PPG FKIP UMM Gelar Orientasi Mahasiswa PPG dan Launching HKI Kolaboratif

 Rabu, 20 Juli 2022 01:23 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang gelar Orientasi Akademik, Senin (18/7/2022) lalu. Digelar secara hybrid—daring melalui Zoom dan luring dari The Singhasari Hotel & Resort—kegiatan ini disertai dengan launching 16 produk 16 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kolaborasi dosen dan mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh Rektor UMM, Koordinator Pokja Inovasi dan Transformasi Asesmen PPG, dan jajaran sivitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM. Ferry Maulana Putra, selaku Koordinator Pokja Inovasi dan Transformasi Asesmen PPG menyampaikan profil PPG dalam Jabatan. “Tujuan PPG dalam jabatan ini tentunya adalah menjadikan guru profesional yang cakap akan adanya transformasi perubahan model pembelajaran,” tegas Ferry. Dalam paparannya, Ferry juga mengulas tentang Standar Pendidikan Guru, Sistem Pendidikan Program PPG Dalam Jabatan, Tahapan Penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan, Kerangka Utama Transformasi GTK, hingga Alur Pembelajaran PPG Dalam Jabatan. Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan MPd menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) bukan sekadar mendapatkan sertifikat dan formalitas saja, tetapi menjadi kunci dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam menentukan masa depan Indonesia. Hal ini menjadi penting, utamanya dalam menyongsong bonus demografi yang dimulai pada 2030 nanti dan Indonesia emas di 2045 mendatang. “Saudara-saudara harus mampu memahami era di 20 tahun ke depan. Akan jadi seperti apa dunia kita nanti. Ini harus jadi bahan perenungan kita bersama sehingga kita mampu memberikan inovasi dan perubahan signifikan. Mau tidak mau kita juga harus berubah seiring perubahan zaman,” tegas Fauzan. Ia menegaskan bahwa program PPG ini harus bisa membentuk guru yang memiliki mindset bahwa pendidikan itu dinamis. Akan selalu berubah dan menyesuaikan dengan era yang ada. Menurutnya, investasi paling utama adalah investasi pendidikan karena kualitas SDM akan menentukan warna peradaban yang akan dicapai Indonesia. Tahun ini, PPG FKIP UMM menyelenggarakan program PPG dalam jabatan kategori I untuk 945 peserta. Dalam laporannya, Dr. Iin Hindun, M.Kes sebagai Kaprodi Program Profesi Guru menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 875 mahasiswa adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, 35 mahasiswa adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, dan 35 mahasiswa adalah mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Menariknya, pada kegiatan orientasi ini, Prodi PPG FKIP UMM juga me-launching 16 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) buah karya kolaborasi para mahasiswa dan dosen. Sederet HKI tersebut berupa poster, metode,serta lembar kerja peserta didik. Ini menjadi bukti PPG Kampus Putih untuk terus berinovasi dan mengembangkan para mahasiwanya.   Baca juga: Program PPG Harus Membentuk Mindset Guru bahwa Pendidikan Itu Dinamis Orientasi Akademik untuk Guru Berkemajuan UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Republika.co.id) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Beritabaru.news) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Harian Aceh) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Matain.id) UMM Cetak dan Siapkan Guru dan SDM Masa Depan (Kepsir.com)

Gelar Kuliah Tamu, Prodi PPKn UMM Bahas Pancasila & Kewarganegaraan dalam Dimensi Merdeka Belajar

 Senin, 04 Juli 2022 21:28 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang─Dalam rangka mencetak calon-calon guru professional yang adaptif dan professional, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang gelar kuliah tamu, Senin (04/07/2022). Mengangkat tema “Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Dimensi Merdeka Belajar”, kuliah tamu yang digelar secara luring di Aula Lantai 4 GKB 4 UMM ini diikuti oleh 150 mahasiswa. Acara diawali dengan sambutan Kaprodi PPKn, Drs. Moh. Mansur Ibrahim, M.H. Dalam sambutannya, Mansur menjelaskan bahwa mahasiswa Prodi PPKn sebagai calon guru tidak boleh terbata-bata menghadapi perubahan. Pasalnya, perubahan adalah hal yang terus terjadi. Di sini, para mahasiswaa justru harus peka, responsif, dan siap mengambil peran. “Perubahan demi perubahan yang berdampak pada kebijakan pendidikan sudah seharusnya kita sikapi dengan positif. Kita peka, responsif, dan siap mengambil peran dalam perubahan itu. Khususnya dalam kebijakan Merdeka Belajar ini. Untuk itu, kita perlu tahu terlebih dahulu bagaimana posisi kita, dimensi objek profesi kita di sana,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, Wakil Dekan II FKIP, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, menegaskan kembali bagaimana Pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi cultural bound. “Kita juga mengharapkan Pancasila menjadi cultural bound. Pancasila dapat dirasakan menjadi darah daging setiap saat. Tentu itu tidak hanya pada ranah kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotor. Dan itu terinternalisasi melalui Pendidikan, khususnya mata pelajaran Pendidikan Pancasila,” ungkapnya sebelum membuka acara secara resmi. Dalam kuliah tamu kali ini, Prodi PPKn menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Winarno Narmoatmojo, M.Si. dan Dr. Nurul Zuriah, M.Si. Mengawali pembahasan, Dr. Winarno menjelaskan ihwal kurikulum merdeka di perguruan tinggi serta di pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum Merdeka atau lebih dikenal dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru. Itu terwadahi dalam kegiatan belajar di luar Prodi di PT yang sama, belajar di Prodi yang sama di luar PT, belajar di Prodi yang berbeda di luar PT, dan belajar di luar kampus. Sementara itu, Merdeka Belajar di Pendidikan dasar dan menengah diarahkan pada aktivitas belajar yang lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan. Salah satunya melalui pembelajaran berbasis proyek. “Menariknya, dalam merdeka belajar, tidak ada program peminatan di SMA. Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Selain itu, Sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik,” pungkas dosen PPKn Universitas Negeri Solo itu. Winarno melanjutkan, Merdeka Belajar ini memperkenalkan nomenklatur baru Components of a Civic Education (CSE) di Indonesia dengan nama mata pelajaran Pendidikan Pancasila. “Mapel Pendidikan Pancasila memiliki muatan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan kewarganegaraan. Elemen Pendidikan Pancasila mencakup Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sementara konten umum Pendidikan Kewarganegaraan meliputi formal content—formal discipline and the great ought—informal content, dan response of pupils,” pungkas dosen senior kelahiran Wonogiri itu. Di sisi lain, pemateri kedua, Dr. Nurul Zuriah, M.Si., memulai paparan dengan menjelaskan sejarah perjalanan Pendidikan Nilai-nilai Pancasila dalam Mata Pelajaran sejak tahun 1957 hingga 2022. Menurutnya, pada Kurikulum Merdeka, Pendidikan Pancasila memiliki kedudukan strategis dalam upaya menanamkan dan mewariskan karakter yang sesuai dengan Pancasila kepada setiap warga negara. “Mengapa? Karena pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila juga terdapat proyek penguatan profil Pelajar Pancasila. Dan ini terpisah dengan kegiatan intrakurikuler karena bisa dilakukan secara lintas mata pelajaran atau kolaborasi dengan guru mata pelajaran lainnya,” terang dosen senior Prodi PPKn UMM itu. Pendidikan Pancasila dalam dimensi Merdeka belajar, masih menurut Nurul, memiliki empat dimensi. Pertama, mapel Pendidikan Pancasila memiliki kedudukan strategis dalam menanamkan dan mewariskan karakter Pancasila. Kedua, mapel Pendidikan Pancasila menjadi wahana penanaman ideologi bangsa yang kuat pada peserta didik. Ketiga, mapel Pendidikan Pancasila menjadi sarana membekali generasi muda untuk mencintai Indonesia dan Pancasila dengan sepenuh hati. “Terakhir, kita sadari bersama bahwa mapel Pendidikan Pancasila dalam konteks Merdeka Belajar ini mencerminkan manusia merdeka yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yaitu Pancasila,” tambahnya. Ia pun menegaskan kembali bahwa memasukkan Pancasila dalam kurikulum Pendidikan menjadi Langkah urgen untuk dilakukan. Karena, hal ini dapat memastikan ideologi bangsa akan tumbuh dalam diri peserta didik sebagai pondasi pembentukan kepribadian bangsa. Pancasila menjadi kunci dalam menekan ancaman terhadap nilai-nilai kebinekaan dan dalam sebuah perjalanan suatu bangsa, sikap intoleran terhadap keberagaman selalu mewarnai kebangsaan. “Oleh karena itu, perlu membekali generasi muda dengan semangat nilai Pancasila sejak Sekolah Dasar karena sekolah menjadi institusi yang tidak hanya melahirkan anak bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual saja, tetapi juga memiliki kecerdasan kebangsaan, memiliki hati Indonesia dan berjiwa Pancasila,” tutup dosen yang juga menjabat sebagai ketua AP3KnI itu. (*fid)

Akhirnya, Ujian Tengah Semester FKIP UMM Kembali Luring

 Sabtu, 21 Mei 2022 11:20 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mahasiswa FKIP Mengikuti UTS Luring Malang—Setelah dua tahun, Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap 2021/2022 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang kembali digelar luring penuh. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Wakil Rektor I bidang Akademik dan Al Islam Kemuhammadiyahan No E.6.a/321.BAA.AIK/UMM/IVG/2022. Drs. Jarum, M.Ed., ketua panitia UTS mengatakan, UTS yang digelar selama lima hari, yakni Selasa (17/05) hingga Sabtu (21/05) ini berjalan lancar dan tertib. UTS yang digelar dengan protokol kesehatan ketat ini terdiri dari dua skema, yakni ujian tulis terjadwal dan ujian mandiri. Ujian mandiri diberlakukan untuk mata kuliah berbasis praktikum, seperti Microteaching, Speaking, dan kewirausahaan. “Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan tertib,” tuturnya. Padahal, ia mengaku sempat hawatir tentang pemenuhan pengumpulan soal oleh dosen dan kehadiran mahasiswa dalam UTS. Juga, kehadiran dosen sebagai pengawas UTS melihat padatnya kegiatan dosen. UTS ini memang mengikuti serangkaian tahapan. Dosen mengirimkan soal UTS kepada panitia untuk diverifikasi oleh tim penjaminan mutu soal. Harapannya, soal yang disusun harus sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). “Sudah memenuhi kriteria soal HOTs (Higher Order Thinking Skills), persebaran tingkat kesulitan soal, dan ranah penilaian kognitif, afektif, dan psikomotor atau belum. Itu juga menjadi hal yang diverifikasi tim penjaminan mutu,” terang Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris itu. Setelah diferivikasi, soal yang mendapat catatan perbaikan akan direvisi oleh dosen sebelum digandakan oleh panitia. “Saya melihat semua punya komitmen yang tinggi, sehingga kehawatiran saya tentang keterlambatan pengumpulan soal, kehadiran mahasiswa, maupun kehadiran pengawas, itu tidak terjadi,” tandasnya saat ditemui di ruang panitia UTS. Keberhasilan UTS ini tak lepas dari dukungan pimpinan fakultas. Sebelum pelaksanaan UTS, pimpinan fakultas menggelar pertemuan dengan seluruh dosen dan karyawan, Jumat (13/05). Dalam pertemuan itu, dekanat mengimbau seluruh dosen untuk terlibat dalam pelaksanaan UTS. “Kelancaran UTS ini juga tidak bisa tercapai tanpa partisipasi Bapak/Ibu sekalian. Oleh karena itulah, kami berharap Ibu/Bapak sekalian dapat terlibat dalam pelaksanakan UTS ini,” ungkap Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M. Di sisi lain, ada yang menarik dalam pelaksanaan UTS kali ini. Suasana UTS sangat meriah dengan adanya dua wahana yang juga mendadak viral beberapa hari lalu, yakni flying fox dan perahu karet di danau UMM. Hal ini dikarenakan kegiatan UTS bersamaan dengan UKMFest yang digelar oleh Bagian Minat dan Bakat UMM. Menurut Kepala Bagian Minat dan Bakat Frendy Aru Fantiro, M.Pd., selain untuk memeriahkan hadirnya kembali para mahasiswa UMM di kampus, UKMFest ini juga bertujuan untuk mengenalkan berbagai kegiatan yang bisa diikuti mahasiswa selama kuliah. “Saya ingin dengan adanya UKMFest ini mahasiswa bisa didorong untuk tidak hanya fokus belajar. Tetapi juga mengembangkan potensi dan hobinya di sederet UKM yang sudah disiapkan oleh UMM. Apalagi ada banyak UKM baru yang selalu dihadirkan seperti Biru Flying Club yang menjadi satu-satunya UKM di Indonesia yang fokus dalam dunia dirgantara,” pungkasnya. Keceriaan Mahasiswa FKIP Menikmati Wahana Perahu Karet Selepas Mengikuti UTS   Para mahasiswa sangat antusias dengan kegiatan ini. Tak sedikit mahasiswa yang melepas penat setelah UTS dengan menikmati kedua wahana yang disediakan oleh UKM DIMPA tersebut. (*fid)

Inovasi Kurikulum Antarkan Prodi Pendidikan Matematika Raih Akreditasi Unggul

 Kamis, 19 Mei 2022 01:29 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menyandang predikat “Unggul”. Predikat ini merupakan level tertinggi akreditasi yang diberikan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Lewat Surat Keputusan No 2288/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/IV/2021, Prodi Pendidikan Matematika resmi menyandang predikat Unggul sejak 12 April 2022  hingga 20 Maret 2023. Dekan FKIP UMM, Trisakti Handayani mengatakan, ini adalah bukti komitmen FKIP UMM dalam menjalankan pendidikan tinggi yang berkualitas. “Kami sadar bahwa tanggung jawab yang kami pikul sangat besar karena ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Dan ini adalah bukti bahwa kami berkomitmen tinggi dalam menjalankan pendidikan tinggi yang berkualitas,” pungkasnya. Ia menambahkan, capaian ini tak lepas dari dukungan unit-unit terkait seperti pimpinan universitas, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI), pendamping Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan tentu saja tim task force prodi. Tak hanya memenuhi standar, predikat unggul diperoleh lantaran inovasi-inovasi yang dimiliki Prodi Pendidikan Matematika. Salah satunya dalam kurikulum. Dalam keterangannya, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika  mengatakan, penyusunan kurikulum melibatkan stakeholder sehingga sajian mata kuliah sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Lulusannya pun tidak hanya diproyeksikan menjadi guru. “Mahasiswa bisa mengambil peminatan komputasi,” terang Adi Slamet Kusumawardhana. Inovasi bidang kurikulum yang juga menjadi kekuatan Prodi yaitu Program Karya Ilmiah Setara Skripsi (KISS). Dalam program ini, artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional dan karya ilmiah yang memenangkan perlombaan tingkat nasional maupun internasional dapat dikonversi menjadi skripsi. Alhasil, sudah banyak mahasiswa Pendidikan Matematika yang bisa lulus tepat waktu, bahkan lebih cepat, lewat program ini. “Sekitar 70% mahasiswa telah mengambil Program KISS ini karena dirasa sangat membantu dalam penyelesaian studi,” tambah Adi. Adi sangat bersyukur akhirnya predikat ini berhasil diraih. Pasalnya, pengajuan ISK Prodi Matematika pada bulan September 2021 sempat ditangguhkan lantaran belum terpenuhinya SDM dengan jabatan akademik lektor kepala. “Alhamdulillah bulan November SK lektor kepala untuk 4 dosen kami sudah turun. Kami segera memperbaiki dokumen dan mengajukan kembali pada bulan Desember,” terangnya. Meski telah meraih akreditasi unggul, Prodi Pendidikan Matematika terus berbenah. Dalam waktu dekat, Prodi telah mengagendakan kegiatan revitalisasi kurikulum yang mengakomodasi kelas unggulan (Center of Exellence) Prodi dan berbagai kegiatan MBKM. Saat ini, Prodi Matematika tengah menyiapkan Kelas Unggulan “Media dan Animasi Pendidikan Digital”. Dalam program ini, mahasiswa akan dibekali keterampilan dan pengalaman untuk menjadi ahli media meliputi desain, pembuatan, sampai pada pemasaran. “Untuk jangka panjangnya, tentu kami menargetkan akreditasi internasional ASIIN. Kami akan mulai dari sisi penjaminan mutu,” pungkasnya. Melalui capaian akreditasi terbaik ini, harapannya, Prodi Matematika menghasilkan lulusan unggul yang sejalan dengan Program UMM Pasti: Pastu Lulus, Pasti Kerja. (*fid)

Seminar Nasional Pendidikan 2022 FKIP UMM, Guru Abad 21 Harus Inovatif dan Adaptif

 Minggu, 15 Mei 2022 05:25 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG—Memperingati hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Seminar Nasional Pendidikan 2022. Seminar yang mengusung tema “Tantangan Pendidikan Abad 21 dan Inovasi Pembelajaran Berorientasi Merdeka Belajar Guna Meningkatkan Kualitas Calon Pendidik dan Generasi Emas Indonesia 2045” dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui Chanel Youtube BEM FKIP UMM, Sabtu (14/05). Kegiatan ini diisi oleh dua pemateri yaitu Prof. Dr. H. Yus M. Cholily, M.Si. sebagai pemateri satu dan Dr. H. Endang Poerwanti, M.Pd. sebagai pemateri dua. Seminar dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan 3 FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Dalam sambutannya, Bayu mengatakan bahwa sebagai pendidik dituntut untuk selalu adaptif terhadap perubahan zaman yang sangat cepat dan tidak menentu seperti sekarang ini. Pasalnya, saat ini bangsa kita berada pada era yang tidak menentu, masuk pada situasi yang serba kompleks, dan juga masuk pada kondisi perubahan yang selalu hadir. Di era sekarang ini, kita mengenal istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yaitu kondisi yang mengacu pada lingkungan bisnis yang semakin bergejolak, kompleks, dan semakin tidak pasti. “Oleh karena itu, inovasi, kreativitas, utamanya dalam dunia pendidikan abad 21 memang sangat-sangat diperlukan oleh para mahasiswa agar nanti bisa merespon dengan sigap, merespon dengan baik, perubahan-perubahan yang sedang terjadi, ” tegas Bayu. Lebih lanjut, Prof. Yus juga menjelaskan tentang tantangan pendidikan abad 21. Profesor Prodi Pendidikan Matematika itu membuka materi dengan sebuah kutipan “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena dia hidup di zamannya bukan di zamanmu”. Implikasinya adalah, dalam menjalankan profesi sebagai pendidik, pemahaman tentang kebutuhan sesuai perubahan zaman sangatlah penting. Dalam konteks abad 21, mengutip pendapat Alvin Toffler dalam bukunya Future Shock, buta huruf pada abad 21 bukanlah mereka yang tidak dapat membaca dan menulis, tetapi yang tidak bisa “learn, unlearn, and relearn”. “Jika apa yang telah kita pelajari di sini dan Anda bawa pulang seolah-olah ilmu yang paten, tidak mau meninggalkan ilmu pengetahuan itu, dan mempelajari pengetahuan baru, itulah orang-orang yang buta huruf yang akan tertinggal di abad 21 ini. Karena pada dasarnya imu pengetahuan itu berkembang dan belajar itu sepanjang hayat,” tegas Prof Yus. Tantangan yang akan dihadapi dunia Pendidikan di abad 21 ini memang kompleks. Oleh sebab itu, Prof. Yus menegaskan bahwa pendidik harus membekali diri dengan keterampilan mengajar berbasis Problem Based Learning atau Project Based Learning. Endang Poerwanti, sebagi pemateri kedua, mengangkat topik “Inovasi Pembelajaran di Era Merdeka Belajar Era Society 5.0”. Dalam paparannya, Endang menjelaskan lebih dalam bahwa teknologi akan mendatangkan beribu-ribu kemudahan tanpa disadari manusia kehilangan kemampuan dan harkat kemanusiaannya. Teknologi ini juga memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam dunia Pendidikan, bahkan dihawatirkan dapat menggantikan profesi guru. Namun, menurut Endang, hal itu tidak akan terjadi. “Mungkin teaching dan coaching bisa saja digantikan oleh teknologi, tapi ketika sudah touching, sentuhan-sentuhan emosional, menumbuhkan sifat-sifat humanistik, itu yang menjadi tantangan dan tanggung jawab kita bersama sebagai guru. Jadi peran guru selamanya tidak akan tergantikan. Jangan khawatir!,” tegas dosen senior Prodi PGSD UMM itu. Selain itu, Endang juga menjelaskan bahwa era sekarang tantangan pendidikan semakin berat, kualitas dan kuantitas permasalahan juga semakin tinggi. “Kemudian juga tentang kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan kemampuan tentang humanity. Orang-orang yang humanis dimanapun akan bisa mengalahkan teknologi,” tutupnya. (*aff/fid)

Targetkan Akreditasi Internasional, Block Grant FKIP Didesain Berbasis Luaran dan Kemitraan

 Jum’at, 13 Mei 2022 01:45 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang—Dalam dua bulan terakhir, Prodi Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berhasil menyusul 3 Prodi lain di FKIP UMM meraih predikat “Akreditasi Unggul”. Dengan capaian ini, FKIP UMM mantap targetkan akreditasi internasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melaksanakan Block Grant Tahun 2021 berbasis luaran dan kemitraan. Dalam sosialisasi yang digelar Rabu (11/05), Dekan FKIP mengatakan, pelaksanaan Block Grand Tahun 2022 didesain untuk merespon dan mengakomodasi kebijakan yang sangat terkait keberadaan Prodi, UPPS, maupun universitas. Misalnya, kebijakan pemerintah terkait MBKM dan akreditasi, baik itu akreditasi nasional maupun internasional. “Saat ini akreditasi di FKIP sudah harus berpindah ke LAMDIK. Kita juga sedang berproses menyiapkan akreditasi internasional. Oleh karena itu, kegiatan penelitian dan pengabdian memang harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi di luar UMM dan diupayakan dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri,” terang Trisakti Handayani. Untuk memenuhi kriteria akreditasi tersebut, pelaksanaan penelitian dan pengabdian harus berorientasi pada luaran. Seperti, artikel jurnal, HaKI, dan publikasi lainnya. “Harapan kami output-nya bukan hanya laporan, tetapi juga produk-produk yang berorientasi pada akreditasi dan kenaikan jabatan akademik dosen,” tegas Trisakti. Wakil Dekan I, Sugiarti, menambahkan, block grant FKIP tahun 2022 juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pencapaian IKU. “Kebijakan universitas melalui BPMI mengatakan bahwa IKU dan IKT harus terintregasi dengan program penelitian dan pengabdian. Dengan demikian, melalui block grant ini, Prodi memiliki ruang untuk merealisasikan MoU yang telah dijalin bersama mitra,” terang Sugiarti. Sugiarti melanjutkan, komitmen FKIP untuk mengembangkan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur juga direalisasikan dalam kebijakan block grant FKIP 2021 ini. Kegiatan pengabdian diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan peningkatan kualitas 18 sekolah SMA/MA Muhamadiyah di Jawa Timur. “Terkait kemitraan dengan sekolah Muhammadiyah, program akan diarahkan pada dua kegiatan, yaitu peningkatan kualitas guru dan peningkatan keterampilan siswa,” ungkapnya. Bentuk penelitian dan pengabdian berbasis kemitraan ini secara teknis, dijelaskan oleh ketua Block Grant FKIP, yaitu dengan melibatkan 1 anggota dosen dari luar UMM. Mitra dosen ini berasal dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri yang telah bermitra dengan Prodi. “Jadi Prodi dapat melakukan pemetaan kegiatan penelitian dan pengabdian berdasarkan kepakaran dosen dan juga kemitraan yang telah dibangun Prodi,” jelas Siti Khoirulli Ummah selalu ketua. Di sisi lain, sebagai realisasi dari basis luaran, setiap penelitian dan pengabdian harus menghasilkan artikel yang dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi Sinta atau jurbal internasional terindeks. Luaran lainnya, sebagai implikasi pelibatan mahasiswa, adalah sertifikat bagi mahasiswa yang akan menjadi KUM dalam SKPI. “Selain sertifikat yang bisa dimasukkan ke SKPI, keterlibatan mahasiswa bisa dikonversi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) atau disebut PMM Mitra Dosen jika kegiatannya pengabdian. Bisa juga berupa laporan skripsi jika mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan penelitian. Sehingga, ada manfaat yang lebih besar untuk mahasiswa melalui kegiatan ini,” pungkasnya. (*fid)

Cerita Anna El-Bagiz, Lulusan Terbaik UMM yang Hoby Ikuti Kompetisi dan Olahraga Ekstrim

 Senin, 21 Maret 2022 13:11 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Anna  Ashry Savirah El-Bagiz berhasil mencatatkan namanya menjadi lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi (IP) sempurna dalam Wisuda Periode I, Kamis (17/03/2022). Tidak hanya dalam hal akademik, anak kelima dari tujuh bersaudara tersebut juga berprestasi dalam bidang olahraga yang digelutinya. Olahraga yang digeluti Anna bahkan cenderung ekstrim mulai dari jiu jutsu, parkur, memanah, sampai menembak. “Kegiatan olahraga itu memiliki jadwalnya masing-masing. Ketika di kampus saya mengikuti karate dan ketika libur kuliah saya fokus pada melatih dan mengembangkan jiu jutsu dan parkur. Untuk lari, memanah, dan menembak adalah kegiatan setiap tiga kali dalam seminggu selama libur kuliah, ” kata Anna. Selain aktif dalam bidang olah raga, Anna juga menjelaskan ketertarikannya dengan belajar bahasa asing. “Benar, saya sangat tertarik dengan belajar bahasa. Saat ini saya menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris, namun sedang mempelajari bahasa lainnya seperti Mandarin, Rusia, Jepang, dan Korea. Skripsi saya juga masih berhubungan dengan pembelajaran multibahasa, ” jelasnya. Ketertarikannya dengan belajar bahasa didasari oleh keinginannya untuk menjadi guru multibahasa pertama di kalimantan, khususnya di daerahnya asalnya Kutai Kartanegara. Mahasiswa angkatan 2018 tersebut aktif mengikuti Student Exchange luar negeri untuk mengembangkan potensi diri dan berinteraksi dengan orang asing yang budaya dan bahasanya berbeda. Anna juga menjelaskan bahwa banyak manfaat yang ia peroleh ketika mengikuti kegiatan tersebut mulai dari relasi baru, ilmu, leadership, making-decision, team-work, problem solving, presentation, dan negotiation. Selain itu, tidak banyak yang tahu, Anna juga seorang penghafal Al-Quran dengan 30 Juz dan saat ini sedang mengambil sanad kaidah atau sertifikat bagaimana bacaan Rasulullah. Ada beberapa tips yang diampaikan Anna, bagaimana ia bisa berproses dengan aktif kegiatan non-akademik tetapi juga bisa berprestasi di akademik. “tipsnya tidak ada yang terlalu sepesial, mungkin manajemen waktu yang paling penting, kemudian menentukan sekala prioritas, dan memahami kemampuan dan potensi diri, ” tuturnya. Anna juga menjelaskan rencana ke depannya setelah lulus, ia ingin meluangkan waktu dan mempersiapkan untuk melanjutkan program Pascasarjananya. “Rencananya, meluangkan waktu dengan menambah pengalaman, mengulang pelajaran, dan mempersiapkan untuk mendaftar S2 nantinya. Tidak mau terburu-buru mengejar pendidikan, takut persiapannya kurang dan nantinya menjadi tidak menikmati prosesnya, ” tutupnya.

10 Besar Penyelenggara PPG Nasional, PPG FKIP UMM Gelar Sumpah Profesi Bagi 2.143 Guru

 Minggu, 13 Maret 2022 22:01 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang−Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) mengukuhkan 2.143 peserta pendidikan profesi guru di aula GKB 4, Minggu (13/03/22). Usai diwisuda dan diambil sumpahnya, guru-guru profesional ini siap mengabdikan diri dalam mengantarkan generasi bangsa menjadi generasi unggul 2045. Pengukuhan dan pengambilan sumpah dilakukan Rektor UMM Dr Fauzan M.Pd yang diikuti seluruh peserta PPG daring maupun luring. Sebanyak 184 peserta mengikuti kegiatan secara luring dengan protokol Kesehatan ketat. Adapun sisanya mengikuti secara daring melalui platform Zoom. Sebelum laksanakan prosesi sumpah profesi, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. H. Fauzan, M.Pd., mengucapkan selamat atas keberhasilan para mahasiswa PPG dalam menempuh Pendidikan profesi guru. Ia berharap, bekal yang telah diperoleh di UMM bisa menjadi bekal dalam melakukan perubahan dalam dunia Pendidikan. “Mudah-mudahan capaian ini menjadi bukti kongkret yang akan bisa kita jadikan sebagai dasar utuk melakukan perubahan orientasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik,” katanya. Fauzan menambahkan, saat ini Indonesia memasuki era bonus demografi karena anak-anak usia produktif jumlahnya jauh lebih besar daripada usia tidak produktif. Dunia Pendidikan harus menangkap ini sebagai sebuah peluang dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Tentu ini hanya bisa terwujud melalui pembelajaran yang bermakna, dari guru-guru profesional yang kreatif, inovatif, dan visioner. “Keberadaan guru profesional memiliki posisi urgen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Oleh karenanya, pemerintah memiliki kebijakan Pendidikan Profesi Guru ini yang pada prinsipnya menginginkan guru-guru professional yang memiliki tanggung jawab agar anak-anak bisa hidup di masanya,” tandas Fauzan. Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari Dirjen GTK Kemendikbud Ristek, Dr. Iwan Syahril, PhD. “Apresiasi tinggi  kepada civitas akademika UMM yang telah memfasilitasi dan memastikan para calon pendidik Indonesia mendapat yang terbaik dalam bidang keilmuan. Semoga selanjutnya UMM akan terus menghadirkan calon-calon pendidik masa depan yang mempunyai semangat dan daya juang dalam menjalani profesi mereka. Mari kita terus bergotong-royong dalam memajukan Pendidikan di Indonesia,” ungkapnya. Harus Ikuti Pembelajaran Daring Penuh dan UKM-PPG Untuk bisa dinyatakan sebagai pendidik professional, para mahasiswa PPG harus melalui perjuangan panjang. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M mengatakan sebelum dinyatakan lulus, peserta PPG daljab dan prajab telah menempuh pendidikan selama 3 bulan PPG untuk daljab dan 1 tahun (2 semester) untuk prajab. Mereka harus menempuh pembelajaran selama tiga bulan untuk PPG Dalam Jabatan (PPG Daljab) dan satu tahun untuk PPG Prajabatan (PPG Prajab) yang dilaksanakan secara daring penuh. “Di sini, mahasiswa mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni pendalaman materi profesional dan pedagogik, analisis materi ajar, penyusunan perangkat pembelajaran, dan praktik pengalaman lapang di sekolah asal masing-masing,” ungkap Trisakti. Setelah memenuhi kelima tahapan itu, mahasiswa harus mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKM-PPG). Ada dua bentuk ujian ini, yakni Uji Pengetahuan (UP) dan Uji Kinerja (UKin). Dalam UP, mahasiswa diuji secara teoretis melalui soal-soal tertulis pada konten pedagodi, professional, dan kepribadian. Sementara itu, dalam UKin, mahasiswa diuji praktik mengajarnya melalui dokumen RPP, video praktik mengajar, dan portofolio kegiatan penunjang profesi. Mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik bila memenuhi passing grade 70. Pada akhirnya, Trisakti berharap para lulusan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperolehnya dengan melaksanakan pembelajaran abad 21, pembelajaran HOTs (Higher Order Thinking Skills), TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), dan IBA (Inquiry Based Activities). “Guru harus bisa mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan teknologi,” pungkas dekan FKIP yang juga menjadi koordinator Program PPG UMM ini. 10 Besar Tingkat Nasional Seperti tahun sebelumnya, Prodi PPG FKIP UMM mendulang prestasi. PPG UMM masuk ke dalam 10 besar LPTK dengan jumlah mahasiswa terbanyak, tepatnya pada peringkat sembilan. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenristekdikti mempercayakan 1.965 mahasiswa yang terbagi dalam emepat tahap. Adapun Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama mempercayakan 300 mahasiswa yang terbagi dalam dua gelombang. Dari jumlah tersebut, ditambahkan dengan retaker (mahasiswa mengikuti ujian ulang), tercatatat 2.143 mahasiswa PPG Daljab dan PPG Prajab dari dua kementerian yang berasal dari 30 provinsi dan 285 kabupaten/kota itu dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik. Mereka berasal dari berbagai bidang studi, yakni PGSD (10 mahasiswa PPG Prajab, 1.655 mahasiswa PPG Daljab Kemdikbudristek), Pendidikan Matematika (6 Mahasiswa), Pendidikan Bahasa Indonesia (7 Mahasiswa PPG Daljab Kemendikburristek dan 44 mahasiswa PPG Daljab Kemenag), Pendidikan Bahasa Inggris (75 Mahasiswa PPG Daljab Kemendikbudristek dan 153 PPG Daljab Kemenag), PPKn (27 mahasiswa PPG Daljab Kemendikbudristek), Agribisnis Produksi Tanaman (52 Mahasiswa PPG Daljab Kemendikbudristek), Perikanan (55 Mahasiswa PPG Daljab Kemendikbudristek), dan Keperawatan (59 Mahasiswa PPG Daljab Kemendikbudristek). (*fid)

Kisah Iim Khoriah, Penulis Novel Thalassophobia dengan 1,38 Juta Pembaca di Wattpad

Jum’at, 11 Maret 2022 00:12 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG- Dituntut adptatif di era yang serba digital seperti sekrang ini tentu bukan hal yang mudah. Iim Khoiria, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM mungkin termasuk yang mampu beradaptasi dengan era sekarang. Hal tersebut ia tunjukkan melalui karya-karyanya berupa novel yang ia tulis dalam platform digital Multinasional Dreame. Selain kemampuannya beradaptasi, mahasiswa yang akrab dengan panggilan Mbak Iim tersebut juga menyampaikan bahwa beberapa mata kuliah yang ia tempuh di Prodi PBI UMM sangat membantunya untuk menghasilkan karya berupa novel tersebut. Ia juga mengatakan bahwa dirinya mulai tertarik dengan bidang menulis sejak duduk di bangku SMP. Mulai produktif menulis sejak tahun 2018, mahasiswa angkatan 2016 tersebut mulai menerbitkan novel digital pertamanya yang berjudul “Amira Azzahra”. Iim juga menyebutkan ada beberapa kendala ketika menulis salah satunya adalah kesulitan dalam menentukan letak kemenarikan cerita. “hal yang paling sering membuat saya kesulitan adalah menentukan suspense cerita agar menarik, merangkai cliefhanger diakhir part, menyeimbangkan dialog dan narasi di dalam satu chapter agar pembaca tidak mudah bosan,” jelasnya. Namun kendala tersebut tak membuatnya menyerah, hingga pada tahun 2020 ia berhasil membuat novel berjudul Thalassophobia. Novel tersebut menjadi novel paling booming, dengan dibaca oleh 1,38 Juta orang di wattpad serta mendapatkan vote 110 ribu vote. “Sebenarnya Thalassophobia pernah ditawari 20 lebih penerbit indie dan semi mayor, tapi saat itu saya belum bisa menerimanya karena ada kendala dalam menulis di tahun 2021, jadi saya tidak bisa menerima tawaran kerjasama tersebut,” lanjutnya. Thalassophobia sendiri adalah novel yang mengangkat kisah seorang perempuan pengidap Thalassophobia (Ketakutan berlebih terhadap laut lepas). Perempuan dalam novel ini mengidap Thalassophobia karena traumanya di masa kecil. Ayahnya pernah hampir membunuhnya di laut saat bertengkar dengan Ibunya. Di dalam novel ini, kehidupan sosok Ayana sangat terombang ambing dalam hal hidup, mati, dan percintaannya sekaligus bersama seorang dokter spesialis syaraf. Setelah viral dengan novelnya yang berjudul Thalassophobia tersebut, pada tahun 2021 menjadi salah satu editor akuisisi di salah satu platform digital Goodnovel yang berasal dari Singapore. “Sewaktu menjadi editor dan memegang puluhan penulis di Goodnovel, materi sewaktu kuliah benar-benar membantu saya dalam bekerja untuk mewadahi penulis lain. Mulai dari mata kuliah menulis kreatif, sintaksis, morfologi dan hampir semua mata kuliah sangat berguna untuk pegangan saya dalam menulis novel ataupun menjadi seorang editor,” tutupnya dalam proses wawancara dengan tim PBI UMM.

Penutupan Student Day FKIP UMM 2021, Penguatan Karakter dan Optimalisasi Potensi Untuk Meraih Prestasi

 Selasa, 08 Maret 2022 23:54 WIB    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Membuka awal bulan dengan melaksanakan kegiatan penutupan Student Day, Sabtu, (05/03/22). Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Karakter dan Optimalisasi Potensi Untuk Meraih Prestasi” tersebut dilaksanakan secara daring melalui kanal Youtube FKIP UMM. Student Day merupakan bentuk komitmen UMM dalam menumbuhkan mentalistas mahasiswa yang tangguh dalam segala lini, baik inteletualitas maupun secara bakat, minat, dan kegemaran. Dalam sambutannya, Trisakti Handayani, M.M selaku dekan FKIP UMM menjelaskan bahwa dalam kondisi apapun mahasiswa harus tetap berusaha menggapai mimpinya termasuk pada kondisi pandemi seperti sekarang ini. “Kegiatan Student Day ini dalam ram rangka memfasilitasi mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi, maka jangan sia-siakan kesempatan ini. Galih potensi yang ada dalam diri masing-masing, karena masa depan bangsa ini ada di pundak kalian. Oleh karena itu, saya kira dunia ini akan tergantung pada kalian, ” lanjut Trisakti di hadapan para peserta Studen Day FKIP UMM. Tidak hanya itu, Student Day ini merupakan kegiatan yang memiliki tujuan untuk menumbuhkembangkan sikap akademis, kreatif, inovatif, tentu dilandasi dengan moral yang tinggi. Kemudian, yang tidak kalah penting adalah untuk mengeksplorasi potensi mahasiswa baru yang memiliki berbagai macam prestasi baik di bidang kulikulier, ko-kulikuler, maupun ekstrakulikuler, melalui kegiatan yang terencana dan terukur. Kegiatan penutupan Student Day tersebut juga menghadirkan beberpa narasumber untuk memberikan materi serta menumbuhkan motivasi bagi mahasiswa baru FKIP UMM. Dibuka dengan presentasi tim PKM lolos Pimnas dengan judul “Pelatihan Batik Celup Sebagai Upaya Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Aisyiyah Dinoyo dalam Pembentukan Karakter Wirausaha” yang diketuai oleh Siti Mariyatul Fitriah. Kemudian juga ada penyampaian materi oleh pakar pendidikan, Arif Bawana Surya. Kegiatan tersebut juga ditutup oleh wakil dekan tiga FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, S.Pd., M.Ed., Ph.D. “Harapanya dengan adanya kegiatan Studen Day ini, nantinya akan ada regenerasi mahasiswa-mahasiswa berprestasi khususnya di FKIP UMM ini. Nantinya akan ada delegasi-delegasi yang akan dikirim dalam berbagai bidang PKM yang ada,” tutupnya.