Tingkatkan Pengembangan Kepribadian, PPG FKIP UMM Bagikan Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar rapat evaluasi pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan gelombang 1 semester 2 tahun 2022 Digelar Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Jumat (10/11/2023). Menariknya, acara tidak hanya difokuskan pada evaluasi dan refleksi, tetapi juga pematerian tentang pengembangan kepribadian. Kali ini, hadir sebagai pemateri Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., dosen Program Studi Psikologi UMM menyampaikan tema “Pengembangan Kepribadian: Strategi Mewujudkan Konsep Diri Pendidik”. Meski sesi sharing session ini dilakukan setelah acara makan malam, Pak Yudi, sapaan akrabnya mampu membawa suasana acara sangat hidup dan melibatkan peserta secara aktif. Diawali dengan meminta para peserta untuk menulis nama lengkapnya dengan tangan kanan dan dilanjutkan dengan menggunakan tangan kiri. “Siapa yang tulisan tangan kirinya lebih bagus dari tangan kanan, bapak ibu?” Pertanyaan ini dilontarkan Yudi untuk mengawali materinya yang disambut kompak jawaban “tidak ada…” dari seluruh para peserta. Selanjutnya beliau menjelaskan karena hal ini terjadi karena tidak ada pembiasaan yang dilakukan oleh para peserta dalam menulis dengan tangan kiri. Hal ini mengingatkan seluruh peserta yang merupakan pendidik baik di tingkat Pendidikan dasar, menengah dan tinggi untuk selalu membiasakan hal baik kepada peserta didik agar membawa kebiasaan yang baik pula. Dalam kegiatan ini, Pak Yudi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM ini meyakinkan para peserta terkait 4 strategi dalam mewujudkan konsep diri pendidik. “Ada 4 hal yang hendaknya dipahami oleh para pendidik dalam mempersiapkan para peserta didik yakni dengan memahami pentingnya pengembangan kepribadian pendidik, mengetahui wawasan tentang konsep diri dan kepribadian pendidik, mengetahui strategi konkret untuk meningkatkan konsep diri, menginspirasi pendidik untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan” ujarnya yang diikuti dengan respon antusias para peserta. Dalam penjelasannya, bahwa sebagai orang yang bertanggungjawab dalam dunia Pendidikan, peserta didik harus selalu melakukan pendampingan kepada peserta didik untuk mengoptimalkan potensinya. Potensi ini tidak hanya ditentukan oleh satu aspek saja, namun merupakan akumulasi kolektif dari berbagai aspek yang saling terkait yakni Aspek kecerdasan/ kemampuan kognitif, Aspek perkembangan emosi dan Aspek perkembangan social. Pak Yudi mengingatkan para pendidik untuk selalu menjadi pribadi yang matang. “Kepribadian para peserta didik yang matang mampu membekali peserta didik untuk dapat menjadi generasi yang adaptable yakni mampu bersikap dan mengekspresikan emosi sesuai dengan situasi dan interaksi sosial di lingkungan sekitarnya”, ujarnya sebelum mengakhiri materinya. (*ANH)
998 Mahasiswa PPG Prajabatan FKIP UMM Ikuti Diklat bela Negara di Lanal Malang

Malang—Dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang gelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bagi 998 mahasiswa PPG Prajabatan. Jumlah tersebut terdiri dari 385 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2022, 304 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang II tahun 2022, dan 309 mahasiswa PPG Prajabatan gelombang I tahun 2023. Selama dua hari mulai Kamis (9/11) hingga Jumat (10/11), mereka diberi berbagai materi mengenai Wawasan Kebangsaan hingga ideologi Pancasila. Wakil Dekan II FKIP UMM Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si menyebutkan mahasiswa PPG berada di sana untuk belajar langsung dari para patriot pembela negara. Tugas bela negara tidak hanya bagi patriot yang bertugas di garda depan, namun setiap warga negara Indonesia. “Tak terkecuali, mahasiswa PPG FKIP UMM. Mahasiswa PPG FKIP UMM memiliki andil dalam menjaga kedaulatan negara. Teruatama mahasiswa PPG yang kelak memiliki tugas mencerdaskan para generasi penerus bangsa,” ungkapnya. ”Dalam konteks pendidikan, bela negara dapat diimplementasikan melalui upaya-upaya konkret,” imbuhnya. Ia menyebutkan yang pertama dapat menjadi agen perubahan di dalam kelas, sehingga para guru tidak hanya mengajar. Tetapi juga mampu memberi insprasi bagi peserta didik, terutama dalam hal menumbuhkan rasa cinta tanah air. Yang kedua dengan melahirkan inovasi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya terfokus pada penguasaan materi ajar tetapi juga pada pengembangan karakter dan kewarganegaraan yang baik. Yang ketiga dengan cara menjadi contoh dalam mempraktikkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang keempat, sebagai calon guru profesional kita harus bersikap objektif, adil dan tidak terlibat pada praktik-praktik yang merusak tatanan bangsa,” terang Kadir Terutama pada era global saat ini yang mana menambah tantangan bela negara menjadi semakin kompleks. ”Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk mengukir kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya. Pendidikan, kata Kadir, harus dijadikan senjata ampuh untuk memperkuat fondasi negara dan menjaga kedaulatan bangsa. Sementara itu, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari SPd MTr Hanla MM CRHMP yang memimpin langsung upacara penutupan menyebut diklat bela negara ini sangat penting untuk diberikan kepana para calon guru. ”Karena adanya bela negara, kita mengingatkan kembali kepada mahasiswa PPG ini untuk bisa sadar akan kecintaan, kebanggaan kepada bangsa terutama masalah adat istiadat hingga geografis di negara kita,” ungkapan Sehingga ke depan mereka akan memberikan input kepada para calon penerus bangsa yakni peserta didik agar tidak hilang rasa bela negaranya. ”Yang kami tekankan ialah wawasan bela negara dan juga kedisiplinan,” katanya.
Tim Prodi Matematika FKIP UMM Dampingi Peningkatan Kompetensi GTK Bidang Numerasi di SMKN 1 Bandung Tulungagung

Malang—Meski telah diluncurkan dua tahun silam (2021), Kurikulum Merdeka tetap menjadi pembahasan hangat di kalangan pendidikan dasar maupun menengah. Pasalnya, belum semua sekolah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Guru-guru pun masih merasa kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka. Berangkat dari permasalahan itu, tim dosen Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pendampingan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) di SMKN 1 Bandung, Tulungagung, Kamis (5/10/2023). Menariknya, program ini justru diinisiasi oleh pihak sekolah. Kepala SMKN 1 Bandung Tulungagung, Bapak Syaiful Huda menyampaikan, bulan Oktober 2023 sekolah mempunyai proyek dengan sasaran guru matematika dan Bahasa Indonesia yang tergabung pada GTK berupa penyusunan modul sebagai bahan ajar. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang numerasi untuk domain aljabar, khususnya. “Kami mempunyai kendala dalam pendampingan penyusunan modul. Kebetulan ada salah satu guru kami alumni Prodi Pendidikan Matematika UMM, Bapak Maksum. Jadi, kami meminta bantuan Pak Maksum menjembatani komunikasi dengan Kaprodi untuk dilaksanakan workshop,” katanya. Program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Prodi Pendidikan Matematika menyambut baik ajakan Bapak Maksum untuk menyelenggarakan workshop. Pada Hari Kamis, 5 Oktober 2023 akhirnya diselenggarakan workshop peningkatan kompetensi GTK bidang numerasi dengan domain aljabar. Kegiatan ini melibatkan 15 guru SMKN 1 Bandung Tulungagung untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Acara dibuka oleh ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Bapak Drs. Marhan Taufik, M.Si. dengan penuh semangat agar peserta workshop aktif menyusun modul. Pemateri pertama yaitu, Bapak Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M menyampaikan tentang esensi numerasi pada Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, materi tentang integrasi numerasi pada penyusunan modul sebagai bahan ajar disampaikan oleh Siti Khoiruli Ummah, M.Pd. Guru tampak antusias menyimak dan aktif membuat soal AKM sebagai penciri numerasi. Salah satu peserta workshop menjelaskan “Saya baru pertama kali menyusun modul sebagai bahan ajar. Apalagi dengan domain aljabar. Namun pada workshop ini, saya menjadi paham dengan kaidah amati, tiru dan modifikasi sehingga soal AKM yang selama ini sudah disusun sebagai ANBK diubah konteks dan kontennya sesuai dengan lingkungan siswa disini”. Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Reni Dwi Susanti, M.Pd tentang teknis penyusunan modul sebagai bahan ajar. Diawali dari pembuatan cover melalui aplikasi Canva berbasis web, guru antusias memilih desain cover yang disukai. Acara diakhiri dengan penugasan penyusunan isi dari modul sebagai bahan ajar dimana rumah atau template telah dibuat pada workshop ini. Ke depan diharapkan kolaborasi ini tidak hanya sebatas pada kegiatan pengabdian dengan topik modul ajar, tetapi juga pada kegiatan-kegiatan berbasis pengembangan SDM maupun kualitas pembelajaran secara umum. (*ed: fd)
Gelar Kuliah Tamu, Prodi PPKn UMM Bahas Kuliah Pengawasan Pemilu

Malang-Dalam rangka mencetak generasi cerdas dalam menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga Negara Indonesia yang sebentar lagi akan melaksanakan pesta rakyat yang serentak dilakukan pada tahun 2024, yakni pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Progam Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang gelar kuliah tamu, Jum’at (29/09/2023). Mengangkat tema “Kuliah Pengawasan Pemilu”, kuliah tamu ini yang digelar secara luring di Aula Lantai 4 GKB 4 UMM. Acara diawali dengan sambutan Kaprodi PPKn, Drs. Moh. Mansur Ibrahim, M.H. Dalam sambutannya, Mansur menjelaskan bahwa sebagai generasi muda harus cerdas dan kritis dalam proses pemilu. “Karena sejatinya generasi muda memiliki peran penting dalam memberikan ide/gagasan kepada pemangku kepentingan, bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, dan ikut mengawasi dan menjadi bagian partai/peserta pemilu untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas,” kata Mansur. Adanya Kuliah Tamu yang membahas mengenai Pengawasan Pemilu ini yakni untuk mempelajari tentang peran dan tugas pengawasan terhadap pemilu. Pemilu adalah proses demokrasi yang penting dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat. Oleh karena itu, pengawasan pemilu sangatlah kritis untuk memastikan keselamatan, keadilan, dan keabsahan proses pemilu. Dalam Kuliah Tamu ini, para mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek terkait pengawasan pemilu, termasuk sistem pemilu, peraturan pemilihan umum, mekanisme pengawasan, dan peran institusi pengawas seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Mahasiswa juga akan mempelajari teknik dan metode pengawasan pemilu, termasuk pemantauan, pengawasan pemilu secara online, dan penanganan pelanggaran pemilu. Selain itu, Kuliah Tamu yang digelar Prodi PPKn ini juga membahas tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dan bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam pengawasan pemilu. Mahasiswa akan diajarkan tentang hak-hak dan kewajiban sebagai pengawas pemilu, serta cara melaporkan pelanggaran pemilu. “Diadakannya kuliah Pengawasan Pemilu ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengawasan pemilu sebagai bagian dari proses demokrasi. Dengan memiliki pengetahuan tentang pengawasan pemilu, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang transparan, adil, dan demokratis,” tegas Mansur. Dalam Kuliah Tamu kali ini, dibahas secara mendalam mengenai sejarah dan profil Bawaslu, Struktur organisasi Bawaslu, Selayang pandang Bawaslu kota Malang, Peran Bawaslu pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-XXL/2023. Materi ini disampaikan secara langsung oleh Hamdan Akbar Safara S. AP, M. AP selaku anggota Bawaslu kota Malang. Hamdan menyatakan, Pemilu 1971 terdapat banyak protes-protes atas banyaknya pelanggaran dan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan oleh para Petugas Pemilu. Pemilu 1977, palanggaran dan kecurangan pemilu yang terjadi pada jauh lebih massif. Protes-protes ini lantas direspon pemerintah dan DPR yang didominasi Golkar dan ABRI. Akhirnya munculah gagasan memperbaiki undang-undang yang bertujuan meningkatkan ‘kualitas’ Pemilu 1982. Demi memenuhi tuntutan PPP dan PDI, pemerintah setuju untuk menempatkan wakil Peserta Pemilu ke dalam kepanitiaan Pemilu. “Selain itu, pemerintah juga mengintroduksi adanya badan baru yang akan terlibat dalam urusan pemilu untuk mendampingi Lembaga Pemilihan Umum (LPU). Kelembagaan Pengawas Pemilu baru muncul pada pelaksanaan Pemilu 1982, dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak Pemilu),” ungkap Hamdan. Sejalan dengan itu, Nur Zaini Wikan Utomo selaku Komisioner KPU Kota Malang menjelaskan prinsip Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PPDB). Menurut Zaini, pemutakhiran data sangat penting dilakukan KPU secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas data pemilih, sehingga pada Pilkada atau Pemilihan dan Pemilu yang akan datang data sudah benar-benar valid dan realtime. “Kegiatan ini tidak akan sukses tanpa peran aktif dari masyarakat itu sendiri. Peran serta masyarakat ini sangat penting, karena kesuksesan dalam Pilkada atau Pemilihan dan Pemilu juga berawal dari daftar pemilih yang valid,” katanya. Melalui materi-materi yang disajikan dalam kuliah tamu ini, diharapkan para mahasiswa memiliki pemahaman dan kesadaran yang holistik tentang prinsip pelaksanaan pemilu, khususnya Pengawasan Bawaslu. (*sn/ed:fd)
309 Mahasiswa PPG Prajabatan Angkatan I Tahun 2023 UMM Ikuti Pembekalan PPL

Malang—Sebanyak 309 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Angkatan 1 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap diterjunkan ke sekolah untuk mengajar melalui Program Praktik Pengalaman lapangan (PPL). Para mahasiswa PPG Prajabatan ini nantinya akan tersebar di 35 sekolah di Malang Raya yang terdiri dari 21 SD, 7 SMP/MTs, dan 7 SMA/MA. Sebelum terjun ke sekolah, para mahasiswa mengikuti pembekalan yang digelar secara hybrid, Senin (02/10/2023). Gelaran secara luring dilaksanakan di Rayz Hotel UMM dengan mengundang kepala sekolah, sementara gelaran secara daring dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan mengundang dosen, guru pamong, dan mahasiswa. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus koordinator Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengatakan, kegiatan PPL ini sejatinya bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata dan kontekstual dalam menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya. “Itu semua akan menjadi penunjang tercapainya penguasaan kompetensi kepribadian, sosial, dan penguasaan materi bidang studi secara utuh,” ungkapnya. PPL kali ini, lanjut Trisakti, memiliki perbedaan dari PPL sebelumnya, yakni perubahan bobot SKS PPL II dari yang sebelumnya 10 SKS menjadi 8 SKS. Hal ini berimplikasi pada penyesuaian jam PPL II. Dalam hal ini, PPL I berfokus pada pemahaman tentang peserta didik dan pembelajaran, serta prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif I. Adapun PPL II berfokus pada prinsip pengajaran dan asesmen yang efektif II dan pembelajaran sosial emosional. Selain itu, perbedaan juga terletak pada guru pamong yang harus memiliki akses terhadap Learning Management System (LMS). Secara umum, sistem PPL bersifat terintegrasi dengan mata kuliah teori dan dilaksanakan sepanjang masa studi PPG pada semester I dan semester II. “PPL ini juga menggunakan pendekatan supervise klinis dan mengadopsi lesson study untuk melatih mahasiswa melakukan refleksi secara berkelanjutan,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Kepala Divisi PPL, Dr. Nurwidodo, M,Kes, memberikan penjelaskan teknis pelaksanaan PPL PPG Prajabatan. Tahapan kegiatan PPL, menurutnya, terdiri dari tahap orientasi, tahap observasi dan inquiry, tahap asistensi mengaajr, tahap praktik mengajar terbimbing, dan tahap refleksi. Pada tahap mengajar terbimbing, selain menyusun modul ajar, mahasiswa PPG Prajabatan akan menyusun dokumentasi video pembelajaran dan penelitian Tindakan kelas. “Kita juga mendorong mahasiswa untuk menyusun artikel penelitian untuk dipublikasikan di jurnal. Ini penting dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran dari good practice yang dipetik mahasiswa selama proses PPLke dalam dunia akademik,” ungkapnya. Pembekalan PPL ini sekaligus penyerahan mahasiswa ke sekolah. Karena itu, kepada para Kepala Sekolah yang hadir, Dekan FKIP UMM mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan mahasiswa PPG Prajabatan Angkatan I Tahun 2023 UMM untuk belajar di sekolah. Ia pun menitipkan para peserta untuk dibimbing dan diarahkan. “Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih karena mengizinkan anak-anak kami ngangsu kaweruh. Kami menitipkan anak-anak kami, mahasiswa PPG prajabatan Angkatan 1 tahun 2023, di sekolag Bapak/Ibu untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan hal-hal baru terkait dunia pembelajaran di sekolah sehingga dapat memecahkan permasalahan-permasalahan di sekolah di kemudian hari,” tutupnya. Acara ditutup dengan penandatanganan dan penyerahan dokumen perpanjangan MoU dari FKIP UMM dan sekolah mitra. (*fd)
547 Calon Mahasiswa PPG Prajabatan 2023 Ikuti Test Substantif di FKIP UMM

Malang—Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) tes substantif PPG Prajabatan Tahun 2023. Tercatat, kegiatan yang diikuti oleh 547 calon mahasiswa PPG Prajabatan dari berbagai wilayah. Dekan FKIP sekaligus koordinator PPG UMM, Dr. Trisakti Handayani, MM mengatakan, ditunjuknya kembali Prodi PPG FKIP UMM sebagai pelaksana TUK tidak lepas dari terpenuhinya fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki UMM. Tak hanya itu, PPG UMM juga juga memiliki track record yang sangat baik sebagai penyelenggara Program PPG. “Kita memiliki labolatorium yang memadai untuk pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan. Ada tujuh labolatorium yang kita gunakan untuk pelaksanaan tes substantif ini, yaitu 4 ruang Labolatorium ICT Infokom, 3 ruang Labolatorium Bahasa, dan 1 ruang Labolatorium Ekonomi. Namun, selain fasilitas tersebut, prestasi PPG UMM dalam pelaksanaan PPG juga menjadi pertimbangan lainnya,” ungkap Trisakti. Ketujuh ruang labolatorium itu digunakan selama dua hari, 25—26 September 2023, dengan dua sesi pada masing-masing hari. Sesi I dilaksanakan pukul 07.30 hingga 11.30, sementara sesi II dilaksanakan pukul 12.30 hingga 16.30. Trisakti melanjutkan, di Kota Malang, hanya ada dua LPTK yang menjadi penyelenggara TUK, yakni Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Negeri Malang. Tes substantif merupakan rangkaian dari pelaksanaan seleksi PPG Prajabatan dengan materi uji penguasaan konten sesuai dengan bidang studi, literasi dan numerasi. Materi konten bidang studi terdiri dari 70 soal dengan durasi pengerjaan 110 menit. Sementara materi literasi dan numerasi masing-masing terdiri dari 15 soal yang dikerjakan dengan durasi 70 menit. Petugas mengecek peserta ujian Sebelum kegiatan dimulai, panitia melakukan verifikasi peserta yang hadir dengan mengecek KTP dan kartu peserta. Untuk memastikan keamanan dan kejujuran, dilakukan pula pengecekan menggunakan metal detector kepada peserta sebelum memasuki ruangan. Dengan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan, pelaksanaan Tes Substansi berjalan dengan lancar. Dekan FKIP UMM pun berharap, semua peserta lolos seleksi sehingga dapat mengikuti Program PPG Prajabatan. “Alhamdulillah semua pelaksanaan berjalan lancar. Kami berharap semua peserta lolos dan bisa mengikuti PPG Prajabatan di FKIP UMM,” ungkapnya. Karena, tambah Trisakti, Program PPG ini adalah jembatan menuju tercapainya guru professional abad 21. “Ketika sudah guru-guru ini sudah profesional, tentu kita akan bisa bersama-sama bahu-membahu membangun sumber daya manusia Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia emas 2045,” tegasnya. Prodi PPG FKIP UMM sendiri saat ini tengah melaksanakan pembelajaran untuk Program PPG Prajabatan Gelombang I Tahun 2023. Berdasarkan Surat Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek nomor 1818/B2/GT.00.08/2023 tanggal 5 September 2023 tentang Persiapan Pelaksanaan Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023, Prodi PPG FKIP UMM menerima 310 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari Matematika 56 mahasiswa, Bahasa Indonesia 24 mahasiswa, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) 27 mahasiswa, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 203 mahasiswa. (*fd)
Rakornas Asosiasi LPTK PTMA Se-Indonesia di FKIP UMM, Bahas Strategi Pengembangan LPTK

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) ke-XV. Agenda yang berlangsung 13-15 September 2023 ini bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Total ada 250 peserta dari 55 LPTK PTMA se-Indonesia hadir dalam acara yang digelar di Rayz Hotel UMM ini. Tujuan penyelenggaraan Rakornas ini adalah untuk sharing best practice dan sekaligus merumuskan strategi pengelolaan kelembagaan LPTK di PTMA. Karena itu, kegiatan rakornas menghadirkan tiga rektor visioner PTMA, yakni Dr. Rustamadji, M.Si. (Rektor UNIMUDA Sorong), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si (Rektor UMS), dan Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. (Rektor UMM). Dalam paparannya, Dr. Rustamadji menekankan pentingnya positive mindset serta bekerja dengan cepat dalam merespon berbagai potensi kerja sama dalam rangka menghasilkan “pemilih fanatik” UNIMUDA Sorong. Sejalan dengan itu, Prof Anif mengatakan keberanian dan kejelasan visi misi pimpinan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan PT. “Saya menyadari bahwa SDM menjadi kunci pengembangan UMS. Jadi, setelah saya dilantik saya meminta izin pada PP untuk menambah 1 wakil rektor untuk khusus mengurus SDM dan memberangkatkan sekitar 500 dosen untuk studi S3,” terangnya. Keberanian berinovasi dan tidak terbelenggu dalam aturan-aturan juga menjadi pokok materi Prof. Fauzan. Di depan para hadirin, Fauzan menjelaskan bagaimana UMM berhasil membentuk 40 Center of Exellence sebagai program unggulan Prodi. Salah satunya adalah CoE Kelas Unggulan Anggrek dan CoE Entrepreneur Perbukuan di FKIP. “CoE ini adalah wujud bagaimana UMM berupaya menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri lewat kolaborasi pengajaran, magang, bahkan rekrutmen dengan mitra DUDI. Dengan begitu, UMM dapat memberikan kepastian kepada para orang tua/wali mahasiswa. Bahwa, dengan jargon UMM PASTI putra-putri mereka pasti lulus tepat waktu, pasti bekerja, dan pasti mandiri,” kata Fauzan. Selain itu, Rakornas ini juga menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Temu Ismail, S.Pd., M.Si. untuk mengupas topik Arah dan Kebijakan Pengembangan GTK Kemendikbudristek, serta Deputi VI Kemenko PMK, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. untuk memaparkan tentang Penguatan dan Pengembangan LPTK di Era VUCA. Sesi pematerian kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel yang terbagi dalam tiga ruang focus group discussion (FGD). Ruang FGD pertama membahas tentang Strategi Akreditasi Kependidikan Unggul (LAMDIK dan Internasional), ruang FGD kedua membahas tentang PPG PTMA, sementara ruang FGD ketiga membahas forum asosiasi program studi (APS) PTMA. Kegiatan rakornas ditutup dengan perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari ketiga divisi. Khusus untuk akreditasi, Ketua Asosiasi LPTK PTMA, Prof. Harun Joko Prayitno mengimbau, LPTK PTMA untuk berkolaborasi dalam menghasilkan publikasi Scopus dan meningkatkan sitasi dengan mengimplementasikan materi workshop pada hari sebelumnya. “Dengan begitu, standar 9 dari dokumen borang akreditas LAMDIK akan maksimal hasilnya,” tutur dosen UMS itu. Dr. Trisakti Handayani, M.M, Dekan FKIP UMM dalam sambutan penutupan megucapkan selamat jalan kepada para peserta Rakornas. Ia pun berharap, Rakornas yang diselenggarakan selama tiga hari ini akan menjadi perekat kerjasama sekaligus membangun komitmen dan kepentingan bersama dalam rangka mensukseskan keunggulan lembaga. “Atas nama pimpinan saya merasa senang atas dipilihnya FKIP UMM sebagai tuan rumah. Semoga ilmu dan inspirasi yang diperoleh dapat diimplementasikan di institusi Bapak/Ibu, dan kolaborasi antar LPTK PTMA semakin kuat. Selamat jalan, semoga selamat kembali ke rumah dan sampai bertemu kembali dalam rakornas LPTK PTMA 2024,” tutupnya. (*fd)
FKIP UMM Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional ProfunEdu Ke-8

Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM jadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-15 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (LPTK PTMA). Acara berlangsung selama tiga hari, 14-16 September 2023, di Rayz Hotel UMM ini dihadiri oleh rektor, dekan, kaprodi, sekprodi, dan dosen di lingkungan LPTK PTMA se-Indonesia. Sebelum dimulai Rakernas, diselenggarakan seminar internasional ProfunEdu (Progressive and Fun Education) dengan jumlah peserta tak kurang dari 250 peserta hadir secara daring dan luring. Wakil Ketua Panitia Rakernas, Naufal Ishartono menyebutkan ada 4 pembicara internasional yang dihadirkan, yakni Assoc.Prof. Dr. Siti Hadjar Binti Halili dari University of Malaya, Malaysia; Prof. Dr. Chan Yuen Fook dari HELP University, Malaysia; Dr. habil. K. Nagy Emese, University of Miskolc, Hungary; dan Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia. Dalam ProfunEdu ke-8 ini, tema yang diusung adalah Coping VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) Era Through Advanced Learning. Sejak awal diadakan, kata Naufal, ProfunEdu memang sudah mengusung konsep internasionalisasi. “Output dari ProfunEdu ini berupa artikel penelitian yang akan dipublikasikan di Jurnal terindeks Scopus,” kata Naufal. Lebih lanjut, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Pd. selaku Ketua ALPTK PTMA mengatakan, ProfunEdu diharapkan dapat menjadi media inobasi pengembangan tata kelola LPTK, wahana diseminasj inovasj dan invensi pengembangan pendidikan, sekaligus sarana utama meningkatkan karya dan kinerja akademik berkeluaran publikasi bereputasi. “Kita akan terus mendorong dan menumbuhkan sinergi kolaborasi publikasi bereputasi untuk seluruh LPTK PTMA,” ungkapnya. Sementara itu, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. menyebutkan seminar FrofunEdu juga bertujuan untuk membangun kolaborasi antar institusi maupun antar dosen. Kolaborasi ini secara formal dituangkan dalam MoU. “Dengan begitu, indikator kinerja utama dan kriteria-kriteria yang ada pada akreditasi mandiri dapat terpenuhi,” terangnya. Pada tataran selanjutnya diharapkan, MoU tidak hanya memuat aspek kolaborasi publikasi, tetapi juga kegiatan kolaboratif yang lebih luas. Salah satunya, kegiatan internasionalisasi Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi Internasional (KKN KI).
Inovasi Pendidikan: Dosen PGSD UMM Implementasikan Literasi dengan Profil Pelajar Pancasila pada Guru Rumaisa School Korea Selatan

Malang—Dosen PGSD UMM beri pelatihan implementasi Gerakan literasi sekolah berbasis Profil Pelajar Pancasila pada guru Rumaisa School, Korea Selatan. Kegiatan yang dilakukan via Zoom, Senin (11/09/2023) lalu itu digawangi oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd., M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Tujuannya adalah untuk memajukan literasi supaya membantu memotivasi anak sehingga mereka tumbuh menjadi warga dunia yang nantinya mereka bisa berpengetahuan luas dan berpendidikan. Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd selaku ketua pengabdian menyampaikan fokus penelitian ini pada nilai-nilai yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari kita terutama pada nilai Pancasila. “Kami memilih hal tersebut karena dimana itu akan menjadi pondasan membangun karakter dan moral siswa,” ungkapnya saat ditemui pasca kegiatan. Secara teknis, acara terbagi dalam beberapa sesi pematerian. Materi pertama yakni gerakan literasi sekolah berbasis profil pelajar Pancasila yang disampaikan oleh Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Dalam materi ini, dibahas tuntas tentang Profil Pelajar Pancasila ada beriman bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, belajar kritis, mandiri, gotong royong, kreatif, dan berkebinekaan global. “GLS berbasis Profil Pelajar Pancasila mengintegrasikan kurikulum merdeka, Profil Pelajar Pancasila, dan GLS. Sehingga, program siswa tersebut bisa menumbuhkan nilai-nilai Pancasila itu melalui kegiatan berliterasi,” ungkap Murtyas. Selanjutnya, materi kedua tentang ketentuan penulisan cerita anak berbasis Profil Pelajar Pancasila yang disampaikan oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd. Materi diarahkan pada langkah umum, ketentuan, dan format penulisan dalam penyusunan cerita anak yang dilanjutkan dengan bagaimana nantinya dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila. Acara ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari Assoc. Prof. Dr. Agus Sulaeman, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutan penutupnya, Dr, Agus Sulaeman mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dan menarik, terutama sharing ilmu dari beberapa dosen PGSD UMM yang sangat lengkap tentang gerakan literasi sekolah. Penerapan-penerapan mulai dari point A-Z diharapkan dapat diimplementasikan di Korea Selatan. “Saya berharap itu nanti bisa lanjut untuk mencerdaskan anak-anak di Korea Selatan terutama anak-anak yang perkawinan campuran. Jadi, kegiatan ini harus berlanjut, bukan hanya sekedar untuk selesai PKM, tetapi bagaimana kedepannya itu bisa diteruskan,” ungkapnya. Anak-anak hasil perkawinan campuran di Korea Selatan memang mengalami beberapa permasalahan. Salah satunya, menurut Ninda Ekaristi, S.T selaku kepala sekolah Rumaisa School, adalah penguasaan dan pemahaman terhadap bahasa bahasa Indonesia. Merespon hal itu, Murtyas menegaskan bahwa Prodi PGSD dan FKIP UMM secara umum siap membantu mengatasi permasalahan itu melalui kegiatan kolaborasi lanjutan yang lebih intensif. Pada akhirnya, sejalan dengan Dr. Agus Sulaeman, Ninda berharap program pengabdian-pengabdian dari berbagai universitas di Indonesia dapat membantu dan menjawab tantangan-tantangan kegiatan atau aktivitas di Rumaisha School. “Saya melihat di tengah kesibukan para guru Rumaisa School sebagai ibu juga istri dan guru Rumaisa School, mereka bisa menyerap dan mengambil manfaat dari pengalaman pelatihan ini. Kami menunggu kolaborasi-kolaborasi berikutnya,” tutupnya. (*in/ed:fd)
Sebanyak 310 Mahasiswa PPG Prajab Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM Ikuti Orientasi Mahasiswa Baru

MALANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyiapkan calon-calon guru terbaik. Ratusan mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Kemendikbudristek tahun ini. Selama dua semester, mereka akan mengabdi untuk memberikan sejumlah inovasi pembelajaran. Sebanyak 310 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelombang 1 Kemendikbudristek menjalani masa orientasi akademik yang diselenggarakan secara luring di Hotel Grand Mercure Malang. Arahan disampaikan langsung Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Dia berharap kepada 310 mahasiswa PPG prajabatan bisa mempunyai semangat mengajar. ”Investasi yang paling berharga adalah memberikan kontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya. Merurut Prof. Fauzan, sapaan akrab beliau, profesi guru merupakan bagian strategis dan vital dari proses pendidikan di sekolah. Karena mereka berhadapan langsung dengan calon pemimpin bangsa. Prof. Fauzan berpesan sebagai seorang guru tidak hanya pintar, tapi harus mampu membawa perubahan secara signifikan ke peserta didik. PPG prajabatan menjadi salah satu upaya uji kelayakan sebelum menjadi guru. Karena pada hakikatnya, guru juga sebagai penerang yang mengarahkan siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Terlebih pada era teknologi saat ini. ”Jangan sampai guru pada era ini gagap teknologi,” lanjutnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M., yang ikut membuka orientasi akademik menyampaikan kepada ratusan mahasiswa PPG prajabatan selama dua semester ke depan bakal dinilai. Para mahasiswa PPG prajabatan akan dibentuk menjadi tenaga pendidik profesional. ”Dari 38 SKS, 14 SKS di antaranya merupakan praktik pengalaman lapangan (PPL) sehingga mereka akan memperoleh pengalaman yang benar-benar nyata,” terangnya. Dalam perubahan visi PPG prajabatan model baru, Trisakti berharap mereka mampu memenuhi kebutuhan guru. Selain itu, lulusan PPG prajabatan memiliki kepastian untuk direkrut sebagai guru. Namun hal tersebut tidak dapat terwujud tanpa sinergi yang baik antara dosen, guru pamong, admin TIK, maupun mahasiswa. Maka PPG prajabatan harus berkomitmen sejak awal mengikuti pembelajaran hingga satu tahun ke depan. Selain itu, Koordinator Pokja PPG Prajabatan Direktorat PPG, Direktorat Jenderal Guru, dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Pd., berpesan bahwa profesi guru masih dibutuhkan cukup banyak. Jumlah guru yang pensiun pada 2024 sebanyak 69 ribu orang. ”Kekurangan guru itu tentu harus segera diisi, sehingga PPG prajabatan jadi harapan,” jelasnya.