FKIP bersama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Gelar Audit Mutu Internal

Selasa, 29 Juni 2021 18:40 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya meningkatkan kualitasnya melalui audit mutu internal bagi seluruh prodi dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kegiatan ini dilaksanakan 16 Juni 2021. Kepala Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) UMM, Muslimin Machmud mengatakan, penjaminan mutu menjadi komponen yang menentukan pengelolaan Perguruan Tinggi (PT). Sebab itu, BPMI memiliki tugas untuk memastikan UMM sudah memenuhi seluruh standard yang ditentukan oleh negara. “Yakni Standard Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI),” katanya. Sebelum pelaksanaan audit, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan FKIP menyusun dokumen yang disebut dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain kebijakan mutu, manual mutu, standar mutu serta prosedur mutu. Keempatnya menjadi satu kesatuan yang harus disiapkan dan dilaksanakan. Hal ini diharapkan agar pengelolaan perguruan tinggi bisa berlangsung dengan lancar.
Jadi Lulusan Terbaik FKIP UMM, Lovie: “Harus Bisa Jadi Mahasiswa Berprestasi!”

Kamis, 24 Juni 2021 18:17 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Kecintaan pada dunia pendidikan mendorong Lovie Kartika Sari mengambil Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bidang ilmu untuk digeluti di perguruan tinggi. Sejak kecil, ia memang sudah bercita-cita menjadi pendidik. Maka dari itu, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diraihnya. Impian, kerja keras, dan konsistensi inilah yang berhasil mengantarkan Lovie Kartika Sari menjadi lulusan terbaik FKIP dengan IPK sempurna 4,00. “Sejak awal masuk bangku perkuliahan, sudah saya tanamkan dalam diri sendiri harus bisa menjadi mahasiswa berprestasi” ujar Lovie. Lovie menyadari betul bahwa prestasi tak sebatas akademik, sehingga ia tak hanya fokus belajar di kelas. Lovie pun aktif mengikuti organisasi, mulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), ELF, dan ESSCO. Bahkan, pada tahun 2020, putri dari pasangan Mujiono, S.Kom dan Dra. Nani Sukartika ini juga pernah dikirimkan untuk menjadi delegasi perwakilan UMM di program Kampus Merdeka Perintis yang diadakan dan dinaungi langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia. Selama 2 bulan, Lovie dikirimkan ke sekolah yang terdampak pandemi dengan kegiatan belajar mengajar secara daring. “Kami membantu aktivitas belajar dan mengajar, memberi bantuan membuat media pembelajaran, memberikan ide untuk pembelajaran daring, dan membantu program kegiatan di sekolah” jelas calon wisudawan asal Sidoarjo ini. Pengalaman Lovie ini membuktikan bahwa menjadi aktif di organisasi dan kegiatan sosial bukanlah penghalang meraih prestasi di bidang akademik. Kuncinya, terletak pada manajemen waktu. “Membagi waktu organisasi dan mengerjakan tugas kuliah adalah hal yang begitu penting,” ungkapnya. Ia, tambahnya, bukan tipikal orang suka begadang untuk mengerjakan tugas, sehingga lebih memilih untuk langsung mengerjakannya. Ditanya tentang rencana ke depan, ia dengan penuh semangat mengatakan ingin menjadi Menteri Pendidikan. “Impian dan harapan pengen bergelut di bidang pendidikan karena memang suka banget yang berbau tentang pendidikan seperti memberikan solusi pembelajaran, membuat media pembelajaran, ide atau kreatifitas tentang pendidikan gitu. Jadi, ingin menjadi seorang dosen dan suatu saat semoga bisa menjadi Menteri Pendidikan,” tutupnya. Lovie adalah salah satu calon wisudawan dalam gelar yudisium periode II tahun 2021 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (23/06/2021). Bersama 137 calon wisudawan/wisudawati lain, Lovie mengikuti dengan antusias yudisium daring bertema “Sabar dan pandai bersyukur adalah fondasi guru era 5.0”. Sejalan dengan tema yang diangkat, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes. Berpesan agar para calon wisudawan senantiasa bersabar menghadapi pandemi yang belum juga berakhir. “Saya berpesan kepada calon sarjana pendidikan agar selalu tetap bersabar menghadapi situasi yang masih belum nyaman tetapi juga bersyukur sesuai dengan tema sabar dan bersyukur untuk menjadi guru yang profesional untuk masa yang akan datang,” paparnya. Ia pun menekankan bahwa untuk menjadi guru profesional, ada berbagai indikator yang harus dipenuhi. “Kalau jadi guru harus guru yang inovatif, komunikatif, memilki panggilan hati, luwes, adaptif atau menempatkan diri, memiliki rasa simpati, dan empati,” pungkasnya. Sebagai sarjana baru, para peserta yudisium juga diminta untuk siap bersaing di dunia luar. Terlebih, para calon wisudawan sudah dibekali berbagai macam skill sehingga sebagai sarjana pendidikan mereka tidak hanya bisa menjadi seorang pendidik, tetapi juga bisa berwiraswasta sesuai dengan kemampuan. (*fid)
Membanggakan, Mahasiswa PPG Prajab Sabet Juara Video Pembelajaran

Minggu, 20 Juni 2021 19:29 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang–Pandemi bukan menjadi penghalang untuk Intan Tri Istanti Mahasiswa PPG Prajabatan Mandiri 2020 dalam meraih sebuah prestasi. Berdasarkan tekadnya untuk mengikuti lomba video pembelajaran tingkat Nasional yang diadakan Program studi pendidikan profesi guru FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Intan berhasil meraih juara 1 dalam lomba tersebut. Meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada rasa kurang percaya diri untuk maju dalam kopetisi ini. Namun, Intan berhasil mematahkan ketidak percayaan dirinya. “Lomba ini merupakan lomba yang pertama kali saya ikuti. Saya berpikir, apa salahnya jika saya mencoba mengikuti lomba ini. Namun jika gagal juga tidak ada yang menyalahkan. Menangpun itu merupakan bonus. Untuk lebih percaya diri saya meminta restu kedua orang tua saya dan keluarga. Sehingga saya mantab mengikuti lomba tersebut.” Ujar Intan, Minggu (20/6/21). Intan tidak membutuhkan waktu yang begitu lama untuk menghasilkan video pembelajaran yang berdurasi 10 menit sesuai dengan ketentuan lomba. Hanya dengan dua hari, yaitu satu hari ia gunakan untuk proses perekaman dan satu hari lagi untuk proses editing. Dalam proses pembuatan video intan mengajar seperti biasa kemudian ia merekamnya. Video yang awalnya menjadi tugas perkuliahannya, kemudia ia edit dan dikirimkan ke panitia lomba. Semua proses perlombaan mulai dari pendaftaran hingga pengumuman pemenang dilakukan secara daring. Faktor pendukung lainnya dalam pembuatan video pembelajaran tersebut adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menjadi pedoman dalam proses belajar mengajar tersebut. “Melakukan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yg telah dirancang, terdapat literasi di awal pembelajaran sehingga membuat siswa antusias dan bersemangat dengan pembelajaran, pertanyaan pemantik yg saya berikan kepada siswa termasuk HOTS, memunculkan aktivitas siswa seperti kegiatan berwawancara, memunculkan hasil belajar (tugas yg dikerjakan) siswa, terdapat umpan balik di akhir pembelajaran.” Terangnya. Berdasarkan keputusan pemerintah bahwa proses belajar mengajar dilakukan secara daring selama pandemi. Intan yang juga bekerja sebagai guru ikut merasakan dampak tersebut. Menurutnya setiap sekolah memang memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam melaksanakan pembelajaran daring saat ini. “Pembelajaran daring yang telah dilakukan saat ini malah memerlukan waktu yang ekstra karena guru bisa berkerja 24 jam. Banyak murid dan guru yang jenuh karena lama tidak melakukan tatap muka dan tidak sedikit pula yg telah mendapatkan zona nyaman karena belajar di rumah. Namun, jangan lupa terus semangat untuk belajar, belajar, dan terus belajar. Banyak waktu yg bisa digunakan untuk mengembangkan ilmu dan kreativitas di rumah. Tetap semangat,” ungkapnya sebagai penyemangat dirinya dan juga para pengajar di luar sana. “Semoga seluruh guru di Indonesia dapat merancang dan menyajikan pembelajaran dengan aktivitas yg beragam saat melakukan pembelajaran. Jangan pernah berhenti mencoba dan belajar.” Harapnya. (*rfl/fid)
Lewat Student Day, Maba Didorong Optimalkan Potensi dan Ukir Prestasi

Sabtu, 22 Mei 2021 02:32 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Peserta Pembukaan Student Day Khidmad Mengikuti Acara Malang–Setelah dua bulan dihelat secara terpusat di tingkat universitas, kegiatan Student Day kini bergeser di tingkat fakultas. Kegiatan pembukaan Student Day Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang pun digelar secara virtual, Sabtu (22/05/2021). Adapun kegiatan akan dilaksanakan setiap hari Sabtu selama lima minggu ke depan. Student Day merupakan bentuk komitmen UMM dalam menumbuhkan mentalitas mahasiswa yang tangguh dalam segala lini, baik intelektualitas maupun pengembangan karier sesuai bakat, minat, dan kegemaran. Wakil Dekan III FKIP, Drs. Rohmad Widodo menjelaskan, kegiatan Student Day di tingkat fakultas yang diberi nama Fakultaria memiliki beberapa tujuan. ”Student Day di tingkat fakultas ini bertujuan sebagai pembinaan minat, bakat, dan kegemaran untuk memberikan wadah sekaligus bentuk apresiasi bagi mahasiswa baru untuk berprestasi,” kata Rohmad. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan sikap akademis, kreatif, inovatif dilandasi dengan kesadaran moral tinggi. Serta, mengeksplorasi potensi mahasiswa baru yang memiliki berbagai macam prestasi di bidang kurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, melalui kegiatan yang terencana dan terukur. “Yang tidak kalah penting adalah mengembangkan sikap pantang menyerah untuk selalu berkreasi dan berinovasi tiada henti dan menanamkan karakter untuk bersemangat berprestasi meski di tengah Pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, tema yang kita usung ialah Masa Pandemi Terus Berprestasi,” tambahnya. Foto: Wakil Dekan III FKIP, Drs. Rohmad Widodo, memberi sambutan dan membuka acara secara resmi Dalam kesempatan ini, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., M.A. selaku ketua pelaksana menerangkan, ada sepuluh bakat minat yang disediakan untuk para mahasiswa baru FKIP UMM angkatan 2020 ini. Sepuluh bidang bakat minat itu meliputi tari, MC, teater, menyanyi, tilawah, bulutangkis, basket, footsal, dan bela diri. “Ada juga PKM yang sudah menjadi tradisi prestasi di FKIP UMM,” papar dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia itu. Masih menurut Candra, meski digelar secara virtual karena masih dalam suasana pandemi, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan materi secara teoretis saja. Mahasiswa akan tetap ada sesi praktik sebagai luaran kegiatan. “Masing-masing kegiatan memiliki luaran sehingga kegiatan ini benar-benar tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga membuat mahasiswa memiliki keterampilan,” tambahnya. Setelah seremonial pembukaan, peserta Student Day FKIP masuk ke ruang Zoom Meeting sesuai bidang bakat dan minat yang telah dipilihnya. Mereka mendapatkan informasi teknis pelaksanaan kegiatan yang akan ditutup pada 25 Juni mendatang dari BEM FKIP. (*fid)
Prodi Biologi UMM Raih Hibah CoE MBKM

Selasa, 13 April 2021 15:10 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Konsep EDU-PREUNEURSHIP yang digagas Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang untuk program hibah Centre of Excellence (CoE) Merdeka Belajar dan kampus Merdeka berbuah manis. Melalui surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1418/E2/DM00.01/2021, Prodi Pendidikan Biologi dinyatakan lolos dan didanai. Kematangan konsep realisasi program yang dikemas dalam “EDU-PREUNEURSHIP” adalah salah satu kunci keberhasilan program studi Pendidikan Biologi UMM dalam program hibah CoE ini. Hal itu diungkap Nurwidodo, M.Kes selaku ketua tim CoE. “Konsep ini hadir dengan menggabungkan antara konsep Education (Pendidikan) dan Enterpreunership (Kewirausahaan) yang memang keduanya telah menjadi keunggula Prodi selama ini,” pungkasnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Prodi Pendidikan Biologi UMM memang memfokuskan diri dalam merealisasikan visi penyelarasan pendidikan dan kewirausahaan. Pasalnya, hal ini disadari dapat menjawab tantangan era disrupsi saat ini. Program unggulan Edu-Preuneurship ini memiliki 6 sub kegiatan, yakni magang kewirausahaan, KKN tematik membangun desa, asistensi mengajar sekolah tertinggal, pertukaran pelajar, penelitian, dan sosialisasi implementasi MBKM ke-prodi mitra. “Salah satu agenda inti CoE ini adalah menjadi role model bagi prodi lainn yang masih belum menerapkan MBKM. Jadi, nantinya program ini akan disosialisasikan ke tiga prodi di UMM, yaitu Prodi PPKn, Prodi Kehutanan, dan Prodi Manajemen. Adapun mitra di luar UMM yaitu Universitas Muhammadiyah Kupang dan STKIP Sumenep,” terang Nurwidodo. Ditemui secara terpisah, Ketua Prodi Pendidikan Biologi, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyampaikan harapan terhadap pengimplemlementasian rencana program CoE. “Saya berharap Prodi Pendidikan Biologi dapat mengembangkan keenam kegiatan program MBKM ini dan menjadikan prodi ini sebagai oase yang menebarkan kebermanfaatan untuk mahasiswa dan juga institusi,” kata Iin. (*fid)
PMB, PGSD UMM Gelar Pelatihan Batik Shibori Berbasis Penguatan Pendidikan Karakter

Sabtu, 10 April 2021 21:52 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bertempat di SMA Negeri 2 Mejayan Kabupaten Madiun, tim dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Pelatihan Batik Shibori berbasis Penguatan Pendidikan Karakter bagi Siswa SMA dan sekaligus kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Senin (05/04/2021). Kegiatan ini dilakukan oleh tim dosen PGSD UMM yang beranggotakan tujuh orang dosen dan karyawan PGSD UMM. Kegiatan diawali dengan sambutan kepala sekolah, penayangan video profil PGSD, dan dilanjutkan pelatihan batik shibori berbasis Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Materi pelatihan batik shibori berbasis Penguatan Pendidikan Karakter disampaikan oleh Belinda Dewi Regina, S.Pd, M.Pd. Dalam paparannya, Belinda mengatakan bahwa batik memiliki beragam jenis, salah satunya batik shibori. “Batik shibori merupakan nama lain dari batik ikat. Batik ini menggunakan pewarna remasol dan diakhiri dengan pemberian larutan waterglass,” terangnya. Batik ini pembuatannya lebih mudah dan praktis untuk dipraktikkan oleh siswa. Adapun PPK terlihat dari pewarnaan yang digunakan oleh siswa. Madiun pada dasarnya memiliki motif batik sendiri. Sayangnya, keberadaan batik Madiun dapat dikatakan hampir tenggelam. “Dengan adanya pelatihan batik ini, kami berharap banyak sekolah yang mengadakan kegiatan ekstrakurikuler batik, khususnya batik khas Madiun sehingga bisa mengajarkan pada siswa tentang budaya Madiun melalui batik,” ungkap Arinta Rezty Wijayaniningputri, tim PGSD. Di sisi lain, Murtyas Galuh Danawati, ketua tim PMB PGSD UMM Wilayah Madiun, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas XII agar lebih mengenal UMM, khususnya program studi PGSD. “Program studi PGSD UMM sudah terkareditasi A, memiliki banyak dosen yang kompeten di bidangnya, dan sudah banyak mencetak alumni yang sukses.” ungkap Murtyas. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala SMA Negeri 2 Mejayan, Drs. Sasono, M.Pd. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa, tidak hanya dalam membantu siswa menentukan masa depan, tetapi juga dalam memberikan softskill berbasis budaya. Ia pun menegaskan bahwa untuk saat ini kuliah di universitas negeri maupun di universitas swasta sama saja. “Yang perlu diperhatikan untuk studi lanjut adalah akreditasi program studi dan akreditasi universitas. UMM sebagai universitas swasta memiliki akreditasi yang bagus, sehingga dapat menjadi pilihan untuk siswanya melanjutkan kuliah,” jelas Tedjo. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Secara khusus, Syahruni Miftaqun Nasyifa mengatakan, pelatihan batik shibori sangat menarik. “Saya bisa berkreasi dalam mengembangkan seni batik, berkreasi antara mewarnai dan membuat pola. Saya juga lebih memahami tentang dunia kampus, terutama mahasiswa PGSD. Jadi, saya berterimakasih kepada dosen PGSD UMM yang sudah berkenan melaksanakan kegiatan ini sehingga mendapat wawasan baru dan ilmu pengetahuan baru,” ungkap Nasyifa. (*In/fid)
Kisah Dinik Sukma, Penelitian di Sekolah Indonesia Bangkok Hingga Lulus Cumlaude

Jum’at, 09 April 2021 21:41 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan MALANG-Di tengah mayoritas mahasiswa yang berlari mengejar capaian akademik, ada mahasiswa yang berusaha merengkuh keduanya. Adalah Dinik Sukma Berlianisyah, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang, menjadi lulusan terbaik nonakademik. Dinik, sapaan akrabnya, berhasil mendapat predikat lulusan terbaik nonakademik lantaran penelitian yang dilakukannya di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand. “Ini adalah bagian dari Program Study Excursie Luar Negeri yang merupakan inovasi dari Prodi PGSD untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswanya melaksanakan penelitian di luar negeri. Tujuannya selain mendapat pengalaman adalah dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi tepat pada waktunya,” terang Dinik. Sebelum berangkat ke Bangkok, Dinik bersama mahasiswa lainnya harus menyusun proposal skripsi dan melaksanakan Seminar Proposal Skripsi. Pasalnya, mereka hanya memiliki waktu selama lima hari di sana, sehingga pelaksanaan penelitian harus dipastikan berjalan sesuai prosedur dan efektif. Dinik melaksanakan penelitian pengembangan media pembelajaran interaktif untuk siswa kelas 5 SD. Melalui pemanfaatan Adobe Flash, materi dalam media dikemas semenarik mungkin dengan tujuan agar siswa dapat bermain sambil belajar. “Media ini sudah diimplementasi bersama guru ketika penelitian berlangsung. Jadi, untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan guru juga siswa di sana dalam melaksanakan pembelajaran,” tambah Dinik. Dinik memang aktif dalam berbagai kegiatan di kampus. Ia pernah menjadi salah satu anggota fungsionaris HMJ PAKSI di periode 2018/2019. Pada berbagai kesempatan kegiatan yang mempir, ia pun tak pernah melewatkannya. Salah satunya adalah di penghujung semester lalu ia menjadi salah satu mahasiswa FKIP yang lolos program Kampus Mengajar Perintis yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Dalam program ini, ia membantu pembelajaran sekolah di masa pandemi dasar selama 2,5 bulan. Ditanya ihwal kunci keberhasilannya, ia mengaku bahwa dia menerapkan nilai-nilai yang ditanamkan Bapak/Ibu dosen kepadanya. Pesan yang selalu ia ingat adalah melibatkan Allah SWT dalam setiap perjalanannya. “Libatkan Allah SWT. dalam segala perkaramu, lalu akarkan motivasimu hanya pada dan karena Allah SWT karena InsyaAllah segala ikhtiar dan doamu akan sebanding dengan hasil pencapaianmu. Itu kata-kata dari dosen yang selalu saya ingat dan saya pegang erat,” pungkasnya. Atas segala kerja kerasnya, gadis kelahiran Sidoarjo ini tidak hanya dinobatkan sebagai lulusan terbaik nonakademik, tetapi juga berhasil meraih IPK nyaris sempurna (3,97) dengan masa studi 3,5 tahun. Tak berhenti di sini, Dinik pun sudah memantapkan hati untuk melanjutkan pendidikan profesi guru (PPG) atau studi S2. (*fid)
Dosen UMM Gelar Pelatihan Edupreneur Berbasis Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi

Minggu, 28 Maret 2021 17:53 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pelatihan Edupreneur Berbasis Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi Bersama Guru SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Malang di SD Muhammadiyah 08 Dau. MALANG – Kewirausahaan tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berkiprah dalam bidang ekonomi saja. Inilah yang disampaikan oleh dosen PGSD FKIP UMM, Innany Mukhlisina, M.Pd., selaku ketua pengabdian dalam acara pengabdian yang bertajuk “Pelatihan Edupreneur Berbasis Penguatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Literasi bagi Guru SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Malang”. Menurutnya, kewirausahaan dapat dilakukan oleh semua orang termasuk bagi mereka yang bekecimpung di bidang pendidikan. Murtyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd, dosen PGSD FKIP UMM yang mendampingi juga turut memberikan pengenalan cara memadukan nilai PPK dan literasi dengan bisnis kewirausahaan dalam acara pelatihan. Menurut penjelasannya unsur nilai PPK yang terdiri atas 5 (lima) nilai karakter yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas dapat dipadukan dengan literasi dalam suatu kewirausahaan. Pelatihan yang dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah 08 Dau pada Jum’at, 26 Maret 2021 ini dihadiri oleh 8 guru perwakilan dari 4 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Malang yakni SD Muhammadiyah 3 Tumpang, SD Muhammadiyah 6 Lawang, SD Muhammadiyah 8 Dau, dan MI Muhammadiyah 6 Tajinan. Pemateri seminar pelatihan ini terdiri atas dosen PGSD FKIP UMM yakni Innany Mukhlishina, M.Pd dan Murtyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. Mursidi, M.M juga turut memberikan sambutan dalam pengabdian tersebut. “Pelatihan ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial pada sekolah namun juga dapat turut berkontribusi pada proses penguatan pendidikan karakter dan budaya literasi pada siswa khususnya”, kata Dr. Mursidi, M.M dalam acara sambutan. Pelatihan ini terdiri atas rangkaian acara utama. Acara pertama adalah penyampaian materi edupreneur berbasis penguatan pendidikan karakter dan literasi oleh Innany Mukhlishina, M.Pd dan Murtyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd.. Adapun acara kedua adalah penyampaian materi dan praktek mendesain pola berbasis Penguatan Pendidikan Karakter dan literasi menggunakan aplikasi Corel Draw X7 oleh Imam Turmudi, S.T., M.Pd. “Corel Draw X7 dipilih sebagai aplikasi dalam pelatihan edupreneur ini karena pengoperasiannya yang lebih mudah dan praktis,” kata Imam Turmudi, S.T., M.Pd. dalam acara praktek pelatihan desain literasi tipografi. Para peserta pelatihan akan diberikan pendampingan berupa teori dan praktek selama kegiatan berlangsung. Melalui acara pelatihan edupreneur berbasis PPK dan literasi bagi guru SD/MI Muhammadiyah di Kabupaten Malang ini diharapkan dapat memberikan bekal kewirausahaan kepada setiap sekolah sehingga dapat mengembangkan implementasi PPK dan literasi lebih baik di masa depan. (*in/fid)
Student Day, Ari Ginanjar Ajak Mahasiswa UMM Tak Baper Hadapi VUCA

Selasa, 16 Maret 2021 01:51 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang-Sebanyak 610 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang mengikuti Pembukaan Student Day yang digelar secara daring dan luring, Minggu (14/3/2021). Mengangkat tema “Menyiapkan Kepribadian Tangguh dalam Menghadapi Tantangan dan Ketidakpastian”, acara yang digelar selama empat jam dengan menghadirkan Dr. Ary Ginanjar sebagai pembicara kunci ini berjalan meriah. Dalam paparannya, pendiri ESQ Leadership Center itu mengajak mahasiswa untuk tidak baper dan cepat move on dalam menghadapi VUCA. VUCA sendiri adalah akronim dari volatility (volatilitas atau perubahan yang sangat cepat), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas). Dalam menghadapi kondisi itu, menurut Ary, kuncinya adalah tidak baper (bawa perasaan) dan cepat move on. “Ketika situasi berubah, kita harus segera mengambil keputusan. Tidak perlu marah-marah, tidak perlu baperan. Harus bisa cepat move on,” paparnya. Respon ini, imbuhnya, hanya dapat terjadi apabila mahasiswa UMM memiliki egility yang dia sebut sebagai “Super Egility UMM”. Ada lima indikator dalam konsep “Super Egility UMM” ini, yakni change Agility atau kemampuan beradaptasi dengan perubahan apapun, mental Agility atau kemampuan bertahan dalam kondisi apapun, people Agility atau kemampuan bekerjasama dengan siapapun, learning Agility atau kemampuan mempelajari dan memahami hal baru dengan cepat, dan result Agility atau kemampuan untuk tetap berprestasi dalam kondisi apapun. Selain itu, Ary juga mengenalkan konsep ESQ matrix yang terdiri dari tujuh tahapan. Tahapan pertama dan kedua adalah kepastian dan tantangan yang berada pada ranah IQ (Physical). Tahapan ketiga, keempat, dan kelima berturut-turut adalah eksistensi diri, cinta dan relasi, serta perkembangan yang berada pada ranah EQ (emotional). Adapun tahapan keenam dan ketujuh adalah kontribusi dan meaning & purpose yang berada dalam ranah SQ (spiritual). Di sini, berkaca dari cerita hidup tokoh-tokoh dunia, Ary menggarisbawahi pentingnya menempatkan meaning & purpose (SQ) sebagai The Grand Why atau langkah pertama dalam menentukan tujuan hidup. Di sisi lain, kombinasi antara IQ, EQ, dan SQ menjadi ESQ akan menciptakan generasi yang membawa kejayaan untuk bangsa. “Ia akan memiliki IPK tinggi, lulus dalam waktu yang cepat, hingga mendapatkan gelar S1, S2, bahkan S3 dna bekerja, tetapi dalam dirinya dipenuhi dorongan untuk terus memberikan manfaat. Apabila bangsa kita memiliki ini insyaAllah bangsa kita akan jaya,” pungkasnya. Dalam kesempatan ini, hadir pula sebagai pembicara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Mengawali pidatonya, Prof. Muhadjir mengapresiasi capaian UMM sebagai universitas Islam terbaik dunia versi 4ICU beberapa waktu lalu. Mantan Rektor UMM periode 2000-2016 ini pun menyebutkan rekam jejak panjang prestasi UMM, di antaranya dua kali meraih penghargaan Energy Award tingkat ASEAN dan berbagai penghargaan mahasiswa yang sudah tak terhitung jumlahnya. Kepada para mahasiswa, Muhadjir berpesan untuk memupuk kompetensi 4C, yaitu critical thinking, communication skill, collaboration, serta confidence, sebagai modal dasar menjadi mahasiswa UMM. “Rasa bangga terhadap almamater menjadi dasar rasa percaya diri Saudara. Dan, jika Saudara bisa memiliki empat keterampilan ini, insyaAllah Tuhan akan meridhoi kalian untuk meniti karier, mencapai keberhasilan dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang ini,” ungkap Muhadjir. Semua itu merupakan langkah dalam membangun iklim berprestasi di Universitas Muhammadiyah Malang. Karena, seperti yang dikatakan Rektor dalam sambutannya, prestasi bukan hal yang bisa ditawar di UMM. “Selama mengenyam pendidikan di UMM ini, Saudara tidak punya pilihan lain selain berprestasi,” pungkas Fauzan. (*fid)
Prodi PPKn UMM Raih Akreditasi A

Minggu, 07 Maret 2021 09:49 WIB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kegiatan Asesmen Lapang Prodi PPKn Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih akeditasi A. Berdasarkan Surat Keputusan resmi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) NOMOR: 967/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2021, predikat akreditasi A dicapai dengan nilai 366. Capaian ini menempatkan Prodi PPKn sebagai satu-satunya Prodi PPKn PTM Jawa Timur yang terakreditas A. Kaprodi PPKn, Moh. Mansur Ibrahim mengatakan, prestasi ini adalah buah dari perjuangan yang luar biasa. Pasalnya, di detik-detik terakhir, Prodi PPKn mendapatkan edaran untuk menambah Tahun Penuh Terakhir (TS) menjadi tahun akademik 2019/2020. “Tanggal 27 Januari kami menerima surat dari BAN-PT kalau kami harus menambah TS. Jadi, kami harus menyesuaikan data dengan melengkapi dokumen 1 tahun berikutnya,” terang Mansur, Sabtu (06/03/2021). Untuk itu, tambahnya, tim taskforce membuat jadwal pemenuhan kelengkapan dokumen dengan target awal Maret 2021. Namun, minggu pertama Februari Prodi PPKn menerima pemberitahuan bahwa asesmen lapang (AL) dilaksanakan secara daring pada tanggal 15 dan 16 Februari 2021. Praktis, waktu pemenuhan dokumen hanya tiga minggu. Meski bisa mengajukan pemunduran jadwal AL, Prodi PPKn tidak melakukannya. Mereka sudah mantap karena semua dokumen sudah disiapkan dengan baik. “Ini salah satu yang diapresiasi asesor kemarin, bahwa kami tidak mengajukan pemunduran jadwal AL. Padahal, Prodi-prodi lain minta mundur katanya,” ungkapnya. Dalam keterangannya, Mansur juga menyatakan bahwa Prodi PPKn memang memiliki kualifikasi untuk mendapatkan akreditasi A. Sebab, semua unsur dalam tujuh standar yang ada sudah terpenuhi. Apalagi, lebih dari 50% SDM Prodi PPKn sudah bergelar doktor. Selain itu, Prodi PPKn memfasilitasi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan meraih prestasi. Di antaranya adalah melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian dosen, serta program PPL internasional yang kemudian mengantarkan Syamsurijal meraih penghargaan sebagai Teacher of The Year dari Kantor Persinggahan Kementerian Pendidikan Satun Thailand pada tahun 2018. “Dengan akreditasi A ini, Prodi PPKn telah mendapatkan rekognisi secara formal. Tentu kami akan terus berbenah untuk meningkatkan capaian yang ada. Salah satunya, saat ini kami melakukan rekonstruksi kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” tutupnya. Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono menyatakan apresiasi dan terima kasihnya atas raihan akreditasi A Prodi PPKn. Ungkapan ini juga ditunjukkan kepada semua pihak yang telah mendukung persiapan penyusunan berkas akreditasi. “Dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, semua telah mencurahkan seluruh waktu dan tenaganya untuk kesuksesan pelaksanaan akreditasi dan Asesmen Lapangan Prodi PPKn. Mudah-mudahan Allah SWT mencatat semua kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja cerdas ini sebagai amal sholeh yang diterima-Nya,” ungkapnya. (*fid)