Puluhan Mahasiswa Lulus Jalur Non Skripsi, Ino Prasetya Lewat Novel Ruang Yang Hilang Jadi Salah Satunya!

Malang – “Tiada hari tanpa prestasi; tiada prestasi yang tak dihargai” menjadi slogan yang terus digemakan di civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan diinternalisasi dalam berbagai lini. Salah satunya dalam hal kelulusan mahasiswa. Dalam rangka mengapresiasi prestasi mahasiswa dan mengimplementasikan Program UMM Pasti, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melalui Prodi-Prodi di bawah naungannya telah berinovasi dengan mengeluarkan Program Kelulusan Jalur Non Skripsi. Alhasil, dalam gelaran Yudisium Periode IV dan V Tahun 2023 yang digelar 8 Agustus lalu, puluhan mahasiswa lulus lewat jalur non skripsi. Salah satunya, Ino Prasetya. Ino, sapaan akrabnya, adalah calon wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Ia berhasil menuntaskan kuliahnya melalui jalur penulisan novel. Penulisan karya sastra khusunya novel memang bisa menjadi alternatif pengganti skripsi di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI). Bukan hanya penulisan karya sastra, di Prodi PBI FKIP UMM ada banyak jalur lain untuk mengganti menulis skripsi sebagai syarat lulus seperti penulisan jurnal yang terbit di jurnal terakreditasi SINTA, dan penulisan naskah drama yang dipentaskan dengan minimal penonton 50 orang. Ditemui selepas prosesi Yudisium, Ino menjelaskan benang merah novel yang berjudul Ruang Yang Hilang itu. Katanya, novel itu menceritakan tentang dua remaja yang terlibat dalam kasus pembunuhan seorang putra penguasa. Mereka pun akhirnya mengalami perlakuan tidak adil dan harus menanggung masalah di luar batas kemampuan mereka. Ditanya alasan memilih jalur ekuivalensi non kripsi penulisan novel, Ino menyampaikan ketertarikannya dalam sastra. “Saya tertarik mengambil jalur ekuivalensi skripsi dengan menulis novel karena saya merasa cocok dengan bakat dan minat saya yakni menulis karya sastra. Dengan kemampuan yang saya miliki terhadap bakat dan minat saya tersebut memudahkan saya dalam pengerjaan penulisan novel ini. Selain itu, saya dapat menghasilkan karya dan lebih senangnya bisa lulus tepat waktu,” terang Ino. Meskipun begitu, mengaku menulis novel tak kalah sulit dengan menulis skripsi. Pasalnya, novel yang bisa dijadikan ekuivalensi harus memenuhi syarat dan layak secara kualitas. “Tetap ada proses yang panjang dan ketat,” pungkasnya. Arif Setiawan, M.Pd., selaku Kaprodi PBI FKIP UMM mengaku senang karena program yang digagas sukses diimplementasikan. Ia pun menjelaskan komitmen dan harapannya ke depan. “Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia akan senantiasa terus berusaha dan berinovasi dalam membuat program guna memfasilitasi mahasiswa agar bisa berkembang sesuai bakat dan minatnya. Selain itu, program ekuivalensi skripsi juga menjawab kebutuhan mahasiswa dengan dunia kerja yang akan dihadapi setelah lulus kuliah. Harapanya program ekuivalensi skripsi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa agar tidak menjadikan skripsi sebagai alasan tidak lulus-lulus, karena sekarang sudah banyak alternatif lain untuk menggantikan menulis skripsi,” jelasnya. (*pbi/fd)
Sukses Pertahankan Predikat Persentase Lulusan PPG Terbaik 5 Tahun Berturut-turut, PPG FKIP UMM Terima Penghargaan Kemenag

Malang—Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Di bawah kepemimpinan Dr. Trisakti Handayani, M.M., PPG FKIP UMM mampu membuktikan diri sebagai salah satu penyelenggara Program PPG terbaik di Indonesia. Alhasil, PPG FKIP UMM berhasil meraih penghargan sebagai Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) terbaik dalam Jabatan dengan Prosentase Lulusan Tertinggi selama lima tahun berturut-turut pada rentang 2018—2022. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh Subkoordinator Bina Guru MI dan MTs Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama, Mustofa Fahmi, di FKIP UMM 11 Agustus 2023 lalu. Ditemui di kantornya, Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengatakan sedianya ia menerima penghargaan tersebut pada 31 Mei 2023 di Jakarta. Dalam acara bertajuk Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para dekan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) itu, FKIP UMM menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Umum (LPTK Umum) yang diundang secara khusus bersama UIN Bandung dan UIN Yogyakarta. Namun, Dr. Trisakti berhalangan hadir karena kegiatan bersamaan dengan pelaksanaan Asesmen Lapang (AL) Akreditasi LAMDIK Prodi PGSD. “Sayangnya, undangan bersamaan dengan AL Prodi PGSD. Jadi, saya tidak bisa hadir karena tentu saja saya harus mendampingi Prodi PGSD. Dan waktu itu posisinya saya tidak tahu kalau akan menerima penghargaan,” terang Trisakti. Lalu, lanjut Trisakti, Fahmi menyampaikan bahwa akan berkunjung ke UMM untuk menyerahkan penghargaan tersebut dan sekaligus membahas beberapa program PPG yang sedang dan akan dijalankan di UMM. Acara penyerahan sertifikat penghargaan digelar secara informal di ruang rapat FKIP UMM. Dalam kesempatan ini, Fahmi menyampaikan apresiasi kepada UMM atas konsistensi dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas. “Sejak 2018 sampai 2022, UMM selalu menempati rangking teratas untuk tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKM-PPG). Ini tentu sudah sangat menggambarkan bagaimana komitmen PPG FKIP UMM dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas secara konsisten. Kami sangat mengapresiasi hal itu,” ungkap Fahmi. Trisakti pun mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. Baginya, penghargaan ini merupakan sebuah motivasi untuk terus memberikan yang terbaik. “Pertama, tentu sangat bersyukur atas prestasi ini. Yang kedua, piagam penghargaan ini sesungguhnya memotivasi kami untuk terus berbuat yang terbaik dalam mewujudkan guru profesional di Indonesia,” terangnya. Acara penyerahan sertifikat dilanjutkan dengan diskusi santai tentang pelaksanaan PPG di FKIP UMM. Saat ini, Prodi PPG FKIP UMM sedang menjalankan PPG dalam jabatan bagi guru-guru ex PLPG. Saat ini, para mahasiswa tersebut sedang menyiapkan UKPPG. Di samping itu, ada pula PPG Kemenag dalam jabatan Angkatan 1 Tahun 2023 yang meliputi bidang studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan PPKn. Dalam waktu dekat, PPG FKIP UMM juga akan melaksanakan PPG dalam jabatan Kemenag Angkatan II. (*fd)
Kunjungi UAD, PGSD Pelajari Pengelolaan Mutu Program Studi PGSD

Yogyakarta – Dalam upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) di Indonesia, Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Program Studi PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan kerja sama dalam proses benchmarking. Tujuan dari benchmarking ini adalah untuk melakukan perbandingan terhadap pendekatan, strategi, dan pencapaian dari kedua program studi dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan peluang untuk perbaikan dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam pertemuan yang diadakan di kampus UAD, delegasi dari PGSD UAD dan PGSD UMM aktif terlibat dalam dialog dan pertukaran informasi mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan program studi masing-masing. Diskusi ini melibatkan para dosen untuk memberikan wawasan mengenai pengalaman belajar mereka. Kaprodi PGSD UAD, menyatakan, “Benchmarking ini memberikan peluang berharga bagi kedua program studi untuk saling belajar dan berbagi. Kami dapat mengidentifikasi praktik terbaik dari masing-masing program studi dan menerapkan pembelajaran dari hasil perbandingan ini.” Hasil benchmarking ini juga mencakup analisis tentang praktik pengalaman lapangan, kualifikasi staf pengajar, serta penggunaan fasilitas dan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran. Perbandingan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang potensi peningkatan dan pengembangan di kedua program studi. Bustanol Arifin, M.Pd selaku kaprodi PGSD UMM, menyatakan, “Kerja sama ini adalah bukti komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui benchmarking, kami dapat memetakan langkah-langkah konkret untuk menjawab tuntutan perkembangan pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang berkualitas.” Kerja sama benchmarking antara PGSD UMM dan PGSD UAD ini menjadi contoh kolaborasi yang inspiratif dalam dunia pendidikan tinggi. Dengan saling belajar dan berbagi, diharapkan kedua program studi ini dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan kompetensi dan integritas yang tinggi.
Kaji Kebutuhan ESP di Perguruan Tinggi, Tim PKM-AI FKIP UMM Lolos Pendanaan

Malang—Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali torehkan prestasi. Kali ini, dua mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Benny Delle Bintang Ananta bersama Muhammad Firza Thoriq Sholahuddin dan mahasiswa Fakultas Psikologi, Dede Akmal Khotib. Gagasannya kreatifnya bertajuk “Analisis Kebutuhan Bahasa Inggris: Studi Kasus Kebutuhan English for Specific Purpose Pada Mahasiswa Semester 6 Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.” sukses raih insentif pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) 2023. Di bawah bimbingan Rafika Rabba Farah, S. Pd., M. ED, mereka akan implementasikan penelitian dalam beberapa bulan ke depan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program rutin yang diadakan untuk kelompok mahasiswa aktif program pendidikan Diploma 3 (D3); Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) di seluruh PT di bawah Kemendikbud-Ristek yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sebagai upaya untuk mewadahi dan merealisasikan gagasan kreatif mahasiswa. Ada banyak skema program PKM ini. Salah satunya PKM AI, bidang PKM yang bertujuan untuk memberikan wadah kepada mahasiswa untuk membuat artikel ilmiah dari hasil kegiatan akademik kelompok yang telah dilaksanakan. Benny selaku mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus ketua tim mengungkapkan bahwa ia dan tim harus mengikuti proses seleksi dan penantian yang cukup panjang. “Ada proses seleksi fakultas. Peserta yang lolos di tingkat fakultas kemudian diseleksi di tingkat universitas dan jika dinyatakan lolos baru mewakili tingkat nasional. Pengumpulan PKM di tingkat nasional sebetulnya dimulai bulan Maret. Setelah berbulan bulan menunggu, usaha tidak menghianati hasil, kelompok saya dinyatakan sebagai salah satu peraih insentif,” Ujarnya saat diwawancarai. Menariknya, selain insentif, mereka juga mendapatkan pengalaman di program penulisan ilmiah tingkat nasional dan konversi nilai dua SKS mata kuliah sesuai ketentuan buku panduan PKM AI. Hal itu membuat mereka semakin bersemangat dalam menjalankan penelitian yang pengambilan datanya membutuhkan waktu seminggu penuh itu. Kuncinya, lanjut Benny, terletak pada konsistensi. “Sebenarnya untuk konsisten menyelesaikan sebuah artikel dibutuhkan keinginan dan kontrol dari diri sendiri. Misal satu hari bisa menyelesaikan sampai pendahuluan saja untuk besoknya melanjutkan bab 2 atau mengecek kembali pendahuluan apakah sudah benar atau perlu revisi agar kita tetap mengingat materi yang dikerjakan,” katanya. (frz/rya/fd)
Yudisium Periode IV dan V FKIP UMM: Ini Wajah Guru Profesional di Era Digital!

Malang—Sebanyak 251 peserta mengikuti gelaran Yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Yudisium Periode IV dan V Tahun 2023, Rabu (09/08/23). Yudisium yang digelar secara luring di Auditorium Dome UMM ini dihadiri oleh jajaran dekanat beserta pimpinan Prodi di lingkungan FKIP UMM. Dalam kesempatan ini, tema yang diangkat yaitu “Peningkatan Professionalisme Guru Era Digital Menuju Generasi Emas Indonesia”. Tak dapat dipungkiri, guru professional dengan kompetensu digital menjadi garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas tahun 2045. Karena itu, yudisium kali ini menghadirkan H. Ibnu Hajar, M.Pd. Alumni Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang merupakan sastrawan dan budayawan nasional ini ini membawakan orasi ilmiah “Membaca Profesionalisme Guru?”. Ibnu, sapaan akrabnya, mengawali orasi dengan analogi menarik, “Tidak mungkin menciptakan bayangan yang lurus dari tongkat yang bengkok”. Dari analogi itu, Ibnu menegaskan bahwa generasi penerus bangsa yang hebat pasti lahir dari guru-guru yang hebat dan profesional. Dalam konteks pendidikan saat ini, salah kecakapan pedagogik dan profesional itu harus diintegrasikan dengan teknologi. Hal itu merupakan keniscayaan yang seharusnya tidak menjadi momok bagi para guru. “Era sekarang ini teknologi sudah menjadi kebutuhan. Maka, teknologi sebagai hasil budaya manusia seharusnya tidak menjadi momok yang menakutkan, justru membuka peluang-peluang baru yang meningkatkan kualitas hidup manusia, kualitas pendidikan kita,” ungkap alumni yang berasal dari Madura itu. Meskipun begitu, Ibnu menegaskan bahwa keterampilan dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran ini harus dibarengi dengan kecerdasan, kearifan, dan kecermatan yang tinggi. Ini merupakan pondasi dalam upaya menghasilkan manusia Indonesia berperadaban unggul yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga memiliki kemampuan interaksi sosial yang baik dan karakter yang kuat. “Sekali lagi, ini hanya bisa diwujudkan melalui guru profesional. Guru yang menunjukkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, dan selalu mendidik dengan cinta,” tegasnya. Sejalan dengan itu, Dekan FKIP, Dr. Trisakti Handayani, M.M., dalam sambutannya, juga menyatakan bahwa lulusan FKIP UMM harus adaptif namun tetap berpijak pada dasar agama. Ia pun mengutip dua kata bijak dari tokoh dunia untuk menggambarkan hal itu. Ali Bin Abi Thalib dengan kata bijak ‘Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu’ dan Albert Einstein dengan kata Mutiara ‘Science without religion is lame, religion without science is blind’ “Maka, transformasi keilmuan berbasis pada nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan yang ditorehkan FKIP UMM menjadi bekal yang sangat kuat untuk mengubah dunia,” pungkasnya. Trisakti pun berpesan, agar alumni FKIP UMM dapat menjadi teladan dan model bagi generasi muda lainnya. Alumni FKIP UMM adalah generasi yang tegas namun menjunjung tinggi etika dan berkepribadian Indonesia. Teguhkan diri kalian, tatap masa depan dengan penuh optimis, dan raihlah mimpi besar kalian agar dapat menjadi pemain tidak hanya di negeri sendiri, namun juga menjadi pemain dunia. “Pegang erat dan syiarkan nilai-nilai yang telah kalian dapatkan dari Kampus Putih tercinta ini kapanpun dan dimanapun kalian berada,” katanya disambut tepuk tangan para calon wisudawan/wisudawati. Terakhir, Trisakti mengajak semua lulusan FKIP untuk bangga menjadi guru dan mengambil kesempatan emas mendapatkan beasiswa LPDP untuk Program Pendidikan profesi Guru Prajabatan Angkatan 2 Tahun 2023. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan 59.000 kursi beasiswa untuk para fresh graduate yang berkomitmen untuk menjalani profesi guru ini. Tak hanya meluluskan 251 calon wisudawan/wisudawati, yudisium periode ini juga mengukuhkan Citra Afrilia Nur Kholifah sebagai wisudawan terbaik tingkat fakultas atas perolehan IPK sempurna (4,00) dengan masa studi 3 tahun 10 bulan. Atas raihan prestasi ini, Citra mengaku sangat bersyukur. Dalam pidatonya, ia pun mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika FKIP UMM yang selalu mendorong dan mendukung mahasiswa menorehkan prestasi. “Terima kasih saya sampaikan pada fakultas di mana kami ditempa dengan keras, dilatih untuk sabar, dan diajari untuk selalu menyadari bahwa setiap keputusan selalu membawa pada baik-buruk konsekuensi. Hal-hal yang menjadi sulutan api untuk terus berprestasi, karena prestasi masing-masing dari kami selalu dihargai,” ungkapnya berkaca-kaca. Komitmen untuk mendorong dan mengapresiasi prestasi mahasiswa ini memang terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mendapatkan prestasi non akademik. Tercatat, tak kurang dari 70 mahasiswa ditetapkan sebagai mahasiswa berprestasi non akademik melalui kejuaraan lomba, publikasi karya ilmiaha, perolehan HaKI, daan keaktivan dalam kegiatan MBKM. Lulusan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ini pun mengaku sangat bangga menjadi alumni FKIP UMM. “Menjadi bagian dari FKIP UMM adalah salah satu hal terbaik bagi saya. Dari sini, saya betul-betul menyadari bahwa saya nantinya adalah pekerja yang mendapatkan uang, tetapi saya dan rekan-rekan semua adalah jembatan bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan kesempatan belajar seumur hidup melalui pendidikan inklusif dan berkualitas untuk Pembangunan Indonesia berkelanjutan,” katanya. (*/fd)
PPG FKIP UMM Selenggarakan KMD dan KML Bagi Mahasiswa PPG Prajabatan, Komitmen Lahirkan Guru Profesional

Malang— Profesionalisme guru menjadi hal mutlak dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Karena itu, berbagai upaya dilakukan sebagai upaya mengembangkan profesionalisme guru ini. Salah satu upaya yang ditempuh Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah melalui kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML). Pembukaan kegiatan kepramukaan digelar secara daring pada Sabtu, (05/08/2023), lalu. Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan hingga 10 Agustus 2023 mendatang ini diikuti 175 peserta KMD dan 210 peserta KML dari berbagai daerah yang juga merupakan mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan Angkatan I Tahun Ajaran 2022/2023 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam laporannya, Kaprodi Pendidikan Profesi Guru, Dr. Iin Hindun, M.Kes. menjelaskan bahwa ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan Pembina Pramuka dalam membina peserta didik. “Kegiatan KMD dan KML ini diharapkan dapat mengembangkan kompetensi kepribadian dan sosial guna melengkapi kompetensi lainnya yaitu kompetensi pedagogik dan profesional yang diharapkan dari lulusan PPG,” terang Dalam kegiatan apel pembuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M., menegaskan, guru memiliki peran penting untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Maka dari itu, kualitas guru harus diperhatikan dan senantiasa ditingkatkan. Sehingga anak-anak didik didampingi dan mampu meraih potensi terbaik yang dimiliki. “Saudara adalah calon guru-guru profesional yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang apik dan cakap. Selain bekal keilmuan, saudara juga harus memiliki kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah. Maka, kursus pembina pramuka ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan skill-skill terkait,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tekun, rela berkorban, suka menolong sesama, dan teladan bagi orang lain. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya kualitas pendidik dan berkontribusi pada upaya menjadikan Indonesia jaya. “Dalam program ini, Saudara akan dibentuk agar bisa menghadapi tantangan global. Melalui KMD dan KML ini, upaya pembentukan karakter akan berhasil. Semoga saudara bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tutur Trisakti. Karena itu, dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya diberi materi, namun juga diajari bagaimana menjadi pembina yang kompeten. Ada berbagai permainan dan agenda yang melatih mental mereka. Salah satu peserta, Nurul Himmatul menilai, serangkaian program yang diikuti sangat seru. Kemasan yang disajikan oleh PPG UMM juga menarik dan membuat mereka bersemangat untuk turut serta. (*wld/fd)
Sukses Sajikan Disertasi Tentang Translanguaging, Rina Wahyu Setyaningrum Sah Kantongi Gelar Doktor dan Lulus Cumlaude

Promovenda (tengah) berfoto bersama dewan penguji, Rektor UMM beserta jajaran, dan pimpinan FKIP UMM Malang – Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Rina Wahyu Setyaningrum baru saja menjalani prosesi sidang terbuka promosi Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa. Atas disertasi dan jawaban yang mantap, Rina, sapaan akrab promovenda, dinyatakan lulus dan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude. Diketahui, sidang berlangsung di auditorium Gedung T2 lantai 3 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Jumat (28/7) itu. Dalam sidang ini, tak kurang dari 75 hadirin, yang terdiri dari Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi, Kabiro Akademik, jajaran pimpinan FKIP UMM, jajaran pimpinan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, serta rekan sejawat di UMM. Di depan tuju dewan penguji, Rina mempresentasikan disertasinya yang berjudul Translanguaging in Content and Language Integrated Learning at Islamic Primary Schools of Indonesia. Ketujuh dewan penguji tersebut adalah Syafi’ul Anam PhD sebagai ketua dewan penguji/ko-promotor, Dr Suhartono MPd (sekretaris dewan penguji), Prof Slamet Setiawan PhD (anggota penguji/promotor), Dr Him’mawan Adi Nugroho SPd MPd (anggota penguji/Unesa), Dr Oikurema Purwati MA (anggota penguji/Unesa), Ahmad Munir PhD (anggota penguji/Unesa), dan Prof Dr Teguh Budiharso MPd (anggota penguji/IAIN Surakarta). Secara garis besar, dalam disertasinya Rina menggali bagaimana guru dan siswa program internasional di SD Muhammadiyah menerapkan strategi translanguaging dalam pembelajaran sains dengan kurikulum internasional. Dalam ilmu linguistik, kata Rina, translanguaging memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk berinteraksi dalam pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris sebagaimana disyaratkan oleh kurikulum internasional yang digunakan. “Dalam proses pembelajaran bahasa Inggris digunakan bersama atau bergantian dengan bahasa lain, seperti bahasa Indonesia, bahasa Jawa, maupun bahasa Arab,” tutur perempuan yang saat ini menjabat Bendahara Fokal IMM Malang Raya tersebut. Terkait novelty (kebaruan), disertasi dosen jebolan Magister Bilingual Education dari Rangsit University Thailand ini sangat jelas mengungkap bahwa translanguaging yang dipraktikkan dalam SD Muhammadiyah berbeda dengan praktik di sekolah lain karena munculnya kosakata bahasa Arab dan penanaman Islamic values dengan menghubungkan isi Al-Qur’an dengan pelajaran sains. Rina juga menegaskan bahwa internasionalisasi dalam pembelajaran dapat diinisiasi sedini mungkin dengan fokus pada memberikan pengalaman menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran kepada guru dan siswa. Dalam paparannya, Rina menjelaskan bahwa inisiasi tersebut telah dilakukan oleh SD Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Malang yang telah ia dampingi. Menutup ujian terbuka, Prof Slamet Setiawan MA PhD selaku promotor menyampaikan petuah ujian terbuka untuk promovenda. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas capaian promovenda yang ia kenal sebagai “ibu suri” dari rekan sengkatannya. Pasalnya, puluhan publikasi ilmiah telah terbit dalam kurun waktu studi selama empat tahun di Unesa dan dalam waktu dekat akan terbit satu artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus dengan topik translanguaging. Suasana menjadi semakin haru karena dalam kesempatan ini, Prof Slamet membacakan puisi untuk promovenda. Ia pun meminta agar promovenda mendarmabaktikan ilmunya sekembalinya ke UMM. Ia juga menyampaikan kepada rektor dan jajaran pimpinan UMM untuk mendukung rencana tindak lanjut berupa penulisan buku, penelitian, dan memasukkan mata kuliah khusus kepada para calon guru untuk memiliki skill mengajar di kelas internasional ataupun mengajar di sekolah sekolah luar negeri. “Bu Rina, amalkan apa pun yang diperoleh di manapun berada, terutama di civitas akademika UMM. Dan merujuk pada lagu padamu negeri yang baru saja kita lantunkan, rakyat Indonesia menanti janjimu, ibu pertiwi menunggu baktimu, kami semua mengharap karya-karyamu,” tutup Prof. Slamet disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. (*Rin/fd)
Duduk Bersama, FKIP UMM, Kepala Dinas Pendidikan Malang Raya, dan Direktur APCS-UNESCO Bahas Masalah Pendidikan

Prof. Ignasius (kiri) Memaparkan Materi Malang—Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. menggelar acara Ngobrol Bareng (NGOBAR) bersama Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, 3 Kepala Dinas Pendidikan Malang Raya, dan Prof. Dr. Ignas DA Sutapa, Direktur APCS-UNESCO, Selasa (01/08/2023). Acara dihadiri oleh Wakil Dekan 1, 2 dan 3, Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FKIP UMM serta tim Pusat Kajian dan Studi Pendidikan (PKSK) FKIP UMM. Di tengah pemandangan dengan nuansa malam yang indah di Rooftop Hotel Rayz UMM, NGOBAR berlangsung sangat hangat dan produktif. Acara NGOBAR itu sendiri merupakan rangkaian dari tiga agenda kemitraan FKIP, dimulai dengan kuliah tamu kebutuhan guru, permasalahan dan penyediaannya dengan nara sumber kepala dinas pendidikan Malang Raya pada tanggal 10 Juli 2023. Kemudian dilanjutkan dengan acara Ngobar (Ngobrol Bareng) bersama 3 Kepala Dinas, Rektor UMM dan Direktur APCS- UNESCO pada hari Selasa, 1 Agustus 2023. Acara puncaknya adalah penandatanganan MoU antara FKIP dengan 66 sekolah mitra yang dijadwalkan pada tanggal 7 Agustus 2023. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M menyatakan bahwa NGOBAR dan rangkaian kegiatan yang menyertainya, merupakan agenda penting FKIP dalam rangka menguatkan peran FKIP dalam menggeluti problematika pendidikan dan menyumbangkan solusinya secara kolaboratif bersama dinas pendidikan Malang Raya. “FKIP UMM selalu berkomitmen untuk dapat berkontribusi secara nyata dalam memecahkan problematika pendidikan yang saat ini semakin kompleks. Salah satunya dengan kolaborasi bersama dinas Malang Raya seperti kegiatan ngobar mala mini,” katanya. Rektor UMM, membuka acara dengan statemen pemantik bahwa selama ada manusia, maka masalah pendidikan akan tetap ada, dan pemerintah pusat sampai pemerintah daerah ditugaskan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggandeng masyarakat pendidikan, agar lebih efektif penanganannya. Meengawali obrolan malam itu, Prof. Ignas DA Sutapa, M.Sc., menyampaikan bahwa berdassar capaian SDG Indonesia saat ini berada di urutan 65 dari 200 negara anggota. Posisi ini sudah meningkat dari tahun 2015 dimana saat itu Indonesia berada di posisi 70. Banyak aspek penting dari komponen SDGs yang perlu diacu sebagai referensi dalam membangun dunia pendidikan kususnya, seperti kualitas pendidikan, kesetaraan, pendidikan (gratis) untuk semua, dan lain lainnya. Pada sesi diskusi beliau ikut memberikan pandangan yang kritis terhadap permasalahan pendidikan di daerah yang telah diungkap secara factual dari para kepala dinas. Beliau menyatakan bahwa permasalahan serupa ini dijumpai di berbagai negara. Oleh karena itu UNESCO memberikan rekomendasi melalui kebijakan SDGs per 10 tahun sebagai rambu rambu untuk mengatasi masalah pendidikan yang muncul. “Setiap daerah bersinergi dan menjalin komunikasi untuk belajar bersama mengatasi masalah yang ada. Keterlibatan PT tentu akan sangat menguntungkan setiap daerah dalam mengatasi masalah yang ada. PT memiliki kompetensi karena didukung dengan tersedianya pakar dalam berbagai bidang,” tandasnya. Statement pemantik dari Rektor UMM juga mendapatkan respon positif dari 3 kepala dinas Malang Raya. Dr. Suwadji, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Malang yang terdiri dari 23 Kecamatan sebagian besar berciri pedesaan memiliki masalah pendidikan yag cukup kompleks, mulai dari rendahnya angka partisipasi kasar yang rendah, kualitas guru yang belum idial sampai dengan sarana prasarana yang belum memenuhi harapan. Kabupaten Malang merasa tertinggal dalam pencapaian kualitas pendidikan bila dibandingkan dengan Malang Kota. Permasalahan pendidikan di Kabupaten Malang yang mengemuka saat ini meliputi PPDB Zonasi, penyediaan guru yang belum terpenuhi, angka putus sekolah yang tinggi, kurangnya sarana prasarana, dukungan anggaran yang terbatas dan kualitas pembelajaran yang masih rendah. Kabupaten Malang memiliki sekolah yang cukup banyak, demikian pula dengan jumlah siswa, jumlah guru dan kompleksitas permasalahan yang menyertainya. Oleh karena itu membutuhkan kerjasama dngan berbagai pihak untuk menyelesaaikannya, termasuk dengan perguran tinggi seperti UMM. Suwarjono, SE, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, menyampaikan bahwa permasalahan pendidikan di Kota Malang cukup kompleks. Akan tetapi, sampai saat ini relatif terkendali. Itulah sebabnya Kota Malang memiliki reputasi pendidikan yang cukup prestis, karena berada di urutan nomor satu se-Jawa Timur. “Namun, bukan berarti tidak ada masalah. Tetap ada, dan dinas pendidikan selalu berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan memanfaatkan semua potensi masyarakat pendidikan yang ada,” katanya. Dr. Enny Rachyuningsih, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu tidak ketinggalan menyampaikan permasalahan pendidikan di wilayah kerjanya. Menurutnya, masalah prioritas yang terjadi meliputi pemerataan pendidikan, kualitas guru, pemenuhan sarana prasarana dan pendanaan yang terbatas. Masalah ini perlu segera ditangani dengan memanfaatkan semua potensi yang ada bersama masyarakat. Ngobrol bareng malam itu dikritisi oleh ketu PKSK, Dr. Hartono yang mempertanyakan kesungguhan pemerintah melalui dinas pendidikan dalam menyediakan beaya, yang seecara politis di tingkat pusat telah disetujui sebesar 20% dari total anggaran daerah. Bahwa pendidikan adalah investasi bagi bangsa, akan tetapi kenyataannya pemerintah tidak secara penuh mengimplementasikan kebijakan anggaran tersebut. Seenap kepala dinas pun memberikan konfirmasi tentang praktek penganggaran pendidikan yang kenyataannya tidak mampu mewujudkan idealisme sebagaimana yang telah disepakati melalui peraturan yang ada. Sebagai puncak ngobrol, dekan FKIP UMM memberikan closing statemen tentang pentingnya kolaborasi dengan UMM. “Kolaborasi seperti ini penting untuk menganalisis masalah, merencanakan solusi dan melaksanakan aksi penyelesaian masalah secara kolaboratif. NGOBAR ini diakhiri dengan kesepakatan untuk bersinergi dan berkolaborasi mendapatkan solusi untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Malang Raya dengan FKIP UMM sebagai partner strategisnya,” tegas Trisakti. (*nwdd/fd)
Komitmen Tingkatkan Tata Kelola dan Mutu Prodi, Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM Sambut Kunjungan Benchmarking Pendidikan Bahasa Indonesia UAD

. Malang – Kamis, 27 Juli Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kunjungan tersebut dalam rangka berbagi penalaman dan tips menulis artikel illmiah dari Prodi PBI FKIP UMM. Kegiatan juga dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I FKIP, Dr. Sugiarti, M.Si. Dalam sambutannya, Wadek I FKIP Ibu Dr. Sugiarti, M.Si., menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan yang dillakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Arif Setiawan, M.Pd., Kaprodi PBI FKIP UMM dan juga pengelola jurnal KEMBARA menceritakan banyak hal terkait pengalamannya dalam menulis artikel ilmiah hingga terbit di jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional. “Bapak dan Ibu sekalian sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf kalau ada beberapa hal yang kurang berkenan bagi Bapak/Ibu. Ini kita buat sharing saja, lebih santai agar diskusinya lebih nyaman,” bukanya. “Saya rasa Bapak/Ibu juga banyak sekali pengalamannya dalam menulis artikel ilmiah bahkan sampai terpublikasi di jurnal nasional maupun internasional. Kalua saya pribadi lebih senang mebuat kriteria-kriteria dengan mempertimbangkan kondisi yang lagi tren, kemudian menghubungkan dengan keilmuan saya dengan catatan bahwa ide tersebut masih belum banyak yang meneliti,” jelasnya. Sementara itu, Eggy Fajar Anadalas, S.S., M.Hum., selaku dosen yang juga menjadi pengelola jurnal juga menceritakan pengalamannya selama menulis artikel ilmiah. Pak Eggy, sapaan akrabnya mengatakan bahwa dirinya senang menulis artikel ilmiah yang kemudian diterbitkan di jurnal-jurnal internasional. “Saya punya pengalaman yang menurut saya cukup menarik. Saya pernah membuat sebuah artikel ilmiah yang menurut saya dari segi kualitas dan keterbaruan sudah lumayan oke. Tetapi ketika saya kirim ke jurnal nasional terakreditasi itu lama banget responya sampai saya beberapa kali menguhubungi pihak jurnalnya. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk memberikan surat permohonan pencabutan, dan saya olah kembali artikelnya dengan menerjemahkan ke bahasa Inggris. Setelah itu saya kirim ke jurnal internasional, dan alhamdulillahnya tidak selang beberapa lama sudah ada respon yang cukup positif hingga akhirnya artikel ilmiah saya terbit di jurnal tersebut,” terangnya. Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., selaku Kaprodi PBSI UAD mengaku senang denga adanya kegiatan tersebut, bahkan ia banyak berterima kasih kepada Prodi PBI karena sudah memberikan ruang diskusi yang sangat bermanfaat. “Dengan adanya sharing ini saya berharap nantinya Bapak/Ibu dari prodi PBSI UAD bisa banyak belajar dari pengalaman Bapak/Ibu dosen yang ada di Prodi PBI UMM. Ke depan, harapanya Prodi PBI juga sekali-sekali main ke UAD agar sharing ini bisa berkelanjutan dan nanti juga ada kerja sama yang terjalin antara Prodi PBI UMM dan PBSI UAD,” tutupnya.
Menuju Akreditasi Sinta 2, Jurnal Kembara Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Terima Kunjungan Benchmarking Jurnal LINGUA Unsoed

Malang– Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menerima kunjungan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jendral Soedirman, Rabu (26/07). Bertempat di Ruang 202 GKB 4 UMM, kunjungan yang digelar dalam 5 jam itu bertujuan untuk studi banding tata kelola dan peningkatan kualitas Jurnal KEMBARA. Arif Setiawan, M.Pd., Kepala Prodi PBI FKIP UMM yang juga sebagai pengelola Jurnal KEMBARA menyambut baik kerja sama yang dijalin antar kedua pengelola jurnal. Ia juga menjelaskan bahwa sekarang adalah era kolaborasi, jadi sudah bukan zamannya lagi untuk menutup diri dan saling menyembunyikan “ramuan” perihal tata kelola jurnal ilmiah. Dosen yang akrab dipanggil Pak Arif tersebut juga menjelaskan banyak hal tentang tata kelola Jurnal KEMBARA hingga bisa mendapatkan akreditasi SINTA 2. “Dengan pencapaian jurnal KEMBARA saat ini, tentu bukan proses yang sebentar, kami yang terlibat dalam pengelolaan jurnal bekerja sama untuk menentukan formula terbaik untuk menunjang kualitas Jurnal KEMBARA ini. Untuk saat ini, kami juga sudah bekerja sama dengan melibatkan mahasiswa dalam seleksi awal jurnal kami. Artinya Jurnal KEMBARA ini punya tahapan seleksi yang cukup panjang, agar nanti naskah yang terbit bukan naskah yang abal-abal. Jadi mahasiswa yang terlibat dengan tim, kami bekali dengan formula dan indikator untuk menentukan naskah yang masuk layak atau tidak layak. Kemudian, akan akan diperiksa dan dicek ulang oleh tim editor sebagai tahap seleksi lanjutan,” jelas Pak Arif. Sementara itu, Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li. sebagai Editor in Chief Jurnal Ilmiah Lingua Idea juga menyampaikan banyak terima kasih atas ruang yang telah diberikan. Beliau juga mengaku senang karena telah mendaptkan ilmu baru tentang pengelolaan jurnal dan cara untuk meningkatkan kualitas jurnal yang ada di KEMBARA. Bu Gita, sapaan akrbanya, berharap dengan adanya kerja sama ini dapat menjadi bekal untuk pengelola Jurnal Ilmiah Lingua Idea untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan terbitan jurnalnya. “Kami sangat berterima kasih karena sudah diterima dengan tangan terbuka, dialog dan diskusi dua arah juga sangat aktif, tentu ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengelola jurnal dan semoga Jurnal Ilmiah Lingua Idea Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jendral Soedirman bisa menyusul Jurnal KEMBARA agar bisa naik tingkat menjadi SINTA 2,” tutupnya.