalian agar dapat menjadi pemain tidak hanya di negeri sendiri, namun juga menjadi pemain dunia. “Pegang erat dan syiarkan nilai-nilai yang telah kalian dapatkan dari Kampus Putih tercinta ini kapanpun dan dimanapun kalian berada,” katanya disambut tepuk tangan para calon wisudawan/wisudawati. Terakhir, Trisakti mengajak semua lulusan FKIP untuk bangga menjadi guru dan mengambil kesempatan emas mendapatkan beasiswa LPDP untuk Program Pendidikan profesi Guru Prajabatan Angkatan 2 Tahun 2024. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan 59.000 kursi beasiswa untuk para fresh graduate yang berkomitmen untuk menjalani profesi guru ini. Dalam acara yudisium, para lulusan juga diberikan penghargaan dan sertifikat atas prestasi akademik maupun non-akademik yang telah mereka raih selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pihak kampus kepada para lulusan yang telah berjuang keras dan berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik. Para lulusan sendiri sangat antusias dan bangga atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka mengaku telah banyak belajar dan mendapatkan pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka juga berharap dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan negeri ini melalui profesi yang mereka tekuni. Peserta yudisium juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan harapan mereka ke depan dalam forum diskusi yang diadakan setelah acara yudisium selesai. Mereka bersemangat untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh selama perkuliahan dan siap untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan bangsa. Acara yudisium dengan tema “Kontribusi Pendidikan Masa Depan yang Menginspirasi Negeri” ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para lulusan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di negeri ini. Dengan semangat juang dan dedikasi yang tinggi, para lulusan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi generasi masa depan. Selamat untuk para lulusan Universitas Muhammadiyah Malang periode I tahun 2024, semoga sukses selalu dalam menjalani karier dan kehidupan mereka ke depan. (*sny/ed:fd)
Kuliah Tamu, Prodi Matematika Bahas Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka

Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang telah mengadakan acara Kuliah Tamu III. Acara yang bertemakan “Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka” ini diselenggarakan secara hybrid, mengundang peserta dari My Dormy Hostel UMM. Pemateri untuk acara kuliah tamu III kali ini adalah Ibu Farida Ulfa Nurhidayati, S.Si., M.Pd, yang merupakan guru matematika profesional dan Wakil Kepala Kurikulum di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Beliau sangat menguasai Implementasi Kurikulum Merdeka, yang saat ini diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka menjadi perhatian para pendidik dan mahasiswa dalam hal penyusunan perangkat pembelajaran matematika. Kehadiran Ibu Farida sebagai pemateri menjadi daya tarik bagi mahasiswa, karena materi yang disampaikan dapat menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalani kegiatan Praktik Lapangan Pendidikan (PLP) II dan tugas-tugas mata kuliah pendidikan di masa depan. Dengan topik “Bedah Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka”, mahasiswa berharap dapat mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru. Sebelum dimulainya acara, peserta offline yang hadir memberikan registrasi sedangkan peserta online mempersiapkan kondisi jaringan internet dan perangkat yang diperlukan. Setelah pembukaan acara dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, Ketua Pelaksana Kuliah Tamu III, Siti Khoiruli Ummah, M.Pd memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Peserta online melalui aplikasi Zoom dan offline diberikan Worksheet sebagai tugas untuk memeriksa pemahaman mereka terhadap materi. Worksheet tersebut berisi Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran umum dan khusus, Indikator Capaian Pembelajaran, Fase, Elemen, Materi Pokok, dan desain pembelajaran, yang akan menjadi fokus dalam sesi kuliah tamu. Selama acara, Ibu Farida memberikan penjelasan mengenai perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mulai dari istilah yang digunakan, peraturan pemerintah yang mendukungnya, jenis perangkat pembelajaran yang disarankan, hingga model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan. Para peserta juga mendapatkan salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kurikulum Merdeka, untuk membantu mereka dalam mengadopsi Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan. Mereka diminta untuk mengembangkan tujuan pembelajaran dan indikator capaian pembelajaran yang relevan sesuai dengan kurikulum baru tersebut. Acara Kuliah Tamu III ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, namun juga dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, HMPS Matriks, dalam mendukung kelancaran acara hingga pembuatan sertifikat bagi peserta. Dengan materi yang mendalam dan interaktif, acara Kuliah Tamu III ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para mahasiswa. Pembahasan mengenai perangkat pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka menjadi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan dalam dunia pendidikan. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, serta menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan zaman. Acara kuliah tamu ini mendapat sambutan yang positif dari para mahasiswa Prodi Matematika. Mereka menyatakan bahwa acara ini memberikan wawasan dan pemahaman yang baru mengenai perbedaan perangkat pembelajaran matematika antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Mereka juga mengapresiasi kehadiran para pembicara yang ahli di bidang pendidikan matematika. Dengan demikian, acara kuliah tamu III Prodi Matematika dengan tema “Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka” dapat dianggap sebagai sukses. Acara ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi mahasiswa mengenai perbedaan perangkat pembelajaran matematika antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Diharapkan acara seperti ini dapat terus diadakan di masa mendatang untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Prodi Matematika.
Prodi PPKN Gelar Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital

Pada hari Sabtu, 03 Februari 2024, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar acara Kuliah Tamu II dengan tema “Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital”. Kuliah Tamu II ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran di Program Studi PPKN. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru serta keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran PPKN yang inovatif dan berbasis digital. Dalam acara tersebut, narasumber utama yang diundang adalah Aris Riyadi, seorang pakar dalam bidang pengembangan media pembelajaran. Aris Riyadi membawakan materi tentang 6 Langkah Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif, yang menjadi pedoman bagi para peserta dalam mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan inovatif. Pertama, menganalisis Kebutuhan Media Pembelajaran pada Semester Berjalan Langkah pertama dalam pengembangan media pembelajaran adalah dengan menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan pada semester berjalan. Dengan menganalisis kebutuhan tersebut, maka media pembelajaran yang dibuat akan lebih relevan dan efektif dalam proses pembelajaran. Kedua, menentukan Salah Satu Media Pembelajaran yang Akan Dibuat Setelah menganalisis kebutuhan media pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis media pembelajaran yang akan dibuat. Media pembelajaran bisa berupa video pembelajaran, modul pembelajaran interaktif, atau aplikasi pembelajaran digital, tergantung pada kebutuhan dan karakteristik materi yang akan disampaikan. Ketiga, membuat Rancangan Media Pembelajaran Inovatif Setelah menentukan jenis media pembelajaran, langkah berikutnya adalah membuat rancangan media pembelajaran inovatif, yang mencakup bahan dan langkah pembuatan media tersebut. Rancangan media pembelajaran haruslah mengikuti prinsip-prinsip desain pembelajaran yang efektif dan menarik bagi peserta didik. Keempat, embuat Deskripsi Penerapan Media pada Proses Pembelajaran Setelah rancangan media pembelajaran selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat deskripsi penerapan media tersebut dalam proses pembelajaran. Deskripsi tersebut mencakup cara penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran yang menarik dan efektif bagi peserta didik. Kelima, membuat Bentuk Media Pembelajaran Setelah deskripsi penerapan media selesai dibuat, langkah berikutnya adalah membuat bentuk media pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Bentuk media pembelajaran haruslah menarik dan interaktif, sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dengan lebih baik. “Tahap terakhir adalah mendisplay Hasil Karya Media Pembelajaran Inovatif Langkah terakhir dalam pembuatan media pembelajaran inovatif adalah mendisplay hasil karya media tersebut kepada para peserta didik dan mendapatkan umpan balik dari mereka. Dengan mendisplay hasil karya media pembelajaran, maka kita dapat mengetahui sejauh mana media tersebut efektif dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkapnya. Dalam paparannya, Aris Riyadi juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pengembangan media pembelajaran. Menurutnya, dengan memanfaatkan teknologi digital, maka media pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif, menarik, dan dapat diakses secara fleksibel oleh peserta didik. Selain itu, teknologi digital juga dapat memperluas ruang lingkup pembelajaran, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri dan kolaboratif. Peserta workshop pun antusias menyambut materi yang disampaikan oleh Aris Riyadi. Para peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan media pembelajaran inovatif. Beberapa di antara peserta bahkan telah mulai mempraktekkan langkah-langkah tersebut dalam pengajaran mereka, dan mendapatkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya acara workshop dengan tema Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital, diharapkan dapat mendorong para dosen dan mahasiswa PPKN untuk terus mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan efektif. Dengan demikian, kualitas pembelajaran di program studi tersebut dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi peserta didik dan masyarakat pada umumnya.
PMM Mitra Dosen, Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Adakan Latih Guru KB Taman Harapan Sumbersekar

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan digital literasi untuk guru KB Taman Harapan, Sumbersekar. Kegiatan ini dilaksanakan di Saung Faraly, Junrejo, Kota Batu dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan digital para guru KB dalam menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan bagian dari program universitas yang bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris terlibat aktif bersama dengan dosen pembimbing lapang (DPL) Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd., MA., M. EdLead dan Mashyud, M.Pd. Untuk mengimplementasikan hasil penelitian universitas dalam bentuk pelatihan digital literasi. Program PMM kelompok 177 ini mengambil tema “Digital Literacy Program at KB Taman Harapan, Sumbersekar, Dau, Malang” dengan fokus pada penggunaan aplikasi Instagram, Canva, dan editing video. Analisis kebutuhan yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa guru KB membutuhkan peningkatan kemampuan digital untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik. Oleh karena itu, tim mahasiswa memutuskan untuk menjalankan program pelatihan ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris, Program Magang Mahasiswa (PMM) mitra dosen menjadi salah satu solusi yang tepat. PMM mitra dosen merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan dosen-dosen yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang baik di bidangnya. Dalam konteks pendidikan Bahasa Inggris, PMM mitra dosen memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan digital mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris. Dengan bantuan dosen mitra, mahasiswa dapat belajar secara lebih intensif dan efektif melalui penggunaan teknologi digital yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan oleh mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris dalam mengoptimalkan program PMM mitra dosen adalah dengan mengadakan pelatihan guru KB taman bermain harapan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru KB dalam mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak melalui metode yang menyenangkan dan interaktif. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru KB dapat lebih memahami konsep pengajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam hal penguasaan Bahasa Inggris. Guru KB Taman Harapan, Bu Rulik dan Bu Yeni, sangat menyambut baik kegiatan ini dan melihat bahwa program ini dapat membantu mereka dalam memperkenalkan sekolah secara lebih luas. Dengan adanya pelatihan ini, mereka berharap dapat memanfaatkan aplikasi Instagram untuk menyebarkan informasi pendaftaran siswa baru dan meningkatkan branding sekolah. Selain memberikan pelatihan, tim mahasiswa juga merancang modul dan membuat video profil untuk KB Taman Harapan sebagai bahan referensi bagi guru-guru di kemudian hari. Pelatihan digital literasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi guru KB Taman Harapan dalam menghadapi tantangan belajar jarak jauh yang semakin meningkat. Dengan kemampuan digital yang ditingkatkan, diharapkan guru-guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif untuk siswa-siswanya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru KB Taman Harapan dan memperkuat hubungan antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan masyarakat sekitarnya. Semoga program ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemampuan digital para pendidik di sekolah-sekolah di wilayah Sumbersekar dan sekitarnya.
Kuliah Tamu Prodi PPKN, Angkat Isu Pembelajaran Inovatif dan Karakter Peserta Didik Era Digital

Malang, 02 Februari 2024 – Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kuliah tamu dengan tema “Pembelajaran Inovatif Dalam Menumbuhkan Karakter Peserta Didik Di Era Digital”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pentingnya karakter dalam era digital dan membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Acara kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya Prodi PPKn dalam memberikan wawasan serta pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya pembelajaran inovatif dan penerapannya dalam menumbuhkan karakter peserta didik yang tangguh dan adaptif di era digital. Pembelajaran inovatif dianggap sebagai salah satu solusi untuk menjawab perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M., menyampaikan bahwa persoalan karakter menjadi hal yang urgen, terutama jika dikaitkan dengan pendidikan. Menurutnya, generasi saat ini adalah generasi Z yang sangat akrab dengan dunia digital. Keberadaan teknologi menjadi fokus utama dalam kehidupan mereka. Perputaran informasi dalam dunia digital pun sangat cepat dan kadang sulit dikontrol oleh manusia. “Memahami karakter dan mengembangkannya menjadi sangat penting dalam menghadapi era digital ini. Karakter merupakan identitas kita sebagai individu. Oleh karena itu, kita harus melek digital agar bisa semakin berkembang di era digital ini,” ungkap Dekan FKIP dalam sambutannya. Selama tahun 2020-2022, dunia dihadapkan pada situasi pandemi COVID-19 yang membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Keterbatasan fisik dan adanya pembatasan sosial membuat pendidikan beralih ke dunia digital. Hal tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pengembangan pendidikan melalui teknologi. Dalam situasi pandemi seperti tahun lalu, kita harus mampu memanfaatkan potensi dan peluang dari perkembangan digital. Perguruan tinggi harus beradaptasi dengan cara menghadirkan pembelajaran daring yang efektif dan efisien. Salah satu perkembangan teknologi yang patut diperhatikan adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). AI memainkan peran penting dalam dunia digital saat ini. Namun, di sisi lain, kehadiran AI juga menimbulkan perdebatan terkait peran guru dalam pendidikan. Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Dr. Surya Dharma, M.Pd. dan Dra. Umi Chotimah, M.Pd., PhD . “Dalam era digital yang terus berkembang, pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi signifikan. Tak hanya berfokus pada penguasaan materi akademis, pendidikan kini semakin menekankan pengembangan karakter sebagian bagian integral dari proses pembelajaran,” ungkap Chotimah selaku narasumber. Pengembangan karakter adalah pondasi untuk belajar dalam jangka panjang. “Membangun karakter anak harus dimulai sejak dini. Berbagai penelitian membuktikan bahwa sekolah yang membangun dan mengembangkan karakter peserta didik, memberikan kontribusi yang besar terhadap motivasi dan prestasi belajar,” ungkap Dharma selaku narasumber. Oleh karena itu, pendidikan harus tetap menjaga keseimbangan antara teknologi dan peran guru. penggunaan teknologi dalam pendidikan harus diikuti dengan pemahaman tentang pentingnya karakter. Karakter merupakan landasan yang kuat dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan peduli terhadap lingkungan. Acara kuliah tamu ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi PPKN UMM serta mahasiswa dari berbagai prodi lain di UMM. Mereka aktif mengikuti kuliah tamu ini dan terlibat dalam diskusi mengenai pentingnya karakter dalam era digital. Dengan diselenggarakannya kuliah tamu dengan tema “Pembelajaran Inovatif Dalam Menumbuhkan Karakter Peserta Didik Di Era Digital” ini, diharapkan mahasiswa Prodi PPKN UMM dapat mengerti dan mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran inovatif guna membentuk karakter peserta didik yang adaptif dan unggul di era digital yang semakin kompleks. (*sny/fd)
2747 Lulusan PPG FKIP UMM Ikuti Gelar Kelulusan dan Sumpah Profesi Guru

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan 2.747 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan Dalam Jabatan Kemendikbudristek Tahun 2022/2023. Acara digelar secara blended (daring dan luring) pada Selasa (23/1/2024). Dalam gelaran yang diikuti oleh para lulusan yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia ini, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra SPd Med turut hadir dan memberikan orasi ilmiah. Dalam orasinya, Ferry menjelaskan, total kebutuhan guru profesional di Indonesia pada tahun 2022/2023 mencapai 2,4 juta. Para lulusan PPG inilah, terutama PPG Prajabatan, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan guru profesional tersebut. Para lulusan PPG ini telah memenuhi indikator guru profesional, yaitu kualifikasi akademik lulusan D4/S1, kompetensi, mempunyai sertifikat pendidik, dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Karena itu, saya yakin dan percaya, bahwa lulusan yang ada di depan saya ini akan mampu mengantarkan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya. Sementara itu, Dekan FKIP UMM sekaligus Koordinator PPG UMM, Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, para mahasiswa yang hari ini dikukuhkan telah telah dibekali dengan berbagai kompetensi keilmuan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. “Harapannya, mereka mampu mengimplementasikan teori-teori pendidikan yang telah diperoleh dan mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 ketika kembali ke sekolah masing-masing,” ungkapnya. Selain itu, menurutnya, alumni PPG UMM juga merupakan guru yang memiliki etos kerja, semangat, komitmen, dan integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menyongsong Indonesia emas 2045. ”Mahasiswa PPG yang hari ini dikukuhkan adalah guru profesional yang disiapkan oleh FKIP UMM untuk menjawab tantangan zaman, memasuki kehidupan global secara optimis dan percaya diri,” ujar Trisakti Selanjutnya, Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi menegaskan bahwa Guru bukanlah profesi yang transaksional. Guru tidak memiliki jam kerja, karena setiap saat melekat sifat mulia pada dirinya. “Guru tidak ada jam kerjanya. Setiap saat melekat sifat mulia dalam diri guru. Bukan hanya di ruang-ruang kelas, tetapi di mana pun kemuliaan profesi itu melekat di pundak kita (guru),” ungkapnya. Oleh karena itu, selain menjalankan profesi yang berkaitan dengan keilmuan, para guru ini diharapkan senantiasa dapat menunjukkan sikap yang memberikan teladan bagi para peserta didiknya. Dalam gelaran ini, ada pula Sharing Session Afirmasi Kebutuhan Guru Baru Indonesia Melalui Sinergitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan di Malang Raya yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Kota Malang, Kepala Dinas Kabupaten Malang, dan Kepala Dinas Kota Batu. (*fd)
Cerita Amelia Salsabilla Anatasya Menangkan Ajang Putri Nusantara Jawa Timur 2023

Mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih kemenangan gemilang dalam ajang Putri Nusantara Jawa Timur Tahun 2023. Amelia Salsabilla Anatasya, berhasil menunjukkan kemampuannya dalam ajang yang bertujuan untuk mencari perwakilan Jawa Timur yang memiliki potensi dan kualitas sebagai duta daerah. Melalui kompetisi ini, para peserta dituntut untuk menampilkan segala bakat dan potensi yang dimiliki dalam berbagai tahap seleksi yang ketat. Karena itu, Amelia mengaku sempat pesimis bisa menang. Apalagi jadwal;Ia hanya berniat untuk memperkaya pengalaman pada bidang yang ia senangi. Namun, ia tetap menyiapkan berbagai bekal seperti public speaking, beauty class, personal development, dan wawasan umum secara maksimal. “Keterampilan public speaking khususnya, banyak saya dapatkan selama perkuliahan dan kegiatan-kegiatan di kampus sangat membantu dalam kompetisi ini,” kata Amelia. Itulah yang membuatnya tampil secara percaya diri dan meyakinkan dalam berbagai sesi wawancara dan diskusi selama ajang berlangsung. Sehingga, ia berhasil mempengaruhi para juri serta penonton lainnya. Meskipun demikian, menurutnya, kunci yang mengantarkannya pada kemenangan adalah konsistensi dan niat dalam mempelajari serta mengembangkan ide baru untuk projek yang ditawarkan. Keberhasilan Amelia ini bukan tanpa kendala. Ia mengaku sering kali mengalami bentrok antara jadwal kuliah dengan kegiatan yang ada dalam ajang Putri Nusantara Jawa Timur. Namun, hal tersebut tidak menjadikan sebuah alasan bagi Amalia untuk terus maju dan optimis. “Saya berusaha untuk memanage waktu dengan baik dan berkomunikasi dengan dosen. Saya sangat bersyukur bahwa dosen-dosen mendukung langkah saya,” ungkapnya. Sekarang Amelia disibukkan dengan kegiatan mengemban tugas seperti melakukan kegiatan sosial di masyarakat dan menjadi juri di beberapa ajang duta di Jawa Timur. Selain itu Amelia juga menekuni organisasi yang ada di dalam kampus seperti himpunan Mahasiswa progam studi dan juga organisasi eksternal lainnya. Rencana Amelia selanjutnya setelah memenangkan ajang Putri Nusantara Jawa Timur yaitu merealisasikan progam kerja dan melakukan kegiatan sosial yang telah ia tawarkan selama menjabat sebagai Putri Nusantara Jawa Timur. Diharapkan, dengan adanya prestasi ini, Fakultas Ilmu Pendidikan UMM semakin dikenal secara nasional dan internasional sebagai salah satu fakultas terbaik di bidang pendidikan. UMM sebagai kampus yang terus berinovasi dan berkembang, akan terus memberikan dukungan dan kesempatan kepada mahasiswanya untuk meraih berbagai prestasi dalam berbagai bidang, termasuk ajang-ajang bergengsi seperti ini. (*sny/fd)
Membanggakan, Mahasiswa Pendidikan Biologi Raih Medali Emas Fight Kelas Under A Putri

Malang-Nurmalita Aulia, seorang mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang yang dijuluki sebagai “Pendekar dari Biologi” ini telah berhasil membawa pulang kemenangan gemilang dalam kejuaraan pencak silat kategori fight kelas under A putri. Prestasinya yang luar biasa ini telah membuat bangga Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Prodi Pendidikan Biologi. Kejuaraan tersebut merupakan salah satu kejuaraan bergengsi di dunia pencak silat, di mana atlet-atlet terbaik dari berbagai kota berkumpul untuk bersaing satu sama lain. Dalam kategori fight kelas under A putri, Nurmalita berhasil menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan berhasil memenangkan setiap pertandingannya dengan skor yang fantastis. Nurmalita telah menunjukkan dominasinya sejak awal kejuaraan. Dia mengejutkan semua orang dengan penampilannya yang kuat dan teknik-teknik serangan yang luar biasa. Perjalanan untuk mengikuti kejuaraan ini bukanlah perjalanan yang mudah bagi Nurmalita. Banyak suka duka yang telah dialami oleh Nurmalita dari awal ia mengikuti organisasi pencak silat. “Saya harus bisa membagi waktu antara latihan dengan kegiatan kuliah yang tengah saya jalani. Berat rasanya apalagi tugas semakin banyak dan kompleks,” katanya. Namun, ia tetap berusaha dan konsisten. Pasalnya, ia memang sudah menekuni dalam dunia persilatan mulai dari duduk dibangku kelas tiga SD. Jadi, sayang jika dilepaskan. Kemenangan Nurmalita Aulia telah mendapatkan pujian dan pengakuan dari seluruh komunitas pencak silat. Dia telah membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, siapa pun dapat mencapai impian mereka. Prestasinya juga merupakan inspirasi bagi para atlet muda untuk terus berlatih dan berjuang untuk meraih kesuksesan dalam bidang mereka masing-masing. Universitas Muhammadiyah Malang juga merasa sangat bangga dengan prestasi Nurmalita. Pihak Universitas Muhammadiyah Malang memberikan banyak apresiasi pada Nurmalita dan memberikan dorongan untuk terus menyalurkan bakat yang ia punya. Pihak kampus berharap agar pencapaian Nurmalita dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berprestasi dan mengharumkan nama universitas. Kemenangan Nurmalita Aulia dalam kejuaraan pencak silat kategori fight kelas under A putri telah menandai langkah besar bagi atlet muda ini. Diharapkan bahwa dia akan terus berprestasi dan meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Semoga prestasinya dapat membanggakan Indonesia dan menginspirasi generasi muda untuk menggapai impian mereka. (*sny)
FKIP UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Kali ini Pakar Pendidikan Matematika dan Sastra Indonesia

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar sidang pengukuhan guru besar baru, Rabu (27/12/2023). Sebanyak dua orang dosen resmi menyandang jabatan akademik tertinggi, menyusul tiga lainnya yang dikukuhkan minggu lalu. Kedua guru besar tersebut yakni Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. dan Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. Rektor UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. memimpin sidang yang digelar di Aula GKB IV Lantai 9 UMM. Kedua guru besar memiliki bidang kepakaran yang berbeda dan menyampaikan orasi ilmiah sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si: Apresiasi Sastra Dan Penerapannya Dalam Kehidupan Prof. Joko menyampaikan orasi Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si yang membahas terkait apresiasi sastra dan penerapannya dalam kehidupan. Dia menegaskan bahwa peningkatan kualitas apresiasi terhadap karya sastra akan berdampak signifikan ;ada pencapaian literasi dan penerapannya dalam kehidupan. Ketepatan mengapresiasi berujung pada pencapaian membaca secara reading beyond in the line, dapat menyelamatkan ribuan orang dari tindakan negatif, tercela, pelanggaran peraturan, kehancuran masa depan bahkan jiwa. “Pembaca didorong untuk mampu menangkap pesan-pesan yang disampaikan pengarang lewat karyanya. Kemudian menjadikannya inspirasi dan menuangkannya dalam tindakan nyata berupa sistem yang bisa mencegah orang terjerumus dalam tindakan tercela. Aktivitas ini merupakan fungsi preventif,” tegasnya. Menurutnya, jika apresiasi dalam sastra diimplementasikan oleh orang-orang yang memiliki wewenang atau pengambil kebijakan, maka tentu bisa mencegah tidankan melanggar yang berakibat pada kerugian bagi diri sendiri dan masyarakat. Begitupun dengan peningkatan dalam aspek moral bagi masyarakat dan sebagai alat untuk mendidik. Dikaitkan dengan pesan dan muatannya, hampir secara keseluruhan karya sastra merupakan sarana-sarana etika. “Dengan demikian, memahami karya sastra pada gilirannya merupakan pemahaman akan nasihat dan peraturan, larangan dan anjuran, kebenaran yang harus ditiru, jenis -jenis kajahatan yang harus ditolak, dan sebagainya,” ungkap Joko. Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M: Tantangan Asesmen Kelas Yang Mencerdaskan Prof. Syaifuddin menyampaikan orasi Selanjutnya, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. meneliti mengenai ‘Keterampilan Abad Ke-21: Tantangan Asesmen Kelas Yang Mencerdaskan”. Perkembangan abad ke-21 telah membawa perubahan dan tantangan yang signifikan dalam masyarakat. Untuk menavigasi perubahan positif, individu perlu memperoleh dan mengembangkan seperangkat keterampilan yang dikenal sebagai keterampilan abad ke-21. “Keterampilan ini mencakup berbagai bidang, termasuk pembelajaran dan inovasi, informasi dan teknologi, dan keterampilan hidup dan karir. Keterampilan abad ke-21 sangat penting bagi individu untuk berkembang di dunia saat ini,” jelasnya. Dalam bidang pembelajaran dan inovasi, individu perlu memiliki kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk belajar bagaimana belajar. Mereka harus mampu berpikir di luar kotak, menghasilkan ide-ide inovatif, dan beradaptasi dengan situasi baru. Dalam hal keterampilan informasi dan teknologi, individu harus mahir dalam menggunakan teknologi dan media, serta dapat menganalisis dan mengevaluasi informasi secara efektif. Terakhir, dia menyampaikan bahwa asesmen untuk kehidupan merupakan upaya mencapai kecerdasan spiritual. Yang mana memainkan peran penting pengembangan dimensi spiritual anak didik. “Salah satu hal penting lain dari asesmen yang mencerdaskan adalah bagaimana asesmen menuntun manusia untuk menuju tujuan hidup yang sesungguhnya. Tujuan hidup sesungguhnya manusia adalah kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khotimah,” tutupnya. Menko PMK: Prof Joko dan Prof Syaifuddin adalah Tokoh dalam Proses Awal Kebangkitan UMM Dalam gelaran ini, Menko PMK sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP berkesempatan hadir secara daring. Dalam sambutannya, Prof. Muhadjir mengatakan, kedua profesor yang dikukuhkan adalah sosok yang iku mengambil bagian besar dalam proses awal kebangkitan Universitas Muhammadiyah Malang. Keduanya meniti karier sejak awal jauh sebelum UMM berkembang menjadi kampus besar seperti saat ini. “Waktu itu saya ingat, kita memang memiliki kebijakan bahwa akan memprioritaskan kualitas dulu, bukan raihan-raihan identitas formal,” ungkapnya. Prof. Muhadjir berharap dengan diraihnya guru besar baru ini akan memperkuat akademik UMM. “Capaian guru besar oleh Prof Joko dan Prof Syaifuddin akan memperkuat sisi akademik UMM, khususnya di FKIP, dan terus membawa UMM menaikkan reputasinya baik di tingkat regional, nasional, maupun global,” katanya. (*fd/wil)
Komitmen Kembangkan Ilmu Pengetahuan, FKIP UMM Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

. Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah tiga guru besar baru dan gelar acar pengukuhan, Rabu (20/12/2023). Ketiga guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. pada Bidang Ilmu Pendidikan Biologi dan Kesehatan, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd pada Bidang Ilmu Pendidikan Biologi, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si. pada Bidang Ilmu Biologi. Bertambahnya guru besar ini tidak hanya akan memperkuat SDM di FKIP UMM, tetapi juga sekaligus memperluas hasanah keilmuan dan kontribusi FKIP UMM dalam bidang pendidikan. Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, penambahan gubes menjadi suatu kebanggaan bagi FKIP. Di sisi lain, ini akan menambah kekuatan bagi Prodi, terutama terkait dengan bidang keilmuan. Dia berharap dengan keilmuan para profesor tersebut menjadi berkah bagi UMM. “Kami berharap mereka nanti semakin berkiprah atau berperan aktif di luar UMM. Sebab citra dari Pendidikan Biologi, FKIP dan UMM bisa semakin baik dan berdiri tegak,” katanya. Rektor UMM memberi Sambutan Sejalan dengan itu, mengawali sambutan, mengutip pertuah Sekretaris BPH UMM, Drs. Wakidi, Rektor UMM mengatakan bahwa guru besar bukanlah properti pribadi namun untuk nama besar, marwah, dan image Universitas Muhammadiyah Malang. Oleh sebab itu, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. berpesan agar para guru besar menjadi pribadi yang otentik dan menjadikan predikat guru besar sebagai medium untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. “Selamat kepada ketiga guru besar. Semoga predikat guru besar yang diperoleh selain menjaga humility juga harus terus-menerus mengembangkan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa, UMM, dan Masyarakat. InsyaAllah ini akan meningkatkan kebermanfaatan untuk kita semua,” kata Syamsul. Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes: Hidup Berbahagia Bersama Debu Prof Dr Ainur Rofieq MKes mengkaji hidup berbahagia bersama debu, yakni strategi pengelolaan debu rumah berkelanjutan menuju pencapaian tujuan SDGs. Ia sudah menekuni tema debu sejak 1989 dan menemukan berbagai hal menarik. Menurutnya, pengelolaan debu rumah dan tungau debu penting untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Debu memiliki potensi alergi yang tinggi dan menyebabkan sensitisasi. Padahal, untuk mencapai SDGs membutuhkan lingkungan yang sehat, dan mengendalikan faktor lingkungan seperti debu dan alergen sangat penting untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik,” katanya. Menurutnya, perlu adanya pengembangan praktik pembersihan spesifik konteks untuk mengurangi dampak paparan patogen dan resistensi antimikroba. Menciptakan lingkungan yang bersih dengan desain bangunan berkelanjutan dapat membantu mengurangi beban penyakit. Integrasi keberlanjutan ke dalam pengelolaan debu rumah sejalan dengan tujuan SDG untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan yang baik (tujuan 3), kota dan masyarakat yang berkelanjutan (tujuan 11), dan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Tujuan 12). Prof. Dr. Yuni Pantiwati: Asesmen Autentik Dan Literasi Sains Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Dalam Pendidikan Biologi Dan IPA Dalam orasi ilmiahnya, Prof Dr Yuni Pantiwati, MM., M.Pd. membahas asesmen autentik dan literasi sains untuk meningkatkan kemampuan berpikir dalam pendidikan biologi dan IPA. Menurutnya, dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan penilaian yang tepat mampu memperbaiki kualitas pembelajaran. Dalam konteks pendidikan biologi atau IPA, penilaian autentik dirancang untuk membantu peserta didik belajar bagaimana belajar. Sedangkan bagi pendidik, asesmen autentik membantu untuk melakukan penilailan secara holistik meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian autentik merupakan penilaian yang berhubungan dengan desain penilaian dengan konteks dunia nyata. Peserta didik didorong untuk berpikir dan bertindak kreatif dan kritis, terlibat dalam proses eksplorasi, mempertimbangkan dan menyikapi suatu permasalahan secara kritis, serta memecahkan masalah secara realistis. “Prinsip asesmen ini sangat tepat digunakan dalam pembelajaraan yang menuntut peserta didik tidak sekadar memahai pengetahuan, tetapi juga diharapkan dapat memecahkan masalah kehidupan sepertinya hal tujuan pendidikan biologi dan IPA,” pungkasnya. (*) Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si: Menggalang Kebersamaan Masyarakat untuk Konservasi DAS Berkelanjutan Adapula Abdulkadir yang meneliti terkait kebersamaan masyarakat untuk konservasi daerah aliran sungai (DAS) berkelanjutan. Ia mengatakan, DAS menjadi ekosistem terbuka dengan pasokan energi yang berkesinambungan. Segala sesuatu yang terjadi pada ekosistem hulu akan berpengaruh pada ekosistem di hilir. Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat pada sub sistem di DAS seperti pemahaman terhadap capung, vegetasi riparian, dan makroinvertebrata sungai dapat membangkitkan motivasi, niat, dan rasa memiliki di kalangan anggota masyarakat. Apabila masyarakat DAS mamahaminya dengan baik, pada akhirnya mereka bersama-sama menjaga menjaga lingkungan tersebut demi kelangsungan hidup,” katanya. Penelitiannya membuktikan, partisipasi masyarakat akan tumbuh dengan baik jika mereka mengetahui gejala alam dan respons organisme. Pada konteks SDGs, partisipasi masyarakat (SDG 17) pada konservasi DAS mencerminkan integrasi dan interdependensi pada semua sektor pelestarian alam dan Pembangunan. Kontribusi yang telah dibangun akan berpengaruh pada lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Serta sesuai dengan firman Allah SWT pada surah Ali Imran (3:104). (*)