Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Latih Guru SMAN Panjura Keterampilan Menulis dan Publikasi

FKIP News– Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi visi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan catur dharma perguruan tinggi, utamanya darma pengabdian kepada masyarakat. FKIP UMM terus mendorong pada dosen untuk terjun ke sekolah-sekolah dan memberikan pendampingan peningkatan kualitas pembelajaran. Kali ini, tim dosen dosen Pendidikan Bahasa Indonesia yang turut andil dalam mendampingi guru SMA Negeri Panjura Malang meningkatkan kompetensi menulis dan publikasi. Kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan 12 ini berlangsung selama tujuh bulan, September 2023 hingga Januari 2024. Hadir sebagai pemateri, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Drs. Sudjalil, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si., dan Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Ketua Pelaksana, Sudjalil, menyatakan pelatihan merupakan upaya mengembangkan iklim literasi bagi guru, utamanya literasi menulis. Pelatihan difokuskan penulisan best practice dan penulisan kreatif. Pasalnya, tulisan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan profesionalisme guru, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran. “Guru dituntut memiliki kompetensi menulis. Karya tulis guru berkontribusi dalam kenaikan pangkat guru. Misalnya saja, best practice memiliki angka kredit 2 poin. Tapi, yang lebih penting lagi adalah dari menulis ini guru akan terbiasa melakukan refleksi pembelajaran dan menjadi inspirasi bagai guru-guru lain melalui publikasi praktik baik pembelajarannya,” tandas Sudjalil. Melihat urgensi dan relevansi tersebut, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka terlibat aktif dalam diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan brainstorming penggalian ide tulisan. Mereka diajak untuk berpikir kritis dan reflektif dalam menentukan apa yang akan dituangkan dalam tulisannya. Dalam sesi tersebut, Dr. Daroe Iswatiningsih menegaskan bahwa pada dasarnya para peserta sudah memiliki bahan yang melimpah dalam menulis. Para peserta dapat memanfaatkan berbagai pengalaman pembelajaran yang dimiliki. “Para peserta memiliki pengetahuan di bidang mapel yang ditekuni. Pengalaman dan keterampilan mengajar dengan berbagai metode, media, evaluasi dan hasil. Pengalaman berupa perasaan dan emosi saat mengajar & berinteraksi dengan siswa. Itu adalah hal-hal luar biasa yang bisa dituangkan dalam tulisan,” ujar Daroe. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara sinkronus dan asinkronus. Pada kegiatan sinkronus, tim pengabdian Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM berkunjung ke SMAN Panjura Malang untuk memberikan pelatihan menulis. Selanjutnya, pada kegiatan asinkronus, tim pengabdian melakukan pendampingan berupa review hasil tulisan guru. Pada akhirnya, tulisan yang telah dihasilkan ini dipublikasikan, baik di majalah sekolah, koran, maupun jurnal sesuai dengan jenis tulisan. Di lain pihak, kepala SMAN Panjura Malang menyatakan, pendampingan pengembangan keterampilan menulis bagi guru ini bisa menjadi jembatan bagi implementasi Gerakan Literasi Sekolah, utamanya pada fase pembelajaran. Guru mendapatkan pemodelan bagaimana melatih siswa dalam keterampilan menulis. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi medium bagi branding institusi. Karenanya, ia sangat bersyukur dapat berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. “Dengan adanya pendampingan ini, SDM kami semakin berkembang dan tercipta budaya menulis di SMAN Panjura ini. Ke depan, saya berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin membuat beberapa buku best practice pengembangan karakter religious yang menjadi salah satu keunggulan kami,” pungkas Dra. Sri Wahyuningsih Swadayanti. (*fd)
Pengabdian Masyarakat Internasional, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Fasilitasi Perluasan Akses Pendidikan di Sanggar Belajar Muallim Malaysia

FKIP News—Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan laksanakan kegiatan pengabdian masyarakat internasional di Perak, Malaysia. Kegiatan berupa pemberian sumbangan buku berkualitas dan media pembelajaran sebagai langkah nyata untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak dan remaja, khususnya anak-anak pekerja migran. Tujuannya yakni untuk mendorong perkembangan intelektual anak-anak pekerja migran. Puji Soemarsono, M.Pd mengatakan, anak-anak pekerja migran sering menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendidikan. Keterbatasan sumber daya dan lingkungan yang dinamis membuat proses pembelajaran menjadi lebih sulit bagi mereka. “Itu yang menjadi alasan mendasar tim kami melakukan pengabdian di Sanggar Belajar Muallim melalui program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Blokgrant FKIP UMM ini,” kata dosen Program Studi Bahasa Inggris FKIP UMM yang sedang menempuh studi S3 di Universitas Pendidikan Sultana Idris, Malaysia itu. Lebih lanjut, Laela Hikmah Nurbatra, M.A., M.EdLead, selaku ketua program pengabdian internasional menerangkan, kegiatan pengabdian melibatkan berbagai pihak mulai dari warga masyarakat hingga taman bacaan masyarakat yang peduli terhadap isu pendidikan anak-anak pekerja migran. Proses pengumpulan buku melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. “Salah satu pihak yang membantu adalah Taaman Baca Masyarakat Wacan di Landungsari Malang. Pengelola TBM Wacan, Ibu Leila Paramitha, mengaku tergerak untuk membantu karena prihatin dengan kondisi anak-anak pekerja migran yang memiliki akses terbatas untuk pendidikan,” ungkap Laela. Buku yang terkumpul meliputi berbagai genre dan tingkat kesulitan, sehingga setiap anak dapat mengakses bahan bacaan sesuai minat dan tingkat pembelajaran mereka. Buku pelajaran, cerita anak-anak, dan materi motivasi menjadi bagian dari sumbangan tersebut. Tidak hanya itu, tim pengabdi juga menyumbangkan berbagai media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran. Beberapa media belajar tersebut seperti globe, peta, poster, dan flashcard juga diberikan kepada anak-anak pekerja migran tersebut. Acara serah terima buku dan media pembelajaran diadakan dengan hangat di hadapan para anak dan pengajar di Sanggar Belajar Muallim Malaysia. Perwakilan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, turut hadir untuk memberikan dukungan moral dan mengapresiasi upaya masyarakat dalam memperjuangkan hak pendidikan anak-anak pekerja migran. Kepala Sanggar Belajar Muallim Malaysia, Ibu Jolly, mengaku sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana. Melalui kegiatan ini, Jolly yakin potensi besar anak-anak pekerja migran dapat dikembangkan semaksimal mungkin. “Dengan memberikan akses kepada mereka untuk memperoleh pengetahuan melalui buku-buku berkualitas, minat belajar mereka akan terstimulasi, dan pintu peluang yang lebih luas akan terbuka bagi mereka di masa depan,” pungkas Jolly. (*eld/ed:fd)
FKIP UMM Gelar Seminar Hasil Block Grand Penelitian dan Pengabdian

FKIP News-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang gelar Seminar Hasil Block Grant Tahun 2023, Kamis hingga Sabtu (29 Februari 2024—2 Maret 2024). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen FKIP UMM dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan keilmuan dan masyarakat. Ditemui pasca kegiatan seminar, koordinator Block Grant FKIP UMM, Siti Khoirulli Ummah, M.Pd., mengatakan secara keseluruhan, kegiatan berlangsung sangat lancar. Seluruh dosen di lingkungan FKIP, termasuk yang sedang studi, mengajukan proposal penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat secara berkelompok. Total, sebanyak 49 penelitian dan 43 kegiatan pengabdian kepada masyarakat berhasil dilaksanakan dan dipresentasikan dalam kegiatan ini. Program Blockgrant 2023 diawali dari penyusunan proposal melalui simppm.umm.ac.id kemudian dipresentasikan melalui kegiatan seminar proposal yang didampingi oleh reviewer. Satu tim didampingi oleh 2 reviewer dengan sesi presentasi dan tanya-jawab. Setelah proposal disetujui, pencairan dana tahap 1 diinformasikan untuk kemudian diambil secara tunai di admin fakultas. “Setelah berjalan 6-7 bulan, dilaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan pelaksanaan program secara daring dengan didampingi 2 reviewer. Tahap akhir yaitu seminar hasil yang dilaksanakan secara luring,” kata dosen Prodi Pendidikan Matematika tersebut. Lebih lanjut, Ully, sapaan akrabnya menuturkan, hal yang diapresiasi dari kegiatan block grant 2023 yaitu adanya 100% keterlibatan dosen di lingkungan FKIP dengan persentase capaian luaran submit dan publish artikel pada jurnal lebih dari 80%. “Yang menarik lagi, terdapat konsep Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), pengabdian di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan internasional yang diwajibkan di setiap program studi,” ungkapnya. Setelah kegiatan seminar ini, reviewer akan dipilih penelitian dan pengabdian terbaik. Penentuan pemenang didasarkan pada kualitas dan banyaknya luaran yang dihasilkan oleh setiap program dan setiap tim. Luaran dapat meliputi modul, publikasi media massa, HKI, artikel pada jurnal, dan keterlibatan PMM pada program pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2024 ini, tambah Ully, blockgrant FKIP UMM akan diarahkan pada peningkatan persentase prospek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk skema PMB, AUM dan internasional. “Selain itu, luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ditingkatkan dari kategori submit menjadi publish,” tutupnya.(*fd)
Lailatul Ulfa, Lulusan Terbaik FKIP UMM: Persisten adalah Kunci!

FKIP News – Lulusan terbaik FKIP UMM pada wisuda ke-112 tahun 2024 adalah Lailatul Ulfa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2020. Dia berhasil meraih gelar lulusan terbaik dengan capaian akademik yang gemilang selama menempuh pendidikan di universitas Muhammadiyah Malang. Lailatul Ulfa mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas pencapaian ini. Menurutnya, perjalanan pendidikan selama empat tahun di UMM merupakan proses yang tidak mudah, tetapi dengan tekad dan ketekunan yang tinggi, semua bisa dilalui dengan baik. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan tentu saja, ini semua tidak terlepas dari dukungan keras dan doa dari orang tua, teman-teman, dan dosen-dosen yang membimbing selama ini,” ujar Lailatul Ulfa. Dalam pernyataannya, Lailatul Ulfa juga mengungkapkan bahwa salah satu motivasinya untuk menjadi lulusan terbaik adalah untuk bisa membanggakan orang tua. Menurutnya, orang tua adalah sosok yang selalu memberikan dukungan dan motivasi dalam setiap langkah yang diambilnya. Oleh karena itu, dia berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan dan membuktikan bahwa segala pengorbanan orang tua tidak sia-sia. Selain itu, Lailatul Ulfa juga memiliki cita-cita untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pendidikan guru. Setelah lulus dari S1, dia berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar bisa mendapatkan gelar profesional sebagai guru SD. “Saya ingin menjadi guru yang bisa memberikan pengaruh positif bagi generasi muda, karena saya percaya bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak,” tambahnya. Lulusan terbaik FKIP UMM, Lailatul Ulfa, menegaskan bahwa kesuksesan yang diraihnya tidak lepas dari kerja keras, disiplin, dan kegigihan dalam mengejar cita-cita. Setiap langkah dan usaha yang dilakukan selama ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. “Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan, dan saya akan terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan. Jadi intinya, harus persisten!” tutup Lailatul Ulfa. Setelah resmi menjadi lulusan terbaik FKIP UMM, Lailatul Ulfa pun siap dan optimis untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, dia yakin dapat memberikan kontribusi yang positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar. Semangat serta dedikasinya dalam menjalani hidup dan mengabdi bagi bangsa dan negara menjadi modal berharga dalam memulai karir profesionalnya. Sebagai lulusan terbaik, Lailatul Ulfa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan. Dengan semangatnya yang tinggi dan komitmen yang kuat, dia siap untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Dituntut untuk selalu mengembangkan diri dan berinovasi, Lailatul Ulfa akan terus meningkatkan kompetensi dan kualitas dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi mendatang. Dengan begitu, Lailatul Ulfa menjadi contoh nyata bagi para mahasiswa bahwa dengan tekad dan determinasi yang kuat, segala impian dan cita-cita bisa terwujud. Keberhasilannya sebagai lulusan terbaik juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif dalam dunia pendidikan. Semoga pencapaian gemilang ini menjadi langkah awal untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. (*sny)
Perkuat Global Engagement, FKIP UMM Bertandang ke KJRI Hongkong dan Macau Polytechnic University

FKIP News—Delegasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalankan misi strategis dalam serangkaian kunjungan ke Hongkong dan Macau, 22—25 Februari 2024. Mengawali kunjungan di Negeri Mutiara dari Timur, tim yang terdiri dari Wakil Rektor IV UMM, Dekanat FKIP UMM, dan Struktural Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP UMM mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk membuka perluang kerjasama luar negeri dengan perguruan tinggi di Hongkong dalam rangka mencapai milestone rekognisi internasional FKIP UMM. Rombongan diterima oleh Consul KJRI, Yul Edison. Dalam sambutannya, Yul Edison mengatakan menyambut baik kedatangan FKIP UMM untuk mengembangkan kolaborasi kegiatan akademik di Hongkong. “KJRI dengan senang hati akan mensupport penuh kegiatan yang akan dilakukan di Hongkong. Kami siap membantu dan memfasilitasi universitas untuk ‘go international’ karena itu adalah salah satu tugas penting kami,” ungkapnya. Selain kunjungan ke KJRI, rombongan juga menghadiri International Conference on Education for All yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (LPTK PTMA) bekerjasama dengan Hongkong University. Dalam agenda bergengsi ini, Dekan FKIP UMM menjadi salah satu speaker. Kunjungan selanjutnya ditujukan ke Macau Polytechnic University. Macau Polytechnic University adalah universitas negeri terkemuka yang didirikan sejak 1981. Universitas ini mengembangkan pendidikan dan penelitian yang komprehensif lintas disiplin berskala global melalui Kerjasama dengan berbagai negara seeprti China, Portugal, Itali, Perancis, Thailand, Brazil, Inggris, dan Amerika. Di Wui Chi Building, Wakil Rektor, Dr. Vivian Lei, beserta jajaran yang terdiri dari Acting Dean of Faculty of Languages and Translation, Dean of Faculty of Business, Director of MPU-Bell Centre of English, Acting Head of Academic Affairs Department, dan Administrative Officer Public Relations Office menyambut tim FKIP UMM dengan hangat. Agenda diawali dengan paparan Wakil Rektor IV UMM yang menjelaskan tentang sepak terjang UMM, khususnya FKIP UMM sebagai slah satu fakultas tertua di UMM, dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi baik dalam skala nasional maupun internasional. Sejalan dengan itu, Dr. Vivian Lei merasa senang menerima kunjungan FKIP UMM karena ini merupakan momentum untuk memperluas kontribusi. “Dalam era globalisasi saat ini, kolaborasi sangat penting dilakukan untuk memperluas ruang kontribusi perguruan tinggi. Kita sudah harus berpikir apa yang bis akita lakukan untuk dunia, bukan lagi untuk bangsa. Dan ini adalah memontum yang sangat baik untuk hal itu,” katanya. Kedua belah pihak kemudian mendiskusikan berbagai potensi kegiatan akademik dan program pertukaran mahasiswa yang dapat dikolaborasikan. “Dari diskusi itu, kita telah bersepakat untuk bekerjasama pada beberapa hal seperti student mobility, lecture exchange, visiting Professor, dan international collaborative publication,” terang Prof.Dr. Abdulkadir Rahardjanto, Wakil Dekan II FKIP UMM. Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dan dosen FKIP UMM memiliki pengalaman dan kualifikasi internasional. Selain itu, kegiatan kolaborasi publikasi juga internasional diharapkan akan berdampak signifikan terhadap kualitas publikasi dan kuantitas sitasi, sehingga FKIP UMM lebih direkognisi oleh komunitas ilmiah dunia. (*fd)
Yudisium Periode I Tahun 2024, Kontribusi Pendidikan Masa Depan yang Menginspirasi Negeri
FKIP News—Sebanyak 93 Mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyelesaikan studi mereka dan telah mengikuti yudisium periode I Tahun 2024, Jumat (16/02/2024). Acara yudisium ini menjadi momentum bagi para Mahasiswa untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Para peserta yudisium terdiri dari 22 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 22 Mahasiswa Program Studi Matematika (MTK), 12 Mahasiswa Program Studi Biologi, 11 Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia, dan 26 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Selain para lulusan, acara yudisium juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Prodi, dosen FKIP UMM, dan tamu undangan lainnya. Dilaksanakan di hotel Rayz (UMM), Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berlangsung secara lancar dan hikmat. Kali ini, tema yang diusung sangat inspiratif, yaitu “Kontribusi Pendidikan Masa Depan yang Menginspirasi Negeri”. Sejalan dengan tema, Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa tema yudisium kali ini sangat menantang bagi para lulusan dalam berkontribusi untuk mewujudkan pendidikan masa depan siap melangkah lebih jauh, menginpirasi negeri. Ia menambahkan, bonus demografi tahun dan Indonesia emas 2045 menuntut banyak hal kepada diri para lulusan untuk menyiapkan diri dalam berkompetisi dengan berbagai keterampilan yang harus dikuasai. “Kenyataan ini harus dihadapi dengan penuh rasa percaya diri, dedikasi , kerja keras dan kerja cerdas yang mampu menyatukan 3 kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual , kecerdasan emosinal dan kecerdasan spiritual,” pungkasnya. Trisakti pun berpesan, agar alumni FKIP UMM dapat menjadi teladan dan model bagi generasi muda lainnya. Alumni FKIP UMM adalah generasi yang tegas namun menjunjung tinggi etika dan berkepribadian Indonesia. Teguhkan diri kalian, tatap masa depan dengan penuh optimis, dan raihlah mimpi besar kalian agar dapat menjadi pemain tidak hanya di negeri sendiri, namun juga menjadi pemain dunia. “Pegang erat dan syiarkan nilai-nilai yang telah kalian dapatkan dari Kampus Putih tercinta ini kapanpun dan dimanapun kalian berada,” katanya disambut tepuk tangan para calon wisudawan/wisudawati. Terakhir, Trisakti mengajak semua lulusan FKIP untuk bangga menjadi guru dan mengambil kesempatan emas mendapatkan beasiswa LPDP untuk Program Pendidikan profesi Guru Prajabatan Angkatan 2 Tahun 2024. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan 59.000 kursi beasiswa untuk para fresh graduate yang berkomitmen untuk menjalani profesi guru ini. Dalam acara yudisium, para lulusan juga diberikan penghargaan dan sertifikat atas prestasi akademik maupun non-akademik yang telah mereka raih selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pihak kampus kepada para lulusan yang telah berjuang keras dan berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik. Para lulusan sendiri sangat antusias dan bangga atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka mengaku telah banyak belajar dan mendapatkan pengalaman berharga selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka juga berharap dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan negeri ini melalui profesi yang mereka tekuni. Peserta yudisium juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan harapan mereka ke depan dalam forum diskusi yang diadakan setelah acara yudisium selesai. Mereka bersemangat untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh selama perkuliahan dan siap untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan bangsa. Acara yudisium dengan tema “Kontribusi Pendidikan Masa Depan yang Menginspirasi Negeri” ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para lulusan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di negeri ini. Dengan semangat juang dan dedikasi yang tinggi, para lulusan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi generasi masa depan. Selamat untuk para lulusan Universitas Muhammadiyah Malang periode I tahun 2024, semoga sukses selalu dalam menjalani karier dan kehidupan mereka ke depan. (*sny/ed:fd)
Kuliah Tamu, Prodi Matematika Bahas Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka

Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang telah mengadakan acara Kuliah Tamu III. Acara yang bertemakan “Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka” ini diselenggarakan secara hybrid, mengundang peserta dari My Dormy Hostel UMM. Pemateri untuk acara kuliah tamu III kali ini adalah Ibu Farida Ulfa Nurhidayati, S.Si., M.Pd, yang merupakan guru matematika profesional dan Wakil Kepala Kurikulum di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Beliau sangat menguasai Implementasi Kurikulum Merdeka, yang saat ini diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka menjadi perhatian para pendidik dan mahasiswa dalam hal penyusunan perangkat pembelajaran matematika. Kehadiran Ibu Farida sebagai pemateri menjadi daya tarik bagi mahasiswa, karena materi yang disampaikan dapat menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalani kegiatan Praktik Lapangan Pendidikan (PLP) II dan tugas-tugas mata kuliah pendidikan di masa depan. Dengan topik “Bedah Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka”, mahasiswa berharap dapat mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru. Sebelum dimulainya acara, peserta offline yang hadir memberikan registrasi sedangkan peserta online mempersiapkan kondisi jaringan internet dan perangkat yang diperlukan. Setelah pembukaan acara dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, Ketua Pelaksana Kuliah Tamu III, Siti Khoiruli Ummah, M.Pd memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Peserta online melalui aplikasi Zoom dan offline diberikan Worksheet sebagai tugas untuk memeriksa pemahaman mereka terhadap materi. Worksheet tersebut berisi Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran umum dan khusus, Indikator Capaian Pembelajaran, Fase, Elemen, Materi Pokok, dan desain pembelajaran, yang akan menjadi fokus dalam sesi kuliah tamu. Selama acara, Ibu Farida memberikan penjelasan mengenai perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mulai dari istilah yang digunakan, peraturan pemerintah yang mendukungnya, jenis perangkat pembelajaran yang disarankan, hingga model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan. Para peserta juga mendapatkan salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kurikulum Merdeka, untuk membantu mereka dalam mengadopsi Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan. Mereka diminta untuk mengembangkan tujuan pembelajaran dan indikator capaian pembelajaran yang relevan sesuai dengan kurikulum baru tersebut. Acara Kuliah Tamu III ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, namun juga dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, HMPS Matriks, dalam mendukung kelancaran acara hingga pembuatan sertifikat bagi peserta. Dengan materi yang mendalam dan interaktif, acara Kuliah Tamu III ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para mahasiswa. Pembahasan mengenai perangkat pembelajaran matematika dalam Kurikulum Merdeka menjadi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan dalam dunia pendidikan. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, serta menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan zaman. Acara kuliah tamu ini mendapat sambutan yang positif dari para mahasiswa Prodi Matematika. Mereka menyatakan bahwa acara ini memberikan wawasan dan pemahaman yang baru mengenai perbedaan perangkat pembelajaran matematika antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Mereka juga mengapresiasi kehadiran para pembicara yang ahli di bidang pendidikan matematika. Dengan demikian, acara kuliah tamu III Prodi Matematika dengan tema “Beda Perangkat Pembelajaran Matematika Kurikulum Merdeka” dapat dianggap sebagai sukses. Acara ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi mahasiswa mengenai perbedaan perangkat pembelajaran matematika antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Diharapkan acara seperti ini dapat terus diadakan di masa mendatang untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Prodi Matematika.
Prodi PPKN Gelar Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital

Pada hari Sabtu, 03 Februari 2024, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar acara Kuliah Tamu II dengan tema “Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital”. Kuliah Tamu II ini merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran di Program Studi PPKN. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru serta keterampilan dalam mengembangkan media pembelajaran PPKN yang inovatif dan berbasis digital. Dalam acara tersebut, narasumber utama yang diundang adalah Aris Riyadi, seorang pakar dalam bidang pengembangan media pembelajaran. Aris Riyadi membawakan materi tentang 6 Langkah Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif, yang menjadi pedoman bagi para peserta dalam mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan inovatif. Pertama, menganalisis Kebutuhan Media Pembelajaran pada Semester Berjalan Langkah pertama dalam pengembangan media pembelajaran adalah dengan menganalisis kebutuhan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan pada semester berjalan. Dengan menganalisis kebutuhan tersebut, maka media pembelajaran yang dibuat akan lebih relevan dan efektif dalam proses pembelajaran. Kedua, menentukan Salah Satu Media Pembelajaran yang Akan Dibuat Setelah menganalisis kebutuhan media pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis media pembelajaran yang akan dibuat. Media pembelajaran bisa berupa video pembelajaran, modul pembelajaran interaktif, atau aplikasi pembelajaran digital, tergantung pada kebutuhan dan karakteristik materi yang akan disampaikan. Ketiga, membuat Rancangan Media Pembelajaran Inovatif Setelah menentukan jenis media pembelajaran, langkah berikutnya adalah membuat rancangan media pembelajaran inovatif, yang mencakup bahan dan langkah pembuatan media tersebut. Rancangan media pembelajaran haruslah mengikuti prinsip-prinsip desain pembelajaran yang efektif dan menarik bagi peserta didik. Keempat, embuat Deskripsi Penerapan Media pada Proses Pembelajaran Setelah rancangan media pembelajaran selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat deskripsi penerapan media tersebut dalam proses pembelajaran. Deskripsi tersebut mencakup cara penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran yang menarik dan efektif bagi peserta didik. Kelima, membuat Bentuk Media Pembelajaran Setelah deskripsi penerapan media selesai dibuat, langkah berikutnya adalah membuat bentuk media pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Bentuk media pembelajaran haruslah menarik dan interaktif, sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dengan lebih baik. “Tahap terakhir adalah mendisplay Hasil Karya Media Pembelajaran Inovatif Langkah terakhir dalam pembuatan media pembelajaran inovatif adalah mendisplay hasil karya media tersebut kepada para peserta didik dan mendapatkan umpan balik dari mereka. Dengan mendisplay hasil karya media pembelajaran, maka kita dapat mengetahui sejauh mana media tersebut efektif dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkapnya. Dalam paparannya, Aris Riyadi juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pengembangan media pembelajaran. Menurutnya, dengan memanfaatkan teknologi digital, maka media pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif, menarik, dan dapat diakses secara fleksibel oleh peserta didik. Selain itu, teknologi digital juga dapat memperluas ruang lingkup pembelajaran, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri dan kolaboratif. Peserta workshop pun antusias menyambut materi yang disampaikan oleh Aris Riyadi. Para peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan media pembelajaran inovatif. Beberapa di antara peserta bahkan telah mulai mempraktekkan langkah-langkah tersebut dalam pengajaran mereka, dan mendapatkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya acara workshop dengan tema Lokakarya Pengembangan Media Pembelajaran PPKN Inovatif Berbasis Digital, diharapkan dapat mendorong para dosen dan mahasiswa PPKN untuk terus mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan efektif. Dengan demikian, kualitas pembelajaran di program studi tersebut dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi peserta didik dan masyarakat pada umumnya.
PMM Mitra Dosen, Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Adakan Latih Guru KB Taman Harapan Sumbersekar

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan digital literasi untuk guru KB Taman Harapan, Sumbersekar. Kegiatan ini dilaksanakan di Saung Faraly, Junrejo, Kota Batu dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan digital para guru KB dalam menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan bagian dari program universitas yang bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris terlibat aktif bersama dengan dosen pembimbing lapang (DPL) Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd., MA., M. EdLead dan Mashyud, M.Pd. Untuk mengimplementasikan hasil penelitian universitas dalam bentuk pelatihan digital literasi. Program PMM kelompok 177 ini mengambil tema “Digital Literacy Program at KB Taman Harapan, Sumbersekar, Dau, Malang” dengan fokus pada penggunaan aplikasi Instagram, Canva, dan editing video. Analisis kebutuhan yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa guru KB membutuhkan peningkatan kemampuan digital untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik. Oleh karena itu, tim mahasiswa memutuskan untuk menjalankan program pelatihan ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris, Program Magang Mahasiswa (PMM) mitra dosen menjadi salah satu solusi yang tepat. PMM mitra dosen merupakan program yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan dosen-dosen yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang baik di bidangnya. Dalam konteks pendidikan Bahasa Inggris, PMM mitra dosen memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan digital mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris. Dengan bantuan dosen mitra, mahasiswa dapat belajar secara lebih intensif dan efektif melalui penggunaan teknologi digital yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan oleh mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris dalam mengoptimalkan program PMM mitra dosen adalah dengan mengadakan pelatihan guru KB taman bermain harapan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru KB dalam mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak melalui metode yang menyenangkan dan interaktif. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru KB dapat lebih memahami konsep pengajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam hal penguasaan Bahasa Inggris. Guru KB Taman Harapan, Bu Rulik dan Bu Yeni, sangat menyambut baik kegiatan ini dan melihat bahwa program ini dapat membantu mereka dalam memperkenalkan sekolah secara lebih luas. Dengan adanya pelatihan ini, mereka berharap dapat memanfaatkan aplikasi Instagram untuk menyebarkan informasi pendaftaran siswa baru dan meningkatkan branding sekolah. Selain memberikan pelatihan, tim mahasiswa juga merancang modul dan membuat video profil untuk KB Taman Harapan sebagai bahan referensi bagi guru-guru di kemudian hari. Pelatihan digital literasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi guru KB Taman Harapan dalam menghadapi tantangan belajar jarak jauh yang semakin meningkat. Dengan kemampuan digital yang ditingkatkan, diharapkan guru-guru dapat menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif untuk siswa-siswanya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi guru KB Taman Harapan dan memperkuat hubungan antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan masyarakat sekitarnya. Semoga program ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kemampuan digital para pendidik di sekolah-sekolah di wilayah Sumbersekar dan sekitarnya.
Kuliah Tamu Prodi PPKN, Angkat Isu Pembelajaran Inovatif dan Karakter Peserta Didik Era Digital

Malang, 02 Februari 2024 – Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kuliah tamu dengan tema “Pembelajaran Inovatif Dalam Menumbuhkan Karakter Peserta Didik Di Era Digital”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pentingnya karakter dalam era digital dan membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Acara kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya Prodi PPKn dalam memberikan wawasan serta pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya pembelajaran inovatif dan penerapannya dalam menumbuhkan karakter peserta didik yang tangguh dan adaptif di era digital. Pembelajaran inovatif dianggap sebagai salah satu solusi untuk menjawab perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M., menyampaikan bahwa persoalan karakter menjadi hal yang urgen, terutama jika dikaitkan dengan pendidikan. Menurutnya, generasi saat ini adalah generasi Z yang sangat akrab dengan dunia digital. Keberadaan teknologi menjadi fokus utama dalam kehidupan mereka. Perputaran informasi dalam dunia digital pun sangat cepat dan kadang sulit dikontrol oleh manusia. “Memahami karakter dan mengembangkannya menjadi sangat penting dalam menghadapi era digital ini. Karakter merupakan identitas kita sebagai individu. Oleh karena itu, kita harus melek digital agar bisa semakin berkembang di era digital ini,” ungkap Dekan FKIP dalam sambutannya. Selama tahun 2020-2022, dunia dihadapkan pada situasi pandemi COVID-19 yang membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Keterbatasan fisik dan adanya pembatasan sosial membuat pendidikan beralih ke dunia digital. Hal tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pengembangan pendidikan melalui teknologi. Dalam situasi pandemi seperti tahun lalu, kita harus mampu memanfaatkan potensi dan peluang dari perkembangan digital. Perguruan tinggi harus beradaptasi dengan cara menghadirkan pembelajaran daring yang efektif dan efisien. Salah satu perkembangan teknologi yang patut diperhatikan adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). AI memainkan peran penting dalam dunia digital saat ini. Namun, di sisi lain, kehadiran AI juga menimbulkan perdebatan terkait peran guru dalam pendidikan. Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Dr. Surya Dharma, M.Pd. dan Dra. Umi Chotimah, M.Pd., PhD . “Dalam era digital yang terus berkembang, pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi signifikan. Tak hanya berfokus pada penguasaan materi akademis, pendidikan kini semakin menekankan pengembangan karakter sebagian bagian integral dari proses pembelajaran,” ungkap Chotimah selaku narasumber. Pengembangan karakter adalah pondasi untuk belajar dalam jangka panjang. “Membangun karakter anak harus dimulai sejak dini. Berbagai penelitian membuktikan bahwa sekolah yang membangun dan mengembangkan karakter peserta didik, memberikan kontribusi yang besar terhadap motivasi dan prestasi belajar,” ungkap Dharma selaku narasumber. Oleh karena itu, pendidikan harus tetap menjaga keseimbangan antara teknologi dan peran guru. penggunaan teknologi dalam pendidikan harus diikuti dengan pemahaman tentang pentingnya karakter. Karakter merupakan landasan yang kuat dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan peduli terhadap lingkungan. Acara kuliah tamu ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi PPKN UMM serta mahasiswa dari berbagai prodi lain di UMM. Mereka aktif mengikuti kuliah tamu ini dan terlibat dalam diskusi mengenai pentingnya karakter dalam era digital. Dengan diselenggarakannya kuliah tamu dengan tema “Pembelajaran Inovatif Dalam Menumbuhkan Karakter Peserta Didik Di Era Digital” ini, diharapkan mahasiswa Prodi PPKN UMM dapat mengerti dan mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran inovatif guna membentuk karakter peserta didik yang adaptif dan unggul di era digital yang semakin kompleks. (*sny/fd)