Orientasi, PPG FKIP UMM Sambut 221 Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang II Tahun 2023

Malang—Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menggelar Orientasi Akademik bagi Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun Ajaran 2023/2024, Selasa hingga Rabu (06-07/12/2023). Sejumlah 221 mahasiswa mengikuti kegiatan yang digelar secara luring di Teater Dome UMM. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi perubahan Visi PPG Pra Jabatan Model Baru, yaitu mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru (supply & demand) secara kuantitas dan kualitas, sehingga layanan Pendidikan dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya profil pelajar pancasila. “PPG Prajabatan merupakan program yang untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru profesional, komitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Pembelajaran PPG akan berlangsung selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah yang terdiri dari matakuliah inti, selektif, dan elektif, dengan bobot SKS 38. Moda pembelajaran dilaksanakan secara blended learning. Masih menurut Trisakti, hal yang menjadi fokus utama PPG Prajabatan adalah sejak semester I mahasiswa sudah turun ke sekolah, sehingga mahasiswa dapat secara langsung melakukan observasi praktik kependidikan dan sekaligus melakukan analisis permasalahan serta memberikan alternatif solusi dalam melaksanakan pembelajaran. “Dari 38 SKS bobot pembelajaran PPG Prajabatan, 14 SKS merupakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sehingga mahasiswa diharapkan dapat benar-benar mendapatkan pengalaman nyata dan menghayati praktik kependidikan di sekolah,” katanya. Selanjutnya, para mahasiswa memperoleh arahan dari Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Prof. Fauzan mengatakan, konteks PPG tidak bisa dipisahkan dari konsepsi Indonesia emas. Menurutnya, Indonesia emas bukan hanya sekadar jumlah tahun. Lebih dari itu, Indonesia emas adalah tentang cita-cita fundamental dalam mewujudkan peradaban bangsa yang tinggi. Dalam konteks ini, peran guru dalam mendidik anak-anak menjadi kunci. “Ketika memulai tugas sebagai guru, sudah harus tertanam bahwa Anda memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak bangsa menuju peradaban yang lebih baik,” tuturnya. Oleh sebab itu, tambah Fauzan, guru tidak hanya bekerja pada ranah teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai penerapan pembelajaran ke murid. Dalam kegiatan orientasi ini, turut hadir secara daring, Dr. Sigit Wibowo selaku Koordinator Pokja, Regulasi, Kebijakan, dan penjaminan Mutu Pendidikan Direktoraat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek. Ia memaparkan materi tentang arah kebiejakan PPG Prajabatan saat ini dan masa mendatang. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa sebanyak 69.762 guru akan pensiun pada 2024, sementara kebutuhan guru mencapai 531.422 formasi. Dengan demikian, PPG Prajabatan ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan tersebut. Lebih lanjut, menurut Sigit pada prinsipnya, pendidikan profesi guru prajabatan bertujua untuk menciptakan generasi baru guru Indonesia yang dapat mewujudkan Merdeka Belajar. “Guru-guru ini adalah guru-guru yang mengamalkan Pancasila, menguasai kompetensi dasar guru yang berorientasi pada peserta didik, menjadi pribadi yang berkomitmen menjadi teladan, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan,” pungkasnya. Pada hari kedua ini, para mahasiswa akan mengikuti serangkaian materi, baik konten materi maupun sistem perkuliahan. Konten materi di antaranya etika profesi pendidikan, penerapan kurikulum Merdeka dan computational thinking dalam pembelajaran; model pembelajaran inovatif; pembelajaran berbasis diferensiasi, literasi, numerasi, dan ABK; pengintegrasian HOTs, pembelajaran abad 21, dan TPACK dalam pembelajaran. Adapun sistem perkuliahan mencakup paapran tentang sistem pembelajaran dan penjadwalan, platform belajar PPG melalui LMS, dan sistem registrasi PDDikti. Lewat materi-materi ini diharapkan para mahasiswa dapat menempuh studi tanpa kendala berarti dan pada akhirnya dapat mencapai kompetensi guru profesional yang menjadi visi dan misi Program PPG Prajabatan. (*fid)
Dihadiri Direktur GTK Madrasah Kemenag, PPG FKIP UMM Kukuhkan 468 Guru Profesional Madrasah

Malang-Era revolusi industry 4.0 memberikan dampak luar biasa pada perkembangan dunia pendidikan, terutama pada guru dan siswa. Di satu sisi, guru harus lebih adaptif dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Namun, di sisi lain, guru harus betul-betul berperan sebagai pendidik sebagai penyeimbang kecanggihan teknologi tersebut. Hal itulah yang disampaikan Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktorat jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, di hadapan 468 lulusan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang pada pengukuhan dan pengambilan sumpah profesi kemarin, Sabtu (02/12/2023). “Anak-anak menjadi generasi yang rentan. Oleh karena itu, kita dalam mengajar harus menjadi guru pembelajar, bahagia mengajar,” ungkap Zain. Digelar di Teater Dome UMM, acara yang diikuti oleh 43 lulusan Pendidikan Matematika, 73 lulusan Pendidikan Biologi, 101 lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, 157 lulusan PPKn, dan 94 lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini berjalan lancar dan khidmad. Dalam laporannya, Dr. Iin Hindun, M.Kes menerangkan, mahasiswa PPG yang dinyatakan lulus dan Berhak mendapatkan Sertifikat Pendidik berasal dari 33 Provinsi yang tersebar di 175 Kota/Kabupaten. Selama menempuh studi di PPG FKIP UM, lanjut Iin, para lulusan telah mendapatkan bekal untuk menjadi guru profesional. Bekal tersebut yaitu kompetensi dalam memahami karakteristik peserta didik yang diajar dan permasalahan pembelajaran yang dihadapi. “Selain itu, para lulusan telah dibekali kemampuan mengembangkan pembelajaran abad 21 yang inovatif, pembelajaran berbasis TPACK, HOTs, dan tentunya dengan berbagai integrasi metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan,” katanya. Lebih lanjut, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM menyatakan bahwa bekal yang diberikan ini sejalan dengan kualitas guru yang dibutuhkan saat ini. Menurutnya, ada tujuh indikator guru profesional yang dibutuhkan saat ini. “Di antaranya adalah mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang memesona, yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhhatian dan kemurahhatian. Juga, Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru professional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi,” terangnya. Selain kualifikasi di atas, lulusan PPG FKIP UMM memiliki keunggulan dibidang karakter. Karakter yang dimiliki oleh alumni mahasiswa PPG FKIP UMM, adalah karakter ke-Islaman, kebangsaan, dan karakter humanis, yang merupakan modal sosial bagi Guru Pro. Ia pun berharap para lulusan dapat memegang teguh sumpah profesi yang telah diucapkan di mana pun berada. “Guru Profesional alumni PPG adalah ujung tombak dalam membangun Pendidikan Indonesia. Oleh karena itu Guru Profesional alumni PPG FKIP UMM sebagai agen pembaharu (Agent of Change) harus dapat menjadi role model dalam mengimplementasikan teori-teori pendidikan kekinian model-model Pendidikan yang berperspektif pada pembelajaran abad 21. Dipundak guru-guru professional inilah pendidikan generasi muda dipertaruhkan, pendidikan yang akan akan merubah wajah generasi emas, generasi yang akan memimpin bangsa Indonesia yang bermartabat,” tutupnya. Sejalan dengan itu, Sekretaris Panitia Nasional Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Mustofa Fahmi, S.Pd., M.Ed. dalam pidatonya mengapresiasi komitmen PPG FKIP UMM dalam mewujudkan guru madrasah profesional. “PPG FKIP UMM begitu konsisten dalam mengembangkan profesionalisme guru kepada lebih dari 2000 guru madrasah sejak 2018,” katanya. Ia pun berpesan kepada pra lulusan untuk menjadi guru yang responsif terhadap segala perubahan yang akan terjadi. “Kami harap semua guru madrasah yang sudah dikukuhkan bisa mengabdi setulus hati,” tutupnya. Salah satu perwakilan lulusan, Sri Helda Herawati, S.Pd., Gr, dalam pidato kesan pesan menyatakan rasa bangganya menjadi lulusan PPG FKIP UMM. Menurutnya, semua itu tak lepas dari bimbingan, ilmu, dan wawasan yang diberikan oleh dosen dan guru pamong, serta fasilitasi admin PPG FKIP UMM. “Akhirnya, kami bisa menjadi guru profesional dan transformatif di pendidikan madrasah, yang menguasai bahan dan materi pembelajaran, menguasai teknologi, mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, dan kreatif dalam melahirkan program-program baru di era digital,” pungkasnya. (*/fid) Salah satu perwakilan lulusan, Sri Helda Herawati, S.Pd., Gr, dalam pidato kesan pesan menyatakan rasa bangganya menjadi lulusan PPG FKIP UMM. Menurutnya, semua itu tak lepas dari bimbingan, ilmu, dan wawasan yang diberikan oleh dosen dan guru pamong, serta fasilitasi admin PPG FKIP UMM. “Akhirnya, kami bisa menjadi guru profesional dan transformatif di pendidikan madrasah, yang menguasai bahan dan materi pembelajaran, menguasai teknologi, mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, dan kreatif dalam melahirkan program-program baru di era digital,” pungkasnya. (*/fid)
Lely Ayu Puspandari, Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMM Kantongi Medali Emas PIMNAS

Malang—Lely Ayu Puspandari, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih medali emas dan medali perak dalam acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2023. Prestasi ini diraih melalui kategori poster PKM-RE berjudul “Potensi Bakteriofage Hepatopankreas Dan Serasah Mangrove Sebagai Inovasi Teknologi Kontrol Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease Penyebab Kematian Total Pada Litopenaeus Vannamei”. Lely, sapaan akrabnya, mengatakan AHPND merupakan penyakit yang berdampak sangat signifikan pada industri perikanan udang di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menyerang organ hepatopankreas pada udang Litopenaeus vannamei. “Selama ini, belum ditemukan solusi yang efektif untuk mengendalikan dan mencegah penularan penyakit ini, yang mengakibatkan kerugian besar bagi peternak udang,” ungkap Lely. Melihat permasalahan tersebut, Lely dan tiga rekannya melakukan penelitian yang inovatif untuk mencari cara pengendalian dari penyakit AHPND. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa potensi bakteriofage merupakan solusi yang menjanjikan dalam mengatasi penyakit ini. Bakteriofage adalah virus yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri secara spesifik. Dalam penelitiannya, Lely Ayu Puspandari berhasil mengisolasi bakteriofage yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri Vibrio parahaemolyticus penyebab AHPND. Ini menjadikan bakteriofage sebagai solusi alami dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit pada udang Litopenaeus vannamei. Selain itu, dalam penelitiannya, Lely Ayu Puspandari juga menemukan bahwa pemberian serasah mangrove pada kolam budidaya udang dapat meningkatkan daya tahan udang terhadap penyakit AHPND. “Serasah mangrove mengandung beragam mikroorganisme yang dapat berperan sebagai probiotik alami bagi udang, sehingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh udang dan mengurangi risiko terkena penyakit,” terang Lely. Hasil penelitian ini sangat menarik perhatian juri dalam acara Pimnas. Poster yang dipresentasikan oleh Lely Ayu Puspandari berhasil menggambarkan secara komprehensif metode dan hasil penelitiannya. Kualitas penelitian dan potensi aplikasinya dalam industri perikanan udang membuat poster ini terpilih sebagai juara dalam kategori Pimnas. Melalui penelitiannya, Lely Ayu Puspandari telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan inovasi teknologi kontrol penyakit AHPND pada budidaya udang Litopenaeus vannamei. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini dan meningkatkan produktivitas perikanan udang di Indonesia. Ditanya terkait kemenangannya, Lely dan tim mengaku tidak mengira akan mendapatkan juara emas dalam kategori poster ini. Pasalnya, mereka kendala waktu yang singkat. Namun karena kegigihan tim dan usaha yang maksimal menjadikan mereka sebagai pemegang juara emas kategori poster di kejuaraan Pimnas ini. “Keterbatasan waktu itu justru menjadi sebuah semangat dan tekat untuk bisa memberikan hasil yang maksimal bagi kami. Alhamdulillah, semua ikhtiar kami mendapatkan hasil terbaik,” ungkapnya sambil tersenyum bangga. Atas capaian ini, pihak Universitas Muhammadiyah Malang juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan penelitian ini lebih lanjut, baik dalam bentuk peningkatan sarana dan fasilitas laboratorium, maupun dukungan dana untuk penelitian lebih lanjut. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang dapat membantu mengatasi permasalahan di industri perikanan udang dan meningkatkan kualitas sumber daya perairan yang berkelanjutan. (*sn/ed:fd)
Hangat dan Penuh Antusias, Kunjungan SMAIT Ummul Quro, Tasikmalaya ke FKIP UMM

Humas FKIP berfoto bersama seluruh siswa dan guru SMAIT Ummul Quro, Tasikmalaya Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan siswa SMAIT Ummul Quro, Tasikmalaya, Rabu (15/11/2023). Rombongan yang terdiri dari 70 siswa didampingi 6 guru pendamping ini diterima dan mengikuti rangkaian acara di Aula BAU UMM. Sebelumnya, didampingi tim Humas UMM, para siswa diajak berkeliling kampus. Pimpinan SMAIT Ummul Quro, Ustad Ihsan Baehaqi, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada siswa-siswa kelas XI yang akan segera melanjutkan ke Pendidikan Tinggi. Selain itu, mereka akan terbuka wawasannya tentang berbagai kesempatan yang bisa mereka peroleh melalui pemilihan jurusan dan kampus yang tepat. “Kampus UMM sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Terkhusus, kami juga ingin anak-anak kami lebih terbuka wawasannya tentang profesi guru, terutama bagaimana prospeknya ke depan. Harapannya, mereka mendapat motivasi dan inspirasi,” tuturnya. Sementara Sekretaris UPT Penerimaan Mahasiswa Baru UMM, Iqbal Ramadhani menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya UMM sebagai tempat kunjungan. Ia pun menjelaskan profil dan berbagai program unggulan UMM yang didukung oleh jejaring dan unit bisnis yang kuat. UMM memiliki lebih dari 2.600 mitra dan 28unit bisnis yang menjadi medium bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan skill-nya. UMM juga memiliki berbagai program internasionalnya. “Banyak kesempatan yang nanti bisa dimanfaatkan, salah satunya melalui beasiswa Erasmus+ Programme, yaitu program beasiswa pertukaran mahasiswa ke Eropa,” katanya. Acara dilanjutkan dengan sesi paparan Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM yang disampaikan oleh humas UMM, Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Mengawali paparan, Fida, begitu sapaan akrabnya, menegaskan tempat alasan utama untuk memilih profesi guru. “Di tengah perkembangan teknologi yang sedemikian hebat, yang membuat banyak profesi tergantikan oleh AI atau robot, guru adalah salah satu profesi yang tidak akan pernah tergantikan. Mengapa? Karena guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya teaching tetapi juga touching,” tuturnya tegas. Alasan lainnya, tambah Fida, adalah karena waktu pengembalian biaya pendidikan untuk jurusan keguruan adalah yang paling cepat di antara jurusan lainnya. Data Kemendikbudristek tahun 2022 juga menunjukkan bahwa Indonesia kekurangan 970.140 guru, yang artinya peluang kerjanya tinggi. Hal ini didukung pula dengan adanya program beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memfasilitasi pengembangan profesionalisme guru. FKIP UMM sendiri memiliki 7 program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bilogi, Pendidikan Matematika, PPKn, dan PGSD untuk jenjang S1, dan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk jenjang profesi. Semuanya telah terakreditasi Unggul. “Yang tidak kalah penting adalah bahwa semua Prodi telah memiliki Center of Excellence (CoE), program unggulan Prodi dalam upaya memastikan lulusan kami kompetensinya linier dengan kebutuhan industri. Ini adalah realisasi Program UMM Pasti UMM: Pasti lulus tepat waktu, pasti kerja, dan mandiri,” tambahnya. Felisya, salah satu peserta, bertanya tentang program FKIP UMM dengan antusias CoE ini yaitu Kelas Profesional Anggrek pada Prodi Pendidikan Biologi, Kelas Media dan Animasi Digital pada Prodi Pendidikan Matematika, English for Hospitality pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Editor dan Perbukuan pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Konsultan Pendidikan pada Prodi PGSD, dan Pemandu Wisata Digital pada Prodi PPKn. Di samping itu, semua Prodi di FKIP UMM juga memiliki program ekuvalensi skripsi. Mahasiswa memiliki pilihan untuk mengambil jalur skripsi atau jalur ekuivalensi. Misalnya, pada Prodi Matematika, program ekuivalensi dapat berupa publikasi jurnal, kejuaraan kompetisi nasional, dan PKM. “Ini adalah inovasi yang terus kami kembangkan untuk memastikan mahasiswa kami bisa lulus tepat waktu,” kata dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia itu. Dalam menyimak paparan ini, semua siswa terlihat antusias. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Salah satunya, pertanyaan dari Felisya yang mengaku penasaran tentang twinning programme pada Prodi PPKn dan program magang CoE. Siswa pun sangat antusias dalam menjawab pertanyaan kuis. Harapannya, ini menjadi langkah awal terjalinnya silaturahmi dan pintu awal bergabungnya para siswa menjadi bagian dari civitas akademika FKIP UMM. (*fd)
Rapat Evaluasi PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2022, Wakil Rektor I UMM Apresiasi Kinerja PPG FKIP UMM dan Dorong untuk Terus Berinovasi

Malang—Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Rapat Evaluasi pelaksanaan PPG Prajabatan Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2022, di Hotel Hotel Mercure. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat (10/11/2023) dan Sabtu (11/11/2023), dihadiri wakil rektor I UMM, jajaran dekanat FKIP, pengelola PPG, Dosen, Kepala Sekolah, dan Guru Pendamping. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam Kemuhammadiyahan, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Kes. mengapresiasi capaian Prodi PPG FKIP UMM yang telah mendapatkan 3.235 mahasiswa. Ribuan mahasiswa ini akan dicetak menjadi pendidik profesional. “Guru profesional mengindikasikan empat hal, yakni keluasan pengetahuan, keterampilan, komitmen, dan salary. Pembelajaran di PPG FKIP UMM ini akan bermuara pada keempat indikator tersebut,” ungkap Syamsul. Namun, lanjutnya, untuk mencapai keempat hal itu, perlu dilakukan refleksi dan evaluasi secara berkala. “Sehingga, pada evaluasi ini kita harus bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Karena, kunci kesuksesan adalah memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Jadi, saya berpesan PPG FKIP UMM untuk terus berinovasi,” katanya. Setelah seremonial pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi evaluasi pelaksanaan Program Pendidikan profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2022 bidang akademik yang disampaikan oleh Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si; evaluasi bidang SDM yang disampaikan Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si; dan evaluasi bidang kemahasiswaan yang disampaikan oleh Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. Secara umum, ketiga pemateri menegaskan bahwa pelaksanaan PPG Prajabatan dalam ketiga domain itu berjalan dengan baik sesuai target yang telah ditentukan. Sejalan dengan itu, Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa refreshmen menjadi salah satu strategi kunci dalam menyukseskan program PPG prajabatan ini. Refreshment adalah suatu bentuk aktivitas penyegaran kembali atau penguatan-penguatan terhadap konsep yang ada. Realisasinya adalah melalui kegiatan kuliah tamu atau workshop. “Selama ini bentuk refreshmen yang dijalankan adalah dengan melakukan kuliah tamu atau workshop tentang kurikulum Merdeka. Tujuannya untuk menguatkan kompetensi. Saat itu yang diundang tidak hanya mahasiswa namun juga dosen untuk meningkatkan kompetensi,” ungkap Iin. Tak kalah pentingnya, dalam sharing session Refleksi Pelaksanaan PPG prajabatan, Dr. Erna Yayuk, M.Pd. selaku pemateri membahas bagaimana memperkuat target dan capaian mahasiswa. Menurutnya, ada delapan pilar kompetensi yang harus dikembangkan dan dimiliki guru. “Kompetensi pertama adalah kompetensi pertama adalah melaksanakan tugas keprofesian pendidik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan etika profesi serta berjiwa wirausaha,” katanya. Kompetensi lainnya yaitu merumuskan tujuan pembelajaran dan indikator yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk mengembangkan peserta didik sesuai dimensi profil pelajar Pancasila; menganalisis struktur dan alur materi ajar untuk merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik; menganalisis struktur dan alur materi ajar untuk merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik; merancang pembelajaran secara terstruktur berkesinambungan dengan pendekatan yang relevan dan memadukan materi ajar, pedagogi, dan teknologi; mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik, kurikulum dan lingkungan belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan; melakukan refleksi secara komprehensif; dan mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru professional. “Pengembangan diri mahasiswa PPG ini di anataranya dengan mengikuti pelatihan modul kurikulum, musyawarah guru, publikasi ilmiah, dan membuat karya inovatif,” tutupnya. Sesi sharing session terakhir berkaitan dengan pelaksanaan PPG Prajabatan efektif-inovatif dengan skema kegiatan forum group discussion. Dosen, guru pamong, dan admin mendiskusikan praktik baik serta saran terhadap pelaksanaan PPG Prajabatan. Selama tiga hari, kegiatan berjalan dengan lancar dan telah terumuskan evaluasi dan refleksi pelaksanaan PPG Prajabatan. Oleh sebab itu, dalam sesi penutupan, Wakil Dekan III FKIP UMM mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. “Mewakili LPTK, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi pemikiran Bapak/Ibu dosen, guru pamong, admin, dan segenap panitia. Rapat evaluasi ini menjadi catatan untuk melaksanakan pembaharuan dan peningkatan supaya pelaksanaan PPG Prajab akan semakain baik,” kata Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. (*fd)
Tingkatkan Pengembangan Kepribadian, PPG FKIP UMM Bagikan Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar rapat evaluasi pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang 1 semester 2 tahun 2022 Digelar Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Jumat (10/11/2023). Menariknya, acara tidak hanya difokuskan pada evaluasi dan refleksi, tetapi juga pematerian tentang pengembangan kepribadian. Kali ini, hadir sebagai pemateri Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., dosen Program Studi Psikologi UMM menyampaikan tema “Pengembangan Kepribadian: Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik”. Meski sesi sharing session ini dilakukan setelah acara makan malam, Pak Yudi, sapaan akrabnya mampu membawa suasana acara sangat hidup dan melibatkan peserta secara aktif. Diawali dengan meminta para peserta untuk menulis nama lengkapnya dengan tangan kanan dan dilanjutkan dengan menggunakan tangan kiri. “Siapa yang tulisan tangan kirinya lebih bagus dari tangan kanan, bapak ibu?” Pertanyaan ini dilontarkan Yudi untuk mengawali materinya yang disambut kompak jawaban “tidak ada…” dari seluruh para peserta. Selanjutnya beliau menjelaskan karena hal ini terjadi karena tidak ada pembiasaan yang dilakukan oleh para peserta dalam menulis dengan tangan kiri. Hal ini mengingatkan seluruh peserta yang merupakan pendidik baik di tingkat Pendidikan dasar, menengah dan tinggi untuk selalu membiasakan hal baik kepada peserta didik agar membawa kebiasaan yang baik pula. Dalam kegiatan ini, Pak Yudi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM ini meyakinkan para peserta terkait 4 strategi dalam mewujudkan konsep diri pendidik. “Ada 4 hal yang hendaknya dipahami oleh para pendidik dalam mempersiapkan para peserta didik yakni dengan memahami pentingnya pengembangan kepribadian pendidik, mengetahui wawasan tentang konsep diri dan kepribadian pendidik, mengetahui strategi konkret untuk meningkatkan konsep diri, menginspirasi pendidik untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan” ujarnya yang diikuti dengan respon antusias para peserta. Dalam penjelasannya, bahwa sebagai orang yang bertanggungjawab dalam dunia Pendidikan, peserta didik harus selalu melakukan pendampingan kepada peserta didik untuk mengoptimalkan potensinya. Potensi ini tidak hanya ditentukan oleh satu aspek saja, namun merupakan akumulasi kolektif dari berbagai aspek yang saling terkait yakni Aspek kecerdasan/ kemampuan kognitif, Aspek perkembangan emosi dan Aspek perkembangan social. Pak Yudi mengingatkan para pendidik untuk selalu menjadi pribadi yang matang. “Kepribadian para peserta didik yang matang mampu membekali peserta didik untuk dapat menjadi generasi yang adaptable yakni mampu bersikap dan mengekspresikan emosi sesuai dengan situasi dan interaksi sosial di lingkungan sekitarnya”, ujarnya sebelum mengakhiri materinya. (*ANH)
998 Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Diklat bela Negara di Lanal Malang

Malang—Dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang gelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bagi 998 mahasiswa PPG Prajabatan. Jumlah tersebut terdiri dari 385 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2022, 304 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang II tahun 2022, dan 309 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2023. Selama dua hari mulai Kamis (9/11) hingga Jumat (10/11), mereka diberi berbagai materi mengenai Wawasan Kebangsaan hingga ideologi Pancasila. Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menyebutkan mahasiswa PPG berada di sana untuk belajar langsung dari para patriot pembela negara. Tugas bela negara tidak hanya bagi patriot yang bertugas di garda depan, namun setiap warga negara Indonesia. “Tak terkecuali, mahasiswa PPG FKIP UMM. Mahasiswa PPG FKIP UMM memiliki andil dalam menjaga kedaulatan negara. Teruatama mahasiswa PPG yang kelak memiliki tugas mencerdaskan para generasi penerus bangsa,” ungkapnya. ”Dalam konteks pendidikan, bela negara dapat diimplementasikan melalui upaya-upaya konkret,” imbuhnya. Ia menyebutkan yang pertama dapat menjadi agen perubahan di dalam kelas, sehingga para guru tidak hanya mengajar. Tetapi juga mampu memberi insprasi bagi peserta didik, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta tanah air. Yang kedua dengan melahirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya terfokus pada penguasaan materi ajar tetapi juga pada pengembangan karakter dan kewarganegaraan yang baik. Yang ketiga dengan cara menjadi contoh dalam mempraktikkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang keempat, sebagai calon guru profesional kita harus bersikap objektif, adil dan tidak terlibat pada praktik-praktik yang merusak tatanan bangsa,” terang Kadir Terutama pada era global saat ini yang mana menambah tantangan bela negara menjadi semakin kompleks. ”Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk mengukir kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya. Pendidikan, kata Kadir, harus dijadikan senjata ampuh untuk memperkuat fondasi negara dan menjaga kedaulatan bangsa. Sementara itu, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari SPd MTr Hanla MM CRHMP yang memimpin langsung upacara penutupan menyebut diklat bela negara ini sangat penting untuk diberikan kepana para calon guru. ”Karena adanya bela negara, kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa PPG ini untuk bisa sadar akan kecintaan, kebanggaan kepada bangsa terutama masalah adat istiadat hingga geografis di negara kita,” ungkapan Sehingga ke depan mereka akan memberikan input kepada para calon penerus bangsa yakni peserta didik agar tidak hilang rasa bela negaranya. ”Yang kami tekankan ialah wawasan bela negara dan juga kedisiplinan,” katanya.
Tim Prodi Matematika FKIP UMM Dampingi Peningkatan Kompetensi GTK Bidang Numerasi di SMKN 1 Bandung Tulungagung

Malang—Meski telah diluncurkan dua tahun silam (2021), Kurikulum Merdeka tetap menjadi pembahasan hangat di kalangan pendidikan dasar maupun menengah. Pasalnya, belum semua sekolah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Guru-guru pun masih merasa kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka. Berangkat dari permasalahan itu, tim dosen Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pendampingan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) di SMKN 1 Bandung, Tulungagung, Kamis (5/10/2023). Menariknya, program ini justru diinisiasi oleh pihak sekolah. Kepala SMKN 1 Bandung Tulungagung, Bapak Syaiful Huda menyampaikan, bulan Oktober 2023 sekolah mempunyai proyek dengan sasaran guru matematika dan Bahasa Indonesia yang tergabung pada GTK berupa penyusunan modul sebagai bahan ajar. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang numerasi untuk domain aljabar, khususnya. “Kami mempunyai kendala dalam pendampingan penyusunan modul. Kebetulan ada salah satu guru kami alumni Prodi Pendidikan Matematika UMM, Bapak Maksum. Jadi, kami meminta bantuan Pak Maksum menjembatani komunikasi dengan Kaprodi untuk dilaksanakan workshop,” katanya. Program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Prodi Pendidikan Matematika menyambut baik ajakan Bapak Maksum untuk menyelenggarakan workshop. Pada Hari Kamis, 5 Oktober 2023 akhirnya diselenggarakan workshop peningkatan kompetensi GTK bidang numerasi dengan domain aljabar. Kegiatan ini melibatkan 15 guru SMKN 1 Bandung Tulungagung untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Acara dibuka oleh ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Bapak Drs. Marhan Taufik, M.Si. dengan penuh semangat agar peserta workshop aktif menyusun modul. Pemateri pertama yaitu, Bapak Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M menyampaikan tentang esensi numerasi pada Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, materi tentang integrasi numerasi pada penyusunan modul sebagai bahan ajar disampaikan oleh Siti Khoiruli Ummah, M.Pd. Guru tampak antusias menyimak dan aktif membuat soal AKM sebagai penciri numerasi. Salah satu peserta workshop menjelaskan “Saya baru pertama kali menyusun modul sebagai bahan ajar. Apalagi dengan domain aljabar. Namun pada workshop ini, saya menjadi paham dengan kaidah amati, tiru dan modifikasi sehingga soal AKM yang selama ini sudah disusun sebagai ANBK diubah konteks dan kontennya sesuai dengan lingkungan siswa disini”. Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Reni Dwi Susanti, M.Pd tentang teknis penyusunan modul sebagai bahan ajar. Diawali dari pembuatan cover melalui aplikasi Canva berbasis web, guru antusias memilih desain cover yang disukai. Acara diakhiri dengan penugasan penyusunan isi dari modul sebagai bahan ajar dimana rumah atau template telah dibuat pada workshop ini. Ke depan diharapkan kolaborasi ini tidak hanya sebatas pada kegiatan pengabdian dengan topik modul ajar, tetapi juga pada kegiatan-kegiatan berbasis pengembangan SDM maupun kualitas pembelajaran secara umum. (*ed: fd)
Gelar Kuliah Tamu, Prodi PPKn UMM Bahas Kuliah Pengawasan Pemilu

Malang-Dalam rangka mencetak generasi cerdas dalam menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga Negara Indonesia yang sebentar lagi akan melaksanakan pesta rakyat yang serentak dilakukan pada tahun 2024, yakni pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Progam Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang gelar kuliah tamu, Jum’at (29/09/2023). Mengangkat tema “Kuliah Pengawasan Pemilu”, kuliah tamu ini yang digelar secara luring di Aula Lantai 4 GKB 4 UMM. Acara diawali dengan sambutan Kaprodi PPKn, Drs. Moh. Mansur Ibrahim, M.H. Dalam sambutannya, Mansur menjelaskan bahwa sebagai generasi muda harus cerdas dan kritis dalam proses pemilu. “Karena sejatinya generasi muda memiliki peran penting dalam memberikan ide/gagasan kepada pemangku kepentingan, bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, dan ikut mengawasi dan menjadi bagian partai/peserta pemilu untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas,” kata Mansur. Adanya Kuliah Tamu yang membahas mengenai Pengawasan Pemilu ini yakni untuk mempelajari tentang peran dan tugas pengawasan terhadap pemilu. Pemilu adalah proses demokrasi yang penting dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat. Oleh karena itu, pengawasan pemilu sangatlah kritis untuk memastikan keselamatan, keadilan, dan keabsahan proses pemilu. Dalam Kuliah Tamu ini, para mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek terkait pengawasan pemilu, termasuk sistem pemilu, peraturan pemilihan umum, mekanisme pengawasan, dan peran institusi pengawas seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Mahasiswa juga akan mempelajari teknik dan metode pengawasan pemilu, termasuk pemantauan, pengawasan pemilu secara online, dan penanganan pelanggaran pemilu. Selain itu, Kuliah Tamu yang digelar Prodi PPKn ini juga membahas tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dan bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam pengawasan pemilu. Mahasiswa akan diajarkan tentang hak-hak dan kewajiban sebagai pengawas pemilu, serta cara melaporkan pelanggaran pemilu. “Diadakannya kuliah Pengawasan Pemilu ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengawasan pemilu sebagai bagian dari proses demokrasi. Dengan memiliki pengetahuan tentang pengawasan pemilu, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang transparan, adil, dan demokratis,” tegas Mansur. Dalam Kuliah Tamu kali ini, dibahas secara mendalam mengenai sejarah dan profil Bawaslu, Struktur organisasi Bawaslu, Selayang pandang Bawaslu kota Malang, Peran Bawaslu pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-XXL/2023. Materi ini disampaikan secara langsung oleh Hamdan Akbar Safara S. AP, M. AP selaku anggota Bawaslu kota Malang. Hamdan menyatakan, Pemilu 1971 terdapat banyak protes-protes atas banyaknya pelanggaran dan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan oleh para Petugas Pemilu. Pemilu 1977, palanggaran dan kecurangan pemilu yang terjadi pada jauh lebih massif. Protes-protes ini lantas direspon pemerintah dan DPR yang didominasi Golkar dan ABRI. Akhirnya munculah gagasan memperbaiki undang-undang yang bertujuan meningkatkan ‘kualitas’ Pemilu 1982. Demi memenuhi tuntutan PPP dan PDI, pemerintah setuju untuk menempatkan wakil Peserta Pemilu ke dalam kepanitiaan Pemilu. “Selain itu, pemerintah juga mengintroduksi adanya badan baru yang akan terlibat dalam urusan pemilu untuk mendampingi Lembaga Pemilihan Umum (LPU). Kelembagaan Pengawas Pemilu baru muncul pada pelaksanaan Pemilu 1982, dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak Pemilu),” ungkap Hamdan. Sejalan dengan itu, Nur Zaini Wikan Utomo selaku Komisioner KPU Kota Malang menjelaskan prinsip Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PPDB). Menurut Zaini, pemutakhiran data sangat penting dilakukan KPU secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas data pemilih, sehingga pada Pilkada atau Pemilihan dan Pemilu yang akan datang data sudah benar-benar valid dan realtime. “Kegiatan ini tidak akan sukses tanpa peran aktif dari masyarakat itu sendiri. Peran serta masyarakat ini sangat penting, karena kesuksesan dalam Pilkada atau Pemilihan dan Pemilu juga berawal dari daftar pemilih yang valid,” katanya. Melalui materi-materi yang disajikan dalam kuliah tamu ini, diharapkan para mahasiswa memiliki pemahaman dan kesadaran yang holistik tentang prinsip pelaksanaan pemilu, khususnya Pengawasan Bawaslu. (*sn/ed:fd)
309 Mahasiswa PPG Prajabatan Angkatan I Tahun 2023 UMM Ikuti Pembekalan PPL

Malang—Sebanyak 309 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Angkatan 1 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap diterjunkan ke sekolah untuk mengajar melalui Program Praktik Pengalaman lapangan (PPL). Para mahasiswa PPG Prajabatan ini nantinya akan tersebar di 35 sekolah di Malang Raya yang terdiri dari 21 SD, 7 SMP/MTs, dan 7 SMA/MA. Sebelum terjun ke sekolah, para mahasiswa mengikuti pembekalan yang digelar secara hybrid, Senin (02/10/2023). Gelaran secara luring dilaksanakan di Rayz Hotel UMM dengan mengundang kepala sekolah, sementara gelaran secara daring dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan mengundang dosen, guru pamong, dan mahasiswa. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus koordinator Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengatakan, kegiatan PPL ini sejatinya bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata dan kontekstual dalam menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya. “Itu semua akan menjadi penunjang tercapainya penguasaan kompetensi kepribadian, sosial, dan penguasaan materi bidang studi secara utuh,” ungkapnya. PPL kali ini, lanjut Trisakti, memiliki perbedaan dari PPL sebelumnya, yakni perubahan bobot SKS PPL II dari yang sebelumnya 10 SKS menjadi 8 SKS. Hal ini berimplikasi pada penyesuaian jam PPL II. Dalam hal ini, PPL I berfokus pada pemahaman tentang peserta didik dan pembelajaran, serta prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif I. Adapun PPL II berfokus pada prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif II dan pembelajaran sosial emosional. Selain itu, perbedaan juga terletak pada guru pamong yang harus memiliki akses terhadap Learning Management System (LMS). Secara umum, sistem PPL bersifat terintegrasi dengan mata kuliah teori dan dilaksanakan sepanjang masa studi PPG pada semester I dan semester II. “PPL ini juga menggunakan pendekatan supervise klinis dan mengadopsi lesson study untuk melatih mahasiswa melakukan refleksi secara berkelanjutan,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Kepala Divisi PPL, Dr. Nurwidodo, M,Kes, memberikan penjelaskan teknis pelaksanaan PPL PPG Prajabatan. Tahapan kegiatan PPL, menurutnya, terdiri dari tahap orientasi, tahap observasi dan inquiry, tahap asistensi mengaajr, tahap praktik mengajar terbimbing, dan tahap refleksi. Pada tahap mengajar terbimbing, selain menyusun modul ajar, mahasiswa PPG Prajabatan akan menyusun dokumentasi video pembelajaran dan penelitian Tindakan kelas. “Kita juga mendorong mahasiswa untuk menyusun artikel penelitian untuk dipublikasikan di jurnal. Ini penting dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran dari good practice yang dipetik mahasiswa selama proses PPLke dalam dunia akademik,” ungkapnya. Pembekalan PPL ini sekaligus penyerahan mahasiswa ke sekolah. Karena itu, kepada para Kepala Sekolah yang hadir, Dekan FKIP UMM mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan mahasiswa PPG Prajabatan Angkatan I Tahun 2023 UMM untuk belajar di sekolah. Ia pun menitipkan para peserta untuk dibimbing dan diarahkan. “Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih karena mengizinkan anak-anak kami ngangsu kaweruh. Kami menitipkan anak-anak kami, mahasiswa PPG prajabatan Angkatan 1 tahun 2023, di sekolag Bapak/Ibu untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan hal-hal baru terkait dunia pembelajaran di sekolah sehingga dapat memecahkan permasalahan-permasalahan di sekolah di kemudian hari,” tutupnya. Acara ditutup dengan penandatanganan dan penyerahan dokumen perpanjangan MoU dari FKIP UMM dan sekolah mitra. (*fd)