Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM Perkuat Kerjasama melalui Bench Marking dengan UNSOED dan UAD

Senin, 25 Oktober 2021 02:44 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Selama sepekan ini (18-25/10/2021), rombongan dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM tiba di kampus salah satu PTN-BU terbesar di Jawa Tengah yaitu Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) yang terletak di Kota Purwokerto. Rombongan yang diketuai oleh Drs. Nurwidodo, M.Kes membawa misi besar dalam kegiatan bench marking ini, yaitu untuk dapat belajar dan memperkuat implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada Fakultas Biologi (FaBio) UNSOED yang memang telah lebih dahulu menerapkannya. Dekan FaBio UNSOED dan jajaran wakil dekan, kaprodi serta kepala laboratorium menyambut dengan sangat antusias. Dr. Dwi Nugroho, M.S selaku Dekan Fakultas Biologi sangat mengapresiasi Langkah tim Center of Excellence (CoE) Prodi Pendidikan Biologi UMM ini, karena dirasa sangat penting sinergitas antar perguruan tinggi dalam langkah mewujudkan keterlaksanaan program MBKM saat ini. “Kegiatan ini menjadi Langkah awal yang strategis antara Fakultas Biologi UNSOED dan Pendidikan Biologi FKIP UMM dalam merancang kegiatan MBKM, tidak menutup kemungkinan kedepannya bukan hanya kegiatan pertukaran pelajar saja yang dapat terimplementasikan, namun pertukaran dosen dan join research juga dapat terlaksana” Pungkas Dekan sekaligus Dosen ahli Biologi Lingkungan ini. Di hari berikutnya tim CoE Prodi Pendidikan Biologi melanjutkan kegiatan Bench Marking dengan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah Terbaik yaitu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Yogyakarta. Sambutan hangat juga diberikan oleh Dekan dan Wakil dekan Fakultas Sains Teknologi Terapan (FAST) serta Kaprodi dan sekprodi Biologi. Dalam sambutan Dekan FAST UAD Bapak Imam Azhari S.Si., M.CS menyampaikan bahwa “penguatan Kerjasama antar perguruan tinggi Muhammadiyah sangat penting untuk dilakukan demi meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan kita, selain itu hikmah pandemi salah satunya adalah kegiatan saat ini tidak terbatas ruang, sehingga lebih memungkinkan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan MBKM Bersama (UAD dan UMM). Rangkaian kegiatan Bench Marking terdiri atas kegiatan kuliah tamu yang disampaikan oleh perwakilan dosen Prodi Pendidikan Biolog UMM, Audiensi implementasi MBKM, dan Kunjungan Laboraturium. Kegiatan Kuliah tamu di UNSOED diisi oleh ibu Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd yang menyampaikan terkait hasil penelitiannya terkait literasi dan pengembangannya kearah kurikulum berbasis Outcome. Sedangkan, pada kuliah tamu di UAD diisi diskusi tentang kacang koro (Dolichos lablab. L) dan potensinya sebagai produk nutraceutical oleh ibu Dr. Elly Purwanti, M.P. Selain itu, salah satu kegiatan yang menarik lainnya adalah kunjungan Laboratorium baik di UNSOED dan UAD. Kepala Laboraturium Biologi UMM Ibu Dr. Yuni Pantiwati, merasa sangat senang dan mendapatkan banyak pengetahuan tambahan tentang manajemen laboraturium, salah satunya adalah dengan adanya fasilitas laboraturium pembelajaran (untuk praktikum) yang terpisah dengan laboraturium riset (untuk penelitian). “Kedepannya kita akan mencoba menata dan mengimplementasikan apa yang sudah kita dapatkan dari UNSOED dan UAD tentang tata Kelola laboraturium untuk meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja nantinya.” pungkasnya. Kegiatan Bench marking ke FaBio Unsoed dan juga FAST UAD ini merupakan salah satu implementasi kegiatan dalam Perjanjian Kerjasama dengan FKIP UMM. Setidaknya telah terdapat enam orang mahasiswa dari Pendidikan Biologi UMM yang melaksanakan pertukaran pelajar dan mengambil mata kuliah di Fakultas Biologi UNSOED dan Prodi Biologi FAST UAD dan begitu pula sebaliknya. Kegiatan Bench marking oleh tim CoE Pendidikan Biologi FKIP UMM setidaknya mengahsilkan beberapa kesepakatan baik dengan FaBio UNSOED dan FAST UAD yakni terkait dengan keberlanjutan program pertukaran pelajar antar institusi, implementasi pertukaran dosen baik secara daring dan luring, kegiatan penelitian bersama dengan luaran publikasi ilmiah berupa artikel yang terpublikasi di jurnal terindeks, serta pengabdian masyarakat yang dilaksankan bersama. Selain itu Prodi Pendidikan Biologi yang diwakili oleh Kaprodi ibu Dr. Iin Hindun, M.Kes secara langsung menyampaikan ajakan kerjasama sebagai Host dalam acara seminar Nasional Prodi Pendidikan Biologi UMM yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 6 November 2021. Respon yang hangat diberikan kedua institusi tersebut dengan menugaskan langsung para pemateri handal yang akan memaparkan hasil-hasil penelitiannya. Dekan Fakultas Biologi UNSOED merekomendasikan Prof. Dr. Agus Nuryanto, M.Si untuk berbagi ilmu terkait identifikasi hewan berbasis molekuler, sedangkan Dekan FAST UAD merekomendasikan seorang dosen sekaligus peneliti di bidang Biomedik Ibu Rita Maliza, Ph.D, untuk menyampaikan materi tentang prospek penelitian Biomedik pasca Pandemi Covid-19. (*ed: fid)
Dif-Able App, Alat Bantu Asistif Perkuliahan bagi Mahasiswa Disabilitas Karya PGSD UMM

Jum’at, 22 Oktober 2021 07:35 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Pendidikan saat ini menunjukkan kemajuan yang pesat seiring dengan perkembangan teknologi, terutama dengan adanya pandemi covid-19 ini. Keterbatasan aktivitas mendesak mengubah pola kebiasaan berbasis online. Hal ini terlihat jelas pada sisi edukasi perubahan dari pembelajaran luring menjadi pembelajaran daring. Terlihat dari pelaksanaan dan ujian berbasis online yang mulai diterapkan beberapa waktu ini. Perubahan tersebut tentunya sangat terasa juga bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan Dif-Able Apps. Dif-Able Apps merupakan salah satu bentuk inovasi untuk membantu mahasiswa difabel dalam melaksanaan proses perkuliahan. Pengembangan produk ini didanai oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam skema Hibah Inovasi Pembelajaran dan Teknologi Bantu (Teknologi Asistif) untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Perguruan Tinggi Tahun 2021. Pada pelaksanaanya, pengembangan program ini bermitraan dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sebagai bagian dari proses pengembangan, Prodi PGSD melaksanakan uji coba produk, Rabu (22/09/2021). Uji coba dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain UMM, LPPM UNESA, Tim relawan, dan mahasiswa dengan gangguan penglihatan (Tuna Netra) serta pendengaran (Tuna Rungu). Dilakukan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan LPPM UNESA yaitu Bapak Dr. Oce Wirawan, M.Kes. Inti acara ini adalah kegiatan ini adalah uji coba media yang dikembangkan dengan secara bersamaan sharing tentang kendala dalam penggunaan media. Arina Restian, M.Pd menyatakan bahwa media yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kemudahaan mahasiswa berkebutuhan khusus dalam menyelesaikan perkuliahan. “Dengan pelaksanaan uji coba media asistif ini bersifat sebagai alat bantu atau sarana penunjang dalam proses perkuliahan. Saat ini banyak sekali aplikasi penunjang proses pembelajaran. Tetapi aplikasi Dif-Able Apps ini memiliki perbedaan dibandingkan yang sudah ada. Salah satu kelebihan aplikasi ini yaitu user mampu berinteraksi langsung dengan fasilitator secara realtime melalui fitur yang tersedia. User dapat memanfaatkan aplikasi untuk layanan akademik skripsi, UTS, UAS, penugasan/praktik, dan layanan keluhan dengan memanfaatkan fitur chat yang sudah terintegrasi di apliasi. Selain itu fitur yang disediakan juga dikemas dalam fitur audio dan teks dalam aplikasi. Sehingga, user terutama tuna netra dapat memanfaatkan fitur ini dengan mudah dan praktis. “Alhamdulillah ada respon yang sangat baik dari pengguna terhadap media yang dikembangkan. Prinsipnya, media ini dapat membantu dalam kebutuhan proses perkuliahan terutama dalam masa pandemi saat ini,” tutup Arina. (*ed: fid)
Perkuat Pembelajaran Berbasis Teknologi, Dosen PGSD UMM Launching Aplikasi Cerita Anak Berbasis PPK

Minggu, 12 September 2021 07:03 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) me-launching aplikasi android cerita anak berbasis Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kamis (09/08/2021). Aplikasi ini digagas Murtyas Galuh Danawati, M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd. Ketua tim, Murtyas Galuh Danawati, menuturkan lahirnya aplikasi android ini berawal dari kegiatan penelitian. Melihat potensi dan urgensi dari aplikasi ini, tim pun mendiseminasikannya dalam kegiatan pengabdian di SD/MI Kabupaten Malang. “Aplikasi ini berangkat dari spirit optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi,” tutur Murtyas. Saat ini, aplikasi ini sudah dapat diakses melalui playstore. Terdiri tujuh fitur yang ada di dalamnya, yakni pretes, materi, kurikulum, permainan TTS, evaluasi, hasil, dan umpan balik. Menariknya lagi, aplikasi android ini berisi kumpulan cerita anak berbasis penguatan pendidikan karakter yang meliputi nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Launching aplikasi android cerita anak berbasis Penguatan Pendidikan Karakter ini merupakan puncak dari agenda pengabdian dosen. Digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, acara dihadiri oleh perwakilan guru SD Muhammadiyah 1 Kepanjen, SD Muhammadiyah 2 Sumberpucung, SD Muhammadiyah 3 Tumpang, SD Muhammadiyah 6 Lawang, SD Muhammadiyah 7 Wajak, SD Muhammadiyah 8 Dau, MI Muhammadiyah 9 Tajinan, dan SD Muhammadiyah 10 Pagak. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi “Optimalisasi Pembelajaran Tematik Menggunakan Aplikasi Android Cerita Anak” oleh Innany Mukhlishina, M.Pd. Dalam kesempatan ini, Inany menjelaskan pentingnya penggunaan aplikasi sebagai media pembelajadan di masa pandemi. “Di masa pandemi ini, kreativitas dan kecakapan dalam menggunakan teknologi menjadi nafas utama pendidikan. Sejalan dengan itu, aplikasi android ini dapat dijadikan sebagai bagian dari media pembelajaran berbasis teknologi untuk mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi ini,” pungkas Inany. Materi selanjutnya disampaikan oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd, M.Pd terkait pengenalan menu dan fitur-fitur aplikasi android cerita anak berbasis PPK. Arinta membahas lebih dalam terkait isi dari setiap menu dan fitur pada aplikasi yang disesuaikan dengan RPP pada kelas IV. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan praktik penggunaan aplikasi android cerita anak berbasis PPK bersama Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd. Setiap peserta dibimbing mulai dari download aplikasi di playstore hingga menggunakan setiap menu dan fitur dalam aplikasi android. “Harapannya, melalui aplikasi android cerita anak berbasis PPK ini siswa dan guru dapat mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (*Ed:fid)
Pesmaba Daring-Luring, FKIP Usung Visi Semangat Pendidikan Era Digital

Kamis, 23 September 2021 19:44 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Indonesia belum pulih dari pandemi covid 19 yang berdampak pada segala lini, termasuk kegiatan perkuliahan. Namun, hal itu bukan menjadi penghalang besar untuk tetap melaksanakan kegiatan perkuliahan secara optimal. Dalam memulai tahun ajaran baru 2021/2022, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA). Sama seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini masih dilakukan secara daring dan luring. Dari sebanyak 426 Mahasiswa baru FKIP UMM yang mengikuti hari pertama pesmaba, 376 peserta daring dan 50 peserta luring. Kegiatan dilaksanakan di theater room dome dan room zoom meeting. Para peserta yang hadir secara luring harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat yang diberlakukan oleh panitia, bahkan juga harus menyertakan surat vaksin. Pesmaba hari pertama, dihadiri oleh jajaran dekanat serta kepala prodi di lingkungan FKIP UMM. Pada kesempatan kali ini, dekan FKIP, Dr. Poncojari Wahyono, membuka kegiatan PESMABA fakultas dan memperkenalkan jajarannya kepada para mahasiswa baru secara langsung. Dekan FKIP juga membagikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk bisa memanfaatkan waktu dengan baik sebagai mahasiswa. “Saudara sekalian, kehidupan di perguruan tinggi berbeda dengan SMA, terutama kemandirian, baik dalam mencari informasi dan keikutsertaan dalam dunia penelitian. Manfaatkan waktu dengan baik agar saudara bisa menyiapkan diri untuk persaingan di masa depan,” jelas Dr. Poncojari Wahyono. Selaras dengan tema yang diangkat dalam kegitatan pesmaba “Reinforcing the Spirit of Education in the Digitalized Era”, Dekan FKIP memberikan semangat dan motivasi kepada mahasiswa baru yang saat ini tumbuh di masa digital untuk menuju pendidik profesional abad 21. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki keaktifan mahasiswa di bidang kurikuler maupun ekstrakurikuler agar dapat menjadikan lulusan yang membawa perubahan baru. “Ikut organisasi itu penting, untuk melatih kemadirian, ketangguhan fisik, ketangguhan berpikir, ketangguhan emosi dan saudara juga bisa menyiapkan diri di kompetisi yang akan datang. Saudara yang menjadi generasi penerus sebagai calon pendidik harus memperdalam keilmuan karena sebagai sarjana diharapkan untuk bisa mencari ilmu dan menciptakan ilmu,” imbuhnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan struktural pejabat di lingkungan FKIP. Kemudian, peserta pesmaba disuguhkan dengan video safari FKIP UMM yang menjelaskan tentang berbagai macam fasilitas yang ada di FKIP UMM. Mahasiswa baru juga diberi pengenalan lebih dalam mengenai bidang akademik oleh wakil dekan 1, bidang keuangan oleh wakil dekan 2, dan bidang kemahasiswaan oleh wakil dekan 3. Tak hanya kegiatan formal, dalam acara pesmaba hari pertama ini para mahasiswa baru juga disuguhi hiburan, yaitu penampilan akustik. (*rfl/fid)
Kreasi Tumbler Bernuansa Budaya Madura yang Stylish dan Ramah Lingkungan Rancangan Mahasiswa FKIP UMM

Rabu, 01 September 2021 03:41 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan foto: Rudi (ketua kelompok) menunjukkan Tumbler Pacenan Malang-Tak mudah terurai membuat limbah plastik menjadi ancaman menakutkan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Oleh karenanya, beberapa tahun belakangan banyak yang menyuarakan untuk mengurangi penggunaan botol minum berbahan plastik dan menggantinya dengan tumbler. Salah satunya adalah Rudi, Windi Erica Sari, Tri Febriana, dan Zulfiyah Diyana Putri. “Sudah saatnya kita menjadikan tumbler sebagai bagian dari life style. Ini mendesak untuk dilakukan demi menjaga lingkungan,” ungkap Rudi. Perhatian Rudi dan teman-temannya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada pelestarian bahasa dan budaya Madura. Setidaknya, ada dua permasalahan yang dihadapi saat ini, yaitu menurunnya penggunaan bahasa Madura dan nilai-nilai kearifan lokal Madura. Karena itu, di bawah bimbingan Fida Pangesti, S.Pd., M.A., keempat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang ini berinovasi dengan memproduksi tumbler pacenan. “Kami menggabungkan unsur modern dan tradisional. Modern dari spesifikasi bahan serta proses produksinya, dan tradisional dari desain yang mencantumkan peribahasa Madura beserta artinya. Mengapa peribahasa? Karena dalam peribahasa tertuang nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari penanaman nilai karakter,” terang Rudi. Tumbler pacenan menggunakan bahan stainless steel dengan ketahanan suhu kurang lebih 8 jam. Menariknya, tumbler ini dilengkapi dengan LED pengukur suhu, sehingga bisa diketahui berapa suhu air yang ada di dalamnya. Peribahasa Madura dicetak dengan menggunakan teknik printing UV dan grafis laser. “Selain itu, sebagai bagian dari visi edukasi, tumbler ini juga dilengkapi dengan barcode yang terhubung ke website. Di website ini, kami memasukkan berbagai informasi tentang bahasa dan budaya Madura,” lanjut Rudi sebagai ketua kelompok. Foto: Tumbler Pacenan dipasarkan offline di Cafe mitra Karya inovatif ini adalah karya yang menjadi Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dengan adanya tumbler ini, diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik, melestarikan bahasa Madura, dan memberikan edukasi nilai-nilai karakter Madura bagi generasi penerus bangsa. Ke depan, produk ini akan terus dikembangkan melalui penambahan fitur GPS dan memperluas varian produk seperti kaos bernuansa kearifan lokal Madura. Dengan begitu, keberadaan Tumbler Pacenan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal, baik pada aspek lingkungan, pendidikan, budaya, maupun ekonomi. (*rof/fid)
Berkomitmen dalam Pengembangan Profesionalisme Guru, FKIP UMM Gelar Konferensi Internasional

Rabu, 18 Agustus 2021 14:31 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan FKIP memberikan sambutan Malang–Menyambut dies natalis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-57, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengadakan kegiatan seminar internasional “International Conference on Education, Teacher Training, and Professional Development (ICE-TPD)”, (Rabu, 18/08/2021). Kali ini, tema yang diusung adalah “Global Inspiration of Teacher Professional Development”. Guru merupakan pendidik yang memiliki pengaruh signifikan pada pembentukan sumberdaya manusia dalam aspek kognitif, afektif maupun keterampilan. Hal ini tentunya menuntut pendidik yang profesional agar kualitas penyelenggaraan pendidikan benar-benar berperan optimal. Oleh sebab itu, saat ini, guru dituntut agar terus mengembangkan dirinya untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk menghadapi tantangan di era yang serba modern. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes., menyatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk menjadi wahana bagi berbagai pihak untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam mengembangkan profesionalisme guru. “Seminar Internasional ini diselenggarakan untuk menyediakan wadah berbagi pengalaman dan keilmuan antara peneliti, pendidik profesional, perumus kebijakan pendidikan, dan praktisi pendidikan dari sejumlah wilayah di Indonesia dan dunia, untuk mendiskusikan berbagai tema. Tema-tema tersebut mencakup kerangka pengembangan terbaru, isu terbaru, tantangan, teori, serta praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas guru. Bersinergi secara kolaboratif, penyiapan pendidik profesional, peningkatan kualitas instruksional, dan pemersiapan guru profesional adalah sejumlah tujuan yang disarikan dari seminar internasional kita pada hari ini,” pungkasnya. Mendukung tema seminar internasional ini, ada empat pembicara andal yang dihadirkan. Keempat pembicara tersebut yakni Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd (UNESA), Assoc. Prof. Tony Loughland (University of New South Wales, Australia), Dr. Norhaida Aman (National Institute of Education, Singapore), dan Prof. Ana Mansilla Pérez (Universitas Murcia, Spanyol). Dalam konteks pendidikan global, Dr. Noraida Aman menggarisbawahi pentingnya pemahaman guru tentang pengetahuan pedagogis dalam menciptakan pembelajaran abad-21. “Menjadi guru profesional tidak harus paham apa materi yg harus dipahami siswa (content knowledge), tetapi juga tahu bagaimana cara menyampaikan materi tersebut (pedagogical knowlegde), sehingga dalam pengembangan professionalisme guru pedagogical content knowledge menjadi hal yang sangat penting dan utama,” ungkap dosen dengan bidang keahlian language acquisition dan literasi anak usia dini ini. Menguatkan paparan Noraida, Prof. Dr. Muchlas Amani menjelaskan pentingnya teknologi dan kolaborasi dalam pengembangan profesionalisme guru. Pendidikan harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perkembangannya, karena saat ini keterampilan berbasis teknologi menjadi keterampilan utama yg dibutuhkan. “Untuk menyiapkan guru di era digital ini perlu melakukan kolaborasi penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan atau C-NAR (Collaboration Nested Action Research),” terang guru besar bidang manajemen pendidikan yang juga menjabat sebagai panitia nasional uji kompetensi Pendidikan Profesi Guru pada tahun 2017-2019 ini. Lebih lanjut, secara khusus Prof. Dr. Ana Mansilla Perez membahas strategi pengembangan profesionalisme guru. Menurutnya, pengembangan profesionalisme guru berhubungan erat dengan praktik mengajar yg berbasis student-oriented. Dengan demikian, inovasi dan inspirasi adalah dua hal krusial untuk meningkatkan profesionalisme guru. “Di sini, kegiatan pelatihan dan seminar untuk guru juga menjadi salah satu jalan agar guru selalu up to date terhadap perkembangan metode pengajaran yang efektif,” pungkasnya. Menguatkan paparan Prof. Ana, Prof Tony menjelaskan empat prinsip program pengembangan profesionalisme guru yang gefektif. “Prinsipnya, program pengembangan profesionalisme harus didesain on site atau fokus pada masalah yg ada, berfokus pada siswa, memerlukan usaha kolektif, dan harus ada koherensi tindakan berdasarkan teori dengan implementasinya,” tegas ahli pembelajaran profesional guru ini. Di samping itu, kegiatan seminar internasional ini juga terdapat tiga sesi pararel yang mewadai pemikiran sembilan doktor baru di FKIP UMM. Mengangkat tema “Enhancing Bahasa Indonesia Teacher Professionalism in Responding to Globalization”, sesi paralel satu menghadirkan Dr. Fauzan, M.Pd., Dr. Ajang Budiman, M.Si., dan Dr. Joko Widodo, M.Si. Sesi pararel 2 mengangkat tema “Fostering Social dan Personality Competence of Teachers” dengan pembicara Dr. Nurbani Yusuf, M.Si., Dr. Budiono, M.Si., dan Dr. Fardini Sabilaj, M.Si. Adapun sesi pararel 3 mengangkat tema “Reinforcing Teacher Pedagogic Skill in Answering Global Challenges” dengan pemateri Dr. Endang Purwanti, M.Pd., Dr. Atok Miftachul Huda, M.Pd., dan Dr. Lud Waluyo, M.Kes. “FKIP UMM juga selalu terinspirasi oleh pencapaian beberapa dosen yang telah menyelesaikan studi doktornya untuk ikut serta mendiseminasikan keahlian dan bidang risetnya. Forum ini juga diselenggarakan untuk memberikan penghargaan atas pencapaian tersebut,” ungkap Poncojari. ICE-TPD ini diikuti oleh 658 lebih peserta yang terdiri mahasiswa, guru, dosen dan praktisi pendidikan. Antusiasme peserta ini menjadi capaian yang luar biasa mengingat ICE-TPD ini merupakan seminar internasional yang pertama diadakan di lingkungan FKIP, UMM. “FKIP UMM terus berkomitmen untuk menjadi institusi dengan semangat untuk terus mengembangkan pengetahuan dalam mengajar dan kiprah dalam dunia pendidikan. Usaha ini diwujudkan untuk memfasilitasi penyampaian gagasan, baik tertulis atau secara lisan, tentang pendidikan dan peningkatan profesionalisme guru” tambah Dekan FKIP UMM. Hasil penelitian yang diseminarkan pada ICE-TPD akan dimasukkan dalam prosiding ber-ISBN. Selanjunta naskah-naskah terpilih akan dipublikasi pada Jurnal Ilmiah Nasional yang terindeks SINTA. Menariknya lagi naskah terbaik akan dipandu untuk submit di Jurnal Ilmiah yang terindeks Scopus. Hal ini menjadi motivasi para peserta untuk memberikan sumbangsih terbaiknya di seminar internasional yang diadakan FKIP UMM ini. (*ed:fid)
Milad ke-14, PGSD UMM Launching 14 Buku Karya Mahasiswa dan Dosen

Minggu, 25 Juli 2021 08:34 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan program studi unggul yang telah berdiri sejak tahun 2007. Selama empat belas tahun PGSD berkomitmen untuk terus berkarya dan menjadi program studi yang siap Go Internasional. Pada tahun 2021, program studi PGSD FKIP UMM menyelenggarakan Milad PGSD ke-14. Milad PGSD ke-14 bertema “Budayaku Kebanggaanku” diawali dengan kegiatan penulisan karya buku oleh seluruh mahasiswa aktif PGSD FKIP UMM angkatan 2018, angkatan 2019, dan angkatan 2020. Adapun kegiatan puncak Milad PGSD ke-14 berupa launching buku dan talkshow bertema “Generasi Emas Produktivitas Pemimpin Masa Depan” sekaligus pembukaan Paksi Fest 2021, Sabtu, (24/07/2021). Kegiatan yang berlangsung melalui platform zoom dan youtube ini dihadiri oleh 131 peserta. Talkshow diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Milad PGSD Ke-14 yaitu Belinda Dewi Regina, S.Pd, M.Pd. Dalam sambutannya, Regina menyampaikan harapan agar Prodi PGSD FKIP UMM dapat menjadi prodi yang semakin terdepan dan unggul. Selanjutnya, opening speaker disampaikan oleh Arina Restian, S.Pd, M.Pd selaku Kaprodi PGSD UMM. Arina mengatakan, sebagai bagian dari spirit kampus merdeka, pada Milad PGSD Ke-14 ini mahasiswa PGSD FKIP UMM menghasilkan 14 karya buku ber-ISBN. “Ada 14 buku karya mahasiswa PGSD FKIP UMM yang berkolaborasi dengan dosen PGSD FKIP UMM. Isinya adalah tema-tema yang menjadi fokus pembelajaran pada program studi PGSD FKIP UMM,” jelas Arina Restian, Ketua Prodi PGSD. Judul-judul buku antara lain: Menuju Pendidik Profesional dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar, Pendidik Berkarakter Menuju Bidang Studi PPKn SD, Pentingnya Psikologi Pendidikan SD, Pendidik Multitasking Bidang Matematika SD, Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar, Pendidik IPS SD yang Memiliki Jiwa 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation), Pentingnya Pendidik Inklusi SD Masa Depan, Pembelajaran yang Bermakna IPA SD Menuju Pendidik Kreatif, Pendidik Tematik SD Berbasis PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif Menyenangkan, Gembira, dan Berbobot), Peran Guru dalam Literasi di Sekolah Dasar, Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Berbasis TPACK (Technological Pedagogical Kontent Knowledge), Pentingnya Pendidikan HOTS (Higher Order Thinking Skills) Menuju Era 5.0, Seni Budaya SD Menuju Pembelajaran IPTEKS, dan Pentingnya Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Internasional. Acara dilanjutkan dengan talkshow dengan pemateri Prof. Dr. Syamsul Arifin, M,Si selaku Wakil Rektor 1 UMM. Talkshow yang dimoderatori oleh Dr. Siti Fatimah Soenaryo, M.Pd sebagai dosen PGSD FKIP UMM ini membahas tentang kebijakan merdeka belajar di universitas. “Harapannya kreativitas dan inovasi mahasisiswa dapat terwadahi melalu kebijakan merdeka belajar,” tegas Syamsul.
PGSD FKIP UMM Kembali Gelar Workshop Media Pembelajaran, Kali ini Berbasis Local Wisdom

Kamis, 15 Juli 2021 18:35 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang - Menjadi penerima hibah Program Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSKI MBKM), Prodi Pendidikan PGSD FKIP UMM terus berinovasi. Salah satunya yaitu dengan menggelar Workshop Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal, Selasa (13/07/2021). Kegiatan yang digelar secara daring dan diikuti mahasiswa angkatan 2019 PGSD FKIP UMM ini secara khusus mendatangkan pakar media pembelajaran dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Almuntaqo Zainuddin, M.Pd. Kegiatan workshop diawali dengan sambutan Ketua Prodi PGSD UMM oleh Arina Restian, M.Pd. Dalam sambutannya, Arina menyatakan bahwa kegiatan workshop pembelajaran berbasis local wisdom merupakan wujud komitmen PGSD FKIP UMM dalam men-support kebijakan pemerintah dalam program MBKM. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas berpikir kritis dan actual mahasiswa. “Sekarang kita memang sudah memasuki dunia digital. Calon pendidik dituntut harus multi tasking dan bisa mengoperasikan media pembelajaran digital, namun dengan tetap tidak meninggalkan kekayaan kearifan lokal yang kita punya,” terangnya. Pembelajaran berbasis local wisdom pada dasarnya merupakan amanah Undang-undang Republik Indonesia, yaitu UU RI Nomor 20 tahun 2003 BAB XIV Pasal 50 ayat 5. Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan menengah, serta satuan pendidikan yang berbasis pendidikan lokal. Selain itu, Peraturan pemerintah yaitu PP Nomor 17 Tahun 2010 pasal 34, juga menyatakan bahwa Pendidikan berbasis keunggulan lokal adalah pendidikan yang diselenggarakan setelah memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan diperkaya dengan keunggulan kompetitif dan/atau komparatif daerah. Hal itulah yang ditegaskan di awal oleh pemateri, Amuntaqo Zain, M.Pd. Selanjutnya, Zain menjelaskan konsep dasar pembelajaran berbasis local wisdom “Pembelajaran berbasis local wisdom merupakan pembelajaran kontekstual yang dapat dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa dan nilai-nilai serta budaya di mana mereka tinggal,” terang Zain. Pada praktiknya, pembelajaran berbasis local wisdom diterapkan dengan mengikuti empat prosedur. Pertama, identifikasi keadaan dan potensi daerah untuk mengetahui potensi atau keberagaman yang berkembang di daerah tersebut untuk diintegrasikan dan digunakan dalam pelajaran. Kearifan lokal dapat ditinjau dari potensi alam daerah tersebut, kepercayaan, potensi sejarah, potensi budaya, dan lain sebagainya. Kedua, menentukan fungsi dan tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal sebagai batasan dan panduan. Ketiga, menentukan kriteria dan bahan kajian yang meliputi kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa, kesediaan sarana dan prasarana yang mendukung, tidak bertentangan dengan nilai luhur kearifan lokal yang ada serta kelayakan apabila diterapkan. “Terakhir, menyusun rencana pembelajaran. Langkah yang dapat dilakukan adalah penentuan topik keunggulan lokal yang dipilih sesuai kompetensi inti kompetensi dasar, dan indikator yang dikembangkan,” imbuhnya. Setelah menerima materi dan sesi diskusi yang sangat menarik tentang media pembelajaran berbasis local wisdom dalam kegiatan workshop yang dilakukan secara daring ini, diharapkan mahasiswa dapat merancang media pembelajaran berbasis kearifan local sesuai dengan lingkungan tempat tinggal masing-masing (*tyas/fid)
PG UMM Kokohkan Wawasan Kebangsaan Guru Lewat Stadium General Wawasan Kebangsaan

Minggu, 04 Juli 2021 20:09 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Foto: Komandan Pusdik Arhanud, Brigjen TNI Elman Nawendro, memaparkan materi Wawasan Kebangsaan Malang-Sebanyak 960 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prodi PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang ikuti stadium general wawasan kebangsaan yang digelar secara virtual, Minggu (04/07/2021). Mahasiswa PPG ini terdiri dari Program PPG Prajabatan Mandiri serta PPG Dalam Jabatan Angkatan I dan Angkatan 2 Tahun 2021 Kemendikbud. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin mengatakan, aktivitas ini sangat penting untuk dilakukan mengingat guru mengemban peranan vital dalam konteks nasionalisme di era globalisasi saat ini. “Saat ini, kita berada dalam era globalisasi 3.0 yang dipercepat dengan adanya revolusi industri 4.0. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Maka, di sinilah guru memerankan peranannya dalam konteks nasionalisme di era globalisasi ini,” terang Syamsul. Di akhir sambutannya, Syamsul memberikan apresiasi atas komitmen Prodi PPG FKIP dalam meningkatkan kapasitas para mahasiswa PPG yang notabenenya adalah seorang guru. “Apresiasi kepada Prodi PPG yang terus membina para peserta PPG untuk menjadi guru profesional demi kemaslahatan bangsa dan negara,” tutupnya. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni, Brigjen TNI Elman Nawendro, Dr. Poncojari Wahyono, dan Dr. Trisakti Handayani. Dalam paparannya, Brigjen TNI Elman Nawendro mengatakan, kondisi bangsa saat ini memiliki indikasi menurunnya wawasan kebangsaan yang ditandai dengan melemahnya pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap Pancasila dan nilai-nilai budaya Indonesia, adanya oknum penyelenggara negara dan masyarakat yang kurang peka dan peduli terhadap perkembangan sosial yang menyebabkan konflik, rendahnya ketahanan masyarakat terhadap pengaruh negatif globalisasi, dan melemahnya pewarisan serta implementasi budaya luhur bangsa. Upaya yang bisa dilakukan mengatasi kondisi itu adalah menanamkan konsep wawasan kebangsaan yang meliputi rasa kebangsaan, semangat kebangsaan, dan paham kebangsaan melalui pendidikan. “Pendidikan formal, informal, maupun nonformal yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan pemahaman atas nilai-nilai empat konsensus nasional,” terang Elman yang menjabat sebagai Komandan Pusdik Arhanud. Elman pun berpesan agar seluruh komponen masyarakat dapat bahu-membahu dalam memupuk rasa nasionalisme ini. “Seluruh komponen bangsa harus berperan aktif dan bekerja sama dengan cara yang sesuai dengan budaya bangsa dalam mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia dengan lebih mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan individu, kelompok, golongan, atau suku bangsa,” pungkasnya. Di sisi lain, Poncojari Wahyono secara spesifik menyoroti tentang internalisasi nilai wawasan kebangsaan dalam pendidikan di wilayah perbatasan. Dikatakan Ponco, kualitas SDM Indonesia terbilang rendah bila dibandingkan negara tetangga, khususnya di wilayah perbatasan. Upaya peningkatan kualitas SDM ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dengan cara melakukan internalisasi nilai wawasan kebangsaan di sekolah dari tingkat dasar sampau tingkat menengah. Ia pun mengajukan empat desain internalisasi nilai wawasan kebangsaan. “Upaya-upaya internalisasi nilai agama dan kebangsaan bisa dilakukan dengan langkah-langkah revitalisasi pendidikan dasar dan menengah, melakukan pengelolaan guru yang profesional, revitalisasi kurikulum dan ujian nasional, dan melakukan internalisasi nilai wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat melalui pelatihan,” jelas Dekan FKIP UMM. Secara khusus, Ponco menggarisbawahi bahwa wawasan kebangsaan bukanlah tugas dan tanggung jawab guru PPKn atau guru agama saja. “Ketika menjadi guru, wawaswan kebangsaan jangan diserahkan kepada guru PPKn atau Agama! Semua harus bertanggung jawab memasukkan wawasan kebangsaan mengarahkan peserta didik menginternalisasi wawaasan kebangsaan ini,” tegas Ponco. Tak kalah menarik, pemateri terakhir mengangkat topik “Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia dan Peran Guru Profesional dalam Mewujudkan Generasi Berkarakter”. Sejalan dengan tema yang diangkat, Trisakti mengupas ideologi Pancasila. Menurutnya, nilai-nilai karakter Pancasila berakar dari filosofi pendidikan karakter Ki Hajar Dewanatara yang dielaborasi menjadi 18 nilai-nilai karakter. “Namun, kristalisasi nilai-nilai Pancasila ini pada dasarnya mencakup lima nilai utama yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas,” jelas Trisakti. Masih menurut Trisakti, ada empat strategi pengembangan karakter Pancasila. Keempat strategi itu adalah penerapan dalam kurikuler, penerapan dalam bidang kokurikuler, penerapan dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan penerapan dalam bidang non-kurikuler. (*fid)
Jalankan Hibah Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM, PGSD UMM Gelar Lectures & Student Exchange

Sabtu, 03 Juli 2021 19:28 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang gelar Lectures & Student Exchange bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jum’at (2/7/2021). Kegiatan dilakukan secara daring dalam skema tiga mata kuliah, yaitu Perkembangan Peserta Didik, Pendidikan Inklusi, dan Pembelajaran Tematik. Pemateri ketiga Mata Kuliah yang diikuti mahasiswa angkatan 2019 dan angakatan 2020 ini merupakan dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Prodi PGSD UMM, Arina Restian, M.Pd. Arina menyatakan, mahasiswa akan mendapatkan ilmu tentang pendidikan inklusi, tematik, dan perkembangan peserta didik. Hal ini tak lepas dari misi mengantarkan mahasiswa PGSD UMM menjadi pakar dalam ketiga bidang tersebut. “Harapannya, kegiatan ini disambut positif oleh seluruh mahasiswa angkatan 2019 dan 2020 mengingat ilmu yang didapat hari ini dapat menyiapkan lulusan yang profesional, unggul, praktisi, dan siap menjadi akademisi serta terampil di masyarakat,” tutur Arina. Ketua program studi PGSD UMS, Nur Amalia, M. Teach turut menjadi pemateri utama dengan materi “Merancang a well-designed LKPD”. Menurutnya, implementasi lembar kerja peserta didik berorientasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) sangat diperlukan untuk bekal mahasiswa dalam menyusun inovasi LKPD. Apalagi dalam pembelajaran daring seperti saat ini. Inovasi agar peserta didik dapat belajar dengan baik di rumah sangat diperlukan. “Dengan adanya kegiatan ini saya berharap mahasiswa dapat menyusun LKPD yang sistematis sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mencapai tujuan pembelajarannya,” tandasnya. Kemasan kegiatan ini sangat interaktif dengan diselingi tanya jawab. Di awal kegiatan dilakukan kuis sederhana sebagai pengetahuan awal mahasiswa tentang LKPD. Penelusuran ini menggunakan kuis yang sangat menarik. Materi yang disuguhkan yaitu implementasi lembar kerja peserta didik berorientasi TPACK. Materi ini sangat diperlukan untuk bekal mahasiswa dalam menyusun inovasi LKPD. Dalam pembelajaran daring saat ini, diperlukan untuk bentuk inovasi agar peserta didik dapat belajar dengan baik di rumah. Setelah menerima materi yang sangat menarik tentang LKPD, mahasiswa diberi waktu untuk menyusun LKPD melalui live worksheet. Ada beberapa mahasiswa yang telah berhasil menyusun LKPD melalui live woksheet kemudian mempresentasikan hasilnya. Kegiatan ini juga dilengkapi link presensi melalui google form untuk merekap kehadiran peserta didik. Melalui kegiatan ini mahasiswa dibekali bagaimana menyusun LKPD yang sistematis, sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tercapai tujuan pembelajaran. Perkuliahan kedua mengangkat topik bahasan Pendidikan Inklusi dengan pemateri Dr. Minsih. Dalam paparannya, Minsih menjelaskan bahwa Pendidikan inklusi mulai diterapkan pada tahun 2010. Dalam hal ini, sistem pendidikan inklusi berbeda kegiatan dengan sekolah inkulusi. “Perbedaan yang disesuaikan situasi dan kondisi yang ada pada lingkungan di sekolah. Perbedaan meliputi tujuan, materi, proses dan evaluasi,” terangnya. Sebelum tahun 2010 wadah anak berkebutuhan khusus dikhususkan di sekolah khusus dengan nama “Sekolah SLB”, tetapi dengan adanya sekolah inklusi, anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah dengan anak regular. Dalam sesi tanya jawab, Minsih pun membagikan trik dan solusi mengahadapi problematika pada pelaksanaan pendidikan inklusi. Dimoderatori oleh Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd, perkuliahan Perkembangan Peserta Didik dengan tema “Kecerdasan Majemuk” disajikan oleh Dr. Murfiah Dewi Wulandari, M.Pd. Dalam kesempatan ini, Murfiah menggarisbawahi bahwa untuk kecerdasan majemuk dapat dikembangkan melalui kegiatan ektrakurikuler yang sesuai dengan kecerdasan masing-masing siswa. Selain itu, proses pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan karakteristik siswa yang berkaitan dengan kecerdasan. “Pembelajaran di sekolah dasar diajarkan secara tematik, sehingga dengan pembelajaran tematik ini juga dapat disajikan dengan model pembelajaran yang dapat mengembangkan kecerdasan majemuk,” pungkasnya. Sebagai penutup, Murfiah memberi tips kepada para mahasiswa terkait cara menghadapi perbedaan individu peserta didik. “Untuk terampil menghadapi perbedaan karakkteristik individu setiap anak di berbagai daerah, mahasiswa bisa mengikuti program-program terkait seperti kampus mengajar, KKN, magang dll,” jelasnya. Kegiatan Lecturer & Students Exchange ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam hibah Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi (KSKI) program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diterima oleh Prodi PGSD FKIP UMM. Dalam hibah ini, Prodi PGSD mengusung pengembangan kurikulum berbasis Local Wisdom melalui Niche Market. Dengan berfokus pada Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, IKU 2, IKU 5, IKU 6, dan IKU 7, program dielaborasi dalam lima kegiatan, yakni pertukaran mahasiswa, asistensi mengajar, penelitian dan pengabdian, workshop media digital assessment, dan workshop enterpreneurship berorientasi niche market. (*fid)