Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Prodi PPG Gelar Coaching dan Mentoring Skills PPL PPG Prajabatan 2023 dan 2024

FKIP News – Pengembangan kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan kunci penting dalam mencetak guru-guru yang profesional, siap menghadapi tantangan dinamis dalam dunia pendidikan, dan mampu menerapkan metode pengajaran inovatif serta teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kompetensi ini juga penting dalam rangka memastikan bahwa mereka tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan dan etika profesi yang tinggi, sehingga mampu membentuk generasi penerus yang berdaya saing global. Hal itu mendorong Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan kegiatan Coaching dan Mentoring Skills Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2023 dan 2024. Acara ini berlangsung selama satu hari di Theather DOME UMM pada Rabu, 17 Juli 2024, dengan diikuti oleh 515 mahasiswa dari 19 rombel PPG Prajabatan tahun akademik 2023 dan 2024. Kegiatan dibuka dengan Laporan Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes yang menekankan pentingnya program coaching dan mentoring dalam membekali mahasiswa PPG dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam praktik mengajar. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para calon guru agar siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan,” ungkapnya. Selanjutnya, para peserta mengikuti sharing session yang diawali oleh Dr. Basuki Agus Priyana Putra, M.Pd., yang membawakan tema “Membangun dan Mengembangkan Jejaring Pembelajaran: Best Practice Pelaksanaan PPL di Sekolah”. Dalam sesi ini, Dr. Basuki menjelaskan bahwa jejaring pembelajaran mencakup tiga aspek utama teoritis, regulatif, dan implementatif. “Jejaring pembelajaran tidak hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi juga tentang menciptakan sinergi antara berbagai komponen pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih baik,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Malang itu. Dr. Basuki juga menggarisbawahi pentingnya strategi mengembangkan jejaring pembelajaran dengan memperhatikan titik pijak awal, menetapkan tujuan, orientasi komponen (diri, orang lain, dan lembaga/lingkungan), media jejaring pembelajaran, dan capaian hasil. Pendekatan ini, menurutnya, akan membantu dalam membangun hubungan yang kuat dan produktif di lingkungan pendidikan. Selain sesi dari Dr. Basuki, acara ini juga menghadirkan berbagai materi dari pemateri internal UMM. Dr. Nurwidodo, M.Kes, membahas penyusunan modul ajar, sementara Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, memberikan materi tentang Etika Profesi Keguruan. Fahdian Rahmandani, M.Pd., menyampaikan implementasi kurikulum nasional dalam program PPG, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto meneguhkan karakter ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan. Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan strategi penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), diikuti oleh Dr. IIn Hindun, M.Kes, yang menjelaskan pelaksanaan PTK. Materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., yang membahas Guru Baru Indonesia yang Berdaya Saing Global. Dalam paparannya, Prof. Trisakti menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman yang cepat di bidang teknologi, sosial, dan lingkungan. “Mahasiswa PPG Prajabatan sebagai calon guru profesional harus memiliki keterampilan unggul agar dapat berdaya saing global. Kompetensi yang harus dikuasai antara lain adalah teknologi dan bahasa asing,” kata Prof. Trisakti. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, seperti Internet of Things, AR/VR, dan AI, serta fokus pada pencapaian kompetensi siswa di era Society 5.0. “Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain dalam mengatasi kompleksitas permasalahan dunia. Kita adalah warga negara global, global citizenship, yang harus siap berkontribusi,” tambah Prof. Trisakti. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Salah satunya, Kristiana, mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD beragama nonmuslim yang sangat terkesan dengan pelaksanaan PPG di UMM. “Meskipun saya minoritas, saya tidak merasa berbeda. Saya justru dirangkul seperti keluarga. UMM tidak hanya memberikan fasilitas dan kualitas pembelajaran PPG yang luar biasa, tetapi memberikan wajah toleransi yang sesungguhnya,” ungkapanya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa PPG Prajabatan UMM dapat menjadi guru yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. (*fd)
Reviewer RPL Nasional Apresiasi Kesiapan FKIP UMM Implementasikan Program RPL

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Workshop Pedoman RPL dan Assessment RPL sebagai bagian dari subkegiatan dalam implementasi hibah RPL yang diterima FKIP UMM. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang FKIP 614, pada Selasa (16/07/2024), dihadiri oleh dekanat FKIP, kaprodi dan sekprodi di lingkungan FKIP, PiC RPL di Biro Pendidikan dan Pengajaran, dan Tim Task Force Hibah RPL FKIP UMM. Semua peserta terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung sepanjang acara, menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dalam mensukseskan program RPL. Workshop ini menghadirkan pemateri utama, Prof. Dr. Wagiran, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus reviewer program RPL Nasional. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan 1 FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si., yang menggarisbawahi pentingnya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. “RPL merupakan upaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi dan mendapat gelar S1. Itu adalah hak masyarakat dan sekaligus amanah Undang-Undang, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami bersyukur mendapatkan hibah RPL dan memohon arahan dari Prof. Wagiran agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Dr. Sugiarti dalam sambutannya. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan dari Tim Panduan RPL dan Panduan Akademik yang menjelaskan mekanisme dan prosedur yang harus diikuti dalam program RPL. Selanjutnya, Tim Assessment RPL memberikan paparan mengenai metode dan alat yang digunakan dalam proses penilaian RPL, memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Prof. Dr. Wagiran, dalam penyampaian hasil review, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja tim RPL FKIP UMM. “Dokumen dan sistem yang disiapkan oleh tim RPL FKIP UMM sudah sangat baik dan siap untuk diimplementasikan. Saya optimis RPL di UMM dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Prof. Wagiran. Selain itu, Prof. Wagiran juga menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam program RPL. “Kolaborasi yang baik antara unit di universitas, fakultas, dan prodi sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam proses RPL berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang diharapkan,” tambahnya. Kegiatan workshop ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut berdasarkan masukan dan saran yang diberikan oleh Prof. Wagiran. Diharapkan, implementasi program RPL di FKIP UMM dapat berjalan dengan efektif dan efisien, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas. Workshop ini bukan hanya menjadi ajang untuk memperdalam pemahaman tentang RPL, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kerjasama antara berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan merata. (*fd)
Tingkatkan Kompetensi Pembina Pramuka Dasar, 133 Mahasiswa Prodi PGSD Ikuti Kegiatan KMD
FKIP News—Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi 133 mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari, mulai dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2024, ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai Pembina Pramuka Dasar, yang mendukung mereka sebagai calon guru SD. Ketua pelaksana kegiatan ini, Dr. Ichsan Anshory, Amd, M.Pd, yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Kepramukaan, menyampaikan, KMD sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan dasar. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam kepramukaan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan oleh seorang guru,” ujar Dr. Ichsan. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap ruang yang berlangsung selama dua hari dan tahap lapang yang berlangsung selama tiga hari. Pada tahap ruang, peserta mendapatkan materi teoretis tentang kepramukaan dan teknik dasar pembinaan pramuka. Sedangkan pada tahap lapang, peserta diajak untuk langsung terjun ke lapangan dan mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan, seperti teknik mendirikan tenda, tali-temali, hingga simulasi kegiatan pramuka di alam terbuka. Bustanol Arifin, M.Pd, selaku Kaprodi PGSD, mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif dari mahasiswa. “Kegiatan KMD ini adalah langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi guru yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam membina karakter siswa melalui kegiatan kepramukaan. Ini sejalan dengan visi kita untuk mencetak guru SD yang berkualitas dan kompeten di berbagai aspek,” ungkap Bustanol. Muhammad Hanif Mufid Al Zuhdi, salah satu mahasiswa peserta KMD, mengungkapkan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan ini. “KMD ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain menambah pengetahuan tentang kepramukaan, saya juga belajar banyak tentang kerjasama, kepemimpinan, dan bagaimana mengelola kegiatan di alam terbuka. Ini adalah bekal yang sangat penting bagi kami sebagai calon guru,” kata Hanif, sapaan akrabnya. Selama lima hari pelaksanaan, berbagai kegiatan dilalui dengan penuh semangat oleh para peserta. Mulai dari kegiatan di kelas, diskusi kelompok, hingga praktik langsung di lapangan yang melibatkan berbagai aktivitas kepramukaan. Semua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh dan mendalam tentang kepramukaan dasar. Di akhir kegiatan, para peserta mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan KMD dan siap untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam kegiatan kepramukaan di sekolah masing-masing. Diharapkan, dengan kompetensi yang telah diperoleh, para mahasiswa PGSD FKIP UMM dapat menjadi Pembina Pramuka yang andal dan berkontribusi dalam membentuk karakter siswa di sekolah dasar. Dengan demikian, kegiatan KMD ini diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi para mahasiswa, tetapi juga bagi dunia pendidikan dasar secara keseluruhan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga semakin banyak calon guru yang kompeten dan siap mengabdikan diri di bidang pendidikan,” tutup Dr. Ichsan Anshory. (*fd)
Nor Hazlina Fazlyn, Lulusan Terbaik FKIP yang AKtif Publikasi Artikel Hingga Buku

FKIP News – Nor Hazlina Fazlyn, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menerbitkan buku bertajuk “Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar”. Prestasi ini tak lepas dari dedikasi serta semangatnya dalam menyelesaikan pendidikan sarjana dengan predikat terbaik. Wakil Dekan II FKIP UMM, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si, mengungkapkan rasa bangganya. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Nor Hazlina Fazlyn. Hazlina bukan hanya menunjukkan keunggulan dalam aspek akademik dengan IPK mencapai 3,99, tetapi juga berprestasi dalam kegiatan non-akademik seperti pertukaran mahasiswa Merdeka ke UHAMKA Jakarta, serta berhasil mempublikasikan jurnal edukatif dan buku inovatif tentang pendidikan abad 21 di SD,” ungkapnya. Bersamaan dengan itu, Kaprodi PGSD FKIP UMM, Bustanol Arifin, M.Pd., menambahkan, “Proses pencapaian ini tidaklah mudah. Nor Hazlina Fazlyn telah menunjukkan ketekunan dan semangat yang luar biasa selama perkuliahan. Dia berhasil menyeimbangkan antara akademik dan kehidupan pribadi, serta mengambil peran aktif dalam kegiatan organisasi dan komunitas kampus.” Mahasiswa asli Malang tersebut juga mengungkapkan rasa syukurnya dan sedikit memberikan motivasi. “Saya percaya bahwa untuk meraih masa depan yang cerah, kita harus memiliki tujuan yang jelas dan terus termotivasi. Sumber daya yang ada harus dimanfaatkan dengan baik, dan kehidupan harus seimbang,” ungkapnya. Selain itu, Hazlina sapaan akrabnya juga menceritakan proses penulisan buku yang berjudul “Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar”. “Dalam pengerjaan buku tersebut tentu prosesnya tidak singkat, harus melalui tahapan-tahapan samapai akhirnya bisa terbit. Buku yang saya tulis ini tidak hanya mencakup konsep dasar mengenai pendidikan abad 21, tetapi juga mengulas implementasi praktisnya di tingkat SD. Saya berharap buku ini dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP UMM. Tidak hanya itu, target ke depan ia berencana untuk melanjutkan studi S2 dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih cerah. Semangat dan dedikasinya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk menggapai cita-cita yang tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat. Nor Hazlina Fazlyn juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada keluarga, dosen pembimbing, dan teman-teman yang telah memberikan dukungan serta motivasi dalam perjalanannya mencapai gelar sarjana pendidikan. “Terima kasih atas kasih sayang dan doa terus-menerus dari orangtua saya. Kepada semua dosen PGSD, terima kasih telah memberi ilmu pengetahuan dan dukungan penuh. Dan tak lupa kepada teman-teman, terima kasih atas semua persahabatan dan dukungan yang diberikan,” ucapnya. (*aff/ed:fd)
Produktif! Delapan Doktor Baru FKIP UMM Luncurkan Book Chapter Literasi dan Pembangunan Berkelanjutan

FKIP NEWS – Literasi memainkan peran krusial dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks dan perkembangan kebudayaan yang pesat. Hal ini menjadi dasar dari lahirnya book chapter yang ditulis oleh delapan orang doktor baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM). Mengangkat judul “Literasi: Urgensi dan Peran dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan,” buku ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya literasi dalam konteks modern dan perannya dalam pembangunan berkelanjutan. Dr. Husama, M.Pd., salah satu penulis sekaligus editor, menjelaskan bahwa literasi kini telah berevolusi dari sekadar kemampuan membaca dan menulis kini telah bertransformasi menjadi kemahiran dalam bidang tertentu seperti teknologi, seni, atau beragam disiplin ilmu lainnya. Literasi ini memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. “UNESCO telah menegaskan bahwa literasi memberdayakan dan membebaskan masyarakat. Jadi, selain sebagai bagian dari hak atas pendidikan, literasi juga meningkatkan taraf kehidupan dengan memperluas kemampuan yang pada gilirannya mengurangi kemiskinan, meningkatkan partisipasi dalam mengakses pekerjaan, dan kehidupan yang layak,” jelasnya. Di sisi lain, Dr. Nurwidodo, M.Kes menambahkan, dalam konteks pendidikan tinggi, dosen memiliki tanggung jawab yang besar dalam mempromosikan literasi. “Literasi harus menjadi gerakan, dan tugas ini menjadi kewajiban semua elemen bangsa, terutama sektor pendidikan,” kata Dr. Nurwidodo. “Dosen sebagai motor utama di perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menggagas ide dalam disiplin ilmu mereka, memperluas akses, memastikan kohesivitas, dan mendorong kolaborasi untuk mengkampanyekan literasi,” imbuhnya. Secara umum, book chapter ini terdiri dari 8 bab yang merepresentasikan pemikiran 8 doktor baru yang dikukuhkan Mei lalu. Dr. Husama, M.Pd. dalam bab pertama menekankan pentingnya literasi dalam pendidikan untuk mencetak masyarakat literate. Dr. Agung Deddiliawan Ismail di bab kedua membahas inisiatif global meningkatkan literasi, serta tantangan yang dihadapi berbagai negara. Dr. Nurwidodo, M.Pd. di bab ketiga mengulas PISA, kondisi Indonesia, dan kebijakan literasi nasional dan internasional. Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd. di bab keempat membahas strategi peningkatan pembelajaran literasi, sedangkan Dr. Erna Yayuk, M.Pd. di bab kelima fokus pada dampak teknologi digital terhadap literasi. Beti Istanti Suwandayani di bab keenam menyoroti inovasi pendidikan dan literasi untuk masa depan inklusif. Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed di bab ketujuh mengaitkan pembelajaran Bahasa Inggris di TK dengan SDGs. Adapun Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd. di bab kedelapan memprediksi tantangan literasi di masa depan dengan fokus pada teknologi dan informasi melalui Systematic Literature Review (SLR) dan VOSviewer. Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan FKIP UMM, dalam sambutannya menyatakan bahwa peluncuran book chapter yang lahir dari pemikiran para doktor baru FKIP UMM mencerminkan kuatnya komitmen FKIP UMM dalam mendukung literasi. Para penulis, yang merupakan doktor baru di FKIP UMM, telah menyusun tulisan-tulisan yang berdasarkan pengalaman dan interest mereka selama ini. Mereka menghadirkan perspektif yang beragam, sehingga lebih holistik dan menarik untuk direnungi. Ia pun berharap, buku ini dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut bersama-sama mengembangkan literasi. “Saya berharap, melalui book chapter ini, para pembaca dapat terinspirasi dan termotivasi untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan literasi di lingkungan masing-masing. Selain itu, saya juga berharap karya ini dapat memperkaya khasanah literasi dan memberikan sumbangsih yang berharga bagi dunia pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ungkapnya. (*fd/hsm)
Mahasiswa PBI FKIP UMM Angkatan 2022 Sukses Pentaskan Musikalisasi Puisi dan Monolog

FKIP News – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari angkatan 2022 berhasil menggelar pentas seni musikalisasi puisi dan monolog sebagai hasil dari mata kuliah Membaca Sastra yang diampu oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si. Dr. Hari Sunaryo, M.Si., juga turut berperan sebagai pengarah produksi dalam acara yang berlangsung di Lt. 1 GKB 1 UMM pada tanggal 7 dan 8 Juli 2024. Pentas seni ini terbagi menjadi dua tim yang masing-masing memiliki fokus dan tema yang berbeda. Tim pertama, yang diberi nama “Renjana”, membawakan musikalisasi puisi dengan tema “Untaian Cinta”. Sedangkan tim kedua, bernama “Sangharsa”, menghadirkan monolog berjudul “Marsinah” karya Ratna Sarumpaet. “Saya sangat bangga dengan dedikasi dan hasil kreatifitas yang ditunjukkan oleh mahasiswa-mahasiswa kami dalam pentas ini,” ungkap Bapak Hari, sapaan akrabnya. “Mereka tidak hanya berhasil mengekspresikan makna dalam puisi dan monolog dengan sangat baik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan yang mendalam kepada penonton,” sambungnya. Sutradara dari tim Renjana adalah Dimas Abby S., yang telah berhasil membimbing dan mengarahkan para mahasiswa dalam menciptakan atmosfer yang tepat sesuai dengan tema yang diangkat. Sementara itu, tim Sangharsa berhasil menghadirkan interpretasi yang kuat dalam monolog “Marsinah”, yang merupakan kisah inspiratif tentang perjuangan seorang pekerja perempuan di masa lalu. Pentas ini mendapat sambutan yang hangat dari para penonton yang hadir, terdiri dari rekan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Mereka memberikan apresiasi yang tinggi atas keberanian dan kualitas artistik yang ditunjukkan oleh para mahasiswa PBI FKIP UMM. Wakil Dekan 1 FKIP UMM, Dr. Sugiarti, MSi. yang turut hadir menyaksikana pun memberikan pujian terhadap prestasi ini. “Pentas seni seperti ini bukan hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai wujud nyata dari pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni pertunjukan,” ujarnya. Pentas musikalisasi puisi dan monolog ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa dan masyarakat umum untuk semakin mengapresiasi seni dan kebudayaan, serta untuk terus mengembangkan potensi kreatif mereka. (*fd)
Yudisium FKIP UMM, Hadirkan Alumni Inspiratif Founder CEMPAKA Foundation

FKIP News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara yudisium yang dilaksanakan di Rayz Hotel UMM, (Selasa, 9/7/2024). Sebanyak 80 peserta yudisium dari berbagai program studi di FKIP UMM resmi dinyatakan lulus dalam acara yang berlangsung meriah dan penuh haru ini. Para peserta yudisium terdiri dari 5 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, 26 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 12 mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, 4 mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, 6 mahasiswa Prodi PPKn, dan 27 mahasiswa Prodi PGSD. Mereka telah melalui berbagai tahapan pendidikan dan berhasil menyelesaikan studi dengan baik, siap untuk mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Kali ini, tema yang diusung sangat menginspirasi, yakni “Menjadi Alumni Unggul: Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Transformasi Teknologi Digital dalam Realisasi Pendidikan Guru Baru di Indonesia”. Sesuai dengan tema tersebut, Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan FKIP, menyampaikan bahwa tema yudisium ini menjadi kesempatan untuk terus memotivasi diri agar berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dan negara. Beliau menekankan bahwa para lulusan adalah generasi Z yang dipersiapkan oleh FKIP UMM untuk memasuki dunia global yang dipengaruhi oleh teknologi, siap menjawab berbagai tantangan yang ada. Trisakti juga menyarankan agar para alumni FKIP UMM menjadi teladan bagi generasi muda lainnya, memegang teguh etika dan berkepribadian Indonesia. Ia mendorong para lulusan untuk menatap masa depan dengan optimisme yang tinggi dan mengejar impian besar mereka, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. “Pegang erat dan junjunglah nilai-nilai yang telah diperoleh dari kampus ini, di mana pun dan kapan pun kalian berada,” ujarnya disambut tepuk tangan dari calon wisudawan dan wisudawati. Terakhir, Trisakti mengajak semua lulusan FKIP untuk bangga menjadi guru dan memanfaatkan kesempatan berharga untuk mendapatkan beasiswa LPDP dalam Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Angkatan 2 Tahun 2024. Hal ini dikarenakan pemerintah telah mengalokasikan 59.000 kursi beasiswa untuk para lulusan baru yang berkomitmen menjalani karier sebagai guru. Selanjutnya, hadir sebagai pemateri yang membedah tema, Sarifudin Lathif, lulusan Prodi Pendidikan Biologi yang kini dikenal sebagai founder CEMPAKA Foundation. Dalam paparannya yang bertajuk “Pendidikan adalah Ruang Interaksi dan Inspirasi,” Sarifudin menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan interaksi dan inspirasi bagi lingkungan sekitar. Ia juga menggarisbawahi konsep sosiopreneur lingkungan, yang bertujuan untuk memadukan pendidikan dengan aktivitas kewirausahaan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. “Pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berinteraksi dengan lingkungan dan memberikan inspirasi positif bagi masyarakat,” ujar Sarifudin. Di CEMPAKA Foundation, Sarifudin menjadikan pendidikan, lingkungan, dan sosiala ekonmi sebagai pilar framework kerangka kerjanya. Secara kongkret kerangka kerja tersebut meliputi eduwisaata, pendidikana lingkungan hidup, pendampingan komunitasa, asesmen komunitas, flora dan fauna, hidrologi, carbon stock, agroforesty, ekowisata, management usaha, dampak ekonomi, dana dinamika sosial. Atas konsistensi dan kontribusinya, alumni Angkatan 2007 ini telah meraih berbagai penghargaan seperti Radar Bromo Award, Kalpataru, Hutan Cempaka Sociopreneur, dan Bumi Baik. Ia pun berpesan agar para alumni menjadi agen perubahan di masyarakat. “Sebagai lulusan FKIP, kalian memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.” Pada akhirnya, acara yudisium FKIP UMM ini tidak hanya menjadi momen pengukuhan kelulusan, tetapi juga sebagai ajang refleksi dan motivasi bagi para lulusan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik di bidang pendidikan. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, diharapkan para lulusan FKIP UMM dapat menjadi pendidik yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global. (*fd)
Membanggakan! Tim Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Kembali Juarai Lomba Essay Nasional

FKIP News – Kelompok mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Gebyar Nasional Essay Siswa dan Mahasiswa (GENESIS) yang diselenggarakan pada 6-7 Juli 2024 lalu di Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kelompok yang diketuai oleh Annisaa Khorunnillah, angkatan 2021, ini terdiri dari empat anggota lainnya, yaitu Aida Aulia Sekti Asih, Dwi Erlinawati, Makrifatul Khoiriyah, dan Rahma Futri Inadi, dari angkatan 2022. Pada lomba tersebut, Annisaa dan kawan-kawan mengusung tema yang berjudul “Luma: Media Pembelajaran Ludo Matematika pada Siswa SMP dalam Pemahaman Konsep Bangun Datar”. Media pembelajaran berupa Ludo yang disajikan dengan pemahaman konsep Bangun Datar yang memiliki tujuan dari gagasan LUMA adalah mempermudah siswa dalam memahami konsep bangun datar. Hal ini dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Manfaat dari media pembelajaran LUMA adalah membantu siswa belajar sambil bermain yang akan menumbuhkan sikap kerjasama dan mengatasi permasalahan bahkan rasa ingin tahu yang tinggi. Game ini dapat dimainkan mulai dari 2-4 orang dan terdapat kartu yang memiliki 3 simbol berbeda dan bermain secara bergantian. Motivasi mereka dalam mengikuti lomba ini sangat kuat, karena mereka percaya bahwa setiap langkah yang diambil mendekati kemenangan, bukan hanya untuk meraih piala, tetapi juga untuk mengumpulkan pengalaman berharga dan pembelajaran yang tak ternilai. Annisaa Khorunnillah juga mengungkapkan rasa syukurnya dengan prestasi yang telah diraih. “Alhamdulillah, ini merupakan pengalaman terbaik yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Saya juga pernah mengikuti lomba essay tingkat nasional di Bali, bersama dengan rekan baik saya Risyda Fauziatul Afidah, perjuangan saya tidak berhenti di situ. Saya terus mengejar target untuk berprestasi di tingkat nasional,” ungkap Annisaa. Jurusan Pendidikan Matematika turut mendukung perjalanan mereka dalam persiapan hingga hasil akhir lomba. “Peran jurusan sangat membantu dalam persiapan dan pembimbingan kami untuk mencapai prestasi ini,” kata Annisaa. Dengan lolos sebagai finalis dan berhasil meraih dua judul sekaligus, kelompok ini berharap prestasi mereka dapat menjadi motivasi bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka juga berharap dapat terus berkontribusi dan menginspirasi orang lain dengan pencapaian mereka. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Adi Slamet Kusumawardana, M.Si., mengucapkan selamat atas prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswanya. “Kami bangga atas prestasi yang diraih oleh Annisaa Khorunnillah dan anggota kelompoknya. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan keunggulan dalam menghadapi tantangan lomba tingkat nasional,” jelasnya. Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, mengapresiasi pencapaian kelompok mahasiswa berprestasi ini. “Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Pendidikan Matematika ini sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa dan memiliki motivasi untuk terus mengembangkan potensi dalam bidang Pendidikan Matematika,” ungkapnya. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM memiliki potensi dan komitmen yang kuat dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan akademik mereka. Diharapkan ke depannya, prestasi ini akan memberikan dorongan bagi mereka untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam bidang pendidikan matematika.
Membanggakan! Mahasiswa FKIP Sumbang Gold Medal ASEAN University Games 2024, Antarkan Indonesia Jadi Juara Umum

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadidyah Malang (UMM) kembali membuktikan komitmen mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dalam ajang Asean University Games (AUG) yang diselenggarakan pada Selasa (25/6) hingga Minggu (6/7), tim Pencak Silat Kategori Seni Regu Female yang digawangi 3 mahasiswi Prodi PGSD, yakni Qonit Fildza Maizura, Wita Carissa Amelia dan Shelsa Odilia Rachman sukses membawa pulang medali emas. Dalam wawancara secara daring, Qonit Fildza Maizura mengaku senang dan bangga atas prestasi yang mereka peroleh. “Kami tentu merasa sangat-sangat senang dan bangga karena bisa menyumbang gold medal untuk Indonesia,” kata mahasiswi dari Sidoarjo itu. Padahal, katanya, awalnya ia tidak menyangka dapat mewaakili kampus untuk bertanding di Asean University Games. Meskipun pernah bertanding di kancah internasional, tetapi ia belum pernah membawa nama Indonesia dan menjadi atlet nasional. Hal itulah yang memotivasinya untuk memberikan yang terbaik. “Saya sudah sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini, sehingga saya hanya memikirkan cara untuk bisa bermain dengan maksimal agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal juga,” ungkap Aiko, sapaan akrabnya. Kemenangan ini tak lepas dari tantangan. Menariknya, menurut Aiko, tantangan itu bukan dari ketangguhan lawan, tetapi justru dari spirit dan mentalitas tim. “Meski secara pribadi yang paling berkesan adalah saat melawan Singapura, tetapi setelah dipikir-pikir tantangan terbesarnya justru bagaimana kami terus menguatkan niat dan kepercayaan diri agar bisa bermain dengan maksimal supaya bisa mengharumkan nama merah putih,” tegasnya Sejak tahun 2018, Aiko sudah banyak menorehkan prestasi. tercatat, ada 20 kejuaraan baik regional, nasional, hingga internasional yang diperolehnya. Untuk tingkat internasional, salah satunya adalah Juara 1 10th Taming Sari UKM & International Silat Championship 2020. Ditanya perihal kunci kemenangan, Aiko menjelaskan bahwa salah satunya adalah manajemen waktu. Pasalnya, selain menjadi atlet, mereka juga berstatus mahasiswa yang punya tanggung jawab akademik. Selain itu, Wita Carissa Amelia menambahkana, kekompakan tim juga menjadi kunci. Beruntung, mereka sudah mengenal dan dalam tim yang sama sejak SMA. “Kami berasal dari SMA yang sama. Shelsa teman satu Angkatan sedangkan Aiko adalah adik kelas. Saat memulai karier di atlet pencak silat, kami kelas 3 sementara Aiko kelas 2,” jelasnya. Shelsa Odilia Rachman juga menambahkan support sistem sangat penting dalam setiap kesuksesan. Keluarga, organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan dosen serta universitas. “Alhamdulillah, dosen memberikan dukungan penuh dan mengapreasi prestasi nonakademik kami. Universitas juga memfasilitasi kami dalam berlatih,” ungkapanya. Merespon capaian ini, Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D mengungkapkan rasa syukurnya. Ia pun berharap capaian ini dapat menjadi energi positif yang memotivasi mahasiswa lain untuk berprestasasi. “Sangat bersyukur. Ini tidak hanya mengharumkan nama fakultas atau universitas, tetapi nama bangsa. Mengantarkan Indonesia menjadi juara umum. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan diri, berkompetisi, dan berprestasi,” tegasnya. (*fd)
Luaran Perkuliahan: Mahasiswa PBI FKIP UMM Gelar Pertunjukan Teater Hingga Diskusi Komunitas Teater Kampus Malang

FKIP NEWS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari angkatan 2021 telah sukses menggelar pertunjukan teater sebagai bagian dari luaran mata kuliah Keterampilan Sastra Produktif (KSP). Mereka menampilkan karya Eugene O’Neill yang diadaptasi oleh W.S Rendra dengan judul “Tanda Silang” di Aula Masjid A.R. Fachruddin UMM pada tanggal 30 Juni 2024 lalu. Teater ini diberi nama “Teater Jangkar” dan merupakan hasil dari kolaborasi yang intens antara mahasiswa baik sebagai pemain maupun tim pengarah yang dipimpin oleh Miftahul Huda sebagai sutradara, serta M. Khalip Pranata sebagai Pimpinan Produksi. Pengampu dan Pengarah Produksi dari mata kuliah KSP ini adalah Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., yang memberikan arahan serta bimbingan intensif kepada para mahasiswa selama proses persiapan hingga pementasan. Pentas yang sukses terlaksana tersebut diaktori oleh Rachmad Hidayat sebagai Darpo, Elvina Anjarini sebagai Dokter, Ananda Fatma sebagai Nani, dan Oky Kusuma sebagai Ayah. Sementara itu, tim dibalik layar yang terdiri dari Tim Musik yang dikoordinatori oleh M.Naufal, Tim Penata Cahaya oleh Nuril Bahari, Tim Tata Rias oleh Arinda Dwi, Tim Tata Panggung oleh Haqi Amru, dan Tim Tata Busana oleh Bella Mustika. Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, Dr. Sugiarti, M.Si, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian mahasiswa ini. “Pertunjukan yang luar biasa. Dari sini kitab isa melihat bahwa dengan skema perkuliahan berbasis luaran, kitab isa melihat ada bakat-bakat luar biasa para mahasiswa kita. Semoga mereka terus konsisten mengembangkan diri sampai menjadi aktor hebat di masa depan” ujarnya. Pertunjukan teater ini mendapat sambutan hangat dari para penonton yang hadir, terdiri dari dosen, rekan mahasiswa, serta masyarakat umum yang tertarik dengan karya seni teater. Tak terkecuali, komunitas teater kampus di Malang seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. Dalam diskusi sarasehan selepas pertunjukan, mereka mengapresiasi dedikasi tim dalam mengekspresikan gagasan dan emosi melalui lakon yang dipilih dengan seksama. Apalagi setelah mendengar paparan proses kreatif yang disampaikan pimpinan produksi dan sutradara. Salah satu perwakilan dari teater UB secara khusus mengonfirmasi tingkat kepuasan pimpro dan sutradara terhadap pertunjukan dan hal yang ingin disempurnakan. “Secara pribadi, saya memberikan rate 9,5 dari 10 untuk pertunjukan malam ini. Sisanya, saya masih merasa perlu waktu lebih lama untuk mematangkan aktor-aktor saya jika kami diberi kesempatan untuk tampil kembali,” ungkap Huda selaku sutradara. Pementasan “Teater Jangkar” juga menjadi salah satu bukti nyata dari komitmen FKIP UMM dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkualitas akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan seni dan budaya di masyarakat. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi penerus untuk terus mengembangkan bakat dan minat di bidang seni pertunjukan. (*aff/ed: fd)