Lanjutkan Kerja Sama, FKIP UMM Teken Perpanjangan MoU dengan Attarkia Islamic Institut Narrathiwa dan Al Hidyah Hatyai Thailand

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali tanda tangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Attarkia Islamic Institut Narrathiwa dan Al Hidyah Hatyai Thailand, Rabu (4/6/2024). Attarkia adalah salah satu perguruan yang memiliki sekolah dari SD, SMP, SMA hingga Diploma-1 bidang vokasi. Berlokassi di provinsi Narrathiwat, Thailand, sekolah yang dipimpin oleh Phaisan Toryib ini telah menjalin kerjasama sejak tahun 2018 dengan FKIP UMM dengan program magang mahasiswa (internship), seminar internasional dan sit in untuk mengajar bahasa Indonesia bagi dosen FKIP. Sementara itu Al Hidayah adalah perguruan Islam yang didirikan oleh komunitass muslim di Hatyai, Thailand Selataan dan dipimpin oleh Adun Meatam. Kerjasama yang telah berlangsung cukup lama tersebut kini direvitalisasi dengan penandatanganan MoU baru sebagai landasan formal realisasi programnya (MoA). Prof. Dr. Trisakti Handayan, MM.,selaku Dekan FKIP menyatakan bahwa kerjasama dengan Attarkia ini sangat layak dilanjutkan karena benefit yang diperoleh bagi mahasiswa cukup bermakna. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan memperluas koneksi internasional yang berguna bagi pengembangan diri dalam mempersiapkan masa depannya. “Sambutan dari Attarkia yang terbuka dan hangat untuk mahasiswa maupun dosen FKIP UMM perlu dimanfaatkan sebagai peluang. Diharapkan mahasiswa dan dosen tertarik dan dapat menindaklanjuti MoU ini kedalam aktivitas nyata program kemitraan,” ungkapnya. Sementara itu pemilik dan manager Attarkia, Phaisan Toryib menyampaikan terimakasih atas perpanjangan MoU yang dilakukan. Attarkia sangat antusias untuk melanjutkan kerjasama yang telah terbangun dalam kerangka mempererat tali silaturahim dan persahabatan sesama muslim. “Salah satu benefit yang diperoleh dari kerjasama ini adalah dakwah Islam dan dalam kerangka mencari keutamaan, manfaat peradaban, pendidikan antar bangsa dan yang lebih penting lagi adalah ridha Tuhan,” kata Phaisan dalam sambutannya. Ia pun berharap bahwa kerjasama ini dapat mengurangi sekat yang membatasi hubungan antara keduabelah pihak. Oleh karenanya beliau menyampaikan undangan untuk sedapatnya direalisasi MoU tersebut melalui kunjungan balik dari FKIP ke Attarkia, Narrathiwat. Sejalan dengan itu, Adun Meatam sebagai pendiri perguruan tersebut menyambut baik MoU dan mendukung untuk berbagai kegiatan, seperti KKN dik, Seminar dan saling kunjung untuk belajar atau benchmarking. Menutup acara penandatanganan, Dr. Nurwidodo, M.Kes selaku koordinator internship dan KKNdik Internasional FKIP menyatakan bahwa jalinan kerjasama dengan Attarkia dan Alhidayah Thailand ini membuka peluang untuk promosi mahasiswa baru dari berbagai sekolah di Thailand. Diharapkan animo mahassiswa asal Thailand dapat meningkat kembali. Sebelum Covid-19, tercatat banyak mahasiswa asal Thailand yang kuliah di FKIP UMM, namun mengalami penurunan yang drastis setelah tergerus oleh covid19 tahun 2020-2022 yang lalu. Melalui MoU ini promosi dan rekruitmen mahasiswa internasional perlu diikutkan sehingga tatangan internasionalisasi program studi di lingkungan FKIP dapat terealisasi. (*nrwd)

Membanggakan! Mahasiswa PPKN FKIP UMM yang Sukses Menjadi Duta Pemuda Pendidikan Indonesia

FKIP News – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Amelia Salsabilla Anatasya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan angkatan 2022, berhasil meraih gelar Duta Pemuda Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UMM, terutama bagi FKIP dan prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Amelia Salsabilla Anatasya menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam bidang pendidikan. Melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, Amelia berhasil mengungguli ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Dengan gelar ini, Amelia diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para pemuda lainnya untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan memperjuangkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Amelia juga memiliki motivasi tersendiri dalam mengikuti ajang tersebut. “Saya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di lingkungan yang jarang disorot oleh masyarakat,” ungkapnya dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP UMM. Senada dengan itu, Kaprodi Pendidikan Kewarganegaraan, Drs. Mohammad Mansur Ibrahim, M.H., juga memberikan apresiasi tinggi kepada Amelia. “Amelia telah menunjukkan bahwa dengan semangat dan kerja keras, kita bisa meraih prestasi yang gemilang. Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama UMM,” kata Drs. Mansur. Amelia sendiri merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. “ Saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung saya, terutama kepada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang telah memberikan arahan agar saya bisa mendapatkan kesempatan ini untuk lebih berperan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Hal ini juga sangat memotivasi saya untuk melanjutkan serta memajukan pendidikan di Indonesia ” ungkap Amelia dengan penuh haru. Sebelumnya, Amelia juga mengatakan bahwa ia juga pernah menjadi Runner Up Putri Nusantara Jawa Timur. “Tahun lalu tepatnya pada bulan juli saya meraih predikat sebagai Runner Up Putri Nusantara Jawa Timur. Kemudian, saya berfikir untuk bisa melanjutkan program kerja saya, dan alhamdulillah banyak yang mendukung saya untuk mengikuti ajang di tingkat nasional. Oleh karena itu, saya mengikuti ajang Duta Pemuda Pendidikan Indonesia,” tambah Amel, sapaan akrabnya. Dengan terpilihnya Amelia sebagai Duta Pemuda Pendidikan Indonesia, FKIP UMM semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Prestasi ini juga membuktikan bahwa UMM mampu bersaing di kancah nasional dan terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

Mahasiswa PGSD FKIP UMM Berhasil Terbitkan Dua Buku: “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”

FKIP News – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Cindana Dewi Kusuma berhasil menerbitkan dua buku yang berjudul “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”. Kedua buku ini merupakan hasil kerjasama dengan dua dosen pembimbing, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, S.Pd., dan Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd. “Sedalam Rasa Sejuta Makna” adalah kumpulan cerita kuliner yang berisi ragam makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, yang diperoleh dari pengalaman teman-teman Cindana dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Buku ini menghadirkan keunikan dan kekayaan budaya kuliner Nusantara. Contohnya, Mie Gomak dari Pulau Sumatera yang dikenal dengan cita rasa pedas dan gurihnya, serta Sayur Sir-Sir dari Papua yang terkenal dengan kelezatan dan keunikan bahan-bahannya. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi para pembaca untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia. Buku kedua, “The Journey Modul Nusantara”, merupakan modul pembelajaran yang berisi tempat-tempat wisata khas dari berbagai daerah di Indonesia, juga diperoleh dari pengalaman teman-teman PMM. Buku ini dirancang untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Nusantara dengan cara yang menarik dan edukatif. Beberapa destinasi yang diulas antara lain Pasar Terapung Lok Baitan di Kalimantan Selatan yang menawarkan pengalaman berbelanja di atas air, Wisata Seko di Sulawesi Selatan dengan keindahan alamnya yang memukau, serta Pulo Cinta di Gorontalo yang terkenal dengan keindahan danau serta resort apungnya. Modul ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembelajaran di sekolah. Mahasiswa asal Malang itu juga menyampaikan banyak terima kasih terhadap berbagai pihak yang telah membantunya dalam menyelesaiakan dua buku yang berjudul “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara” tersebut. “Buku ini tidak akan tercipta tanpa bantuan dari dosen PGSD yang hebat terutama Dr. Dyah worowirastri ekowati, S.Pd dan teman-teman PMM batch 2 di UMM. Dengan latar belakang dan daerah yang berbeda tentu saja menghasilkan keanekaragaman tentang makanan dan tempat wisata yang khas dari daerah setempat. Hal ini membuat kami memiliki ide untuk menulis buku yang membahas keduanya. Dengan demikian akan menambah wawasan nusantara” ujar Cindana dalam sebua wawancara bersama Humas FKIP UMM. Sementara itu, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati dan Beti Istanti Suwandayani turut membantu memberikan bimbingan intensif dalam proses penyusunan kedua buku ini. Beliau membantu Cindana dalam pengembangan konten, penyuntingan naskah, dan memberikan panduan yang diperlukan agar buku-buku ini dapat diterbitkan dengan baik. “Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras Cindana. Buku-buku ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” ujar Dr. Dyah Worowirastri Ekowati. Dengan terbitnya “Sedalam Rasa Sejuta Makna” dan “The Journey Modul Nusantara”, mahasiswa yang akrab disapa Cindana tersebut juga menyampaikan harapannya untuk bisa melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti Program Profesi Guru (PPG) di UMM. “Rencana saya setelah lulus adalah melanjutkan pendidikan saya dengan mengikuti PPG. Pendaftarannya sudah dibuka dan saya sedang belajar untuk mengikuti tes yang akan dijalankan. Semoga dapat berkuliah kembali di UMM lewat beasiswa PPG dari Kemendikbudristek. Sembari menunggu pengumuman PPG, saya mencari lowongan pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan saya, terutama dibidang pendidikan dengan menjadi guru atau tentor bimbingan belajar bagi anak SD” tutup Cindana.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMM Raih Juara 3 Lomba Essay Tingkat Nasional

FKIP News – Annisaa Khoirunnillah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2021, sukses meraih posisi ke-3 dalam lomba essay tingkat nasional. Karya yang ditulis oleh Annisaa tersebut mengusung tema “Inovasi Pendidikan Sebagai Fondasi Kemajuan: Tantangan dan Peluang Inovator Muda dalam Mengambil Peran Persaingan Global Menuju Indonesia Emas 2045”. Prestasi Annisaa dalam kompetisi ini menunjukkan dedikasi dan kreativitasnya dalam menjawab tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan. Dalam essay-nya, Annisaa membahas pentingnya inovasi pendidikan sebagai kunci utama untuk kemajuan bangsa, serta peran krusial yang harus diambil oleh generasi muda sebagai inovator dalam menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. “Kunci keberhasilan pendidikan adalah inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Generasi muda harus mampu berperan aktif sebagai agen perubahan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” ujar Annisaa dalam esainya. Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Annisaa. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Annisaa. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Program Studi Pendidikan Matematika, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di tingkat nasional dengan karya-karya yang inovatif dan inspiratif,” ujar Bayu. Kepala Program Studi Pendidikan Matematika, Adi Slamet Kusumawardana, M.Si., juga memberikan penghargaan kepada Annisaa. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif dalam bidang pendidikan. “Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Pak Adi, sapaan akrabnya. Dengan prestasi ini, Annisaa Khoirunnillah membuktikan bahwa mahasiswa UMM memiliki kemampuan dan komitmen yang tinggi untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. “Alhamdulillah saya sangat senang bisa mengikuti perlombaan tingkat nasional yang dimana harus bersaing dengan PTN/PTS terbaik di Indonesia, saya punya banyak  teman baru yang dari berbagai universitas, saya belajar banyak hal mulai public speaking yang baik dan bagaimana orang-orang berpikir dengan ilmiah dan kritis,” ujar Annisaa dalam sesi wawancara bersama Humas FKIP. Tidak hanya itu, Aanisaa juga mengungkapkan bahwa dirinya telah masuk dalam finalis lomba essay tingkat nasional yang digelar di Lombok. “Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan kabar baik bahwa saya masuk finalis pada perlombaan essay tingkat nasioanl di Lombok dan juga saya sedang  memasukkan  karya saya di perlombaan Essay Tingkat Nasional di Yogyakarta,”  tambahnya. Ajang lomba essay ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang berkompetisi untuk menyajikan gagasan-gagasan inovatif dalam bidang pendidikan. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas analisis, originalitas ide, dan relevansi tema yang diusung. “Ini adalah bukti bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan semangat inovatif, kita bisa mencapai prestasi yang membanggakan. Saya berharap bisa terus berkontribusi dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” tutup Annisaa. Dengan adanya prestasi ini, FKIP UMM semakin termotivasi untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswanya dalam meraih prestasi di berbagai bidang. Semoga kemenangan Annisaa Khoirunnillah dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berinovasi demi kemajuan pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMM Raih Gelar Best Presenter dalam Ajang Internasional

FKIP News – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Syafirda Azmi Aulia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, berhasil meraih gelar Best Presenter dalam ajang Internasional Seminar on Students Research Education, Science, and Technology. Kegiatan bergengsi ini diadakan untuk mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara guna mempresentasikan hasil penelitian mereka. Syafirda Azmi Aulia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempresentasikan penelitiannya yang inovatif di bidang pendidikan matematika. Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama UMM di kancah internasional, tetapi juga membuktikan kualitas pendidikan dan bimbingan yang diberikan oleh FKIP UMM khususnya Prodi Pendidikan Matematika. Adi Slamet Kusumawardana, S.Si., M.Si., Ketua Prodi Pendidikan Matematika, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Syafirda. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi Syafirda. Gelar Best Presenter dalam seminar internasional ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi mahasiswa kami, serta kualitas bimbingan yang diberikan oleh dosen di prodi Pendidikan Matematika,” ujarnya. Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Wakil Dekan III FKIP UMM, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Syafirda. “Prestasi yang diraih oleh Syafirda Azmi Aulia adalah kebanggaan bagi FKIP UMM. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Bayu. Dalam ajang tersebut, Syafirda mempresentasikan penelitiannya yang berfokus pada inovasi dalam metode pengajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini tidak hanya relevan dengan perkembangan ilmu pendidikan tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di berbagai tingkatan pendidikan. Selain merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaiannya, Syafirda juga turut membagikan kisah perjalanan hingga sampai di tahap menerima penghargaan best presenter. “ Salah satu momen paling berkesan adalah ketika saya berhasil meraih prestasi dalam lomba seminar internasional di bidang pendidikan. Perjalanan ini dimulai ketika saya mendapatkan informasi terkait lomba ini. Saya merasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk mempresentasikan hasil penelitian saya. Untuk persiapan, kegiatan ini terhitung sangat singkat, yakni kurang dari 1 bulan. Ditambah lagi dengan rasa tidak percaya diri untuk mengikuti lomba ini. Tetapi pada akhirnya bisa meyakinkan diri sendiri untuk bisa melakukan  hal tersebut,” ungkapnya dengan penuh haru dan rasa syukur. Ajang Internasional Seminar on Students Research Education, Science, and Technology ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, yang semuanya menampilkan penelitian terbaik mereka di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Kegiatan ini juga menjadi platform bagi para mahasiswa untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan memperluas jaringan akademik mereka. Dengan prestasi ini, FKIP UMM semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing global. Prestasi Syafirda Azmi Aulia juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di kancah internasional dan terus memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional, FKIP UMM Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan dan Pameran Karya Inovasi

FKIP News–Memperingati hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024, Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan, Selasa (21/05). Mengangkat tema “Guru Profesional Yang Berwawasan Kebangsaan Sebagai Perwujudan Kebangkitan Pendidikan Nasional”, acara yang di Dome UMM itu diikuti oleh 526 mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan Gelombang 2 tahun 2023/2024. Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor I UMM, Prof. Ahsanul In’am, Ph.D menegaskan, salah satu indikator guru yang memiliki wawasan kebangsaan adalah mengamalkan Pancasila dalam menjalankan profesinya. Implementasi dari masing-masing sila Pancasila yaitu dengan membuat pendidikan sebagai medium meningkatkan ketaqwaan, kepedulian, persatuan, toleransi, dan keadilan. “Dari kelima sila Pancasila tadi, Saudara harus mengimplementasikan pendidikan di dalamnya, maka insyaAllah apa yang Saudara lakukan akan memberikan manfaat, baik hubungan dengan sesama manusia maupun kepada Allah, baik hubungan vertical maupun hubungan horizontal,” paparnya. Untuk membedah tema yang diangkat, hadir sebagai pemateri, Fery Maulana Putra M.Ed selaku Koordinator Pokja PPG Prajabatan, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A selaku ketua PP Muhammadiyah, dan Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM selaku Dekan sekaligus koordinator PPG Prajabatan. Mengawali paparan, Fery Maulana Putra membahas secara mendalam bagaimana PPG prajabatan menjadi solusi kebangsaan dalam tata kelola guru. Menurutnya, bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi belum terpenuhinya SDM guru profesional. Proporsinya pun belum merata. Karenanya, PPG Prajabatan diharapkan akan menjadi jalan bagi permasalahan tersebut. Di sisi lain, menurut Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, era society 5.0 sebagai era yang berpusat pada manusia dan berbasis pada teknologi juga menuntut peningkatan kualitas SDM. Di sinilah guru profesional harus memainkan peran dalam mewujudkan generasi berkarakter Pancasila. “Guru harus beradaptasi dengan era society 5.0 dengan mengetahui perkembangan generasi Dimana terjadi transformasi peradapan manusia. Maka, diperlukan kecakapan abad 21 seperti creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Sehingga, guru bisa menjadi pribadi yang kreatif, mampu mengajar, mendidik, menginspirasi, dan menjadi teladan dalam rangka memastikan para peserta didik memiliki karakter yang mencerminkan nilai Pancasila,” tuturnya. Selanjutnya, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A menegaskan bahwa di Indonesia kehidupan beragama dan bernegara sudah menyatau. Menjadi warga yang baik adalah menjadi orang yang religius. Tidak ada pertentangan yang menegasikannya. Dalam hal ini, peran dari guru sangatlah penting, khususnya dalam membantu para murid membangun karakter sebagai seorang yang relegius juga sebagai orang yang memiliki rasa nasionalisme. “Hal inilah yang menjadi penting untuk guru perhatikan agar karakter peserta didik yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana falsafah negara Indonesia,” ujar Syafiq. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 itu berlangsung meriah. Pasalnya, acara dihelat bersamaan dengan gelar karya inovatif dari 19 rombel mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan Gelombang 2 tahun 2023/2024. Karya yang dipamerkan merupakan produk dari mata kuliah proyek kepemimpinan pada semester 2 dan mata kuliah teori maupun praktik pada semester 1. Beragam karya yang itu misalnya, media pembelajaran, buku, lulur, produk batik ecoprint, karya daur ulang limbah, hingga olahan makanan beku. Untuk membedah tema yang diangkat, hadir sebagai pemateri, Fery Maulana Putra M.Ed selaku Koordinator Pokja PPG Prajabatan, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A selaku ketua PP Muhammadiyah, dan Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM selaku Dekan sekaligus koordinator PPG Prajabatan. Mengawali paparan, Fery Maulana Putra membahas secara mendalam bagaimana PPG prajabatan menjadi solusi kebangsaan dalam tata kelola guru. Menurutnya, bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi belum terpenuhinya SDM guru profesional. Proporsinya pun belum merata. Karenanya, PPG Prajabatan diharapkan akan menjadi jalan bagi permasalahan tersebut. Di sisi lain, menurut Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, era society 5.0 sebagai era yang berpusat pada manusia dan berbasis pada teknologi juga menuntut peningkatan kualitas SDM. Di sinilah guru profesional harus memainkan peran dalam mewujudkan generasi berkarakter Pancasila. “Guru harus beradaptasi dengan era society 5.0 dengan mengetahui perkembangan generasi Dimana terjadi transformasi peradapan manusia. Maka, diperlukan kecakapan abad 21 seperti creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Sehingga, guru bisa menjadi pribadi yang kreatif, mampu mengajar, mendidik, menginspirasi, dan menjadi teladan dalam rangka memastikan para peserta didik memiliki karakter yang mencerminkan nilai Pancasila,” tuturnya. Selanjutnya, Prof Dr. Syafiq Mughni M.A menegaskan bahwa di Indonesia kehidupan beragama dan bernegara sudah menyatau. Menjadi warga yang baik adalah menjadi orang yang religius. Tidak ada pertentangan yang menegasikannya. Dalam hal ini, peran dari guru sangatlah penting, khususnya dalam membantu para murid membangun karakter sebagai seorang yang relegius juga sebagai orang yang memiliki rasa nasionalisme. “Hal inilah yang menjadi penting untuk guru perhatikan agar karakter peserta didik yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana falsafah negara Indonesia,” ujar Syafiq. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 itu berlangsung meriah. Pasalnya, acara dihelat bersamaan dengan gelar karya inovatif dari 19 rombel mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 1 dan Gelombang 2 tahun 2023/2024. Karya yang dipamerkan merupakan produk dari mata kuliah proyek kepemimpinan pada semester 2 dan mata kuliah teori maupun praktik pada semester 1. Beragam karya yang itu misalnya, media pembelajaran, buku, lulur, produk batik ecoprint, karya daur ulang limbah, hingga olahan makanan beku. Mata kuliah khusus projek kepemimpinan dalam pembelajarannya mewajibkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan projek bekerjasama/berkolaborasi untuk menyelesaikan problematika yang trjadi di sekolah atau masyarakat. Dengan demikian selama dalam proses belajar mahasiswa menghasilkan karya-karya kreatif-inovatifnya. Menurut Wakil Dekan 1 FKIP UMM, praktik baik atau best practices yang diwujudkan dalam bentuk gelar karya pembelajaran inovatif  ini  merupakan wadah untuk belajar bersama asah, asih, asuh untuk saling menguatkan dalam mewujudkan lingkungan yang berkemajuan dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyaraakat luas.  “Aksi nyata yang ditampilkan  pada gelar karya pembelajaran inovatif ini merupakan wujud riel bahwa keberadaan mahasiswa PPG FKIP UMM sanggup mengubah kehidupan menjadi bermakna untuk bangsa,” kata Dr. Sugiarti, M.Si.

PPL-2 PPG Prajab FKIP UMM, Membentuk Guru Profesional Berkualifikasi Reflektif Metakognisi

FKIP News—Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus Koordinator Pendidikan Profesi Guru (PPG), Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M, menyerahkan 300 mahasiswa PPG Prajabatan angkatan ke-2 tahun 2023 kepada kepala sekolah mitra, Senin (13/05/2024). Pelaksanaan PPL-2 ini melibatkan 26 sekolah mitra yang terdiri dari 12 Sekolah Dasar (SD), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 4 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam sambutannya Dekan FKIP menegaskan, PPL-2 ini merupakan kelanjutan  dari PPL-1 yang sudah melibatkan sekolah mitra dan berorientasi kepada pembelajaran mandiri. Sementara pada PPL-1 terdahulu mahasiswa mengalami proses praktek pembelajaran yang disebut sebagai pembelajaran terbimbing. “Sebagaimana petunjuk teknis yang dinotifikasikan oleh Perdirjen GTK nomor 2181 tahun 2023, proses pembelajaran yang diskenariokan kedalam PPL-1 dan PPL-2 memang memiliki gradasi (bertingkat) akan tetapi saling berkesinambungan,” terang Prof. Trisakti. Pada tingkatan awal, lanjut Prof. Trisakti, mahasiswa mengikuti tahapan orientasi, observasi, asistensi dan praktek pembelajaran terbimbing sebanyak 3 kali. Sementara itu, pada tingkatan berikutnya mahasiswa melakukan kegiatan orientasi, observasi, satu kali pembelajaran terbimbing dan empat kali praktek pembelajaran mandiri. Pada setiap praktek pembelajaran, mahasiswa diharuskan menyusun RPP tgerlebih dahulu. “Dalam hal ini, pada setiap pembelajaran, mahasiswa bersama dengan guru pamong dan teman sejawat juga harus menerapkan prinsip supervise klinis atau lesson study yang langkahnya terdiri dari perencanaan (plan), praktek pembelajaran (do) diikuti dengan observasi, refleksi (see) dan tindak lanjut (follow up),” imbuhnya. Sementara itu, Dr. Nurwidodo, M.Kes, selaku Ketua Devisi PPL PPG FKIP pada kesempatan tersebut mengingatkan kembali akan tujuan dari PPL-2 ini. Menurutnya, tujuan umum PPL-2 didedikasikan kepada pembentukan 4 kompetensi guru professional, yakni pedagogis, profesional, sosial dan personal. Sedangkan tujuan khusus nya adalah pencapaian target CPMK PPL-2 yang meliputi pembentukan guru yang reflektif, mandiri, belajar sepanjang hayat, dan leadership. “Makna yang terkandung dalam diksi reflektif adalah kemampuan berpikir metakognitif untuk menelaah proses pengambilan keputusan (decision of making things) dalam mewujudkan pembelajaran inonatif dan bermakna dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhinya,” ungkap Dr. Nurwidodo. Dengan demikian, PPL-2 ini secara rasional merupakan keberlanjutan dari pencapaian keterampilan dasar mengajar paripurna yang telah terbentuk pada fase sebelumnya. Kepala sekolah yang dilibatkan dalam PPL-2 ini memberikan respon positif dan bersiap mewujudkan skenario utama PPL-2, baik dalam hal pencapaian target akademis maupun tata kelola praktek pembelajarannya. Sri Susilowati, kepala sekolah dari SDN Sawojajar menyampaikan tanggapan bahwa sekolahnya siap merealisasikan PPL-2 ini dengan seluruh tahapan dan kualifikasi prosesnya. “Sekalipun secara teoritikal membutuhkan waktu lama, akan tetapi secara praktikal di kalender sekolah memiliki waktu yang terbatas. Oleh karena itu, pelaksanaan PPL-2 ini harus dikelola secara intensif,” kata Sri Susilowati. Tanggapan yang senada disampaikan oleh kepala sekolah lainnya. Secara umum, para kepala sekolah mitra sangat memahami bahwa jadwal dan lini masa PPL PPG yang dirancang oleh GTK harus didukung, sekalipun ada keterbatasan waktu yang menjadi kendala di setiap sekolah. Untuk mengatasi hal ini maka kelas paralel yang tersedia di sekolah akan dimanfaatkan perannya. Dukungan secara penuh diberikan demi berkontribusi mewujudkan guru professional yang reflektif-metakognitif melalui PPL-2 PPG Prajab di FKIP UMM. (*nrwd/ed:fd)

Yudisium FKIP Periode II 2024: Guru Adaptif Adalah Kunci Menjawab Tantangan Pendidikan

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang gelar Yudisium Periode II Tahun 2024, Jumat (10/05/2024). Acara yudisium digelar secara daring di Rayz Hotel UMM. Kali ini, tema yang diangkat yakni “Guru Adaptif sebagai Sumber Daya Unggul dalam menghadapi Tantangan Pendidikan” yang diikuti oleh 130 calon wisudawan/wisudawati ini berlangsung secara khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para peserta yudisium bisa menyelesaikan studi dengan baik. Ia yakin, para lulusan yang hari ini diyudisium merupakan sumber daya pendidikan yang siap menjawab tantangan pendidikan abad 21 dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. “Abad 21 menjadi abad tantangan bagi guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofesiannya, tidak lagi berkisar pada kemampuan akademik tetapi lebih pada pendidikan intelektual, emosional, moral, dan akhlak peserta didik. Untuk itulah diperlukan generasi Guru Baru Indonesia yang adaptif. FKIP UMM telah membekali Saudara dengan karakter tersebut,” ungkap Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. Guru adaptif, lanjut Trisakti, adalah guru yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan terbuka terhadap pandangan serta umpan balik dari peserta didik. Secara terperinci, guru yang adaptif memiliki ciri-ciri memiliki kesediaan untuk menerima umpan balik, kepekaan terhadap dinamika kelas, fleksibilitas dalam menerapkan perubahan, komunikasi terbuka dan jelas, serta pemantauan dan evaluasi yang berkala. Ia pun berpesan agar para lulusan memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat. Salah satunya dengan melanjutkan studi profesi melalui Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Melalui Program PPG prajabatan, mahasiswa akan mendalami kompetensinya dan mendapatkan sertifikat pendidik, sebagai syarat diakui sebagai guru profesional. “Ini merupakan kesempatan bagi adik-adik yang saat ini di Yudisium untuk ikut berperan serta dalam membangun pendidikan bangsa melalui PPG Pra Jabatan. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, raih cita-cita untuk menjadi guru profsional, yang dibuktikan dengan  didapatkannya sertifikat pendidik sebelum kalian mengabdikan diri di dunia pendidikan,” tegasnya. Dalam kesempatan kali ini, hadir pula Erwin Qodariyah, M.Pd. yang turut membedah materi tentang “Guru Penggerak, Guru Adaptif”. Menurut Erwin, guru adaptif adalah guru yang fleksibel, open-minded, kreatif, inovatif terhadap fenomena perubahan yang ada disekitar. Dalam hal ini, guru penggerak dengan 10 karakter yang dimilikinya, diharapkan menjadi agen perubahan untuk menciptakan mindset adaptif kepada komunitas pendidikan. Ia pun membagikan tips untuk menjadi guru adaptif dan kreatif, yakni mengenali murid dan kemampuannya, memiliki kepercayaan yang tinggi, mengajar dengan inovatif, belajar sepanjang hayat, menyeimbangkan teori dan praktik, serta mengerti dan memanfaatkan teknologi. “Kita perlu menanamkan dalam diri bahwa tugas kita bukan menjejalkan pelajaran, tetapi menghidupkan pengetahuan. Maka kita harus memperlakukan siswa sebagai partner, bukan objek. Kita harus menciptakan komunikasi yang terbuka, bersedia menerima umpan balik. Dengan begitu, kita akan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tandas guru penggerak Angkatan 7 Kabulaten Malang yang saat ini mengabdi di SMAN 1 Lawang itu. Yudisium kali ini mengukuhkan Titis Fatmasari Kharisma Kasih, mahasiswa Prodi PPKn, menjadi lulusan terbaik akademik fakultas dengan IPK sempurna 4.00. Titis pun mengenang bagaimana FKIP UMM telah menyatukan anak bangsa dari berbagai latar belakang untuk mewujudkan cita-citanya. “Teringat, pertama kali kami menginjakkan kaki di UMM dengan banyak rasa insecure tetapi juga banyak harapan. FKIP UMM menyatukan kami dengan teman-teman dari berbagai daerah yang tentunya berbeda-beda, mempertemukan kami dengan dosen yang hebat dan inspiratif, serta membawa kami pada wawasan dan pengalaman yang luar biasa. Maka, di sinilah kami saat ini. Menjadi lulusan yang insyaAllah menjadi kebanggan,” tutunya dalam orasi pesan-kesan. Ia pun mengucapkan terima kasih dan berharap semua lulusan merasa bangga atas capaian yang diraih, dan terus melanjutkan mimpi-mimpinya. Selain mengukuhkan lulusan terbaik akademik, FKIP UMM juga mengukuhkan lulusan terbaik nonakademik. Tercatat, 16 lulusan terbaik dari 6 Prodi telah dikukuhkan atas prestasi di bidang publikasi artikel ilmiah di jurnal terakreditasi, hak paten penulisana buku, kejuaraan lomba, dan KKN internasional.  (*/fd) FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang gelar Yudisium Periode II Tahun 2024, Jumat (10/05/2024). Acara yudisium digelar secara daring di Rayz Hotel UMM. Kali ini, tema yang diangkat yakni “Guru Adaptif sebagai Sumber Daya Unggul dalam menghadapi Tantangan Pendidikan” yang diikuti oleh 130 calon wisudawan/wisudawati ini berlangsung secara khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para peserta yudisium bisa menyelesaikan studi dengan baik. Ia yakin, para lulusan yang hari ini diyudisium merupakan sumber daya pendidikan yang siap menjawab tantangan pendidikan abad 21 dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. “Abad 21 menjadi abad tantangan bagi guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofesiannya, tidak lagi berkisar pada kemampuan akademik tetapi lebih pada pendidikan intelektual, emosional, moral, dan akhlak peserta didik. Untuk itulah diperlukan generasi Guru Baru Indonesia yang adaptif. FKIP UMM telah membekali Saudara dengan karakter tersebut,” ungkap Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. Guru adaptif, lanjut Trisakti, adalah guru yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan terbuka terhadap pandangan serta umpan balik dari peserta didik. Secara terperinci, guru yang adaptif memiliki ciri-ciri memiliki kesediaan untuk menerima umpan balik, kepekaan terhadap dinamika kelas, fleksibilitas dalam menerapkan perubahan, komunikasi terbuka dan jelas, serta pemantauan dan evaluasi yang berkala. Ia pun berpesan agar para lulusan memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat. Salah satunya dengan melanjutkan studi profesi melalui Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Melalui Program PPG prajabatan, mahasiswa akan mendalami kompetensinya dan mendapatkan sertifikat pendidik, sebagai syarat diakui sebagai guru profesional. “Ini merupakan kesempatan bagi adik-adik yang saat ini di Yudisium untuk ikut berperan serta dalam membangun pendidikan bangsa melalui PPG Pra Jabatan. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, raih cita-cita untuk menjadi guru profsional, yang dibuktikan dengan  didapatkannya sertifikat pendidik sebelum kalian mengabdikan diri di dunia pendidikan,” tegasnya. Dalam kesempatan kali ini, hadir pula Erwin Qodariyah, M.Pd. yang turut membedah materi tentang “Guru Penggerak, Guru Adaptif”. Menurut Erwin, guru adaptif adalah guru yang fleksibel, open-minded, kreatif, inovatif terhadap fenomena perubahan yang ada disekitar. Dalam hal ini, guru penggerak dengan 10 karakter yang dimilikinya, diharapkan menjadi agen perubahan untuk menciptakan mindset adaptif kepada komunitas pendidikan. Ia pun membagikan tips untuk menjadi guru adaptif dan kreatif, yakni mengenali murid dan kemampuannya, memiliki kepercayaan yang tinggi, mengajar dengan inovatif, belajar sepanjang hayat, menyeimbangkan teori dan praktik, serta mengerti dan memanfaatkan teknologi. “Kita perlu menanamkan dalam diri bahwa tugas kita bukan menjejalkan pelajaran, tetapi menghidupkan pengetahuan. Maka kita harus memperlakukan siswa sebagai partner, bukan objek. Kita harus

Sambut Hardiknas dan 8 Doktor Baru, FKIP UMM Gelar Konferensi Internasional Pengembangan Profesi Berkelanjutan untuk Capai SDGs

FKIP News— Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) gelar Konferensi Internasional bertajuk the 2nd International Conference on Education, Teacher Training, and Professional Development (ICE-TPD). Dalam seminar yang diadakan secara luring dan daring ini pada Kamis (2/05/2024) ini, ratusan peneliti, pendidik profesional, pembuat kebijakan pendidikan, praktisi pendidikan, dan mahasiswa berkumpul untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi dalam tema “Transforming Education through Continuous Professional Teacher Development to Attain SDG’s“. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM, dalam sambutannya mengatakan, konferensi internasional ini secara khusus bertujuan untuk berbagi pengalaman tentang isu-isu pendidikan mutrakhir, khususnya tantangan, teori, dan praktik terbaik dalam meningkatkan kualitas guru. Hal ini merupakan wujud komitmen FKIP UMM untuk berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pendidikan dan mencetak guru profesional. “FKIP UMM telah berkomitmen untuk terus-menerus membina dan mengembangkan pengetahuan, serta menghasilkan guru profesional masa depan. Dan ICE-TPD ini adalah salah satu bentuk bagaimana FKIP UMM memfasilitasi gagasan seputar pendidikan dan peningkatan kualitas profesionalisme guru dalam konteks regional, nasional, dan internasional,” pungkasnya. Lebih lanjut, Prof. Ahsanul Inam, Ph.D, Wakil Rektor I UMM, dalam sambutan sekaligus pembukaan acara mengungkapkan, selain menjadi medium silaturahmi akademik, konferensi internasional ini juga merupakan bentuk apresiasi atas prestasi delapan dosen FKIP UMM yang telah berhasil meraih gelar doktor. Kedelapan dosen tersebut yaitu Dr. Nur Widodo, M.Kes (Prodi Pendidikan Biologi), Dr. Agung Deddiliawan Ismail, M. Pd (Prodi Pendidikan Matematika), Dr. Dyah Worowirasti Ekawati, M.Pd (Prodi PGSD), Dr. Husamah, M.Pd (Prodi Pendidikan Biologi), Dr. Erna Yayuk, M.Pd (Prodi PGSD), Dr. Rina Wahyu Setya Ningrum, M.A (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd (Prodi Pendidikan Matematika), dan Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd (Prodi PGSD). Prof. In’am pun berpesan agar para doktor melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan berbasis pada pendidikan di era digital. “Dalam pendidikan di era digital ini, ada tiga aspek yang harus diperhatikan yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, dan Big Data. Ketiganya hendaknya menjadi basis ketika kita mengembangkan pembelajaran dan riset sehingga akan menghasilkan karya yang baik. Karena itu, untuk delapan Doktor baru, saya sangat berharap dapat mengembangkan pembelajaran dan meningkatkan kualitas penelitian yang berbasis digital,” tandasnya. Untuk membedah tema yang diangkat, FKIP UMM menghadirkan dua pembicara utama yaitu Asoc. Prof. Dr. Saifon Songsiengchai dari Rajamangala of Technology Krungthep University, Thailand dan Audrey Nicole Loyer Carlson dari Graduate Teaching Assistant, Department of Teaching and Learning, Washington State University, Amerika Serikat. Tak hanya itu, delapan doktor baru FKIP juga turut hadir menjadi pembicara undangan. Mengawali paparannya yang berjudul “Literacy Development: Foundations and Beyond”, Audrey Nicole Loyer Carlson menegaskan bahwa literasi adalah keterampilan dasar yang sangat penting dalam pembelajaran sepanjang hayat dan merupakan hak dasar manusia. Ia pun menjelaskan bahwa literasi dapat digunakan untuk mendukung pemerolehan bahasa kedua untuk mencapai kompetensi biliterasi. “Biliterasi adalah keterampilan untuk membaca dan menulis dalam dua bahasa dengan lancar. Dua pendekatan yang dapat diterapkan dalam hal ini adalah Common Underlying Proficiency Model dan Translanguaging,” jelasnya. Untuk meningkatkan kompetensi literasi dan biliterasi, tambahnya, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung. Beberapa hal yang dapat diterapkan yaitu mengimplementasikan membaca nyaring setiap hari dengan mengintegrasikannya dengan pembelajaran, melakukan pemodelan membaca lancar, menciptakan lingkungan kaya teks di sekitar kelas, dan mendorong siswa menggunakan bahasa secara aktif dalam komunikasi. “Kita juga perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca senyap dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk memilih bahan bacaan mereka sendiri,” terangnya. Selanjutnya, Asoc. Prof. Dr. Saifon Songsiengchai memperkenalkan gagasan menarik tentang “SAIFON Guidelines” untuk pengembangan profesi guru prajabatan. Menurutnya, calon guru memerlukan pelatihan dengan metode yang memadai untuk mengembangkan kompetensi pedagoginya dalam rangka menjamin kualitas mereka. “Hal ini tidak hanya penting, tetapi juga mendesak untuk dilakukan karena berdampak pada hasil belajar siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ungkapnya. SAIFON Guideline mencakup enam tahapan dalam rangka meningkatkan keterampilan mengajar calon guru Bahasa Inggris, yaitu survei kebutuhan guru, mengasosiasikan rencana pembelajaran dengan hasil survei, menginstruksikan strategi pengajaran, memberikan umpan balik pada praktik pembelajaran, mengobservasi praktik pembelajaran, dan menyampaikan masalah beserta solusinya. Yang pertama dan utama dalam penerapan SAIFON Guidelines dalam rangka mencapai SDGs, tambah Saifon, adalah memperhatikan konten SDGs. “Calon guru perlu memahami apa saja konten SDGs dan alasan mengapa guru perlu meningkatkan kesadaran siswa terhadap SDGs. Dengan begitu, guru dapat menerapkan SDGs dalam pembelajaran melalui pembelajaran aktif,” tegasnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan dari delapan doktor baru FKIP UMM yang terbagi dalam dua sesi paralel. Masing-masing doktor mempresentasikan berbagai topik yang linier dengan bidang keahlian yang digeluti. Sebut saja, Dr. Nur Widodo, M.Kes  yang membahas tentang model EMCONTAN model untuk mengembangkan keterampilan literasi lingkungan, berpikir kreatif, dan kolaborasi; Dr. Agung Deddiliawan Ismail, M. Pd yang membahas tentang Computational Thinking, Dr. Dyah Worowirasti Ekawati, M.Pd yang membahas tentang kemampuan siswa SD dalam menyelesaikan masalah dua dimensi; Dr. Husamah, M.Pd yang membahas tentang sustainability competence, Dr. Erna Yayuk, M.Pd yang membahas tentang, Dr. Rina Wahyu Setya Ningrum, M.A yang membahas tentang translation, translanguaging, dan trans-semiotizing; Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd yang membahas tentang HOTs; dan Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd yang membahas tentang media pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Para peserta sangat antusias mengikuti gelaran ini, terlihat dari keaktivan para peserta dalam sesi tanya jawab. Pada akhirnya, konferensi ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para peserta, tetapi juga melahirkan berbagai kolaborasi yang kontributif terhadap transformasi pendidikan untuk pendidikan berkelanjutan. (*fd)

Dorong Lahirnya Generasi Baru Guru Indonesia, FKIP UMM Gelar Webinar Pembukaan PPG Prajabatan 2024

FKIP News—Pendaftaran PPG Prajabatan tahun 2024 telah resmi dibuka Ditjen GTK (Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan) 4 April 20024 lalu melalui Pengumuman Nomor: 1643/B/GT.00.05/2024. Merespon kebijakan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Webinar Pembukaan PPG Prajabatan 2024 yang dihadiri ratusan calon pendaftar, Sabtu (27/04/2024). Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan sekaligus Koordinator PPG FKIP UMM menegaskan, Program PPG Prajabatan ini merupakan langkah penting dalam mendorong lahirnya generasi baru guru-guru Indonesia yang profesional, kompeten, cinta terhadap profesi, dan berkomitmen menjadi teladan dan pembelajar sepanjang hayat. “Harapannya, dengan adanya PPG Prajabatan ini, profesionalitas dan martabat guru dapat meningkat. Sehingga, layanan pembelajaran akan berkualitas dan berpihak pada peserta didik,” ungkapnya. Lulusan Sarjana, Sarjana Terapan, maupun Diploma IV dari kependidikan maupun non kependidikan dapat mendaftar dalam program PPG Prajabatan ini. Terdapat 23 bidang studi umum dan 27 bidang studi kejuruan yang dibuka pada periode ini. Calon peserta dapat mengecek linieritas pada laman https://ppg.kemdikbud.go.id/linieritas/ppg-prajabatan Selama 2 semester perkuliahan, mahasiswa akan menempuh 32 SKS mata kuliah inti, 4 SKS mata kuliah selektif, dan 2 SKS mata kuliah elektif. Pada akhir program, setelah mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa PPG dan dinyatakan lulus, mahasiswa akan memperoleh Sertifikat Pendidik sebagai indikator guru profesional. Lebih lanjut, Trisakti menjelaskan bahwa ada tiga tahapan seleksi pendidikan PPG Prajabatan ini, yakni seleksi administrative, tes substantif, dan seleksi wawancara. Seleksi administratif dilakukan secara daring melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengembangan keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB). Tes substantif meliputi tes penguasaan bidang dan tes kemampuan dasar literasi dan numerasi yang dilaksanakan secara luring di Tempat Uji Kompetensi (TUK). “Terakhir, pada tahap wawancara yang dilaksanakan secara daring ini, para calon mahasiswa diharuskan menunjukkan kompetensi profesional dan personal,” tambahnya. Materi dilanjutkan dengan paparan tentang sistem perkuliahan yang disampaikan oleh Fahdian Rahmandani, M.Pd. dan sistem pendaftaran yang disampaikan oleh Moh. Zainuri Amin,S.Pd. Para pemateri pun mengimbau agar para calon peserta memperhatikan detail informasi terkait syarat, tata cara pendaftaran, dan timeline pendaftaran. Informasi lebih lanjut dapat disimak pada tautan berikut ini. Paparan PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/PaparanPrajabTahun2024 Konten Media Sosial PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/MedsosPrajab2024 Surat Edaran PPG Prajabatan Tahun 2024: https://bit.ly/SEPembukaanPendaftaran2024 Daftar Tanya Jawab (FAQ) PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/faq-ppg-prajabatan Laman PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/prajabatan Helpdesk PPG: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/hubungi-kami Mitigasi Kendala Teknis: https://bit.ly/MitigasiKendala2024 Desain Konvensional: https://bit.ly/DSKonvensional2024