Program Kejar Mutu SD, Tim UMM Sosialisasi Kampanye Sekolah Sehat bagi 30 SD di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Kesehatan merupakan hal pondasial dalam menciptakan bangsa yang berdaya. Karenanya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi meluncurkan Program Kejar Mutu Sekolah Dasar Pendampingan Kampanye Sekolah Sehat (KKS) di Daerah Afirmasi Tahun 2023. Untuk Provinsi NTT, Kampanye Sekolah Sehat dilaksanakan di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Kupang, TTS, dan Belu. Dalam hal ini, Universitas Muhammadiyah Malang digandeng secara khusus sebagai mitra pelaksana program untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).   Sebagai bentuk implementasi program, tim Universitas Muhammadiyah Malang menggelar sosialisasi KSS bagi 30 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Berlokasi di Aula Kantor BKPSDMD TTS, Senin 4 – Rabu 6 September 2023, acara dihadiri secara langsung oleh Kepada dinas P dan K TTS, Musa Benu, Kabid SD Jansen S.P Neolaka, dan BPMP Provinsi NTT. Penanggung jawab kegiatan Prof. Dr. Baiduri, M.Si yang didampingi oleh Prof. Dr.  Yus Mochamad Cholily, M.Si selaku Koordinator  dan Arina Restian, M.Pd, Beti Istanti Suwandayani, M.Pd, Tyas Deviana, M.Pd serta Kuncahyono, M.Pd selaku anggota, mengatakan KKS bertujuan membangun kolaborasi berbagai pihak untuk secara bersama-sama dan terus-menerus melakukan penerapan sekolah sehat dan peningkatan kesehatan peserta didik dengan berfokus pada 3 sehat, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi. Dijelaskan, Kampanye Sekolah Sehat (KKS) telah diluncurkan oleh Mendikbudristek pada tanggal 23 Agustus 2022 sebagai upaya secara bersama-sama dan terus-menerus dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas Kementerian dan Lembaga, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbudristek, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, para mitra, satuan pendidikan, dan masyarakat secara umum guna meningkatkan status kesehatan sekolah dan kesehatan peserta didik dengan berfokus pada sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi. Kampanye Sekolah Sehat ini diharapkan menjadi gerakan yang masif, besar dan berkelanjutan, serta fokus di satuan pendidikan. “Kita berharap agar setelah sosialisasi KSS, semua pihak baik guru maupun siswa makin sadar akan kesehatan karna dengan sehat, maka pendidikan bisa berjalan dengan baik,” kata Prof Yus. Melkior Sine, S.Pd, salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi warga sekolah karena itu dirinya berharap kegiatan tersebut terus berlanjut. “Kegiatan Kampanye Sekolah Sehat (KSS) ini sangat bagus dan bermanfaat bagi kami. Selaku kepala sekolah saya menyampaikan terima kasih kepada pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS berserta para narasumber yang telah menyelenggarakan kegiatan KSS ini,” ujar Melkior. Diketahui, sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, tim UMM telah melakukan koordinasi secara daring yang dihadiri Tim UMM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Bapak Musa S Benu, S.H, Yayasan Rumah Madani Jakarta, Yayasan Sukamulya Bandung. Dalam koordinasi ini, Kadis menyampaikan mendukung program KSS di TTS ini dan siap menerima kedatangan tim UMM di TTS dan siap mendukung implementasi program yang dirancang untuk dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai November 2023 ini. (*fd)

Mahasiswa Prodi PBI FKIP UMM Borong Medali dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Seni dan Olah Raga UAD Tahun 2023

MALANG – Mahasiswa Prodi Pendikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sukses borong medali dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Seni dan Olah Raga (KOMNAS SENIOR) Tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Prodi PBI FKIP UMM mengirimkan delegasinya untuk mengikuti di lima cabang/kategori lomba yakni baca cerpen putri, baca cerpen putra, musikalisasi puisi, menyanyi tunggal pop putri, dan menyanyi tunggal pop putra. Dari lima kategori/cabang lomba yang diikuti, mahasiswa Prodi FKIP UMM sukses borong 5 medali di antaranya, satu medali perak dan satu medali perunggu pada cabang baca cerpen putri atas nama Sebtiana Dwi Saputri dan Mutiara Perwita Sari, satu medali perunggu pada cabang lomba musikalisasi puisi atas nama Miftahul Huda, M. Naufal Fadhila, Mutiara Perwita Sari, Vivin Dwi Oktavia, dan Windy Hamidha. Kemudian, satu medali perunggu pada cabang lomba menyanyi tunggal pop putra atas nama Dimas Abby Syalas Saputra, dan satu medali juara harapan satu pada tangkai lomba baca cerpen putra atas nama Dimas Abby Syalas Saputra. Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Prodi sekaligus dosen pendamping dalam KOMNAS SENIOR Tahun 2023 mengaku senang dengan raihan tersebut. “Palam kompetisi ini kita mengikuti sekitar lima tangkai lomba, dan Alhamdulillah kita mendapat juara di empat kategori lomba sekaligus. Harapanya, hasil ini dapat menambah ilmu maupun pengalaman yang nantinya bisa bermanfaat baik secara pribadi maupun masyarakat luas. Satu hal yang perlu digarisbawahi dan menjadi poin penting adalah Prodi PBI FKIP UMM senantiasa memberikan ruang seluas-luasnya untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya. Dan sesuai tag line kami, tidak ada prestasi yang tidak dihargai,” jelasnya. Mutiara Perwita Sari, salah satu mahasiswa PBI FKIP UMM sukses raih peringkat tiga kategori baca cerpen putri dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Seni dan Olah Raga (KOMNAS SENIOR) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2023. Mahasiswa angkatan tahun 2020 tersebut mengatakan bahwa meskipun lomba yang diikuti merupakan lomba individu namun dalam proses pengerjaan dilakukan secara tim. “Dalam mengikuti kompetisi ini waktunya sangat singkat sekali. Saya hanya memiliki tiga hari untuk menyiapkan semua, baik secara teknis maupun kemampuan saya sendiri. Oleh karena itu saya berterima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu, jadi saya bisa lebih fokus melatih vokal agar artikulasi lebih jelas dan latihan ekspresi. Perasaan saya pastinya senang karena ini pertama kalinya untuk saya mengikuti lomba baca cerpen bahkan di tingkat nasional. Di awal saya sangat ragu untuk mengikuti lomba baca cerpen ini, tapi saya dipercaya dan selalu diyakinkan oleh teman- teman Sanggar Aksara dan Pak Candra selaku dosen dari Pendidikan Bahasa Indonesia untuk maju ke perlombaan KOMNAS SENIOR UAD 2023. Hingga akhirnya dari kepercayaan ini saya mendapatkan juara 3 dengan kategori Baca Cerpen,” kata Ara, sapaan akrabnya. Mengusung tema “Discover Yourself, Design Your Future, and Plan For Your Dream”, kompetisi tersebut bergulir mulai tanggal 12 Juli hingga 12 Agustus 2023. Setidaknya ada sekitar 49 tangkai lomba yang disediakan, baik individu maupun kelompok. Kompetisi Nasional Bidang Seni dan Olah Raga (KOMNAS SENIOR) sebagai salah satu rangkaian UAD Fair 2023. Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam bidang seni, baik seni suara, seni sastra, seni bela diri, seni tari,seni lukis dan sejenisnya, maupun Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Program Asistesi Mengajar FKIP UMM Memberi Berkah Ke Sekolah Mitra

Malang—Merespon adanya kebijakan MBKM atau Kurikulum Merdeka (KURMER), program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP-2) mulai tahun 2023 ini bertransformasi menjadi Program Asistensi Mengajar. Untuk tahun 2023 ini diikuti Program Asistensi Mengajar oleh sekitar 400 mahasiswa FKIP UMM semester-7. Mereka telah menyelesaikan berbagai prasyarat, diantaranya telah menempuh matakuliah pembelajaran dan keilmuan yang diperlukan untuk menjadi asisten guru di sekolah dalam menyusun perangkat pembelajaran dan melakukan pembelajaran secara terbimbing. FKIP UMM telah memiliki 170  sekolah mitra yang tersebar di Malang Raya dan Jawa Timur pada umumnya. Namun untuk proram Asistensi Mengajar taahun 2023 ini haanya sekitar 40 sekolah mitra yang dilibatkan. Sekolah tersebut dari tingkatan SD sampai SMA, dan beberapa berasal dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MS) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dr. Trisakti Handayani, MM. Dekan FKIP UMM, menyampaikan bahwa Asistensi Mengajar ini hendak memperkuat jati diri calon guru dibidng pedagogi dan professional yang menjadi tuntutan guru massa depan. Oleh kaarena itu dalam pembekalannya dikuatkan berbagai macam kompetensi guru baik dalam bidang literasi maupun TPACK. Diharapkan mahasiswa calon guru yang sedang menempuh Asistensi Mengajar ini dapat mengalirkan inovasi yang selalu menjadi unggulan FKIP kepada sekolah mitra yang menjadi tempat pelaksanaan program. Beberapa inovasi yang diusung mahasiswa tersebut misalnya adalah penggunaan CANVA, Google Slide, Augmented Reality, dan lain sebagainya. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, sekolah sangat antusias menerima program asistensi mengajar dari FKIP ini. Basuki Kepala SMAN-7 Malang, misalnya….menyatakan bahwa guru pamong yang saya tugaskan seperti mendapatkan recharging teknologi baru dibidang pembelajaran sehingga guru kami terdorong untuk menerapkan inovasi pembelajaran khususnya dalam penggunaan media belajar. Hal yang sama diungkapkan oleh Windra Ryzkiana, kepala sekolah SMP Muhammadiyah 8 Batu, menyatakan bahwa dirinya sangat bergembira dan antusias menerima mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar ini, karena mahasiswa FKIP tidak sekedar menggugurkan kewajiban melaksanakan program, tetapi mahasiswa benar benar mengalirkan inovasi baru dalam teknologi pembelajaran, bahkan membantu sekolah membangun best practice, seperti membuat publikasi di Koran atau majalah pendidikan yang beroperasi di Malang Raya. Di komunitas sekolah dasar, ibu Ike, Kepala Sekolah SDN Tlogomas 2 Malang, tidak ketinggalan mengugkapkan rasa gembiranya ketika menerima 12 mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar yang ditempatkan di sekolahnya. Katanya melalui program ini paling tidak ada 3 keuntungan yag diterima sekolah, pertama adalah jalinan kerjasama yang positif, konstruktif dan prestatif bagi sekolah. Kedua adalah jalinan atau aliran inovasi pembelajaran terbaru dari kampus yang perlu kami ikuti, dan ketiga adalah publikasi bagi sekolah kami yang tentunya akan terangkat melalui program aistensi mengajar ini. Dr. Sugiarti, M.Si, wakil dekan 1 FKIP ketika melepas 400 mahasiswa program Asistensi Mengajar ini menyatakan bahwa FKIP UMM selalu melakukan update terhadap perkembangan teknologi pembelajaran dan kebijakan atau peraturan dibidang pendidikan. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan mencerminkan diri sebagai figure yang cakap dalam teknologi pembelajaran dan sosok yang kuat dalam bidang pedagogi dan keilmuan, serta santun dalam bidang ahlak. Dr. Nurwidodo, M.Kes., Kepala Laboratorium Microteaching sebagai pengelola Asistensi Mengajar, menyatakan bahwa program ini akan berlangsung satu bulan penuh mulai 25 Agustus hingga 25 September 2023. Selama satu bulan tersebut mahasisswa melakukan SIT IN di sekolah dengan berbagai tugas yang meliputi membantu guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran (RPP/Modul) dengan kelengkapannya (materi, model, LKPD, Media, Evaluasi) beserta praktek mengajar terbatas dan terbimbing dengan bobot 3 SKS yang dilaksanakan secara BLOCK. Pada akhir kegiatan, mahasiswa diminta untuk membuat laporan kinerjanya dan membuat video pembelajaran yang wajib diunggah di youtube. Tak disanggah lagi bahwa kolaborasi FKIP UMM dengan sekolah mitra yang menjaadi rekanannya untuk berbagai program yang ada telah membuahkan banyak manfaat. Manfaat tersebut dipetik oleh mahasiswa FKIP secara langsung berupa penguatan jati diri sebagai pendidik professional yang harus tanggap terhadap tuntutan jaman tetapi harus tetap mengutamakan ahlak mulia. Manfaat asistensi mengajar tersebut juga meluberi ke sekolah tempat Asistensi Mengajar ini dioperasikan, sebanyak 40 kepala sekolah menyatakan bersyukur sekolahnya menjadi pilihan sebagai tempat pelaksanaan program asistensi mengajar ini. Ada reputasi, ada konfidensi dan ada pula prestasi yang mereka merasa dapat dari program ini. (*nrwd)

Selenggarakan Kuliah Tamu, Prodi PBI FKIP UMM Membincangkan Indonesia dan Keindahan dari Kaca Mata Negeri Belanda

MALANG – Surya Suryadi, Ph.D., seorang dosen Leiden University, Belanda, hadir sebagai pemateri dalam kuliah tamu Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Kuliah tamu yang mengangkat tema “Membincangkan Indonesia dan Keindahan dari Kaca Mata Negeri Belanda” tersebut dilaksanakan secara Luring di Ruang Sidang FKIP 614 GKB 1 UMM. Turut hadir, Dr. Trisakti Handayani, M.M., Dekan I FKIP UMM untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara kuliah tamu. “Ini merupakan sebuah bentuk kehormatan bagi kami–jajaran dekanat serta dosen PBI FKIP UMM–karena telah dihadiri langsung dosen yang sudah hampir 25 tahun mengajar di Leiden University Belanda, dalam acara kuliah tamu ini. Kami berharap, selain berbagi ilmu dan pengalamannya selama di Belanda, Pak Suryadi juga dapat memotifvasi baik Bapak/Ibu dosen maupun mahasiswa yang hadir dalam ruangan ini agar punya keberanian dan punya mimpi besar untuk memajukan bangsa ini di kancah dunia. Apalagi ini menjelang hari kemerdekaan Indonesia, tentu akan menjadi refleksi bagi kita bersama bahwa Indonesia dan Belanda punya sejarah panjang dan identik dengan sejarah kolonialisme. Semoga dengan kehadiran Pak Suryadi di kampus putih ini dapat menumbuhkan nasionalisme dan semangat para mahasiswa yang hadir dalam kuliah tamu ini,” sambut Ibu Trisakti Handayani, sapaan akrabnya. Menjadi pemateri tunggal, dosen ahli filologi di Leiden University tersebut mengaku sangat senang dengan sambutan dari jajaran dekanat dan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Selain itu, dosen yang akrab dipanggil Pak Suryadi tersebut juga tidak menyangka bisa hadir di Malang tepat sebelum hari kemerdekaan bangsa Indonesia berlangsung. “Saya sama sekali tidak menyangka bisa hadir di Kota Malang tepat sebelum hari kemerdekaan Indonesia yang ke-78. Seperti yang kita ketahui, Malang telah dinobatkan sebagai kota kolonial, tempat di mana sejarah besar penjajahan Belanda di Indonesia. Tentu ini akan menjadi pemantik motivasi kita untuk senantiasa merawat kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan tentunya dengan menunjukkan potensi dan prestasi yang kita miliki,” paparnya di hadapan peserta kuliah tamu. Di lain sisi, Candra Rahma Wijaya Putra, S.S., S.Pd., M.A., Sekretaris Prodi PBI FKIP UMM sekaligus moderator dalam kegiatan tersebut membuka diskusi dengan pernyataan bahwa kita melihat bangsa Indonesia dari kaca mata Belanda merupakan sebuah bentuk kejayaan, sedangkan Belanda bagi Indonesia adalah sebagai sejarah kelam dan penderitaan. Pernyataan tersebut menjadi pemantik baik bagi pemateri, dosen, maupun peserta yang mengikuti kuliah tamu. Diskusi berjalan sangat seru dan penuh antusias. Ada tiga dosen yang turut bertanya dan memeberikan sumbang pikiran terhadap dua negara besar yang punya sejarah kolonilaisme yang panjang yakni Indonesia dan Belanda. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pemberian cendera mata dari FKIP UMM.

Bencmarking, Rektor UMM Kenalkan CoE FKIP Kepada Universitas PGRI Adibuana Surabaya

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UM) kedatangan tamu dari Universitas PGRI Adibuana Surabaya, Senin (22/08). Rombongan Tim Unipa yang dipimpin langsung Rektor Unipa, Dr. Hartono, M.Si. dalam kesempatan ini diterima langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd. di rektorat UMM. Setelah obrolan hangat di rektorat, rombongan diajak berkeliling kampus untuk melihat-lihat suasana kampus dan mengunjungi unit bisnis UMM, yakni My Dormy dan Container Café, dan kemudian bertolak ke Rooftop Rayz Hotel UMM untuk melaksanakan diskusi bechmarking. Dalam sambutannya, Rektor UMM menegaskan bahwa Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab terhadap bonus demografi. Pasalnya, Perguruan Tinggi menjadi wadah bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Masalahnya, lanjut Fauzan, tidak semua PT siap untuk hal itu. Hal-hal yang dilakukan PT masih bersifat normatif dan linier, padahal yang dibutuhkan saat ini adalah kreativitas dalam menghadapi kompleksitas permasalahan abad 21. “Kita harus bertanggung jawab untuk mengatasi permasalahan ke depan. Maka, UMM, telah menyiapkan program yang secara khusus menyiapkan lulusan untuk punya skill spesifik, melalui Center of Exellence yang dikembangkan oleh setiap Prodi,” katanya. Spesifikasi ini menjadi daya tarik bagi perusahaan. Tercatat per April 2023 sudah ada 149 perusahaan yang bekerja sama dengan UMM dalam pelaksanaan Program CoE ini. Bahkan, ada Perusahaan yang secara khusus meminta UMM mengirimkan 200 lulusan per tahun. Lalu, ia pun menjelaskan salah satu CoE FKIP UMM sebagai contoh. “Salah satunya adalah CoE Entrepreneur Perbukuan yang ada di Pendidikab Bahasa Indonesia yang telah bekerjasama dengan enam Perusahaan penerbitan besar di Indonesia,” tandasnya. Enam perusahaan tersebut yakni Intrans Publishing, Mata kata Inspirasi, PT. Intan Pariwara, Bentang Pustaka, Sanggar Indonesia, dan NBS. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya menjadi tempat magang bagi para mahasiswa, tetapi juga berperan sebagai sumber daya pengajar praktisi dalam beberapa mata kuliah yang disajikan untuk mahasiswa sebelum mereka mengikuti program magang. Dengan begitu, skill yang dimiliki para mahasiswa sudah sesuai dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pada akhir sambutan, Fauzan berpesan agar PT keluar dari zona administratif formal. “Jangan fokus pada akreditasi karena trust yang sebenarnya adalah dari masyarakat. Pengakuan dari pemerintah dan luar negeri itu penting, tapi tetap utamanya adalah dari masyarakat dan tolok ukurnya adalah kemampuan mengeksekusi dan berkontribusi di Masyarakat,” tutup Fauzan. Menanggapi hal itu, Rektor Unipa, Dr. Hartono, M.Si. mengaku sangat senang bisa diterima dengan luar biasa dan belajar banyak hal dari UMM. Ia berharap masing-masing tim dapat belajar sebanyak-banyaknya dari tim UMM sebagai bekal pengembangan kualitas di Unipa. “Kami berterima kasih banyak. Kami bukan hanya diterima, tetapi juga betul-betul mendapat banyak informasi. Bagi kami UMM ini betul-betul kampus yang besar, skornya jauh di atas kami dan juga kampus-kampus swasta di Jawa timur, unit bisnis yang banyak dan luar biasa. Jadi, apa yang kami peroleh hari ini akan menjadi inspirasi bagi kami mengembangkan diri ke depan,” kata Hartono. Acara dilanjutkan dengan ramah-tamah dan diskusi masing-masing tim. Dalam hal ini, ada tim akademik, tim kerja sama dan kelembagaan, tim internasionalisasi, dan tim pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). (*fd)

FKIP UMM Terima Benchmarking FBS Universitas Gorontalo

MALANG – Kontribusi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bagi dunia Pendidikan tak hanya dilakukan dengan mencetak lulusan-lulusan terbaik, tetapi juga dengan menjadi penggerak bagi LPTK lain dalam meningkatkan kualitasnya. Hal ini terlihat dari terbukanya FKIP UMM dalam menerima kunjungan benchmarking untuk berbagi praktik baik pengelolaan kelembagaan. Kali ini, kunjungan benchmarking datang dari Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo. 13 orang rombongan FBS Universitas Negeri Gorontalo yang terdiri dari Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan tendik ini disambut hangat oleh Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II FKIP UMM di ruang siding FKIP UMM, Selasa (22/08/2023). Hadir pula dalam acara, seluruh jajaran kaprodi dan sekprodi di lingkungan FKIP UMM. Mengawali acara, Dr. Sugiarti, M.Si. selaku Wakil Dekan I menjelaskan berbagai program yang dijalankan dan dikembangkan di FKIP UMM. Terbaru, adalah Program Center of Exellence sebagai realisasi dari Program UMM Pasti. Menurut Sugiarti, ini adalah solusi yang diberikan UMM dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Tantangan ke depan semakin luar biasa karena perkembangan saat ini begitu cepat. Jadi, untuk memberikan kepastian, UMM meluncurkan program UMM Pasti: Pasti Lulus tepat Waktu, Pasti kerja dan Mandiri! Wujudnya adalah berdirinya kelas-kelas Center of Exellence,” kata Sugiarti. Center of Exellence (CoE) merupakan program selama satu tahun untuk memberikan skill khusus kepada para mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri. Pada semester pertama, lanjut Sugiarti, mahasiswa akan menerima mata kuliah teoritis yang diampu oleh dosen dan juga praktisi dari Perusahaan. Pada semester kedua, barulah mereka akan magang di Perusahaan tersebut. “Tak hanya magang, mereka nantinya akan mengolah hasil magang menjadi skripsi. Jadi, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Ini menjadi poin penting juga dalam mewujudkan kelulusan tepat waktu (KTW),” tandasnya. Selanjutnya, dalam hal mendorong kegiatan publikasi, Sugiarti menjelaskan bahwa para dosen memiliki kesempatan untuk mengakses grand pendanaan penelitian dan pengabdian secara eksternal dari Dikti, maupun secara internal dari universitas maupun fakultas. Kesemuanya, menjadikan artikel jurnal ilmiah sebagai luaran. “Di samping itu, kami juga mengapresiasi kinerja publikasi melalui pemberian insentif dari Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI). Untuk Q1 sebesar 20 juta, Q2 sebesar 17,5 juta, Q3 sebesar 12,5 juta, dan Sinta 2 sebesar 4,5 juta,” terang Sugiarti. Secara internal, Jurnal di FKIP UMM juga telah terakreditasi Sinta. Ada Jurnal Inovasi Pembelajaran (JINoP) yang dikelola FKIP, Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia (JPBI) yang dikelola Prodi Pendidikan Biologi, dan Jurnal Kembara yang dikelola Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia telah terakreditasi Sinta 2; Celtic yang dikelola Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) yang dikelola Prodi PGSD, Jurnal Civic Hukum yang dikelola Prodi PPKn telah terakreditas Sinta 3; dan Mathematic Education Journal (MEJ) yang dikelola Prodi Matematika telah terakreditasi Sinta 4. Ada pula Jurnal Pendidikan Profesi Guru (JPPG). Merespon hal tersebut, Wakil Dekan II FBS Universitas Negeri Gorontalo, Moh, Syahrul Ibrahim, M.Ed., PhD. Sangat mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan FKIP UMM. “Alasan kami berkunjung ke FKIP UMM ini memang tidak lepas dari kekaguman kami pada organisasi Muhammadiyah yang besar dan saling membantu, pada UMM yang merupakan kampus Islam terbaik dunia dan salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia,” kata dosen yang ber-home base di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu. Ia pun mengaku telah belajar banyak hal dari kunjungan ini. “Kami memiliki program Amiatiya: amati, tiru, adaptasi praktik pelaksanaan yang baik dan prima. Melihat tim saya di program ini mengangguk-angguk dan mencatat selama menyimak berbagai penjelasan tadi, saya yakin ada banyak program yang akan dikembangkan,” pungkasnya berkelakar. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, FBS Universitas Negeri Gorontalo dan FKIP UMM akan berkolaborasi dalam pelaksanaan The 2nd International Conference on Education (ICEdu) yang akan digelar pada 6—7 Oktober 2023 mendatang. (*fd)

Semarak Perayaan Kemerdekaan, FKIP Tak Ketinggalan dalam Setiap Perlombaan

Malang—Momen 17 Agustus selalu menjadi momen yang istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia. Berbagai kegiatan dilangsungkan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dan mengenang semangat serta jasa para pahlawan. Kemeriahan serupa tampak jelas di Universitas Muhammadiyah Malang. Berbagai perlombaan digelar, di antaranya hias kantor bertema kemerdekaan, gelas move on, prink play on, ball dotan, botol belut, prink play on, pingpong sarung, make down artis, duck racing, hingga kostum upacara terbaik. Menariknya, lomba kostum upacara kali ini mengambil tema Nusantara. Alhasil, ratusan baju adat menghiasi rangkaian upacara perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 yang digelar di helipad itu. Terkait hal itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan bahwa diambilnya tema pakaian nusantara mengandung nilai flosofis bahwa kemerdekaan memang harus diupayakan bersama. “Pakaian adat yang berbeda-beda menggambarkan akan pentingnya persatuan. Meski berbeda-beda namun tetap satu, Indonesia. Sesuai dengan sembiyan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya. Aninda Nidhommil Hima, M.Pd. dengan baju adat Lampung Hal serupa disampaikan koordinator peringatan Kemerdekaan Indonesia di UMM, Setiya Yunus Saputra, M.Pd. Para peserta upacara memang diminta untuk mengenakan atribut adat yang menarik. Bahkan mereka sangat antusias untuk berlomba-lomba menampilkan baju adat paling unik. Salah satunya adalah dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Aninda Nidhommil Hima, M.Pd. yang mengenakan baju adat Lampung. Atas kemenarikan dan kelengkapan unsur pakaian adat yang dikenakannya, Aninda, sapaan akrbanya, berhasil meraih juara 2. Civitas akademika FKIP UMM, baik dosen maupun karyawan, memang sangat antusias dalam mengikuti semua perlombaan yang ada. Prodi PGSD bahkan melakukan rapat secara khusus sebagai persiapan memeriahkan acara. Kreativitas ditunjukkan lewat kostum kegiatan jalan sehat yang mengambil tema “baju jadul/tempo dulu”. Alih-alih menggunakan baju lawas, Prodi PGSD membuat kaso bernuansa merah dengan tulisan “Baju Tempoe Doeloe”. Kreativitas serupa juga ditunjukkan lewat dekorasi kantor bertema kemerdekaan. Atas kreativitas itu, Prodi PGSD berhasil menggondol Juara Harapan I dalam lomba hias kantor tersebut. (*fd)  

Teliti Pencemaran Microplastic, Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM Sabet Pendanaan Penelitian Kurita Jepang

Malang—Setelah sukses dengan hibah Matching Fund, dosen Prodi Pendidikan Biologi UMM (PBIO-UMM) kembali sabet dana hibah penelitian. Tak tanggung-tanggung, kali ini grand penelitian diperoleh dari Kurita, perusahaan yang berbasis di Jepang. Adalah Moh. Mirza Nuryady, S.Si., M.Sc, dosen muda Prodi Pendidikan Biologi yang aktif menggeluti dunia penelitian tentang lingkungan dan berbagai hibah. Meskipun selama ini hibah yang diperolehnya berskala nasional, hal itu yang menyurutkan niatnya untuk menjajal hibah penelitian dari Korita ini. “Sebenarnya ini adalah kali pertama saya mencoba peruntungan untuk pendanaan penelitian internasional. Meskipun begitu, saya tetap optimis. Apa pun hasilnya, saya percaya itu akan menjadi pengalaman baik untuk saya. Dan alhamdulillah hasilnya adalah lolos pendanaan,” katanya. Dalam hibah kali ini, Mirza, sapaan akrabnya, mengangkat tema tentang screening bakteri E. coli yang resisten terhadap antibiotic beta-laktamase, yang berasosiasi dengan microplastic di Sungai Brantas. “Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa. Selain itu, sungai ini juga melalui kampus UMM sehingga menarik minat saya untuk meneliti lebih jauh cemaran E. coli dalam air Sungai ini,” tutur pria yang baru saja mendapatkan kesempatan berjejaring ke Spanyol tersebut. Selain itu, tema tentang pencemaran microplastic akhir-akhir ini banyak dilakukan, karena memang dapat mengancam kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan menggunakan air sungai. Profesor Dr. Eko Susetyarini, M.Si, yang merupakan Ketua Program Studi PBIO-UMM mengatakan, memang Pak Mirza salah satu dosen yang semangat untuk menelitinya tinggi. “Alhamdulillah Prodi kami saat ini banyak mendapatkan hibah eksternal yang didapatkan bapak/ibu dosen prodi. Pendidikan biologi juga memiliki fokus pada penelitian-penelitian lingkungan, karena memang prodi PBIO-UMM banyak memiliki SDM yang fokus penelitiannya tentang monitoring lingkungan,” tandasnya. “Harapan besar saya selaku Kaprodi, kedepannya makin banyak dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan eksternal baik nasional dan internasional guna meningkatkan grading institusi kita menjadi lebih unggul” imbuh professor yang baru saja mendapat pendanaan dari kementerian ini. Kurita Water Industries Ltd sendiri adalah perusahaan Jepang, yang menyediakan fasilitas pengolahan dan penelitian air. Sejak pertengahan tahun 1970-an hingga sekarang, Kurita Water Industries mendirikan 14 anak perusahaan dan afiliasi di luar negeri, salah satunya yaitu anak Perusahaan Kurita Indonesia. Melalui organisasi Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Kurita ini melaksanakan Program Kurita Overseas Research Grant (KORG). Grant penelitian ini dikhususkan untuk para peneliti lingkungan khususnya terkait dengan air diberbagai negara, salah satunya Indonesia. Dengan besaran grant sebesar 400.000 Yen, para peneliti dituntut untuk melakukan penelitian tentang monitoring pencemaran air, monitoring sumber air, water treatment, dan isu menarik lainnya dengan jangka waktu 1 tahun. (*mrz/fd)

HUT Ke-78 RI, 12 Dosen FKIP Terima Anugerah Satyalancana Karya Satya

Malang—Dua belas dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya seiring perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 tahun Republik Indonesia, Kamis (17/8/2023). Anugerah Satyalancana Karya Satyaa (SLKS) merupakan penghargaan kepada ASN yang telah berbakti selama 10, 20, atau 30 tahun, lebih secara terus menerus. Dua belas dosen itu adalah Dr. H. Poncojari Wahyono, M.Kes dari Prodi Pendidikan Biologi; Dra. Hj. Erly Wahyuni, M.Si, Prof. Dr. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD, dan Dr. Sudiran, M.Hum dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris; Dr. Budiono, M.Si dan Dr. Mohamad Syahri dari Prodi PPKn, Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd., Dr. Hari Sunaryo, M.Si., Dr. Hari Windu Asrini, M,Si., Prof. Dr. Hj. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd., dan Drs. Sudjalil, M.Si., M.Pd. dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia; serta Drs. Hendarto Cahyono, M.Si. dari Prodi Pendidikan Matematika. Dalam hal ini, Prof. Dr. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD, dan Dr. Sudiran, M.Hum menerima Satyalancana Karya Satya pengabdian 20 tahun dan sisanya atas masa pengabdian 30 tahun. Penghargaan diberikan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM. Dalam pidatonya, Prof. Dyah menyatakan, anugerah SLKS itu merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas seluruh dedikasi, energi, kinerja, dan produktivitas terbaik yang telah dicurahkan para ASN Dosen. Dia pun meminta para Dosen untuk terus berinovasi dalam rangka memberikan kontribusi kepada Masyarakat dan negara. “Kami berharap Bapak/Ibu dapat menjadi penggerak laju kapal Indonesia melalui inovasi-inovasi, baik dalam pembelajaran, penelitian, publikasi, termasuk juga dalam pengabdian Masyarakat,” pungkasnya. Atas peroleh ini, salah satu penerima anugerah, Dr. Sudiran, M.Hum, mengaku senang dan bangga karena bisa mengabdi kepada Nusa dan Bangsa Indonesia melalui profesi Dosen. “Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahi panjang umur, sehat, kuat, dan selamat sehingga bisa memberikan pengabdian dengan loyalitas dan integritas kepada bangsa melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap dosen yang pernah menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Wakil Dekan I FKIP itu. Ia pun berharap pengabdian para dosen dapat membawa kejayaan bagi Universitas Muhammadiyah Malang, tidak hanya pada skala nasional tetapi juga skala internasional. “Semoga universitas Muhammadiyah Malang tetap jaya dan semakin terkemuka baik secara nasional maupun internasional,” pungkasnya. (*fd)

Miliki Kinerja Anggaran Terbaik, FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi Raih Penghargaan

  Malang—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Prodi Pendidikan Biologi berhasil meraih penghargaan pengelolaan terbaik tahun 2023. Penghargaan itu diterima langsung Wakil Dekan II FKIP UMM, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si dan Kaprodi Pendidikan Biologi Prof. Dr. Rr. Eko Susetyorini, M.Kes. dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-78, Kamis (17/08/2023). Selain sertifikat penghargaan, diterimakan juga dana apresiasi senilai empat juta rupiah. Dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 248/SK/UMM/VIII/2023 tentang Penghargaan Kinerja Keuangan Tingkat Fakultas dan Program Studi Terbaik Tahun 2023 UMM itu, FKIP dan Prodi Pendidikan Biologi menduduki peringkat pertama. Setidaknya ada empat kriteria penilaian yang diterapkan dalam hal ini, yakni struktur organisasi dan strander operasional prosedur, kinerja keuangan, sistem pengendalian internasl, dan temuan umum keuangan. Penilaian sendiri dilaksanakan pada audit yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Internail (BPI) UMM. Sejatinya, ini bukan pertama kali Prodi Pendidikan Biologi memperoleh peringkat pertama. Tahun 2022, Prodi Pendidikan Biologi mendapatkan predikat serupa. Menariknya, tahun 2023 ini terjadi peningkatan skor yang signifikan, dari 3.900 poin pada 2022 menjadi 4.175 pada 2023. Ditanya tentang kiat mempertahankan capaian kinerja keuangan, Kaprodi Pendidikan Biologi menyatakan, kuncinya adalah linieritas dan akuntabilitas. Prodi telah menyusun Standar Operasional prosedur (SOP) keuangan secara tertulis. Selain itu, Prodi juga telah membuat RAB, sehingga semua pengeluaran harus disesuaikan dengan RAB yang telah disusun itu. “Semua pengeluaran disesuaikan dengan SOP dan RAB. Jika ada perubahan, memang kadang kondisi di lapang menuntut adanya perubahan, maka kami selalu membuat adendum,” pungkas Prof. Eko, sapaan akrabnya. Yang kedua adalah ada bukti-bukti yang lengkap dan real. Semua itu dikelola oleh bendahara yang dalam hal ini adalah Fendy Hardian Permana, M.Pd. Hal senada juga terlihat catatan hasil audit keuangan yang menyatakan bahwa Prodi Pendidikan Biologi telah menyertakan bukti transaksi secara lengkap dan memiliki nomor urut sesuai dengan catatan transaksi pada catatan rekapitulasi keuangan Prodi. Sementara itu, Wakil Dekan II FKIP menerangkan bahwa sistem pencatatan keuangan memang sangat penting. Setiap penerimaan dana dari universitas dialokasikan sesuai jenis dana setiap caturwulan dan dicatat dalam aplikasi software pencatatan keuangan tersebut. “Salah satu yang diapresiasi kemarin adalah bahwa FKIP telag melakukan sistem pencatatan secara terpisah sesuai dengan jenis dana dengan menggunakan aplikasi software yang disediakan BPI,” kata Kadir. Kadir pun berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi Prodi yang lain di lingkungan FKIP untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya. “Ini menjadi Amanah bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Prodi Pendidikan Biologi berhasil mempertahankan predikat ini dua tahun berturut-turut. Semoga FKIP juga demikian. Di samping itu, semoga capaian ini juga bisa menyemangati Prodi-prodi yang lain,” tagasnya.