Kunjungan Yala Rajabath University (YRU) Thailand ke FKIP UMM, Bahas Berbagai Kerjasama Tingkatkan IKU

FKIP News—Rombongan pejabat teras Yala Rajabaht University (YRU) yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, IRO, dan Senat yang berjumlah 11 orang berkunjung ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (19/04/2024). Kedatangan rombongan ini disambut dengan antusias oleh Wakil Rektor IV UMM, jajaran Dekanat FKIP UMM, serta kaprodi/sekprodi di FKIP UMM. Kunjungan tersebut telah menghasilkan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak yang dikukuhkan dengan penandatanganan MoU dan MoA. Hadir dan memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut bapak Salis Yuniardi, PhD. selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama. Menurut beliau, UMM sangat mendukung perintisan kerjasama internasional ini karena internasionalisasi merupakan bagian dari program utama bersama dengan digitalisasi kampus. Beliau menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan awalan yang akan ditindak lanjuti dengan aksi nyata pada kesempatan berikutnya. Kegiatan nyata (riel) yang bisa dilakukan dan harus menguntungkan kedua belah pihak, meliputi pertukaran mahasiswa, publikasi bersama, kuliah tamu dan lain sebagainya. “Kegiatan tersebut penting dalam rangka meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU), baik IKU 2 yakni mahasiswa yang berkegiatan di luar kampus maupun IKU 3, yakni dosen yang berkegiatan diluar kampus,” tegasnya. Beliau juga menegaskan bahwa kerjasama ini dapat diperluas kepada fakultas lain karena pihak YRU juga melibatkan Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Sosil Politik dalam kunjungan dan perintisan kerjasama ini. Mendengar sambutan ini, Prof. Dr. Sirichai, Rektor YRU bersepakat dan menyambut baik serta meminta kepada dekan yang terkait dari YRU untuk menindak lanjuti ide tersebut. Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM., Dekan FKIP menyambut antusias kedatangan tamu yang diikuti dengan peandatanganan MoU ini. “Ini merupakan bagian dari upaya memperluas dan menguatkan atmosfir internasional yang telah dirintis selama ini oleh FKIP UMM,” terangnya. Berbagai PT dari Thailand memang menjadi pilihan kemitraan internasional sehubungan dengan inisiatif dan respon positif mereka untuk menjalin kerjasama.  Sampai saat ini FKIP telah menjalin dengan 5 PT berasal dari Thailand, diantaranya adalah Rajamangala University di Bangkok, Pathumtani University di Bangkok, Thaksin University di Songklha, Fatoni University di Pattani, Ram Kam Heng University di Bangkok dan Rajabahti University di Yala. Kerjasama yang telah dilakukan meliputi student mobility, kuliah tamu, publikasi bersama dan seminar internasional. Dr. Sugiarti MSi, mewakili dekanat FKIP, ikut menyambut gembira atas kunjungan Rektorat dan dekanat dari YRU ini. Beliau menyatakan bahwa FKIP UMM memiliki berbagai program yang sangat potensial untuuk dikerjasamakan baik dalam bidang pengajaran, penelitian maupun pengabdian masyarakat serta al Islam. “Modalitas program studi di FKIP UMM yang semuanya telah memiliki jurnal ber reputasi nasional dapat menjadi ujung tombak dalam kerjasama iini, kususnya dibidang emnar internasional dan publikasi,” ungkapnya. Prof. Dr. Muhammadtolan, Dekan FKIP YRU yang adalah seorang muslim, sangat antusias dengan kesepakatan kerjasama ini. Beliau menegaskan silaturahmi dan perintisan kerjasama ini adalah bagian penting dari dakwah Islam yang harus sama sama dikuatkan melalui peran perguran tinggi. Sepakat dengan rektor YRU yang telah membuka peluang untuk perluasan kerjasama dengan fakultas lain, maka FKIP YRU ingin mengawali dan menunjukkan praktek baik yang terbentuk sehingga bisa menjadi pioneer dalam implementasi MoU. Dr. Nurwidodo, M.Kes, selaku konektor kerjasama kedua institusi mengapresiasi kemitraan internasional ini. Menurutnya perintisan kerjasama dari YRU ini sekalipun terkesan mendadak, karena dinegosiasikan hanya dalam waktu yang singkat, namun hasilnya sangatlah optimal. Mengapa demikian, karena kedua institusi bersepakat dan telah melakukan penandatanganan MoU dan MoA.  Kedepan memang perlu diorientasikan kembali berbagai bidang kerjasama yang menguntungkan dengan berbagi pihak sehingga mobilitas dosen maupun mahasiswa secara internasional menjadi semakin semarak. Mobilitas dosen dan mahasiswa berlevel internasional yang terealisasi dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan capaian IKU 2 dan IKU 3 dan memberikan dampak pada reputasi, prestasi dan promosi bagi setiap program studi. (*nrw)  

Targetkan Rekognisi Internasional, FKIP UMM Gelar Diskusi dengan Dubes RI untuk Kolombia

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) laksanakan diskusi langkah strategis mencapai rekognisi Internasionalisasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Dr. H.C. Drs. Priyo Iswanto. Diskusi ini dilakukan di Ruang Sidang FKIP, pada Selasa (23/04/2024). Recognisi internasional merupakan bagian dari milestone FKIP UMM. Dekan FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, MM mengatakan, meski telah memiliki berbagai kerja sama luar negeri dan menjalankan berbagai kegiatan FKIP UMM tetap memmiliki komitmen yang tinggi untuk mendorong Prodi-prodi di lingkungan FKIP tetap harus terus bergerak maju. “Kita masih harus terus berusaha keras meningkatkan kerja sama internasional dalam rangka mencapai recognisi internasional ini,” katanya. Senada dengan itu, Dr. H.C. Drs. Priyo Iswanto dalam paparan diskusi menjelaskan, UMM punya potensi yang sangat besar. Beberapa di antaranya adalah berbagai capaian UMM seperti 25 leading universities in Indonesia,  ranks 4th (private) Webometrics, ranked 6th best private university in ASEAN, ranked 1st best Islamic University in the world by Unirank 2021, serta Program Center of Excellence (CoE) UMM. “UMM juga merupakan satu-saatunya kampus yang memiliki jaringan bisnis terluas. Ini diapresiasi direktur Bank Asia,” katanya. Lebih lanjut, Pak Priyo, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ada berbagai program kerja sama, baik inbound maupun outbound yang bisa dijalankan. Misalnya, professor mobility, student mobility, joint classes-credit trabsfer, riset dan publikasi bersaama, partisipasi pada konferensi internasional, dan hosting/co-hosting conference, workshop, atau kegiatan internasional lainnya. Untuk merealisasikan hal itu, FKIP UMM perlu membuat pemetaan dari wadah kerjasama yang ada. Secara internal di UMM, sudah ada lebih dari 600 kerjasama antaruniversitas, 239 kerjasama dengan DUDI, dan 182 kerjasama dengan instansi lain. Selain itu, ada pula asosiasi seperti Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL) yang menaungi 242 universitas dari 25 negara, Association of Universities in Asia and the Pasific (AUAP) yang menaungi 177 universitas dari 30 negara, dan Eurasian Universities Union (EURAS) yanag menaungi 137 universitas dari 47 negara. “FKIP dan Prodi dapat membuat pemetaan universitas dan negara yang memungkinkan untuk dilakaukan kerjasama, serta bentuk akativitas dalam kerja sama itu. Selanjutnya, kami nanti akan berusaha menjembatani untuk terbukanya pintu kerja sama tersebut,” tegasnya. Meski potensi dan peluang kerja sama itu tinggi, dalam hemat Priyo, ada berbagai tantangan yang dihadapi. Seperti, rendahnya partisipasi pada aktivitas kerjasama internasional dan minimnya kelas internasional. Di sisi lain, dari aspek SDM, terlihat bahwa sebagian besar dosen yang belum memiliki penguasaan bahasa asing berdampak pada rasa kurang percaya diri ketika dihadapkan dengan kegiatan internasional yang menuntut untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Priyo pun memberikan saran. “Saya pikir tantangan itu bisa diatasi. Syaratnya, kita harus proaktif, responsif dan melaksanakan hal-hal di luar kebiasaan,” katanya. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Para Kaprodi dan Kepala labolatorium Microteaching diberi kesempatan untuk melaporkan update kerja saama internasional, sekaligus menyampaikan ide kolaborasi internasional yang akan dijalankan. Demikian halnya, para doktor baru FKIP UMM menyumbangkan ide-ide baru terkait upaya rekognisi internasional ini. Sebagai tindak lanjut, Prodi akan menyusun rancangan perluasan Kerjasama internasional yang akan dijalankan. Termasuk strategi implementasinya. (*fd)

FKIP UMM Buka Pendaftaran PPG Prajabatan Tahun 2024, Ini Informasi Lengkapnya!

FKIP News—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2024. PPG Prajabatan merupakan program pendidikan profesi untuk mencetak generasi baru guru-guru profesional di Indonesia. Program ini diselenggarakan bagi lulusan sarjana atau sarjana terapan dari jurusan pendidikan atau nonpendidikan untuk mendapat sertifikat pendidik. Melalui program yang yang diselenggarakan Kemdikbud ini, peserta didik akan mempelajari lebih jauh tentang tata cara mengajar, termasuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Masa pendaftaran PPG Prajabatan 2024 berlangsung pada 4 April sampai 15 Mei mendatang. Adapun bidang studi yang dibuka untuk Prodi PPG FKIP UMM, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selengkapnya, berikut syarat dan cara mendaftar PPG Prajabatan 2024.     Persyaratan PPG Prajabatan 2024 1. Persyaratan Umum Warga Negara Indonesia (WNI) berusia maksimal 32 tahun saat mendaftar. Belum terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri. Indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 (tiga koma nol nol). Menandatangani pakta integritas. Mengikuti tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara. 2. Persyaratan Dokumen Surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Surat keterangan berkelakuan baik. Surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan pada saat lapor diri). Foto terbaru berpakaian formal dengan background warna biru. Ukuran file tidak lebih dari 1 MB. Cara Daftar PPG Prajabatan Pendaftaran PPG Prajabatan 2024 dilakukan secara online melalui situs resminya. Tata cara pendaftarannya sebagai berikut: Buka laman https://ppg.kemdikbud.go.id, lalu pilih menu “Daftar PPG Prajabatan”. Klik “Daftar sebagai Peserta” dan buat akun pendaftaran aplikasi SIMPKB menggunakan email aktif. Peserta akan menerima email berisi tautan konfirmasi pendaftaran. Klik tautan tersebut untuk melanjutkan proses pendaftaran. Lengkapi data diri berupa NIK, nama lengkap, jenis kelamin, dan tanggal lahir. Seluruh data akan diverifikasi secara otomatis oleh sistem. Akun PPG Prajabatan bisa dibuat jika data dinyatakan valid. Login ke aplikasi SIMPKB menggunakan username dan password yang telah dibuat di awal. Setelah itu, lengkapi data pokok meliputi biodata, bidang studi, preferensi provinsi lokasi pengabdian, serta data pendukung lain. Selanjutnya, peserta akan diminta untuk membuat esai dan mengunggah dokumen persyaratan. Apabila seluruh data telah diisi, sistem akan mengarahkan peserta ke laman pembayaran agar bisa mencetak kartu ujian substantif. Peserta yang lolos ujian substantif akan mengikuti tes wawancara untuk menentukan kelulusan sebagai mahasiwa PPG Prajabatan. Jadwal PPG Prajabatan 2024 Agar tidak ketinggalan informasi, penting bagi calon peserta untuk mengetahui jadwal seleksi PPG Prajabatan 2024 selengkapnya. Pendaftaran seleksi calon mahasiswa: 4 April-15 Mei 2024 Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi: 27 Mei 2024 Cetak kartu peserta: 27 Mei-7 Juni 2024 Pelaksanaan Tes Substantif: 3-7 Juni 2024 Pengumuman Kelulusan Tes Substantif: 20 Juni 2024 Pengumuman jadwal wawancara: 24 Juni 2024 Pelaksanaan Tes Wawancara: 1-31 Juli 2024 Pengumuman Kelulusan Seleksi: 14 Agustus 2024 Konfirmasi Kesediaan mengikuti PPG Prajabatan 2024: 15-18 Agustus 2024 Penetapan Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024: 23 Agustus 2024 Lapor diri Mahasiswa PPG Prajabatan di LPTK: 26-31 Agustus 2024 Orientasi Mahasiswa: 2-6 September 2024 Awal Perkuliahan PPG Prajabatan 2024: 9 September 2024   Bahan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut ini. Paparan PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/PaparanPrajabTahun2024 Konten Media Sosial PPG Prajabatan Tahun 2024: https://s.id/MedsosPrajab2024 Surat Edaran PPG Prajabatan Tahun 2024: https://bit.ly/SEPembukaanPendaftaran2024 Daftar Tanya Jawab (FAQ) PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/faq-ppg-prajabatan Laman PPG Prajabatan: https://ppg.kemdikbud.go.id/prajabatan Helpdesk PPG: https://ppg.kemdikbud.go.id/page/hubungi-kami Mitigasi Kendala Teknis: https://bit.ly/MitigasiKendala2024 Desain Konvensional: https://bit.ly/DSKonvensional2024

FKIP UMM Jadi Tuan Rumah, Selenggarakan Sosialisasi dan Bimtek Hibah Revitalisasi LPTK Tahun 2024 bagi PTMA se-Indonesia

FKIP News—Sebanyak 67 peserta dari 27 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Program Hibah Revitalisasi LPTK Tahun 2024 di Rayz Hotel UMM, Rabu hingga Jumat (3—5/04/2024). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini terselenggara atas kerja sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadidyah Malang (UMM), Asosiasi LPTK PTMA, dan Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI. Program Revitalisasi LPTK merupakan program pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan PPG melalui pembukaan Prodi baru dan Bidang Studi baru PPG bagi perguruan tinggi. Aspek yang menjadi sasaran di antaranya panduan, instrumen, atau dokumen lain penyelenggaraan PPG, penyelengaraan pembelajaran mikro reflektif berbasis TIK, pusat sumber belajar terintegrasi TIK, dan pembelajaran daring berbasis LMS. Ketua Asosiasi LPTK PTMA, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno mengatakan, kegiatan ini didesain secara khusus untuk menyiapkan mutu tata kelola LPTK PTMA. “Kita harus menyiapkan mutu tata kelola kita supaya mampu bersaing sebagai lembaga yang menghasilkan pendidik profesional di tengah era komunikasi global saat ini,” ungkap Ketua ALPTK PTMA yang sekaligus Anggota Majelis DIKTI Litbang PP Muhammadiyah dalam paparan sambutannya. Senada dengan itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa Hibah Revitalisasi LPTK ini sangat bermanfaat bagi LPTK PTMA. Beliau pun berharap, program ini tidak hanya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat fisik. “Harapannya kita tidak hanya berfokus pada infrastruktur atau fisik, tetapi pada hal-hal yang substantif, pada kualitas pelaksanaan PPG sehingga pendidik masa depan yang cakap akan lahir dari LPTK PTMA kita,” katanya. Oleh sebab itu, Dekan FKIP UMM, Trisakti Handayani, MM berharap, para peserta dapat menyusun proposal dengan baik, benar, dan bermutu supaya memenuhi dan dapat lolos diterima pendanaan dari Dit Kelembagaan DItjen Dikti. Dalam kegiatan ini, hadir sebagai pemateri Aulia Ni’matu Fajar selaku Ketua Tim Pokja Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Akademik. Aulia mengatakan, Program Hibah Penguatan LPTK 2024 ini sangat strategis dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan. “Khususnya yang berkaitan dengan bentuk peningkatan mutu pendidikan melalui fasilitasi Laboratorium Pembelajaran Mikro dan Pusat Sumber Belajar Terintegrasi TIK Prodi PPG dan Prodi2 Kependidikan pada LPTK,” ungkapnya. Hadir pula tim LPTK Direktorat kelembagaan, yakni Hari Wibawanto (Universitas Negeri Semarang), Elvira (Universitas Pamulang), Saliman (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Riyadi (Universitas Negeri Jakarta). Kelima narasumber menjelaskan secara rinci pelaksanaan program, pokok-pokok evaluasi proposal, hingga kegiatan dan TOR Program Pendanaan Revitalisasi LPTK Tahun 2024. “Bapak/Ibu harus mengecek terlebih dahulu akan mengajukan pada kluster I atau II, kemudian memenuhi segala persyaratannya. Setelah itu, Bapak/Ibu dapat menentukan bentuk kegiatan beserta komposisi pendanaannya. Semua harus sesuai dengan panduan,” tegas Saliman. Tak hanya itu, para peserta juga mendapatkan materi teknis pengadaan barang dan jasa beserta prosedur keuangan dari tim Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara, Setditjen Diktiristek. Acara hari pertama yang ditutup dengan diskusi ini dilanjutkan dengan sharing session dan penyusunan proposal hibah pada hari kedua. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si. Atas nama FKIP UMM, Sugiarti menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiasi ALPTK untuk memfasilitasi bagaimana LPTK PTMA dapat saling memotivasi, mendorong, dan maju bersama-sama. Ia pun berharap para peserta berkomitmen tinggi untuk menghasilkan proposal berkualitas. “Sebagai bentuk rasa terima kasih kita, maka sudah semestinya kita berkomitmen menghasilkan proposal berkualitas. Semua mengajukan proposal, semua didanai,” pungkasnya. (*fd)

Bersama Leimena Institute dan Templeton Religion Trust, FKIP UMM Beri Pelatihan Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) Pada 738 Pendidik

FKIP News—Sebanyak 738 guru, dai/daiyah, dan penyuluh agama Islam dari seluruh Indonesia mengikuti Program Internasional Bersertifikat “Pengenalan Literasi Keagamaan Lintas Budaya” yang digelar atas kerja sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Leimena Institute dan Templeton Religion Trust. Workshop digelar secara synchonus dan asynchronus selama 5 hari, 4—8 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan eksistensi dan kolaborasi damai antaragama di Indonesia dengan mengenalkan literasi keagamaan lintas budaya bagi guru dan penyuluh agama. Ada tiga kompetensi yang dikembangkan dalam kegiatan ini, yakni kompetensi pribadi, kompetensi komparatif, dan kompetensi kolaboratif. Kompetensi pribadi merujuk pada kemampuan memahami diri sendiri dan nilai-nilai yang memandu keterlibatan Anda dengan orang lain. Kompetensi komparatif merujuk pada kemampuan memahami orang lain sebagaimana dia memahami dirinya sendiri dan nilai-nilai yang memandu keterlibatan mereka dengan dirinya. Sementara kompetensi kolaboratif merujuk pada kemampuan dalam memahami konteksi potensi kolaborasi di antara aktor-aktor yang berbeda keyakinan. Dalam acara ini, hadir memberi sambutan Dekan FKIP UMM Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M dan Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si, serta Direktur Eksekutif Institute Leimena, Matius Ho. Hadir pula ahli-ahli sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si (Wakil Dekan II FKIP UMM), Dr. Nurbani Yusuf, M.Si (Staf Ahli Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan UMM), Dr. Alwi Shihab (Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam 2015-2019), Prof. Dr. M. Amin Abdullah (Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Pdt. Dr. Henriette T. Lebang (President World Council of Churches), Dr. Chris Seiple (Senior Research Fellow, University of Washington), Dr. Ari Gordon (Direktur Muslim-Jewish Relations, American Jewish Committee), Dr. David Rosen (Special Adviser to the Abrahamic Family House in Abu Dhabi, UAE), dana Dr. David Saperstein (Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional 2014-2017). Dalam konteks Indonesia, menurut Dr. Nurbani Yusuf, kekerasan dan konflik yang disebabkan oleh perbedaan masih kerab terjadi. Bahkan, data menunjukkan bahwa sebanyak 422 tindakan pelanggaran kebebasan beragama terjadi di Indonesia selama 2020. Menyikapi hal tersebut, peserta diajak untuk kembali pada ajaran Islam. “Kita harus menyadari bahwa Islam itu sumber damai dan nirkekerasan. Itu bisa kita lihat misalnya pada Q.Q. Al-Maidah ayat 32, Q.S. Al-Baqarah Ayat 256 dan Ayat 62, serta keteladanan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata dosen senior Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa penanganan konflik agama dapat diatasi melalui pendekatan bina-damai (peacebuilding), jaga-damai (peacekeeping), dan cipta-damai (peacemaking). Bina damai yaitu membangun rasa percaya untuk mengurangi mispersepsi dan stereotipe berkaitan dengan hal mendasar untuk memutus rantai penyebab konflik dan kekerasan. “Sementara itu, jaga-damai berkaitan dengan penggunaan instrument negara seperti militer dan cipta-damai berkaitan dengan aksi nyata dan komitmen menolak kekerasan langsung atau structural dalam format apa pun,” kata founder komunitas Padhang Makhsyar ini. Lebih lanjut, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si dalam paparannya mengatakan toleransi sosial keagamaan menjadi kunci dalam mengatasi konflik ini. Konsep harmoni sosial-keagamaan mencakup Kerjasama lintas agama, hidup berdampingan secara damai, dan kebebasan beragama. Implementasinya terwujud dalam pembelajaran multikultural yang mengajarkan keberagaman, memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap budaya dana agama, serta meningkatkan kepekaan terhadap perbedaan. “Yang tidak kalah penting, kurikulum harus mengintegrasikan keragaman budaya, agama, dan kehidupan sosial dalam pembelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler juga mengakaomodasi dialog antar agama dan pertukaran budaya,” pungkas Kadir. Oleh sebab itu, guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam mengenai toleransi sosial mengingat guru memiliki tanggung jawab yang besar besar dalam membentuk pemikiran dan sikap toleran pada generasi muda. “Guru harus mampu menyampaikan ajaran ini secara relevan dan dapat dipahami siswa melalui fasilitasi ruang diskusi terbuka dan penyediaan lingkungan belajar yang inklusif,” tegasnya.   Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dalam Sidang PBB ke-55 di Jenewa, Swiss Keberhasilan dan urgensi Workshop Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) ini telah disampaikan Deputi Perwakilan Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan organisasi lainnya, Duta Besar Achsanul Habib, dan Direktur Leimena Institute, Matius Ho, dalam acara tambahan (side event) di sela-sela Sidang Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB ke-55 di Jenewa, Swiss, Selasa (12/3). Mengutip dari AntaraNews.com, Dubes Achsanul Achsanul menjelaskan bahwa LKLB ini menjadi bagian dari kebijakan luar negeri Indonesia. “Literasi keagamaan lintas budaya telah menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia yang dipromosikan lewat dialog antaragama yang telah terjalin secara bilateral dengan 34 negara mitra,” ungkapnya. Karenanya, pada bulan Agustus 2023, pemerintah Indonesia memprakarsai Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) untuk memprioritaskan komitmen global dalam mengimplementasikan Resolusi Dewan HAM PBB 16/18 tentang “Melawan Intoleransi, Stereotip, dan Stigmatisasi Negatif, serta Diskriminasi, Hasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Kekerasan terhadap Orang-orang Berdasarkan Agama atau Kepercayaan”. Selanjutnya, pada bulan November 2023, Kementerian Hukum dan HAM RI bersama Institut Leimena menggelar Konferensi Internasional tentang Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk mendorong masyarakat yang damai dan inklusif. Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, menyebut literasi keagamaan lintas budaya merupakan wujud inisiatif dan best practice pendekatan pendidikan dari Indonesia untuk mengatasi masalah intoleransi dan membangun relasi lebih baik antar penganut agama yang berbeda. “Dalam waktu kurang dari 2,5 tahun, Leimena Institute telah menggandeng 25 lembaga mitra untuk melatih lebih dari 7.000 pendidik di 34 provinsi di Indonesia tentang literasi keagamaan dan lintas budaya ini,” pungkasnya. (*fd)

Dosen FKIP UMM Edukasi Guru Menghadirkan Pembelajaran Menyenangkan Lewat Gamifikasi

FKIP UMM News—Dalam pembelajaran, tak jarang ditemui murid-murid yang tidak meletakkan perhatian sepenuhnya pada pembelajaran. Mereka terlihat tidak bersemangat dan minim kontribusi. Hal ini tentu bisa menajdi trigger stress bagi guru. Lalu, apa solusi untuk permasalahan ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Rose Fitria Lutfiana mengedukasi guru-guru SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang melalui penggunaan gamifikasi. Pembelajaran gamifikasi merupakan salah satu metode yang mengintegrasikan teknik game dalam proses pembelajaran. Lalu, apa saja game yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran? “Pembelajaran gamifikasi yang diterapkan dalam pembelajaran bisa berupa canvas, edmodo, articulate storyline 3, quizizz, kahoot!, wordwall, quizlet, educandy dan lainnya,” ungkap dosen Prodi Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan tersebut. Namun, secara khusus, Rose dan tim yang terdiri dari M.Syahri, M.Mansur, dan jamaludin memfokuskan diri pada penggunaan Wordwall, Kahoot, dan Quizziz. Wordwall merupakan aplikasi berbasis website yang digunakan untuk membuat media pembelajaran seperti kuis, memasangkan pasangan, acak kata, dan anagram. Kelebihan dari game wordwall yaitu memiliki berbagai fitur dan sangat fleksibel, dapat menarik perhatian siswa karena bersifat permainan, dapat digunakan dalam semua mata pelajaran, membuat siswa berkreativitas, membangun karakter bekerja sama dengan teman, dan pelaksanaan yang sederhana. Sementara itu, Kahoot merupakan aplikasi online berbasiskan web dan digital yang dapat mendukung pembelajaran. Kahoot ini dapat digunakan sebagai ice breaking untuk menyemangati peserta didik dalam belajar. Ice breaking yang diberikan dapat berupa kuis, teka-teki, dan tebak gambar. Adapun aplikasi Quizizz merupakan tools interaktif yang juga berbasiskan website untuk merancang tes, kuis, serta uji diagnostik yang ditampilkan dengan animasi yang menarik. Quizizz dapat memberikan data tentang kinerja siswa, melacak jumlah siswa yang menjawab benar, soal yang paling banyak salah, dan semua data hasil kerja siswa ditampilkan dengan akurat dan cepat. Rose pun menjelaskan bahwa dalam mengembangkan model pembelajaran gamifikasi terdapat beberapa langkah. “Langkah tersebut diantaranya adalah memahami konteks dan penggunaannya, menetapkan tujuan pembelajaran, menyusun pemetaan pengalaman yang akan didapatkan pengguna/siswa, menganalisis sumber daya, dan mengaplikasikan elemen gamifikasi,” ungkapnya. Melalui edukasi yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan ini, guru-guru SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang telah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan gamifikasi. Hal ini terlihat dari hasil pretes dan posttes dan desain gamifikasi yang dihasilkan. Rose dan tim mengaku senang atas hasil yang dicapai. Pasalnya, penguasaan guru terhadap gamifikasi ini menjadi sangat penting apabila dikaitkan dengan kompetensi pedagogi guru dalam pembelajaran abad 21. “Pembelajaran abad 21 tidak hanya menuntut adanya critical thinking, creative thinking, collaboration, dan communication, tetapi juga integrasi teknologi dalam pembelajaran. Dengan gamifikasi ini, secara langsung maupun tidak langsung kompetensi pedagogi guru, khususnya dalam technological pedagogical content knowledge (TPACK) guru meningkata,” tutup Rose. (*fd)

Marak Kasus Hukum, MHPS Bahtera Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Gelar Diskusi Forum Linguistik Forensik

FKIP News—Seiring perkembangan zaman, ranah penggunaan bahasa semakin luas dan fenomena kebahasaan semakin beragam. Hal ini berimplikasi pada perkembangan kajian linguistik. Salah satunya kajian linguistik forensik. Istilah ini digunakan pertama kali oleh seorang Profesor linguistic Bernama Jan Svartvik dalam laporannya yang berjudul “The Evans Statement: A Case for Forensic Linguistics” pada tahun 1968. Secara sederhana, linguistik forensik dapat diartikan sebagai penerapan prinsip-prinsip dan metode kajian linguistik dalam masalah hukum dan penegakan hukum. Hal ini mendorong mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat forum kajian mahasiswa di bawah Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahtera bertajuk “Forum Kajian Linguistik Forensik”. Ketua HMPS Bahtera, Nila Anis Fatul Rodiah, mengatakan forum ini hadir pada diskusi proker bersama pembina HMPS, Faizin, M.Pd. “Kebetulan kami angkatan 2023 pada semester 3  juga sudah mendapatkan mata kuliah tersebut dan kami merasa kajian ini sangat menarik dan sangat bermanfaat,” kata Nila, sapaan akrabnya. Menurut Nila, mahasiswa Bahasa Indonesia perlu mempelajari linguistik forensik karena alasan multidisipliner, aplikasi praktis, dan kontribusi sosial yang diberikan. Linguistik forensik menawarkan perspektif unik yang menggabungkan ilmu bahasa dengan ilmu hukum, memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks hukum. Keahlian ini juga memiliki aplikasi praktis dalam penyelidikan kejahatan, memberi mahasiswa kemampuan untuk menganalisis bukti linguistik. “Selain itu, dengan belajar linguistik forensik, mahasiswa dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keadilan sosial, membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan kasus hukum melalui analisis bahasa,” ujarnya. Meskipun demikian, forum ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa Prodi pendidikan Bahasa Indonesia, tetapi juga mahasiswa umum UMM. Diskusi perdana Forum Linguistik Forensik ini dihelat Sabtu lalu (16/03) di ruang BIPA, basement GKB IV. Ditemui selepas acara, bersama salah satu dosen lingustik Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Dalam diskusi ini, Fida mengangkat tema “Berkenalan dengan Linguistik Forensik” melalui bedah kasus penistaan agama Ahok tahun 2019 silam. Kasus yang bermula dari pidato Ahok di Pulau Seribu itu memang menjadi kasus yang sangat besar dan menimbulkan dampak gelombang demontrasi besar-besaran di Monas yang dikenal dengan Gerakan 212. Dari kegiatan mencermati bersama video pidato Ahok, pengakuan Ahok, dan hasil analisis ahli forensik, Prof. Rahayu Surtiati, para peserta diberi gambaran bahwa bahasa juga merupakan serpih bukti perkara dalam persidangan. Ia pun memberikan contoh lain dalam kasus pembunuhan Beryl Susan Evans dan Geraldine oleh Timothy John Evans (suami Beryl) pada tahun 1949 yang terkuak dari hasil analisis bahasa pada keterangan yang diberikan Evans. “Bahasa sama halnya seperti senjata, bekas jari tangan, sepatu dan lain-lain dalam sebuah kejahatan. Ia adalah bukti. Jadi, bukti-bukti yang tertinggal setelah suatu tindak kejahatan terjadi tidak hanya berupa bukti fisik, tetapi juga dapat berupa bukti bahasa,” ungkap Fida. Kajian linguistik forensik berkaitan dengan semua bidang linguistik, baik itu mikrolinguistik seperti fonologi, morfologi, semantic, sintaksis, dan wacana maupun makrolinguistik seperti sosiolinguistik, prakmatik, psikolinguistik, leksikografi, dan dialektologi. Bidang kajiannya pun sangat luas. “Hal-hal yang dikaji dapat berupa bahasa dari dokumen legal, bahasa dari polisi dan penegak hukum, interview dengan saksi yang rentan dalam sistem hukum, interaksi dalam ruang sidang,  bukti-bukti linguistik dan kesaksian ahli dalam persidangan, kepengarangan dan plagiarism, bahkan fonetik forensik dan identifikasi penutur,” tambahnya. Bidang kajian yang luas ini selanjutnya akan menjadi topik pada diskusi-diskusi selanjutnya. Rencananya, diskusi akan digelar satu bulan sekali dengan mengkaji kasus nyata dari berita yang telah/sedang terjadi. (*fd)

Di SMA Muhammadiyah 1 Malang, Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Kenalkan Sastra Profetik Hingga Hasilkan Antologi Cerpen

FKIP News—Perkembangan dunia sastra yang begitu pesat seiring dengan perkembangan teknologi belum diimbangi dengan lahirnya karya sastra yang bermuatan positif dan relevan dengan dunia pendidikan. Padahal, muatan yang ditawarkan di dalam karya sastra bisa berpengaruh pada pemikiran dan sikap pembacanya karena fungsi sastra tidak hanya menghibur (dulce) tetapi juga mendidik (utile). Kondisi inilah yang melatari dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diketuai Dr. Hari Sunaryo, M.Si dan beranggotakan Candra Rama Wijaya Putra, S.S. S.Pd., M.A. dan Purwati Anggraini, M.Pd. mengenalkan sastra profetik kepada siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang. Satra profetik adalah karya sastra yang tujuannya ingin menjadikan manusia itu menjadi manusia yang sebenarnya dan menjadikan manusia itu dekat dengan Tuhannya. Dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan ini, secara khusus sastra profetik difokuskan pada sastra profetik berbasis nilai agama. Nilai-nilai agama ini adalah nilai agama yang pernah siswa dapatkan di bangku sekolah. “Dengan begitu, siswa lebih mudah menggali ide dari kehidupan sehari-hari atau yang ada di sekitar mereka, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal,” pungkas Hari. Pertemuan pertama difokuskan pada penjelasan tentang sastra profetik dan industri sastra dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan peristiwa kehidupan menjadi ide scerita. Pertemuan kedua difokuskan pada penyusunan kerangka cerita pendek berdasarkan kisah kehidupan sehari-hari siswa. Pertemuan ketiga difokuskan pada pengembangana kerangka cerita menjadi cerita pendek utuh. Adapun pertemuan keempat merupakan kegiatan finalisasi cerita pendek dengan penguatan amanat, penentuan judul, dan editing naskah. Lebih lanjut, Hari mengatakan, pada setiap pertemuan dan tahapan, tim menggunakan metode kooperatif-kritis. Mengapa? Karena dengan adanya kegiatan berpikir kritis, siswa secara tidak langsung dapat meningkatkan keaktifan dirinya sebagai peserta didik. “Caranya yaitu setiap siswa saling berposisi sebagai penulis sekaligus pembaca dan kemudian memberikan catatan masukan untuk setiap karya yang telah ditulis oleh teman sejawat,” katanya. Hasilnya, 36 cerpen karya siswa kelas X dan XI tergabung dalam buku antologi cerpen yang saat ini sedang dalam proses cetak. “Cerpen-cerpen karya siswa ini memiliki muatan nilai agama. Siswa mengalami internalisasi nilai agama melalui pelajaran agama Islam di sekolah. Hasil internalisasi tersebut kemudian menjadi bahan eksternalisasi siswa, pikiran dan perasaan dalam bentuk karya kreatif sastra,” terang Candra saat ditemui. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Malang, Iswati, S.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah. Kami bersyukur dapat berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa yang dibekali pengetahuan tentang konten materi, skill berpikir kritis, dan pengalaman menghasilkan karya antologi cerpen, tetapi juga bagi guru-guru kami. Saya yakin guru-guru juga mendapatkan inspirasi tentang bagaimana mengajar sastra yang produktif dan menyenangkan,” pungkasnya. (*fd)

Benarkah Tulisan ChatGPT Mengalahkan Kualitas Tulisan Manusia? Ini Kata Ahli Bahasa FKIP UMM

  FKIP News—Sejak dirilis pada 30 November 2022, Chat.GPT menjadi salah satu aplikasi paling digemari, baik di dunia akademik maupun nonakademik. Pasalnya, aplikasi Artificial Intelligence (AI) ini dapat menghasilkan tulisan sesuai dengan entri yang diberikan pengguna, bahkan memberikan informasi kepada pengguna dengan bahasa yang sangat natural seperti sedang berkomunikasi dengan seseorang. Lalu, muncul pertanyaan dan sekaligus kekhawatiran, apakah tulisan yang dihasilkan ChatGPT dan manusia tidak dapat dibedakan, bahkan kualitas tulisan yang dihasilkan ChatGPT lebih baik daripada yang dihasilkan manusia. Menanggapi isu ini, dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Adityo, M.A. mengatakan meski kualitas tulisan ChatGPT dapat menyamai kualitas tulisan manusia, tetap terdapat perbedaan pada aspek tertentu. Persamaan tulisan yang dihasilkan ChatGPT dan manusia terletak pada kejarangan dan keragaman leksikal. Kejarangan leksikal, yang menunjukkan penggunaan kata-kata yang tidak umum dipakai, sering kali dikaitkan dengan kefasihan manusia. Namun, ChatGPT menunjukkan keterampilan yang sama dalam menggunakan kosakata langka ke dalam teks yang dihasilkan. “Demikian juga, baik tulisan ChatGPT maupun tulisan manusia menunjukkan keragaman leksikal. Artinya kosakatanya luas dan distribusinya beragam,” ungkapnya. Di sisi lain, baik ChatGPT maupun manusia memiliki perbedaan kualitas dan kualifikasi dalam menghasilkan tulisan. Tulisan manusia kaya dengan nuansa budaya dan pengalaman pribadi. “Selain itu, tulisan manusia memiliki kejelasan kontekstual, termasuk menggunakan humor dan empati. Tulisan manusia juga sarat akan nuansa budaya, emosi, dan sentuhan personal yang tidak bisa dicapai oleh ChatGPT,” tambahnya. Sebaliknya, tulisan yang dihasilkana ChatGPT memiliki kelangkaan kosakata yang jauh lebih tinggi ketika dibandingkan dengan tulisan manusia. Hal ini dikarenakan ChatGPT dibekali kemampuan untuk memanfaatkan dataset yang luas dan algoritma yang rumit. “Secara kuantitatif, ChatGPT punya lexical rarity lebih tinggi dan konten yang lebih mendalam karena mereka punya database superbesar di internet, sedangkan manusia hanya punya perbendaharaan kata dan informasi sebesar otak dan wawasan mereka saja. Dalam aspek ini, bisa dikatakan ChatGPT lebih unggul daripada manusia,” tambahnya. Di akhir, Adit menegaskan bahwa pada dasarnya kualitas tulisan AI atau manusia sangat bergantung pada kemampuan memenuhi tujuan tulisan dan keragaman pembaca. “ChatGPT unggul dalam tugas-tugas yang menuntut efisiensi, pembuatan konten yang cepat, dan integrasi informasi faktual yang luas. Sebaliknya, manusia dengan kecerdasan emosional dan kedalaman budaya, unggul dalam ranah literatur, narasi, dan konten yang membutuhkan sentuhan personal,” tutupnya. (*fd)

Ingin Jadi Podcaster? Ini Tips Titis Putri Pamungkas, Mahasiswa PPG Prajabatan Sekaligus Podcaster Manusia Bercerita dan Sahabat PPG

FKIP News—Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM gelombang 1 2023, Titis Putri Pamungkas, tidak hanya berfokus pada pendidikan di bangku kuliah saja, tetapi juga menyalurkan bakatnya untuk terjun ke dunia podcasting untuk menginspirasi dan memberikan informasi mengenai dunia pendidikan. Lewat dua podcast yang diproduksinya, Titis telah menginspirasi ribuan orang, bahkan diundang secara khusus oleh Kemendikbud dalam perayaan hari guru nasional di Jakarta. Dalam wawancara yang telah dilakukan, Titis berbagi cerita dan beberapa tips dan trik untuk membuat podcast yang menarik dan informatif. Titis terjun ke dunia podcast sejak akhir tahun 2019 lewat “Manusia Bercerita”, sebuah podcast yang menjadi tempat Titis menuangkan berbagai cerita dan keresahan hidup. Podcast ini tayang di Spotify dan telah diputar 29.000 pemutaran. November 2023, berkat saran admin PPG Kemendikbud, Titis melahirkan Podcast “Sahabat PPG” yang memberikan informasi seputar PPG. “Bermula dari konten yang dibuat di akun pribadi, hingga salah satu admin PPG Kemendikbud mengajak bekerjasama membuat konten seputar PPG Prajabatan. Dan karena tahu podcast saya sebelumnya mayoritas temanya masih seputar cerita para remaja, jadi saya disarankan untuk membuat podcast khusus seputar PPG yang saya beri nama Sahabat PPG,” ungkap Titis. Podcast Sahabat PPG tidak hanya membawa Titis belajar dan berproses. Lebih dari itu, Titis mendapatkan kesempatan dan pengalaman berharga diundang oleh Kemendikbud  ke Jakarta untuk menghadiri acara Hari Guru Nasional pada 24-26 November 2023 silam. Acara ini dihadiri Presiden Jokowi, Nadiem selaku Menteri Pendidikan, Nunuk Suryani selaku Dirjen Pendidikan, menteri Kabinet Indonesia Maju, PJ Gubernur DKI Jakarta, beberapa artis ibu kota, dan dihadiri 7500 guru dari seluruh Indonesia. “Undangan yang saya dapatkan sebagai Mahasiswa Konten Kreator PPG Prajabatan. Dari situ, saya mengenal mahasiswa konten kreator PPG Prajabatan dari Sabang-Merauke yang sangat menginspirasi,” katanya. Adanya komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk saling berkolaborasi membagikan konten praktik baik, memberikan informasi seputar PPG Prajabatan, mempromosikan program #YukjadiGuru!, dan mengajak calon-calon guru hebat untuk berproses menjadi guru profesional melalui PPG Prajabatan. Selama di Jakarta, Titis dan para konten creator PPG Prajabatan saling berkolaborasi membuat konten edukatif. Tidak hanya itu, hingga saat ini mereka masih menjalin komunikasi dan saling berbagi ide. Ditanya tentang tips membuat Podcast, Titis menjelaskan bahwa dalam pembuatan konsep podcast yang menarik diawali dengan menentukan terlebih dahulu nama podcast yang akan dibuat. “Nama podcast tersebut sebaiknya mencerminkan branding yang ingin disampaikan. Sebagai contoh, jika podcast tersebut akan berfokus pada PPG, nama podcast seperti “Sahabat PPG” sudah cukup mewakili topik yang akan dibahas. Setelah itu, tentukan juga tema yang akan diangkat dalam setiap episode, yang bisa beragam dari perjuangan menjadi PPG, motivasi untuk mengikuti PPG, hingga pengalaman selama mengikuti PPG. Dengan menentukan nama, tema, dan sasaran pendengar podcast, maka podcast tersebut akan lebih terarah dan menarik,” ujar Titis. Menurut Titis pentingnya menyiapkan naskah podcast sebelum melakukan rekaman yaitu agar proses rekaman berjalan dengan lancar dan terarah. Titis mengatakan bahwa “Naskah podcast bisa berisi salam pembuka, isi, dan penutup yang menjadi ciri khas dari podcast tersebut. Alat podcast sendiri tidak perlu yang mahal-mahal, mulailah dengan yang sederhana seperti merekam menggunakan HP,” ujarnya. Titis sendiri awalnya menggunakan rekaman dari HP sebelum akhirnya beralih menggunakan microphone wireless. Penting untuk memulai dari yang sederhana dan terus berkembang seiring waktu. Titis juga memberikan tips bahwa keberhasilan podcast tidak bisa dilihat dari waktu tertentu, tetapi memerlukan proses yang panjang. Penting untuk mengenalkan podcast kepada orang-orang agar lebih banyak yang mendengarkan. Salah satu cara yang dilakukan Titis adalah dengan menyebarkan cuplikan podcast di media sosial seperti Tiktok. Namun, sebagai seorang podcaster guru, Titis mengalami beberapa kendala seperti sulitnya membagi waktu antara kuliah dan PPL serta memilih topik yang menarik untuk setiap episode. Untuk mengatasi kendala tersebut, Titis membuat jadwal tayang dan menyusun naskah podcast yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Terakhir, Titis memberikan tips untuk membuat konten bertemakan pendidikan, yaitu dengan berbagi praktik baik selama menjadi seorang guru. “Konten-konten seperti ice breaking, cara mengajar yang interaktif, pengalaman menjadi guru, dan kisah-kisah harian merupakan beberapa ide yang bisa diangkat dalam konten pendidikan” tambahnya. Dengan berbagi praktik baik, Titis berharap konten yang dihasilkan dapat memberikan inspirasi dan manfaat kepada banyak orang. Dengan semangat dan dedikasinya dalam dunia podcasting dan pendidikan, Titis Putri Pamungkas menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa PPG prajabatan dan pembelajar pendidikan lainnya. Semoga podcast dan karya-karyanya dapat terus menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*sny/ed:fd)