2747 Lulusan PPG FKIP UMM Ikuti Gelar Kelulusan dan Sumpah Profesi Guru

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan 2.747 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan Dalam Jabatan Kemendikbudristek Tahun 2022/2023. Acara digelar secara blended (daring dan luring) pada Selasa (23/1/2024). Dalam gelaran yang diikuti oleh para lulusan yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia ini, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra SPd Med turut hadir dan memberikan orasi ilmiah. Dalam orasinya, Ferry menjelaskan, total kebutuhan guru profesional di Indonesia pada tahun 2022/2023 mencapai 2,4 juta. Para lulusan PPG inilah, terutama PPG Prajabatan, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan guru profesional tersebut. Para lulusan PPG ini telah memenuhi indikator guru profesional, yaitu kualifikasi akademik lulusan D4/S1, kompetensi, mempunyai sertifikat pendidik, dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Karena itu, saya yakin dan percaya, bahwa lulusan yang ada di depan saya ini akan mampu mengantarkan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya. Sementara itu, Dekan FKIP UMM sekaligus Koordinator PPG UMM, Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, para mahasiswa yang hari ini dikukuhkan telah telah dibekali dengan berbagai kompetensi keilmuan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. “Harapannya, mereka mampu mengimplementasikan teori-teori pendidikan yang telah diperoleh dan mengintegrasikan pembelajaran abad ke-21 ketika kembali ke sekolah masing-masing,” ungkapnya. Selain itu, menurutnya, alumni PPG UMM juga merupakan guru yang memiliki etos kerja, semangat, komitmen, dan integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menyongsong Indonesia emas 2045. ”Mahasiswa PPG yang hari ini dikukuhkan adalah guru profesional yang disiapkan oleh FKIP UMM untuk menjawab tantangan zaman, memasuki kehidupan global secara optimis dan percaya diri,” ujar Trisakti Selanjutnya, Wakil Rektor IV UMM Prof Dr Sidik Sunaryo SH MSi menegaskan bahwa Guru bukanlah profesi yang transaksional. Guru tidak memiliki jam kerja, karena setiap saat melekat sifat mulia pada dirinya. “Guru tidak ada jam kerjanya. Setiap saat melekat sifat mulia dalam diri guru. Bukan hanya di ruang-ruang kelas, tetapi di mana pun kemuliaan profesi itu melekat di pundak kita (guru),” ungkapnya. Oleh karena itu, selain menjalankan profesi yang berkaitan dengan keilmuan, para guru ini diharapkan senantiasa dapat menunjukkan sikap yang memberikan teladan bagi para peserta didiknya. Dalam gelaran ini, ada pula Sharing Session Afirmasi Kebutuhan Guru Baru Indonesia Melalui Sinergitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Mewujudkan Transformasi Pendidikan di Malang Raya yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Kota Malang, Kepala Dinas Kabupaten Malang, dan Kepala Dinas Kota Batu. (*fd)
Cerita Amelia Salsabilla Anatasya Menangkan Ajang Putri Nusantara Jawa Timur 2023

Mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih kemenangan gemilang dalam ajang Putri Nusantara Jawa Timur Tahun 2023. Amelia Salsabilla Anatasya, berhasil menunjukkan kemampuannya dalam ajang yang bertujuan untuk mencari perwakilan Jawa Timur yang memiliki potensi dan kualitas sebagai duta daerah. Melalui kompetisi ini, para peserta dituntut untuk menampilkan segala bakat dan potensi yang dimiliki dalam berbagai tahap seleksi yang ketat. Karena itu, Amelia mengaku sempat pesimis bisa menang. Apalagi jadwal;Ia hanya berniat untuk memperkaya pengalaman pada bidang yang ia senangi. Namun, ia tetap menyiapkan berbagai bekal seperti public speaking, beauty class, personal development, dan wawasan umum secara maksimal. “Keterampilan public speaking khususnya, banyak saya dapatkan selama perkuliahan dan kegiatan-kegiatan di kampus sangat membantu dalam kompetisi ini,” kata Amelia. Itulah yang membuatnya tampil secara percaya diri dan meyakinkan dalam berbagai sesi wawancara dan diskusi selama ajang berlangsung. Sehingga, ia berhasil mempengaruhi para juri serta penonton lainnya. Meskipun demikian, menurutnya, kunci yang mengantarkannya pada kemenangan adalah konsistensi dan niat dalam mempelajari serta mengembangkan ide baru untuk projek yang ditawarkan. Keberhasilan Amelia ini bukan tanpa kendala. Ia mengaku sering kali mengalami bentrok antara jadwal kuliah dengan kegiatan yang ada dalam ajang Putri Nusantara Jawa Timur. Namun, hal tersebut tidak menjadikan sebuah alasan bagi Amalia untuk terus maju dan optimis. “Saya berusaha untuk memanage waktu dengan baik dan berkomunikasi dengan dosen. Saya sangat bersyukur bahwa dosen-dosen mendukung langkah saya,” ungkapnya. Sekarang Amelia disibukkan dengan kegiatan mengemban tugas seperti melakukan kegiatan sosial di masyarakat dan menjadi juri di beberapa ajang duta di Jawa Timur. Selain itu Amelia juga menekuni organisasi yang ada di dalam kampus seperti himpunan Mahasiswa progam studi dan juga organisasi eksternal lainnya. Rencana Amelia selanjutnya setelah memenangkan ajang Putri Nusantara Jawa Timur yaitu merealisasikan progam kerja dan melakukan kegiatan sosial yang telah ia tawarkan selama menjabat sebagai Putri Nusantara Jawa Timur. Diharapkan, dengan adanya prestasi ini, Fakultas Ilmu Pendidikan UMM semakin dikenal secara nasional dan internasional sebagai salah satu fakultas terbaik di bidang pendidikan. UMM sebagai kampus yang terus berinovasi dan berkembang, akan terus memberikan dukungan dan kesempatan kepada mahasiswanya untuk meraih berbagai prestasi dalam berbagai bidang, termasuk ajang-ajang bergengsi seperti ini. (*sny/fd)
Membanggakan, Mahasiswa Pendidikan Biologi Raih Medali Emas Fight Kelas Under A Putri

Malang-Nurmalita Aulia, seorang mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang yang dijuluki sebagai “Pendekar dari Biologi” ini telah berhasil membawa pulang kemenangan gemilang dalam kejuaraan pencak silat kategori fight kelas under A putri. Prestasinya yang luar biasa ini telah membuat bangga Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Prodi Pendidikan Biologi. Kejuaraan tersebut merupakan salah satu kejuaraan bergengsi di dunia pencak silat, di mana atlet-atlet terbaik dari berbagai kota berkumpul untuk bersaing satu sama lain. Dalam kategori fight kelas under A putri, Nurmalita berhasil menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan berhasil memenangkan setiap pertandingannya dengan skor yang fantastis. Nurmalita telah menunjukkan dominasinya sejak awal kejuaraan. Dia mengejutkan semua orang dengan penampilannya yang kuat dan teknik-teknik serangan yang luar biasa. Perjalanan untuk mengikuti kejuaraan ini bukanlah perjalanan yang mudah bagi Nurmalita. Banyak suka duka yang telah dialami oleh Nurmalita dari awal ia mengikuti organisasi pencak silat. “Saya harus bisa membagi waktu antara latihan dengan kegiatan kuliah yang tengah saya jalani. Berat rasanya apalagi tugas semakin banyak dan kompleks,” katanya. Namun, ia tetap berusaha dan konsisten. Pasalnya, ia memang sudah menekuni dalam dunia persilatan mulai dari duduk dibangku kelas tiga SD. Jadi, sayang jika dilepaskan. Kemenangan Nurmalita Aulia telah mendapatkan pujian dan pengakuan dari seluruh komunitas pencak silat. Dia telah membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, siapa pun dapat mencapai impian mereka. Prestasinya juga merupakan inspirasi bagi para atlet muda untuk terus berlatih dan berjuang untuk meraih kesuksesan dalam bidang mereka masing-masing. Universitas Muhammadiyah Malang juga merasa sangat bangga dengan prestasi Nurmalita. Pihak Universitas Muhammadiyah Malang memberikan banyak apresiasi pada Nurmalita dan memberikan dorongan untuk terus menyalurkan bakat yang ia punya. Pihak kampus berharap agar pencapaian Nurmalita dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berprestasi dan mengharumkan nama universitas. Kemenangan Nurmalita Aulia dalam kejuaraan pencak silat kategori fight kelas under A putri telah menandai langkah besar bagi atlet muda ini. Diharapkan bahwa dia akan terus berprestasi dan meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Semoga prestasinya dapat membanggakan Indonesia dan menginspirasi generasi muda untuk menggapai impian mereka. (*sny)
FKIP UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Kali ini Pakar Pendidikan Matematika dan Sastra Indonesia

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar sidang pengukuhan guru besar baru, Rabu (27/12/2023). Sebanyak dua orang dosen resmi menyandang jabatan akademik tertinggi, menyusul tiga lainnya yang dikukuhkan minggu lalu. Kedua guru besar tersebut yakni Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. dan Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. Rektor UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. memimpin sidang yang digelar di Aula GKB IV Lantai 9 UMM. Kedua guru besar memiliki bidang kepakaran yang berbeda dan menyampaikan orasi ilmiah sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing. Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si: Apresiasi Sastra Dan Penerapannya Dalam Kehidupan Prof. Joko menyampaikan orasi Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si yang membahas terkait apresiasi sastra dan penerapannya dalam kehidupan. Dia menegaskan bahwa peningkatan kualitas apresiasi terhadap karya sastra akan berdampak signifikan ;ada pencapaian literasi dan penerapannya dalam kehidupan. Ketepatan mengapresiasi berujung pada pencapaian membaca secara reading beyond in the line, dapat menyelamatkan ribuan orang dari tindakan negatif, tercela, pelanggaran peraturan, kehancuran masa depan bahkan jiwa. “Pembaca didorong untuk mampu menangkap pesan-pesan yang disampaikan pengarang lewat karyanya. Kemudian menjadikannya inspirasi dan menuangkannya dalam tindakan nyata berupa sistem yang bisa mencegah orang terjerumus dalam tindakan tercela. Aktivitas ini merupakan fungsi preventif,” tegasnya. Menurutnya, jika apresiasi dalam sastra diimplementasikan oleh orang-orang yang memiliki wewenang atau pengambil kebijakan, maka tentu bisa mencegah tidankan melanggar yang berakibat pada kerugian bagi diri sendiri dan masyarakat. Begitupun dengan peningkatan dalam aspek moral bagi masyarakat dan sebagai alat untuk mendidik. Dikaitkan dengan pesan dan muatannya, hampir secara keseluruhan karya sastra merupakan sarana-sarana etika. “Dengan demikian, memahami karya sastra pada gilirannya merupakan pemahaman akan nasihat dan peraturan, larangan dan anjuran, kebenaran yang harus ditiru, jenis -jenis kajahatan yang harus ditolak, dan sebagainya,” ungkap Joko. Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M: Tantangan Asesmen Kelas Yang Mencerdaskan Prof. Syaifuddin menyampaikan orasi Selanjutnya, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. meneliti mengenai ‘Keterampilan Abad Ke-21: Tantangan Asesmen Kelas Yang Mencerdaskan”. Perkembangan abad ke-21 telah membawa perubahan dan tantangan yang signifikan dalam masyarakat. Untuk menavigasi perubahan positif, individu perlu memperoleh dan mengembangkan seperangkat keterampilan yang dikenal sebagai keterampilan abad ke-21. “Keterampilan ini mencakup berbagai bidang, termasuk pembelajaran dan inovasi, informasi dan teknologi, dan keterampilan hidup dan karir. Keterampilan abad ke-21 sangat penting bagi individu untuk berkembang di dunia saat ini,” jelasnya. Dalam bidang pembelajaran dan inovasi, individu perlu memiliki kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk belajar bagaimana belajar. Mereka harus mampu berpikir di luar kotak, menghasilkan ide-ide inovatif, dan beradaptasi dengan situasi baru. Dalam hal keterampilan informasi dan teknologi, individu harus mahir dalam menggunakan teknologi dan media, serta dapat menganalisis dan mengevaluasi informasi secara efektif. Terakhir, dia menyampaikan bahwa asesmen untuk kehidupan merupakan upaya mencapai kecerdasan spiritual. Yang mana memainkan peran penting pengembangan dimensi spiritual anak didik. “Salah satu hal penting lain dari asesmen yang mencerdaskan adalah bagaimana asesmen menuntun manusia untuk menuju tujuan hidup yang sesungguhnya. Tujuan hidup sesungguhnya manusia adalah kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khotimah,” tutupnya. Menko PMK: Prof Joko dan Prof Syaifuddin adalah Tokoh dalam Proses Awal Kebangkitan UMM Dalam gelaran ini, Menko PMK sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP berkesempatan hadir secara daring. Dalam sambutannya, Prof. Muhadjir mengatakan, kedua profesor yang dikukuhkan adalah sosok yang iku mengambil bagian besar dalam proses awal kebangkitan Universitas Muhammadiyah Malang. Keduanya meniti karier sejak awal jauh sebelum UMM berkembang menjadi kampus besar seperti saat ini. “Waktu itu saya ingat, kita memang memiliki kebijakan bahwa akan memprioritaskan kualitas dulu, bukan raihan-raihan identitas formal,” ungkapnya. Prof. Muhadjir berharap dengan diraihnya guru besar baru ini akan memperkuat akademik UMM. “Capaian guru besar oleh Prof Joko dan Prof Syaifuddin akan memperkuat sisi akademik UMM, khususnya di FKIP, dan terus membawa UMM menaikkan reputasinya baik di tingkat regional, nasional, maupun global,” katanya. (*fd/wil)
Komitmen Kembangkan Ilmu Pengetahuan, FKIP UMM Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

. Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah tiga guru besar baru dan gelar acar pengukuhan, Rabu (20/12/2023). Ketiga guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. pada Bidang Ilmu Pendidikan Biologi dan Kesehatan, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd pada Bidang Ilmu Pendidikan Biologi, dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si. pada Bidang Ilmu Biologi. Bertambahnya guru besar ini tidak hanya akan memperkuat SDM di FKIP UMM, tetapi juga sekaligus memperluas hasanah keilmuan dan kontribusi FKIP UMM dalam bidang pendidikan. Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM mengatakan, penambahan gubes menjadi suatu kebanggaan bagi FKIP. Di sisi lain, ini akan menambah kekuatan bagi Prodi, terutama terkait dengan bidang keilmuan. Dia berharap dengan keilmuan para profesor tersebut menjadi berkah bagi UMM. “Kami berharap mereka nanti semakin berkiprah atau berperan aktif di luar UMM. Sebab citra dari Pendidikan Biologi, FKIP dan UMM bisa semakin baik dan berdiri tegak,” katanya. Rektor UMM memberi Sambutan Sejalan dengan itu, mengawali sambutan, mengutip pertuah Sekretaris BPH UMM, Drs. Wakidi, Rektor UMM mengatakan bahwa guru besar bukanlah properti pribadi namun untuk nama besar, marwah, dan image Universitas Muhammadiyah Malang. Oleh sebab itu, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. berpesan agar para guru besar menjadi pribadi yang otentik dan menjadikan predikat guru besar sebagai medium untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. “Selamat kepada ketiga guru besar. Semoga predikat guru besar yang diperoleh selain menjaga humility juga harus terus-menerus mengembangkan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa, UMM, dan Masyarakat. InsyaAllah ini akan meningkatkan kebermanfaatan untuk kita semua,” kata Syamsul. Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes: Hidup Berbahagia Bersama Debu Prof Dr Ainur Rofieq MKes mengkaji hidup berbahagia bersama debu, yakni strategi pengelolaan debu rumah berkelanjutan menuju pencapaian tujuan SDGs. Ia sudah menekuni tema debu sejak 1989 dan menemukan berbagai hal menarik. Menurutnya, pengelolaan debu rumah dan tungau debu penting untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Debu memiliki potensi alergi yang tinggi dan menyebabkan sensitisasi. Padahal, untuk mencapai SDGs membutuhkan lingkungan yang sehat, dan mengendalikan faktor lingkungan seperti debu dan alergen sangat penting untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik,” katanya. Menurutnya, perlu adanya pengembangan praktik pembersihan spesifik konteks untuk mengurangi dampak paparan patogen dan resistensi antimikroba. Menciptakan lingkungan yang bersih dengan desain bangunan berkelanjutan dapat membantu mengurangi beban penyakit. Integrasi keberlanjutan ke dalam pengelolaan debu rumah sejalan dengan tujuan SDG untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan yang baik (tujuan 3), kota dan masyarakat yang berkelanjutan (tujuan 11), dan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Tujuan 12). Prof. Dr. Yuni Pantiwati: Asesmen Autentik Dan Literasi Sains Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Dalam Pendidikan Biologi Dan IPA Dalam orasi ilmiahnya, Prof Dr Yuni Pantiwati, MM., M.Pd. membahas asesmen autentik dan literasi sains untuk meningkatkan kemampuan berpikir dalam pendidikan biologi dan IPA. Menurutnya, dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan penilaian yang tepat mampu memperbaiki kualitas pembelajaran. Dalam konteks pendidikan biologi atau IPA, penilaian autentik dirancang untuk membantu peserta didik belajar bagaimana belajar. Sedangkan bagi pendidik, asesmen autentik membantu untuk melakukan penilailan secara holistik meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian autentik merupakan penilaian yang berhubungan dengan desain penilaian dengan konteks dunia nyata. Peserta didik didorong untuk berpikir dan bertindak kreatif dan kritis, terlibat dalam proses eksplorasi, mempertimbangkan dan menyikapi suatu permasalahan secara kritis, serta memecahkan masalah secara realistis. “Prinsip asesmen ini sangat tepat digunakan dalam pembelajaraan yang menuntut peserta didik tidak sekadar memahai pengetahuan, tetapi juga diharapkan dapat memecahkan masalah kehidupan sepertinya hal tujuan pendidikan biologi dan IPA,” pungkasnya. (*) Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si: Menggalang Kebersamaan Masyarakat untuk Konservasi DAS Berkelanjutan Adapula Abdulkadir yang meneliti terkait kebersamaan masyarakat untuk konservasi daerah aliran sungai (DAS) berkelanjutan. Ia mengatakan, DAS menjadi ekosistem terbuka dengan pasokan energi yang berkesinambungan. Segala sesuatu yang terjadi pada ekosistem hulu akan berpengaruh pada ekosistem di hilir. Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat pada sub sistem di DAS seperti pemahaman terhadap capung, vegetasi riparian, dan makroinvertebrata sungai dapat membangkitkan motivasi, niat, dan rasa memiliki di kalangan anggota masyarakat. Apabila masyarakat DAS mamahaminya dengan baik, pada akhirnya mereka bersama-sama menjaga menjaga lingkungan tersebut demi kelangsungan hidup,” katanya. Penelitiannya membuktikan, partisipasi masyarakat akan tumbuh dengan baik jika mereka mengetahui gejala alam dan respons organisme. Pada konteks SDGs, partisipasi masyarakat (SDG 17) pada konservasi DAS mencerminkan integrasi dan interdependensi pada semua sektor pelestarian alam dan Pembangunan. Kontribusi yang telah dibangun akan berpengaruh pada lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Serta sesuai dengan firman Allah SWT pada surah Ali Imran (3:104). (*)
Orientasi, PPG FKIP UMM Sambut 221 Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang II Tahun 2023

Malang—Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menggelar Orientasi Akademik bagi Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun Ajaran 2023/2024, Selasa hingga Rabu (06-07/12/2023). Sejumlah 221 mahasiswa mengikuti kegiatan yang digelar secara luring di Teater Dome UMM. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi perubahan Visi PPG Pra Jabatan Model Baru, yaitu mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru (supply & demand) secara kuantitas dan kualitas, sehingga layanan Pendidikan dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya profil pelajar pancasila. “PPG Prajabatan merupakan program yang untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru profesional, komitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Pembelajaran PPG akan berlangsung selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah yang terdiri dari matakuliah inti, selektif, dan elektif, dengan bobot SKS 38. Moda pembelajaran dilaksanakan secara blended learning. Masih menurut Trisakti, hal yang menjadi fokus utama PPG Prajabatan adalah sejak semester I mahasiswa sudah turun ke sekolah, sehingga mahasiswa dapat secara langsung melakukan observasi praktik kependidikan dan sekaligus melakukan analisis permasalahan serta memberikan alternatif solusi dalam melaksanakan pembelajaran. “Dari 38 SKS bobot pembelajaran PPG Prajabatan, 14 SKS merupakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sehingga mahasiswa diharapkan dapat benar-benar mendapatkan pengalaman nyata dan menghayati praktik kependidikan di sekolah,” katanya. Selanjutnya, para mahasiswa memperoleh arahan dari Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Prof. Fauzan mengatakan, konteks PPG tidak bisa dipisahkan dari konsepsi Indonesia emas. Menurutnya, Indonesia emas bukan hanya sekadar jumlah tahun. Lebih dari itu, Indonesia emas adalah tentang cita-cita fundamental dalam mewujudkan peradaban bangsa yang tinggi. Dalam konteks ini, peran guru dalam mendidik anak-anak menjadi kunci. “Ketika memulai tugas sebagai guru, sudah harus tertanam bahwa Anda memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak bangsa menuju peradaban yang lebih baik,” tuturnya. Oleh sebab itu, tambah Fauzan, guru tidak hanya bekerja pada ranah teknis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai penerapan pembelajaran ke murid. Dalam kegiatan orientasi ini, turut hadir secara daring, Dr. Sigit Wibowo selaku Koordinator Pokja, Regulasi, Kebijakan, dan penjaminan Mutu Pendidikan Direktoraat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek. Ia memaparkan materi tentang arah kebiejakan PPG Prajabatan saat ini dan masa mendatang. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa sebanyak 69.762 guru akan pensiun pada 2024, sementara kebutuhan guru mencapai 531.422 formasi. Dengan demikian, PPG Prajabatan ini diharapkan mampu mengisi kebutuhan tersebut. Lebih lanjut, menurut Sigit pada prinsipnya, pendidikan profesi guru prajabatan bertujua untuk menciptakan generasi baru guru Indonesia yang dapat mewujudkan Merdeka Belajar. “Guru-guru ini adalah guru-guru yang mengamalkan Pancasila, menguasai kompetensi dasar guru yang berorientasi pada peserta didik, menjadi pribadi yang berkomitmen menjadi teladan, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan,” pungkasnya. Pada hari kedua ini, para mahasiswa akan mengikuti serangkaian materi, baik konten materi maupun sistem perkuliahan. Konten materi di antaranya etika profesi pendidikan, penerapan kurikulum Merdeka dan computational thinking dalam pembelajaran; model pembelajaran inovatif; pembelajaran berbasis diferensiasi, literasi, numerasi, dan ABK; pengintegrasian HOTs, pembelajaran abad 21, dan TPACK dalam pembelajaran. Adapun sistem perkuliahan mencakup paapran tentang sistem pembelajaran dan penjadwalan, platform belajar PPG melalui LMS, dan sistem registrasi PDDikti. Lewat materi-materi ini diharapkan para mahasiswa dapat menempuh studi tanpa kendala berarti dan pada akhirnya dapat mencapai kompetensi guru profesional yang menjadi visi dan misi Program PPG Prajabatan. (*fid)
Dihadiri Direktur GTK Madrasah Kemenag, PPG FKIP UMM Kukuhkan 468 Guru Profesional Madrasah

Malang-Era revolusi industry 4.0 memberikan dampak luar biasa pada perkembangan dunia pendidikan, terutama pada guru dan siswa. Di satu sisi, guru harus lebih adaptif dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Namun, di sisi lain, guru harus betul-betul berperan sebagai pendidik sebagai penyeimbang kecanggihan teknologi tersebut. Hal itulah yang disampaikan Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktorat jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, di hadapan 468 lulusan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang pada pengukuhan dan pengambilan sumpah profesi kemarin, Sabtu (02/12/2023). “Anak-anak menjadi generasi yang rentan. Oleh karena itu, kita dalam mengajar harus menjadi guru pembelajar, bahagia mengajar,” ungkap Zain. Digelar di Teater Dome UMM, acara yang diikuti oleh 43 lulusan Pendidikan Matematika, 73 lulusan Pendidikan Biologi, 101 lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, 157 lulusan PPKn, dan 94 lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini berjalan lancar dan khidmad. Dalam laporannya, Dr. Iin Hindun, M.Kes menerangkan, mahasiswa PPG yang dinyatakan lulus dan Berhak mendapatkan Sertifikat Pendidik berasal dari 33 Provinsi yang tersebar di 175 Kota/Kabupaten. Selama menempuh studi di PPG FKIP UM, lanjut Iin, para lulusan telah mendapatkan bekal untuk menjadi guru profesional. Bekal tersebut yaitu kompetensi dalam memahami karakteristik peserta didik yang diajar dan permasalahan pembelajaran yang dihadapi. “Selain itu, para lulusan telah dibekali kemampuan mengembangkan pembelajaran abad 21 yang inovatif, pembelajaran berbasis TPACK, HOTs, dan tentunya dengan berbagai integrasi metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan,” katanya. Lebih lanjut, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM menyatakan bahwa bekal yang diberikan ini sejalan dengan kualitas guru yang dibutuhkan saat ini. Menurutnya, ada tujuh indikator guru profesional yang dibutuhkan saat ini. “Di antaranya adalah mampu melaksanakan tugas keprofesian sebagai pendidik yang memesona, yang dilandasi sikap cinta tanah air, berwibawa, tegas, disiplin, penuh panggilan jiwa, samapta, disertai dengan jiwa kesepenuhhatian dan kemurahhatian. Juga, Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru professional melalui penelitian, refleksi diri, pencarian informasi baru, dan inovasi,” terangnya. Selain kualifikasi di atas, lulusan PPG FKIP UMM memiliki keunggulan dibidang karakter. Karakter yang dimiliki oleh alumni mahasiswa PPG FKIP UMM, adalah karakter ke-Islaman, kebangsaan, dan karakter humanis, yang merupakan modal sosial bagi Guru Pro. Ia pun berharap para lulusan dapat memegang teguh sumpah profesi yang telah diucapkan di mana pun berada. “Guru Profesional alumni PPG adalah ujung tombak dalam membangun Pendidikan Indonesia. Oleh karena itu Guru Profesional alumni PPG FKIP UMM sebagai agen pembaharu (Agent of Change) harus dapat menjadi role model dalam mengimplementasikan teori-teori pendidikan kekinian model-model Pendidikan yang berperspektif pada pembelajaran abad 21. Dipundak guru-guru professional inilah pendidikan generasi muda dipertaruhkan, pendidikan yang akan akan merubah wajah generasi emas, generasi yang akan memimpin bangsa Indonesia yang bermartabat,” tutupnya. Sejalan dengan itu, Sekretaris Panitia Nasional Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Mustofa Fahmi, S.Pd., M.Ed. dalam pidatonya mengapresiasi komitmen PPG FKIP UMM dalam mewujudkan guru madrasah profesional. “PPG FKIP UMM begitu konsisten dalam mengembangkan profesionalisme guru kepada lebih dari 2000 guru madrasah sejak 2018,” katanya. Ia pun berpesan kepada pra lulusan untuk menjadi guru yang responsif terhadap segala perubahan yang akan terjadi. “Kami harap semua guru madrasah yang sudah dikukuhkan bisa mengabdi setulus hati,” tutupnya. Salah satu perwakilan lulusan, Sri Helda Herawati, S.Pd., Gr, dalam pidato kesan pesan menyatakan rasa bangganya menjadi lulusan PPG FKIP UMM. Menurutnya, semua itu tak lepas dari bimbingan, ilmu, dan wawasan yang diberikan oleh dosen dan guru pamong, serta fasilitasi admin PPG FKIP UMM. “Akhirnya, kami bisa menjadi guru profesional dan transformatif di pendidikan madrasah, yang menguasai bahan dan materi pembelajaran, menguasai teknologi, mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, dan kreatif dalam melahirkan program-program baru di era digital,” pungkasnya. (*/fid) Salah satu perwakilan lulusan, Sri Helda Herawati, S.Pd., Gr, dalam pidato kesan pesan menyatakan rasa bangganya menjadi lulusan PPG FKIP UMM. Menurutnya, semua itu tak lepas dari bimbingan, ilmu, dan wawasan yang diberikan oleh dosen dan guru pamong, serta fasilitasi admin PPG FKIP UMM. “Akhirnya, kami bisa menjadi guru profesional dan transformatif di pendidikan madrasah, yang menguasai bahan dan materi pembelajaran, menguasai teknologi, mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, dan kreatif dalam melahirkan program-program baru di era digital,” pungkasnya. (*/fid)
Lely Ayu Puspandari, Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMM Kantongi Medali Emas PIMNAS

Malang—Lely Ayu Puspandari, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih medali emas dan medali perak dalam acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2023. Prestasi ini diraih melalui kategori poster PKM-RE berjudul “Potensi Bakteriofage Hepatopankreas Dan Serasah Mangrove Sebagai Inovasi Teknologi Kontrol Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease Penyebab Kematian Total Pada Litopenaeus Vannamei”. Lely, sapaan akrabnya, mengatakan AHPND merupakan penyakit yang berdampak sangat signifikan pada industri perikanan udang di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menyerang organ hepatopankreas pada udang Litopenaeus vannamei. “Selama ini, belum ditemukan solusi yang efektif untuk mengendalikan dan mencegah penularan penyakit ini, yang mengakibatkan kerugian besar bagi peternak udang,” ungkap Lely. Melihat permasalahan tersebut, Lely dan tiga rekannya melakukan penelitian yang inovatif untuk mencari cara pengendalian dari penyakit AHPND. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa potensi bakteriofage merupakan solusi yang menjanjikan dalam mengatasi penyakit ini. Bakteriofage adalah virus yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri secara spesifik. Dalam penelitiannya, Lely Ayu Puspandari berhasil mengisolasi bakteriofage yang dapat menginfeksi dan menghancurkan bakteri Vibrio parahaemolyticus penyebab AHPND. Ini menjadikan bakteriofage sebagai solusi alami dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit pada udang Litopenaeus vannamei. Selain itu, dalam penelitiannya, Lely Ayu Puspandari juga menemukan bahwa pemberian serasah mangrove pada kolam budidaya udang dapat meningkatkan daya tahan udang terhadap penyakit AHPND. “Serasah mangrove mengandung beragam mikroorganisme yang dapat berperan sebagai probiotik alami bagi udang, sehingga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh udang dan mengurangi risiko terkena penyakit,” terang Lely. Hasil penelitian ini sangat menarik perhatian juri dalam acara Pimnas. Poster yang dipresentasikan oleh Lely Ayu Puspandari berhasil menggambarkan secara komprehensif metode dan hasil penelitiannya. Kualitas penelitian dan potensi aplikasinya dalam industri perikanan udang membuat poster ini terpilih sebagai juara dalam kategori Pimnas. Melalui penelitiannya, Lely Ayu Puspandari telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan inovasi teknologi kontrol penyakit AHPND pada budidaya udang Litopenaeus vannamei. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini dan meningkatkan produktivitas perikanan udang di Indonesia. Ditanya terkait kemenangannya, Lely dan tim mengaku tidak mengira akan mendapatkan juara emas dalam kategori poster ini. Pasalnya, mereka kendala waktu yang singkat. Namun karena kegigihan tim dan usaha yang maksimal menjadikan mereka sebagai pemegang juara emas kategori poster di kejuaraan Pimnas ini. “Keterbatasan waktu itu justru menjadi sebuah semangat dan tekat untuk bisa memberikan hasil yang maksimal bagi kami. Alhamdulillah, semua ikhtiar kami mendapatkan hasil terbaik,” ungkapnya sambil tersenyum bangga. Atas capaian ini, pihak Universitas Muhammadiyah Malang juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan penelitian ini lebih lanjut, baik dalam bentuk peningkatan sarana dan fasilitas laboratorium, maupun dukungan dana untuk penelitian lebih lanjut. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang dapat membantu mengatasi permasalahan di industri perikanan udang dan meningkatkan kualitas sumber daya perairan yang berkelanjutan. (*sn/ed:fd)
Hangat dan Penuh Antusias, Kunjungan SMAIT Ummul Quro, Tasikmalaya ke FKIP UMM

Humas FKIP berfoto bersama seluruh siswa dan guru SMAIT Ummul Quro, Tasikmalaya Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan siswa SMAIT Ummul Quro, Tasikmalaya, Rabu (15/11/2023). Rombongan yang terdiri dari 70 siswa didampingi 6 guru pendamping ini diterima dan mengikuti rangkaian acara di Aula BAU UMM. Sebelumnya, didampingi tim Humas UMM, para siswa diajak berkeliling kampus. Pimpinan SMAIT Ummul Quro, Ustad Ihsan Baehaqi, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada siswa-siswa kelas XI yang akan segera melanjutkan ke Pendidikan Tinggi. Selain itu, mereka akan terbuka wawasannya tentang berbagai kesempatan yang bisa mereka peroleh melalui pemilihan jurusan dan kampus yang tepat. “Kampus UMM sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Terkhusus, kami juga ingin anak-anak kami lebih terbuka wawasannya tentang profesi guru, terutama bagaimana prospeknya ke depan. Harapannya, mereka mendapat motivasi dan inspirasi,” tuturnya. Sementara Sekretaris UPT Penerimaan Mahasiswa Baru UMM, Iqbal Ramadhani menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya UMM sebagai tempat kunjungan. Ia pun menjelaskan profil dan berbagai program unggulan UMM yang didukung oleh jejaring dan unit bisnis yang kuat. UMM memiliki lebih dari 2.600 mitra dan 28unit bisnis yang menjadi medium bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan skill-nya. UMM juga memiliki berbagai program internasionalnya. “Banyak kesempatan yang nanti bisa dimanfaatkan, salah satunya melalui beasiswa Erasmus+ Programme, yaitu program beasiswa pertukaran mahasiswa ke Eropa,” katanya. Acara dilanjutkan dengan sesi paparan Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM yang disampaikan oleh humas UMM, Fida Pangesti, S.Pd., M.A. Mengawali paparan, Fida, begitu sapaan akrabnya, menegaskan tempat alasan utama untuk memilih profesi guru. “Di tengah perkembangan teknologi yang sedemikian hebat, yang membuat banyak profesi tergantikan oleh AI atau robot, guru adalah salah satu profesi yang tidak akan pernah tergantikan. Mengapa? Karena guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya teaching tetapi juga touching,” tuturnya tegas. Alasan lainnya, tambah Fida, adalah karena waktu pengembalian biaya pendidikan untuk jurusan keguruan adalah yang paling cepat di antara jurusan lainnya. Data Kemendikbudristek tahun 2022 juga menunjukkan bahwa Indonesia kekurangan 970.140 guru, yang artinya peluang kerjanya tinggi. Hal ini didukung pula dengan adanya program beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memfasilitasi pengembangan profesionalisme guru. FKIP UMM sendiri memiliki 7 program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bilogi, Pendidikan Matematika, PPKn, dan PGSD untuk jenjang S1, dan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk jenjang profesi. Semuanya telah terakreditasi Unggul. “Yang tidak kalah penting adalah bahwa semua Prodi telah memiliki Center of Excellence (CoE), program unggulan Prodi dalam upaya memastikan lulusan kami kompetensinya linier dengan kebutuhan industri. Ini adalah realisasi Program UMM Pasti UMM: Pasti lulus tepat waktu, pasti kerja, dan mandiri,” tambahnya. Felisya, salah satu peserta, bertanya tentang program FKIP UMM dengan antusias CoE ini yaitu Kelas Profesional Anggrek pada Prodi Pendidikan Biologi, Kelas Media dan Animasi Digital pada Prodi Pendidikan Matematika, English for Hospitality pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Editor dan Perbukuan pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Konsultan Pendidikan pada Prodi PGSD, dan Pemandu Wisata Digital pada Prodi PPKn. Di samping itu, semua Prodi di FKIP UMM juga memiliki program ekuvalensi skripsi. Mahasiswa memiliki pilihan untuk mengambil jalur skripsi atau jalur ekuivalensi. Misalnya, pada Prodi Matematika, program ekuivalensi dapat berupa publikasi jurnal, kejuaraan kompetisi nasional, dan PKM. “Ini adalah inovasi yang terus kami kembangkan untuk memastikan mahasiswa kami bisa lulus tepat waktu,” kata dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia itu. Dalam menyimak paparan ini, semua siswa terlihat antusias. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Salah satunya, pertanyaan dari Felisya yang mengaku penasaran tentang twinning programme pada Prodi PPKn dan program magang CoE. Siswa pun sangat antusias dalam menjawab pertanyaan kuis. Harapannya, ini menjadi langkah awal terjalinnya silaturahmi dan pintu awal bergabungnya para siswa menjadi bagian dari civitas akademika FKIP UMM. (*fd)
Rapat Evaluasi PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2022, Wakil Rektor I UMM Apresiasi Kinerja PPG FKIP UMM dan Dorong untuk Terus Berinovasi

Malang—Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Rapat Evaluasi pelaksanaan PPG Prajabatan Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2022, di Hotel Hotel Mercure. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat (10/11/2023) dan Sabtu (11/11/2023), dihadiri wakil rektor I UMM, jajaran dekanat FKIP, pengelola PPG, Dosen, Kepala Sekolah, dan Guru Pendamping. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam Kemuhammadiyahan, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Kes. mengapresiasi capaian Prodi PPG FKIP UMM yang telah mendapatkan 3.235 mahasiswa. Ribuan mahasiswa ini akan dicetak menjadi pendidik profesional. “Guru profesional mengindikasikan empat hal, yakni keluasan pengetahuan, keterampilan, komitmen, dan salary. Pembelajaran di PPG FKIP UMM ini akan bermuara pada keempat indikator tersebut,” ungkap Syamsul. Namun, lanjutnya, untuk mencapai keempat hal itu, perlu dilakukan refleksi dan evaluasi secara berkala. “Sehingga, pada evaluasi ini kita harus bisa melihat apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Karena, kunci kesuksesan adalah memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Jadi, saya berpesan PPG FKIP UMM untuk terus berinovasi,” katanya. Setelah seremonial pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi evaluasi pelaksanaan Program Pendidikan profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2022 bidang akademik yang disampaikan oleh Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si; evaluasi bidang SDM yang disampaikan Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si; dan evaluasi bidang kemahasiswaan yang disampaikan oleh Wakil Dekan III FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. Secara umum, ketiga pemateri menegaskan bahwa pelaksanaan PPG Prajabatan dalam ketiga domain itu berjalan dengan baik sesuai target yang telah ditentukan. Sejalan dengan itu, Kaprodi PPG, Dr. Iin Hindun, M.Kes, menyatakan bahwa refreshmen menjadi salah satu strategi kunci dalam menyukseskan program PPG prajabatan ini. Refreshment adalah suatu bentuk aktivitas penyegaran kembali atau penguatan-penguatan terhadap konsep yang ada. Realisasinya adalah melalui kegiatan kuliah tamu atau workshop. “Selama ini bentuk refreshmen yang dijalankan adalah dengan melakukan kuliah tamu atau workshop tentang kurikulum Merdeka. Tujuannya untuk menguatkan kompetensi. Saat itu yang diundang tidak hanya mahasiswa namun juga dosen untuk meningkatkan kompetensi,” ungkap Iin. Tak kalah pentingnya, dalam sharing session Refleksi Pelaksanaan PPG prajabatan, Dr. Erna Yayuk, M.Pd. selaku pemateri membahas bagaimana memperkuat target dan capaian mahasiswa. Menurutnya, ada delapan pilar kompetensi yang harus dikembangkan dan dimiliki guru. “Kompetensi pertama adalah kompetensi pertama adalah melaksanakan tugas keprofesian pendidik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan etika profesi serta berjiwa wirausaha,” katanya. Kompetensi lainnya yaitu merumuskan tujuan pembelajaran dan indikator yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk mengembangkan peserta didik sesuai dimensi profil pelajar Pancasila; menganalisis struktur dan alur materi ajar untuk merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik; menganalisis struktur dan alur materi ajar untuk merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik; merancang pembelajaran secara terstruktur berkesinambungan dengan pendekatan yang relevan dan memadukan materi ajar, pedagogi, dan teknologi; mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik, kurikulum dan lingkungan belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan; melakukan refleksi secara komprehensif; dan mengembangkan diri secara berkelanjutan sebagai guru professional. “Pengembangan diri mahasiswa PPG ini di anataranya dengan mengikuti pelatihan modul kurikulum, musyawarah guru, publikasi ilmiah, dan membuat karya inovatif,” tutupnya. Sesi sharing session terakhir berkaitan dengan pelaksanaan PPG Prajabatan efektif-inovatif dengan skema kegiatan forum group discussion. Dosen, guru pamong, dan admin mendiskusikan praktik baik serta saran terhadap pelaksanaan PPG Prajabatan. Selama tiga hari, kegiatan berjalan dengan lancar dan telah terumuskan evaluasi dan refleksi pelaksanaan PPG Prajabatan. Oleh sebab itu, dalam sesi penutupan, Wakil Dekan III FKIP UMM mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. “Mewakili LPTK, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi pemikiran Bapak/Ibu dosen, guru pamong, admin, dan segenap panitia. Rapat evaluasi ini menjadi catatan untuk melaksanakan pembaharuan dan peningkatan supaya pelaksanaan PPG Prajab akan semakain baik,” kata Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. (*fd)