547 Calon Mahasiswa PPG Prajabatan 2023 Ikuti Test Substantif di FKIP UMM

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) tes substantif PPG Prajabatan Tahun 2023. Tercatat, kegiatan yang diikuti oleh 547 calon mahasiswa PPG Prajabatan dari berbagai wilayah. Dekan FKIP sekaligus koordinator PPG UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM mengatakan, ditunjuknya kembali Prodi PPG FKIP UMM sebagai pelaksana TUK tidak lepas dari terpenuhinya fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki UMM. Tak hanya itu, PPG UMM juga juga memiliki track record yang sangat baik sebagai penyelenggara Program PPG. “Kita memiliki labolatorium yang memadai untuk pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan. Ada tujuh  labolatorium yang kita gunakan untuk pelaksanaan tes substantif ini, yaitu 4 ruang Labolatorium ICT Infokom, 3 ruang Labolatorium Bahasa, dan 1 ruang Labolatorium Ekonomi. Namun, selain fasilitas tersebut, prestasi PPG UMM dalam pelaksanaan PPG juga menjadi pertimbangan lainnya,” ungkap Trisakti. Ketujuh ruang labolatorium itu digunakan selama dua hari, 25—26 September 2023, dengan dua sesi pada masing-masing hari. Sesi I dilaksanakan pukul 07.30 hingga 11.30, sementara sesi II dilaksanakan pukul 12.30 hingga 16.30. Trisakti melanjutkan, di Kota Malang, hanya ada dua LPTK yang menjadi penyelenggara TUK, yakni Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Negeri Malang. Tes substantif merupakan rangkaian dari pelaksanaan seleksi PPG Prajabatan dengan materi uji penguasaan konten sesuai dengan bidang studi, literasi dan numerasi. Materi konten bidang studi terdiri dari 70 soal dengan durasi pengerjaan 110 menit. Sementara materi literasi dan numerasi masing-masing terdiri dari 15 soal yang dikerjakan dengan durasi 70 menit. Petugas mengecek peserta ujian Sebelum kegiatan dimulai, panitia melakukan verifikasi peserta yang hadir dengan mengecek KTP dan kartu peserta. Untuk memastikan keamanan dan kejujuran, dilakukan pula pengecekan menggunakan metal detector kepada peserta sebelum memasuki ruangan. Dengan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan, pelaksanaan Tes Substansi berjalan dengan lancar. Dekan FKIP UMM pun berharap, semua peserta lolos seleksi sehingga dapat mengikuti Program PPG Prajabatan. “Alhamdulillah semua pelaksanaan berjalan lancar. Kami berharap semua peserta lolos dan bisa mengikuti PPG Prajabatan di FKIP UMM,” ungkapnya. Karena, tambah Trisakti, Program PPG ini adalah jembatan menuju tercapainya guru professional abad 21. “Ketika sudah guru-guru ini sudah profesional, tentu kita akan bisa bersama-sama bahu-membahu membangun sumber daya manusia Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia emas 2045,” tegasnya.   Prodi PPG FKIP UMM sendiri saat ini tengah melaksanakan pembelajaran untuk Program PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2023. Berdasarkan Surat Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek nomor 1818/B2/GT.00.08/2023 tanggal 5 September 2023 tentang Persiapan Pelaksanaan Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023, Prodi PPG FKIP UMM menerima 310 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari Matematika 56 mahasiswa, Bahasa Indonesia 24 mahasiswa, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) 27 mahasiswa, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 203 mahasiswa. (*fd)

Rakornas Asosiasi LPTK PTMA Se-Indonesia di FKIP UMM, Bahas Strategi Pengembangan LPTK

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) ke-XV. Agenda yang berlangsung 13-15 September 2023 ini bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Total ada 250 peserta dari 55 LPTK PTMA se-Indonesia hadir dalam acara yang digelar di Rayz Hotel UMM ini. Tujuan penyelenggaraan Rakornas ini adalah untuk sharing best practice dan sekaligus merumuskan strategi pengelolaan kelembagaan LPTK di PTMA. Karena itu, kegiatan rakornas menghadirkan tiga rektor visioner PTMA, yakni Dr. Rustamadji, M.Si. (Rektor UNIMUDA Sorong), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si (Rektor UMS), dan Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. (Rektor UMM). Dalam paparannya, Dr. Rustamadji menekankan pentingnya positive mindset serta bekerja dengan cepat dalam merespon berbagai potensi kerja sama dalam rangka menghasilkan “pemilih fanatik” UNIMUDA Sorong. Sejalan dengan itu, Prof Anif mengatakan keberanian dan kejelasan visi misi pimpinan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan PT. “Saya menyadari bahwa SDM menjadi kunci pengembangan UMS. Jadi, setelah saya dilantik saya meminta izin pada PP untuk menambah 1 wakil rektor untuk khusus mengurus SDM dan memberangkatkan sekitar 500 dosen untuk studi S3,” terangnya. Keberanian berinovasi dan tidak terbelenggu dalam aturan-aturan juga menjadi pokok materi Prof. Fauzan. Di depan para hadirin, Fauzan menjelaskan bagaimana UMM berhasil membentuk 40 Center of Exellence sebagai program unggulan Prodi. Salah satunya adalah CoE Kelas Unggulan Anggrek dan CoE Entrepreneur Perbukuan di FKIP. “CoE ini adalah wujud bagaimana UMM berupaya menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri lewat kolaborasi pengajaran, magang, bahkan rekrutmen dengan mitra DUDI. Dengan begitu, UMM dapat memberikan kepastian kepada para orang tua/wali mahasiswa. Bahwa, dengan jargon UMM PASTI putra-putri mereka pasti lulus tepat waktu, pasti bekerja, dan pasti mandiri,” kata Fauzan. Selain itu, Rakornas ini juga menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Temu Ismail, S.Pd., M.Si. untuk mengupas topik Arah dan Kebijakan Pengembangan GTK Kemendikbudristek, serta Deputi VI Kemenko PMK, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. untuk memaparkan tentang Penguatan dan Pengembangan LPTK di Era VUCA. Sesi pematerian kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel yang terbagi dalam tiga ruang focus group discussion (FGD). Ruang FGD pertama membahas tentang Strategi Akreditasi Kependidikan Unggul (LAMDIK dan Internasional), ruang FGD kedua membahas tentang PPG PTMA, sementara ruang FGD ketiga membahas forum asosiasi program studi (APS) PTMA. Kegiatan rakornas ditutup dengan perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari ketiga divisi. Khusus untuk akreditasi, Ketua Asosiasi LPTK PTMA, Prof. Harun Joko Prayitno mengimbau, LPTK PTMA untuk berkolaborasi dalam menghasilkan publikasi Scopus dan meningkatkan sitasi dengan mengimplementasikan materi workshop pada hari sebelumnya. “Dengan begitu, standar 9 dari dokumen borang akreditas LAMDIK akan maksimal hasilnya,” tutur dosen UMS itu. Dr. Trisakti Handayani, M.M, Dekan FKIP UMM dalam sambutan penutupan megucapkan selamat jalan kepada para peserta Rakornas. Ia pun berharap, Rakornas yang diselenggarakan selama tiga hari ini akan menjadi perekat kerjasama sekaligus membangun komitmen dan kepentingan bersama dalam rangka mensukseskan keunggulan lembaga. “Atas nama pimpinan saya merasa senang atas dipilihnya FKIP UMM sebagai tuan rumah. Semoga ilmu dan inspirasi yang diperoleh dapat diimplementasikan di institusi Bapak/Ibu, dan kolaborasi antar LPTK PTMA semakin kuat. Selamat jalan, semoga selamat kembali ke rumah dan sampai bertemu kembali dalam rakornas LPTK PTMA 2024,” tutupnya. (*fd)

FKIP UMM Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional ProfunEdu Ke-8

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM jadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-15 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (LPTK PTMA). Acara berlangsung selama tiga hari, 14-16 September 2023, di Rayz Hotel UMM ini dihadiri oleh rektor, dekan, kaprodi, sekprodi, dan dosen di lingkungan LPTK PTMA se-Indonesia. Sebelum dimulai Rakernas, diselenggarakan seminar internasional ProfunEdu (Progressive and Fun Education) dengan jumlah peserta tak kurang dari 250 peserta hadir secara daring dan luring. Wakil Ketua Panitia Rakernas, Naufal Ishartono menyebutkan ada 4 pembicara internasional yang dihadirkan, yakni Assoc.Prof. Dr. Siti Hadjar Binti Halili dari University of Malaya, Malaysia; Prof. Dr. Chan Yuen Fook dari HELP University, Malaysia; Dr. habil. K. Nagy Emese, University of Miskolc, Hungary; dan Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia. Dalam ProfunEdu ke-8 ini, tema yang diusung adalah Coping VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) Era Through Advanced Learning. Sejak awal diadakan, kata Naufal, ProfunEdu memang sudah mengusung konsep internasionalisasi. “Output dari ProfunEdu ini berupa artikel penelitian yang akan dipublikasikan di Jurnal terindeks Scopus,” kata Naufal. Lebih lanjut, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Pd. selaku Ketua ALPTK PTMA mengatakan, ProfunEdu diharapkan dapat menjadi media inobasi pengembangan tata kelola LPTK, wahana diseminasj inovasj dan invensi pengembangan pendidikan, sekaligus sarana utama meningkatkan karya dan kinerja akademik berkeluaran publikasi bereputasi. “Kita akan terus mendorong dan menumbuhkan sinergi kolaborasi publikasi bereputasi untuk seluruh LPTK PTMA,” ungkapnya. Sementara itu, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. menyebutkan seminar FrofunEdu juga bertujuan untuk membangun kolaborasi antar institusi maupun antar dosen. Kolaborasi ini secara formal dituangkan dalam MoU. “Dengan begitu, indikator kinerja utama dan kriteria-kriteria yang ada pada akreditasi mandiri dapat terpenuhi,” terangnya. Pada tataran selanjutnya diharapkan, MoU tidak hanya memuat aspek kolaborasi publikasi, tetapi juga kegiatan kolaboratif yang lebih luas. Salah satunya, kegiatan internasionalisasi Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Internasional (KKN KI).

Inovasi Pendidikan: Dosen PGSD UMM Implementasikan Literasi dengan Profil Pelajar Pancasila pada Guru Rumaisa School Korea Selatan

Malang—Dosen PGSD UMM beri pelatihan implementasi Gerakan literasi sekolah berbasis Profil Pelajar Pancasila pada guru Rumaisa School, Korea Selatan. Kegiatan yang dilakukan via Zoom, Senin (11/09/2023) lalu itu digawangi oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd., M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Tujuannya adalah untuk memajukan literasi supaya membantu memotivasi anak sehingga mereka tumbuh menjadi warga dunia yang nantinya mereka bisa berpengetahuan luas dan berpendidikan. Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd selaku ketua pengabdian menyampaikan fokus penelitian ini pada nilai-nilai yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari kita terutama pada nilai Pancasila. “Kami memilih hal tersebut karena dimana itu akan menjadi pondasan membangun karakter dan moral siswa,” ungkapnya saat ditemui pasca kegiatan. Secara teknis, acara terbagi dalam beberapa sesi pematerian. Materi pertama yakni gerakan literasi sekolah berbasis profil pelajar Pancasila yang disampaikan oleh Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Dalam materi ini, dibahas tuntas tentang Profil Pelajar Pancasila ada beriman bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, belajar kritis, mandiri, gotong royong, kreatif, dan berkebinekaan global. “GLS berbasis Profil Pelajar Pancasila mengintegrasikan kurikulum merdeka, Profil Pelajar Pancasila, dan GLS. Sehingga, program siswa tersebut bisa menumbuhkan nilai-nilai Pancasila itu melalui kegiatan berliterasi,” ungkap Murtyas. Selanjutnya, materi kedua tentang ketentuan penulisan cerita anak berbasis Profil Pelajar Pancasila yang disampaikan oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd. Materi diarahkan pada langkah umum, ketentuan, dan format penulisan dalam penyusunan cerita anak yang dilanjutkan dengan bagaimana nantinya dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila. Acara ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari Assoc. Prof. Dr. Agus Sulaeman, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutan penutupnya, Dr, Agus Sulaeman mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dan menarik, terutama sharing ilmu dari beberapa dosen PGSD UMM yang sangat lengkap tentang gerakan literasi sekolah. Penerapan-penerapan mulai dari point A-Z diharapkan dapat diimplementasikan di Korea Selatan. “Saya berharap itu nanti bisa lanjut untuk mencerdaskan anak-anak di Korea Selatan terutama anak-anak yang perkawinan campuran. Jadi, kegiatan ini harus berlanjut, bukan hanya sekedar untuk selesai PKM, tetapi bagaimana kedepannya itu bisa diteruskan,” ungkapnya. Anak-anak hasil perkawinan campuran di Korea Selatan memang mengalami beberapa permasalahan. Salah satunya, menurut Ninda Ekaristi, S.T selaku kepala sekolah Rumaisa School, adalah penguasaan dan pemahaman terhadap bahasa bahasa Indonesia. Merespon hal itu, Murtyas menegaskan bahwa Prodi PGSD dan FKIP UMM secara umum siap membantu mengatasi permasalahan itu melalui kegiatan kolaborasi lanjutan yang lebih intensif. Pada akhirnya, sejalan dengan Dr. Agus Sulaeman, Ninda berharap program pengabdian-pengabdian dari berbagai universitas di Indonesia dapat membantu dan menjawab tantangan-tantangan kegiatan atau aktivitas di Rumaisha School. “Saya melihat di tengah kesibukan para guru Rumaisa School sebagai ibu juga istri dan guru Rumaisa School, mereka bisa menyerap dan mengambil manfaat dari pengalaman pelatihan ini. Kami menunggu kolaborasi-kolaborasi berikutnya,” tutupnya. (*in/ed:fd)

Sebanyak 310 Mahasiswa PPG Prajab Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM Ikuti Orientasi Mahasiswa Baru

MALANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyiapkan calon-calon guru terbaik. Ratusan mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Kemendikbudristek tahun ini. Selama dua semester, mereka akan mengabdi untuk memberikan sejumlah inovasi pembelajaran. Sebanyak 310 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelombang 1 Kemendikbudristek menjalani masa orientasi akademik yang diselenggarakan secara luring di Hotel Grand Mercure Malang. Arahan disampaikan langsung Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Dia berharap kepada 310 mahasiswa PPG prajabatan bisa mempunyai semangat mengajar. ”Investasi yang paling berharga adalah memberikan kontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya. Merurut Prof. Fauzan, sapaan akrab beliau, profesi guru merupakan bagian strategis dan vital dari proses pendidikan di sekolah. Karena mereka berhadapan langsung dengan calon pemimpin bangsa. Prof. Fauzan berpesan sebagai seorang guru tidak hanya pintar, tapi harus mampu membawa perubahan secara signifikan ke peserta didik. PPG prajabatan menjadi salah satu upaya uji kelayakan sebelum menjadi guru. Karena pada hakikatnya, guru juga sebagai penerang yang mengarahkan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Terlebih pada era teknologi saat ini. ”Jangan sampai guru pada era ini gagap teknologi,” lanjutnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M., yang ikut membuka orientasi akademik menyampaikan kepada ratusan mahasiswa PPG prajabatan selama dua semester ke depan bakal dinilai. Para mahasiswa PPG prajabatan akan dibentuk menjadi tenaga pendidik profesional. ”Dari 38 SKS, 14 SKS di antaranya merupakan praktik pengalaman lapangan (PPL) sehingga mereka akan memperoleh pengalaman yang benar-benar nyata,” terangnya. Dalam perubahan visi PPG prajabatan model baru, Trisakti berharap mereka mampu memenuhi kebutuhan guru. Selain itu, lulusan PPG prajabatan memiliki kepastian untuk direkrut sebagai guru. Namun hal tersebut tidak dapat terwujud tanpa sinergi yang baik antara dosen, guru pamong, admin TIK, maupun mahasiswa. Maka PPG prajabatan harus berkomitmen sejak awal mengikuti pembelajaran hingga satu tahun ke depan. Selain itu, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat PPG, Direktorat Jenderal Guru, dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Pd., berpesan bahwa profesi guru masih dibutuhkan cukup banyak. Jumlah guru yang pensiun pada 2024 sebanyak 69 ribu orang. ”Kekurangan guru itu tentu harus segera diisi, sehingga PPG prajabatan jadi harapan,” jelasnya.

Program Kejar Mutu SD, Tim UMM Sosialisasi Kampanye Sekolah Sehat bagi 30 SD di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Kesehatan merupakan hal pondasial dalam menciptakan bangsa yang berdaya. Karenanya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi meluncurkan Program Kejar Mutu Sekolah Dasar Pendampingan Kampanye Sekolah Sehat (KKS) di Daerah Afirmasi Tahun 2023. Untuk Provinsi NTT, Kampanye Sekolah Sehat dilaksanakan di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Kupang, TTS, dan Belu. Dalam hal ini, Universitas Muhammadiyah Malang digandeng secara khusus sebagai mitra pelaksana program untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).   Sebagai bentuk implementasi program, tim Universitas Muhammadiyah Malang menggelar sosialisasi KSS bagi 30 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Berlokasi di Aula Kantor BKPSDMD TTS, Senin 4 – Rabu 6 September 2023, acara dihadiri secara langsung oleh Kepada dinas P dan K TTS, Musa Benu, Kabid SD Jansen S.P Neolaka, dan BPMP Provinsi NTT. Penanggung jawab kegiatan Prof. Dr. Baiduri, M.Si yang didampingi oleh Prof. Dr.  Yus Mochamad Cholily, M.Si selaku Koordinator  dan Arina Restian, M.Pd, Beti Istanti Suwandayani, M.Pd, Tyas Deviana, M.Pd serta Kuncahyono, M.Pd selaku anggota, mengatakan KKS bertujuan membangun kolaborasi berbagai pihak untuk secara bersama-sama dan terus-menerus melakukan penerapan sekolah sehat dan peningkatan kesehatan peserta didik dengan berfokus pada 3 sehat, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi. Dijelaskan, Kampanye Sekolah Sehat (KKS) telah diluncurkan oleh Mendikbudristek pada tanggal 23 Agustus 2022 sebagai upaya secara bersama-sama dan terus-menerus dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas Kementerian dan Lembaga, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbudristek, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, para mitra, satuan pendidikan, dan masyarakat secara umum guna meningkatkan status kesehatan sekolah dan kesehatan peserta didik dengan berfokus pada sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi. Kampanye Sekolah Sehat ini diharapkan menjadi gerakan yang masif, besar dan berkelanjutan, serta fokus di satuan pendidikan. “Kita berharap agar setelah sosialisasi KSS, semua pihak baik guru maupun siswa makin sadar akan kesehatan karna dengan sehat, maka pendidikan bisa berjalan dengan baik,” kata Prof Yus. Melkior Sine, S.Pd, salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekolah karena itu dirinya berharap kegiatan tersebut terus berlanjut. “Kegiatan Kampanye Sekolah Sehat (KSS) ini sangat bagus dan bermanfaat bagi kami. Selaku kepala sekolah saya menyampaikan terima kasih kepada pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS berserta para narasumber yang telah menyelenggarakan kegiatan KSS ini,” ujar Melkior. Diketahui, sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, tim UMM telah melakukan koordinasi secara daring yang dihadiri Tim UMM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Bapak Musa S Benu, S.H, Yayasan Rumah Madani Jakarta, Yayasan Sukamulya Bandung. Dalam koordinasi ini, Kadis menyampaikan mendukung program KSS di TTS ini dan siap menerima kedatangan tim UMM di TTS dan siap mendukung implementasi program yang dirancang untuk dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai November 2023 ini. (*fd)

Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Borong Medali dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Seni dan Olah Raga UAD Tahun 2023

MALANG – Mahasiswa Prodi Pendikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sukses borong medali dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Seni dan Olah Raga (KOMNAS SENIOR) Tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Prodi PBI FKIP UMM mengirimkan delegasinya untuk mengikuti di lima cabang/kategori lomba yakni baca cerpen putri, baca cerpen putra, musikalisasi puisi, menyanyi tunggal pop putri, dan menyanyi tunggal pop putra. Dari lima kategori/cabang lomba yang diikuti, mahasiswa Prodi FKIP UMM sukses borong 5 medali di antaranya, satu medali perak dan satu medali perunggu pada cabang baca cerpen putri atas nama Sebtiana Dwi Saputri dan Mutiara Perwita Sari, satu medali perunggu pada cabang lomba musikalisasi puisi atas nama Miftahul Huda, M. Naufal Fadhila, Mutiara Perwita Sari, Vivin Dwi Oktavia, dan Windy Hamidha. Kemudian, satu medali perunggu pada cabang lomba menyanyi tunggal pop putra atas nama Dimas Abby Syalas Saputra, dan satu medali juara harapan satu pada tangkai lomba baca cerpen putra atas nama Dimas Abby Syalas Saputra. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Prodi sekaligus dosen pendamping dalam KOMNAS SENIOR Tahun 2023 mengaku senang dengan raihan tersebut. “Palam kompetisi ini kita mengikuti sekitar lima tangkai lomba, dan Alhamdulillah kita mendapat juara di empat kategori lomba sekaligus. Harapanya, hasil ini dapat menambah ilmu maupun pengalaman yang nantinya bisa bermanfaat baik secara pribadi maupun masyarakat luas. Satu hal yang perlu digarisbawahi dan menjadi poin penting adalah Prodi PBI FKIP UMM senantiasa memberikan ruang seluas-luasnya untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya. Dan sesuai tag line kami, tidak ada prestasi yang tidak dihargai,” jelasnya. Mutiara Perwita Sari, salah satu mahasiswa PBI FKIP UMM sukses raih peringkat tiga kategori baca cerpen putri dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Seni dan Olah Raga (KOMNAS SENIOR) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2023. Mahasiswa angkatan tahun 2020 tersebut mengatakan bahwa meskipun lomba yang diikuti merupakan lomba individu namun dalam proses pengerjaan dilakukan secara tim. “Dalam mengikuti kompetisi ini waktunya sangat singkat sekali. Saya hanya memiliki tiga hari untuk menyiapkan semua, baik secara teknis maupun kemampuan saya sendiri. Oleh karena itu saya berterima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu, jadi saya bisa lebih fokus melatih vokal agar artikulasi lebih jelas dan latihan ekspresi. Perasaan saya pastinya senang karena ini pertama kalinya untuk saya mengikuti lomba baca cerpen bahkan di tingkat nasional. Di awal saya sangat ragu untuk mengikuti lomba baca cerpen ini, tapi saya dipercaya dan selalu diyakinkan oleh teman- teman Sanggar Aksara dan Pak Candra selaku dosen dari Pendidikan Bahasa Indonesia untuk maju ke perlombaan KOMNAS SENIOR UAD 2023. Hingga akhirnya dari kepercayaan ini saya mendapatkan juara 3 dengan kategori Baca Cerpen,” kata Ara, sapaan akrabnya. Mengusung tema “Discover Yourself, Design Your Future, and Plan For Your Dream”, kompetisi tersebut bergulir mulai tanggal 12 Juli hingga 12 Agustus 2023. Setidaknya ada sekitar 49 tangkai lomba yang disediakan, baik individu maupun kelompok. Kompetisi Nasional Bidang Seni dan Olah Raga (KOMNAS SENIOR) sebagai salah satu rangkaian UAD Fair 2023. Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam bidang seni, baik seni suara, seni sastra, seni bela diri, seni tari,seni lukis dan sejenisnya, maupun Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Program Asistesi Mengajar FKIP UMM Memberi Berkah Ke Sekolah Mitra

Malang—Merespon adanya kebijakan MBKM atau Kurikulum Merdeka (KURMER), program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP-2) mulai tahun 2023 ini bertransformasi menjadi Program Asistensi Mengajar. Untuk tahun 2023 ini diikuti Program Asistensi Mengajar oleh sekitar 400 mahasiswa FKIP UMM semester-7. Mereka telah menyelesaikan berbagai prasyarat, diantaranya telah menempuh matakuliah pembelajaran dan keilmuan yang diperlukan untuk menjadi asisten guru di sekolah dalam menyusun perangkat pembelajaran dan melakukan pembelajaran secara terbimbing. FKIP UMM telah memiliki 170  sekolah mitra yang tersebar di Malang Raya dan Jawa Timur pada umumnya. Namun untuk proram Asistensi Mengajar taahun 2023 ini haanya sekitar 40 sekolah mitra yang dilibatkan. Sekolah tersebut dari tingkatan SD sampai SMA, dan beberapa berasal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MS) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dr. Trisakti Handayani, MM. Dekan FKIP UMM, menyampaikan bahwa Asistensi Mengajar ini hendak memperkuat jati diri calon guru dibidng pedagogi dan professional yang menjadi tuntutan guru massa depan. Oleh kaarena itu dalam pembekalannya dikuatkan berbagai macam kompetensi guru baik dalam bidang literasi maupun TPACK. Diharapkan mahasiswa calon guru yang sedang menempuh Asistensi Mengajar ini dapat mengalirkan inovasi yang selalu menjadi unggulan FKIP kepada sekolah mitra yang menjadi tempat pelaksanaan program. Beberapa inovasi yang diusung mahasiswa tersebut misalnya adalah penggunaan CANVA, Google Slide, Augmented Reality, dan lain sebagainya. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, sekolah sangat antusias menerima program asistensi mengajar dari FKIP ini. Basuki Kepala SMAN-7 Malang, misalnya….menyatakan bahwa guru pamong yang saya tugaskan seperti mendapatkan recharging teknologi baru dibidang pembelajaran sehingga guru kami terdorong untuk menerapkan inovasi pembelajaran khususnya dalam penggunaan media belajar. Hal yang sama diungkapkan oleh Windra Ryzkiana, kepala sekolah SMP Muhammadiyah 8 Batu, menyatakan bahwa dirinya sangat bergembira dan antusias menerima mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar ini, karena mahasiswa FKIP tidak sekedar menggugurkan kewajiban melaksanakan program, tetapi mahasiswa benar benar mengalirkan inovasi baru dalam teknologi pembelajaran, bahkan membantu sekolah membangun best practice, seperti membuat publikasi di Koran atau majalah pendidikan yang beroperasi di Malang Raya. Di komunitas sekolah dasar, ibu Ike, Kepala Sekolah SDN Tlogomas 2 Malang, tidak ketinggalan mengugkapkan rasa gembiranya ketika menerima 12 mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar yang ditempatkan di sekolahnya. Katanya melalui program ini paling tidak ada 3 keuntungan yag diterima sekolah, pertama adalah jalinan kerjasama yang positif, konstruktif dan prestatif bagi sekolah. Kedua adalah jalinan atau aliran inovasi pembelajaran terbaru dari kampus yang perlu kami ikuti, dan ketiga adalah publikasi bagi sekolah kami yang tentunya akan terangkat melalui program aistensi mengajar ini. Dr. Sugiarti, M.Si, wakil dekan 1 FKIP ketika melepas 400 mahasiswa program Asistensi Mengajar ini menyatakan bahwa FKIP UMM selalu melakukan update terhadap perkembangan teknologi pembelajaran dan kebijakan atau peraturan dibidang pendidikan. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan mencerminkan diri sebagai figure yang cakap dalam teknologi pembelajaran dan sosok yang kuat dalam bidang pedagogi dan keilmuan, serta santun dalam bidang ahlak. Dr. Nurwidodo, M.Kes., Kepala Laboratorium Microteaching sebagai pengelola Asistensi Mengajar, menyatakan bahwa program ini akan berlangsung satu bulan penuh mulai 25 Agustus hingga 25 September 2023. Selama satu bulan tersebut mahasisswa melakukan SIT IN di sekolah dengan berbagai tugas yang meliputi membantu guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran (RPP/Modul) dengan kelengkapannya (materi, model, LKPD, Media, Evaluasi) beserta praktek mengajar terbatas dan terbimbing dengan bobot 3 SKS yang dilaksanakan secara BLOCK. Pada akhir kegiatan, mahasiswa diminta untuk membuat laporan kinerjanya dan membuat video pembelajaran yang wajib diunggah di youtube. Tak disanggah lagi bahwa kolaborasi FKIP UMM dengan sekolah mitra yang menjaadi rekanannya untuk berbagai program yang ada telah membuahkan banyak manfaat. Manfaat tersebut dipetik oleh mahasiswa FKIP secara langsung berupa penguatan jati diri sebagai pendidik professional yang harus tanggap terhadap tuntutan jaman tetapi harus tetap mengutamakan ahlak mulia. Manfaat asistensi mengajar tersebut juga meluberi ke sekolah tempat Asistensi Mengajar ini dioperasikan, sebanyak 40 kepala sekolah menyatakan bersyukur sekolahnya menjadi pilihan sebagai tempat pelaksanaan program asistensi mengajar ini. Ada reputasi, ada konfidensi dan ada pula prestasi yang mereka merasa dapat dari program ini. (*nrwd)

Selenggarakan Kuliah Tamu, Prodi PBI FKIP UMM Membincangkan Indonesia dan Keindahan dari Kaca Mata Negeri Belanda

MALANG – Surya Suryadi, Ph.D., seorang dosen Leiden University, Belanda, hadir sebagai pemateri dalam kuliah tamu Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Kuliah tamu yang mengangkat tema “Membincangkan Indonesia dan Keindahan dari Kaca Mata Negeri Belanda” tersebut dilaksanakan secara Luring di Ruang Sidang FKIP 614 GKB 1 UMM. Turut hadir, Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan I FKIP UMM untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara kuliah tamu. “Ini merupakan sebuah bentuk kehormatan bagi kami–jajaran dekanat serta dosen PBI FKIP UMM–karena telah dihadiri langsung dosen yang sudah hampir 25 tahun mengajar di Leiden University Belanda, dalam acara kuliah tamu ini. Kami berharap, selain berbagi ilmu dan pengalamannya selama di Belanda, Pak Suryadi juga dapat memotifvasi baik Bapak/Ibu dosen maupun mahasiswa yang hadir dalam ruangan ini agar punya keberanian dan punya mimpi besar untuk memajukan bangsa ini di kancah dunia. Apalagi ini menjelang hari kemerdekaan Indonesia, tentu akan menjadi refleksi bagi kita bersama bahwa Indonesia dan Belanda punya sejarah panjang dan identik dengan sejarah kolonialisme. Semoga dengan kehadiran Pak Suryadi di kampus putih ini dapat menumbuhkan nasionalisme dan semangat para mahasiswa yang hadir dalam kuliah tamu ini,” sambut Ibu Trisakti Handayani, sapaan akrabnya. Menjadi pemateri tunggal, dosen ahli filologi di Leiden University tersebut mengaku sangat senang dengan sambutan dari jajaran dekanat dan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Selain itu, dosen yang akrab dipanggil Pak Suryadi tersebut juga tidak menyangka bisa hadir di Malang tepat sebelum hari kemerdekaan bangsa Indonesia berlangsung. “Saya sama sekali tidak menyangka bisa hadir di Kota Malang tepat sebelum hari kemerdekaan Indonesia yang ke-78. Seperti yang kita ketahui, Malang telah dinobatkan sebagai kota kolonial, tempat di mana sejarah besar penjajahan Belanda di Indonesia. Tentu ini akan menjadi pemantik motivasi kita untuk senantiasa merawat kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan tentunya dengan menunjukkan potensi dan prestasi yang kita miliki,” paparnya di hadapan peserta kuliah tamu. Di lain sisi, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Prodi PBI FKIP UMM sekaligus moderator dalam kegiatan tersebut membuka diskusi dengan pernyataan bahwa kita melihat bangsa Indonesia dari kaca mata Belanda merupakan sebuah bentuk kejayaan, sedangkan Belanda bagi Indonesia adalah sebagai sejarah kelam dan penderitaan. Pernyataan tersebut menjadi pemantik baik bagi pemateri, dosen, maupun peserta yang mengikuti kuliah tamu. Diskusi berjalan sangat seru dan penuh antusias. Ada tiga dosen yang turut bertanya dan memeberikan sumbang pikiran terhadap dua negara besar yang punya sejarah kolonilaisme yang panjang yakni Indonesia dan Belanda. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pemberian cendera mata dari FKIP UMM.

Bencmarking, Rektor UMM Kenalkan CoE FKIP Kepada Universitas PGRI Adibuana Surabaya

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UM) kedatangan tamu dari Universitas PGRI Adibuana Surabaya, Senin (22/08). Rombongan Tim Unipa yang dipimpin langsung Rektor Unipa, Dr. Hartono, M.Si. dalam kesempatan ini diterima langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd. di rektorat UMM. Setelah obrolan hangat di rektorat, rombongan diajak berkeliling kampus untuk melihat-lihat suasana kampus dan mengunjungi unit bisnis UMM, yakni My Dormy dan Container Café, dan kemudian bertolak ke Rooftop Rayz Hotel UMM untuk melaksanakan diskusi bechmarking. Dalam sambutannya, Rektor UMM menegaskan bahwa Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab terhadap bonus demografi. Pasalnya, Perguruan Tinggi menjadi wadah bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Masalahnya, lanjut Fauzan, tidak semua PT siap untuk hal itu. Hal-hal yang dilakukan PT masih bersifat normatif dan linier, padahal yang dibutuhkan saat ini adalah kreativitas dalam menghadapi kompleksitas permasalahan abad 21. “Kita harus bertanggung jawab untuk mengatasi permasalahan ke depan. Maka, UMM, telah menyiapkan program yang secara khusus menyiapkan lulusan untuk punya skill spesifik, melalui Center of Exellence yang dikembangkan oleh setiap Prodi,” katanya. Spesifikasi ini menjadi daya tarik bagi perusahaan. Tercatat per April 2023 sudah ada 149 perusahaan yang bekerja sama dengan UMM dalam pelaksanaan Program CoE ini. Bahkan, ada Perusahaan yang secara khusus meminta UMM mengirimkan 200 lulusan per tahun. Lalu, ia pun menjelaskan salah satu CoE FKIP UMM sebagai contoh. “Salah satunya adalah CoE Entrepreneur Perbukuan yang ada di Pendidikab Bahasa Indonesia yang telah bekerjasama dengan enam Perusahaan penerbitan besar di Indonesia,” tandasnya. Enam perusahaan tersebut yakni Intrans Publishing, Mata kata Inspirasi, PT. Intan Pariwara, Bentang Pustaka, Sanggar Indonesia, dan NBS. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya menjadi tempat magang bagi para mahasiswa, tetapi juga berperan sebagai sumber daya pengajar praktisi dalam beberapa mata kuliah yang disajikan untuk mahasiswa sebelum mereka mengikuti program magang. Dengan begitu, skill yang dimiliki para mahasiswa sudah sesuai dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pada akhir sambutan, Fauzan berpesan agar PT keluar dari zona administratif formal. “Jangan fokus pada akreditasi karena trust yang sebenarnya adalah dari masyarakat. Pengakuan dari pemerintah dan luar negeri itu penting, tapi tetap utamanya adalah dari masyarakat dan tolok ukurnya adalah kemampuan mengeksekusi dan berkontribusi di Masyarakat,” tutup Fauzan. Menanggapi hal itu, Rektor Unipa, Dr. Hartono, M.Si. mengaku sangat senang bisa diterima dengan luar biasa dan belajar banyak hal dari UMM. Ia berharap masing-masing tim dapat belajar sebanyak-banyaknya dari tim UMM sebagai bekal pengembangan kualitas di Unipa. “Kami berterima kasih banyak. Kami bukan hanya diterima, tetapi juga betul-betul mendapat banyak informasi. Bagi kami UMM ini betul-betul kampus yang besar, skornya jauh di atas kami dan juga kampus-kampus swasta di Jawa timur, unit bisnis yang banyak dan luar biasa. Jadi, apa yang kami peroleh hari ini akan menjadi inspirasi bagi kami mengembangkan diri ke depan,” kata Hartono. Acara dilanjutkan dengan ramah-tamah dan diskusi masing-masing tim. Dalam hal ini, ada tim akademik, tim kerja sama dan kelembagaan, tim internasionalisasi, dan tim pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). (*fd)