FKIP UMM Terima Benchmarking FBS Universitas Gorontalo

MALANG – Kontribusi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bagi dunia Pendidikan tak hanya dilakukan dengan mencetak lulusan-lulusan terbaik, tetapi juga dengan menjadi penggerak bagi LPTK lain dalam meningkatkan kualitasnya. Hal ini terlihat dari terbukanya FKIP UMM dalam menerima kunjungan benchmarking untuk berbagi praktik baik pengelolaan kelembagaan. Kali ini, kunjungan benchmarking datang dari Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo. 13 orang rombongan FBS Universitas Negeri Gorontalo yang terdiri dari Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan tendik ini disambut hangat oleh Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II FKIP UMM di ruang siding FKIP UMM, Selasa (22/08/2023). Hadir pula dalam acara, seluruh jajaran kaprodi dan sekprodi di lingkungan FKIP UMM. Mengawali acara, Dr. Sugiarti, M.Si. selaku Wakil Dekan I menjelaskan berbagai program yang dijalankan dan dikembangkan di FKIP UMM. Terbaru, adalah Program Center of Exellence sebagai realisasi dari Program UMM Pasti. Menurut Sugiarti, ini adalah solusi yang diberikan UMM dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Tantangan ke depan semakin luar biasa karena perkembangan saat ini begitu cepat. Jadi, untuk memberikan kepastian, UMM meluncurkan program UMM Pasti: Pasti Lulus tepat Waktu, Pasti kerja dan Mandiri! Wujudnya adalah berdirinya kelas-kelas Center of Exellence,” kata Sugiarti. Center of Exellence (CoE) merupakan program selama satu tahun untuk memberikan skill khusus kepada para mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri. Pada semester pertama, lanjut Sugiarti, mahasiswa akan menerima mata kuliah teoritis yang diampu oleh dosen dan juga praktisi dari Perusahaan. Pada semester kedua, barulah mereka akan magang di Perusahaan tersebut. “Tak hanya magang, mereka nantinya akan mengolah hasil magang menjadi skripsi. Jadi, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Ini menjadi poin penting juga dalam mewujudkan kelulusan tepat waktu (KTW),” tandasnya. Selanjutnya, dalam hal mendorong kegiatan publikasi, Sugiarti menjelaskan bahwa para dosen memiliki kesempatan untuk mengakses grand pendanaan penelitian dan pengabdian secara eksternal dari Dikti, maupun secara internal dari universitas maupun fakultas. Kesemuanya, menjadikan artikel jurnal ilmiah sebagai luaran. “Di samping itu, kami juga mengapresiasi kinerja publikasi melalui pemberian insentif dari Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI). Untuk Q1 sebesar 20 juta, Q2 sebesar 17,5 juta, Q3 sebesar 12,5 juta, dan Sinta 2 sebesar 4,5 juta,” terang Sugiarti. Secara internal, Jurnal di FKIP UMM juga telah terakreditasi Sinta. Ada Jurnal Inovasi Pembelajaran (JINoP) yang dikelola FKIP, Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia (JPBI) yang dikelola Prodi Pendidikan Biologi, dan Jurnal Kembara yang dikelola Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia telah terakreditasi Sinta 2; Celtic yang dikelola Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) yang dikelola Prodi PGSD, Jurnal Civic Hukum yang dikelola Prodi PPKn telah terakreditas Sinta 3; dan Mathematic Education Journal (MEJ) yang dikelola Prodi Matematika telah terakreditasi Sinta 4. Ada pula Jurnal Pendidikan Profesi Guru (JPPG). Merespon hal tersebut, Wakil Dekan II FBS Universitas Negeri Gorontalo, Moh, Syahrul Ibrahim, M.Ed., PhD. Sangat mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan FKIP UMM. “Alasan kami berkunjung ke FKIP UMM ini memang tidak lepas dari kekaguman kami pada organisasi Muhammadiyah yang besar dan saling membantu, pada UMM yang merupakan kampus Islam terbaik dunia dan salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia,” kata dosen yang ber-home base di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu. Ia pun mengaku telah belajar banyak hal dari kunjungan ini. “Kami memiliki program Amiatiya: amati, tiru, adaptasi praktik pelaksanaan yang baik dan prima. Melihat tim saya di program ini mengangguk-angguk dan mencatat selama menyimak berbagai penjelasan tadi, saya yakin ada banyak program yang akan dikembangkan,” pungkasnya berkelakar. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, FBS Universitas Negeri Gorontalo dan FKIP UMM akan berkolaborasi dalam pelaksanaan The 2nd International Conference on Education (ICEdu) yang akan digelar pada 6—7 Oktober 2023 mendatang. (*fd)

Semarak Perayaan Kemerdekaan, FKIP Tak Ketinggalan dalam Setiap Perlombaan

Malang—Momen 17 Agustus selalu menjadi momen yang istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia. Berbagai kegiatan dilangsungkan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dan mengenang semangat serta jasa para pahlawan. Kemeriahan serupa tampak jelas di Universitas Muhammadiyah Malang. Berbagai perlombaan digelar, di antaranya hias kantor bertema kemerdekaan, gelas move on, prink play on, ball dotan, botol belut, prink play on, pingpong sarung, make down artis, duck racing, hingga kostum upacara terbaik. Menariknya, lomba kostum upacara kali ini mengambil tema Nusantara. Alhasil, ratusan baju adat menghiasi rangkaian upacara perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 yang digelar di helipad itu. Terkait hal itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan bahwa diambilnya tema pakaian nusantara mengandung nilai flosofis bahwa kemerdekaan memang harus diupayakan bersama. “Pakaian adat yang berbeda-beda menggambarkan akan pentingnya persatuan. Meski berbeda-beda namun tetap satu, Indonesia. Sesuai dengan sembiyan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya. Aninda Nidhommil Hima, M.Pd. dengan baju adat Lampung Hal serupa disampaikan koordinator peringatan Kemerdekaan Indonesia di UMM, Setiya Yunus Saputra, M.Pd. Para peserta upacara memang diminta untuk mengenakan atribut adat yang menarik. Bahkan mereka sangat antusias untuk berlomba-lomba menampilkan baju adat paling unik. Salah satunya adalah dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Aninda Nidhommil Hima, M.Pd. yang mengenakan baju adat Lampung. Atas kemenarikan dan kelengkapan unsur pakaian adat yang dikenakannya, Aninda, sapaan akrbanya, berhasil meraih juara 2. Civitas akademika FKIP UMM, baik dosen maupun karyawan, memang sangat antusias dalam mengikuti semua perlombaan yang ada. Prodi PGSD bahkan melakukan rapat secara khusus sebagai persiapan memeriahkan acara. Kreativitas ditunjukkan lewat kostum kegiatan jalan sehat yang mengambil tema “baju jadul/tempo dulu”. Alih-alih menggunakan baju lawas, Prodi PGSD membuat kaso bernuansa merah dengan tulisan “Baju Tempoe Doeloe”. Kreativitas serupa juga ditunjukkan lewat dekorasi kantor bertema kemerdekaan. Atas kreativitas itu, Prodi PGSD berhasil menggondol Juara Harapan I dalam lomba hias kantor tersebut. (*fd)  

Teliti Pencemaran Microplastic, Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM Sabet Pendanaan Penelitian Kurita Jepang

Malang—Setelah sukses dengan hibah Matching Fund, dosen Prodi Pendidikan Biologi UMM (PBIO-UMM) kembali sabet dana hibah penelitian. Tak tanggung-tanggung, kali ini grand penelitian diperoleh dari Kurita, perusahaan yang berbasis di Jepang. Adalah Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc, dosen muda Prodi Pendidikan Biologi yang aktif menggeluti dunia penelitian tentang lingkungan dan berbagai hibah. Meskipun selama ini hibah yang diperolehnya berskala nasional, hal itu yang menyurutkan niatnya untuk menjajal hibah penelitian dari Korita ini. “Sebenarnya ini adalah kali pertama saya mencoba peruntungan untuk pendanaan penelitian internasional. Meskipun begitu, saya tetap optimis. Apa pun hasilnya, saya percaya itu akan menjadi pengalaman baik untuk saya. Dan alhamdulillah hasilnya adalah lolos pendanaan,” katanya. Dalam hibah kali ini, Mirza, sapaan akrabnya, mengangkat tema tentang screening bakteri E. coli yang resisten terhadap antibiotic beta-laktamase, yang berasosiasi dengan microplastic di Sungai Brantas. “Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa. Selain itu, sungai ini juga melalui kampus UMM sehingga menarik minat saya untuk meneliti lebih jauh cemaran E. coli dalam air Sungai ini,” tutur pria yang baru saja mendapatkan kesempatan berjejaring ke Spanyol tersebut. Selain itu, tema tentang pencemaran microplastic akhir-akhir ini banyak dilakukan, karena memang dapat mengancam kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan menggunakan air sungai. Profesor Dr. Eko Susetyarini, M.Si, yang merupakan Ketua Program Studi PBIO-UMM mengatakan, memang Pak Mirza salah satu dosen yang semangat untuk menelitinya tinggi. “Alhamdulillah Prodi kami saat ini banyak mendapatkan hibah eksternal yang didapatkan bapak/ibu dosen prodi. Pendidikan biologi juga memiliki fokus pada penelitian-penelitian lingkungan, karena memang prodi PBIO-UMM banyak memiliki SDM yang fokus penelitiannya tentang monitoring lingkungan,” tandasnya. “Harapan besar saya selaku Kaprodi, kedepannya makin banyak dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan eksternal baik nasional dan internasional guna meningkatkan grading institusi kita menjadi lebih unggul” imbuh professor yang baru saja mendapat pendanaan dari kementerian ini. Kurita Water Industries Ltd sendiri adalah perusahaan Jepang, yang menyediakan fasilitas pengolahan dan penelitian air. Sejak pertengahan tahun 1970-an hingga sekarang, Kurita Water Industries mendirikan 14 anak perusahaan dan afiliasi di luar negeri, salah satunya yaitu anak Perusahaan Kurita Indonesia. Melalui organisasi Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Kurita ini melaksanakan Program Kurita Overseas Research Grant (KORG). Grant penelitian ini dikhususkan untuk para peneliti lingkungan khususnya terkait dengan air diberbagai negara, salah satunya Indonesia. Dengan besaran grant sebesar 400.000 Yen, para peneliti dituntut untuk melakukan penelitian tentang monitoring pencemaran air, monitoring sumber air, water treatment, dan isu menarik lainnya dengan jangka waktu 1 tahun. (*mrz/fd)

HUT Ke-78 RI, 12 Dosen FKIP Terima Anugerah Satyalancana Karya Satya

Malang—Dua belas dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya seiring perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 tahun Republik Indonesia, Kamis (17/8/2023). Anugerah Satyalancana Karya Satyaa (SLKS) merupakan penghargaan kepada ASN yang telah berbakti selama 10, 20, atau 30 tahun, lebih secara terus menerus. Dua belas dosen itu adalah Dr. H. Poncojari Wahyono, M.Kes dari Prodi Pendidikan Biologi; Dra. Hj. Erly Wahyuni, M.Si, Prof. Dr. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD, dan Dr. Sudiran, M.Hum dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris; Dr. Budiono, M.Si dan Dr. Mohamad Syahri dari Prodi PPKn, Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd., Dr. Hari Sunaryo, M.Si., Dr. Hari Windu Asrini, M,Si., Prof. Dr. Hj. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd., dan Drs. Sudjalil, M.Si., M.Pd. dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia; serta Drs. Hendarto Cahyono, M.Si. dari Prodi Pendidikan Matematika. Dalam hal ini, Prof. Dr. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD, dan Dr. Sudiran, M.Hum menerima Satyalancana Karya Satya pengabdian 20 tahun dan sisanya atas masa pengabdian 30 tahun. Penghargaan diberikan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM. Dalam pidatonya, Prof. Dyah menyatakan, anugerah SLKS itu merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas seluruh dedikasi, energi, kinerja, dan produktivitas terbaik yang telah dicurahkan para ASN Dosen. Dia pun meminta para Dosen untuk terus berinovasi dalam rangka memberikan kontribusi kepada Masyarakat dan negara. “Kami berharap Bapak/Ibu dapat menjadi penggerak laju kapal Indonesia melalui inovasi-inovasi, baik dalam pembelajaran, penelitian, publikasi, termasuk juga dalam pengabdian Masyarakat,” pungkasnya. Atas peroleh ini, salah satu penerima anugerah, Dr. Sudiran, M.Hum, mengaku senang dan bangga karena bisa mengabdi kepada Nusa dan Bangsa Indonesia melalui profesi Dosen. “Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahi panjang umur, sehat, kuat, dan selamat sehingga bisa memberikan pengabdian dengan loyalitas dan integritas kepada bangsa melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap dosen yang pernah menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Wakil Dekan I FKIP itu. Ia pun berharap pengabdian para dosen dapat membawa kejayaan bagi Universitas Muhammadiyah Malang, tidak hanya pada skala nasional tetapi juga skala internasional. “Semoga universitas Muhammadiyah Malang tetap jaya dan semakin terkemuka baik secara nasional maupun internasional,” pungkasnya. (*fd)

Miliki Kinerja Anggaran Terbaik, FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi Raih Penghargaan

  Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Prodi Pendidikan Biologi berhasil meraih penghargaan pengelolaan terbaik tahun 2023. Penghargaan itu diterima langsung Wakil Dekan II FKIP UMM, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si dan Kaprodi Pendidikan Biologi Prof. Dr. Rr. Eko Susetyorini, M.Kes. dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-78, Kamis (17/08/2023). Selain sertifikat penghargaan, diterimakan juga dana apresiasi senilai empat juta rupiah. Dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 248/SK/UMM/VIII/2023 tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2023 UMM itu, FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi menduduki peringkat pertama. Setidaknya ada empat kriteria penilaian yang diterapkan dalam hal ini, yakni struktur organisasi dan strander operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internasl, dan temuan umum keuangan. Penilaian sendiri dilaksanakan pada audit yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Internail (BPI) UMM. Sejatinya, ini bukan pertama kali Prodi Pendidikan Biologi memperoleh peringkat pertama. Tahun 2022, Prodi Pendidikan Biologi mendapatkan predikat serupa. Menariknya, tahun 2023 ini terjadi peningkatan skor yang signifikan, dari 3.900 poin pada 2022 menjadi 4.175 pada 2023. Ditanya tentang kiat mempertahankan capaian kinerja keuangan, Kaprodi Pendidikan Biologi menyatakan, kuncinya adalah linieritas dan akuntabilitas. Prodi telah menyusun Standar Operasional prosedur (SOP) keuangan secara tertulis. Selain itu, Prodi juga telah membuat RAB, sehingga semua pengeluaran harus disesuaikan dengan RAB yang telah disusun itu. “Semua pengeluaran disesuaikan dengan SOP dan RAB. Jika ada perubahan, memang kadang kondisi di lapang menuntut adanya perubahan, maka kami selalu membuat adendum,” pungkas Prof. Eko, sapaan akrabnya. Yang kedua adalah ada bukti-bukti yang lengkap dan real. Semua itu dikelola oleh bendahara yang dalam hal ini adalah Fendy Hardian Permana, M.Pd. Hal senada juga terlihat catatan hasil audit keuangan yang menyatakan bahwa Prodi Pendidikan Biologi telah menyertakan bukti transaksi secara lengkap dan memiliki nomor urut sesuai dengan catatan transaksi pada catatan rekapitulasi keuangan Prodi. Sementara itu, Wakil Dekan II FKIP menerangkan bahwa sistem pencatatan keuangan memang sangat penting. Setiap penerimaan dana dari universitas dialokasikan sesuai jenis dana setiap caturwulan dan dicatat dalam aplikasi software pencatatan keuangan tersebut. “Salah satu yang diapresiasi kemarin adalah bahwa FKIP telag melakukan sistem pencatatan secara terpisah sesuai dengan jenis dana dengan menggunakan aplikasi software yang disediakan BPI,” kata Kadir. Kadir pun berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi Prodi yang lain di lingkungan FKIP untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya. “Ini menjadi Amanah bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Prodi Pendidikan Biologi berhasil mempertahankan predikat ini dua tahun berturut-turut. Semoga FKIP juga demikian. Di samping itu, semoga capaian ini juga bisa menyemangati Prodi-prodi yang lain,” tagasnya.

Puluhan Mahasiswa Lulus Jalur Non Skripsi, Ino Prasetya Lewat Novel Ruang Yang Hilang Jadi Salah Satunya!

Malang – “Tiada hari tanpa prestasi; tiada prestasi yang tak dihargai” menjadi slogan yang terus digemakan di civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan diinternalisasi dalam berbagai lini. Salah satunya dalam hal kelulusan mahasiswa. Dalam rangka mengapresiasi prestasi mahasiswa dan mengimplementasikan Program UMM Pasti, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melalui Prodi-Prodi di bawah naungannya telah berinovasi dengan mengeluarkan Program Kelulusan Jalur Non Skripsi. Alhasil, dalam gelaran Yudisium Periode IV dan V Tahun 2023 yang digelar 8 Agustus lalu, puluhan mahasiswa lulus lewat jalur non skripsi. Salah satunya, Ino Prasetya. Ino, sapaan akrabnya, adalah calon wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Ia berhasil menuntaskan kuliahnya melalui jalur penulisan novel. Penulisan karya sastra khusunya novel memang bisa menjadi alternatif pengganti skripsi di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). Bukan hanya penulisan karya sastra, di Prodi PBI FKIP UMM ada banyak jalur lain untuk mengganti menulis skripsi sebagai syarat lulus seperti penulisan jurnal yang terbit di jurnal terakreditasi SINTA, dan penulisan naskah drama yang dipentaskan dengan minimal penonton 50 orang. Ditemui selepas prosesi Yudisium, Ino menjelaskan benang merah novel yang berjudul Ruang Yang Hilang itu. Katanya, novel itu menceritakan tentang dua remaja yang terlibat dalam kasus pembunuhan seorang putra penguasa. Mereka pun akhirnya mengalami perlakuan tidak adil dan harus menanggung masalah di luar batas kemampuan mereka. Ditanya alasan memilih jalur ekuivalensi non kripsi penulisan novel, Ino menyampaikan ketertarikannya dalam sastra. “Saya tertarik mengambil jalur ekuivalensi skripsi dengan menulis novel karena saya merasa cocok dengan bakat dan minat saya yakni menulis karya sastra. Dengan kemampuan yang saya miliki terhadap bakat dan minat saya tersebut memudahkan saya dalam pengerjaan penulisan novel ini. Selain itu, saya dapat menghasilkan karya dan lebih senangnya bisa lulus tepat waktu,” terang Ino. Meskipun begitu, mengaku menulis novel tak kalah sulit dengan menulis skripsi. Pasalnya, novel yang bisa dijadikan ekuivalensi harus memenuhi syarat dan layak secara kualitas. “Tetap ada proses yang panjang dan ketat,” pungkasnya. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi PBI FKIP UMM mengaku senang karena program yang digagas sukses diimplementasikan. Ia pun menjelaskan komitmen dan harapannya ke depan. “Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia akan senantiasa terus berusaha dan berinovasi dalam membuat program guna memfasilitasi mahasiswa agar bisa berkembang sesuai bakat dan minatnya. Selain itu, program ekuivalensi skripsi juga menjawab kebutuhan mahasiswa dengan dunia kerja yang akan dihadapi setelah lulus kuliah. Harapanya program ekuivalensi skripsi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa agar tidak menjadikan skripsi sebagai alasan tidak lulus-lulus, karena sekarang sudah banyak alternatif lain untuk menggantikan menulis skripsi,” jelasnya. (*pbi/fd)

Sukses Pertahankan Predikat Persentase Lulusan PPG Terbaik 5 Tahun Berturut-turut, PPG FKIP UMM Terima Penghargaan Kemenag

Malang—Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bawah kepemimpinan Dr. Trisakti Handayani, M.M., PPG FKIP UMM mampu membuktikan diri sebagai salah satu penyelenggara Program PPG terbaik di Indonesia. Alhasil, PPG FKIP UMM berhasil meraih penghargan sebagai Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) terbaik dalam Jabatan dengan Prosentase Lulusan Tertinggi selama lima tahun berturut-turut pada rentang 2018—2022. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh Subkoordinator Bina Guru MI dan MTs Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama, Mustofa Fahmi, di FKIP UMM 11 Agustus 2023 lalu. Ditemui di kantornya, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengatakan sedianya ia menerima penghargaan tersebut pada 31 Mei 2023 di Jakarta. Dalam acara bertajuk Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para dekan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) itu, FKIP UMM menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Umum (LPTK Umum) yang diundang secara khusus bersama UIN Bandung dan UIN Yogyakarta. Namun, Dr. Trisakti berhalangan hadir karena kegiatan bersamaan dengan pelaksanaan Asesmen Lapang (AL) Akreditasi LAMDIK Prodi PGSD. “Sayangnya, undangan bersamaan dengan AL Prodi PGSD. Jadi, saya tidak bisa hadir karena tentu saja saya harus mendampingi Prodi PGSD. Dan waktu itu posisinya saya tidak tahu kalau akan menerima penghargaan,” terang Trisakti. Lalu, lanjut Trisakti, Fahmi menyampaikan bahwa akan berkunjung ke UMM untuk menyerahkan penghargaan tersebut dan sekaligus membahas beberapa program PPG yang sedang dan akan dijalankan di UMM. Acara penyerahan sertifikat penghargaan digelar secara informal di ruang rapat FKIP UMM. Dalam kesempatan ini, Fahmi menyampaikan apresiasi kepada UMM atas konsistensi dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas. “Sejak 2018 sampai 2022, UMM selalu menempati rangking teratas untuk tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKM-PPG). Ini tentu sudah sangat menggambarkan bagaimana komitmen PPG FKIP UMM dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas secara konsisten. Kami sangat mengapresiasi hal itu,” ungkap Fahmi. Trisakti pun mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. Baginya, penghargaan ini merupakan sebuah motivasi untuk terus memberikan yang terbaik. “Pertama, tentu sangat bersyukur atas prestasi ini. Yang kedua, piagam penghargaan ini sesungguhnya memotivasi kami untuk terus berbuat yang terbaik dalam mewujudkan guru profesional di Indonesia,” terangnya. Acara penyerahan sertifikat dilanjutkan dengan diskusi santai tentang pelaksanaan PPG di FKIP UMM. Saat ini, Prodi PPG FKIP UMM sedang menjalankan PPG dalam jabatan bagi guru-guru ex PLPG. Saat ini, para mahasiswa tersebut sedang menyiapkan UKPPG. Di samping itu, ada pula PPG Kemenag dalam jabatan Angkatan 1 Tahun 2023 yang meliputi bidang studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan PPKn. Dalam waktu dekat, PPG FKIP UMM juga akan melaksanakan PPG dalam jabatan Kemenag Angkatan II. (*fd)

Kunjungi UAD, PGSD Pelajari Pengelolaan Mutu Program Studi PGSD

Yogyakarta – Dalam upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) di Indonesia, Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Program Studi PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan kerja sama dalam proses benchmarking. Tujuan dari benchmarking ini adalah untuk melakukan perbandingan terhadap pendekatan, strategi, dan pencapaian dari kedua program studi dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan peluang untuk perbaikan dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam pertemuan yang diadakan di kampus UAD, delegasi dari PGSD UAD dan PGSD UMM aktif terlibat dalam dialog dan pertukaran informasi mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan program studi masing-masing. Diskusi ini melibatkan para dosen untuk memberikan wawasan mengenai pengalaman belajar mereka. Kaprodi PGSD UAD, menyatakan, “Benchmarking ini memberikan peluang berharga bagi kedua program studi untuk saling belajar dan berbagi. Kami dapat mengidentifikasi praktik terbaik dari masing-masing program studi dan menerapkan pembelajaran dari hasil perbandingan ini.” Hasil benchmarking ini juga mencakup analisis tentang praktik pengalaman lapangan, kualifikasi staf pengajar, serta penggunaan fasilitas dan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran. Perbandingan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang potensi peningkatan dan pengembangan di kedua program studi. Bustanol Arifin, M.Pd selaku kaprodi PGSD UMM, menyatakan, “Kerja sama ini adalah bukti komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui benchmarking, kami dapat memetakan langkah-langkah konkret untuk menjawab tuntutan perkembangan pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang berkualitas.” Kerja sama benchmarking antara PGSD UMM dan PGSD UAD ini menjadi contoh kolaborasi yang inspiratif dalam dunia pendidikan tinggi. Dengan saling belajar dan berbagi, diharapkan kedua program studi ini dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan kompetensi dan integritas yang tinggi.

Kaji Kebutuhan ESP di Perguruan Tinggi, Tim PKM-AI FKIP UMM Lolos Pendanaan

Malang—Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali torehkan prestasi. Kali ini, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Benny Delle Bintang Ananta bersama Muhammad Firza Thoriq Sholahuddin dan mahasiswa Fakultas Psikologi, Dede Akmal Khotib. Gagasannya kreatifnya bertajuk “Analisis Kebutuhan Bahasa Inggris: Studi Kasus Kebutuhan English for Specific Purpose Pada Mahasiswa Semester 6 Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.”  sukses raih insentif pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) 2023.  Di bawah bimbingan Rafika Rabba Farah, S. Pd., M. ED, mereka akan implementasikan penelitian dalam beberapa bulan ke depan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program rutin yang diadakan untuk kelompok mahasiswa aktif program pendidikan Diploma 3 (D3); Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) di seluruh PT di bawah Kemendikbud-Ristek yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sebagai upaya untuk mewadahi dan merealisasikan gagasan kreatif mahasiswa. Ada banyak skema program PKM ini. Salah satunya PKM AI, bidang PKM yang bertujuan untuk memberikan wadah kepada mahasiswa untuk membuat artikel ilmiah dari hasil kegiatan akademik kelompok yang telah dilaksanakan. Benny selaku mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus ketua tim mengungkapkan bahwa ia dan tim harus mengikuti proses seleksi dan penantian yang cukup panjang. “Ada proses seleksi fakultas. Peserta yang lolos di tingkat fakultas kemudian diseleksi di tingkat universitas dan jika dinyatakan lolos baru mewakili tingkat nasional. Pengumpulan PKM di tingkat nasional sebetulnya dimulai bulan Maret. Setelah berbulan bulan menunggu, usaha tidak menghianati hasil, kelompok saya dinyatakan sebagai salah satu peraih insentif,” Ujarnya saat diwawancarai. Menariknya, selain insentif, mereka juga mendapatkan pengalaman di program penulisan ilmiah tingkat nasional dan konversi nilai dua SKS mata kuliah sesuai ketentuan buku panduan PKM AI. Hal itu membuat mereka semakin bersemangat dalam menjalankan penelitian yang pengambilan datanya membutuhkan waktu seminggu penuh itu. Kuncinya, lanjut Benny, terletak pada konsistensi. “Sebenarnya untuk konsisten menyelesaikan sebuah artikel dibutuhkan keinginan dan kontrol dari diri sendiri. Misal satu hari bisa menyelesaikan sampai pendahuluan saja untuk besoknya melanjutkan bab 2 atau mengecek kembali pendahuluan apakah sudah benar atau perlu revisi agar kita tetap mengingat materi yang dikerjakan,” katanya. (frz/rya/fd)

Yudisium Periode IV dan V FKIP UMM: Ini Wajah Guru Profesional di Era Digital!

Malang—Sebanyak 251 peserta mengikuti gelaran Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Yudisium Periode IV dan V Tahun 2023, Rabu (09/08/23). Yudisium yang digelar secara luring di Auditorium Dome UMM ini dihadiri oleh jajaran dekanat beserta pimpinan Prodi di lingkungan FKIP UMM. Dalam kesempatan ini, tema yang diangkat yaitu “Peningkatan Professionalisme Guru Era Digital Menuju Generasi Emas Indonesia”. Tak dapat dipungkiri, guru professional dengan kompetensu digital menjadi garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas tahun 2045. Karena itu, yudisium kali ini menghadirkan H. Ibnu Hajar, M.Pd. Alumni Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang merupakan sastrawan dan budayawan nasional ini ini membawakan orasi ilmiah “Membaca Profesionalisme Guru?”. Ibnu, sapaan akrabnya, mengawali orasi dengan analogi menarik, “Tidak mungkin menciptakan bayangan yang lurus dari tongkat yang bengkok”. Dari analogi itu, Ibnu menegaskan bahwa generasi penerus bangsa yang hebat pasti lahir dari guru-guru yang hebat dan profesional. Dalam konteks pendidikan saat ini, salah kecakapan pedagogik dan profesional itu harus diintegrasikan dengan teknologi. Hal itu merupakan keniscayaan yang seharusnya tidak menjadi momok bagi para guru. “Era sekarang ini teknologi sudah menjadi kebutuhan. Maka, teknologi sebagai hasil budaya manusia seharusnya tidak menjadi momok yang menakutkan, justru membuka peluang-peluang baru yang meningkatkan kualitas hidup manusia, kualitas pendidikan kita,” ungkap alumni yang berasal dari Madura itu. Meskipun begitu, Ibnu menegaskan bahwa keterampilan dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran ini harus dibarengi dengan kecerdasan, kearifan, dan kecermatan yang tinggi. Ini merupakan pondasi dalam upaya menghasilkan manusia Indonesia berperadaban unggul yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga memiliki kemampuan interaksi sosial yang baik dan karakter yang kuat. “Sekali lagi, ini hanya bisa diwujudkan melalui guru profesional. Guru yang menunjukkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, dan selalu mendidik dengan cinta,” tegasnya. Sejalan dengan itu, Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M., dalam sambutannya, juga menyatakan bahwa lulusan FKIP UMM harus adaptif namun tetap berpijak pada dasar agama. Ia pun mengutip dua kata bijak dari tokoh dunia untuk menggambarkan hal itu. Ali Bin Abi Thalib dengan kata bijak ‘Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu’ dan Albert Einstein dengan kata Mutiara ‘Science without religion is lame, religion without science is blind’ “Maka, transformasi keilmuan berbasis pada nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan yang ditorehkan FKIP UMM menjadi bekal yang sangat kuat untuk mengubah dunia,” pungkasnya. Trisakti pun berpesan, agar alumni FKIP UMM dapat menjadi teladan dan model bagi generasi muda lainnya. Alumni FKIP UMM adalah generasi yang tegas namun menjunjung tinggi etika dan berkepribadian Indonesia. Teguhkan diri kalian, tatap masa depan dengan penuh optimis, dan raihlah mimpi besar kalian agar dapat menjadi pemain tidak hanya di negeri sendiri, namun juga menjadi pemain dunia. “Pegang erat dan syiarkan nilai-nilai yang telah kalian dapatkan dari Kampus Putih tercinta ini kapanpun dan dimanapun kalian berada,” katanya disambut tepuk tangan para calon wisudawan/wisudawati. Terakhir, Trisakti mengajak semua lulusan FKIP untuk bangga menjadi guru dan mengambil kesempatan emas mendapatkan beasiswa LPDP untuk Program Pendidikan profesi Guru Prajabatan Angkatan 2 Tahun 2023. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan 59.000 kursi beasiswa untuk para fresh graduate yang berkomitmen untuk menjalani profesi guru ini. Tak hanya meluluskan 251 calon wisudawan/wisudawati, yudisium periode ini juga mengukuhkan Citra Afrilia Nur Kholifah sebagai wisudawan terbaik tingkat fakultas atas perolehan IPK sempurna (4,00) dengan masa studi 3 tahun 10 bulan. Atas raihan prestasi ini, Citra mengaku sangat bersyukur. Dalam pidatonya, ia pun mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika FKIP UMM yang selalu mendorong dan mendukung mahasiswa menorehkan prestasi. “Terima kasih saya sampaikan pada fakultas di mana kami ditempa dengan keras, dilatih untuk sabar, dan diajari untuk selalu menyadari bahwa setiap keputusan selalu membawa pada baik-buruk konsekuensi. Hal-hal yang menjadi sulutan api untuk terus berprestasi, karena prestasi masing-masing dari kami selalu dihargai,” ungkapnya berkaca-kaca. Komitmen untuk mendorong dan mengapresiasi prestasi mahasiswa ini memang terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mendapatkan prestasi non akademik. Tercatat, tak kurang dari 70 mahasiswa ditetapkan sebagai mahasiswa berprestasi non akademik melalui kejuaraan lomba, publikasi karya ilmiaha, perolehan HaKI, daan keaktivan dalam kegiatan MBKM. Lulusan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ini pun mengaku sangat bangga menjadi alumni FKIP UMM. “Menjadi bagian dari FKIP UMM adalah salah satu hal terbaik bagi saya. Dari sini, saya betul-betul menyadari bahwa saya nantinya adalah pekerja yang mendapatkan uang, tetapi saya dan rekan-rekan semua adalah jembatan bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan kesempatan belajar seumur hidup melalui pendidikan inklusif dan berkualitas untuk Pembangunan Indonesia berkelanjutan,” katanya. (*/fd)