PPG FKIP UMM Selenggarakan KMD dan KML Bagi Mahasiswa PPG Prajabatan, Komitmen Lahirkan Guru Profesional

Malang— Profesionalisme guru menjadi hal mutlak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Karena itu, berbagai upaya dilakukan sebagai upaya mengembangkan profesionalisme guru ini. Salah satu upaya yang ditempuh Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah melalui kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML). Pembukaan kegiatan kepramukaan digelar secara daring pada Sabtu, (05/08/2023), lalu. Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan hingga 10 Agustus 2023 mendatang ini diikuti 175 peserta KMD dan 210 peserta KML dari berbagai daerah yang juga merupakan mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan Angkatan I Tahun Ajaran 2022/2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam laporannya, Kaprodi Pendidikan Profesi Guru, Dr. Iin Hindun, M.Kes. menjelaskan bahwa ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan Pembina Pramuka dalam membina peserta didik. “Kegiatan KMD dan KML ini diharapkan dapat mengembangkan kompetensi kepribadian dan sosial guna melengkapi kompetensi lainnya yaitu kompetensi pedagogik dan profesional yang diharapkan dari lulusan PPG,” terang Dalam kegiatan apel pembuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M., menegaskan, guru memiliki peran penting untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Maka dari itu, kualitas guru harus diperhatikan dan senantiasa ditingkatkan. Sehingga anak-anak didik didampingi dan mampu meraih potensi terbaik yang dimiliki. “Saudara adalah calon guru-guru profesional yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang apik dan cakap. Selain bekal keilmuan, saudara juga harus memiliki kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah. Maka, kursus pembina pramuka ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan skill-skill terkait,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tekun, rela berkorban, suka menolong sesama, dan teladan bagi orang lain. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya kualitas pendidik dan berkontribusi pada upaya menjadikan Indonesia jaya. “Dalam program ini, Saudara akan dibentuk agar bisa menghadapi tantangan global. Melalui KMD dan KML ini, upaya pembentukan karakter akan berhasil. Semoga saudara bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tutur Trisakti. Karena itu, dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya diberi materi, namun juga diajari bagaimana menjadi pembina yang kompeten. Ada berbagai permainan dan agenda yang melatih mental mereka. Salah satu peserta, Nurul Himmatul menilai, serangkaian program yang diikuti sangat seru. Kemasan yang disajikan oleh PPG UMM juga menarik dan membuat mereka bersemangat untuk turut serta. (*wld/fd)
Sukses Sajikan Disertasi Tentang Translanguaging, Rina Wahyu Setyaningrum Sah Kantongi Gelar Doktor dan Lulus Cumlaude

Promovenda (tengah) berfoto bersama dewan penguji, Rektor UMM beserta jajaran, dan pimpinan FKIP UMM Malang – Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Rina Wahyu Setyaningrum baru saja menjalani prosesi sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa. Atas disertasi dan jawaban yang mantap, Rina, sapaan akrab promovenda, dinyatakan lulus dan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude. Diketahui, sidang berlangsung di auditorium Gedung T2 lantai 3 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Jumat (28/7) itu. Dalam sidang ini, tak kurang dari 75 hadirin, yang terdiri dari Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi, Kabiro Akademik, jajaran pimpinan FKIP UMM, jajaran pimpinan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, serta rekan sejawat di UMM. Di depan tuju dewan penguji, Rina mempresentasikan disertasinya yang berjudul Translanguaging in Content and Language Integrated Learning at Islamic Primary Schools of Indonesia. Ketujuh dewan penguji tersebut adalah Syafi’ul Anam PhD sebagai ketua dewan penguji/ko-promotor, Dr Suhartono MPd (sekretaris dewan penguji), Prof Slamet Setiawan PhD (anggota penguji/promotor), Dr Him’mawan Adi Nugroho SPd MPd (anggota penguji/Unesa), Dr Oikurema Purwati MA (anggota penguji/Unesa), Ahmad Munir PhD (anggota penguji/Unesa), dan Prof Dr Teguh Budiharso MPd (anggota penguji/IAIN Surakarta). Secara garis besar, dalam disertasinya Rina menggali bagaimana guru dan siswa program internasional di SD Muhammadiyah menerapkan strategi translanguaging dalam pembelajaran sains dengan kurikulum internasional. Dalam ilmu linguistik, kata Rina, translanguaging memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk berinteraksi dalam pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris sebagaimana disyaratkan oleh kurikulum internasional yang digunakan. “Dalam proses pembelajaran bahasa Inggris digunakan bersama atau bergantian dengan bahasa lain, seperti bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Arab,” tutur perempuan yang saat ini menjabat Bendahara Fokal IMM Malang Raya tersebut. Terkait novelty (kebaruan), disertasi dosen jebolan Magister Bilingual Education dari Rangsit University Thailand ini sangat jelas mengungkap bahwa translanguaging yang dipraktikkan dalam SD Muhammadiyah berbeda dengan praktik di sekolah lain karena munculnya kosakata bahasa Arab dan penanaman Islamic values dengan menghubungkan isi Al-Qur’an dengan pelajaran sains. Rina juga menegaskan bahwa internasionalisasi dalam pembelajaran dapat diinisiasi sedini mungkin dengan fokus pada memberikan pengalaman menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran kepada guru dan siswa. Dalam paparannya, Rina menjelaskan bahwa inisiasi tersebut telah dilakukan oleh SD Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Malang yang telah ia dampingi. Menutup ujian terbuka, Prof Slamet Setiawan MA PhD selaku promotor menyampaikan petuah ujian terbuka untuk promovenda. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas capaian promovenda yang ia kenal sebagai “ibu suri” dari rekan sengkatannya. Pasalnya, puluhan publikasi ilmiah telah terbit dalam kurun waktu studi selama empat tahun di Unesa dan dalam waktu dekat akan terbit satu artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus dengan topik translanguaging. Suasana menjadi semakin haru karena dalam kesempatan ini, Prof Slamet membacakan puisi untuk promovenda. Ia pun meminta agar promovenda mendarmabaktikan ilmunya sekembalinya ke UMM. Ia juga menyampaikan kepada rektor dan jajaran pimpinan UMM untuk mendukung rencana tindak lanjut berupa penulisan buku, penelitian, dan memasukkan mata kuliah khusus kepada para calon guru untuk memiliki skill mengajar di kelas internasional ataupun mengajar di sekolah sekolah luar negeri. “Bu Rina, amalkan apa pun yang diperoleh di manapun berada, terutama di civitas akademika UMM. Dan merujuk pada lagu padamu negeri yang baru saja kita lantunkan, rakyat Indonesia menanti janjimu, ibu pertiwi menunggu baktimu, kami semua mengharap karya-karyamu,” tutup Prof. Slamet disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. (*Rin/fd)
Duduk Bersama, FKIP UMM, Kepala Dinas Pendidikan Malang Raya, dan Direktur APCS-UNESCO Bahas Masalah Pendidikan

Prof. Ignasius (kiri) Memaparkan Materi Malang—Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. menggelar acara Ngobrol Bareng (NGOBAR) bersama Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, 3 Kepala Dinas Pendidikan Malang Raya, dan Prof. Dr. Ignas DA Sutapa, Direktur APCS-UNESCO, Selasa (01/08/2023). Acara dihadiri oleh Wakil Dekan 1, 2 dan 3, Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FKIP UMM serta tim Pusat Kajian dan Studi Pendidikan (PKSK) FKIP UMM. Di tengah pemandangan dengan nuansa malam yang indah di Rooftop Hotel Rayz UMM, NGOBAR berlangsung sangat hangat dan produktif. Acara NGOBAR itu sendiri merupakan rangkaian dari tiga agenda kemitraan FKIP, dimulai dengan kuliah tamu kebutuhan guru, permasalahan dan penyediaannya dengan nara sumber kepala dinas pendidikan Malang Raya pada tanggal 10 Juli 2023. Kemudian dilanjutkan dengan acara Ngobar (Ngobrol Bareng) bersama 3 Kepala Dinas, Rektor UMM dan Direktur APCS- UNESCO pada hari Selasa, 1 Agustus 2023. Acara puncaknya adalah penandatanganan MoU antara FKIP dengan 66 sekolah mitra yang dijadwalkan pada tanggal 7 Agustus 2023. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M menyatakan bahwa NGOBAR dan rangkaian kegiatan yang menyertainya, merupakan agenda penting FKIP dalam rangka menguatkan peran FKIP dalam menggeluti problematika pendidikan dan menyumbangkan solusinya secara kolaboratif bersama dinas pendidikan Malang Raya. “FKIP UMM selalu berkomitmen untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam memecahkan problematika pendidikan yang saat ini semakin kompleks. Salah satunya dengan kolaborasi bersama dinas Malang Raya seperti kegiatan ngobar mala mini,” katanya. Rektor UMM, membuka acara dengan statemen pemantik bahwa selama ada manusia, maka masalah pendidikan akan tetap ada, dan pemerintah pusat sampai pemerintah daerah ditugaskan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggandeng masyarakat pendidikan, agar lebih efektif penanganannya. Meengawali obrolan malam itu, Prof. Ignas DA Sutapa, M.Sc., menyampaikan bahwa berdassar capaian SDG Indonesia saat ini berada di urutan 65 dari 200 negara anggota. Posisi ini sudah meningkat dari tahun 2015 dimana saat itu Indonesia berada di posisi 70. Banyak aspek penting dari komponen SDGs yang perlu diacu sebagai referensi dalam membangun dunia pendidikan kususnya, seperti kualitas pendidikan, kesetaraan, pendidikan (gratis) untuk semua, dan lain lainnya. Pada sesi diskusi beliau ikut memberikan pandangan yang kritis terhadap permasalahan pendidikan di daerah yang telah diungkap secara factual dari para kepala dinas. Beliau menyatakan bahwa permasalahan serupa ini dijumpai di berbagai negara. Oleh karena itu UNESCO memberikan rekomendasi melalui kebijakan SDGs per 10 tahun sebagai rambu rambu untuk mengatasi masalah pendidikan yang muncul. “Setiap daerah bersinergi dan menjalin komunikasi untuk belajar bersama mengatasi masalah yang ada. Keterlibatan PT tentu akan sangat menguntungkan setiap daerah dalam mengatasi masalah yang ada. PT memiliki kompetensi karena didukung dengan tersedianya pakar dalam berbagai bidang,” tandasnya. Statement pemantik dari Rektor UMM juga mendapatkan respon positif dari 3 kepala dinas Malang Raya. Dr. Suwadji, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Malang yang terdiri dari 23 Kecamatan sebagian besar berciri pedesaan memiliki masalah pendidikan yag cukup kompleks, mulai dari rendahnya angka partisipasi kasar yang rendah, kualitas guru yang belum idial sampai dengan sarana prasarana yang belum memenuhi harapan. Kabupaten Malang merasa tertinggal dalam pencapaian kualitas pendidikan bila dibandingkan dengan Malang Kota. Permasalahan pendidikan di Kabupaten Malang yang mengemuka saat ini meliputi PPDB Zonasi, penyediaan guru yang belum terpenuhi, angka putus sekolah yang tinggi, kurangnya sarana prasarana, dukungan anggaran yang terbatas dan kualitas pembelajaran yang masih rendah. Kabupaten Malang memiliki sekolah yang cukup banyak, demikian pula dengan jumlah siswa, jumlah guru dan kompleksitas permasalahan yang menyertainya. Oleh karena itu membutuhkan kerjasama dngan berbagai pihak untuk menyelesaaikannya, termasuk dengan perguran tinggi seperti UMM. Suwarjono, SE, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, menyampaikan bahwa permasalahan pendidikan di Kota Malang cukup kompleks. Akan tetapi, sampai saat ini relatif terkendali. Itulah sebabnya Kota Malang memiliki reputasi pendidikan yang cukup prestis, karena berada di urutan nomor satu se-Jawa Timur. “Namun, bukan berarti tidak ada masalah. Tetap ada, dan dinas pendidikan selalu berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan memanfaatkan semua potensi masyarakat pendidikan yang ada,” katanya. Dr. Enny Rachyuningsih, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu tidak ketinggalan menyampaikan permasalahan pendidikan di wilayah kerjanya. Menurutnya, masalah prioritas yang terjadi meliputi pemerataan pendidikan, kualitas guru, pemenuhan sarana prasarana dan pendanaan yang terbatas. Masalah ini perlu segera ditangani dengan memanfaatkan semua potensi yang ada bersama masyarakat. Ngobrol bareng malam itu dikritisi oleh ketu PKSK, Dr. Hartono yang mempertanyakan kesungguhan pemerintah melalui dinas pendidikan dalam menyediakan beaya, yang seecara politis di tingkat pusat telah disetujui sebesar 20% dari total anggaran daerah. Bahwa pendidikan adalah investasi bagi bangsa, akan tetapi kenyataannya pemerintah tidak secara penuh mengimplementasikan kebijakan anggaran tersebut. Seenap kepala dinas pun memberikan konfirmasi tentang praktek penganggaran pendidikan yang kenyataannya tidak mampu mewujudkan idealisme sebagaimana yang telah disepakati melalui peraturan yang ada. Sebagai puncak ngobrol, dekan FKIP UMM memberikan closing statemen tentang pentingnya kolaborasi dengan UMM. “Kolaborasi seperti ini penting untuk menganalisis masalah, merencanakan solusi dan melaksanakan aksi penyelesaian masalah secara kolaboratif. NGOBAR ini diakhiri dengan kesepakatan untuk bersinergi dan berkolaborasi mendapatkan solusi untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Malang Raya dengan FKIP UMM sebagai partner strategisnya,” tegas Trisakti. (*nwdd/fd)
Komitmen Tingkatkan Tata Kelola dan Mutu Prodi, Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Sambut Kunjungan Benchmarking Pendidikan Bahasa Indonesia UAD

. Malang – Kamis, 27 Juli Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kunjungan tersebut dalam rangka berbagi penalaman dan tips menulis artikel illmiah dari Prodi PBI FKIP UMM. Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I FKIP, Dr. Sugiarti, M.Si. Dalam sambutannya, Wadek I FKIP Ibu Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan yang dillakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM dan juga pengelola jurnal KEMBARA menceritakan banyak hal terkait pengalamannya dalam menulis artikel ilmiah hingga terbit di jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional. “Bapak dan Ibu sekalian sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf kalau ada beberapa hal yang kurang berkenan bagi Bapak/Ibu. Ini kita buat sharing saja, lebih santai agar diskusinya lebih nyaman,” bukanya. “Saya rasa Bapak/Ibu juga banyak sekali pengalamannya dalam menulis artikel ilmiah bahkan sampai terpublikasi di jurnal nasional maupun internasional. Kalua saya pribadi lebih senang mebuat kriteria-kriteria dengan mempertimbangkan kondisi yang lagi tren, kemudian menghubungkan dengan keilmuan saya dengan catatan bahwa ide tersebut masih belum banyak yang meneliti,” jelasnya. Sementara itu, Eggy Fajar Anadalas, S.S., M.Hum., selaku dosen yang juga menjadi pengelola jurnal juga menceritakan pengalamannya selama menulis artikel ilmiah. Pak Eggy, sapaan akrabnya mengatakan bahwa dirinya senang menulis artikel ilmiah yang kemudian diterbitkan di jurnal-jurnal internasional. “Saya punya pengalaman yang menurut saya cukup menarik. Saya pernah membuat sebuah artikel ilmiah yang menurut saya dari segi kualitas dan keterbaruan sudah lumayan oke. Tetapi ketika saya kirim ke jurnal nasional terakreditasi itu lama banget responya sampai saya beberapa kali menguhubungi pihak jurnalnya. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk memberikan surat permohonan pencabutan, dan saya olah kembali artikelnya dengan menerjemahkan ke bahasa Inggris. Setelah itu saya kirim ke jurnal internasional, dan alhamdulillahnya tidak selang beberapa lama sudah ada respon yang cukup positif hingga akhirnya artikel ilmiah saya terbit di jurnal tersebut,” terangnya. Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., selaku Kaprodi PBSI UAD mengaku senang denga adanya kegiatan tersebut, bahkan ia banyak berterima kasih kepada Prodi PBI karena sudah memberikan ruang diskusi yang sangat bermanfaat. “Dengan adanya sharing ini saya berharap nantinya Bapak/Ibu dari prodi PBSI UAD bisa banyak belajar dari pengalaman Bapak/Ibu dosen yang ada di Prodi PBI UMM. Ke depan, harapanya Prodi PBI juga sekali-sekali main ke UAD agar sharing ini bisa berkelanjutan dan nanti juga ada kerja sama yang terjalin antara Prodi PBI UMM dan PBSI UAD,” tutupnya.
Menuju Akreditasi Sinta 2, Jurnal Kembara Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Terima Kunjungan Benchmarking Jurnal LINGUA Unsoed

Malang– Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menerima kunjungan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jendral Soedirman, Rabu (26/07). Bertempat di Ruang 202 GKB 4 UMM, kunjungan yang digelar dalam 5 jam itu bertujuan untuk studi banding tata kelola dan peningkatan kualitas Jurnal KEMBARA. Arif Setiawan, M.Pd., Kepala Prodi PBI FKIP UMM yang juga sebagai pengelola Jurnal KEMBARA menyambut baik kerja sama yang dijalin antar kedua pengelola jurnal. Ia juga menjelaskan bahwa sekarang adalah era kolaborasi, jadi sudah bukan zamannya lagi untuk menutup diri dan saling menyembunyikan “ramuan” perihal tata kelola jurnal ilmiah. Dosen yang akrab dipanggil Pak Arif tersebut juga menjelaskan banyak hal tentang tata kelola Jurnal KEMBARA hingga bisa mendapatkan akreditasi SINTA 2. “Dengan pencapaian jurnal KEMBARA saat ini, tentu bukan proses yang sebentar, kami yang terlibat dalam pengelolaan jurnal bekerja sama untuk menentukan formula terbaik untuk menunjang kualitas Jurnal KEMBARA ini. Untuk saat ini, kami juga sudah bekerja sama dengan melibatkan mahasiswa dalam seleksi awal jurnal kami. Artinya Jurnal KEMBARA ini punya tahapan seleksi yang cukup panjang, agar nanti naskah yang terbit bukan naskah yang abal-abal. Jadi mahasiswa yang terlibat dengan tim, kami bekali dengan formula dan indikator untuk menentukan naskah yang masuk layak atau tidak layak. Kemudian, akan akan diperiksa dan dicek ulang oleh tim editor sebagai tahap seleksi lanjutan,” jelas Pak Arif. Sementara itu, Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li. sebagai Editor in Chief Jurnal Ilmiah Lingua Idea juga menyampaikan banyak terima kasih atas ruang yang telah diberikan. Beliau juga mengaku senang karena telah mendaptkan ilmu baru tentang pengelolaan jurnal dan cara untuk meningkatkan kualitas jurnal yang ada di KEMBARA. Bu Gita, sapaan akrbanya, berharap dengan adanya kerja sama ini dapat menjadi bekal untuk pengelola Jurnal Ilmiah Lingua Idea untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan terbitan jurnalnya. “Kami sangat berterima kasih karena sudah diterima dengan tangan terbuka, dialog dan diskusi dua arah juga sangat aktif, tentu ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengelola jurnal dan semoga Jurnal Ilmiah Lingua Idea Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jendral Soedirman bisa menyusul Jurnal KEMBARA agar bisa naik tingkat menjadi SINTA 2,” tutupnya.
PMM Modul Nusantara, Dikti Apresiasi Pendampingan Dosen FKIP UMM yang Hasilkan 21 HKI dan 4 Buku

Minggu, 08 Januari 2023 20:25 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Universitas Muhammadiyah Malang melangsungkan Festival Budaya dan Pelepasan Pertukaran Mahassiwa Merdeka (PMM) 2 Inbound Modul Nusantara bertajuk “Merawat Kebhinekaan Abadi, Bersua Dalam Memori”, Sabtu (09/01/2022). Digelar di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang, acara dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor I dan III, Kabiro Akademik, Kabiro Kemahasiswaan, Direktur Rusunawa, Kepala Pusdiklat, pengelola program, Dosen pengampu, LO kegiatan, dan 47 mahasiswa peserta PMM Modul Nusantara yang berasal 19 universitas dari luar Jawa. Dalam program ini, dua dosen FKIP UMM dari Prodi PGSD didapuk menjadi pengampu yang memfasilitasi seluruh program. Dua dosen itu adalah Dyah Worowirasti Ekowati, M.Pd. dan Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd. Di bawah bimbingannya, pelaksanaan PMM 2 Modul Nusantara telah melampaui target yang diberikan Dikti dengan luaran tambahan berupa 21 HKI dan 4 buku ber-ISBN. Ditemui di sela acara, Dyah mengatakan luaran ini merupakan representasi dari budaya kerja di UMM. “Kita di UMM selalu terbiasa dan dibiasakan bekerja melampaui standar. Jadi, meskipun sebetulnya luarannya hanya berupa laporan bulanan, kami berupaya mendorong mahasiswa untuk bekerja berbasis produk,” ungkap Dyah. Capaian ini mendapat apresiasi dari Dikti. Menurut Lindawati Sumpena, perwakilan PMM Modul Nusantara Dikti untuk UMM, ini merupakan praktik bagaiman bekerja untuk keabadian lewat tulisan seperti yang dikatakan Pramodya Ananta Toer. “Bahkan, saya dengar adik-adik juga menjadi content creator dengan 12 artikel publikasi media massa. Jadi, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu dosen Modul Nusantara yang sudah mengayomi dengan sepenuh hati, mendorong dan memfasilitasi adik-adik Modul Nusantara hingga bisa menghasilkan karya-karya positif untuk masyarakat,” ujar Lindawati Sumpena. Tak hanya itu, kegiatan misi kemanusiaan di Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang juga mendapatkan apresiasi dari PMM 2 pusat. Dikatakan Muhammad Hanif selaku Kepala Suku PMM 2 UMM, kegiatan PMM misi kemanusiaan UMM masih menjadi unggulan dan selalu ditampilkan dalam kegiatan Kampur Merdeka Fair yang digelar Dikti. “Ini membuktikan bahwa mahasiswa PMM 2 Modul Nusantara telah mengemban Amanah dalam membawa nama baik UMM di tingkat nasional,” ungkap Hanif, sapaan akrabnya. mahasiswa Universitas Bosoa, Makasar, itu. Selain pendampingan dosen yang luar biasa, masih menurut Hanif, fasilitas dan iklim belajar di UMM juga menjadi kunci keberhasilan mereka. Para mahasiswa PMM tidak hanya diberi fasilitas fisik seperti rusunawa, alat transportasi, fasilitas olahraga dan sebagainya, tetapi juga akses-akses akademik seperti perkuliahan di berbagai Prodi, keikutsertaan dalam seminar, PIMNAS, dan berbagai kegiatan akademik yang dihelat UMM. “Terima kasih telah mengizinkan kami merasakan petualang pengetahuan dan memetik pengalaman berharga selama 6 bulan ini. Bagi kami, UMM bukan hanya rumah, tetapi labolatorium peradaban,” tutup mahasiswa Universitas Bosoa, Makasar ini dengan tegas. Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan AIK, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengatakan, multikulturalisme yang menjadi target dari acara PMM 2 Modul Nusantara terlah tercapai. Bahkan, melampaui apa yang seharusnya terutama dalam hal pengalaman. Pasalnya, UMM bukan hanya miniatur Indonesia, tetapi juga miniatur dunia karena yang belajar di UMM bukan hanya dari seluruh Indonesia, tetapi dari berbagai belahan dunia. Dan, para mahasiswa internasional juga terlibat dalam kegiatan ini. Ia pun mengucapkan selamat jalan dan berpesan agar hal baik di UMM dapat diterapkan di daerah masing-masing. “Semoga Selamat kembali ke kampung halaman. Selamat menerapkan benchmarking, hal-hal positif, yang didapatkan di UMM ini di daerah masing-masing. Utamanya, tentang kesatuan dan keberagaman, serta bagaimana kita berkontribusi nyata untuk masyarakat kita,” tandasnya. Hal yang menarik dari perhelatan ini adalah seluruh peserta menggunakan pakaian adat dari daerah masing-masing sebagai representasi dari keberagaman nusantara. Acara juga dimeriahkan dengan tari-tarian tradisional, seperti Tari Saman dan Tari Tor-tor. Tak hanya itu, ada pula Talkshow dengan pemateri dua dosen FKIP yakni Prof. Dr. Yus Mochammad Cholili dan Dr. Endang Poerwanti, M.Pd. Prof. Dalam talkshow itu, Prof. Yus menekankan pentingnya mahasiswa sebagai marketer atau reprsentatif dari daerah masing-masing, sementara Dr. Endang menekankan pentingnya pengembangan potensi diri dalam kerangka keberagaman untuk melahirkan Ki Hajar Dewantara-Ki Hajar Dewantara di masa depan. (*fid)
Terus Berkarya Lestarikan Budaya, PGSD Adakan Pagelaran Drama

Sabtu, 31 Desember 2022 22:26 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan pementasan drama dengan tema “Mega Baskara”. Acara tersebut bertempat di Aula GKB 3 Universitas Muhammadiyah Malang pada hari Kamis, 29 Desember 2022 yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Peserta pagelaran drama merupakan mahasiswa PGSD angkatan 2021, yang terdiri dari empat kelas. Pagelaran drama tersebut digelar setiap tahun sebagai bentuk realisasi dari proyek akhir mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia SD yang diamou oleh Innany Mukhlishina, M.Pd dan Delora Jantung Amelia, M.Pd. Kegiatan tahunan yang dinanti-nanti dimana setiap kelas dalam satu angkatan mempertunjukkan cerita rakyat, seni tari, hingga puisi. Pegelaran dikemas dengan unsur-unsur materi yang dimuat dalam mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia SD sehingga mahasiswa dapat belajar dan menyalurkan bakatnya. “Selain itu, luaran dari kegiatan ini adalah lulusan PGSD yang multilalenta, tidak sekedar memliki kemampuan akademik dan keahlian mengajar, namun juga memiliki keahlian lain di bidang nonakademik,” ungkap Innany, sapaan akrabnya. Naila Zulfaida, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa pagelaran drama bertujuan untuk menjaga budaya nusantara, menghidupkan kembali cerita rakyat, mengajak teman teman mahasiswa untuk mencintai budaya lokal, dan tentunya mempererat tali persaudaraan antar kelas. “Pagelaran drama tidak hanya sebagai ajang kompetisi dan tugas akhir saja, tetapi juga menambah tali persaudaraan teman-teman satu angkatan” tuturnya. Teknis dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah setiap kelas membawakan cerita dari pulau di Indonesia yang berbeda, antara lain cerita rakyat dari pulau Jawa, pulau Sumatra, pulau Kalimanta, dan pulau Papua. Pulau ditentukan di awal, kelas tidak bisa memilih sendiri. Dalam kelas dibagi menjadi dua kelompok yakni panitia penyelenggara dan tim drama yang mana terdiri dari sutradara, aktor, penulis naskah, dan lain sebagainya sehingga pelaksanan drama ini murni diselenggaran dan diperuntukan PGSD satu angkatan.
Selamat! Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Raih Akreditasi “A” LAMDIK

Rabu, 28 Desember 2022 23:02 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG – Setelah berjuang menyiapkan borang dan menjalani asesmen lapang, Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang akhirnya berhasil meraih akreditasi A. Akreditasi ini, merujuk pada Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 667/SK/LAMDIK/Ak/S/XI/2022, berlaku hingga 20 Juni 2027 mendatang. Capaian ini mengukuhkan komitmen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menjadi Prodi yang unggul dan terdepan. Pasalnya, tahun sebelumnya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia telah terakreditasi Unggul pada ISK BAN-PT dan kini menjadi Prodi pertama di FKIP UMM yang meraih akreditasi A dari LAMDIK. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya yang dibangun prodi telah memenuhi 9 standar kerja yang ditetapkan SN-Dikti. Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Arif Setiawan, M.Pd. mengaku di antara kesembilan standar itu, SDM serta Keluaran dan Capaian Tridarma menjadi standar yang paling menonjol. Tercatat, 60% dosen berkualifikasi doktor, 14% sedang menempuh program doktor, dan sisanya berkualifikasi magister. Prodi juga telah memiliki satu profesor dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia. “Kami sadar bahwa generasi masa depan yang unggul hanya tercipta dari SDM yang unggul pula. Jadi, itu memang menjadi fokus kami,” pungkasnya saat ditemui di Kantor Prodi, Selasa (13/12). Seluruh dosen terlibat aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, baik melalui skema pendanaan mandiri, internal, maupun eksternal. Tak hanya itu, hasil penelitian dan pengabdian juga diintregasikan dalam pembelajaran yang berbasis, sehingga pembelajaran memiliki novelty dan relevansi. Alhasil, dalam kurun 3 tahun terakhir, tak kurang dari 582 karya dosen dan mahasiswa telah dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional, dan jumlah sitasi mencapai 1.748. “HaKI yang kami peroleh juga jauh di atas standar minimal yang ditetapkan. Ada 38 HaKI yang kami peroleh dan itu didominasi oleh karya mahasiswa dan dosen sebagai luaran perkuliahan. Ini mendapatkan apresiasi dari para asesor pada saat asesmen lapang kemarin,” tambahnya. Selain strategi integrasi penelitian-pengabdian dengan pembelajaran berbasis luaran, Prodi juga memiliki strategi khusus lain, yakni ekuivalensi skripsi. Melalui …. Pada akhirnya, capaian ini menjadi dorongan untuk melangkah ke tahap yang berikutnya. “Harapannya ke depan Prodi dapat terus berbenah sesuai dengan poin yang dirasa kurang dalam akreditasi LAMDIK. Kami juga sedang mempersiapkan untuk akreditasi internasional FIBAA,” tandasnya. (*fid)
FKIP UMM Kembali Gelar Orientasi PPG Prajabatan Tahun 2022

Senin, 12 Desember 2022 00:38 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG – Sebanyak 304 mahasiswa ikuti Orientasi Akademik dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang 2 tahun 2022 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (9/12). Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Hotel Grand Mercure ini diikuti oleh 70 mahasiswa bidang studi Biologi, 41 mahasiswa bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan, 47 mahasiswa bidang studi Bahasa Inggris, dan 146 mahasiswa bidang Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dr. Iin Hindun, M.Kes, Ketua Prodi PPG mengatakan, hal itu didasarkan pada surat Direktur Pendidikan Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudsritek. Ia pun mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung pada seluruh mahasiswa. “Selamat bergabung di Prodi PPG FKIP UMM. Di sini kita akan berproses bersama dalam upaya menghasilkan guru-guru profesional masa depan,” kata in Hindun. Lebih lanjut, Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM menjelaskan secara rinci pelaksanaan PPG Prajabatan ini. Dalam sambutannya, ia mengatakan, mahasiswa PPG akan melaksanakan kegiatan selama dua semester dengan 12 matakukiah dan bobot 39 SKS hingga 2023. Yang menarik, mahasiswa PPG Pra Jabatan ini akan terjun langsung ke sekolah sejak semester 1. “Dari 39 SKS ini, 16 SKS nanti berisikan tentang Praktik Pengalaman Lapang atau PPL. Sehingga mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman nyata yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesinya ke depan,” pungkasnya. Dalam proses pembelajaran nanti, mahasiswa akan dibekali dengan penguasaan teknologi. Ini sebagai bentuk komitmen FKIP UMM dalam menyebut jika PPG Prajabatan diarahkan untuk menciptakan generasi di Indonesia yang siap menyongsong era global dengan penguasaan teknologi yang handal melalui peran guru. “PPG FKIP UMM akan mewujudkan guru profesional yang mengamalkan Pancasila, berkomitmen menjadi teladan, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” tukasnya. Baca Juga: Jawa Post Radar Malang: UMM Sambut 304 Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022
Gelar Yudisium, 171 Sarjana FKIP Siap Berkontribusi Untuk Negeri

Minggu, 04 Desember 2022 00:34 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang gelar Yudisium Periode IV Tahun 2022 untuk 171 mahasiswa, Minggu (4/12/22). Digelar secara luring di Rayz Hotel UMM dan daring melalui Zoom Meeting, yudisium yang dihadiri oleh jajaran dekanat, kaprodi, sekprodi, dan dosen FKIP ini mengangkat tema “Menjadi Pendidik Profesional Berkarakter dan Berwawasan Global” berjalan dengan khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Dr. Trisakti handayani, M.M., mengatakan FKIP UMM telah menyiapkan para lulusannya untuk siap dan optimis dalam menghadapi tantangan zaman. Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah masalah sumber daya manusia. Kehidupan abad 21 memerlukan sumber daya yang tidak hanya memiliki keterampilan berpikir kritis dan inovatif, tetapi juga keterampilan kolaborasi dan komunikasi. Sehingga, dalam menghadapi kehidupan global yang tanpa sekat dan penuh ketidakpastian dengan rasa percaya diri. “Transformasi keilmuan berbasis pada nilai-nilai ke-Islam-an dan ke-Muhmmadiyah-an yang diinternalisasikan FKIP UMM pada kalian melalui pengembangan hardskill maupun softfkill menjadi bekal yang sangat kuat untuk mengubah dunia melalui pendidikan,” ungkap Trisakti. Lebih lanjut, Trisakti menegaskan bahwa kesempatan untuk menjadi guru professional sangat terbuka lebar. Sebanyak 40.000 kuota beasiswa PPG Prajabatan telah disiapkan oleh pemerintah bagi para fresh graduate dalam rangka menyiapkan para pengganti untuk para guru yang akan dan telah purna tugas. “Ini merupakan kesempatan bagi para adik-adik yang saat ini diyudisium untuk ikut berperan serta dalam membangun pendidikan bangsa. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehingga adik-adik sekalian dapat menjadi guru professional yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat pendidik sebelum kalian mengabdikan diri di dunia Pendidikan,” tegasnya. Sejalan dengan tema, orasi ilmiah yudisium kali ini menyajikan tema “Going Abroad with Scholarship, Why Not?”. Kali ini, hadir sebagai pemateri, alumni berprestasi FKIP UMM yang saat ini sedang menempuh studi magister di University of Glasgow Inggris, Rosida Dewi Faizatul Karimah. Mengawali orasi, Rosida, sapaan akrabnya, menjelaskan berbagai manfaat melanjutkan studi di luar negeri. “Banyak sekali benefit yang bisa kita peroleh. Bukan hanya tentang kualitas pembelajarannya atau keindahan tinggal di negara empat musim, tetapi juga keterampilan berbahasa, kemandirian, dan inisiatif yang meningkat seiring dengan jejaring internasional yang juga semakin luas,” terang alumni Prodi Pendidikan Matematika yang lulus tahun 2019 ini. Peraih Erasmus+ Scholarship di Politehnica University Timisoara, Romania ini pun membagikan step by step meraih beasiswa magister di luar negeri. Setelah memantapkan niat, hal yang harus dilakukan adalah mencari informasi, menyiapkan berkas administrative—seperti paspor, ijazah dan transkrip, CV, surat rekomendasi, motivation letter, dan sertifikat TOEFL/IELTS—, mendaftarkan diri, dan yang tidak kalah penting adalah meminta doa orang tua. Tak hanya berbagi tips dan trick, ia pun memotivasi para hadirin tentang kegigihan dan bangkit dari kegagalan. Nyatanya, sebelum dinyatakan lolos sebagai peraih beasiswa LPDP, ia sempat jatuh bangun selama dua tahun. Ada 5 beasiswa yang tak berhasil digenggamnya dan dua beasiswa yang terpaksa harus dilepas karena bersifat partial funded. “Failure is not the opposite of success, it’s a part of success. Tidak ap ajika gagal, cek Kembali dokumennya, sempurnakan dan daftar lagi, lagi, dan lagi samppai berhasil. Karena tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, usaha dan do’a memperendah itu semua,” tegas alumni yang aktif dalam kegiatan volunteer ini dan disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yudisium. Yudisium kali ini juga mengukuhkan Abidin Muchlis el Ab’ror dari Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,99. Mewakili para lulusan, mahasiswa kelahiran Trenggalek 24 tahun silam ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika FKIP UMM yang senantiasa membantu, baik dalam bidang akademik, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, dan berbagai dukungan lainnya. Disadari, seluruh dukungan itulah yang membawanya tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi pribadi berprestasi. Ia mengaku bangga menjadi lulusan FKIP UMM dan berkomitmen untuk terus berkontribusi dan berprestasi. “Alangkah bahagianya hati kami, pada hari ini kami dinyatakan lulus dari FKIP UMM. Sebagai wujud syukur, kami akan terus menjaga amanah dalam menjaga almamater tercinta, membuka berbagai peluang di luar sana untuk adik-adik di FKIP, dan terus menerapkan serta mengembangkan ilmu yang kami peroleh demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” terangnya. (*/fid)